cover
Contact Name
Marzuki
Contact Email
marzuki14apr12@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
marzuki14apr12@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Fisika
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19794657     EISSN : 26147386     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) is a peer-reviewed open access journal on interdisciplinary studies of physics, and is published twice a year (March and September) by Department of Physics, Andalas University Padang.
Arjuna Subject : -
Articles 443 Documents
Studi Eksperimen Karakteristik Shell-And-Tube Heat Exchanger Dengan Variasi Jenis Baffle Dan Jarak Antar Baffle Ariwibowo, Teguh Hady; Permatasari, Prima Dewi; Ardhiyangga, Novan; Triyono, Sugit
Jurnal Ilmu Fisika Vol 8, No 2 (2016): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2135.355 KB) | DOI: 10.25077/jif.8.2.87-97.2016

Abstract

Shell-and-Tube Heat Exchanger merupakan jenis penukar kalor yang banyak digunakan di pembangkit dan pengolahan minyak. Namun, peningkatan performa penukar kalor ini perlu dilakukan dengan cermat karena alirannya yang kompleks didalam shell. Penelitian ini mengkaji peningkatan performa dalam bentuk koefisien perpindahan panas total dan efektivitas dengan melakukan variasi jenis baffle (single segmental dan triple segmental) dan baffle spacing (5 cm dan 10 cm) menggunakan pendekatan eksperimen dan numerik. Penukar kalor diuji pada laju massa 0,033; 0,066; 0,099; 0,133; dan 0,166 kg/s. Pada variasi jenis baffle, hasil eksperimen menunjukkan single segmental menghasilkan koefisien perpindahan panas total dan efektivitas yang lebih baik dari pada triple segmental dengan nilai koefisien perpindahan panas total maksimal 301 W/m2.K pada 0,166 kg/s dan efektivitas maksimal 0,5 pada 0,033 kg/s. Sedangkan, pada variasi baffle spacing, hasil eksperimen menunjukkan baffle spacing 5 cm menghasilkan koefisien perpindahan panas maksimal 651 W/m2.K saat laju massa 0,166 kg/s sedangkan baffle spacing ini hanya munjukkan performa yang lebih besar dari baffle spacing 10 cm ketika laju massa 0,133 kg/s. Hasil simulasi menunjukkan turbulensi aliran yang besar pada sisi shell mengakibatkan distribusi temperatur merata sehingga mempengaruhi koefisien perpindahan panas total. Kata Kunci : Shell-and-Tube Heat Exchanger , baffle spacing, jenis baffle, koefisien perpindahan panas total, efektivitas, CFD. 
Pengaruh Panjang Serat Sabut Kelapa terhadap Kuat Tekan dan Kuat Lentur Beton Handani, Sri
Jurnal Ilmu Fisika Vol 1, No 1 (2009): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4325.115 KB) | DOI: 10.25077/jif.1.1.26-30.2009

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh panjang serat sabut kelapa dan proporsi penambahan dan pengurangan pasir terhadap kuat tekan dan kuat lentur beton melalui proses pembuatan beton secara manual. Panjang serat yang digunakan adalah 1 cm, 3 cm dan 5 cm. Variasi pasir dibuat dengan penambahan dan pengurangan pasir sebanyak 5% dan 10% dari massa awal pasir. Ukuran balok yang digunakan adalah 22 cm x 11 cm x 6 cm. Kuat tekan dan kuat lentur maksimum rata-rata yang diuji dengan Unit Testing Machine didapat pada panjang serat 3 cm sebesar 73,40 kg/cm2 dan 29,95 kg/cm2. Untuk penambahan dan pengurangan pasir sebanyak 5% dan 10% tidak menghasilkan perubahan yang berarti. Dari penelitian ini didapatkan bahwa panjang serat yang baik untuk pembuatan beton diperkuat serat adalah 3 cm.
PEMANFAATAN SENSOR FOTOTRANSISTOR DAN LED INFRAMERAH DALAM PENDETEKSI KEKERUHAN AIR BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 Yusfi, Meqorry
Jurnal Ilmu Fisika Vol 3, No 2 (2011): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.061 KB) | DOI: 10.25077/jif.3.2.80-85.2011

