cover
Contact Name
Istri Bartini
Contact Email
istribartini@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
riadiniwahyutami@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science)
ISSN : 23382848     EISSN : 25799428     DOI : -
Core Subject : Health,
Focus and Scope Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Pregnancy Labor Post Partum Pathology Midwifery community Family planning Reproduction health.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
POLA ASUH ORANGTUA DENGAN KEMANDIRIAN ANAK Asti Reswari Dewi; Kurniasari Pratiwi; Murtini Murtini
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 3, No 3: Desember 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v3i3.2

Abstract

Latar Belakang: Kemandirian pada anak sangat penting. Ciri kemandirian salah satunya adalah anak dapat me-nyelesaikan tugasnya sendiri. Berdasarkan studi pendahuluan saat ini permasalahan yang sering ditemukan ada-lah masih terdapat anak-anak yang belum bisa mandiri. Salah satu faktor yang diduga mempengaruhi kemandirian adalah pola asuh orang tua. Pola asuh terdiri dari 3 macam yaitu pola asuh otoriter, permisif, dan demokratis. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian anak prasekolah Taman Kanak-Kanak Negeri Rembang. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey analitik, dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah siswa TK Negeri Rembang berjumlah 110, dan cara pengambilan sampel dengan metode simple random sampling sejumlah 87 responden. Instrumen penelitian menggunakan 2 kuesioner yaitu kuesioner pola asuh orang tua dan kemandirian anak prasekolah. Analisis menggunakan chi square. Hasil: Pola asuh orang tua yang paling banyak diterapkan adalah pola asuh demokratis 54 responden (72,0 %), dan yang paling sedikit pola asuh otoriter 2 responden (2,7 %). Kemandirian anak 64,0 % anak mandiri dan tidak mandiri 27,0 %. Hasil analisis dengan chi square diketahui X2 hitung < X2 tabel = 3,986 < 5,591 dan p value 0,136. Simpulan:Tidak ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian anak prasekolah Taman Kanak-Kanak Negeri Rembang.
PENYULUHAN KESEHATAN PEDULI REMAJA TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG SEKS PRANIKAH Christina Pernatun Kismoyo
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 3, No 2: Agustus 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v3i2.78

Abstract

Latar Belakang: Data World Health Organization (WHO) tahun 2010 setiap tahun 210 juta remaja yang hamil di seluruh dunia, 46 juta di antaranya melakukan aborsi karena seks pra nikah. Salah satu penyebab dari kehamilan diluar nikah adalah ketidak mampuan remaja dalam mengendalikan dorongan biologis. Dari data Kementerian Agama kabupaten Bantul kasus pernikahan dini meningkat, dan 95% dari pernikahan dini tersebut disebabkan oleh kehamilan pranikah.Tujuan Penelitian: Mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap para remaja di desa Girirejo seks pranikah sebelum dan sesudah penyuluhan.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experiment) dengan pendekatan one group pretest­posttest dengan sampe sampel dengan metode purposive sampling 56 remaja karang taruna desa Girirejo, Imogiri, Bantul dan dianalisis dengan Data di analisis dengan paired sample t-test dengan SPSS for windows 17.0 keputusan uji statistik menggunakan taraf signifikan p<0,05.Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap tentang remaja seks pranikah kearah yang lebih baik setelah kegiatan konseling. Hasil pengujian yang diperoleh pada efek dari kegiatan konseling bagi pengetahuan remaja dan sikap tentang seks pranikah dengan nilai p = 0,001 < α = 0,05 dihasilkan nilai rata­rata pengetahuan ­2321 dan sikap-2857Kesimpulan dan saran : Metode penyuluhan dalam PKPR efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang seks pranikah di desa Girirejo, Imogiri. Kegiatan PKPR dijadikan kegiatan rutin pihak Puskesmas minimal 6 bulan sekali dan pihak desa memberikan dukungan baik sarana­prasarana serta dana. Revolusi mental mencip-takan generasi yang bersih, sehat, dan kuat dalam membangun bangsa dan negara.ABSTRACTBackground: World Health Organization (WHO) in 2010 to 210 million each year for pregnant teenagers around the world, 46 million of them have an abortion because of the sex before marriage. One of the causes of pregnancy outside of marriage is the inability of a teenager in a biological impulse control. From the data of the Ministry of Re- ligious Bantul increasing cases of early marriage, and 95% of early marriage are caused by premarital pregnancy.Objective: To identify the level of knowledge and attitudes of teenagers in the village Girirejo premarital sex before and after counseling.Methods: This study used a quasi­experimental (quasi experiment) with the approach of one group pretest­posttest with a till sample with purposive sampling method 56 adolescent youth village Girirejo, Imogiri and analyzed data was analyzed by paired sample t­test with SPSS for windows 17.0 statistical test decision to use a significant level of p <0.05.Results: An increase in knowledge and attitudes about premarital sex teens toward better after counseling. The test results obtained on the effects of counseling for adolescent knowledge and attitudes about premarital sex with a value of p = 0.001 <α = 0.05 is generated average value knowledge and attitudes 2857 ­2321Conclusions and suggestions: Method PKPR effective counseling in improving knowledge and attitudes about premarital sex in adolescents Girirejo village, Imogiri. Activity PKPR the health center used as a routine activity for at least 6 months and the village provides good support infrastructure and funding. Mental revolution to create a generation that is clean, healthy, and strong in building the nation.
SIKAP BIDAN TERHADAP PELAKSANAAN PIJAT PERINEUM Enny Yuliaswati
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 1, No 3: Desember 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v1i3.8

