cover
Contact Name
Bina Rohita Sari
Contact Email
binarohitasari@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
fitofarmaka@unpak.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi
Published by Universitas Pakuan
ISSN : 20879164     EISSN : 2622755X     DOI : https://doi.org/10.33751/jf
Core Subject : Health, Science,
FITOFARMAKA mempublikasikan artikel yang berkaitan dengan farmasi, Kimia Farmasi, dan bidang Fitokimia serta akan dipublikasikan secara online. Publikasi secara elektronik akan menambah kekayaan informasi dan pengetahuan ilmiah terutama dari penelitian. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun, didokumentasikan dengan baik dalam bentuk elektronik dan cetak.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2014): FITOFARMAKA" : 8 Documents clear
KONDISI HATI TIKUS BETINA AKIBAT INDUKSI 7,12-DIMETHYL BENZ(α)ANTHRASEN (DMBA) DAN PENYEMBUHANNYA DENGAN PROPOLIS DAN NANOPROPOLIS INDONESIA Endang Zainal Hasan, Akhmad; Effend, E. Mulyati; Setiyono, Agus; Sandi, Bayu
FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 1 (2014): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.723 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan efek farmakologis propolis dan nanopropolis untuk pengobatan penyakit hati pada tikus betina yang diinduksi senyawa karsinogenik 7,12 - dimetilbenz(α)antasena (DMBA). Penelitian dilakukan dengan mengamati histopatologi dan makroskopik hati pada 28 ekor tikus betina galur Sprague - Dawley. Tikus percobaan dibagi menjadi 7 kelompok perlakuan dengan 6 kelompok yang diinduksi DMBA (Kelompok I- VI ) dan 1 kelompok sebagai kontrol normal. Kelompok I sebagai kontrolnegatif diberi 1 ml NaCl secara injeksi intraperitoneal (ip). Kelompok II - IV diberinanopropolis 8; 32 dan 56 ppm ip. Kelompok V diberi ekstrak ethanol propolis 233 ppm ip,kelompok VI sebagai kontrol positif diberikan doxorubixin ip dan kelompok VII sebagaikontrol normal diberi penyediaan akuades. DMBA diinduksi selama 11 minggu danpengobatan dilakukan 15 minggu. Setiap minggu tikus ditimbang bobotnya dan diperiksaterhadap inisiasi tumor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol propolis 233 ppmdan nanopropolis konsentrasi 32 dan 56 ppm dapat mempertahankan kondisi optimal hatitikus. Efeknya adalah setara dengan kontrol normal. 
EFEKTIVITAS SEDIAAN EMULSI EKSTRAK ETANOL 70 % DAUN MANGKOKAN (Northopanax scutellarius(Burm.f)Merr) SEBAGAI PERANGSANG PERTUMBUHAN RAMBUT Sadiah, Siti; Herlina, Nina; Indriati, Dwi
FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 1 (2014): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.351 KB)

Abstract

Daun mangkokan dalam pengobatan tradisional (jamu) dikenal sebagai tanaman obat yang berkhasiat sebagai penumbuh rambut atau mencegah kerontokan. Kerontokan rambut hingga kebotakan (Alopecia) dapat diobati dengan penyubur rambut. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan formula sediaan emulsi yang mengandung ektrak etanol 70 % daun mangkokan pada beberapa konsentrasi dan dievaluasi efektivitasnya sebagai penumbuh rambut secara in vivo. Formula dibandingkan dengan Aminexil 2% sebagai kontrol positif dan diaplikasikan pada kulit kelinci yang telah dibersihkan bulunya, kemudian panjang bulu rambut yang tumbuh diukur selama 6 minggu dan ditentukan rata-rata pertumbuhan rambut perminggu. Hasil menunjukkan formulasi dengan konsentrasi ekstrak daun mangkokan 7,5% sama efektifnya dengan kontrol positif dan berbeda signifikan dengan kontrol formula basis tanpa ekstrak. Rata-rata panjang rambut pada minggu pertama bertambah 50% dan setelah minggu keenam pertumbuhannya rata-rata diatas 65% - 85% jika dibandingkan terhadap kontrol positif Aminexil (100%). 
TOKSISITAS, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI EKSTRAK AIR KULIT KAYU MASSOI (Cryptocarpa massoy (Lauraceae)) Lohita Sari, Bina; Rurianti, Wandesta; Simanjuntak, Partomuan
FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 1 (2014): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.548 KB)

