cover
Contact Name
Ir. Farida Ariyani, M.Sc
Contact Email
jurnal.ppbkp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ppbkp@gmail.com
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan
ISSN : 19079133     EISSN : 24069264     DOI : -
JPBKP is a scientific resulted from research activities on marine and fisheries product processing, food safety, product development, process mechanization, and biotechnology. Published by Research Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnology, Ministry of Marine Affairs and Fisheries twice a year periodically in Indonesian language.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007" : 7 Documents clear
Pengawetan Ikan Segar Menggunakan Biji Picung (Pangium edule reinw) Endang Sri Heruwati; Hangesti Emi Widyasari; John Haluan
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v2i1.29

Abstract

ABSTRAKBiji buah picung (Pangium edule Reinw) secara tradisional sudah lama digunakan sebagai bahan pengawet ikan segar. Walaupun demikian, kajian ilmiah tentang efektivitas biji picung dalam mengawetkan ikan belum banyak dilakukan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kombinasi biji picung cincang 2%, 4%, dan 6% (bobot picung/bobot ikan) dengan garam 2% dan 3% (bobot garam/bobot ikan). Pengamatan kesegaran ikan dilakukan setiap 3 hari selama penyimpanan pada suhu kamar, dengan pengamatan pertama dilakukan 8 jam setelah aplikasicampuran garam dan picung. Parameter yang digunakan untuk menentukan kesegaran ikan adalah nilai organoleptik, TVB, jumlah bakteri penghasil H2S, dan Enterobacteriaceae sedangkan parameter pendukung adalah kadar air, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara organoleptik, pada perlakuan dengan biji picung pada kadar 4% dari bobot ikan, yang dikombinasikan dengan garam 2% atau 3%, mutu ikan masih dapat diterima panelis hingga 6 hari pada penyimpanan suhu kamar. Meskipun demikian, dilihat dari perkembangan TVB, hanya penggunaan biji picung dengan kadar 6% yang mampu menahan perkembangan kadar TVB hingga hari ke-6, sedangkan pada perlakuan di bawah 6%, nilai batas ambang TVB 30 mgN% telah dilewati pada hari ke-3. Sementara itu perkembangan bakteri pembentuk H2S maupun Enterobacteriaceae terus meningkat selama penyimpanan dan tidak dipengaruhi oleh kadar biji picung yang ditambahkan. Garam hanya dapat menghambat pertumbuhan bakteri pembentuk H2S, tetapi tidak menghambat pertumbuhan Enterobacteriaceae.
Karakteristik Edible Film dari Komposit Alginat, Gluten dan Lilin Lebah (Beeswax) Murdinah, Murdinah; Darmawan, Muhamad; Fransiska, Dina
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v2i1.30

Abstract

ABSTRAKPenelitian pembuatan edible film dari komposit alginat, gluten dan lilin lebah telah dilakukan. Pada percobaan ini dilakukan variasi rasio kompositnya (alginat : gluten : lilin lebah) masingmasing (A) : 1 : 1 : 1; (B) : 1 : 1: 2; (C) : 1 : 2 : 1 dan (D) : 2 : 1 : 1. Karakteristik edible film yang diamati adalah sifat fisik (ketebalan, kuat tarik, persen pemanjangan dan laju transmisi uap air), kadar air, dan pengujian organoleptik (warna, penampakan dan tekstur). Dari hasil penelitian diketahui bahwa komposit edible film tidak berpengaruh terhadap kadar air, ketebalan, dan kuat tarik tetapi berpengaruh nyata terhadap persen pemanjangan dan laju transmisi uap airnya. Pada ujiorganoleptik, variasi rasio komposit tidak berpengaruh nyata terhadap warna, penampakan dan tekstur.
Produksi Kitin Skala Pilot Plant dari Cangkang Rajungan (Portunus spp.) Putro, Sumpeno; Syamdidi, Syamdidi; Wibowo, Singgih
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v2i1.25