Abstract

Latar belakang: Robekan perineum yang terjadi saat persalinan mengakibatkan 40%-60% perdarahan pasca salin. Komplikasi yang terjadi akibat robekan perineum antara lain lama perawatan yang lebih panjang, penurunan kualitas hidup wanita, penggunaan obat-obatan serta analgetik dan incontinensia alvi. Metode yang dapat mengu-rangi terjadinya robekan pada perineum saat persalinan diantaranya adalah pijat perineum yang dilakukan ketika hamil. Bidan dalam menyikapi fenomena pijat perineum sangat beragam dengan berbagai alasan. Tujuan: Untuk mengkaji sikap bidan antara yang melakukan pijat perineum dan tidak melakukan, maka penulis melakukan penelitian dengan metode mixed method. Metode: Rancangan penelitian ini adalah mixed method strategi eksplanatoris dengan observasional analitik pendekatan potong lintang terhadap 32 bidan yang melakukan pijat perineum dan 68 bidan yang tidak melakukan pijat perineum. Penelitian ini dilaksanakan di Surakarta pada bulan November-Desember 2012 dengan menggu-nakan kuesioner yang telah dilakukan uji reliabilitas dan validitas, sedangkan pengumpulan data kualitatif meng-gunakan wawancara mendalam. Analisis data kuantitatif menggunakan uji Mann-Whitney, sedangkan analisis data kualitatif melalui transkripsi, koding, kategori, dan membangun tema. Hasil: Berdasarkan data yang terkumpul dari 100 responden Hasil penelitian menunjukkan median skor sikap bidan yang melakukan pijat perineum 75,6, tidak melakukan 77,5 (ZM-W= 1,491, nilai p= 0,136). Berdasarkan anali-sis kualitatif faktor dominan yang menyebabkan bidan tidak melakukan pijat perineum yaitu faktor pengetahuan, pengalaman, motivasi dan budaya. Simpulan: Sikap bidan antara yang melakukan pijat perineum dan tidak melakukan tidak terdapat perbedaan.
FAMILY APPROACH SEBAGAI STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM PRAKTIK KEBIDANAN KOMUNITAS DI AKADEMI KEBIDANAN YOGYAKARTA Istri Bartini; Winarsih Winarsih
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 1, No 3: Desember 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v1i3.14

