KOMPUTA : Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika
Jurnal Ilmiah KOMPUTA (Komputer dan Informatika), adalah wadah informasi berupa hasil penelitian, studi kepustakaan, gagasan, aplikasi teori dan kajian analisis kritis di bidang kelimuan Komputer dan Informatika. Terbit dua kali dalam setahun pada bulan Maret dan Oktober.
Articles
216 Documents
PERANCANGAN APLIKASI ABSENSI DAN CATATAN PEGAWAI DI DESA CIHAUR BERBASIS WEB MENGGUNAKAN CODEIGNITER DAN BOOTSTRAP
Deffy Susanti
Komputa : Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika Vol 6 No 1 (2017): Komputa : Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika
Publisher : Program Studi Teknik Informatika - Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (323.097 KB)
|
DOI: 10.34010/komputa.v6i1.2470
Di Kantor Desa Cihaur banyak sekali pelayanan jasa yang dikerjakan secara manual (tetapi ada juga yang menggunakan komputerisasi) sebagai salah satu contoh proses absensi dan catatan pegawai. Karena banyak proses yang dikerjakan secara manual, sehingga proses absensi dan catatan pegawai bisa mengakibatkan menumpuknya file-file dan mempunyai kemungkinan untuk hilang. Dan apabila file-file tersebut dibutuhkan sewaktu-waktu hal itu akan memakan waktu yang cukup lama untuk mencarinya kembali. Sehubungan dengan kondisi tersebut, maka muncul gagasan untuk membantu salah satu tugas Desa Cihaur yaitu melakukan absensi pegawai Desa Cihaur dan membantu pegawainya dalam membuat catatan kegiatan setiap harinya, maka perlu adanya suatu aplikasi, khususnya yang menyangkut absensi dan catatan pegawai. Dalam hal ini, penulis membuat suatu perancangan aplikasi absensi dan catatan pegawai di Desa Cihaur berbasis web menggunakan codeigniter dan bootstrap yang dapat diaplikasikan diperkantoran dalam hal ini pada Desa Cihaur, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka.
VISUALISASI DATA TERBUKA KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAWA BARAT
Adam Mukharil Bachtiar;
Dian Dharmayanti;
Hafizha Husnaisa
Komputa : Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika Vol 6 No 1 (2017): Komputa : Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika
Publisher : Program Studi Teknik Informatika - Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (802.993 KB)
|
DOI: 10.34010/komputa.v6i1.2472
Pangan merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Sekitar 40-60% pendapatan masyarakat digunakan untuk membeli makanan. Sering kali, tidak stabilnya ketersediaan pangan disebabkan beberapa faktor seperti siklus musiman panen dan lainnya. Semua itu tentu sangat berdampak pada masyarakat. Sebagai daerah penghasil pangan terbesar di Indonesia, pemantauan aspek pangan Jawa Barat kerap dilakukan. Pemantauan mengenai ketersediaan pangan khususnya Jawa Barat dilakukan agar dapat melakukan persiapan di kemudian hari. Pemantauan dapat dilakukan melalui data yang disediakan pemerintah pusat maupun daerah. Namun data yang sudah ada kurang dimaksimalkan fungsinya karena beberapa kendala, seperti sangat banyaknya data sehingga data sulit dibaca dan terpisah-pisahnya sumber data sehingga menyulitkan untuk mendapatkan informasi dari data yang sudah ada. Untuk mendapatkan informasi tersebut, diperlukan sebuah kegiatan pengeksplorasian, analisis dan penyajian data dalam bentuk yang lebih menarik sehingga mudah untuk dipahami dan diambil kesimpulan oleh pengguna kebutuhan informasi.
