cover
Contact Name
Akhmad Maliki
Contact Email
maliki.ts@uwks.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.axial@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi
ISSN : 23376317     EISSN : 26150824     DOI : http://dx.doi.org/10.30742/axial.v10i1
Core Subject : Engineering,
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi adalah Jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya sejak tahun 2012 dengan ISSN:2337-6317 untuk terbitan versi cetak, sedangkan untuk terbitan versi online mulai tahun 2018 dengan ISSN: 2615-0824. axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi merupakan jurnal yang berisikan tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, kajian, dan telaah kritis dibidang ilmu ketekniksipilan dengan konsentrasi ilmu rekayasa struktur, bangunan air, manajemen transportasi/lalu lintas, manajemen konstruksi dan geoteknik. axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi diterbitkan tiga kali dalam satu tahun, antara bulan April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Volume 9, No. 1, April Tahun 2021" : 7 Documents clear
PERENCANAAN GEDUNG APARTEMEN SOEDONO 10 LANTAI DENGAN STRUKTUR BETON BERTULANG TAHAN GEMPA MENGGUNAKAN SRPMK Hendra Tiasmoro; Soerjandani Priantoro Machmoed
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 9, No. 1, April Tahun 2021
Publisher : axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v9i1.1702

Abstract

Abstrak. Struktur gedung apartemen Soedono direncanakan menggunakan beton bertulang dengan metode SRPMK di daerah berintensitas gempa tinggi. Panjang bangunan adalah 45 meter dan lebar 18 meter berbentuk “L” di kota Palu yang terdiri dari 10 lantai dan satu atap. Lokasi gedung berada di wilayah gempa tinggi dan harus direncanakan tahan gempa sesuai SNI 2847 – 2013 dan 1726 – 2012Metode perhitungan pembebanan gempa adalah analisa respon spectrum dan pembebanan gravitasi yang dikombinasikan pada analisa SAP 2000 v 14 untuk mencari gaya dalam. Perencanaan kolom dan sloof dibantu oleh PCACOL sehingga mendapatkan dimensi yang sesuai dan dikontrol menggunakan SNI 2847 - 2013.Pada perencanaan gedung apartemen ini diperoleh jenis tanah kota Palu adalah tanah lunak, simpangan horisontal terbesar 71,2 mm dengan syarat maksimal simpangan ijin sebesar 80 mm, rasio penulangan kolom K1 sebesar 2,75 persen , T-Rayleigh Ta yaitu 1,28 detik lebih kecil 3,5 Trx yaitu 5,40 detik. Persyaratan strong coloumn weak beam Sigma Mnc yaitu 3087,6 kNm yaitu (1,2) yaitu 2082,4 kNm. Hasil dari perencanaan gedung apartemen dengan metode SRPMK telah telah sesuai dengan peraturan dan persyaratan SNI 2847 - 2013 dan SNI 1726 - 2012.Kata kunci: Struktur Beton Bertulang, SRPMK, Struktur Tahan Gempa, Perencanaan Gedung
BETON DENGAN AGREGAT KASAR BERBAHAN SAMPAH KANTONG PLASTIK Sasmita, Aldi Yoga; Andaryati, Andaryati
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 9, No. 1, April Tahun 2021
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v9i1.1697