Abstract

Massoi (Cryptocarya massoy) merupakan tanaman yang digunakan masyarakat Papua sebagai obat tradisional. Kulit batang tanaman ini memperlihatkan beberapa aktivitas biologis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan toksisitas, aktivitas antioksidan dan antibakteri ekstrak air kulit batang Massoi (EAKM). Uji toksisitas menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), aktivitas antioksidan diuji dengan metode Peredaman Radikal Bebas menggunakan DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl), dan uji antibakteri menggunakan metode cakram difus terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penapisan fitokimia menunjukkan adanya steroid, flavonoid, saponin, tannin, kumarin dan minyak atsiri. Hasil LC50 sebesar 493,00 µg/mL menunjukkan bahwa EAKM adalah toksik. Nilai IC50 sebesar 14,06 µg/mL (vitamin C sebagai control positif 7,78 µg/mL) menunjukkan potensi EAKM sebagai antioksidan. Sementara EAKM tidak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap S. aureusdan E. coli. Kromatografi kolom menggunakan silika gel dengan fasa gerak kloroform:metanol (1:1) dan kloroform:metanol:air (5:5:1) pada EAKM menghasilkan empat fraksi. Semua fraksi diidentifikasi dengan KCKT menggunakan fasa gerak metanol : air (1:1). Profil KCKT keempat fraksi menunjukkan profil kromatogram yang hampir sama, yaitu pada waktu menit ke 10,0. Kata kunci :Toksisitas, antioksidan, antibakteri, Cryptocarya massoy
EFEKTIVITAS SEDIAAN SALEP EKSTRAK HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L) Urb) UNTUK PENYEMBUHAN LUKA PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus albinus) Muztabadihardja, Moerfiah,; Puspita Dewi, Santi
FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 1 (2014): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.637 KB)

Abstract

Formula salep herba ekstrak pegagan (Centella asiatica (L) Urb) dalam penelitian ini dibuat dari 5 gram ekstrak pegagan sebagai zat aktif yang dicampur dengan berbagai basis, yaitu basis berminyak,emulsi dan larut air. Mencit jantan (20 ekor) yang sudah dilukai dengan scalpel steril sepanjang 1,5 cm dibagi menjadi 5 kelompok masing-masing 4 ekor dan mendapat perlakuan salep ekstrak pegagan sebagai berikut : Kelompok I diolesi dengan formula basis minyak, kelompok II formula basis emulsi, kelompok III formula basis larut air, kelompok IV ekstrak murni serta kelompok V diolesi betadin® sebagai kontrol positif. Bahan uji diberikan dua kali sehari selama 21 hari dan diamati pada hari ke-1, 3, 7, 14, 21. Hasil yang diperoleh, menunjukkan bahwa pada hari ke 14, bila dibandingkan dengan kontrol positif, maka kelompok I dan IV lebih efektif menyembuhkan luka dibandingkan kelompok II dan III. Pada hari ke 21 semua kelompok efektif menyembukan luka sama seperti kontrol positif.Kata kunci: Pegagan, Salep, Kulit
KONDISI HATI TIKUS BETINA AKIBAT INDUKSI 7,12-DIMETHYL BENZ(?)ANTHRASEN (DMBA) DAN PENYEMBUHANNYA DENGAN PROPOLIS DAN NANOPROPOLIS INDONESIA Akhmad Endang Zainal Hasan; E. Mulyati Effend; Agus Setiyono; Bayu Sandi
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 1 (2014): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.723 KB) | DOI: 10.33751/jf.v4i1.181

