Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim
Merupakan jurnal ilmiah nasional yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2007 dengan tujuan sebagai media untuk mempublikasikan hasil penelitian, hasil pengkajian maupun hasil penerapan teknologi bagi para perekayasa, peneliti, dosen maupun mahasiswa di bidang teknologi kemaritiman pada umumnya. Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim terbit pada bulan Juli dan Desember setiap tahunnya.
Articles
388 Documents
Analisis Tegangan Pahat Bubut Pada Proses Perautan Poros Model Propeller
Suyadi Suyadi;
Wibowo Harso Nugroho
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 7 No. 2 (2013)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v7i2.3201
Proses pembubutan dalam pembuatan poros model baling – baling kapal merupakan pekerjaan yang rutin dilakukan di UPT – BPPH. Pekerjaan utama dalam proses ini memerlukan penggunaan pahat mata potong standar ( Hight Speed Steel ),  oleh sebab itu kajian teknis  tentang  besarnya gaya pemotongan sangat diperlukan dalam memprediksi umur pakai mata pahat tersebut. Untuk mendapatkan umur pakai dari mata pahat tersebut dilakukan  analisa pada proses pemotongan dengan menggunakan pahat mata potong standar (HSS/AISI 1020) dimana  variabel yang dipilih dalam proses pemesinan ini berupa  putaran mesin yang merupakan parameter sangat berpengaruh terhadap perubahan gaya,torsi dan tegangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  untuk proses perautan pada  putaran mesin 300 rpm dan 400 rpm mata pahat beroperasi pada kondisi normal sedangkan pada  putaran mesin 500 rpm mata pahat beroperasi pada kondisi ekstrim dimana  tegangan yang dihasilkan sebesar  31,5 Ksi dan umur pakai  pahat 139 hari  operasional pahat bubut atau 6,3 bulan kalender
PEMODELAN NUMERIK CFD PADA LAMBUNG TORPEDO
Ahmad Syafiul Mujahid;
Teddy S Setiahardja
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 7 No. 2 (2013)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v7i2.3202
Torpedo pada umumnya berbentuk tabung yang memiliki sistem penggerak sendiri. Torpedo yang dianalisa ini merupakan perpaduan dari desain torpedo jenis MK-44 dan MK-46 menjadi sebuah desain baru yang diharapkan dapat memperoleh performa yang lebih optimal. Dengan menggunakan perangkat lunak berbasis numerik CFD dapat dianalisa efek hidrodinamika yang timbul pada torpedo seperti: distribusi tekanan yang terjadi pada lambung torpedo, arah aliran fluida saat torpedo bergerak, streamline desain torpedo
DESAIN AMPLIFIER UNTUK MODEL PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG LAUT BERBASIS MATERIAL PZT
Totok Soedarto;
Wibowo Harso Nugroho
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 7 No. 2 (2013)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v7i2.3203
Dengan adanya krisis energi listrik yang telah menghampiri Indonesia, maka perlu dipikirkan sumber energi baru yang tepat, berlimpah dan terbarukan. Salah satu pilihan terbaik untuk negeri kepulauan ini adalah energi gelombang laut. Penulisan ini membahas desain sebuah komponen dasar penunjang model sistem pembangkit  tenaga listrik dimana menerapkan pemakaian keping – keping Piezoceramics ( Lead Zirconate Titanate / PZT) pada fix platform di pantai / lepas pantai. Sistem ini nantinya secara langsung akan mengkonversi gaya gelombang menjadi energi listrik yang akan disimpan kedalam sejumlah baterei dimana selanjutnya dapat di distribusi ke darat. Desain komponen yang dibahas dalam paper ini adalah berupa penguat (amplifier) sinyal listrik yang terdiri dari penguat tegangan (voltage amplifier) dan rangkaian penyangga (buffer circuit). Sinyal listrik yang diperkuat nantinya dapat terlihat melalui suatu pencahayaan mini dengan menggunakan Light Emitting Diode (LED). Hal ini diperlukan dalam rangka pembuktian konsep pembangkit listrik tenaga gelombang berbasis PZT tersebut. Dari eksperimen yang dilakukan menunjukkan bahwa amplifier hasil desain ini mempunyai kinerja yang baik sehingga konsep pembangkit listrik ini telah dapat dibuktikan
