cover
Contact Name
Istri Bartini
Contact Email
istribartini@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
riadiniwahyutami@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science)
ISSN : 23382848     EISSN : 25799428     DOI : -
Core Subject : Health,
Focus and Scope Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Pregnancy Labor Post Partum Pathology Midwifery community Family planning Reproduction health.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN RUANG LAKTASI DI PERUSAHAAN SWASTA WILAYAH DINAS KESEHATAN KABUPATEN SEMARANG Dewi Mayangsari; Bagoes Widjanarko; Atik Mawarni
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 4, No 1: Maret 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v4i1.18

Abstract

Latar Belakang: Upaya meningkatkan cakupan pemberian ASI eksklusif sudah lama dilakukan namun keber-hasilan cakupan program masih rendah. Cakupan ASI eksklusif wilayah DKK Kabupaten Semarang tahun 2011 sebesar 20% masih dibawah target sebesar 80%. Pada tahun 2012 telah terbit Peraturan Pemerintah (PP) nomor 33 tentang Pemberian ASI Eksklusif yang diikuti dengan terbitnya Peraturan Menteri Kesehatan yang mengatur tentang donor ASI, penyediaan Ruang Laktasi di tempat kerja, sarana umum, tata cara penggunaan susu formula, dan tatacara pengenaan sanksi administratif bagi tenaga kesehatan dan penyelenggara fasilitas pelayanan kes-ehatan. Sanksi itu diberikan bertahap dari teguran lisan, tertulis, hingga pencabutan ijin.4 Tujuan: penelitian ini adalah untuk menganalisis system pengelolaan ruang laktasi di perusahaan swasta ditinjau dari aspek input, process dan output diwilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang. Metode: Jenis penelitian adalah kualitatif yang disajikan secara deskriptif eksploratif melalui wawancara menda-lam. Pemilihan informan dengan cara purposive, pengambilan data melalui wawancara (indepth interview) pada in-forman utama adalah 5 penanggung jawab ruang laktasi di perusahaan swasta, dan informan triangulasinya yaitu 5 orang HRD perusahaan swasta, 5 orang karyawan bekerja yang menyusui, 1orang dari Ukesja Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam. Analisis data menggunakan me-tode analisis isi (content analysis) Hasil: Hasil penelitian dari variabel input yaitu mengenai SDM, sudah memenuhi syarat minimal yaitu pendidikan terakhir Sarjana Kedokteran dan Diploma Keperawatan maupun Kebidanan. Sumber dana utama adalah murni dari masing-masing perusahaan swasta. Sarana prasarana disediakan murni dari perusahaan swasta. Pada pros-es ditemukan belum semua ruang laktasi membuat rencana tahunan. Simpulan: Pengorganisasian ruang laktasi perusahaan swasta belum semua mempunyai struktur organisasi yang jelas. Pelaksanaan kegiatan ruang laktasi belum semuanya berjalan dengan baik. Evaluasi dan supervisi sudah di-laksanakan secara rutin dari instansi terkait. Kegiatan integrasi belum semua ruang laktasi berjalan dengan baik.
PENCAPAIAN CAKUPAN IMUNISASI Surahma Asti Mulasari
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 1, No 1: Maret 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v1i1.30

