cover
Contact Name
Fadliondi
Contact Email
fadliondi@ftumj.ac.id
Phone
+6221-4244016
Journal Mail Official
fadliondi@ftumj.ac.id
Editorial Address
Jl. Cempaka Putih Tengah 27 No.47
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
ISSN : 26542684     EISSN : 26219700     DOI : https://doi.org/10.24853
Fokus dan ruang lingkup jurnal meliputi (namun tidak terbatas pada) elektronika, material elektronika, kendali, telekomunikasi, tenaga listrik dan komputer. The focus and scope of the journal covers (but is not limited to) electronics, electronic material, controls, telecommunications, electric power and computer.
Articles 149 Documents
Rancang Bangun Blood Bag Shaker Berbasis Arduino Uno Dilengkapi Penghangat Permadi, I Putu Gede Wahyu Pina; Mahardiananta, Agus; Aryasa, Tanjung; Suhartono, Suhartono
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 7, No 1 (2024): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.7.1.11-18

Abstract

Darah merupakan cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan) yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh. Blood Bag Shaker adalah alat yang digunakan untuk membantu proses donor darah dimana proses penimbangan darah dapat dilakukan secara otomatis sesuai kebutuhan. Objek penelitian ini adalah alat Blood Bag Shaker berbasis Arduino Uno dilengkapi penghangat. Pengumpulan data dilakukan dengan menguji dan mengukur langsung pada alat kemudian mencatat hasil uji pada lembar pengujian serta mengobservasi beberapa literatur-literatur yang digunakan sebagai acuan pengujian. Metode pengolahan data dilakukan setelah peneliti mendapat hasil pengujian alat. Metode metode pengolahan data ini berfungsi untuk mendapatkan nilai rata-rata, standar deviasi, nilai kesalahan, nilai persentase kesalahan, dan nilai persentase keakurasian. Hasil pengujian waktu dari blood bag shaker rancang bangun dengan pembanding stopwatch sebagai alat ukur, pengujian waktu pada kecepatan rendah 13 shake permenit memiliki error 0,06 %, kecepatan sedang 15 shake permenit memiliki error 0,23 %, kecepatan tinggi 19 shake permenit memiliki error 0,13 %. Hasil pengujian volume (ml) dari alat blood bag shaker rancang bangun dengan pembanding gelas ukur, pada pengujian volume 250 ml, 350 ml dan 450 ml memiliki error keseluruhan sebesar 0%. Hasil pengujian suhu pada alat blood bag shaker rancang bangun pada suhu setting 36o -37o C dengan pembanding thermometer merk HTC-2 memiliki error sebesar 0,09 %. 
Perancangan Alat Pembersih Panel Surya Berbasis Internet of Things Isyanto, Haris; Batubara, Muhammad Azra Komara; Almanda, Deni
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 6, No 2 (2023): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.6.2.125-132