Abstract

Latar belakang: Materi atau modul, strategi pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran di lapangan (practice field) berkorelasi kuat dengan kemampuan profesionalnya. Salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan partisipasi, keaktifan dan keterampilan mahasiswa adalah metode pembelajaran praktik kebidanan komunitas den-gan strategi family approach. Pendekatan melalui keluarga secara intensif (Family Approach) diharapkan dapat mem-berikan pengalaman belajar yang efektif untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa. Saat ini belum semua institusi pendidikan kebidanan melaksanakan family approach sebagai bagian dari kegiatan praktik kebidnankomunitas. Aka-demi Kebidanan Yogyakarta telah melaksanakan family approach sebagai bagian dari praktik kebidanan komunitas. Tujuan penelitian: Menunjukkan manfaat dan tantangan pelaksanaan pembelajaran aktif mahasiswa dalam praktik kebidanan komunitas dengan stategi pendekatan keluarga/Family Approach. Metode penelitian: Metode deskriptif analitik secara kualitatif dengan subjek penelitian mahasiswa dan dosen pem-bimbing yang telah melaksanakan praktik kebidanan komunitas. Teknik pengumpulan data melalui Focus group dis-cussion dan melihat data sekunder yaitu laporan praktik kebidanan komunitas. Analisa data menggunakan content analysis dan explanatory building Hasil dan pembahasan: Analisi isi laporan mahasiswa menyebutkan bahwa dari family approach mereka dapat menemukan masalah, berfikir kritis dan kreatif, berlatih komunikasi efektif, pendekatan dan pemantauan secara terus menerus. Hasil focus group discussion pada mahasiswa dan dosen menghasilkan data bahwa mahasiswa merasa senang dengan strategi pembelajaran family approach karena dapat memberikan pengalaman nyata tugas bidan di komunitas dan merasakan adanya peningkatan ketrampilan yang menunjang kompetensi bidan, seperti ketrampilan komunikasi, pemecahan masalah, memacu untuk teus belajar, lebih kreatif dan percaya diri. Hambatan yang dirasa-kan adalah terbatasnya waktu untuk pelaksanaan family approach dan proses bimbingan dosen. Kesimpulan dan saran: Strategi family approach merupakan kegiatan belajar yang menyenangkan bagi mahasiswa dan memberikan manfaat untuk peningkatan ketrampilan yang menunjang kompetensi bidan di komunitas. Strategi ini diharapkan tetap dilaksanakan dan merupakan bagian terpenting dari praktik kebidanan komunitas.
ANALISIS KARAKTERISTIK IBU DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI PENTAVALEN Farida Kartini; Herlin Fitriani
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 4, No 1: Maret 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v4i1.19

Abstract

Latar Belakang: Imunisasi pentavalen sangat penting bagi anak yang bertujuan untuk melindungi anak dari penu-laran penyakit difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B dan penyakit yang disebabkan oleh haemaphilus influenza B. Tujuan: Untuk menganalisis karakteristik ibu balita dengan tingkat pengetahuannya tentang imunisasi pentava-len. Metode: Metode penelitian adalah studi analitik dengan sampel sebanyak 48 ibu balita. Teknik pengambilan sam-pel dengan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup. Analisis data menggunakan anali-sis chi square dan kendall’s tau. Hasil: Hasil uji chi square antara usia ibu dan tingkat pendidikan ibu dengan tingkat pengetahuan ibu tentang imu-nisasi pentavalen masing-masing dengan nilai p= 0,043 dan p= 0,032. Uji kendall’s tau antara status pekerjaan ibu dan pengetahuan ibu mengenai jadwal imunisasi pentavalen dengan tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi pentavalen masing-masing dengan nilai p= 0,656 dan p= 0,830. Simpulan: Ada hubungan antara usia dan status pekerjaan ibu dengan tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi pentavalen. Namun tidak ada hubungan antara status pekerjaan ibu dan pengetahuan ibu tentang jadwal imunisasi dengan tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi pentavalen.
INDUKSI PERSALINAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR Reni Tri Lestari; Yuniar Wardani
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 1, No 1: Maret 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v1i1.31