Abstract

Latar belakang: Imunisasi merupakan suatu upaya untuk menimbulkan dan meningkatkan kekebalan seseorangsecara aktif terhadap suatu penyakit. Tujuan imunisasi adalah merangsang sistim imunologi tubuh untuk membentuk antibodi (kekebalan) spesifk sehingga dapat melindungi tubuh dari serangan Penyakit yang Dapat DicegahDengan Imunisasi (PD3I).Tujuan: Untuk mengetahui angka cakupan imunisasi di Pedukuhan Sembuh Wetan Sidokarto Godean tahun2012.Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Variabel penelitian ini adalah cakupan imunisasi di Pedukuhan Sembuh Wetan Sidokarto Godean tahun 2012. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu dengan balita di PosyanduPedukuhan Sembuh Wetan Sidokarto Godean Sleman Yogyakarta sebanyak 48 orang. Sampel diambil denganteknik total sampling.Hasil: Ada satu anak usia 0-12 bulan (2,08%) yang belum mendapat imunisasi BCG dari 47 lainnya (97.92%).Cakupan imunisasi polio 1 dan 2 sudah mencapai target UCI yaitu 97,92% dan 93,76%. Untuk polio 3 dan 4, secarakeseluruhan cakupan imunisasi belum mencapai target yaitu 85,43% dan 87,51%. Cakupan imunisasi DPT belummencapai target (89.59%). Cakupan hepatitis B (HepB) masih dibawah 80%.Untuk cakupan imunisasi campaksudah mencapai 100%.Simpulan: Cakupan imunisasi untuk polio (3 dan 4), DPT, dan HepB belum mencapai 90% target status UniversalChild Immunization (UCI).Cakupan imunisasi untuk BCG dan campak sudah mencapai 90% target status UniversalChild Immunization (UCI).ABSTRACTBackground: Immunization is an effort to improve a person's immune to a disease. The purpose of immunizationis to stimulate the immunological system of the body to develop antibodies (immune) specifc, so that it can protectthe body from a disease Preventable Diseases by Immunization (PD3I).Objective: The aim of this study was to know the immunization coverage rate in Pedukuhan Sembuh WetanSidokarto Godean 2012.Method: This research method was descriptive quantitative. The variable of this study was immunization coverage in Pedukuhan Sembuh Wetan Sidokarto Godean. The population in on this study was mothers with toddlers inPedukuhan Sembuh Wetan Sidokarto Godean (amount 48 mother). Samples were taken by total sampling technique.Result: There was a child 0-12 months old (2.08%) who have not received BCG immunization from 47 toddler(97.92%). Polio immunization (polio 1 and 2) have reached target UCI was 97.92% and 93.76%. For polio 3 and 4,the overall immunization coverage has not reached the target of 85.43% and 87.51%. DPT immunization coveragehas not reached the target (89.59%). HepB coverage was below of 80%. For measles immunization coverage hasreached until 100%.Conclusion: Coverage of polio vaccination (3 and 4), DPT, and HepB has not reached 90% of Universal ChildImmunization (UCI) target status. Coverage of BCG vaccination and measles has reached 90% of Universal ChildImmunization (UCI) target status.  
PENDIDIKAN, PENDAPATAN KEPALA KELUARGA DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT Eny Retna Ambarwati
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 1, No 1: Maret 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v1i1.35

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan sekaligus merupakan investasi sumber daya ma- nusia, serta memiliki kontribusi yang besar untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Kondisi sehat dapat dicapai dengan mengubah perilaku yang tidak sehat menjadi perilaku sehat dan menciptakan lingku- ngan yang sehat di rumah tangga. Upaya peningkatan perilaku sehat di rumah tangga belum menunjukkan hasil yang optimal. Dalam mengatasi masalah kesehatan yang terjadi pada keluarga, yang mengambil keputusan dalam pemecahannya adalah tetap kepala keluarga atau anggota keluarga yang dituakan, merekalah yang yang menen- tukan masalah dan kebutuhan keluarga.Tujuan: Mengetahui adakah hubungan antara pendidikan, pendapatan kepala keluarga dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada tatanan rumah tangga di dusun Kwasen, Srimartani, Piyungan, Bantul.Metode: Penelitian observasional analitik dengan rancangan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga (KK) yang bertempat tinggal di dusun Kwasen Srimartani, Piyungan Bantul. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode exhaustive sampling. Penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu; variabel bebas (independen) adalah pendidikan Kepala Keluarga dan pendapatan keluarga serta variabel terikat (dependen) adalah PHBS pada tatanan rumah tangga. Analisis yang digunakan den- gan cara analisis univariat dengan distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan menggunakan chi kuadrat (X2).Hasil: Dari penelitian diketahui ada hubungan yang signifikan antara pendidikan, pendapatan kepala keluargadengan PHBS pada tatanan rumah tangga di dusun Kwasen, Srimartani, Piyungan, Bantul. Pendidikan kepala keluarga mayoritas tamat SLTP s/d SLTA yaitu sebanyak 164 KK (46.59%), dan diikuti tidak sekolah/tamat pendidikan SD yaitu sebanyak 128 KK (36.36%), sedangkan minoritas tamat perguruan tinggi yaitu sebanyak 60 KK (17.05%). Kepala keluarga mayoritas mempunyai pendapatan < UMR yaitu sebanyak 219 KK (62.22%) dan minoritas mempunyai pendapatan ≥ UMR yaitu sebanyak 133 KK (37.78%). Kepala keluarga dengan PHBS sehat II yaitu sebanyak 167 KK (47,40%) diikuti dengan sehat III sebanyak 167 KK (47.40%), sehat IV sebanyak 71 KK (20.20%)serta minoritas kepala keluarga dengan sehat I yaitu sebanyak 2 KK (0,60%).Simpulan: Ada hubungan antara pendidikan dan pendapatan terhadap perilaku hidup bersih dan sehat
PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA DALAM MANAJEMEN ASFIKSIA BAYI BARU LAHIR Reni M. Kusuma
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 1, No 2: Agustus 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v1i2.42

