cover
Contact Name
Marzuki
Contact Email
marzuki14apr12@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
marzuki14apr12@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Fisika
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19794657     EISSN : 26147386     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) is a peer-reviewed open access journal on interdisciplinary studies of physics, and is published twice a year (March and September) by Department of Physics, Andalas University Padang.
Arjuna Subject : -
Articles 449 Documents
SIFAT OPTIK LAPISAN TIPIS TIO2 YANG DISINTESIS MENGGUNAKAN METODE SOL GEL SPIN COATING Perdana, Ramadhani; Dahlan, Dahyunir; -, Harmadi
Jurnal Ilmu Fisika Vol 6, No 1 (2014): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.446 KB) | DOI: 10.25077/jif.6.1.18-24.2014

Abstract

Telah dilakukan sintesis lapisan tipis TiO2 dengan menggunakan metode Sol Gel Spin Coating dari prekursor Titanium butoxide. Larutan TiO2 dideposisikan diatas substrat kaca dengan kecepatan 2500 rpm selama 30 detik. Lapisan TiO2 yang terbentuk dipanaskan pada suhu 500 °C dengan waktu tahan selama 1 jam. Karakterisasi optik lapisan TiO2 yang dihasilkan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada rentang panjang gelombang 300- 800 nm. Hasil karakterisasi menunjukkan energi gap TiO2 yang dipanaskan pada suhu 500 ° C dengan variasi waktu aging 0, 24, 48, dan 72 jam berturut- turut adalah 3,74 eV, 3,79 eV, 3,81 eV, dan 3,78 eV. Hasil ini menunjukkan bahwa pemberian waktu aging berdampak terhadap besarnya energi gap TiO2 yang dihasilkan.
Prediksi Konsentrasi Co2 pada Cerobong Asap dari Rencana Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin dan Gas (PLTMG) Duri Fitri, Yulia; Retnawaty, Sri Fitria
Jurnal Ilmu Fisika Vol 7, No 2 (2015): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.478 KB) | DOI: 10.25077/jif.7.2.69-77.2015

Abstract

PT. PLN Persero Pekanbaru Riau merencanakan pembangunan PLTMG Duri yang berlokasi di Desa Balai Pungut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Bahan bakar yang akan digunakan dalam kegiatan tersebut adalah minyak solar High Speed Diesel (HSD) dan gas alam Liquefied Natural Gas (LNG) yang merupakan bahan bakar fosil yang dapat menghasilkan beberapa zat salah satunya adalah  karbon dioksida (CO2). CO2  merupakan FE (Faktor Emisi) terbesar yang dihasilkan dari bahan bakar LNG dan HSD. Untuk mengetahui konsentrasi CO2 di atmosfer maka perlu dilakukan penelitian dengan menggunakan model dispersi Gaussian dan menggunakan data meteorologi tahun 2012 yang diperoleh dari Bandar Udara Pinang Kampai Dumai (BUPKD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi gas emisi CO2 sangat dipengaruhi oleh faktor meteorologi. Nilai konsentrasi CO2 maksimum dari bahan bakar LNG terjadi pada bulan Nopember dan Desember pada titik koordinat 800 m dari cerobong asap yaitu 285,77 µg/m3 dan 284,62 µg/m3 secara berurutan. Begitu pula nilai konsentrasi CO2 dari bahan bakar HSD, nilai konsentrasi maksimum juga terjadi pada bulan Nopember dan Desember yaitu 2127,31 µg/m3 dan 2118,78 µg/m3. Pada stabilitas atmosfer A pada bulan juni, gas emisi CO2 maksimum menyebar pada jarak 300 m dari cerobong, sedangkan pada stabilitas atmosfer C pada bulan Nopember dan Desember menyebar pada jarak 800 m dari cerobong. bahwa semakin besar kecepatan angin, konsentrasi maksimum polutan semakin dengan jarak sebaran semakin kecil.
Pengukuran Konsentrasi Larutan Sodium Hidroksida (NaOH) Dengan Transduser Kapasitif Hidayatullah, Muhammad; Triyana, Kuwat
Jurnal Ilmu Fisika Vol 10, No 1 (2018): Published in March 2018
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.10.1.17-27.2018