Abstract

ABSTRAKFactor yang mempengaruhi penurunan kinerja panel surya berupa debu, pasir-pasir, kotoran dan lainnya. Partikel yang menempel pada panel surya diakibatkan pada pergerakan angin yang dapat mengenai permukaan panel surya. apabila partikel menempel luas permukaan maka intensitas matahari yang masuk akan terhalangi oleh parikel. Sehingga akan mengurangi daya yang dihasilkan. Dalam penelitian ini merancang alat pembersih panel surya untuk mengukur kinerja panel surya berupa tegangan, arus, daya berbasis internet of things. Pengujian yang dilakukan berupa pengujian kinerja selisih sebelum, dan sesudah dibersihkan. Persentase error dan keberhasilan pengukuran pada tegangan, arus, dan daya panel surya. hasil didapatkan bahwa tegangan sebelum pembersihan sebesar 12,11 V, arus 0,45 A, 5,5 Watt. Kemudian setelah dilakukan pembersihan didapatkan nilai tegangan sebesar 12,87 V, arus 1,76 A, dan daya 22,65 Watt. Selanjutnya persentase error pengukuran didapatkan rata-rata tegangan sebesar 0.80%, arus 3.14%, dan daya 3.92%. sedangkan persentase keberhasilan pengukuran didapatkan rata-rata tegangan 99.20%, arus 96.86%, daya 96.08%.Kata kunci : internet of things, panel surya, persentase error, persentase keberhasilanABSTRACTFactors that affect the performance of solar panels from dust, sand, dirt, and others. Particles attached to the solar panel are caused by the movement of the wind that can hit the surface of the solar panel. If the particles stick to the surface area, the intensity of the incoming sun will be blocked by the particles. This will reduce the power generated. This study, designing a solar panel cleaning tool to measure the performance of solar panels in the form of voltage, current, and power based on the internet of things. Tests were carried out in the form of performance testing the difference before, and after cleaning. Percentage of error and success of measurements on voltage, current, and solar panel power. The results showed that the voltage before cleaning was 12.11 V, current 0.45 A, 5.5 Watt. Then after cleaning, the voltage value is 12.87 V, the current is 1.76 A, and the power is 22.65 Watt. Furthermore, the percentage of measurement error obtained an average voltage of 0.80%, current of 3.14%, and power of 3.92%. while the percentage of successful measurements obtained an average voltage of 99.20%, current 96.86%, and power 96.08%.Keywords: internet of things, solar panels, error percentage, success percentage
Efisiensi Baterai Lithium Ion Terhadap Pembatasan Arus Motor BLDC 2000 Watt Sepeda Motor Listrik Mufid, Muhammad Ariq; Ma'arif, Eka Samsul
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 7, No 1 (2024): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.7.1.45-50

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang efisiensi baterai lithium-ion pada sistem pembatasan arus motor Brushless Direct Current (BLDC) dengan daya 2000 watt pada sepeda motor listrik. Penelitian ini dimulai dengan studi literatur dan mengumpulkan informasi dan pengetahuan tentang penelitian ini, mempersiapkan semua yang dibutuhkan, menentukan sirkuit atau lintasan, lalu pengujian pertama motor listrik tanpa membatasi arus pada motor BLDC 2000 watt, mengumpulkan data hasil pengujian, menentukan bagaimana efisiensi dan perbedaannya. Dari hasil penelitian, akan ditarik kesimpulan mengenai efisiensi baterai lithium ion terhadap pembatasan arus motor BLDC 2000 watt pada sepeda motor listrik. Dengan demikian, pembatasan perlu dilakukan pada driver agar pemakaian baterai lebih efisien dan lebih awet. Pengaturan dilakukan dengan menggunakan alat speed controller PWM DC di 3 level kecepatan, yaitu di kecepatan 30 Km/Jam dengan pembatasan arus di 9,6 A, di kecepatan 40 Km/Jam dengan pembatasan arus di 12,3 A, dan di kecepatan 50 Km/Jam dengan pembatasan arus di 15,2 A. Kata Kunci : motor listrik, motor BLDC, PWM DC, kecepatanABSTRACTThis research discusses the efficiency of lithium-ion batteries in the current limiting system for Brushless Direct Current (BLDC) motors with a power of 2000 watts on electric motorbikes. This research begins with a literature study and collecting information and knowledge about this research, preparing everything needed, determining the circuit or path, then first testing the electric motor without limiting the current on a 2000 watt BLDC motor, collecting test result data, determining the efficiency and differences. From the research results, conclusions will be drawn regarding the efficiency of lithium ion batteries in limiting the current of 2000 watt BLDC motors on electric motorbikes. Thus, restrictions need to be placed on drivers so that battery use is more efficient and lasts longer. Settings are carried out using a PWM DC speed controller at 3 speed levels, namely at a speed of 30 Km/H with a current limitation of 9.6 A, at a speed of 40 Km/H with a current limitation of 12.3 A, and at a speed of 50 Km /Hr with current limiting at 15.2 A.Keywords : electric motor, BLDC motor, PWM DC, speed
Perbandingan Baterai Lithium Ion dan Baterai Valve Regulated Lead Acid 48 Volt 20 Ampere terhadap Kelayakan Pakai Sepeda Motor Listrik Konversi SMK Negeri 55 Jakarta Ma'arif, Eka Samsul; Suprapto, Thias
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 6, No 2 (2023): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.6.2.119-124