Abstract

Latar belakang: Mahasiswa Diploma III Kebidanan dituntut untuk menguasai manajemen asfiksia bayi baru lahir. Metode Student Centered Learning salah satunya metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terbukti mampu meningkatkan hasil belajar, melatih berpikir kritis, dan mengembangkan kecerdasan sosial mahasiswa.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap pen- ingkatan pengetahuan dan sikap mahasiswa dalam mempelajari manajemen asfiksia bayi baru lahir.Metode: Rancangan penelitian adalah kuasi eksperimen dengan menghadirkan kelompok kontrol. Pengambilan data dari pre-test dan post-test. Instrumen penelitian untuk pengetahuan menggunakan soal pilihan ganda dan untuk sikap menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Populasi target mahasiswa Diploma III Kebidanan se- mester III yang mendapatkan materi manajemen asfiksia bayi baru lahir. Sampel adalah mahasiswa Diploma III Kebidanan semester III yang mendapatkan materi manajemen asfiksia bayi baru lahir di Stikes A. Yani Yogyakarta. Teknik sampling menggunakan total sampling.Hasil: Hasilnya pengetahuan mahasiswa yang mengikuti metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw meningkat sebesar 63% (p<0,001) dan pada pembelajaran konvensional ceramah hanya meningkat sebesar 45% (p<0,001), sehingga adanya perbedaan bermakna pada peningkatan pengetahuan (p=0,002). Sikap mahasiswa yang mengi- kuti metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw juga meningkat sebesar 13,3% (p<0,001) sedangkan mahasiswa yang mengikuti pembelajaran konvensional ceramah hanya mengalami peningkatan sebesar 8,5% (p<0,001). Per- bedaan peningkatan sikap pada kedua kelompok didapatkan bermakna (p=0,001).Simpulan: Pengetahuan dan sikap mahasiswa yang mengikuti metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw menja- di lebih baik daripada mahasiswa yang hanya mengikuti pembelajaran konvensional berupa ceramah. Peningkatan tersebut dikarenakan adanya peran aktif mahasiswa dalam proses pembelajaran.ABSTRACTBackground: Student of Diploma III Midwifery is demanded to master new born asphyxia management. Student Centered Learning method as one of cooperative learning Jigsaw type has been verified to improve study achieve- ment, to practice critical thinking, and to develop student’s social quotients.Objective: This researchhas an aim to analyze the influence of cooperative learning type Jigsaw on the improve- mentof student’s knowledge and attitude in studying new born asphyxia management.Method: Research design is quasi-experiment with control group. Data are taken from pre-test and post-test. Research instrument for knowledge uses multiple choice questions. Research instrument for attitude uses ques- tionairewith Likert scale. Target population are students of Diploma III Midwifery semester III who aregetting new born asphyxia management materials. Sample are students of Diploma III Midwifery semester III who are getting new born asphyxia management materials at Health College A. Yani Yogyakarta. Techniquesampling usestotal sampling.Result: The result isthe knowledge of students who follow method of cooperative learning Jigsaw type improve to 63% (p<0.001), while the knowledge of students who follow conventional learning with speech type only improve to 45% (p<0,001). Therefore, there is significant differencein knowledge improvement (p=0,002). Students’ attitude who follow method of coopérative learning Jigsaw type also improve to 13,3% (p<0,001), while students who follow conventional learning with speech typeonly improve8,5% (p<0,001). The different improvement attitude on both groups is significant (p=0,001).Conclution: The conclution is the knowledge and attitude of students who follow method of coopeartive learning Jigsaw type are better than students who follow conventional learning speech type. The improvement is caused by the students’ active rôle in learning procès.
PENGARUH KONSELING MENYUSUI KEPADA PASUTRI TERHADAP PENGETAHUAN, DUKUNGAN, DAN KETERAMPILAN TEKNIK MENYUSUI Pri Hastuti; Endang Sutedja; Dzulfikar DLH; Astuti Eka; Lastri Lastri; Lenni Marliza
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 2, No 1: Maret 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v2i1.47