Abstract

Latar belakang: Angka Kematian Bayi (AKB) di negara berkembang diperkirakan 4-9 juta, penyebabnya adalah asfiksia bayi baru lahir yang angka kejadiannya 20% dari semua kematian bayi. AKB di Indonesia masih tinggi de- ngan rincian asfiksia 27%, BBLR 29%, tetanus 10%, infeksi 5%, gangguan hematologi 6%, masalah pemberian mi- num 10%, dan lain-lain 13% (WHO, 2006). AKB di Yogyakarta tahun 2007 adalah 19/1000 KH. Asfiksia merupakan urutan pertama dari kasus bayi yang dirawat RSUD Panembahan Senopati Bantul dan pada tahun 2010 terdapat 272 induksi persalinan dengan kejadian asfiksia 225 kasus.Tujuan: mengetahui hubungan antara induksi persalinan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta pada Tahun 2012.Metode: Jenis penelitian adalah case control dengan perbandingan kasus dan kontrol 2:2 yaitu 160 : 160. Sampel adalah seluruh ibu yang melahirkan pervaginam. Penelitian menggunakan data sekunder, analisis data menggu- nakan analisis chi square.Hasil: Hasil X2 = 8,76, harga X2 tabel dengan db = 1 dan α = 0,05 adalah 3,84 sehingga nilai X2 hitung > X2 tabel, sehingga dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara induksi persalinan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir. Nilai odds ratio 2,36 dapat disimpulkan faktor yang diteliti yaitu asfiksia bayi baru lahir merupakan faktor resiko artinya pasien yang dilakukan induksi persalinan diperkirakan bayinya mengalami asfiksia 2,36 kali dari pada pasien yang tidak dilakukan induksi persalinan.Simpulan: Ada hubungan signifikan antara induksi persalinan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir danasfiksia bayi baru lahir merupakan faktor resiko.ABSTRACTBackground: The infant mortality rate in developing countries an estimated 4-9 million, the cause was asphyxia newborns with the number of events 20% of all infant deaths. Infant Mortality Rate in Yogyakarta was 19/1000 life births in 2007. Asphyxia is a first of cases infant who were treated in Panembahan Senopati Bantul Hospital in 2010 and there were 272 labor induction with 225 incedent cases of asphyxia.Objective: The aim of this study to know the relationship between the incidence of induction of labor with asphyxia in newborns in Panembahan Senopati Bantul hospital in 2012.Method:This type of research is a case control design, with a 2:2 ratio of cases and controls is 160: 160. The sample is all women who gave birth vaginally. The study uses secondary data, analysis of data using univariate and bivariate analysis.Result: The result X2= 8,76, the price of db table X2=1 and α=0,05 is 3,84. It means X2 calculated value >X2 table, it can be concluded that there was a significant correlation labor induction with incident of asphyxia newborns. Odds ratio value 2,36 can be concluded that the asphyxia was a risk factor.Conclusion: Patient who labor induction was estimed to 2,36 times the baby suffered asphyxia than in patientswho do not induce labor.
Pola Asuh Demokratis dengan Sibling Rivalry pada Anak Usia Pra Sekolah Endang Khoirunnisa; Berliana Kartikasari
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 6, No 1: Maret 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v6i1.83