RANCANG BANGUN APLIKASI PILAH MATUR SEBAGAI MEDIA INFORMASI PENANGGULANGAN SAMPAH RUMAH TANGGA
Rio Yunanto;
Galih Hermawan
Komputa : Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika Vol 6 No 1 (2017): Komputa : Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika
Publisher : Program Studi Teknik Informatika - Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (656.86 KB)
|
DOI: 10.34010/komputa.v6i1.2473
Permasalahan sampah khususnya sampah rumah tangga belum tertangani dengan baik terutama di wilayah perkotaan. Penambahan jumlah TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Sampah tidak mampu langsung menyelesaikan permasalahan yang ada. Karena meskipun TPA Sampah yang ada ditambah, proses pemilahan sampah yang terjadi di TPA Sampah masih sulit akibat bercampurnya sampah yang ada. Permasalahan pemilahan sampah menjadi sesuatu yang menarik untuk diteliti, karena hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Kegiatan pemilahan sampah merupakan bagian yang sangat penting dalam upaya mengurangi timbunan sampah yang semakin membebani TPA Sampah. Namun tidak mudah menentukan dan mempelajari faktor permasalahan pemilahan sampah rumah tangga yang tepat berdasarkan perilaku sosial rumah tangga untuk memprediksi kemungkinan permasalahan pemilahan sampah ini. Data sampah rumah tangga yang masih dapat didaur ulang dikumpulkan dan diperkaya dengan data yang diperoleh dari perilaku sosial rumah tangga dalam menggunakan sosial media berbagi sampah daur ulang berbasis sistem komunikasi bergerak. Hasil yang didapat diharapkan mampu memberikan sebuah rekomendasi untuk edukasi dan penanggulangan sampah rumah tangga khususnya yang masih dapat didaur ulang agar tidak membebani TPA Sampah.
CONDITIONAL RANDOM FIELDS UNTUK PENGENALAN ENTITAS BERNAMA PADA TEKS BAHASA INDONESIA
Narti Jaariyah;
Ednawati Rainarli
Komputa : Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika Vol 6 No 1 (2017): Komputa : Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika
Publisher : Program Studi Teknik Informatika - Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (603.102 KB)
|
DOI: 10.34010/komputa.v6i1.2474
Pengenalan entitas bernama merupakan suatu proses untuk mengklasifikasi entitas nama seperti nama orang, lokasi, organisasi, waktu, dan kuantitas pada suatu teks. Untuk teks berbahasa Indonesia, pengenalan entitas bernama sudah pernah dilakukan menggunakan metode Hidden Markov Model (HMM) [1]. Pada perkembangannya, muncul metode Conditional Random Fields (CRF) yang merupakan perbaikan dari HMM. CRF sendiri memiliki banyak kelebihan dibandingkan metode Hidden Markov Model dan Maximum Entropy Markov Model. Hal ini terbukti pada penerapan pengenalan entitas bernama menggunakan metode CRF pada berbagai bahasa yang menghasilkan nilai akurasi yang tinggi. Untuk itu dalam penelitian ini akan digunakan CRF untuk mendeteksi entitas bernama pada teks bahasa Indonesia. Aplikasi pengenalan entitas bernama dibuat untuk menguji seberapa baik CRF dalam mengenali entitas bernama. Fitur yang digunakan adalah kelas kata sekarang, kelas kata sekarang dan kelas kata sebelumnya, dan kelas kata sekarang, kelas sebelumnya, dan kelas kata setelahnya. Pengujian menggunakan data latih dan data uji yang sama hasil akurasi terbaik yang diperoleh sebesar 90.53% dengan recall 63.09% dan precision 31.55%. Hasil pengujian terhadap data latih dan data uji yang berbeda menunjukkan nilai akurasi terbaik adalah 90.06% dengan recall dan precision adalah 68.38% dan 41.35%.