Abstract

Latar belakang: Cakupan ASI eksklusif di Kota Jogja rendah 40,24%, sementara target nasional 80%. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan ASI eksklusif, antara lain pengetahuan ibu, dukungan suami dan keter- ampilan teknik menyusui. Upaya meningkatkan cakupannya adalah dengan memberikan konseling menyusui pada pasutri. Dukungan suami berpengaruh terhadap keberhasilan teknik menyusui.Tujuan: untuk mengetahui pengaruh konseling menyusui pada pasutri terhadap pengetahuan, dukungan, dan ke- terampilan teknik menyusui serta korelasi pengetahuan suami dengan istri di kelompok pasutri.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperiment yaitu menilai “Pengaruh Konseling Menyusui Pada Pasutri Terhadap Pengetahuan, Dukungan dan Keterampilan Teknik Menyusui Di Puskesmas Kota Yogyakarta”, dengan rancangan pretest-posttest control group design. Pengambilan Sampel dengan teknik consecutive sam- pling di puskesmas Jetis,Tegal Rejo, dan Mergangsan, sampel adalah suami dan ibu nifas primipara yang me- nyusui bayinya sebesar 60, teknik randomisasi blok digunakan untuk membagi ke dalam kelompok perlakuan dan control masing masing kelompok 30 sampel. Variabel pengetahuan diukur dengan kuesioner sebelum dan sesudah konseling. Variabel dukungan suami dengan kuesioner sesudah konseling, sedangkan variabel keterampilan me- nyusui diamati dengan daftar tilik menyusui sebelum dan sesudah konseling. Analisa data menggunakan Wilcoxon,Man Whitney dan Rank Spearman.Hasil: penelitian menunjukkan skor pengetahuan dan keterampilan pada kelompok pasutri dan kelompok sendiri.ABSTRACTBackground: Percentage of exclusive breastfeeding in Jogja is low at 40.24 % , while the national target is 80 % . Many factors influence the success of exclusive breastfeeding, such as knowlwdge skills and techniques in breas- feeding and husband support. Efforts to increase the percentage is to provide breastfeeding counseling to couples. Husband’s support leads to successful breastfeeding techniques.Objective: The purpose of this study was to determine the effect of breastfeeding on couples counseling to the knowledge, support, and technical skills as well as the correlation of the couples knowledge of breastfeeding in a group of couples.Method: This research is a quasi experiment that assesses “ Effect of Breastfeeding Counseling In A married couple on Knowledge, skills technical Support to Breastfeeding In Public Health Centers of Yogyakarta “, by pretest-posttest control group. Sampling with consecutive sampling techniques in health centers Jetis, Tegalrejo, and Mergangsan, samples are husband and postpartum primiparous mothers who breastfeed their babies which is 60, randomization techniques are used to divide the block into a treatment group and a control group of 30 samples each. Knowledge variables were measured with questionnaires before and after counseling. The variable of husband support in the questionnaire after counseling, while the variable of breastfeeding skills is observed with breasfeeding the checklist before and after counseling. Analysis of the data uses the Wilcoxon, Man Whitney and Spearman Rank.Result: The results showed the score of knowledge and skills in a group of couples and groups prior to the interven- tion itself not significant (p> 0.05). The median value of knowledge for couples groups is 56.2, skills is 27, 27. The median value of the group itself to the knowledge is 55,0 27.27. The results of the knowledge, and skills after the in- tervention showed significant differences (p< 0.05). Couples groups is knowledge median value is 92.5, the value of the skills is 100, while the value of the group’s own knowledge 88,7 and skills is 72.72. Median value of knowledge on husband support to couples is (88,8), higher than own group median value (72.2), there is a significant difference(p < 0.05) . There is a husband and wife correlation knowledge which is significant (p <0.05)Conclusion: There is an effect of breastfeeding on couples counseling to the increase of knowledge, support, and technical skills of breastfeeding in Yogyakarta city health centers. Knowledge, support, and technical skills about breastfeeding in a group of couples is higher than the group itself. Husband’s good knowledge can increase wife’s knowledge about proper breastfeeding techniques.
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN DINI PADA KESEHATAN REPRODUKSI Putri Candhi Ironi; RR. Issac Tri Octaviati; Kurniasari Pratiwi
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 2, No 2: Agustus 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v2i2.53

