cover
Contact Name
Marzuki
Contact Email
marzuki14apr12@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
marzuki14apr12@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Fisika
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19794657     EISSN : 26147386     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) is a peer-reviewed open access journal on interdisciplinary studies of physics, and is published twice a year (March and September) by Department of Physics, Andalas University Padang.
Arjuna Subject : -
Articles 443 Documents
Pengaruh Penambahan Polyethylene Glycol (PEG) Terhadap Sifat Magnetik (γ-Fe2O3) Yang Disintesis Dari Magnetit Batuan Besi (Fe3O4) Ikhsan, Muhammad; Puryanti, Dwi; Budiman, Arif
Jurnal Ilmu Fisika Vol 9, No 2 (2017): Published in September 2017
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.346 KB) | DOI: 10.25077/jif.9.2.103-109.2017

Abstract

Telah dilakukan sintesis magnetit dari biji besi Nagari Surian Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Solok Sumatera Barat dengan metode kopresipitasi. Selanjutnya dari magnetit tersebut disintesis maghemit tanpa dan dengan penambahan PEG melalui oksidasi pada temperatur 400 oC selama 3 jam. Variasi PEG yang digunakan yaitu sampel tanpa penambahan PEG, sampel dengan penambahan PEG-2000, PEG-4000, dan PEG-6000. Maghemit yang dihasilkan dikarakterisasi sifat magnetik menggunakan Vibrating Sample magnetometer (VSM). Karakterisasi sifat magnetik menggunakan VSM menghasilkan nilai koersivitas  berturut-turut yaitu 250 Oe, 193 Oe, 203 Oe, 178 Oe. Terlihat bahwa penambahan PEG mengurangi nilai  koersivitas maghemit. Kata kunci: magnetit, maghemit, PEG, VSM, koersivitas
ANALISIS GEMPA NIAS DAN GEMPA SUMATERA BARAT DAN KESAMAANNYA YANG TIDAK MENIMBULKAN TSUNAMI Mustafa, Badrul
Jurnal Ilmu Fisika Vol 2, No 1 (2010): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.206 KB) | DOI: 10.25077/jif.2.1.44-50.2010

Abstract

Wilayah Sumatera Barat memiliki tingkat seismisitas yang tinggi. Konvergensi oblique dari lempeng Indo-Australia terhadap Eurasia yang menunjam di bawah Sumatera menghasilkan potensi gempa dangkal dan sedang di wilayah muka busur (fore-arc) Sunda. Potensi gempa juga berada di darat sepanjang patahan Sumatera serta di laut sepanjang patahan Mentawai. Di wilayah muka busur diketahui adanya potensi gempa besar yang berpotensi tsunami. Hasil penelitian terhadap pertumbuhan mikroatol di kepulauan Mentawai menunjukkan bahwa periode ulang gempa besar di Mentawai adalah sekitar 200 tahun (Hilman, 2005). Namun tidak semua pengulangan gempa besar di daerah fore-arc ini menimbulkan pengulangan tsunami. Data menunjukkan bahwa gempa Nias 28 Maret 2005 (8,7 SR) dan gempa Sumatera Barat 30 September 2009 (7,9 SR) sama-sama tidak menimbulkan tsunami. Salah satu kemungkinan sebabnya adalah episenternya tidak berada di daerah megathrust.
DETEKSI FORMALIN PADA TOMAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE LSI (LASER SPECKEL IMAGING) -, Harmadi
Jurnal Ilmu Fisika Vol 5, No 1 (2013): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.556 KB) | DOI: 10.25077/jif.5.1.1-10.2013

Abstract

Pendeteksian untuk mengetahui kandungan formalin pada buah tomat dapat dilakukan secara noninvasive dan non-destructive dengan metode LSI (Laser Speckle Imaging). Perubahan nilai kontras pola spekel dari buah tomat dapat digunakan untuk membedakan buah tomat yang berformalin dengan yang tidak berformalin. Pecintraan pola spekel dengan metode LSI mendeteksi perubahan intensitas laser spekel yang dihamburkan oleh sampel, dan dianalisis sebagai kontras spekel. Pola spekel dianalisis menggunakan software imageJ dan diperoleh karakterisasi histogram distribusi intensitas gray level. Penyinaran dilakukan terhadap buah tomat sebelum dan sesudah direndam larutan formalin dengan variasi konsentrasi 0,001%, 0,005%, 0,01%, 0,05%, 0,1%, 0,5%, 1%, 3%, 4%, 5%, 6%, 8%, 10%, dan variasi waktu perendaman yaitu selama 15 menit dan 30 menit. Secara umum korelasi kontras spekel dengan formalin pada tomat, menunjukkan bahwa formalin terdeteksi dengan perubahan kontras spekel pada buah tomat. Semakin tinggi konsentrasi formalin dan waktu perendaman nilai kontras spekel semakin kecil.
PENENTUAN TIPE FLUIDA SUMBER MATA AIR PANASDI KECAMATAN GUNUNG TALANG, KABUPATEN SOLOK Hidayat, Rahmatul; Putra, Ardian
Jurnal Ilmu Fisika Vol 6, No 2 (2014): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.411 KB) | DOI: 10.25077/jif.6.2.74-80.2014