Abstract

 Telah dilakukan pengukuran konsentrasi larutan sodium hidroksida (NaOH) menggunakan transduser kapasitif yang bekerja berdasarkan fenomena electrical capacitive tomography (ECT). Sebelum digunakan, transduser kapasitif diverifikasi  berdasarkan ASTM D.1076-02 terhadap sampel larutan getah lateks oleh Laboratorium Penguji Balai Penelitian Teknologi Karet Bogor. Jenis larutan yang diukur konsentrasinya dalam penelitian ini adalah larutan sodium hidroksida (NaOH) dengan pelarut air pada berbagai variasi konsentrasi. Larutan NaOH mewakili bahan elektrolit. Dalam pelaksanaan pengukuran konsentrasi larutan, dibutuhkan konsentrasi tertinggi sebagai referensi yang dalam hal ini larutan NaOH dengan konsentrasi 80%, sehingga dari grafik hasil pengukuran diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,999. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa transduser kapasitif mempunyai potensi yang tinggi sebagai alat alternatif untuk mengukur konsentrasi larutan dengan cepat tanpa preparasi sampel.Kata kunci: transduser kapasitif, electrical capacitive tomography, konsentrasi larutan.
PENGARUH PENAMBAHAN RESIN TERHADAP RESISTIVITAS DAN POROSITAS CAMPURAN PASIRSEMEN Putra, Ardian
Jurnal Ilmu Fisika Vol 2, No 2 (2010): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.762 KB) | DOI: 10.25077/jif.2.2.81-84.2010

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan resin terhadap resistivitas dan porositas campuran pasir-semen. Bahan yang digunakan adalah pasir (butiran pasir), semen Padang Portland tipe 1 dan resin damar. Sampel dibuat dengan komposisi massa pasir 20 gr, 40 gr, 60 gr, 80 gr, massa resin 0 gr, 10 gr, 20 gr, 30 gr, 40 gr, dan massa semen 60 gr. Resistivitas terbesar didapatkan sebesar 0,040 Ωm pada campuran dengan massa pasir 60 gr dan massa resin 0 gr, resistivitas terkecil 0,020 Ωm pada campuran dengan massa pasir 80 gr dan massa resin 40 gr. Hasil yang diperoleh memperlihatkan resistivitas turun dengan penambahan massa resin dan tidak memperlihatkan pola yang baik dengan penambahan massa pasir. Porositas terbesar adalah 69 % pada campuran dengan massa pasir 20 gr dan massa resin 20 gr, porositas terkecil adalah 27 % pada campuran dengan massa pasir 60 gr dan massa resin 0 gr. Porositas turun dengan penambahan massa pasir, namun porositas naik dengan penambahan massa resin 0-20 gr, dan turun atau konstan dengan massa resin 20-40 gr. Nilai resistivitas menurun dengan penambahan nilai porositas, namun diperlukan data yang lebih banyak untuk menguatkan hubungan ini.
ANALISIS PENGARUH PEMBENGKOKAN PADA ALAT UKUR TINGKAT KEKERUHAN AIR MENGGUNAKAN SISTEM SENSOR SERAT OPTIK Peslinof, Mardian; Harmadi, Harmadi; Wildian, Wildian
Jurnal Ilmu Fisika Vol 5, No 1 (2013): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.759 KB) | DOI: 10.25077/jif.5.1.38-43.2013