MENENTUKAN SUDUT PUNCAK MATA BOR PADA PROSES DRILLING MODEL STRUT PROPELLER
Muhammad Guruh;
Suyadi Suyadi
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 7 No. 2 (2013)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v7i2.3204
Dalam menentukan sudut puncak mata bor dituntut keseragaman sisi-sisi potong dan besarnya sudut yang dibentuk pada ujung mata bor yang sesuai  dengan sudut-sudut  mata bor.  Pembentukan mata bor, pada sudut puncak mata bor yaitu untuk mendapatkan ketajaman mata potong. Dari dasar tersebut maka, sudut-sudut mata bor berguna untuk menentukan sudut yang sesuai dengan tujuan menghasilkan benda kerja (strut) dengan nilai tingkat kehalusan dan presisi. Jadi hasil dari pembentukan sudut puncak  mata bor, maka sudut puncak mata bor harus simetris untuk mendapatkan lubang strut benar benar bulat
Studi Variasi Model Skeg Berdasarkan Resistance dan Pola Aliran yang Melewati Lambung Self Propulsion Barge
Widodo Widodo;
Ahmad Yasim;
Rina Rina;
Abdul Ghofur
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 12 No. 2 (2018)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v12i2.3226
Aliran yang melewati lambung kapal dari ujung haluan hingga ke belakang buritan kapal selalu menghasilkan wakeyang merupakan perbedaan antara kecepatan kapal dan kecepatan air yang melalui propeller. Skegadalah salah satu komponen buritan yang bertujuan menjaga stabilitas kapal saat kapal melaju pada kecepatan tinggi serta membantu fluida mengalir lebih smooth melewati hull dan propeller kapal. Desain modelskegperlu direncanakan dengan baik karena jika tidak sesuai maka justru akan menghambat kinerja propeller. Penelitian inimenganalisa 4 bentuk skeg dengan pertimbangan resistance tambahan dan bentuk pola aliran yang ditimbulkan.Hasil pemodelan numerik didapatkan harga resistance kapal yang lebih kecil pada model 2 dan 4 yaitu 93,42 kN dan 97,43 kN. Untuk mendapatkan desain optimal maka model 2 dan 4 dipertimbangkan berdasarkan pola aliran dimana kecepatan aliran pada model 2 adalah 1,82 m/s lebih besar dari kecepatan aliran pada model 4 yaitu 1,68 m/s. Berdasarkan hasil analisa tahanan kapal dan pemodelan pola aliran maka disimpulkan bahwa desain yang paling optimal adalah skeg kondisi 2
Pemodelan Numerik Hidroelastis Kapal Frigate
Wibowo Harso Nugroho;
Yuniati Yuniati;
Ahmad Syafiul Mujahid
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 8 No. 1 (2014)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v8i1.3307
Kapal perang jenis frigate merupakan kapal cepat yang mempunyai froude number berkisar antara 0,4 – 0,5. Pengaruh beban slamming pada kerusakan kelelahan material cukup besar dan mengganggu kinerja peralatan elektronik maupun mekanik yang ada di kapal perang saat beroperasi. Pemodelan Hidroelastis Kapal Frigate ESC40DV dilakukan dengan menggunakan metode elemen hingga. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu model prototype struktur lambung kapal perang kelas frigate yang mempunyai tingkat kehandalan yang baik terhadap beban hidroelastis slamming melalui pengaturan bentuk rencana garis (lines plan) struktur lambung tersebut. Dalam penelitian ini nilai beban hidroelastis dianalisa melalui serangkaian perhitungan menggunakana metode numerik elemen hingga, dengan beban pendekatan memakai strip teori. Dari pemodelan diketahui bahwa moda ke-dua kering (dry mode) getaran untuk frigate sebesar 5.2267 Hz dan saat di air mode ke-dua (wet mode) bergeser menjadi sebesar 5.7142 Hz dikarenakan adanya tambahan damping hidrodinamika. Respon harmonik slaming maksimum untuk tekanan dan tegangan struktur pada badan frigate terjadi pada 6,3 MPa dan 69.45 MPa
Produksi Prototipe Subsurface Buoyhull
Irfan Eko Sandjaja;
Wibowo Harso Nugroho;
Endah Suwarni
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 8 No. 1 (2014)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v8i1.3308