Abstract

Abstrak. Bahan utama pada campuran beton adalah agregat kasar, agregat halus, air dan semen. Dalam proses pembuatan beton yang harus diketahui adalah pencampuran bahan-bahan yang digunakan. Sifat beton akan berubah jika ada bahan yang dapat mengubah agregat pada campuran beton pada waktu proses pencampuran. Sehingga lebih sesuai untuk peke pengganti agregat kasar 100 persen dalam membuat rjaan tertentu dan lebih ekonomis. Penelitian ini menggunakan sampah kantong plastik sebagaibeton. Perhitungan mix design menggunakan metode DOE dengan FAS (Faktor Air Semen) sebesar 0,5. Benda uji memakai silinder dengan diameter 100 mm dan tinggi 200 mm. Pengujian yang dilakukan yaitu kuat tekan dan kuat tarik belah pada beton yang berusia 7, 14, dan 28 hari. Dari hasil uji pada campuran beton dengan agregat sampah kantong plastik 100 persen menghasilkan nilai kuat tekan 13,46 MPa lebih rendah 48,62 persen dibanding kuat tekan beton normal 0 persen yang menghasilkan 26,2 MPa. Hasil dari uji kuat tarik belah dengan mengganti agregat menggunakan sampah kantong plastik 100 persen menghasilkan nilai kuat tarik belah 3,33 MPa, lebih tinggi 8,1 persen dibanding kuat tarik belah beton normal 0 persen yang menghasilkan 3,06 MPa. Jadi dengan mengganti agregat sampah kantong plastik dapat menghasilkan nilai yang lebih tinggi pada kuat tarik belah.Kata kunci : Beton, sampah kantong plastik, kuat tekan, kuat tarik belah
PEMANFAATAN LIMBAH SANDAL KARET SEBAGAI MATERIAL SUBSTITUSI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN BETON Fernandez, Maria Goreti Oktofiyane; Khatulistiani, Utari
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 9, No. 1, April Tahun 2021
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v9i1.1701

Abstract

ABSTRAK: Beton sebagai bahan konstruksi pada masa sekarang ini masih banyak digunakan, mengingat sifat beton yang mudah dibentuk dan harga yang relatif masih lebih murah jika dibandingkan dengan bahan konstruksi yang lain. Bahan penyusun agregat untuk campuran beton, seperti pasir dan kerikil yang berasal dari alam, dan material tersebut akan berkurang bila diambil secara terus menerus. Berdasar hal tersebut, diperlukan adanya inovasi menggunakan material alternatif pengganti, di antaranya dengan memanfaatkan material limbah. Pada penelitian ini akan menggunakan material alternatif limbah sandal karet sebagai substitusi agregat kasar pada campuran beton. Limbah sandal berasal dari tempat produksi sandal di Desa Wedoro di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Variasi limbah sandal karet pada campuran digunakan sebesar 0 persen, 10 persen, 20 persen dan 30 persen terhadap volume agregat kasar. Benda uji digunakan silinder berdiameter 100 mm, dan tinggi 200 mm. Pengujian yang dilakukan adalah kuat tekan dan kuat tarik belah usia 7, 14, dan 28 hari. Dari hasil uji yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa campuran beton dengan limbah sandal karet sebesar 10 persen dari berat agregat kasar menghasilkan nilai kuat tekan sebesar 21,008 MPa, lebih tinggi 3,63 persen dari kuat tekan beton normal yang menghasilkan sebesar 20,244 MPa. Kuat tarik belah beton dengan limbah sandal karet sebesar 10 persen menghasilkan nilai kuat tarik belah sebesar 4,35 MPa, lebih tinggi 15,86 persen dari kuat tarik belah beton normal sebesar 3,66 MPa. Substitusi limbah sandal karet ke dalam campuran beton sebesar 10 persen dari berat agregat kasar dapat meningkatkan nilai kuat tekan dan kuat tarik belah dan merupakan campuran yang menghasilkan kekuatan optimal pada beton.KATA KUNCI: beton, semen, agregat kasar, limbah sandal karet.
PERENCANAAN GIRDER JEMBATAN BETON PRATEGANG JL. RAYA SEMEMI BENOWO SURABAYA SECTION 0 - 152 Apriyanto, Dimas; Siswoyo, Siswoyo
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 9, No. 1, April Tahun 2021
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v9i1.1700