PENERAPAN METODE HIERARCHICAL AGGLOMERATIVE CLUSTERING UNTUK SEGMENTASI PELANGGAN POTENSIAL DI JEGER JERSEY INDONESIA
Adam Mukharil Bachtiar;
Dian Dharmayanti;
Riky Lutfi Hamzah
Komputa : Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika Vol 6 No 1 (2017): Komputa : Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika
Publisher : Program Studi Teknik Informatika - Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1054.44 KB)
|
DOI: 10.34010/komputa.v6i1.2475
Tim-tim Indonesia Super League (ISL) selalu mengeluarkan jersey terbaru mereka setiap musim kompetisi baru akan dimulai. Momen tersebut memberikan kesempatan bagi Jeger Jersey Indonesia untuk membuat promosi penjualan jersey kepada pelanggan baru dan pelanggan yang sudah ada (existing customers). Aspek kunci dalam membuat promosi penjualan adalah identifikasi terhadap perilaku pembelian pelanggan untuk membentuk segmen pelanggan yang memiliki pola serupa. Namun saat ini segmentasi pelanggan tersebut belum dibentuk, sehingga promosi penjualan bagi setiap pelanggan pun belum ditetapkan.Metode Hierarchical Agglomerative Clustering digunakan untuk menyegmentasikan pelanggan ke dalam segmen-segmen yang terbentuk secara alami berdasarkan atribut-atribut data. Segmentasi diawali dengan merepresentasikan setiap objek pada data sebagai satu segmen, kemudian dilakukan perhitungan jarak (distance measure) antar segmen tersebut. Setelah itu, sepasang segmen yang memiliki jarak terdekat digabungkan menjadi sebuah segmen baru. Proses perhitungan jarak dan penggabungan sepasang segmen dilakukan secara iteratif hingga tersisa satu buah segmen yang berisi seluruh objek. Jumlah segmen yang diinginkan dapat ditentukan dengan memotong dendrogram pada suatu jarak tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tersebut berhasil membentuk segmentasi pelanggan. Jumlah segmen yang ditentukan merupakan yang paling optimal dan setiap segmen memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu, hasil penelitian ini membantu manajer marketing dalam menetapkan promosi penjualan yang tepat untuk setiap segmen pelanggan.
PERAN MARKETPLACE SEBAGAI ALTERNATIF BISNIS DI ERA TEKNOLOGI INFORMASI
Rini Yustiani;
Rio Yunanto
Komputa : Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika Vol 6 No 2 (2017): Komputa : Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika
Publisher : Program Studi Teknik Informatika - Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (431.715 KB)
|
DOI: 10.34010/komputa.v6i2.2476
Merebaknya internet merupakan dampak dari berkembangnya infrastruktur teknologi informasi. Dari perkembangan tersebut maka muncullah paradigma baru dalam melakukan proses bisnis yaitu dengan menggunakan internet dan infrastruktur teknologi informasi. Proses bisnis yang dilakukan melaui media teknologi informasi dan internet tersebut dikenal dengan sebutan e-commerce. E-commerce merupakan bisnis yang menggunakan ruang virtual sebagi tempat melakukan operasionalmnya. Bebera perusahaan e-commerce tersebut ada yang menyediakan ruang untuk para pelaku usaha lain agar dapat menampilkan produknya di website e-commerce tersebut. Hal tersebut menimbukan terciptanya suatu pasar elektronik yang kita kenal dengan sebutan marketplace. Marketplace merupakan solusi yang tercipta dari pesatnya perkembagan teknologi informasi dan internet yang menggempur industri perdagangan. Dalam marketplace tersebut setiap pelaku usaha dapat menampilkan produknya untuk diperjualkan tanpa perlu repot membangun sistem. Adanya marketplace tersebut sangat menguntungkan para pelaku usaha, terutama usaha kecil dan menengah. Marketplace mempermudah pelaku usaha kecil dan menengah tersebut dalam melakukan operasional. Dengan adanya pasar virtual tersebut maka para pelaku usaha hanya perlu memberikan informasi selengkap - lengkap nya tentang produk yang mereka jual di marketplace seperti informasi produk, harga, pengiriman dan lain – lainnya.