Abstract

Fototransistor merupakan salah satu komponen yang berfungsi sebagai detektor cahaya yang dapat mengubah efek cahaya menjadi sinyal listrik. Air yang keruh akan menyebabkan intensitas cahaya yang masuk kedalamnya berkurang. Dengan demikian tingkat kekeruhan air dapat dideteksi dengan alat pengukur intensitas cahaya seperti fototransistor dan LED inframerah sebagai sumber cahaya. Sistem yang telah dirancang bangun terdiri dari mikrokontroler AT89S51 sebagai pemroses data dan ADC digunakan untuk mengkonversi sinyal analog ke digital. Alat ini digunakan sebagai sistem pengontrol dengan keluarannya berupa alarm. Tegangan acuan yang dipakai agar alarm berbunyi adalah 1,656 volt. Pengujian sistem dilakukan dengan mendeteksi perubahan tingkat kekeruhan air pada sampel air minum kemasan, air PDAM, air sungai dan air kopi. Hasil yang diperoleh adalah semakin tinggi tingkat kekeruhan air atau semakin keruh air, maka tegangan keluaran sensor juga semakin tinggi.
Detektor Gas Oksigen dari Bahan Semikonduktor TiO2 Doping CuO Ramli, Paradita; Elvaswer, Elvaswer
Jurnal Ilmu Fisika Vol 8, No 1 (2016): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.739 KB) | DOI: 10.25077/jif.8.1.28-37.2016

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi detektor oksigen berupa pelet dengan bahan utama TiO2 didoping oleh CuO. Pelet detektor oksigen dibuat dengan variasi doping CuO 0%, 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10% terhadap bahan utama TiO2. Proses pembuatan detektor oksigen diawali dengan pencampuran bahan, kalsinasi pada temperatur 500℃ selama 4 jam, penggerusan, kompaksi, dan sintering pada temperatur 700℃ selama 4 jam. Detektor oksigen diuji pada temperatur ruang (30℃) dengan melihat karakteristik I-V, nilai sensitivitas, nilai konduktivitas, waktu respon, dan karakterisasi XRD. Nilai sensitivitas tertinggi dihasilkan sampel 98% mol TiO2 + 2% mol CuO sebesar 10,98 pada tegangan 30 volt dengan waktu respon 55 s. Nilai konduktivitas tertinggi dihasilkan oleh sampel 90% mol TiO2 + 10% mol CuO pada lingkungan oksigen. Hasil XRD menunjukkan ukuran kristal sampel dengan doping lebih kecil daripada sampel tanpa doping. Pada doping TiO2 + 6% mol CuO telah terbentuk senyawa baru dengan puncak CuO.
Analisis Anomali Geomagnetik Ultra Low Frequency (ULF) Sebagai Prekursor Gempa Bumi Pada Gempa Sumatera 2016 Yusdesra, Osi; Namigo, Elistia Liza; Mega Y, Dian
Jurnal Ilmu Fisika Vol 10, No 2 (2018): Published in September 2018
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.501 KB) | DOI: 10.25077/jif.10.2.64-72.2018

Abstract

Penelitian tentang anomali sinyal geomagnetik ultra low frequency (ULF) sebagai prekursor gempa telah dilakukan pada 3 gempa besar yang terjadi di Pulau Sumatera tahun 2016. Gempa tersebut adalah gempa Mentawai (Mw=7,8) pada tanggal 2 Maret, gempa Pesisir Selatan (Mw=6,5) pada tanggal 1 Juni dan gempa Pidie Jaya (Mw=6,5) pada tanggal 6 Desember. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data geomagnetik yang direkam oleh magnetometer MAGDAS di stasiun pengamatan Gunung Sitoli (GSI), Sumatera Utara. Data geomagnetik yang dianalisis memiliki rentang waktu 2 bulan sebelum kejadian gempa. Data ini diolah pada frekuensi 0,012 Hz. Anomali ditentukan berdasarkan nilai polarisasi power ratio SZ/SH yang melewati batas standar deviasi. Anomali yang terdeteksi kemudian divalidasi dengan data indeks Dst dan indeks Kp. Validasi dilakukan untuk memastikan bahwa anomali merupakan prekursor gempa bumi yang sedang diteliti. Hasil analisis menunjukkan terdapat anomali sinyal eletromagnetikik (ULF) yang terjadi sebelum kejadian gempa bumi. Sebelum kejadian gempa Mentawai terdeteksi 31 anomali, 10 diantaranya dapat dianggap sebagai prekursor gempa. Onset time anomali untuk gempa ini terjadi pada tanggal 19 Februari dengan lead time 12 hari sebelum gempa. Untuk gempa Pesisir Selatan terdeteksi 5 dari 28 anomali yang dapat dijadikan sebagai prekursor gempa dengan onset time pada tanggal 15 Mei dan lead time anomali 17 hari sebelum gempa . Kemudian, terdapat 36 anomali sebelum gempa Pidie Jaya, dimana ada 8 anomali yang dapat dijadikan sebagai prekursor gempa. Gempa ini memiliki onset time yang terjadi pada tanggal 13 November  dan lead time 24 hari sebelum gempa. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengamatan prekursor gempa untuk gempa di Sumatera (Mw>6) menggunakan anomali sinyal geomagnetik ULF mempunyai lead time dalam rentang 12-24 hari sebelum gempa terjadi. Kata kunci: prekursor gempa, anomali sinyal geomagnetik, Ultra Low Frequency (ULF),    MAGDAS, polarisasi power ratio, gempa Sumatera
ANALISIS GELOMBANG AKUSTIK PADA PAPAN SERAT KELAPA SAWIT SEBAGAI PENGENDALI KEBISINGAN -, Elvaswer
Jurnal Ilmu Fisika Vol 3, No 1 (2011): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.91 KB) | DOI: 10.25077/jif.3.1.16-22.2011