Abstract

Latar belakang: Hasil penelitian UNICEF di Indonesia, menemukan angka kejadian pernikahan anak berusia 15 ta- hun berkisar 11%, yang menikah di saat usia tepat 18 tahun sekitar 35% (UNICEF, 2012). Data Susenas dari Badan Pusat Statistik Propinsi DIY 2009 menunjukkan perempuan yang menikah usia di bawah 16 tahun di Propinsi DIY sekitar 8,74% dengan persentase terbesar di Kabupaten Gunungkidul (15,40%) dan Kabupaten Sleman (7,49%). Persentase tersebut meningkat pada tahun 2010 menjadi 10,81% dengan persentase terbesar di Kabupaten Gu- nungkidul (16,24%), dan Kabupaten Kulonprogo (10,81%) dan Kabupaten Sleman (9,12%).Tujuan: Mengetahui bagaimana pengaruh penyuluhan dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol pada siswa kelas VIII di SMP PGRI Saptosari, Gunungkidul.Metode penelitian: Menggunakan quasi experimental design dengan model pretest-postest control group design. Besar sampel yang digunakan adalah total populasi sebanyak 60. Subyek penelitian terdiri dari 30 kontrol dan 30 eksperimen. Kontrol adalah subyek yang tidak diberikan intervensi, eksperimen adalah kelompok yang diberikan intervensi penyuluhan. Pengolahan data dengan menggunakan rumus t-test.Hasil: Uji analisis paired t-test pada kelompok kontrol menunjukkan p-value sebesar 0,006 dengan beda mean 2,19, hal ini dapat diartikan ada perbedaan yang signifikan. Analisis paired t-test pada kelompok eksperimen p-va- lue sebesar 0,000 dengan beda mean 2,93, ada perbedaan yang signifikan. Hasil analisis t-test independent pre- test kelompok kontrol dan eksperimen menunjukkan p-value = 0,05 dengan beda mean -1,900 artinya tidak terda- pat perbedaan yang signifikan. Analisis t-test independent posttest kelompok kontrol dan eksperimen menunjukkan p-value sebesar 0,000 dengan beda mean sebesar 2,646 artinya ada perbedaan signifikan.Simpulan: tidak ada perbedaan signifikan pengetahuan awal kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dan ter- dapat perbedaan pengetahuan signifikan hasil posttest kelompok kontrol dan eksperimen dengan hasil signifikasisebesar 0,000 (p-value < 0,05).ABSTRACTBackground: Based on UNICEF data in indonesia the prevalence of child marriage for age 15 years old is about 11%, marriage of age 18 years old is about 35% (UNICEF, 2012). Susenas data from the Central Statistics DIY in 2009 shows that child marriage under 16 years old in DIY is about 8,74 % with the highest percentages in Gunung- kidul district (15,40%), Sleman district (7,49%). The percentage was increased in 2010 to 10,81% with the high- est percentages is in district of Gunungkidul (16,24%), and district of Kulonprogo (10,81%) and district of Sleman(9,12%).Purpose: To explore the influence of counseling about the impact of early marriage to the reproductive health on the intervention and control group study in SMP PGRI Saptosari, Gunungkidul.Method: Using quasi experimental design with pretest-postest control group design. Sample of the study was total population with 60 respondent. Subjek of study consist of 30 respondens’ control and 30 respondents’ experiment. Control group is the subject who were not given intervention, while experiments group were are the group that given the counseling intervention. Data processing was using t-test.Result: Paired t-test in the control group shows p-value 0,006 with mean 2,19, it can be defined there is a significant difference. Analysis of paired t-test shows p-value in the experiment is 0,000 with mean 2,93, it mean significant difference. The analysis of t-test independent on the pretest’s control group and experiment group shows p-value = 0,05 with mean -1,900 it means there is no significant difference. Analysis t-test independent on posttest’s control group and experiment group shows p-value 0,000 with mean 2,646 which means there is a significant difference.Conclusions: There are no significant difference knowledge in the pretest between the control group and experi- ment group. There are significant differences of knowledge in the posttest of control group and experiment groupwith the signification 0,000 (p-value < 0,05).
MOTIVASI MAHASISWA KEBIDANAN SEMESTER V DENGAN PENGHARGAAN DIRI PRAKTIK KLINIK KEBIDANAN II (PKK II) Wiwin Hindriyawati
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 2, No 2: Agustus 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v2i2.58