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan efek farmakologis propolis dan nanopropolis untuk pengobatan penyakit hati pada tikus betina yang diinduksi senyawakarsinogenik 7,12 - dimetilbenz(?)antasena (DMBA). Penelitian dilakukan dengan mengamatihistopatologi dan makroskopik hati pada 28 ekor tikus betina galur Sprague - Dawley. Tikuspercobaan dibagi menjadi 7 kelompok perlakuan dengan 6 kelompok yang diinduksi DMBA(Kelompok I- VI ) dan 1 kelompok sebagai kontrol normal. Kelompok I sebagai kontrolnegatif diberi 1 ml NaCl secara injeksi intraperitoneal (ip). Kelompok II - IV diberinanopropolis 8; 32 dan 56 ppm ip. Kelompok V diberi ekstrak ethanol propolis 233 ppm ip,kelompok VI sebagai kontrol positif diberikan doxorubixin ip dan kelompok VII sebagaikontrol normal diberi penyediaan akuades. DMBA diinduksi selama 11 minggu danpengobatan dilakukan 15 minggu. Setiap minggu tikus ditimbang bobotnya dan diperiksaterhadap inisiasi tumor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol propolis 233 ppmdan nanopropolis konsentrasi 32 dan 56 ppm dapat mempertahankan kondisi optimal hatitikus. Efeknya adalah setara dengan kontrol normal.
EFEKTIVITAS SEDIAAN EMULSI EKSTRAK ETANOL 70 % DAUN MANGKOKAN (Northopanax scutellarius(Burm.f)Merr) SEBAGAI PERANGSANG PERTUMBUHAN RAMBUT Siti Sadiah; Nina Herlina; Dwi Indriati
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 1 (2014): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.351 KB) | DOI: 10.33751/jf.v4i1.182

Abstract

Daun mangkokan dalam pengobatan tradisional (jamu) dikenal sebagai tanaman obat yang berkhasiat sebagai penumbuh rambut atau mencegah kerontokan. Kerontokan rambuthingga kebotakan (Alopecia) dapat diobati dengan penyubur rambut. Pada penelitian inidilakukan pembuatan formula sediaan emulsi yang mengandung ektrak etanol 70 % daunmangkokan pada beberapa konsentrasi dan dievaluasi efektivitasnya sebagai penumbuhrambut secara in vivo. Formula dibandingkan dengan Aminexil 2% sebagai kontrol positif dandiaplikasikan pada kulit kelinci yang telah dibersihkan bulunya, kemudian panjang bulurambut yang tumbuh diukur selama 6 minggu dan ditentukan rata-rata pertumbuhan rambut perminggu. Hasil menunjukkan formulasi dengan konsentrasi ekstrak daun mangkokan 7,5%sama efektifnya dengan kontrol positif dan berbeda signifikan dengan kontrol formula basistanpa ekstrak. Rata-rata panjang rambut pada minggu pertama bertambah 50% dan setelahminggu keenam pertumbuhannya rata-rata diatas 65% - 85% jika dibandingkan terhadapkontrol positif Aminexil (100%).
TOKSISITAS, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI EKSTRAK AIR KULIT KAYU MASSOI (Cryptocarpa massoy (Lauraceae)) Bina Lohita Sari; Wandesta Rurianti; Partomuan Simanjuntak
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 1 (2014): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.548 KB) | DOI: 10.33751/jf.v4i1.183

