cover
Contact Name
Dwi Novrianda
Contact Email
dwinovrianda@nrs.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dwinovrianda@nrs.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
NERS Jurnal Keperawatan
Published by Universitas Andalas
ISSN : 1907686X     EISSN : 24610747     DOI : -
Core Subject : Health,
NERS: Jurnal Keperawatan focuses its article in the field of nursing, which is the branch of health sciences. The scope of this journal articles are: 1. Medical adn Surgical 2. Emergency 3. Pediatric 4. Maternity 5. Psychiatric 6. Family and Community 7. Geriatric
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2020)" : 5 Documents clear
Efikasi Diri Anak Usia 6-18 Tahun Yang Mengalami Thalasemia Stella Pramasita; Lina Dewi Anggraeni
Ners Jurnal Keperawatan Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.895 KB) | DOI: 10.25077/njk.16.1.1-9.2020

Abstract

Thalassemia patient should undergo a repeated treatment, so it causes side effects on his health both physically and psychologically.The most common psychological problem suffered by the patient is the decreasing of self efficacy which affects the attitude and mindset of children with thalassemia.The purpose of the research is to find out the 6-18 years old children self efficacy portrayal with thalassemia on hospital X, West Jakarta. The research design is using quantitative descriptive and cross sectional approach and questionnaire with interview as the instrument. The sampling technique used is total sampling with the number of sample is 50 children, conducted on January 2019. Data analysis using shapiro wilk normality test and frequency distribution test. The result of the research shows that 62% including 6-12 years with 60% female sex, respondents who underwent therapy <10 years as much as 52% with early age diagnosed at <1 year as much as 38%. Self efficacy is high in the 13-18 year age group as much as 63.2%, self-efficacy on the general aspects in the 6-12 year age group (58.1%) and 13-18 years old (57.9%) are categorized good, self efficacy on the aspect of strength in the 6-12 year age group (74,2%) and 13-18 year old (73,7%) are categorized good and a high self efficacy on the aspect of level in the 13-18 year age group as much as 63,2%. It is recommended that children with thalassemia can control their self efficacy every day as an effort to maintain their health.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penanganan Henti Jantung di Wilayah Jakarta Utara Rahma Hidayati
Ners Jurnal Keperawatan Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.13 KB) | DOI: 10.25077/njk.16.1.10-17.2020

Abstract

AbstrakHenti jantung merupakan salah satu keadaan gawat darurat yang sering terjadi di masyarakat. Mengingat henti jantung dapat terjadi kapanpun dan dimanapun, maka dibutuhkan kemampuan penolong untuk memberikan pertolongan pertama,termasuk oleh masyarakat awam yang menjadi first responder. Saat ini masih sedikit masyarakat yang mengetahui penanganan henti jantung. Padahal, jika penderita mendapatkan pertolongan pertama yang optimal, maka resiko kematian dan kecacatan dapat dihindari. Pengetahuan masyarakat tentang penanganan kegawatdaruratan henti jantung penting diteliti, mengingat pengetahuan merupakan domain penting dalam melakukan tindakan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengetahuan masyarakat dalam penanganan kegawatdaruratan henti jantung. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan jumlah responden 250 orang yang dipilih melalui tekhnik cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisa dengan statistik univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan 55,6 % responden memiliki tingkat pengetahuan yang rendah tentang penanganan henti jantung. Tingkat pengetahuan responden memiliki hubungan dengan tingkat pendidikan, sumber informasi dan keikutsertaan dalam pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Dengan estimasi interval 95%, pengetahuan responden berada pada angka 13,48 - 14,07 (rendah). Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan penambahan cakupan wilayah dan pengembangan pada aspek sikap serta keterampilan BHD Kata Kunci: Bantuan hidup dasar, henti jantung, pengetahuan AbstrakPenangkapan Jantung adalah salah satu kondisi darurat yang paling umum di masyarakat. Karena henti jantung dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, diperlukan penolong yang memiliki kemampuan untuk memberikan pertolongan pertama, termasuk bantuan yang diberikan oleh orang awam sebagai responden pertama. Pada saat ini hanya sedikit orang yang mengerti bagaimana menangani henti jantung. Sedangkan jika penderita mendapatkan pertolongan pertama yang optimal, risiko kematian dan kelainan bentuk dapat dihindari. Pengetahuan publik dalam menangani darurat henti jantung diperlukan untuk menyelidiki mengingat pengetahuan sebagai domain penting dalam melakukan suatu tindakan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengetahuan masyarakat dalam penanganan darurat henti jantung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan jumlah responden yang terlibat sebanyak 250 orang yang dipilih secara acak berdasarkan ateknik cluster sampling. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner dan analisis dengan univariat dan bivariat e Statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55,6% responden memiliki pengetahuan yang rendah tentang penanganan darurat henti jantung . Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat pendidikan, sumber informasi dan pengalaman pelatihan BLS. Dengan interval estimasi 95%, pengetahuan responden bervariasi 13,48-14,07 (rendah). Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan menambah kompetensi wilayah dan mengembangkan kompetensi sikap dan keterampilan LS B. Kata kunci : Bantuan Kehidupan Dasar, henti jantung, pengetahuan
Pendidikan Kesehatan dengan Media Booklet Terhadap Perilaku Ibu dalam Melakukan DDTK pada Anak Usia 1-36 bulan Ayuro Cumayunaro; Helda Helda; Yonaniko Dephinto; Yelly Herien
Ners Jurnal Keperawatan Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.732 KB) | DOI: 10.25077/njk.16.1.18-26.2020