Abstract

ABSTRAKPenelitian membandingkan uji kelayakan baterai Lithium Ion (LI) dan Valve Regulated Lead-Acid (VRLA) 48 V 20 AH dengan menggunakan metode perbandingan dimensi batrai, perbandingan berat baterai, perbandingan biaya harga perakitan baterai, waktu pengecasan dan uji efisiensi jarak tempuh batrai, untuk mengetahui kelayakan batrai sepeda motor listrik konversi. Perbandingan dimensi baterai dilakukan dengan cara merakit dan menghitung dimensi dari setiap baterai dengan spesifikasi 48 V 20 AH. Dari hasil pengukuran dimensi didapatkan batrai LI dengan ukuran 255 mm x 195 mm x 68 mm dan baterai VRLA dengan ukuran 362 mm x 152 mm x 168 mm. Kemudian menghitung berat dari kedua batrai tersebut. Dari hasil pengukuran berat baterai, batrai LI memiliki berat 6,6 Kg dan batrai VRLA memiliki berat 25,5 Kg. Kemudian menghitung biaya perakitan batrai dari kedua batrai tersebut. Dari hasil perhitungan biaya baterai, batrai LI menghabiskan biaya perakitan sebesar Rp. 4.600.000 dan batrai VRLA menghabiskan biaya perakitan sebesar Rp. 2.650.000. Setelah itu, memasuki tahap pengujian efisiensi batrai dimana pengujian ini diperlukan untuk mengetahui jarak yang dapat ditempuh dan juga kecepatan yang paling efisien didalam mengendarai sepeda motor listrik. Dari hasil data diperoleh batrai LI memperoleh jarak tempuh sejauh 32 KM dengan kecepatan 30 Km/Jam dan batrai VRLA memperoleh jarak tempuh sejauh 25 KM dengan kecepatan 30 Km/Jam. Selanjutnya ialah proses pengukuran waktu pengecasan dari kondisi baterai 0% - 100% pada kedua jenis batrai, dari hasil pengukuran waktu pengeceasan terbaik didapatkan oleh batrai jenis LI dengan waktu pengecasan selama 4 jam, bila dibandingkan dengan baterai VRLA selama 6 jam. Dari hasil diatas kemudian diambil kesimpulan bahwa batrai dengan spesifikasi 48 V 20 AH dari perakitan kedua jenis baterai. Baterai LI  menjadi batrai yang paling efisen didalam jarak tempuh, lebih mudah didalam bentuk dimensinya, dan lebih ringan bila dibandingkan dengan batrai VRLA. dan batrai VRLA menjadi batrai dengan nilai ekonomis dan juga lebih simple didalam perakitan batrainya. Kata Kunci : Baterai LI, Baterai VRLA, Perbandingan Baterai LI VS VRLA, Uji Kelayakan Baterai, Aki Kering, Baterai Motor Listrik Terbaik. ABSTRACTThis study compares the feasibility tests of Lithium Ion (LI) and Valve Regulated Lead-Acid (VRLA)48 V 20 AH batteries by using the method of comparing battery dimensions, comparison of batteryweight, comparison of the cost of battery assembly prices, charging time and battery mileage efficiency test, to determine the feasibility of a conversion electric motorcycle battery. Comparison of battery dimensions is done by assembling and calculating the dimensions of each battery with 48V 20 AH specifications. From the results of the dimensional measurements, a LI battery with a sizeof 255 mm x 195 mm x 68 mm was obtained and a VRLA battery with a size of 362 mm x 152 mm x168 mm. Then calculate the weight of the two batteries. From the results of battery weightmeasurements, the LI battery weighs 6.6 kg and the VRLA battery weighs 25.5 kg. Then calculate the battery assembly costs of the two batteries. From the calculation of the cost of the battery, the LI battery costs as much as Rp. 4,600,000 and the VRLA battery costs Rp. 2,650,000. After that, entering the battery efficiency testing stage where this test is needed to determine the distance that can be traveled and also the most efficient speed when driving an electric motorcycle. From the results of the data, it was obtained that the LI battery obtained a distance of 32 KM at a speed of30 Km/hour and the VRLA battery obtained a distance of 25 KM at a speed of 30 Km/hour. Next is the process of measuring the charging time from 0% - 100% battery conditions on both types of batteries, from the best charging time measurement results obtained by the LI type battery with a charging time of 4 hours, when compared to the VRLA battery for 6 hours. From the above resultsit was concluded that the battery with the specifications of 48 V 20 AH from the assembly of the two types of batteries. LI batteries are the most efficient batteries in terms of mileage, lighter in terms of dimensions, and lighter than VRLA batteries. and VRLA batteries are batteries with economic value and are also simpler in battery assembly. Keywords: LI Battery, VRLA Battery, Comparison of LI VS VRLA Battery, Battery FeasibilityTest, Dry Battery, Best Electric Motorcycle Battery.
Perancangan Pembuatan Alat Pengukur Tinggi dan Berat Badan Digital dengan Output Printer Thermal Widyanto, Muhamad Irfan; Bachri, Affan; Abidin, Zainal
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 6, No 2 (2023): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.6.2.89-92