PENERAPAN METODE CLUSTERING UNTUK MEMBENTUK KELOMPOK BELAJAR MENGGUNAKAN DI SMPN 19 BANDUNG
Dian Dharmayanti;
Adam Mukharil Bachtiar;
Andre Catur Prasetyo
Komputa : Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika Vol 6 No 2 (2017): Komputa : Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika
Publisher : Program Studi Teknik Informatika - Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (516.921 KB)
|
DOI: 10.34010/komputa.v6i2.2477
Sebagai sekolah yang menjadi pilihan favorit, SMPN 19 Bandung harus menjaga kualitas pendidikannya. Siswa kelas 9 biasanya diwajibkan mengikuti pemantapan atau try out. Selain pemantapan, seharusnya sekolah melakukan pembentukan kelompok belajar. Permasalahannya adalah pihak sekolah biasanya membagi kelompok hanya berdasarkan urutan absensi saja. Sehingga akan mengakibatkan siswa yang unggul berada dalam satu kelompok dengan siswa yang tertinggal dalam suatu mata pelajaran dan dikhawatirkan siswa unggul tersebut akan merasa bosan karena materi yang diberikan sudah dipahaminya diulang-ulang agar siswa yang tertinggal dapat mengejar ketertinggalannya. Dalam data mining, terdapat metode yang dapat digunakan untuk membagi data ke dalam beberapa kelompok berdasarkan kemiripan datanya, yaitu metode clustering[5]. Dalam Clustering pun terdapat beberapa metode yang dapat digunakan, salah satunya adalah Agglomerative Hierarchical Clustering (AHC) dengan menggunakan algoritma single linkage[7]. Proses AHC dengan menggunakan algoritma single linkage dimulai dengan menentukan jumlah kelompok yang akan dibentuk, enganggap seluruh data sebagai cluster, menghitung matriks jarak, mencari dua cluster terdekat lalu menggabungkannya, kemudian ulangi langkah ke-3 hingga tersisa sejumlah cluster yang ingin dibentuk[8]. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa aplikasi Pembentuk Kelompok Belajar ini sudah membantu pihak kurikulum dalam membentuk kelompok belajar yang sesuai berdasarkan kemiripan nilai siswanya pada masingmasing kelompok.
PERBANDINGAN ALGORITMA K-MEANS DAN K-NEAREST NEIGHBORS PADA SISTEM PERINGKASAN OTOMATIS
Ken Kinanti Purnamasari;
Nelly Indriani Widiastuti
Komputa : Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika Vol 6 No 2 (2017): Komputa : Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika
Publisher : Program Studi Teknik Informatika - Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (610.15 KB)
|
DOI: 10.34010/komputa.v6i2.2478
Peringkasan suatu dokumen mengambil informasi utama yang terkandung dalam dokumen tersebut. Akan tetapi untuk memperoleh informasi penting yang terkandung di suatu artikel, dibutuhkan waktu yang lama. Hal inilah yang menyebabkan munculnya berbagai penelitian yang berkaitan dengan sistem peringkasan otomatis. Dengan adanya sistem ini, pembaca diharapkan dapat lebih mudah menemukan informasi yang relevan dengan kebutuhannya. K-Means dan K-NN adalah dua buah metode yang telah digunakan untuk meringkas teks secara otomatis. Kedua penelitian yang masing-masing menggunakan metode tersebut, menghasilkan kinerja yang baik (akurasi di atas 50%). Namun, untuk dapat digunakan secara luas, perlu diteliti metode mana yang memiliki akurasi lebih tinggi. Berdasarkan hal tersebut dalam penelitian ini, dilakukan perbandingan metode K-Means dan K-NN dalam kasus peringkasan teks secara otomatis. Dokumen yang digunakan sebagai bahan uji adalah dokumen latar belakang laporan Skripsi. Perbandingan dilakukan dengan menggunakan 100 buah data. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, peringkasan dengan K-NN menghasilkan rata-rata akurasi sebesar 49%, sementara K-Means sebesar 51%. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun K-Means memiliki akurasi yang lebih tinggi, perbedaan keduanya tidaklah mencolok secara umum. Dalam beberapa dokumen, K-NN justru menghasilkan akurasi yang lebih tinggi secara signifikan.