Abstract

ABSTRACTBackground: The birth of a baby is usually attractive to the parents,but not for the eldest child. The eldest child will feel jealous, especially when he or she saw his little brother or sister were in the arms of their parents like the eldest child’s experience. The eldest child would feel threatened by the presence of the baby that may receive more attention. Sibling rivalry or jealousy to his little brother could make the eldest child hates or even hostile to his little brother. The factor that affecting sibling rivalry is type of parenting that applied by the parents. Purpose: to know the relationship between democratic parenting with sibling rivalry in preschool children in TK Kuncup Harapan Pang- gungharjo Sewon Bantul.Method: this research is a kind of analytic survey with cross sectional method. Population in this research are par- ents of the children in TK Kuncup Harapan, to decide the sampling using purposive sampling method and there are 35 respondents. Instruments of this research using two questionnaires, democratic parenting questionnaires and sibling rivalry among the preschool children. The data analysis using chi square.Result: The analysis result using chi square method is x1 2count > x2table = 6,818> 3,84 and p value 0,024 <0,05 and prevalence ratio 3 (CI 1.2815 - 7.3386) so the H0 is rejected.Conclusion: There is a relationship between democratic parenting with sibling rivalry in preschool age children and the children whose parents apply democratic parenting have risk three times higher to have sibling rivalry than children whose parents apply democratic parenting.Keywords: democratis parenting, sibling rivalry  INTISARI Latar Belakang: Lahirnya bayi biasanya menarik bagi orang tua, tetapi belum tentu bagi anak sulung. Anak sulung akan merasa cemburu dan kehilangan, khususnya saat melihat adiknya berada dalam gendongan orangtua seperti yang dialami anak sulung dulu. Anak sulung akan merasa terancam dengan kehadiran bayi yang mungkin lebih banyak memperoleh perhatian. Kecemburuan atau sibling rivalry terhadap adiknya bisa membuat anak sulung membenci adiknya atau bahkan memusuhinya. Faktor yang mempengaruhi terjadinya sibling rivalry ini diantaranya adalah jenis pola asuh yang diterapkan orang tua.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pola asuh demokratis dengan sibling rivalry pada anak usia prasekolah di TK Kuncup Harapan Panggungharjo Sewon Bantul.Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah orang tua dari murid TK Kuncup Harapan dengan cara pengambilan sampel dengan metode purposive sampling sejumlah 35 responden. Instrumen penelitian menggunakan 2 kuesioner yaitu kuesioner pola asuh demokratis dan sibling rivalry pada anak prasekolah. Analisis data menggunakan chi square.Hasil: Analisis data diperoleh nilai X3 4 hitung=6,818 > X2tabel= 3,84, dengan p value 0,024 < 0,05 dan rasio prevalensi 3 (CI= 1.2815 - 7.3386). Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa H0 ditolak.Kesimpulan: Ada hubungan antara pola asuh demokratis dengan sibling rivalry pada anak prasekolah dan anak yang orang tuanya menerapkan pola asuh tidak demokratis berisiko 3 kali lebih tinggi terjadi sibling rivalry daripada anak yang orang tuanya menerapkan pola asuh demokratis.Kata Kunci: Pola asuh demokratis, Sibling rivalry   
Dukungan Keluarga dengan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif Margaretha Putri Sariningrum; Yuni Fitriana; Sri Susilowati
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 6, No 1: Maret 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v6i1.88

Abstract

ABSTRACTBackground: Standard low of suckle on the breast in some countries because decrease of support breastfeeding for mother in around area. The problem often come at 2012, in global giving exclusive breastmilk still under 50%. Family support for breastfeeding that know breastmilk good food for baby is better supported for success breasfeeding. Study preface in Sidoarum Village mention one of factor about giving exclusive breastmilk is a family support.Goal: The goal of the research to know about the relation of family support with sucessful giving exclusive breastmilk in Sidoarum Village Godean Sleman 2016.Method: This research is quantitative research, design with descriptive correlation, use cross sectional research. The subject of the study is mother who has baby between 6 to 11 month at February 2016. In selecting sample, its research use cluster random sampling with 48 respondents. It is analyzed by chi-square and the instrument is used questionnaire.Result: The result from 48 responden family support at offer bresfeeding exclusive there are 26 respondent (54,2%). The mother was success give breastfeeding such as 38 responden (79,2%). There is any relation between family support with sucessful giving exclusive breastmilk (p-value=0.000).Conclusion: There is any relation between familly support to sucessful giving exclusive breastmilk in Sidoarum Village Godean Sleman 2016. The expect familly giving motivation mother for breasfeeding in order to sucessful giving exclusive breastmilk.Keyword: Family Support, exclusive breastmilk. INTISARILatar Belakang: Rendahnya tingkat menyusui di beberapa negara disebabkan karena kurangnya dukungan untuk ibu menyusui dari lingkungan sekitar. Pada tahun 2012 secara global pemberian ASI eksklusif masih dibawah 50%. Dukungan keluarga yang mengerti bahwa ASI adalah makanan yang baik untuk bayi merupakan pendukung yang baik demi keberhasilan menyusui. Studi pendahuluan yang dilakukan di Desa Sidoarum mengatakan salah satu faktor pemberian ASI eksklusif adalah dukungan dari keluarga dekat.Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Desa Sidoarum Godean Sleman tahun 2016.Metode Penelitian: Jenis Penelitian ini kuantitatif, desain deskriptif korelasi, pendekatan yang digunakan cross sectional. Subjek penelitian ibu yang memiliki bayi berusia 6-11 bulan di Desa Sidoarum Godean Sleman pada bulan Febuari 2016. Teknik sampling adalah Cluster Random Sampling dengan jumlah sampel 48 responden. Dianalisis dengan Chi square. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner.Hasil penelitian: Hasil penelitian dari 48 responden dukungan keluarga pada pemberian ASI eksklusif sebanyak 26 responden (54,2%). Ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif sebanyak 38 responden (79.2%). Hasil analisis menunjukan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif (ρ-value= 0.000).Kesimpulan: Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Desa Sidoarum Godean Sleman tahun 2016. Keluarga diharapkan mampu memotivasi ibu dalam memberikan ASI eksklusif agar keberhasilan ASI eksklusif dapat tercapai.Kata kunci: Dukungan keluarga, ASI eksklusif
Tingkat Pengetahuan Remaja tentang Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR) pada PIK-R dan Non PIK-R Dewi Puspita Sari; Eny Retna Ambarwati; Reni Tri Lestari
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 6, No 1: Maret 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v6i1.84