Abstract

Latar Belakang: Keberhasilan dalam studi dapat ditunjang oleh beberapa faktor, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar. Keberhasilan dalam studi dapat ditunjang oleh beberapa faktor, baik faktor yang berasal dari dalam maupun dari luar. Akademi kebidanan yogyakarta merupakan program studi yang favorit karena perolehan akreditasi BAN-PT dengan akreditasi “A”, dan minat pendaftar pada tahun 2012 yang mencapai 1000 lebih pendaf- tar, dan diterima sekitar 250 setelah lulus seleksi uji tulis, kesehatan, dan psikotes. Persaingan akademik kebidanan dalam memberikan program pendidikan yang sebaik-baiknya, dengan tuntutan dunia kerja akan kemampuan skill mahasiswa dan lulusan dalam mencetak bidan yang profesional dan mandiri, berdasarkan data menurut catatan PP IBI, saat ini sudah ada 200-an ribu lulusan kebidanan dan sudah 101 ribu yang terdaftar sebagai anggota PP IBI. Tiap tahun ada 29 ribu bidan baru. “Dengan perbandingan tersebut, diperkirakan pada tahun 2015 akan terjadi surplus bidan,”3). hal ini tentu perlu mendapatkan perhatian mahasiswa yang masih aktif meningkatkan skill, sesuai dengan bidang ilmu kebidanan.Tujuan: Mengetahui hubungan antara motivasi mahasiswa Semester V dengan Penghargaan Diri Praktik Klinik Kebidanan (PKK II)Metode: Penelitian ini diskriptif analitik, pendekatan cross sectional , analisis dengan Kendall Tau, Data dikumpul- kan dengan kuesioner, Pengambilan sampel menggunakan tehnik Proportional Random Sampling pada ibu dan balita sejumlah 67 responden.Hasil: hubungan antara motivasi mahasiswa Semester V dengan Penghargaan Diri Praktik Klinik Kebidanan (PKK II). pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis SPSS Kendall’s Tau didapatkan nilai (Kendall’s Tau) dengan nilai Probabilitas (Asyimp.Sig) sebesar 0,021. Taraf signifikansi 5%.Kesimpulan: hubungan antara motivasi mahasiswa Semester V dengan Penghargaan Diri Praktik Klinik Kebi- danan (PKK II).ABSTRACTBackground: The success of the study can be supported by several factors, both from within and from outside. The success of the study can be supported by several factors, both factors which come from within and from outside. Academy midwifery yogyakarta a favorite course of study because of accreditation BAN-PT with accreditation “A”, and interest registrants in 2012 to reach 1,000 more applicants, and received about 250 after passing the selection board test, medical, and psychological test. Midwifery academic competition in providing educational programs as well as possible, with the demands of the workforce skill abilities of students and graduates in print professional and indepen- dent midwife, based on the data according to the records of PP IBI, now there are 200’s of thousands of graduates of obstetrics and already 101 thousand registered as a member of the PP IBI. Each year there are 29 thousand new midwife. “With this comparison, it is estimated by 2015 there will be a surplus of midwives,3). it is of course necessary to get the attention of students who are still actively improving skills, according to the field of obstetrics.Purpose: To determine the relationship between student motivation fifth semester with Self Award Midwifery Clinical Practice (PKK II)Methods: This descriptive analytic study, cross-sectional approach, with Kendall Tau analysis, data were collected by questionnaire, sampling using proportional random sampling technique in mothers and infants number 67 respondents.Results: The relationship between student motivation fifth semester with Self Award Midwifery Clinical Practice(PKK II). hypothesis testing using SPSS analysis Kendall’s Tau obtained value (Kendall’s Tau) with a probability value (Asyimp.Sig) of 0.021. Significance level of 5%.Conclusion: the relationship between student motivation fifth semester with Self Award Midwifery Clinical Practice(PKK II).
PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG OBESITAS PADA ANAK Rika Andriyani; Lucky Shinta Febrianti
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 2, No 3: Desember 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v2i3.63