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memudahkan para petugas medis dan mempercepat pelayanan dibidang medis. Pengukuran tinggi dan berat badan hampir semua pelayanan medis dibutuhkan untuk data pasien, disaat pasien sedang ramai maka pasien diharapkan menunggu untuk dilakukannya pengukuran oleh petugas, dari permasalahan tersebut penulis berinisiatif membuat alat yang membantu petugas medis. Alat ini terbuat dari rangkaian utama yaitu IC Atmega328 untuk memproses data, sensor loadcell untuk membaca beban timbangan, Modul HX711 untuk membaca data dari loadcell dan diteruskan ke IC utama, LCD sebagai menampilkan karakter tulisan, keypad sebagai memasukan nomor dan juga sebagai tombol menjalankan alat, sensor ultrasonik untuk mengukur tinggi badan dan printer thermal untuk mencetak hasil dari pembacaan. Semua dirangkai menjadi satu kesatuan dengan kerangka alumunium dan kayu. Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan dengan cara membandingkan hasil pengukuran alat dengan hasil pengukuran alat ukur yang lain, perbedaan dari kedua pengukuran tidak jauh beda daan masih pada batas toleransi.                 Kata Kunci : tinggi badan, berat badan, medisABSTRACTMaking a human body temperature measuring device without direct contact with humans using IoT. This human body temperature measuring device is very effective in the community. This IoT-based body temperature measuring device can be run and used without any contact with the device so that it can lower the spread of the virus because it uses the MLX90614 temperature sensor which can read the temperature without touching objects. This tool is also efficient and inexpensive to manufacture and features text messages via a 16x2 LCD and Voice through Speakers to make it easier for users and more interactive. This chapter describes the system design in the form of data collection, design in system implementation. These references include journals, theses, books, and articles on the internet.Keywords : height, weight, medical
Perancangan Pendingin Minuman Portable Menggunakan Efek Peltier Berbasis Raspberry-Pi Triyono, Sugeng; Muchtar, Husnibes; Sudarwati, Wiwik
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 7, No 1 (2024): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.7.1.73-76

