cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpsikologisosial@ui.ac.id
Editorial Address
"Faculty of Psychology Universitas Indonesia Kampus Baru UI – Depok West Java 16424"
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Psikologi Sosial
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 08533997     EISSN : 26158558     DOI : 10.7454
Jurnal Psikologi Sosial (JPS) adalah sarana untuk mengembangkan psikologi sosial sebagai ilmu pengetahuan maupun sebagai ilmu terapan, melalui publikasi naskah-naskah ilmiah dalam bidang tersebut. JPS menerima naskah-naskah penelitian empiris kualitatif atau kuantitatif terkait dengan ilmu psikologi sosial. JPS dikelola oleh Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia melalui LPSP3, JPS memiliki versi cetak sejak tahun 2001 hingga 2008. Kemudian, pada tahun 2017 pengelolaannya dibantu oleh Ikatan Psikologi Sosial-Himpunan Psikologi Indonesia dengan tidak hanya menerbitkan versi cetak, tetapi juga versi online. JPS terbit sebanyak 2 kali setahun, yakni tiap Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 17 No 2 (2019): August" : 9 Documents clear
Gambaran Penyebab Perilaku Phubbing pada Pelanggan Restoran Noriksa Ratu Vetsera; Laras Sekarasih
Jurnal Psikologi Sosial Vol 17 No 2 (2019): August
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.054 KB) | DOI: 10.7454/jps.2019.12

Abstract

Di Indonesia terdapat sebutan “Generasi Menunduk” ataupun “Antisosial” sebagai salah satu dampak dari penggunaan teknologi media seperti ponsel pintar. Salah satu bagian dari perilaku penggunaan ponsel pintar di tempat umum yang belum banyak dibahas adalah perilaku phubbing, yaitumasyarakat cenderung fokus menatap ponsel daripada melangsungkan komunikasi tatap muka termasuk ketika makan bersama di restoran. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini bertujuan menggambarkan penyebab pelanggan restoran melakukan phubbingserta persepsi pelanggan mengenai penyediaan intervensi sebagai alternatif solusi untuk mengurangi perilaku phubbing. Wawancara semi-terstruktur dilakukan terhadap dua puluh orang pelanggan restoran dan tujuh orang dari pihak penyedia jasa restoran. Analisis tema terhadap respons partisipan menunjukkan tiga alasan penyebab phubbing: obsesi terhadap ponsel, Fear of Missing out (FoMo), dan kecanduan game. Dampak penyebab phubbing diketahui: memunculkan perasaan diabaikan, tidak dihargai, gangguan dalam berkomunikasi, dan memunculkan perasaan negatif. Penyediaan intervensi anteseden dipersepsi sebagai alternatif cara mengurangi perilaku phubbing di restoran. Penelitian selanjutnya perlu mengulas penyusunan program intervensi.
Dilema Sosial: Representasi Sosial tentang Pajak pada Aparatur Sipil Negara Ika Rahma Susilawati; Rahmat Hidayat
Jurnal Psikologi Sosial Vol 17 No 2 (2019): August
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.477 KB) | DOI: 10.7454/jps.2019.10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengulas gambaran representasi sosial tentang pajak pada kelompok masyarakat dengan jenis pekerjaan Aparatur Sipil Negara (ASN). Pada studi-studi sebelumnya, tema negatif lebih sering muncul. Penelitian ini berupaya untuk memahami lebih lanjut representasi sosial tentang pajak pada populasi khusus, yaitu ASN dengan secara khusus melibatkan 200 ASN Pemerintah Kota di Provinsi Jawa Timur sebagai partisipan. Data diolah dengan analisis konten - skema koding per kata. Hasil menunjukkan bahwa representasi sosial tentang pajak tertinggi adalah tema positif. Lebih jauh lagi, kami juga menemukan tema lain yaitu netral-teknikal, dan negatif. Tema positif yang dominan muncul bisa dikaitkan dengan budaya kerja ASN. Oleh karena itu, pada bagian diskusi kami menjelaskan temuan ini dengan pendekatan persepsi keadilan sosial, pertukaran sosial antara relasi individu-pemerintah, nilai moral patriotisme, serta rasa kewajiban (sense of duty).
Extraversion, Secure Attachment dan Perilaku Cyberbullying Triantoro Safaria; Irfani Rizal
Jurnal Psikologi Sosial Vol 17 No 2 (2019): August
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.178 KB) | DOI: 10.7454/jps.2019.13