Abstract

Usia anak 1-36 bulan  merupakan jendela kesempatan bagi anak untuk mengasah seluruh aspek perkembangan motorik, penglihatan, kemampuan berpikir, kemampuan bahasa, perkembangan sosial, serta kecerdasan emosional karena 80% otak anak berkembang pada periode emas tersebut. Namun berbagai masalah pertumbuhan dan perkembangan justru  banyak terjadi di rentang usia ini. Deteksi dan intervensi dini sangat membantu agar tumbuh kembang anak berlangsung optimal. Booklet menjadi media yang efektif karna berisi panduan lengkap, bahasa yang mudah dimengerti, dengan tampilan yang menarik dapat secara praktis dibawa  ibu kemanapun dan menjadi petunjuk dalam deteksi secara mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pendidikan kesehatan dengan media booklet terhadap perilaku ibu (pengetahuan dan sikap) dalam melakukan deteksi tumbuh kembang anak 1-36 bulan. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Penelitian berupa pendidikan kesehatan melalui media booklet pada 51 ibu yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengukuran pengetahuan dan sikap ibu menggunakan kuesioner serta hasil akhir dianalisis dengan uji T berpasangan. Hasil uji statistik dengan uji T berpasangan didapatkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara pengetahuan ibu (p=0,000) dan sikap ibu (p=0,005) dalam melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Booklet menjadi media yang cukup efektif untuk memberikan pendidikan kesehatan kesehatan kepada ibu. Perlu pemanfaatan media booklet oleh tenaga kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu agar bisa melakukan pemantauan tumbuh kembang anak secara optimal. 
Cegah Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan "Sedia-Ubayahi" (Senam Diabetik & Ubah Gaya Hidup) Yudha Anggit Jiwantoro; Lenny Rosbi Rimbun; Maryati Maryati
Ners Jurnal Keperawatan Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.494 KB) | DOI: 10.25077/njk.16.1.27-31.2020

Abstract

Obesitas yang meningkat pada anak-anak dan remaja juga disertai dengan peningkatan kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 pada anak-anak dan remaja. Penting untuk mencapai dan mempertahankan kontrol metabolik pada anak-anak dan remaja untuk mencegah peningkatan risiko komplikasi mikrovaskuler dan makrovaskuler dan kurangnya kontrol glikemik di masa dewasa. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh terapi senam diabetes dan gaya hidup terhadap kadar gula darah responden. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan desain penelitian pra-eksperimen yang merupakan desain penelitian yang menguji intervensi dalam kelompok tanpa melibatkan variabel kontrol. Desain penelitian menggunakan one postest postest design. Sampel penelitian adalah responden yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 40 warga. Analisa uji menggunakan paired t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh senam diabetes dan gaya hidup (pola makan dan aktivitas) terhadap kadar gula darah dengan nilai p (0,000).
Perbandingan Asupan Makan Dan Aktifitas Fisik Pada Remaja Berdasarkan Status Gizi Susmiati Susmiati; Nur Indrawaty Liepoto; Zifriyanthi Minanda Putri
Ners Jurnal Keperawatan Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.122 KB) | DOI: 10.25077/njk.16.1.32-37.2020

Abstract

AbstrakPenyebab obesitas sampai sekarang masih belum jelas dan masih diperdebatkan. Pengobatan dan pencegahan obesitas yang efektif dapat dicapai jika diketahui patogenesis secara komprehensif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji perbandingan asupan makan dan  aktifitas fisik  pada remaja dengan obesitas dan normal. Penelitian dilakukan secara case control dengan sampel sebanyak 311 remaja putri. Pengambilan sampel dilakukan secara stratified random sampling. Kriteria obesitas berdasarkan IMT > 2 SD dan Normal -2 SD <IMT> 1 SD. Pola makan ditentukan dengan  semi-kuantitatif Food Frequency Quessioner (FFQ)  dan aktifitas fisik dengan Physical Activity Questionnaire for Older Children (PAQC). Rata- rata asupan energi total kelompok obes 2344,92± 606,31 kcal/hari lebih tinggi dari kelompok normal  2285,41± 602,86 kcal/hari,  tapi tidak ada perbedaan yang bermakna antar kedua kelompok p=0,435. Subyek dengan tingkat aktifitas fisik ringan 62,9% mengalami obesitas sementara  58,9% termasuk kelompok normal. Tidak ada hubungan  yang bermakna tingkat aktifitas fisik dengan obesitas  p=0,27. Rata-rata asupan karbohidrat, protein, lemak, serat dan asam lemak lebih tinggi pada aktifitas tinggi dibandingkan tingkat aktifitas sedang dan rendah. Ada perbedaan yang bermakna antara asupan  makanan dengan tingkat aktifitas fisik p < 0,05. Kesimpulan tidak ada perbedaan antara asuan makan dan aktifitas fisik berdasarkan status gizi pada remaja Kata Kunci    : pola makan, aktifitas fisik , remaja dan obesitas

Page 1 of 1 | Total Record : 5