Abstract

Telah dirancang sistem sensor serat optik untuk mengukur tingkat kekeruhan air dengan model U-system. Rancangan sistem terdiri dari pemancar berupa LED merah (660 nm), serat optik FD 620 10, fotodetektor OPT101, mikrokontroler ATMEGA32 untuk memproses masukan detektor, dan LCD untuk penampil. Serat optik sepanjang 30 cm dikupas claddingnya pada bagian tengahnya sepanjang 5 cm. Pengumpulan data dilakukan dengan membandingkan hasil keluaran dari detektor dari beberapa variasi sudut pembengkokan serat optik terhadap larutan yang telah diketahui nilai kekeruhannya. Pemberian variasi sudut pembengkokan memberikan perbedaan sensitivitas pada pengukuran. Dengan menganalisa nilai keluaran sensor akibat pembengkokan, didapatkan besarnya rugi daya yang dialami sensor sebanding dengan besarnya sudut pembengkokan yang diberikan. Semakin besar sudut yang diberikan maka akan semakin tinggi sensitivitas pengukuran, namun terdapat suatu keadaan dimana apabila sudut diperbesar lagi maka sensitivitasnya berkurang.
Rancang-Bangun Sistem Kontrol Solution Shaker Berbasis Mikrokontroler AT89S51 dengan Motor Stepper Sebagai Penggerak Khairani, Ridha; Taufiq, Imam; -, Wildian
Jurnal Ilmu Fisika Vol 7, No 1 (2015): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.793 KB) | DOI: 10.25077/jif.7.1.7-13.2015

Abstract

Telah dihasilkan sebuah sistem kontrol solution shaker berbasis mikrokontroler AT89S51 dengan motor stepper sebagai penggerak. Sistem kontrol solution shaker ini dirancang untuk memudahkan pekerjaan di laboratorium terutama di laboratorium Elektronika dan Instrumentasi dalam hal melarutkan PCB. Motor stepper yang digunakan adalah motor stepper tipe TEAC 14769070-30 dengan menggunakan IC ULN2003 sebagai rangkaian penggeraknya. Sistem ini dikontrol dengan menggunakan mikrokontroler AT89S51. Arah putaran motor dan variasi kecepatan putar motor diatur dalam program yang ditulis dalam bahasa C. Pengujian yang dilakukan terhadap sistem kontrol solution shaker ini antara lain menghitung kecepatan linier pada saat alat bergerak tanpa beban. Hasil kecepatan linier maksimum solution shaker tanpa beban adalah (12,300 ± 0,014)cm/s  pada waktu tunda 80 ms. Sedangkan kecepatan linier minimum tanpa beban adalah (3,740 ± 0,002) cm/s pada waktu tunda 280 ms. Pada saat solution shaker diberi beban sebesar 50 g, maka gup kecepatan linier maksimum yang dihasilkan adalah (12,020 ± 0,014) cm/ s pada waktu tunda 80 ms. Sebaliknya untuk kecepatan linier minimum yang dihasilkan adalah (3,010± 0,002)cm/s pada waktu tunda 280 ms. Setelah dilakukan pengujian terhadap variasi beban,alat ini hanya sanggup bergerak untuk beban sebesar 400 g. Hasil pengukuran kecepatan linier maksimum untuk beban 400 g ini adalah (1,634 ± 0,001)cm/s.
Optimasi Volume Pengenceran Larutan Dye Bunga Mawar (Rosa Hybrida Hort) Dengan Metanol Terhadap Efesiensi DSSC Salafudin, A; Nurosyid, F; Kusumaningsih, T
Jurnal Ilmu Fisika Vol 9, No 2 (2017): Published in September 2017
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.136 KB) | DOI: 10.25077/jif.9.2.68-75.2017

Abstract

Telah dilakukan penelitian penggunaan ekstrak  bunga mawar  sebagai dye sensitizer efisiensi DSSC. Artikel ini mencari volume pengenceran larutan dye bunga mawar yang optimum terhadap efisiensi DSSC. Larutan dye diuji puncak absorbansinya menggunakan spectrophotometer UV-Vis lamda 25. Sel DSSC diuji karakteristiknya menggunakan I-V keithley.  Larutan dye bunga mawar sebelum pengenceran memiliki puncak absorbansi pada rentang panjang gelombang 450 nm – 550 nm dan setelah dilakukan pengenceran terjadi pergeseran puncak absorbansi pada rentang panjang gelombang 500 nm – 600 nm. Karakteristik DSSC dengan perbandingan volume pengenceran larutan dye bunga mawar dengan metanol (50% : 50%), Pmax ( daya maksimum) 0,142 mW, FF (fill factor) 4,93, efisiensi 0,095%. Volume  dye yang diencerkan pada perbandingan dengan metanol (50% : 50%) menunjukkan efisiensi yang paling optimum. Kata kunci : DSSC, TiO2, dye, rosa hybrida hort, ekstrak bunga mawar
PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK PENGOLAHAN CITRA UNTUK PENENTUAN SIFAT FISIS BATUAN Afdal, Afdal
Jurnal Ilmu Fisika Vol 2, No 1 (2010): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.97 KB) | DOI: 10.25077/jif.2.1.9-14.2010