Abstract

Riset-riset sebelumnya menunjukkan bahwa perbedaan individual seperti kepribadian dan gaya attachment dapat memprediksi perilaku bullying dan cyberbullying. Meski demikian, masih ditemukan adanya inkonsistensi dalam temuan-temuan sebelumnya. Penelitian ini menguji apakah dimensi kepribadian extraversion dan secure attachment berperan dalam munculnya perilaku cyberbullying. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 199 siswa SMP. Analisis regresi digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rendahnya skor extraversion memprediksi tingginya skor cyberbullying. Sementara itu rendahnya skor secure attachment memprediksi tingginya skor cyberbullying. Rekomendasi dan saran dijelaskan lebih lanjut dalam artikel ini.
Perspektif Tuhan atau Manusia? Pengaruh Sudut Pandang terhadap Penilaian Bias dalam Kelompok Okky Arif Rachmanputra; Mirra Noor Milla
Jurnal Psikologi Sosial Vol 17 No 2 (2019): August
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.168 KB) | DOI: 10.7454/jps.2019.14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh sudut pandang terhadap pemikiran bias dalam kelompok agama. Variabel sudut pandang terbagi atas dua variasi yaitu sudut pandang diri dan sudut pandang Ketuhanan. Penelitian ini ingin melihat apakah terdapat perbedaan antara individu yang mengaktifkan sudut pandang diri dengan sudut pandang Ketuhanan terhadap pemikiran bias dalam kelompok agama. Penelitian ini memiliki disain penelitian eksperimen. Partisipan penelitian ini adalah 81 mahasiswa dan beragama Islam. Partisipan secara acak dikelompokkan berdasarkan kondisi manipulasi penelitian, yaitu sudut pandang diri dan sudut pandang Ketuhanan. Partisipan diminta untuk menentukan apakah mereka bersedia memberikan donasi kepada panti asuhan yang merepresentasikan umat Muslim atau panti asuhan yang merepresenatsikan umat agama lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pada kelompok partisipan yang mengaktifkan sudut pandang diri dengan sudut pandang Ketuhanan terhadap pemikiran bias dalam kelompok χ2 (2) = 0,240, p = 0,624 >0,05. Artinya, pada partisipan baik yang mengaktifkan sudut pandang diri maupun sudut pandang Ketuhanan, tetap memberikan donasi kepada panti asuhan yang merepresentasikan agamanya dan umat agama lain. Konteks dimana absennya keadaan konflik antar kelompok agama di Indonesia menjadi salah satu alasan yang dapat menjelaskan hasil penelitian ini.
Alah bisa Karena Biasa: Peran Perceived Behavioral Control dalam Perilaku Memilah Sampah di Kalangan Penjual Kantin Universitas XYZ Ashma Nur Afifah; Ratna Djuwita
Jurnal Psikologi Sosial Vol 17 No 2 (2019): August
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.098 KB) | DOI: 10.7454/jps.2019.16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku memilah sampah dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya dalam kerangka Theory of Planned Behavior (TPB). Spesifiknya, kami ingin mengeksplorasi dan menguji faktor apa dari TPB yang berperan pada penjual kantin Universitas XYZ. Studi 1 dilakukan dengan wawancara ke 6 penjual kantin. Hasil eksplorasi kualitatif menemukan bahwa penjual kantin sudah terbiasa memilah sampah. Analisis tematik menemukan bahwa perilaku ini dibentuk dari program wajib dari universitas, penilaian individu terhadap konsekuensi dan tujuan pemilahan (sikap), contoh dan teguran dari pihak yang dianggap penting atau otoritas (norma subjektif), serta kemudahan dalam memilah sampah dengan adanya pengetahuan dan penyediaan fasilitas pemilahan (perceived behavioural control). Studi 2 dilakukan untuk menguji kerangka TPB dan dimensi kepuasan fasilitas pemilahan pada pedagang kantin secara kuantitatif. Kami menyebarkan kuesioner kepada 89 penjual kantin. Hasil analisis regresi ganda menunjukkan bahwa variabel attitude dan norma subjektif secara signifikan berkontribusi 17% terhadap intensi memilah sampah dan hanya perceived behavioural control yang signifikan berkontribusi sebanyak 21% terhadap perilaku memilah sampah. Pemilahan yang sudah menjadi kebiasaan menjadi faktor yang diasumsikan menguatkan peran PBC dan meniadakan peran intensi. Peran PBC menjadi penting untuk dapat menjaga perilaku pemilahan sampah di kalangan penjaga kantin Universitas XYZ.
Refleksi Diri Melewati Peristiwa Retaknya Keluarga dalam Penulisan Naratif: Studi Analisis Isi Setiawati Intan Savitri; Bagus Takwin; Amarina Ashar Ariyanto; Naimah Noviyanti
Jurnal Psikologi Sosial Vol 17 No 2 (2019): August
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.922 KB) | DOI: 10.7454/jps.2019.15