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penentuan tipe fluida mata air panas di Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Berdasarkan analisis kandungan ion HCO3 - , SO4 2- , dan Cl- dengan menggunakan diagram trilinier atau diagram Piper. Pengujian kandungan ion HCO3 - menggunakan metode titrasi, pengujian kandungan ion SO4 2- menggunakan metode spektrofotometri dan untuk pengujian kandungan ion Cl- digunakan hubungan nilai konduktivitas listrik dan kandungan ion klorida. Sampel mata air panas diambil dari lima lokasi yang berbeda. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah kandungan ion tertinggi dari kelima sumber mata air panas adalah ion sulfat, kemudian bikarbonat dan kandungan terendahnya adalah ion klorida. Dari diagram trilinier dapat disimpulkan bahwa kelima sumber mata air panas di Kecamatan Gunung Talang bertipe air sulfat.
Rancang Bangun Sistem Telemetri Nikabel Pemantauan Tingkat Kekeruhan Air di PDAM Menggunakan Transceiver nRF24L01+ dan Arduino Uno R3 Pesma, Rhahmi Adni; Harmadi, Harmadi; Dahlan, Dahyunir; Wildian, Wildian; Syafrialdi, Roni; Yuzria, Hawariyi Ola; Rizky, Aulia Rabiyu
Jurnal Ilmu Fisika Vol 9, No 1 (2017): Published in March 2017
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.44 KB) | DOI: 10.25077/jif.9.1.15-25.2017

Abstract

Telah dirancang sebuah sistem telemetri nirkabel pemantauan tingkat kekeruhan air di PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum). Data tingkat kekeruhan air diambil dari air dalam reservoir PDAM yang diukur oleh sistem sensor TSD-10. Data ditransmisikan melalui udara dengan memodulasikan ke bentuk gelombang elekromagnetik oleh transceiver nRF24L01+ pada unit pemancar. Gelombang beroperasi pada frekuensi radio 2,4 GHz. Data akan diterima oleh transceiver nRF24L01+ di laboratorium PDAM pada jarak 250 m sebagai unit penerima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ruang terbuka transceiver  nRF24L01+ mampu mentransmisikan data tingkat kekeruhan air saat cuaca cerah hingga 1 km dan 600 m saat cuaca hujan. Sistem sensor TSD-10 memiliki sensitivitas -1,5 mV/NTU dengan besar persentase kesalahan terbesar adalah 12,07% dan yang terkecil 0,48% serta dapat mengukur hingga 1000 NTU. Sistem ini memiliki data logging tingkat kekeruhan air pada unit penerima menggunakan program labVIEW pada komputer yang terhubung dengan arduino UNO R3. Kata kunci : telemetri nirkabel, nRF24L01+, arduino UNO R3, tingkat kekeruhan air, labVIEW.
Sintesis Nanopartikel Y2O3:Eu Berintensitas Tinggi Didop Ion Litium dengan Menggunakan Metode Pemanasan Dalam Larutan Polimer -, Astuti
Jurnal Ilmu Fisika Vol 1, No 2 (2009): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4484.403 KB) | DOI: 10.25077/jif.1.2.13-17.2009

Abstract

Yttrium Nitrat Hexahidrat (Y(NO3)3.6H2O) yang di doping dengan Europium Nitrat Hexahidrat (Eu(NO3)3.6H2O) merupakan salah satu material yang menghasilkan luminesens berwarna merah yang stabil. Sintesis nanopartikel ini telah dilakukan dengan menggunakan metoda pemanasan sederhana dalam larutan polimer (Polietilen Glikol (PEG)) pada temperatur 1000C, dan konsentrasi doping 4% mol/mol. Pada jurnal ini juga akan dilaporkan pembuatan nanopartikel Y2O3:Eu dengan intensitas yang sangat tinggi. Intensitas yang sangat tinggi ini disintesis dengan cara menambahkan ion Litium, dalam penelitian ini digunakan LiOH. Hasil Photoluminescence menunjukkan intensitas maksimum pada panjang gelombang 612 nm, dengan menggunakan panjang gelombang 250 nm. Irradiasi nanokristal Y2O3:Eu dengan sinar Ultra Violet (UV) akan menghasilkan emisi warna merah yang didominasi oleh transisi 5D0 ke 7F2. Nanopartikel Y2O3:Eu ini menunjukkan intensitas yang sangat tinggi dibandingkan dengan yang disintesis tanpa penambahan ion Litium. Ukuran kristal Y2O3:Eu berkisar dari 40-70 nm. Dari hasil yang diperoleh nanopartikel ini dapat diaplikasikan sebagai tinta luminesens
PENGARUH WAKTU PEMANASAN TERHADAP SINTESIS NANOPARTIKEL FE3O4 -, Astuti
Jurnal Ilmu Fisika Vol 4, No 1 (2012): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.498 KB) | DOI: 10.25077/jif.4.1.20-25.2012