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dimaksudkan untuk mencari konsentrasi NaOH teknis (technical grade) dan waktu ekstraksi optimum dalam proses pengolahan kitin dari limbah cangkang rajungan (Portunus spp.) skala pilot plant. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa NaOH merupakan bahan kimia yang efektif dalam proses deproteinasi cangkang rajungan, namun harganya cukup mahal. Untuk skala besar, maka perlu digunakan NaOH teknis yang harganya lebih murah. Karena NaOH teknis mempunyai tingkat kemurnian yang lebih rendah, maka perlu dilakukan penyesuaian konsentrasi yang diperlukan, agar tercapai efiensi usaha, dalam arti kualitas produk terjamin, tetapi biaya produksi dapat ditekan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa untuk pembuatan kitin diperlukan NaOH p.a. (pro analysis grade) sebanyak 3%, penelitian ini didesain dengan menggunakan NaOH teknis dengan konsentrasi 3,5%, 5% dan 6,5% dan waktu perendaman 2 dan 3 jam. Hasil penelitian skala pilot plant ini menunjukkan bahwa penggunaan NaOH teknis dengan konsentrasi 3,5%, 5% dan 6,5% dan waktu perendaman selama 2 dan 3 jam tidak berpengaruh nyata terhadap rendemen kitin yang dihasilkan. Dari uji coba skala pilot plant ini dapat disimpulkan bahwa proses deproteinasi cangkang rajungan yang paling optimal adalah dengan menggunakan larutan NaOH teknis 3,5% selama 2 jam. Rendemen kitin yang dihasilkan cukup tinggi (13,3%) dan mutunya sesuai dengan standar yang berlaku di pasar internasional.
Uji Coba Alat Penghasil Asap Cair Skala Laboratorium dengan Bahan Pengasap Serbuk Gergaji Kayu Jati Sabrang atau Sungkai (Peronema canescens) Rodiah Nurbaya Sari; Bagus Sediadi Bandol Utomo; Bakti Berlyanto Sedayu
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v2i1.31

Abstract

ABSTRAKUji coba alat penghasil asap cair skala laboratorium telah dilakukan dengan menggunakan bahan pengasap serbuk gergaji kayu jati sabrang atau sungkai (Peronema canescens). Pada percobaan ini suhu pirolisis diatur antara 200–450oC. Parameter yang diamati adalah banyaknya asap cair yang dihasilkan, arang sisa pembakaran, jumlah komponen asap yang hilang, kinerja alat dan susunan senyawa kimia asap cair yang dihasilkan dengan menggunakan GCMS Shimadzu – QP2010. Hasil percobaan menunjukkan bahwa proses distilasi asap menghasilkan asap cair sebanyak 38,0%, arang sisa pembakaran 32,0%, jumlah komponen yang hilang 30,0%,energi yang dilepas dari pembentukan asap menjadi asap cair (-) 476,45 kJ/kg asap, energi yang diserap air kondensor sebesar 2,1 kJ/kg air sehingga jumlah air bersuhu 30,4oC yang dibutuhkan untuk mengembunkan 1 kg asap menjadi asap cair dengan suhu pirolisis 316,7oC adalah sebanyak 226,88 liter. Kinerja alat adalah 6,98 g/(jam. m). Komponen dominan dalam asap cair yang dihasilkan adalah senyawa 1,2-benzenedicarboxylic acid, diethyl ester (C12H14O4) sebanyak 23,61%.
Optimasi Pembuatan Gelatin dari Tulang Ikan Kaci-Kaci (Plectorhynchus chaetodonoides Lac.) Menggunakan Berbagai Konsentrasi Asam dan Waktu Ekstraksi Tazwir Tazwir; Diah Lestari Ayudiarti; Rosmawaty Peranginangin
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v2i1.26

Abstract

ABSTRAKOptimasi pembuatan gelatin dari tulang ikan kaci-kaci (Plectorhynchus chaetodonoides Lac.) telah dilakukan. Tulang ikan didegreasing pada suhu 70OC selama 25 menit kemudian dibersihkan dari sisa-sisa daging. Tulang yang telah dibersihkan lalu dipotong-potong ukuran 1-1,5 cm dan dijemur di bawah sinar matahari sampai kering. Tulang kering direndam dalam HCl 4%, 5% dan 6% hingga terbentuk ossein. Setelah terbentuk ossein, diekstrak menggunakan aquadest dengan perbandingan osein dan aquades 1:3. Ekstraksi dilakukan pada suhu 70OC dengan menggunakan variasi waktu 5 dan 7 jam. Kemudian disaring dan selanjutnya dikeringkan menggunakan oven pada suhu 50-55OC. Berdasarkan hasil penelitian, gelatin yang terbaik diperoleh dari tulang yang menggunakan perendaman HCl 4% dengan waktu ekstraksi 5 jam dengan rendemen 9,48%,kadar air 7,72%, kadar abu 0,86%, pH 4,82, viskositas 6,20 cPs dan kekuatan gel 163,63 g bloom.
Penapisan Senyawa Antibakteri dan Toksisitas dari Spons Asal Perairan Pulau Bonerate Sulawesi Selatan Theresia Dwi Suryaningrum; Wizza Wirasty Pramadhany; Thamrin Wikanta
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v2i1.27