Abstract

ABSTRAKDengan semakin tingginya mobilitas dan perpindahan manusia dari satu tempat ketempat lain serta sedang ramainya isu tentang Pemanasan global yang diakibatkan oleh Polusi dan efek gas rumah kaca sehingga memerlukan terobosan untuk mengurangi bahan untuk pendingin yang tidak menyebabkan kerusakan lingkungan. Salah satu solusi adalah dengan menggunakan Elemen termoelektrik (Peltier) sebagai komponen utama untuk mendinginkan. Perancangan Pendingin menggunakan Peltier serta desain kotak untuk minuman portable. Dan ada beberapa bahan pendukung untuk membuang panas dan serta mengalirkan dingin dari peltier ke dalam kotak tempat minuman yang akan didinginkan. Sistem pendingin termoelektrik ini memiliki kapasitas pendinginan yang terbatas karena kemampuan dari material modul termoelektrik dan juga heatsink yang digunakan. Dalam Tugas akhir ini akan membahas mengenai perancangan pendingin minuman portable menggunakan efek peltier berbasis raspberry Pi dan control suhu menggunakan DHT11 dengan output digital yang bisa terbaca dengan monitor LCD terhubung dengan Raspberry Pi. Suhu dingin yang dihasilkan termoelektrik juga dapat diatur batas suhunya sesuai kapasitas pendinginnya.Kata kunci : Termoelektrik, Raspberry, DHT11,PeltierABSTRACTWith the increasing mobility and movement of people from one place to another and the ongoing issue of global warming caused by pollution and the effects of greenhouse gases, breakthroughs are needed to reduce cooling materials that do not cause environmental damage. One solution is to use a thermoelectric element (Peltier) as the main component for cooling.Cooling design using Peltier and box design for portable drinks. And there are several supporting materials to dissipate heat and also channel cold from the peltier into the box where the drinks will be cooled. This thermoelectric cooling system has a limited cooling capacity due to the capabilities of the thermoelectric module material and also the heatsink used.In this final assignment, we will discuss the design of a portable beverage cooler using a Raspberry Pi-based Peltier effect and temperature control using DHT11 with digital output that can be read with an LCD monitor connected to the Raspberry Pi. The cold temperature produced by thermoelectrics can also be set at a temperature limit according to the cooling capacity.Keywords: Thermoelectric, Raspberry, DHT11, Peltier
RANCANG BANGUN METER GCU DAN OXIMETER NON-INVASIVE Pramesti, Risma Diyah; Sumanto, Budi
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 7, No 1 (2024): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.7.1.19-26

Abstract

Pemeriksaan kesehatan memiliki peran yang penting dalam mencegah terserang penyakit, dengan tujuan untuk mendeteksinya sejak dini dengan menggunakan perangkat monitoring. Perangkat monitoring yang digunakan adalah GCU meter dan oksimeter. Tujuan dari penelitian ini adalah menciptakan sebuah perangkat yang dapat melakukan pengukuran kadar gula darah, kolesterol, asam urat, dan saturasi oksigen dengan menggunakan metode non-invasive, Alat ini menggunakan ESP8266 sebagai mikrokontroler-nya dan menggunakan photodiode untuk pembacaan-nya serta menggunakan infrared dan LED sebagai sensor-nya. Alat ini akan membaca intensitas cahaya yang dipancarkan oleh LED dan infrared yang melewati jari sebelum diarahkan ke photodiode. Dalam pengujian digunakan 3 variabel sensor yang berbeda yaitu LED super bright berwana merah, hijau dan biru. Hasil pengujian menunjukkan tingkat akurasi yang berbeda-beda untuk berbagai warna LED. Untuk kadar gula, LED merah memiliki akurasi 9,5%, LED hijau 33,6%, dan LED biru 36,2%. Untuk kadar asam urat, LED merah memiliki akurasi 97,4%, LED hijau 55,4%, dan LED biru 35,1%. Untuk kadar kolesterol, LED merah memiliki akurasi 98,9%, LED hijau38,2%, dan LED biru 32,9%. Sedangkan untuk saturasi oksigen, LED merah memiliki akurasi 99,4%, LED hijau 95%, dan LED biru 32,9%.
PERANCANGAN PEMBUATAN ALAT SOFT START ANTI TRIP DAN PERBAIKAN DAYA UNTUK MENGATASI KENDALA DAYA REAKTIF PERALATAN INDUSTRI RUMAHAN DENGAN MONITORING DISPLAY Eka Prastiawan, Muhammad Irvany; Abidin, Zainal; Ilmi, Ulul
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 6, No 2 (2023): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.6.2.109-112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memudahkan para pelaku industri rumahan dalam pemeliharaan dan pengoptimalan kerja peralatan. Untuk sumber listrik pada industri rumahan biasannya memakai sumber daya 2A/450W – 4A/900W,  hampir semua peralatan industri rumahan menggunakan peralatan motor induksi yang mempunyai daya dan lonjakan arus starting yang tinggi. dari permasalahan tersebut penulis berinisiatif membuat alat yang membantu pelaku industri rumahan.   Alat ini bekerja dari sumber tegangan 220VAC alat ini akan mendeteksi data tegangan dan arus dari supplay sumber listrik lalu alat ini akan menahan lonjakan arus ketika awal starting peralatan yang akan digunakan, Dari sumber tegangan inti resistor akan menghambat laju arus starting peralatan dengan nilai resistansi yang sesuai perhitungan. Setelah itu listrik yang mengalir sesudah melewati resistor akan distabilkan oleh kapasitor pertama dan kapasitor kedua akan memperbaiki nilai cospi agar kinerja peralatan bisa optimal dan dimonitoring oleh Power Volt Accurate Ampere Meter.            Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan dengan cara pengukuran dan perbaikan daya, tegangan dan arus. Dapat disimpulkan alat ini dapat menahan lonjakan arus starting dan memperbaiki faktor daya dengan tampilan monitoring display.
Analisa Perbandingan Kinerja Panel Surya Jenis Monocrystaline dan Thin Film Nugroho, Ardan Adhi; Isyanto, Haris
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 7, No 1 (2024): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.7.1.51-58