Abstract

Telah dilakukan pengukuran koefisien penyerapan bunyi dari papan komposit serat kelapa sawit dengan lem Polyvinyl Acetole (PVAC) sebagai matrik. Pengukuran dilakukan menggunakan metode tabung dimana perbandingan amplitudo maksimum dan amplitudo minimum dapat ditentukan. Hasil penelitian didapatkan bahwa komposisi matriks yang berbeda dapat mengubah koefisien penyerapan bunyi dan impedansi akustik. Penambahan matriks mengakibatkan penurunan koefisien penyerapan bunyi akustik. Koefisien penyerapan bunyi yang tertinggi adalah 0,96 pada frekuensi 600 Hz dengan komposisi 15 g serat kelapa sawit dan 47 g matriks. Sedangkan koefisien penyerapan bunyi terendah adalah 0,75 dengan komposisi 15 g serat kelapa sawit dan 54 g matriks. Limbah kelapa sawit sangat potensial untuk dijadikan material akustik sebagai pengendali kebisingan.
PENDUGAAN POTENSI AIR TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI SCHLUMBERGER (Jorong Tampus Kanagarian Ujung Gading Kecamatan Lembah Malintang Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat) Budiman, Arif
Jurnal Ilmu Fisika Vol 5, No 2 (2013): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.845 KB) | DOI: 10.25077/jif.5.2.72-78.2013

Abstract

Penelitian untuk menentukan letak dan kedalaman akuifer air tanah telah dilakukan di Jorong Tampus Kanagarian Ujung Gading Kecamatan Lembah Malintang Kabupaten Pasaman Barat Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode geolistrik tahanan jenis dengan konfigurasi Schlumberger dengan empat titik sounding yaitu TM_01, TM_02, TM_03 dan TM_04. Jarak antar masing-masing titik sounding adalah 400 m. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software HIRA. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa akuifer terletak pada kedalaman 96.00 – 100.00 m dengan titik pengeboran yang direkomendasikan terletak di titik sounding TM_03 pada kedalaman 100.00 m. Akuifer tersebut merupakan akuifer tertekan yang terletak pada lapisan batu pasir vulkanik.
Penentuan Koefisien Absorbsi Bunyi dan Impedansi Akustik dari Serat Alam Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) dengan Menggunakan Metode Tabung Febrita, Vonny; -, Elvaswer
Jurnal Ilmu Fisika Vol 7, No 2 (2015): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.323 KB) | DOI: 10.25077/jif.7.2.45-49.2015