OPTIMALISASI JARINGAN DAN MONITORING DI SMAN 4 BANDUNG MENGGUNAKAN WEBMIN
Asmunanda Imam;
Angga Setiyadi
Komputa : Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika Vol 6 No 2 (2017): Komputa : Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika
Publisher : Program Studi Teknik Informatika - Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (600.349 KB)
|
DOI: 10.34010/komputa.v6i2.2479
Salah satu pendukung optimalnya jaringan adalah server, dengan menggunakan Proxy server dapat mengurangi beban bandwidth tanpa harus mengambil file yang sama berkali kali. Webmin sebagai tools server management yang berjalan di atas sistem oprasi linux. webmin dapat mempermudah seorang administrator server untuk mengkonfigurasi server. Webmin sudah ada sejak tahun 2000 namun baru tahun 2010 ramai di gunakan karena pengguna server linux yang semakin banyak. Selain itu salah satu faktor pendukung lainya adalah routerboard sebagai perangkat konsentrator.SMAN 4 adalah salah satu SMA Negeri di bandung, SMA 4 Saat ini sudah Menggunakan ISO 9001:2008 sebagai standart management mutu. Namun selama ini belum memiliki pelaporan jaringan dan belum mengoptimalkan jaringan di SMAN 4 Bandung.Berdasarkan masalah yang telah diuraikan diatas maka dibutuhkan sistem yang dapat mengoptimalkan jaringan di SMA N 4 Bandung dan juga sistem yang dapat membuat pelaporan penggunaan bandwidth. Adapun sistem yang akan di bangun berbasis website yang di harapkan akan mempermudah administrator dalam memonitoring jaringan di SMA N 4 Bandung
APLIKASI PELAYANAN PEMESANAN UNTUK PELANGGAN BERBASIS MOBILE ANDROID PADA EDUPLEX CAFE
Erick Wijaya;
Sandy Hermawan
Komputa : Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika Vol 6 No 2 (2017): Komputa : Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika
Publisher : Program Studi Teknik Informatika - Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1247.127 KB)
|
DOI: 10.34010/komputa.v6i2.2480
Eduplex café pada awalnya didirikan sebagai sebuah perusahaan bimbingan belajar, akan tetapi saat ini Eduplex Café telah mengembangkan kosepnya tidak hanya sebagai tempat yang nyaman bagi pelajar untuk belajar melainkan juga sebagai virtual office café yang luas dan nyaman bagi pelanggan. Akan tetapi sentuhanâ€virtual office café†dirasa kurang diterapkan didalam café ini sendiri. Hal ini dapat terlihat dari sistem manajemen café yang ada masih diterapkan secara konvensional mulai dari pemesanan makanan, pelayanan dan pembayaran. Pelanggan harus menghampiri petugas untuk melakukan pemesanan maupun melakukan pembayaran.Aplikasi pelayanan pemesanan untuk pelanggan ini menggunakan teknologi web service sebagai penyedia layanan. Web service memungkinkan untuk aplikasi yang berbeda satu sama lain yang dapat saling bertukar informasi dengan mudah sehingga penyampaian informasi antar aplikasi pelanggan dan web petugas kasir tidak terbatas pada satu aplikasi. Pada pembangunan aplikasi ini menggunakan teknologi web service model REST untuk penyederhanaan konsep, ketahanan perubahan dan keseragaman. Dengan adanya dukungan web service pada aplikasi yang dibangun, maka aplikasi pelayanan pemesanan pada Eduplex Café ini dapat saling bertukar informasi dan terintegrasi dengan baik.Aplikasi pelayanan pemesanan untuk pelanggan berbasis mobile android pada Eduplex Café ini untuk membantu pelanggan dalam melakukan transaksi pada Eduplex Café dengan secara otomatis menggunakan aplikasi mobile khususnya pada platform android yang terintegrasi pada web service.