Abstract

ABSTRAKKomponen panel surya memiliki 3 jenis yaitu polycrystalline, monocrystalline, dan thin film. Jenis-jenis panel surya dapat menyerap radiasi matahari dengan baik untuk menghasilkan energi listrik. Pemasalahan utama dari solar cell yakni jenis bahan yang dipakai sehingga dapat mempengaruhi kinerja yang dihasilkan oleh panel surya. Kinerja yang dihasilkan dapat mempengaruhi perbedaan suhu permukaan, sehingga hasil produksi listrik yang dihasilkan akan menurun terhadap suhu yang tinggi. Pada penelitian ini memakai panel mentari thin film, monocrystalline. Buat melakukan perbandingan kinerja antara kedua panel mentari tersebut. Kinerja panel surya yang dibandingkan meliputi efisiensi, suhu permukaan panel surya terhadap intensitas matahari. Dari hasil penelitian perbandingan kinerja panel surya monocrystalline dan thin film diperoleh hasil terbaik pada parameter efisiensi thin film sebesar 15,38%, dibandingkan dengan monocrystalline sebesar 14,25%. Selanjutnya diperoleh hasil terbaik parameter daya output thin film sebesar 85,97 watt, dibandingkan dengan monocrystalline sebesar 69,47 watt, serta diperoleh hasil terbaik pada nilai suhu permukaan thin film sebesar 48,1 (oC), dibandingkan monocrystalline sebesar 56,3 (oC), Dari hasil penelitian ini panel surya jenis thin film mendapatkan hasil yang terbaik dimana mampu meredam suhu dan menyerap daya listrik dibandingkan dengan panel surya monocrystalline, dikarenakan factor yang mempengaruhi kinerja panel surya terutama suhu permukaan yang lebih tinggi. Kata Kunci: Perbandingan kinerja, Panel surya monocrystaline, thin film, efisiensi. ABSTRACTSolar panel components have 3 types, namely polycrystalline, monocrystalline, and thin film. These types of solar panels can absorb solar radiation well to produce electrical energy. The main problem of solar cells is the type of material used so that it can affect the performance produced by solar panels. The resulting performance can affect the difference in surface temperature, so that the resulting electricity production will decrease against high temperatures. In this study using thin film and monocrystalline solar panels. to do a performance comparison between the two solar panels. The performance of solar panels compared includes efficiency, surface temperature of solar panels against solar intensity. From the results of the comparative study of monocrystalline and thin film solar panel performance, the best results were obtained on the thin film efficiency parameter of 15.38%, compared to monocrystalline by 14.25%. Furthermore, the best results were obtained for thin film output power parameters of 85.97 watts, compared to monocrystalline of 69.47 watts, and the best results were obtained at thin film surface temperature values of 48.1 (oC), compared to monocrystalline of 56.3 (oC), From the results of this study thin film type solar panels get the best results which are able to reduce temperature and absorb electrical power compared to monocrystalline solar panels,  Due to factors that affect the performance of solar panels, especially higher surface temperatures. Keywords: Performance comparison, monocrstalline solar panel,  thin film, efficiency.
Rancang Bangun Smart Monitoring Farming pada Media Tanah Menggunakan Sistem IoT (Internet of Things) Muchtar, Husnibes; Ulhaq, Muhammad Zulfikar Hafizh
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 6, No 2 (2023): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.6.2.133-142