Abstract

Abstrak. Pada perencanaan jembatan beton prategang menggunakan I girder sebagai struktur utamanya. Bentang jembatan section 0-152 adalah 80 m terbagi dalam jarak masing-masing 40 m. Dasar perencanaan struktur PCI Girder dan pembebanan jembatan mengacu pada Brigde Management System ( BMS, 1992), dengan tegangan ijin dari PCI girder mengacu pada SNI 03-2847-2002. Analisa pembebanan yaitu beban mati, beban hidup, beban angin dan analisa pengaruh waktu seperti rangkak, susut dan kehilangan prategang. Dari analisa perhitungan balok induk berbentu I diperoleh Lebar jembatan yang direncanakan 2 lajur 1 arah, dengan lebar per arah 3,5 meter. Disisi kanan kiri jalan terdapat concrete barrier dengan lebar 0,6 meter. Perencanaan ini dimulai dengan pengumpulan data-data teknis yang diperlukan dalam perencanaan. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai latar belakang pemilihan jembatan, perumusan tujuan perencanaan, pembahasan, dan dasar-dasar perencanaan yang mengacu pada peraturan perencanaan jembatan RSNI T-02- 2005, SNI T-12-2004, dan ASTM A-416. setelah itu barulah dilakukan preliminary design dengan menentukan dimensi-dimensi utama jembatan. Pada tahap awal perencanaan dilakukan perhitungan terhadap struktur sekunder jembatan seperti : pagar pembatas dan lantai kendaraan yang nantinya akan digunakan untuk analisa beban yang terjadi. Analisa beban yang terjadi seperti : analisa berat sendiri, beban mati tambahan, beban lalu lintas, dan analisa pengaruh waktu seperti creep dan kehilangan gaya prategang. Kemudian dari hasil analisa tersebut dilakukan kontrol tegangan yang terjadi pada struktur. Tahap yang terakhir dari perencanaan ini adalah perencanaan perletakan. Akhir dari perencanaan ini adalah didapat bentuk dan dimensi penampang I girder yang mampu menahan beban-beban yang bekerja pada jembatan, sehingga didapat suatu struktur jembatan yang aman.Kata kunci: Gedung, Beton Bertulang, SRPMK, Tahan Gempa
SUBSTITUSI AGREGAT KASAR MENGGUNAKAN PECAHAN TEMPURUNG KELAPA PADA CAMPURAN BETON NORMAL Irawan, Deni; Khatulistiani, Utari
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 9, No. 1, April Tahun 2021
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v9i1.1703

Abstract

Abstrak. Penelitian eksperimental ini adalah pembuatan campuran beton dengan menggunakan pecahan tempurung kelapa sebagai pengganti sebagian agregat kasar. Tempurung kelapa yang digunakan merupakan limbah yang diambil dari pasar di Surabaya. Variasi tempurung kelapa pada campuran digunakan sebesar 0 persen, 10 persen, 20 persen dan 30 persen dari berat agregat kasar. Perhitungan mix design menggunakan metode DOE dengan FAS (Faktor Air Semen) sebesar 0,5. Benda uji beton berupa silinder diameter 100 mm dan tinggi 200 mm. Pengujian beton yang dilakukan adalah uji kuat tekan dan uji kuat tarik belah pada usia 7, 14 dan 28 hari. Dari hasil uji yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa campuran beton dengan pecahan tempurung kelapa sebesar 10 persen dari berat agregat kasar menghasilkan nilai kuat tekan sebesar 22,038 MPa, lebih tinggi 1,06 persen dibanding kuat tekan beton normal yang menghasilkan sebesar 20,764 MPa. Kuat tarik belah beton dengan pecahan tempurung kelapa sebesar 10 persen dari berat agregat kasar menghasilkan nilai kuat tarik belah sebesar 4,53 MPa, lebih tinggi 1,06 persen dibanding kuat tarik belah beton normal sebesar 4,26 MPa. Substitusi pecahan tempurung kelapa ke dalam campuran beton sebesar 10 persen dari berat agregat kasar dapat meningkatkan nilai kuat tekan dan kuat tarik belah dari beton kondisi normal dan merupakan campuran yang menghasilkan kekuatan optimal pada beton. Kata kunci: Beton, tempurung kelapa, substitusi, agregat kasar.
PERENCANAAN SISTEM DRAINASE DIKAWASAN TANGGUL LUMPUR SIDOARJO Baydhowi, Achmad; Soebagio, Soebagio
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 9, No. 1, April Tahun 2021
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v9i1.1698