Abstract

Saat individu berusaha mengatasi dampak emosional menghadapi keluarga retak, individu mencoba untuk melakukan refleksi atas peristiwa tersebut meski kadang sulit karena individu larut pada emosi negatif (ruminasi). Namun, individu juga mampu melihat pengalamannya secara adaptif dari perspektif pengamat dengan merespon tekanan dengan berjarak, sehingga mampu memaknai atau mendapatkan solusi dari tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses refleksi diri adaptif ketika merespon peristiwa retaknya keluarga dengan cara menulis narasi dengan kata ganti personal satu (perspektif pelaku) dan menulis narasi dengan kata ganti personal nama-diri (perspektif pengamat). Riset Kross dkk. (2014) menyatakan bahwa kata ganti personal nama-diri merupakan metode untuk refleksi diri yang dianggap lebih adaptif dibandingkan dengan menggunakan kata ganti personal satu (perspektif diri pelaku) yang menyebabkan efek larut pada emosi negatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Subjek penelitian berjumlah tujuh orang (5 wanita dan 2 pria). Data diperoleh dari teks tulisan subjek yang mengikuti eksperimen menulis naratif selama empat hari berturut-turut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instruksi menulis dengan bahasa yang berjarak menggunakan perspektif pengamat, jika dibandingkan dengan instruksi menulis dengan menggunakan perspektif pelaku, pada level tertentu dapat membantu proses refleksi diri adaptif dengan mekanisme yang berbeda.
Konsep Kemiskinan (Subjektif) dalam Benak Masyarakat Indonesia: Konstruk dan Indikatornya Tri Rejeki Andayani; Hardjono Hardjono; Fadjri Kirana Anggarani
Jurnal Psikologi Sosial Vol 17 No 2 (2019): August
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.826 KB) | DOI: 10.7454/jps.2019.11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan konsep kemiskinan subjektif dan menguji indikator-indikatornya. Untuk itu, penelitian dengan pendekatan Psikologi Indigenous ini dilakukan melalui dua tahap studi. Total sampel penelitian ini sebanyak 283 responden, terdiri dari 148 responden dalam Studi 1 dan 135 responden dalam Studi 2. Pengumpulan data Studi 1 dengan kuesioner pertanyaan terbuka dan analisis data menggunakan teknik analisis isi, sedangkan pengumpulan data Studi 2 dengan Skala Kemiskinan Subjektif yang disusun berdasarkan temuan Studi 1. Teknik Analisis Faktor Eksploratori dilakukan untuk menemukan indikator-indikator dari dimensi kemiskinan subjektif. Hasil Studi 1 menunjukkan bahwa kemiskinan subjektif pada mahasiswa merepresentasikan adanya perasaan dan/atau pemikiran yang menilai dirinya berada dalam keterbatasan material, spiritual, intelektual, emosional, dan relasional. Hasil Studi 2 membuktikan indikator perilaku dalam aspek kemiskinan subjektif yang dihasilkan pada Studi 1 sebelumnya terbukti mampu menjelaskan konstruk kemiskinan subjektif.
Pesan dari Editor-in-Chief: Riset Psikologi Sosial yang Dibutuhkan Indonesia Bagus Takwin
Jurnal Psikologi Sosial Vol 17 No 2 (2019): August
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.728 KB) | DOI: 10.7454/jps.2019.9