Salah satu faktor tidak terkirimnya data dari buoy ke stasiun data di darat untuk mengantisipasi potensi terjadinya tsunami karena adanya vandalisme pada buoy seperti; digunakan sebagai tambat kapal bahkan sampai dengan pencurian beberapa atau seluruh bagian dari buoy tersebut. Untuk menekan vandalisme atau pencurian dari buoy tersebut maka buoy disarankan beroperasi di bawah permukaan air laut sehingga tidak menarik perhatian kapal yang melintasi daerah tersebut. Untuk merancang buoy tersebut perlu dilakukan kajian baik dari segi hidrodinamis, kekuatan strukturnya dan proses produksi serta dengan pengujian prototype, dari kajian tersebut maka didapatkan desain buoy skala penuh yang akan dioperasikan di laut. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kemampuan apung dan kekedapan dari prototype sub_buoy secara umum selama 14 (empat belas) hari di kedalaman 1 meter dari permukaan air di kolam tetap mempunyai daya apung yang direncanakan dengan sarat operasional 1,2 m
Perhitungan Frekuensi Natural Kapal Frigate Menggunakan Metode Kumai
Nanang Joko Purnomo;
Wibowo Harso Nugroho;
Endah Suwarni
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 8 No. 1 (2014)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v8i1.3309
Kejadian slamming pada kapal frigate merupakan respon transien yang dihasilkan dari lambung haluan kapal saat mengangguk atau menghempas ke bawah, yang umumnya menginduksi frekuensi rendah terutama pada moda pertama frekuensi alami badan kapal. Paper ini membahas metode pendekatan perhitungan frekuensi natural badan kapal frigate moda pertama dengan metode Kumai yang telah berhasil diaplikasikan juga pada kapal-kapal niaga. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh bahwa perhitungan pendekatan frekuensi natural pada kapal dengan metode Kumai dapat pula diaplikasikan pada kapal jenis frigate
Study Numerik Distribusi Tegangan Badan Kapal Berbahan Aluminum
Wibowo Harso Nugroho;
Pitoyo Pitoyo
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 6 No. 1 (2012)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v6i1.3318
Paper ini berupa laporan studi tentang pemodelan numerik berbasis metode elemen hingga dari badan kapal berbahan aluminum EN AC-43100(AlSi10Mg(b) dengan  menggunakan perangkat lunak ANSYS ver.12,0. Hasil dari pemodelan ini  ini berupa sebaran tegangan normal untuk seluruh badan kapal pada kondisi gelombang ( wave induced). Verifikasi hasil dari pemodelan numerik ini dilakukan dengan melakukan perbandingan antara hasil pemodelan numerik ini dengan perhitungan analitik kekuatan memanjang. Hasil yang diperoleh dari perbandingan ini menunjukkan perbedaan yang cukup kecil  yaitu kurang dari 5%.  Hasil dari distribusi tegangan normal ini juga  memperlihatkan potensi penggunaan casting aluminum (EN AC-43100(AlSi10Mg(b)) ini sebagai material alternatif untuk menambah khazanah dari jenis paduan aluminum yang banyak digunakan untuk konstruksi kapal saat ini.
Pemilihan Metode Dalam Pembuatan Benda Berbahan Fibreglass
Irfan Eko Sandjaja
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 6 No. 1 (2012)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v6i1.3319
Pemakaian material fibreglass (FRP) pada saat ini berkembang dengan pesat karena material ini bisa menggantikan kedudukan kayu/multiplek dan logam dalam membuat suatu produk. Dalam proses produksi terdapat langkah atau metode untuk menghasilkan suatu produk tersebut, pemilihan metode dalam produksi pada umumnya bertujuan untuk menghemat biaya agar tetap mampu bersaing, penghematan ini mencakup beberapa aspek antara lain dari segi tenaga kerja, mesin, material, dan waktu. Pada proses penghematan/efisiensi suatu produksi dari benda yang berbahan baku fibreglass tentunya tidak boleh mengabaikan akurasi, kekuatan struktur, ketepatan waktu dari suatu produk tersebut sehingga layak untuk digunakan dan pihak owner tidak akan mengalami kekecewaan. Beberapa produk FRP yang telah dihasilkan di UPT BPPH Surabaya ini telah melakukan hal seperti di atas, langkah ini banyak diterapkan terutama pada produk seri dan produk-produk yang akan dilakukan untuk beberapa modifikasi seperti modifikasi model.