Abstract

ABSTRACTBackground: Adolescents are the future of a nation and ensuring their high capacity is crucial for country development. However, the phenomenon of early marriage is common and is one of the major adolescents’ concerns in Indonesia. Youth Information and Counselling Centre (PIK-R) is a container-managed preparation of family life program activitiesof, by and for youth to provide information and counseling about PKBR (Preparation of Family Life For Adolescents) and other support activities. From the results of a preliminary study in the Purwomartani village still many marriages at a young age and the high divorce rate that occurred in the region.Objective: To determine differences in the level of adolescents knowledge about preparation of family life for adolescents at PIK-R and no PIK-R.Methode: This research uses study comparative design with cross sectional approach models. Respondents in this research is adolescents aged 18-21 years of the total 78 respondents. There is 39 from PIK-R and 39 from no PIK-R. The instrument used in this research is the questionnaire. Bivariate analysis using Man Whitney test.Results: The level of adolescents knowledge about PKBR at PIK-R in good categories were 21 (55.26%), while at no PIK-R in good categories as much as 9 (23.68%). Man Whitney analysis with p-value 0.000 (<0.05).Conclution: There are significant differences in the level of adolescents knowledge about preparation of family life for adolescents (PKBR) at PIK-R and no PIK-R.Key Words: Knowledge, adolecents, PKBR, PIK-R INTISARILatar Belakang: Remaja adalah modal bagi pembangunan bangsa di masa depan yang mempersiapkan dirinya mencapai cita-cita termasuk merencanakan kehidupan berkeluarganya. Fenomena remaja yang menikah atau kawin muda terjadi dan mendapat perhatian yang cukup besar di Indonesia. Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-Remaja) adalah suatu wadah kegiatan program PKBR yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang PKBR serta kegiatan penunjang lainnya. Hasil studi pendahuluan di Desa Purwomartani masih banyak pernikahan diusia muda dan angka perceraian masih tinggi.Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan remaja tentang Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR) pada PIK-R dan non PIK-R.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi komparatif, dengan model pendekatan secara cross sectional. Responden pada penelitian ini adalah remaja usia 18-21 tahun sebanyak 78 orang, terdiri dari 39 remaja PIK-R dan 39 remaja non PIK-R. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis bivariat menggunakan uji Man Whitney.Hasil: Tingkat pengetahuan remaja tentang PKBR pada PIK-R dalam kategori baik sebanyak 21 (55,26%), sedangkan pada non PIK-R dalam kategori baik sebanyak 10 (25.6%). Dengan hasil uji statistik Mann Whitney p-value 0.000 (<0.05).Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan remaja tentang Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR) pada PIK-R dan non PIK-R di Desa Purwomartani.Kata kunci: Pengetahuan, remaja, PKBR, PIK-R 
Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Diare Yampa Eksa Daidella Ghilari; Trisno Agung; Isabella Rahmawati
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 6, No 1: Maret 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v6i1.85