Abstract

Interpretasi data geofisika seperti dalam geofisika eksplorasi, pertambangan, teknik, dan geofisika lingkungan membutuhkan pengetahuan tentang sifat fisis batuan. Beberapa sifat fisis batuan dapat diperoleh dengan teknik pengolahan citra digital. Dalam penelitian ini dikembangkan perangkat lunak pengolahan citra digital untuk penentuan sifat fisis batuan. Perangkat lunak pengolahan citra yang dikembangkan dapat digunakan untuk menentukan beberapa sifat fisis batuan seperti karakteristik pori dan rekahan. Karakteristik pori terdiri atas porositas dan dimensi fraktal. Sedangkan karakteristik rekahan terdiri atas distribusi panjang rekahan, densitas dan dimensi fraktal.
OPTIMASI UKURAN TERAS DAN DAYA TERMAL TERHADAP TINGKAT SIRKULASI ALAMIAH BAHAN PENDINGIN Pb-Bi PADA REAKTOR CEPAT Oktamuliani, Sri; Fitriyani, Dian
Jurnal Ilmu Fisika Vol 4, No 2 (2012): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.051 KB) | DOI: 10.25077/jif.4.2.53-61.2012

Abstract

Telah dilakukan analisis pengaruh ukuran teras geometri kubus terhadap tingkat sirkulasi alamiah bahan pendingin Pb-Bi pada reaktor cepat LMFBR dengan bahan bakar UN-PuN dan laju aliran massa pendingin total 4000 kg/s menggunakan program simulasi komputasi DTRIDI. Simulasi diawali oleh perhitungan neutronik yang memberikan hasil harga multiplikasi neutron dan fluks neutron yang dapat digunakan untuk perhitungan termal-hidrolik sehingga diketahui distribusi temperatur pada elemen bahan bakar dan pendingin. Tingkat sirkulasi alamiah dilakukan dengan pendekatan kuasistatik dari grafik yang ditunjukkan oleh perpotongan antara presure drop dan driving head sebagai fungsi dari laju alir total pendingin. Pada kondisi tersebut, adanya pengurangan daya pompa yang digunakan. Tingkat sirkulasi alamiah berdasarkan optimasi ukuran teras dan daya termal tercapai pada ukuran geometri teras yang lebih kecil dengan daya yang lebih besar. Tingkat sirkulasi alamiah pada daya 150 MWth tercapai pada ukuran geometri teras yang lebih kecil yaitu 50 cm bervolume 125 liter sebesar 12,5%. Sedangkan untuk reaktor dengan ukuran teras 80 cm tidak menunjukkan tingkat sirkulasi alamiah yang berarti reaktor dalam keadaan bahaya jika terjadi kecelakaan ULOF yaitu kecelakaan akibat hilangnya daya pompa.
PREDIKSI DISTRIBUSI SAND MENGGUNAKAN PEMODELAN GEOSTATISTIK Namigo, Elistia Liza
Jurnal Ilmu Fisika Vol 6, No 2 (2014): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.753 KB) | DOI: 10.25077/jif.6.2.45-51.2014

Abstract

Gambaran distribusi fasies dan heterogenitas geologi yang representatif sangat diperlukan dalam pengelolaan aktivitas eksplorasi dan eksploitasi migas di bawah permukaan. Telah dilakukan pemodelan distribusi sand pada formasi Missisauga, lapangan Penobscot dengan menggunakan tiga algoritma berbasis grid yaitu Sequential Indicator Simulation (SIS) dan Truncated Gaussian Simulation (TGS) dan Multipoint Geostatistic (MPG). SIS dan TGS yang merupakan algoritma yang berbasis variogram, mampu menghasilkan model yang merepresentasikan korelasi spasial antar sumur dengan cukup baik namun belum secara optimal menangkap geometri fasies akibat sifat dari variogram yang hanya bisa memodelkan kontinuitas spasial antara dua lokasi pada satu waktu. TGS lebih unggul dibandingkan SIS pada aspek keterhubungan lateral dari sand channel dan distribusi fasies terlihat lebih well-ordered (sand-shalysand-shale).. MPG yang merupakan metode yang didasarkan pada data singkapan menawarkan korelasi lateral yang lebih baik.