Abstract

ABSTRAK                 Sektor pertanian merupakan hal penting pada setiap negara terutama di negara Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah petani. Permasalahan yang kita hadapi di era moderen ini yaitu sistem pertanian yang masih tradisional yang tidak efisien. Metode penelitian yang dilakukan pada sistem yang diusulkan mendeteksi kadar air dalam tanah, tingkat pH air, suhu dan kelembapan udara serta mendeteksi cuaca pada ladang, dengan menggunakan sensor kelembapan, sensor pH, sensor suhu DHT22 dan sensor hujan. Tingkat kelembapan tanah juga disesuaikan dengan pengairan menggunakan waterpump. Jika tingkat kelembapan berada di bawah ambang batas maka sensor kelembapan mengirimkan data informasi pada modul ESP32 dan data dikirimkan pada platform IoT Thingspeak. Dibandingkan dengan sistem lain, sistem ini memberikan efisiensi yang lebih baik untuk meningkatkan produksi pertanian. ESP32 mengumpulkan data dari semua sensor dan menghubungkan data tersebut dengan cloud lalu ditampilkan di webpage. Keuntungan utama dari sistem ini yaitu pemilik ladang dapat memantau ladang mereka dari jarak jauh selama masih terkoneksi dengan internet. Respon sistem dari alat ini dengan webpage Thingspeak yaitu minimal 15 detik sedangkan presentase rata-rata error dari sensor DHT22 yang dihasilkan berdasarkan pengujian sebesar 10.66 % untuk kelembapan udara, 1.73 % untuk temperatur udara. Sedangkan rata-rata error untuk sensor pH pada ketegori pembacaan asam (pH 4.00) sebesar 5.28 %, netral (pH 6.86) sebesar 3.20 %, dan basa (pH9.18) sebesar 3.44 %, untuk tujuan utama dari penelitian ini adalah menjadikan pertanian cerdas dan meningkatkan efisiensi produksi pertanian menggunakan otomatisasi dan teknologi IoT.  Kata Kunci : ESP32 Sensor, pertanian, IoTABSTRACTThe agricultural sector is important in every country, especially in Indonesia, where the majority of the population is farmers. The problem we are facing in this modern era is that the traditional agricultural system is still inefficient. The research method carried out on the proposed system detects water content in the soil, water pH level, temperature and humidity and detects the weather in the fields, using humidity sensors, pH sensors, DHT22 temperature sensors and rain sensors. The level of soil moisture is also adjusted by irrigation using a waterpump. If the humidity level is below the threshold, the humidity sensor sends information data to the ESP32 module and the data is sent to the Thingspeak IoT platform. Compared to other systems, this system provides better efficiency for increasing agricultural production. ESP32 collects data from all sensors and connects the data with the cloud and then displays it on the webpage. The main advantage of this system is that farm owners can monitor their fields remotely as long as they are connected to the internet. The system response from this tool with the Thingspeak webpage is a minimum of 15 seconds while the average percentage of error from the DHT22 sensor generated based on testing is 10.66% for air humidity, 1.73% for air temperature. While the average error for the pH sensor in the category of reading acid (pH 4.00) is 5.28%, neutral (pH 6.86) is 3.20%, and alkaline (pH 9.18) is 3.44%, for the main purpose of this research is to make agriculture smart and increase the efficiency of agricultural production using automation and IoT technology.Keywords : ESP32 Sensor, farming, IoT