Abstract

ABSTRACTBackground: Diarrhea is a disease with a high incidence in the world. One risk factor for diarrhea is that the mother does not give exclusive breastfeeding to her baby. The coverage of exclusive breastfeeding in Banguntapan I Health Center Bantul from 302 infants as many as 197 (90%) infants who received exclusive breastfeeding.Objective: To determine the relationship and calculate the risk of exclusive breastfeeding with the incidence of diarrhea in Banguntapan I health center, Bantul.Method: This study is a type of quantitative research using methods analytical survey with crossectional approach. The population is mothers who have babies aged> 6-12 months in Banguntapan I Health Center, Bantul. The sampling technique used purposive sampling, with a total sample of 75 respondents.Results: From 75 samples there were 51 exclusively breastfed babies and 24 infants who were not given exclusive breastfeeding. Babies with exclusive breastfeeding and having diarrhea as many as 3 babies (4.0%), while babies with no breast milk exclusive and experienced diarrhea of 6 babies (8.0%). With the chi-square test obtained p value of 0.026 (p> 0.05). The Prevalence Ratio value (RP) obtained a value of 4,250 (interval 90% trust).Conclusion: There is a relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of diarrhea. Mothers who do not give exclusive breastfeeding are 4,250 times more likely to be babies to experience diarrhea compared to mothers who give exclusive breastfeeding, and on a regular basis statistically significant (0.026).Keywords: Exclusive breastfeeding, incidence of diarrhea. INTISARILatar Belakang: Diare merupakan salah satu penyakit dengan insidensi tinggi di dunia. Salah satu faktor risiko diare adalah ibu tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Cakupan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Banguntapan I Bantul dari 302 bayi sebanyak 197 (90%) bayi yang mendapatkan ASI eksklusif.Tujuan: Mengetahui hubungan dan menghitung risiko pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare di puskesmas Banguntapan I Bantul.Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan crossectional. Populasinya adalah ibu yang memiliki bayi umur >6-12 bulan di puskesmas Banguntapan I Bantul. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 75 responden.Hasil Penelitian: Dari 75 sampel terdapat 51 bayi yang diberikan ASI eksklusif dan 24 bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif. Bayi dengan diberikan ASI eksklusif dan mengalami diare sebanyak 3 bayi (4,0%), sedangkan bayi dengan tidak diberikan ASI eksklusif dan mengalami diare sebanyak 6 bayi (8,0%). Dengan uji chi-square diperoleh nilai p sebesar 0,026 (p>0,05). Nilai Ratio Prevalensi (RP) diperoleh nilai 4,250 (Interval kepercayaan 90%).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare. Ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif 4,250 kali lebih besar kemungkinan bayinya untuk mengalami diare dibanding dengan ibu yang memberikan ASI eksklusif, dan secara statistik bermakna (0,026).Kata Kunci: Pemberian ASI eksklusif, kejadian diare

Page 7 of 28 | Total Record : 274


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 11 No. 3: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 11 No. 2: Agustus 2023 Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 11 No. 1: Maret 2023 Vol. 10 No. 3: Desember 2022 Vol. 10 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 10, No 2: Agustus 2022 Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 10 No. 1: Maret 2022 Vol 10, No 1: April 2022 Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 9, No 3: Desember 2021 Vol. 9 No. 3 (2021): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 9, No 2: Agustus 2021 Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 9, No 1: Maret 2021 Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 8, No 3: Desember 2020 Vol. 8 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 6, No 2: Agustus 2018 Vol. 6 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 6, No 1: Maret 2018 Vol. 6 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 4, No 1: Maret 2016 Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 3, No 3: Desember 2015 Vol 3, No 2: Agustus 2015 Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 3 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 3, No 1: Maret 2015 Vol. 2 No. 3 (2014): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 2, No 3: Desember 2014 Vol 2, No 2: Agustus 2014 Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 2, No 1: Maret 2014 Vol 1, No 3: Desember 2013 Vol. 1 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 1, No 2: Agustus 2013 Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 1, No 1: Maret 2013 Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) More Issue