Abstract

Latar belakang: Menurut data survey yang dilakukan Lembaga Survey Gizi dan Kesehatan Nasional (NHANES)atau National Health And Nutrition Examination Survey angka obesitas terus meningkat secara nyata pada anak,salah satunya pada kelompok usia 6-12 tahun yang angka kejadiannya meningkat dari 6,5% menjadi 17%. Berdasarkan observasi lapangan yang dilakukan di SD Santa Maria Pekanbaru dengan wawancara kepada 10 orangtua yang memiliki anak usia 6-12 tahun, didapatkan kesimpulan 7 diantara 10 orang tua tidak mengetahui faktoryang mempengaruhi anak menjadi obesitas salah satunya ialah kurangnya pengetahuan orang tua terhadap obesitas, faktor keturunan, faktor ekonomi, seringnya mengkonsumsi makanan junk food, serta kurangnya aktivitasfsik.Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan orang tua tentang obesitas pada anak di SDSanta Maria Pekanbaru tahun 2014.Metode: Jenis penelitian ini metode deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 95 orang dengan teknik sampling proporsional dan simple random sampling. Pengolahan data dilakukan secara manual dan analisis data univariat.Hasil: Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa pengetahuan orang tua tentang obesitas di SD Santa MariaPekanbaru dari 95 responden yang diteliti mayoritas 48 orang (50,52%) berpengetahuan kurang dan minoritas 47orang (49,47%) berpengetahuan baik.ABSTRACT Background: According to data of survey which is Institute Survey Gizi and Health of National ( NHANES) or ofNational Health And Nutrition Examination Survey number of obesitas increasing manifestly at child, one of them atage group 6-12 year which is its occurence number mount from 6,5% becoming 17%. Pursuant to feld observationin SD Santa Maria Pekanbaru with interview to 10 old fellow owning age child 6-12 year, got by conclusion 7 among10 old fellow do not know factor influencing child become obesitas one of them is the lack of knowledge of old fellowto obesitas, clan factor, economic factor, often consume food of junk food, and also the lack of physical activity.Objective: Target of this research to know picture knowledge of old fellow about obesitas at child in SD Santa MariaPekanbaru year 2014.Method: This Research type of descriptive method. Amount of sampel counted 95 people with sampling techniqueof proporsional and of simple sampling random. Data-Processing manually data analysis and of univariat.Result: From result of this research is concluded that knowledge of old fellow about obesitas in SD Santa MariaPekanbaru from 95 accurate by responder of majority 48 people (50,52%) knowledgeable less and minority 47people (49,47%) is knowledgeable of goodness.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA KADER POSYANDU Rita Afni
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 3, No 1: Maret 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v3i1.68

Abstract

Latar Belakang: Kinerja kader posyandu adalah sesuatu yang dapat dikerjakan oleh kader posyandu sesuai de- ngan bidang tugas dan fungsinya yang dipengaruhi oleh sikap, pengetahuan dan keterampilan yang mana telah mendapat pelatihan khusus dari Puskesmas setempat untuk melaksanakan, memelihara dan mengembangkan kegiatan Posyandu yang ada di daerahnya secara sukarela.Tujuan Penelitian: Untuk diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Gunung Sahilan Kecamatan Kampar Kiri..Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif, dengan desain cross sectional. Populasi pada pe- nelitian ini adalah seluruh kader Posyandu di 18 posyandu yang ada di wilayah kerja Puskesmas Gunung Sahilan Kecamatan Kampar Kiri tahun 2012 yang berjumlah 114 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi, jadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 114 kader.Hasil: dari 45 responden yang berumur muda sebagian besar kader posyandunya memiliki kinerja yang baik yaitu sebanyak 24 responden (53,3%) dengan nilai signifikan sebesar 0,003 (p value < α 0,05), dari 67 responden memiliki pendidikan yang rendah sebagian besar kader posyandu memiliki kinerja yang tidak baik yaitu sebanyak 50 responden (74,6%) dengan nilai signifikan sebesar 0,009 (p value < α 0,05), dari 52 responden yang menya- takan pembinaan tidak baik sebagian besar kader posyandu memiliki kinerja yang tidak baik yaitu sebanyak 37 responden (71,2%) dengan nilai signifikan sebesar 0,210 (p value > α 0,05), dari 68 responden memiliki sikap yang negatif sebagian besar kader posyandunya memiliki kinerja yang tidak baik yaitu sebanyak 52 responden (76,5%)dengan nilai signifikan sebesar 0,002 (p value < α 0,05), dan 58 responden yang mempunyai persepsi yang tidak baik sebagian besar kader posyandunya memiliki kinerja yang tidak baik yaitu sebanyak 41 responden (70,7%)dengan nilai signifikan sebesar 0,190 (p value > α 0,05)Simpulan: adanya hubungan yang signifikan antara umur, pendidikan dan sikap.ABSTRACTBackground: Performance posyandu cadres is something that can be done by a cadre of neighborhood health center in accordance with its duties and functions are influenced by the attitudes, knowledge and skills which have received special training from the local health center to implement, maintain and develop the existing IHC activities in the area voluntarily.Objective: The purpose of this study is to know the factors that relate to the performance of cadres posyandu in Puskesmas Gunung Sahilan Kec. Kampar Kiri.Metode: This study used quantitative analytical method, the cross-sectional design. The population in this study were all health cadres in 18 neighborhood health center in Puskesmas Mount Sahilan District of Kampar Kiri in 2012, amounting to 114 people. The sample in this study was the total population, so the sample in this study were 114 cadres.Result: The results obtained are of young age of 45 respondents who most of the cadres Posyandu have a good performance as many as 24 respondents (53.3%) with significant value of 0.003 (p value < 0.05), from 67α respon- dents had education Low largely posyandu cadres have poor performance as many as 50 respondents (74.6%)with significant value of 0.009 (p value < 0.05), from 52α respondents who said coaching is not good most of the cadres Posyandu have performance not good as many as 37 respondents (71.2%) with significant value of 0.210 (p value> ), from 68 respondents have a negative attitude mostα0.05 of the cadres Posyandu have poor perfor- mance as many as 52 respondents (76, 5%) with significant value of 0.002 (p value < 0.05), and 58α respondents who either do not have the perception that the majority of cadres Posyandu have poor performance as many as 41 respondents (70.7%) with significant value for 0.190 (p value> )α0.05Conclusion: The conclusion of this study is a significant relationship between age, education and attitude.
ANGKA KEJADIAN DIARE PADA BALITA Ekawati Ekawati; Susi Susanti
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 3, No 2: Agustus 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v3i2.73