Abstract

Berangkat dari latar belakang bagaimana peranan psikologi sosial dalam penyelesaian masalah-masalah di masyarakat, pada bulan April 2019, Jurnal Psikologi Sosial (JPS) dan Ikatan Psikologi Sosial (IPS) menyelenggarakan dua diskusi dengan topik “Identifikasi Kebutuhan Riset Psikologi Sosial di Indonesia”. Pertanyaan yang diajukan: Riset psikologi sosial apa yang dibutuhkan oleh Indonesia? Untuk menjawab pertanyaan ini, diperlukan identifikasi kebutuhan riset psikologi sosial di Indonesia yang didasari identifikasi terhadap masalah sosial dan antisipasi kemungkinan-kemungkinan perubahan yang terjadi di masyarakat Indonesia. Tulisan ini memaparkan sebagian hasil dari dua diskusi itu tentang identifikasi kebutuhan riset psikologi sosial di Indonesia, mulai dari mengenali tuntutan yang ditujukan kepada Indonesia sebagai sebuah negara, mengenali kondisi aktual yang berlangsung, kemudian usulan riset psikologi sosial yang dibutuhkan Indonesia.
Pesan dari Managing Editor Joevarian Hudiyana
Jurnal Psikologi Sosial Vol 17 No 2 (2019): August
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.289 KB) | DOI: 10.7454/jps.2019.8