Abstract

Massoi (Cryptocarya massoy) merupakan tanaman yang digunakan masyarakat Papuasebagai obat tradisional. Kulit batang tanaman ini memperlihatkan beberapa aktivitasbiologis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan toksisitas, aktivitas antioksidan danantibakteri ekstrak air kulit batang Massoi (EAKM). Uji toksisitas menggunakan metodeBrine Shrimp Lethality Test (BSLT), aktivitas antioksidan diuji dengan metode PeredamanRadikal Bebas menggunakan DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl), dan uji antibakterimenggunakan metode cakram difus terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.Penapisan fitokimia menunjukkan adanya steroid, flavonoid, saponin, tannin, kumarin danminyak atsiri. Hasil LC50sebesar 493,00 g/mL menunjukkan bahwa EAKM adalah toksik.Nilai IC50sebesar 14,06 g/mL (vitamin C sebagai control positif 7,78 g/mL) menunjukkanpotensi EAKM sebagai antioksidan. Sementara EAKM tidak menunjukkan aktivitasantibakteri terhadap S. aureusdan E. coli. Kromatografi kolom menggunakan silika geldengan fasa gerak kloroform:metanol (1:1) dan kloroform:metanol:air (5:5:1) pada EAKMmenghasilkan empat fraksi. Semua fraksi diidentifikasi dengan KCKT menggunakan fasagerak metanol : air (1:1). Profil KCKT keempat fraksi menunjukkan profil kromatogram yanghampir sama, yaitu pada waktu menit ke 10,0.Kata kunci :Toksisitas, antioksidan, antibakteri, Cryptocarya massoy
EFEKTIVITAS SEDIAAN SALEP EKSTRAK HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L) Urb) UNTUK PENYEMBUHAN LUKA PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus albinus) Moerfiah, Muztabadihardja; Santi Puspita Dewi
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 1 (2014): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.637 KB) | DOI: 10.33751/jf.v4i1.184

Abstract

Formula salep herba ekstrak pegagan (Centella asiatica (L) Urb) dalam penelitian inidibuat dari 5 gram ekstrak pegagan sebagai zat aktif yang dicampur dengan berbagai basis,yaitu basis berminyak,emulsi dan larut air. Mencit jantan (20 ekor) yang sudah dilukai denganscalpel steril sepanjang 1,5 cm dibagi menjadi 5 kelompok masing-masing 4 ekor danmendapat perlakuan salep ekstrak pegagan sebagai berikut : Kelompok I diolesi denganformula basis minyak, kelompok II formula basis emulsi, kelompok III formula basis larut air,kelompok IV ekstrak murni serta kelompok V diolesi betadin sebagai kontrol positif. Bahanuji diberikan dua kali sehari selama 21 hari dan diamati pada hari ke-1, 3, 7, 14, 21. Hasilyang diperoleh, menunjukkan bahwa pada hari ke 14, bila dibandingkan dengan kontrolpositif, maka kelompok I dan IV lebih efektif menyembuhkan luka dibandingkan kelompok IIdan III. Pada hari ke 21 semua kelompok efektif menyembukan luka sama seperti kontrolpositif.Kata kunci: Pegagan, Salep, Kulit

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2024): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2023): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2023): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2022): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2022): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 2 (2019): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2019): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2019): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2018): Fitofarmaka Volume 8 No. 2 Tahun 2018 Vol 8, No 2 (2018): Fitofarmaka Volume 8.2 2018 Vol 8, No 1 (2018): Fitofarmaka, Vol.8, No.1, Juni 2018 Vol 8, No 2 (2018): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2018): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 1 (2018): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2017): Vol.7, No.2, Desember 2017 Vol 7, No 1 (2017): Vol 7 No 1 Juni 2017 Vol 7, No 2 (2017): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 1 (2017): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 2 (2016): Vol.6, No.2, Desember 2016 Vol 6, No 1 (2016): Vol.6, No.1, Juni 2016 Vol 6, No 2 (2016): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 1 (2016): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 2 (2015): Vol 5 No 2 Desember 2015 Vol 5, No 2 (2015): FITOFARMAKA Vol 5, No 1 (2015): FITOFARMAKA Vol 5, No 1 (2015): FITOFARMAKA Vol 4, No 2 (2014): FITOFARMAKA Vol 4, No 2 (2014): FITOFARMAKA Vol 4, No 1 (2014): FITOFARMAKA Vol 4, No 1 (2014): FITOFARMAKA Vol 3, No 2 (2013): FITOFARMAKA Vol 3, No 2 (2013): FITOFARMAKA Vol 3, No 1 (2013): FITOFARMAKA Vol 3, No 1 (2013): FITOFARMAKA Vol 2, No 2 (2012): FITOFARMAKA Vol 2, No 2 (2012): FITOFARMAKA Vol 2, No 1 (2012): FITOFARMAKA Vol 2, No 1 (2012): FITOFARMAKA Vol 1, No 2 (2011): FITOFARMAKA Vol 1, No 2 (2011): FITOFARMAKA More Issue