Abstract

Nanopartikel magnetik Fe3O4 disintesis dari destruksi batuan besi. Metode yang digunakan adalah metode kopresipitasi dengan menggunakan template PEG 4000. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh waktu pemanasan terhadap sifat nanopartikel magnetik yang dihasilkan, yaitu 3 jam, 4 jam, dan 5 jam pada temperatur 220 0C. Karakterisassi nanopartikel magnetik dilakukan dengan Magnetic Susceptibilitymeter, X-Ray Difractometer (XRD), dan Scanning Elektron Microscope (SEM). Berdasarkan hasil penelitian ini, waktu dan temperatur pemanasan berpengaruh terhadap kemagnetan, ukuran partikel, maupun ukuran kristal material magnetik Fe3O4 yang dihasilkan. Pemanasan dengan waktu yang optimum diperoleh pada 4 jam dengan ukuran kristal 20,86 nm dan ukuran partikel terkecil antara 36-46 nm dan suseptibilitas magnetnya 20427,96 m3 /kg. Sedangkan distribusi ukuran partikel sudah cukup seragam dan berbentuk bulat, sebagai pengaruh dari PEG 4000 yang berfungsi sebagai template dan mencegah terjadinya aglomerasi antar partikel.
Sintesis Nanopartikel Titanium Dioksida Didoping Rhutenium Bajili, Abdil; Dahlan, Dahyunir; Umar, Akrajas Ali
Jurnal Ilmu Fisika Vol 8, No 2 (2016): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.911 KB) | DOI: 10.25077/jif.8.2.54-59.2016

Abstract

Nanopartikel titanium dioksoda (TiO2) yang didoping ruthenium (Ru/TiO2) ditumbuhi dengan menggunakan metode penumbuhan Liquid Phase Deposition (LPD) telah berhasil dilakukan. Konsentrasi doping ruthenium yang digunakan adalah 2,5 mM. Variasi lama waktu penumbuhan dilakukan selama 3 jam, 5 jam, 7 jam dan 10 jam. Kemudian dilakukan karakterisasi Ultraviolet-visible, fotoelektron sinar-x dan teknik difraksi sinar-x. Energi gap yang didapatkan dengan waktu penumbuhan 3 jam dan 5 jam adalah 3,22 eV dan 3,28 eV. Sedangkan waktu penumbuhan 7 jam dan 10 jam adalah 3,16 eV dan 3,29 eV. Morfologi dari Ru/TiO2 bersifat nanopori dengan fasa adalah anatase. Kata kunci: Liquid Phase Deposition (LPD), nanopartikel Ru/TiO2, doping ruthenium, fase anatase. 
Rancang Bangun Sistem Keamanan Menggunakan Sensor Passive Infra Red (PIR) Dilengkapi Kontrol Pendingin Ruangan Berbasis Arduino Uno Dan Real Time Clock Andriani, Titi; Hidayatullah, Muhammad; Ikbal, Muhammad
Jurnal Ilmu Fisika Vol 10, No 2 (2018): Published in September 2018
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.557 KB) | DOI: 10.25077/jif.10.2.94-102.2018

Abstract

Penelitian ini bertujuan membuat sebuah sistem yang berfungsi menjaga fasilitas yang ada di dalam laboratorium berupa komputer dan perangkat lainnya. Kontrol sistem pendingin ruangan diperlukan untuk mengatur penggunaan energi listrik yang sesuai dengan waktu pemakaian laboratorium. Sistem ini bekerja berdasarkan pada penjadwalan dan keluaran dari sensor Passive Infra Red (PIR). Sistem penjadwalan mengatur jadwal pada sistem, mengaktifkan sistem keamanan atau sistem kontrol pendingin ruangan. Sensor PIR berguna untuk mendeteksi keberadaan orang dalam ruangan dan keluaran dari sensor PIR dijadikan sebagai masukan pada Arduino Uno. Arduino mengontrol tindakan yang akan dilakuan yaitu sistem aktif (on) atau sistem mati (off). Pada pukul 08.00 hingga pukul 17.00 sistem mengaktifkan kontrol pendingin dan pada pukul 17.00 hingga pukul 08.00 sistem mengaktifkan keamanan ruangan dengan memanfaatkan relay sebagai saklar otomatis. Kata Kunci: Keamanan, Laboratorium, Sensor PIR, Arduino Uno.
PENGARUH PERSEN HASIL PEMBAKARAN SERBUK KAYU DAN AMPAS TEBU PADA MORTAR TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN SIFAT FISISNYA Dahlan, Dahyunir
Jurnal Ilmu Fisika Vol 3, No 2 (2011): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.83 KB) | DOI: 10.25077/jif.3.2.48-54.2011