Abstract

Salam sejahtera, Untuk volume 17 edisi 2 tahun 2019, Jurnal Psikologi Sosial (JPS) menerbitkan tujuh naskah dengan topik yang menyentuh berbagai fenomena di masyarakat Indonesia. Tiga naskah mendemon-strasikan perspektif dan temuan baru yang sangat relevan untuk memahami masalah sosial Indonesia seperti kemiskinan (Andayani, Hardjono, & Anggarani, 2019), kebersihan lingkungan (Afifah & Djuwita, 2019), dan sikap terhadap pajak (Susilawati & Hidayat, 2019). Dua naskah lainnya memeriksa determinan dibalik penggunaan teknologi baru yang maladaptif seperti cyberbullying (Safaria & Rizal, 2019) dan phubbing (Vetsera & Sekarasih, 2019). Terdapat pula naskah yang secara kualitatif men-jawab inkonsistensi temuan sebelumnya terkait bagaimana individu melalui keretakan keluarga (Savitri, Takwin, Ariyanto, & Noviyanti, 2019). Terakhir namun tidak kalah pentingnya, naskah oleh Rachmanputra dan Milla (2019) menemukan pola menarik terkait pemberian donasi dalam konteks relasi keagamaan di Indonesia. Pada kesempatan ini, saya akan mendeskripsikan sekilas mengenai temuan dari naskah-naskah pada volume 17 edisi 2 tahun 2019. Namun sebelumnya, izinkan saya untuk mem-berikan catatan tentang perkembangan JPS sampai pertengahan tahun 2019. Pada pertengahan tahun 2019 ini, Jurnal Psikologi Sosial (JPS) mengalami dua perkembangan yang substansial. Pertama, JPS dengan bangga mengumumkan bahwa empat akademisi bereputasi di bidang Psikologi Sosial telah bergabung dalam jajaran dewan editor. Dari Universitas Brawijaya Malang, JPS kedatangan Bapak Ali Mashuri, Ph.D yang banyak berkecimpung di riset-riset relasi inter-grup. Kita juga kedatangan Bapak Indra Yohanes Kiling dari Universitas Nusa Cendana, Nusa Tenggara Timur dengan kepakaran di bidang psikologi komunitas dan perkembangan anak dalam konteks sosial. Ada juga Bapak Mohammad Abdul Hakim, Ph.D (cand) dari Universitas Sebelas Maret, Solo yang banyak me-lakukan penelitian di bidang psikologi ulayat dan kebudayaan. Dari Universitas Airlangga, JPS keda-tangan Bapak Dr. Rahkman Ardi yang melakukan banyak penelitian di bidang perilaku online dan pengukuran psikologi. Riset-riset keempat editor JPS ini telah dipublikasikan di jurnal bereputasi seperti British Journal of Social Psychology, Group Processes & Intergroup Relations, Social Psychological and Personality Science, Disability and Rehabilitation, International Journal of Psychology, Asian Journal of Social Psychology, Journal of Happiness Studies, Journal of Information, Communication and Ethics in Society, dan masih banyak lagi. Kedua, meski baru kembali aktif dalam dua tahun, JPS telah berhasil memperoleh akreditasi dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (RISTEKDIKTI). Tidak tanggung-tanggung, JPS berhasil memegang peringkat SINTA 2 sehingga sudah bisa dianggap setara dengan beberapa jurnal-jurnal psi-kologi bereputasi di tingkat nasional lainnya. Tentu ini adalah capaian yang sangat monumental bagi JPS dan tidak bisa dipisahkan dari kerja keras yang dilakukan oleh seluruh tim manajemen JPS selama dua tahun terakhir. Meski demikian, JPS masih harus berkembang lebih jauh agar mampu meraih status sebagai jurnal bereputasi yang diakui dalam indeksasi internasional. Dalam keluaran kedua di tahun 2019 ini, terdapat naskah-naskah di JPS yang memeriksa bagaimana konsep kemiskinan dan pajak direp-resentasikan dalam bahasa masyarakat Indonesia sehari-hari. Dalam risetnya, Andayani, Hardjono dan Anggarani berusaha memberikan perspektif baru tentang kemiskinan khususnya dalam benak mas-yarakat di Indonesia. Sebelumnya, kemiskinan seringkali hanya dipandang dalam kerangka materi. Namun dalam benak masyarakat Indonesia, kemiskinan tidak hanya direpresentasikan dalam bentuk material, melainkan juga dalam bentuk spiritual. Sementara itu Susilawati dan Hidayat berusaha menunjukkan bukti empiris tentang bagaimana Pegawai Negeri Sipil (PNS) merepre-sentasikan konsep pajak, lewat pendekatan teori representasi sosial. Usaha tersebut dilakukan karena ditemukan adanya konsistensi pada temuan-temuan sebelumnya. Dua naskah lainnya mencoba untuk melihat determinan dibalik perilaku harmful dalam penggunaan teknologi baru seperti cyberbullying (perundungan di dunia maya) dan phubbing (mengacuhkan orang lain atau lingkungan dengan memainkan ponsel). Riset Safaria dan Rizal menemukan bahwa rendahnya skor perilaku cyberbullying diprediksi oleh tingginya skor extraversion dan tingginya skor secure attachment. Ini kontradiktif dengan temuan-temuan sebelumnya. Sementara itu riset Vetsera dan Sekarasih meng-eksplorasi kenapa phubbing dilakukan dan riset ini menghasilkan temuan yang menarik. Ada tiga tema yang muncul sebagai alasan individu melakukan phubbing yaitu obsesi terhadap ponsel, rasa takut tertinggal atau fear of missing out, dan candu terhadap permainan video dalam ponsel. Tiga naskah berikutnya mencoba memahami proses mendasar di psikologi, yaitu persepsi. Dari riset-riset ini, persepsi masih bisa dikatakan berperan penting dalam menjelaskan perilaku pemilahan sam-pah, refleksi dalam krisis, serta bias kelompok. Riset Afifah dan Djuwita mengeksplorasi tema apa yang muncul sebagai alasan penjual kantin dalam memilah sampah. Ditemukan bahwa persepsi akan kontrol perilaku memprediksi perilaku pemilahan sampah. Sementara itu Savitri, Takwin, Ariyanto, dan Noviyanti berusaha menjawab inkonsistensi dari temuan sebelumnya terkait perspektif (orang pertama vs. orang ketiga) dalam refleksi pengalaman negatif, khususnya pengalaman retaknya rumah tangga. Dite-mukan bahwa refleksi dengan penggunaan kata ganti pelaku dan kata ganti pengamat sama-sama adaptif, namun tidak bekerja dengan mekanisme yang sama. Terakhir, eksperimen Rachmanputra dan Milla meli-hat apakah ada perbedaan skor bias kelompok saat aktivasi sudut pandang Tuhan (vs. diri sendiri) dimani-pulasi. Tidak ditemukan adanya perbedaan skor pada variabel bias kelompok. Sehingga, riset ini mem-falsifikasi temuan sebelumnya yang justru menemukan pola sebaliknya. Naskah-naskah yang kami publikasikan dalam edisi ini merefleksikan semangat untuk mengem-bangkan ilmu psikologi sosial di Indonesia. JPS mema-hami bahwa seringkali kita tidak bisa mengaplikasikan begitu saja teori-teori yang dikembangkan di negara-negara maju. Maka dari itu, dua naskah kami mengeksplorasi konsep kemiskinan dan pajak dari bahasa yang direpresentasikan dalam kebudayaan Indonesia. Kami juga tidak lupa bahwa perkembangan zaman berdampak pada fenomena-fenomena baru yang perlu pemahaman lebih lanjut. JPS dengan bangga mempublikasikan dua naskah yang mencoba mema-hami fenomena perilaku penggunaan teknologi baru (cyberbullying dan phubbing). Akan tetapi, JPS juga terus senantiasa mempublikasikan temuan-temuan baru terkait proses mendasar di bidang pikologi sosial, seperti persepsi. Agustus 2019 Managing Editor Jurnal Psikologi Sosial Joevarian Hudiyana*

Page 1 of 1 | Total Record : 9