Abstract

Abstrak. Lumpur sidoarjo atau lusi adalah bencana alam yang terjadi di dalam lokasi proyek pengeboran migas, Lumpur Sidoarjo berada di kecamatan porong kabupaten Sidoarjo, serta tinggi tanggul rata rata 9-10 meter dengan luas 640 ha, didalam luas 640 ha terdapat 3 kecamatan dan 16 desa yang tenggelam akibat bencana alam ini. masalah yang terjadi pada tanggul lumpur sidoarjo ini, yakni penurunan tanah (subsidence) dibeberapa titik tanggul dan muka air yang telah mendekati puncak tanggul, jika muka air melewati puncak tanggul maka tanggul akan jebol dan membahayakan penduduk di sekitar tanggul, agar muka air tidak sampai melebihi puncak tanggul maka perlu di buatkan saluran drainase agar dapat mengontrol debit yang ada ataupun debit hujan dengan intensitas tinggi. Dengan di lakukannya kajian Perencanaan Sistem drainase di Kawasan Tanggul Lumpur Sidoarjo agar mengatasi masalah yang terjadi.Dari pengkajian didapatkan debit hujan rencana sebesar 71.98mm , debit banjir sebesar 3.92 m3/det, sisi barat dan sisi timur 4.28 m3/det, merencanakan saluran drainase dengan memakai debit banjir rencana di tambah jagaan 0.6 m, untuk sisi barat dimensi saluran b(2,9m) dan h(2m) dapat menampung debit sebesar 5,57 m3/det. Dimensi saluran sisi timur sebesar b(3,2m) dan h(2m) serta debit yang mampu di tampung adalah 5.67m3/det debit yang sudah di dapat kemudian di tampung kedalam kolam tampung sementara dengan lama penampungan selama 1 jam dan total debit (saluran sisi barat + timur) 8,24m3/det, dimensi kolam adalah (p) 100 x (l) 50 x (t) 6m di daptkan debit 30.000m3, saluran pembuang pipa shiphon, menggunakan pipa diameter 0,3m sebanyak 4 buah, kehilangan energi sebesar 0,146 m3/det.Kata kunci: Draianase, Perencanaan Drainase, Lumpur Sidoarjo
PEMANFAATAN SIRTU SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN BETON DITINJAU DARI KUAT TEKAN BETON Wiratama, Artha Adi; Machmoed, Soerjandani Priantoro
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 9, No. 1, April Tahun 2021
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v9i1.1696

Abstract

Abstrak. Beton merupakan salah satu dari bahan bangunan selain baja dan kayu. Secara umum betonterdiri dari 3 unsur bahan penyusunnya yaitu : semen, agregat halus dan agregat kasar dan jikadiperlukan diberi bahan tambahan. Bahan bahan penyusun tersebut sudah baku dan tentu tidak diragukanlagi kekuatannya. Pada penelitian ini menggunakan sirtu Surabaya yang berasal dari limbah gunung dandidapat langsung dari Mojokerto. Sehingga pada penelitian ini sirtu yang digunakan akan disebut dengansirtu Surabaya, mengingat peneliti mendapat bahan dari Surabaya. Pengujian yang dilakukan yaitu kuattekan beton usia 7, 14, dan 28 hari dan hammer test usia 28 hari. Dengan menggunakan benda ujidiameter 100 mm dan tinggi 200 mm. Dengan menggunakan Faktor Air Semen  sebesar 0,5. Darihasil uji didapatkan bahwa beton dengan campuran pasir hasil ayakan sirtu sebagai pengganti pasir 100 persen menghasilkan kuat tekan sebesar 21,996 MPa, lebih tinggi 1,614 MPa disbanding kuat tekan betonnormal  yang menghasilkan sebesar 20,382 MPa. Hammer test beton dengan campuran pasir hasilayakan sirtu sebagai pengganti pasir 100 persen  menghasilkan nilai hammer test sebesar 25,785 MPa,lebih tinggi 3,036 MPa dibanding hammer test beton normal sebesar 22,749 MPa. Jadi penggunaanmaterial pasir dari hasil ayakan sirtu meningkatkan nilai kuat tekan dan hammer test dan merupakancampuran yang menghasilkan nilai kuat optimal pada beton.Kata kunci : Beton, sirtu, substitusi, agregat kasar

Page 1 of 1 | Total Record : 7