Abstract

Latar Belakang: Menurut data World Health Organization (WHO), diare merupakan penyebab kematian nomor 2 pada balita. Menurut hasil Riskesdas 2007, diare merupakan penyebab kematian nomor satu pada pada balita(25,2%). Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan DIY kasus diare tertinggi yaitu di Kabupaten Kulon Progo dengan jumlah 25.491 kasus diare yang ditangani. Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo tahun 2015 kasus diare terbanyak terdapat di Puskesmas Sentolo 1, tahun 2015 ditemukan 242 balita.Tujuan: Untuk mengetahui kejadian diare pada balita di Puskesmas Sentolo I Kulon Progo selama tahun 2015.Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan waktu retrospektif. Alat pengumpulan data menggunakan catatan rekam medis menggunakan data sekunder. Subyek semua balita yang mengalami diare pada tahun 2015 berjumlah 102 balita.Hasil: Dari 102 responden sebagian besar balita yang mengalami diare usia 1-3 tahun (77,5%), jenis kelamin yang laki-laki (52,9%), status gizi baik (73,5%), dan mengalami diare tanpa dehidrasi sebesar (80,4%).Simpulan: Dari 102 responden sebagian besar balita mengalami diare mayoritas berusia 1-3 tahun dengan jeniskelamin laki-laki, status gizi baik dan mengalami diare tanpa dehidrasi.ABSTRACTBackground: According to the World Health Organization (WHO), diarrhea is the second leading cause of death in infants. According to the results Riskesdas 2007, diarrhea is the number one cause of death in children under five(25.2%). Based on PHO reporting cases of diarrhea DIY highest in Kulon Progo by the number of 25 491 diarrhea cases were handled. Data from the Health Department Kulon Progo 2015. Most cases of diarrhea are at the health center Sentolo 1, 2015 found 242 children under five.Objective: To determine the incidence of diarrhea in children under five in Puskesmas Sentolo I Kulon Progo du­ ring 2015.Methods: This study is descriptive quantitative, with retrospective time approach. Data collection tools using medi- cal record using secondary data. The subjects all under five with diarrhea in 2015 amounted to 102 infants.Results: Of the 102 respondents mostly under five with diarrhea aged 1­3 years (77.5%), gender is male (52.9%), good nutritional status (73.5%), and had diarrhea without dehydration of (80.4%).Conclusion: Of the 102 respondents mostly children under five with diarrhea majority aged 1­3 years with male gender, good nutritional status and had diarrhea without dehydration.

Page 6 of 28 | Total Record : 274


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 11 No. 3: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 11 No. 2: Agustus 2023 Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 11 No. 1: Maret 2023 Vol. 10 No. 3: Desember 2022 Vol. 10 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 10, No 2: Agustus 2022 Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 10 No. 1: Maret 2022 Vol 10, No 1: April 2022 Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 9, No 3: Desember 2021 Vol. 9 No. 3 (2021): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 9, No 2: Agustus 2021 Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 9, No 1: Maret 2021 Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 8, No 3: Desember 2020 Vol. 8 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 6, No 2: Agustus 2018 Vol. 6 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 6, No 1: Maret 2018 Vol. 6 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 4, No 1: Maret 2016 Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 3, No 3: Desember 2015 Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 3, No 2: Agustus 2015 Vol 3, No 1: Maret 2015 Vol. 3 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 2 No. 3 (2014): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 2, No 3: Desember 2014 Vol 2, No 2: Agustus 2014 Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 2, No 1: Maret 2014 Vol 1, No 3: Desember 2013 Vol. 1 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 1, No 2: Agustus 2013 Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 1, No 1: Maret 2013 Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) More Issue