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan nilai koefisien absorbsi bunyi dan impedansi akustik dengan menggunakan metode tabung. Material akustik dibuat menggunakan serat eceng gondok dan matriks PVAc dengan ketebalan yang sama yaitu 0,8 cm. Pengukuran dilakukan pada frekuensi 400 Hz, 800 Hz, 1600 Hz, 3200 Hz dan 6400 Hz. Koefisien absorbsi bunyi tertinggi dengan nilai 0,98 pada frekuensi 6400 Hz adalah sampel 4 dengan komposisi serat 35,0 g dan matriks 27,5 g, sedangkan  koefisien absorbsi bunyi terendah dengan nilai 0,16 pada frekuensi 1600 Hz adalah sampel 2 dengan komposisi serat 30 g dan matriks 32,5 g. Nilai impedansi tertinggi yaitu 0,9869 kg/m2s, sedangkan nilai impedansi terendah 0,8825 kg/m2s. Nilai densitas tertinggi  yaitu 0,91 g/cm3, sedangkan nilai densitas terendah 0,67 g/cm3. Serat eceng gondok dapat digunakan untuk mengendalikan kebisingan karena mampu menyerap bunyi pada frekuensi rendah dan tinggi.
Estimasi Intensitas Gempa Bumi Dan Percepatan Tanah Maksimum Kota Padang Berdasarkan Data Historis Gempa 1976-2016 di Wilayah Mentawai Pujiastuti, Dwi; Nofaslah, Rido; Budiman, Arif
Jurnal Ilmu Fisika Vol 9, No 2 (2017): Published in September 2017
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.285 KB) | DOI: 10.25077/jif.9.2.110-120.2017

Abstract

Telah dilakukan estimasi nilai intensitas gempa bumi dan percepatan tanah maksimum di Kota Padang  berdasarkan data historis gempa 1976-2016 di wilayah  Mentawai.  Rumusan empiris Si and Midorikawa (1999) digunakan untuk menghitung percepatan tanah maksimum dan rumusan empiris Murphy O’Brein untuk menghitung intensitas gempa. Data yang digunakan diperoleh dari USGS untuk gempa di wilayah Mentawai dengan dengan kekuatan ≥ 5 SR dan kedalaman ≤ 70 km dari tahun 1976 – 2016.  Daerah penelitian dibatasi oleh  1.1o LS - 0,4o LU dan 100,05o BT – 100,35o BT yang dibagi dengan jarak grid 0,02o sehingga didapatkan 208 titik penghitungan. Intensitas gempa dan percepatan tanah maksimum dihitung berdasarkan data gempa di wilayah intraplate dan interplate. Dari hasil pengolahan data didapatkan peta  percepatan tanah maksimum dan intensitas gempa Kota Padang dari kedua wilayah gempa tersebut.. Nilai percepatan tanah maksimum terbesar di Kota Padang akibat gempa di wilayah interplate segmen Mentawai berkisar antara  57,89 cm/s2 sampai 119,69 cm/s2. Kecamatan dengan percepatan tanah maksimum akibat gempa di wilayah interplate adalah Kecamatan Bungus Teluk Kabung yaitu berkisar antara 106,21 cm/s2 sampai 119,69 cm/s2  dengan intensitas gempa sebesar VI - VII MMI. Nilai percepatan tanah maksimum di Kota Padang akibat gempa di segmen intraplate wilayah Mentawai berkisar antara sebesar 830,38 cm/s2 sampai 956,75 cm/s2 yaitu di  Kecamatan Padang Selatan dan Padang Barat dan mengecil ke arah timur Kota Padang. Intensitas gempa Kota Padang akibat gempa intraplate adalah sekitar IX MMI. Dampak  gempa dengan intensitas IX  menimbulkan kondisi kerusakan yang parah yang ditandai dengan adanya gejala kerusakan pada struktur bangunan, dan muncul gejala likuifaksi di area alluvial atau pasir.  Kata kunci :  Gempa bumi, Intensitas, MMI, Percepatan tanah, interplate, intraplate            
PENGARUH PENAMBAHAN GULA JAGUNG TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN BIODEGRADABILITAS PLASTIK CAMPURAN POLYPROPYLENE BEKAS DAN PATI SAGU Mulyadi, Sri
Jurnal Ilmu Fisika Vol 2, No 2 (2010): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.293 KB) | DOI: 10.25077/jif.2.2.51-55.2010