Abstract

ABSTRAKStudi potensi farmakologi dari berbagai jenis spons dari perairan Pulau Bonerate, Sulawesi Selatan belum banyak dilakukan. Dalam penelitian ini dilakukan kajian aktivitas antibakteri danuji toksisitas terhadap Artemia salina dari sampel yang diambil dari wilayah tersebut. Penelitian dilakukan melalui 2 tahap, yaitu: tahap 1, penapisan aktivitas antibakteri dari ekstrak kasar metanol dari 10 jenis spons yang diambil secara acak. Tahap 2, ekstraksi spons yang positif mengandung antibakteri dengan berbagai pelarut organik dan uji toksisitasnya. Uji aktivitas antibakteri dilakukan terhadap bakteri Bacillus subtilis, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhymurium, Staphylococcus aureus, dan Streptococcus mutans. Uji toksisitas dilakukan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwadi antara 10 ekstrak sampel spons yang diuji hanya terdapat 1 sampel spons (TBSL-17) yang memiliki aktivitas antibakteri. Ekstraksi kasar dengan menggunakan pelarut heksana (non polar), etil asetat (semi polar), dan metanol (polar) menghasilkan rendemen masing-masing sebesar0,95%, 0,01%, dan 2,39% (b/b). Hasil uji aktivitas antibakteri dari hasil ekstraksi sampel menunjukkan bahwa ekstrak metanol dan heksan memiliki aktivitas antibakteri uji tetapi aktivitasnya sangat lemah. Hasil uji toksisitas terhadap A. salina menunjukkan bahwa ekstrak metanol dan heksan bersifat sangat toksik dengan nilai LC50 masing-masing sebesar 10,44 ppm dan 13,65 ppm. Hasil identifikasi terhadap sampel TBSL-17 menunjukkan bahwa spons tersebut adalah Aaptos sp. yang tergolong kelas Desmosponsgiae.
Aplikasi Alginat sebagai Bahan Pengental pada Pencapan Batik Ellya Sinurat; Murdinah Murdinah
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v2i1.28

Abstract

ABSTRAKUntuk mengetahui kemampuan natrium alginat hasil ekstraksi rumput laut jenis Sargassum filipendula sebagai bahan pengental pada pencapan batik, telah dilakukan serangkaian percobaan dan pencapan. Tahap awal telah dilakukan uji bahan baku alginat hasil ekstraksi dari Sargassum filipendula dan alginat komersial. Hasil analisis menunjukkan bahwa alginat hasil ekstraksi mempunyai viskositas 232 cPs (konsentrasi 1,5% b/v), pH 6,7, kadar air 6,21%, kadar abu 24,47%, derajat putih 22,45%, zat tak larut 2,1%; sedangkan hasil analisis alginat komersial menunjukkan viskositas 100 cPs (konsentrasi 1,5% b/v), pH 7,2, kadar air 10,41%, kadar abu 32,82%, derajatputih 29,50% dan zat tak larut 1,23%. Alginat hasil percobaan diaplikasikan pada pencapan batik dengan variasi konsentrasi 2,0%, 2,5%, 3,0% dan 3,5%, sedangkan alginat komersial konsentrasinya adalah 3,0%. Pencapan batik ini menggunakan bahan kain selulosa dengan zat pewarna reaktif. Pengujian yang dilakukan meliputi ketajaman motif, ketuaan warna, kekakuankain, ketahanan luntur warna terhadap gosokan dan ketahanan luntur warna terhadap pencucian. Dari hasil pengujian tersebut diketahui bahwa alginat hasil percobaan dengan konsentrasi 2,5% mempunyai mutu yang sama dengan alginat komersial.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2025): Juni 2025 Vol 19, No 2 (2024): Desember 2024 Vol 19, No 1 (2024): Juni 2024 Vol 18, No 2 (2023): Desember 2023 Vol 18, No 1 (2023): Juni 2023 Vol 17, No 2 (2022): Desember 2022 Vol 17, No 1 (2022): Juni 2022 Vol 16, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 16, No 1 (2021): Juni 2021 Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 15, No 1 (2020): Juni 2020 Vol 14, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 7, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 3, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 3, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen More Issue