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh persen massa pembakaran serbuk kayu dan ampas tebu terhadap sifat mekanik dan fisis mortar. Bahan dicampur dengan komposisi 0%, 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% massa dari kedua jenis bahan tersebut. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kuat tekan, kuat tarik dan densitas apabila campuran ditambahkan hingga 15% massa, kemudian menurun kembali seiring penambahan konsentrasi pembakaran serbuk kayu dan ampas tebu. Nilai optimum sifat mekanis didapatkan pada konsentasri optimal, bagi pembakaran serbuk kayu adalah 15% massa sementara bagi pembakaran ampas tebu adalah 10% massa.

Page 5 of 45 | Total Record : 443


Filter by Year

2009 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 18 No 1 (2026): March 2026 (Forthcoming Issue) Vol 17 No 2 (2025): September 2025 Vol 17 No 1 (2025): March 2025 Vol 16 No 2 (2024): September 2024 Vol 16 No 1 (2024): March 2024 Vol 15 No 2 (2023): September 2023 Vol 15 No 1 (2023): March 2023 Vol 14 No 2 (2022): September 2022 Vol 14, No 1 (2022): In progress (March 2022) Vol 14 No 1 (2022): March 2022 Vol 13 No 2 (2021): September 2021 Vol 13, No 2 (2021): September 2021 Vol 13, No 2 (2021): Published in September 2021 (COMING ISSUE) Vol 13, No 1 (2021): Published in March 2021 Vol 13 No 1 (2021): March 2021 Vol 12 No 2 (2020): September 2020 Vol 12, No 2 (2020): Published in September 2020 Vol 12 No 1 (2020): March 2020 Vol 12, No 1 (2020): Published in March 2020 Vol 11, No 2 (2019): Published in September 2019 Vol 11 No 2 (2019): September 2019 Vol 11, No 1 (2019): Published in March 2019 Vol 11 No 1 (2019): March 2019 Vol 10, No 2 (2018): Published in September 2018 Vol 10 No 2 (2018): September 2018 Vol 10, No 1 (2018): Published in March 2018 Vol 10 No 1 (2018): March 2018 Vol 9 No 2 (2017): September 2017 Vol 9, No 2 (2017): Published in September 2017 Vol 9 No 1 (2017): March 2017 Vol 9, No 1 (2017): Published in March 2017 Vol 8 No 2 (2016): September 2016 Vol 8 No 1 (2016): March 2016 Vol 8, No 2 (2016): JURNAL ILMU FISIKA Vol 8, No 1 (2016): JURNAL ILMU FISIKA Vol 7 No 2 (2015): September 2015 Vol 7 No 1 (2015): March 2015 Vol 7, No 2 (2015): JURNAL ILMU FISIKA Vol 7, No 1 (2015): JURNAL ILMU FISIKA Vol 6 No 2 (2014): September 2014 Vol 6 No 1 (2014): March 2014 Vol 6, No 2 (2014): JURNAL ILMU FISIKA Vol 6, No 1 (2014): JURNAL ILMU FISIKA Vol 5 No 2 (2013): September 2013 Vol 5 No 1 (2013): March 2013 Vol 5, No 2 (2013): JURNAL ILMU FISIKA Vol 5, No 1 (2013): JURNAL ILMU FISIKA Vol 4 No 2 (2012): September 2012 Vol 4 No 1 (2012): March 2012 Vol 4, No 2 (2012): JURNAL ILMU FISIKA Vol 4, No 1 (2012): JURNAL ILMU FISIKA Vol 3 No 2 (2011): September 2011 Vol 3 No 1 (2011): March 2011 Vol 3, No 2 (2011): JURNAL ILMU FISIKA Vol 3, No 1 (2011): JURNAL ILMU FISIKA Vol 2 No 2 (2010): September 2010 Vol 2 No 1 (2010): March 2010 Vol 2, No 2 (2010): JURNAL ILMU FISIKA Vol 2, No 1 (2010): JURNAL ILMU FISIKA Vol 1 No 2 (2009): September 2009 Vol 1 No 1 (2009): March 2009 Vol 1, No 2 (2009): JURNAL ILMU FISIKA Vol 1, No 1 (2009): JURNAL ILMU FISIKA Vol 1, No 1 (2009): JURNAL ILMU FISIKA More Issue