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menentukan pengaruh gula jagung terhadap sifat mekanik dan biodegradabilitas plastik campuran polypropylene bekas dan pati sagu. Pada penelitian ini dibuat 5 sampel dengan variasi massa gula jagung yang berbeda. Pengukuran dilakukan terhadap kuat tekan dan kuat lentur dari setiap sampel. Penentuntuan tingkat degradabilitas ditentukan dengan mengubur sampel selama tujuh hari. Hasil menunjukkan bahwa kuat lentur dan kuat tekan plastik mengalami kenaikan dengan penambahan gula jagung. Nilai kuat tekan dan kuat lentur maksimum terdapat pada komposisi 90 gr : 10 gr : 10 gr yaitu 87,04 kg/cm2 dan 96,9 kg/cm2 . Ditinjau dari segi fisis setelah proses penguburan, plastik campuran dengan komposisi gula jagung terbanyak memiliki permukaan paling kasar dan paling banyak lobang. Hal ini dapat diartikan bahwa plastik dengan komposisi gula jagung terbanyak memiliki tingkat degradabilitas tertinggi.

Page 7 of 45 | Total Record : 443


Filter by Year

2009 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 18 No 1 (2026): March 2026 (Forthcoming Issue) Vol 17 No 2 (2025): September 2025 Vol 17 No 1 (2025): March 2025 Vol 16 No 2 (2024): September 2024 Vol 16 No 1 (2024): March 2024 Vol 15 No 2 (2023): September 2023 Vol 15 No 1 (2023): March 2023 Vol 14 No 2 (2022): September 2022 Vol 14, No 1 (2022): In progress (March 2022) Vol 14 No 1 (2022): March 2022 Vol 13 No 2 (2021): September 2021 Vol 13, No 2 (2021): September 2021 Vol 13, No 2 (2021): Published in September 2021 (COMING ISSUE) Vol 13 No 1 (2021): March 2021 Vol 13, No 1 (2021): Published in March 2021 Vol 12, No 2 (2020): Published in September 2020 Vol 12 No 2 (2020): September 2020 Vol 12 No 1 (2020): March 2020 Vol 12, No 1 (2020): Published in March 2020 Vol 11, No 2 (2019): Published in September 2019 Vol 11 No 2 (2019): September 2019 Vol 11 No 1 (2019): March 2019 Vol 11, No 1 (2019): Published in March 2019 Vol 10, No 2 (2018): Published in September 2018 Vol 10 No 2 (2018): September 2018 Vol 10, No 1 (2018): Published in March 2018 Vol 10 No 1 (2018): March 2018 Vol 9, No 2 (2017): Published in September 2017 Vol 9 No 2 (2017): September 2017 Vol 9, No 1 (2017): Published in March 2017 Vol 9 No 1 (2017): March 2017 Vol 8 No 2 (2016): September 2016 Vol 8 No 1 (2016): March 2016 Vol 8, No 2 (2016): JURNAL ILMU FISIKA Vol 8, No 1 (2016): JURNAL ILMU FISIKA Vol 7 No 2 (2015): September 2015 Vol 7 No 1 (2015): March 2015 Vol 7, No 2 (2015): JURNAL ILMU FISIKA Vol 7, No 1 (2015): JURNAL ILMU FISIKA Vol 6 No 2 (2014): September 2014 Vol 6 No 1 (2014): March 2014 Vol 6, No 2 (2014): JURNAL ILMU FISIKA Vol 6, No 1 (2014): JURNAL ILMU FISIKA Vol 5 No 2 (2013): September 2013 Vol 5 No 1 (2013): March 2013 Vol 5, No 2 (2013): JURNAL ILMU FISIKA Vol 5, No 1 (2013): JURNAL ILMU FISIKA Vol 4 No 2 (2012): September 2012 Vol 4 No 1 (2012): March 2012 Vol 4, No 2 (2012): JURNAL ILMU FISIKA Vol 4, No 1 (2012): JURNAL ILMU FISIKA Vol 3 No 2 (2011): September 2011 Vol 3 No 1 (2011): March 2011 Vol 3, No 2 (2011): JURNAL ILMU FISIKA Vol 3, No 1 (2011): JURNAL ILMU FISIKA Vol 2 No 2 (2010): September 2010 Vol 2 No 1 (2010): March 2010 Vol 2, No 2 (2010): JURNAL ILMU FISIKA Vol 2, No 1 (2010): JURNAL ILMU FISIKA Vol 1 No 2 (2009): September 2009 Vol 1 No 1 (2009): March 2009 Vol 1, No 2 (2009): JURNAL ILMU FISIKA Vol 1, No 1 (2009): JURNAL ILMU FISIKA Vol 1, No 1 (2009): JURNAL ILMU FISIKA More Issue