Page 6 of 45 | Total Record : 449


Filter by Year

2009 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 18 No 1 (2026): March 2026 Vol 17 No 2 (2025): September 2025 Vol 17 No 1 (2025): March 2025 Vol 16 No 2 (2024): September 2024 Vol 16 No 1 (2024): March 2024 Vol 15 No 2 (2023): September 2023 Vol 15 No 1 (2023): March 2023 Vol 14 No 2 (2022): September 2022 Vol 14, No 1 (2022): In progress (March 2022) Vol 14 No 1 (2022): March 2022 Vol 13, No 2 (2021): Published in September 2021 (COMING ISSUE) Vol 13 No 2 (2021): September 2021 Vol 13, No 2 (2021): September 2021 Vol 13, No 1 (2021): Published in March 2021 Vol 13 No 1 (2021): March 2021 Vol 12 No 2 (2020): September 2020 Vol 12, No 2 (2020): Published in September 2020 Vol 12, No 1 (2020): Published in March 2020 Vol 12 No 1 (2020): March 2020 Vol 11 No 2 (2019): September 2019 Vol 11, No 2 (2019): Published in September 2019 Vol 11, No 1 (2019): Published in March 2019 Vol 11 No 1 (2019): March 2019 Vol 10, No 2 (2018): Published in September 2018 Vol 10 No 2 (2018): September 2018 Vol 10, No 1 (2018): Published in March 2018 Vol 10 No 1 (2018): March 2018 Vol 9, No 2 (2017): Published in September 2017 Vol 9 No 2 (2017): September 2017 Vol 9 No 1 (2017): March 2017 Vol 9, No 1 (2017): Published in March 2017 Vol 8 No 2 (2016): September 2016 Vol 8 No 1 (2016): March 2016 Vol 8, No 2 (2016): JURNAL ILMU FISIKA Vol 8, No 1 (2016): JURNAL ILMU FISIKA Vol 7 No 2 (2015): September 2015 Vol 7 No 1 (2015): March 2015 Vol 7, No 2 (2015): JURNAL ILMU FISIKA Vol 7, No 1 (2015): JURNAL ILMU FISIKA Vol 6 No 2 (2014): September 2014 Vol 6 No 1 (2014): March 2014 Vol 6, No 2 (2014): JURNAL ILMU FISIKA Vol 6, No 1 (2014): JURNAL ILMU FISIKA Vol 5 No 2 (2013): September 2013 Vol 5 No 1 (2013): March 2013 Vol 5, No 2 (2013): JURNAL ILMU FISIKA Vol 5, No 1 (2013): JURNAL ILMU FISIKA Vol 4 No 2 (2012): September 2012 Vol 4 No 1 (2012): March 2012 Vol 4, No 2 (2012): JURNAL ILMU FISIKA Vol 4, No 1 (2012): JURNAL ILMU FISIKA Vol 3 No 2 (2011): September 2011 Vol 3 No 1 (2011): March 2011 Vol 3, No 2 (2011): JURNAL ILMU FISIKA Vol 3, No 1 (2011): JURNAL ILMU FISIKA Vol 2 No 2 (2010): September 2010 Vol 2 No 1 (2010): March 2010 Vol 2, No 2 (2010): JURNAL ILMU FISIKA Vol 2, No 1 (2010): JURNAL ILMU FISIKA Vol 1 No 2 (2009): September 2009 Vol 1 No 1 (2009): March 2009 Vol 1, No 2 (2009): JURNAL ILMU FISIKA Vol 1, No 1 (2009): JURNAL ILMU FISIKA Vol 1, No 1 (2009): JURNAL ILMU FISIKA More Issue