Articles
475 Documents
Pengaruh Variasi Arus GMAW pada Sambungan Pipa aja API 5L Grade B terhadap Sifat Mekanik dan Struktur Mikro
Adi Ganda Putra;
Pawawoi
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 8 No 1 (2009): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jt.vol8no1.309
Proses pengelasan merupakan teknologi penyambungan pada logam yang sering digunakan. Metoda pengelasan GMAW telah banyak digunakan secara luas pada penyambungan pipa penyalur (pipe line), pipa kostruksi, proses pemipaan (piping process), dll. Baja API 5L Grade B adalah salah satu bahan yang distandarkan oleh API untuk penggunaan/aplikasi perpipaan pada perusahaan minyak dan gas (oil and Gas). Dalam instalasinya dibutuhkan hasil penyambungan yang baik tanpa terbentuknya cacat pada sambungan sesuai dengan standar API. Variasi arus (100, 135 dan 160A) pada proses pengelasan GMAW akan berpengaruh terhadap heat input dan kelarutan (dilution) antara logam dasar dengan logam pengisi yang dapat menyebabkan perubahan sifat fisik dan sifat mekanik pada sambungan pipa. Kualitas/mutu sambungan dapat dikaji dengan melakukan pengujian supaya dapat diketahui sifat fisik dan sifat mekanik hasil sambungan pipa dengan variasi arus pada metoda GMAW. Metoda pengujian yang dilakukan antara lain : uji tarik, uji nick break dan uji lengkung, sedangkan perubahan struktur mikro dikaji dengan analisa metalografi.
Isolasi Enzim Bromelin dari Buah Nanas dan Aplikasinya pada Pembuatan Kecap Berbahan Baku Keong Mas
Febrianto Adi Nugroho
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 8 No 2 (2009): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jt.vol8no2.311
Bromelin merupakan enzim proteolitik yang berasal dari buah nanas (Ananas comosus dan Ananas bracteatus). Sebagai enzim proteolitik, bromelin mampu memecah molekul-molekul protein menjadi bentuk asam amino. Pada penelitian ini enzim bromelin digunakan dalam pembuatan kecap dari keong mas sebagai katalis. Pembuatan kecap dari keong mas tersebut bertujuan untuk memanfaatkan kandungan protein yang terdapat pada keong mas. Diharapkan masyarakat khususnya petani akan mendapatkan manfaat dan nilai tambah dari pengolahan tersebut dengan mengusahakan kecap keong mas sebagai penghasilan sampingan. Variabel yang dipelajari pada penelitian ini adalah perbandingan penggunaan komposisi antara bonggol nanas dengan keong mas pada perbandingan 1: 1 (A), 1: 2 (B), dan 1 : 3 (C) serta waktu proses hidrolisa enzimatis terhadap keong mas. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa kecap yang paling disukai adalah kecap yang dibuat dengan perbandingan 1 : 2 dengan lama proses pembuatan 3 hari.
Perbandingan Sifat Drawability Material Kaleng Kemasan Biscuit dan Cat Tembok
P. Y. M. Wibowo;
Adi Ganda Putra
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 8 No 2 (2009): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jt.vol8no2.312
Salah satu jenis sampah atau limbah yang banyak ditemukan disekeliling kita adalah kaleng bekas kemasan dari berbagai produk kemasan. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam pemanfaatan jenis sampah / limbah tersebut diantaranya adalah membentuk ulang untuk dijadikan suatu produk baru. Sifat drawability material merupakan salah satu hal yang penting dalam proses pembentukan logam lembaran. Dengan mengambil sampel kaleng bekas kemasan dari produk biscuit dan cat tembok, dalam studi ini ingin membandingkan sifat drawability atas kedua jenis material tersebut dengan cara melakukan beberapa jenis pengujian terhadap sampel. Data yang diperoleh menunjukan bahwa pada material kaleng bekas kemasan biscuit memiliki kadar karbon sebesar 0,03826% dan memiliki r-value <1 yaitu sebesar 0,6 serta nilai LDR 2 yaitu sebesar 2,3. Sedangkan pada material kaleng bekas kemasan cat tembok memiliki kadar karbon sebesar 0,0318% dengan nilai r-value 1 yaitu sebesar 1,8454 serta LDR 2 yaitu sebesar 3,296. Berdasarkan data-data tersebut dapat dikatakan bahwa material kaleng bekas kemasan cat tembok memiliki sifat drawability yang lebih baik bila dibandingkan dengan material kaleng bekas kemasan biscuit.
Karateristik Proses Pelapisan Emas pada Plastik Resin ABS
Abrianto Akuan
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 8 No 2 (2009): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jt.vol8no2.313
Penelitian ini bertujuan untuk membuat lapisan logam pada material dasar plastik yang bersifat non konduktor dengan menggunakan metode lapis listrik (electroplating). Dengan proses pelapisan ini diharapkan akan meningkatkan sifat fisik dan bertambah nilai estetika dari material plastik. Lapis listrik adalah suatu proses pengendapan logam (misalnya: Ni, Cu, Zn, Au, dan sebagainya) pada permukaan material lain yang akan dilindungi dengan menggunakan proses elektrolisa. Kesulitan yang terjadi pada pelapisan ini adalah karena plastik bersifat non konduktor sehingga tidak dapat menghantarkan arus listrik. Supaya permukaan plastik dapat mengendapkan logam yang akan dilapiskan, maka harus diupayakan supaya permukaan plastik dapat menghantarkan arus listrik. Pengendapan lapisan emas secara elektroplating tergantung pada larutan, rapat arus, dan tempertur yang digunakan. Penelitian ini menggunakan larutan tetap dengan memyvariasikan rapat arus, temperatur dan waktu pelapisan. Hasil pelapisan yang baik 2 A/dm2 denga
Aplikasi Sistem Manufaktur Berbasis Web pada Industri Kecil Logam Pembuat Komponen: Studi Kasus di PT Nusa Integral Bandung
Cucu Wahyudin
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 8 No 2 (2009): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jt.vol8no2.314
Pada saat ini cara berkomunikasi industri kecil menengah (IKM) dengan konsumen, umumnya masih bersifat face to face, artinya jika konsumen ingin mengetahui informasi perusahaan dan produk yang dihasilkan perusahaan secara lebih lengkap, konsumen harus mengunjungi perusahaan, atau dari pihak perusahaan melakukan pengenalan terhadap konsumen dengan cara presentasi. Hal ini mengakibatkan konsumen mengalami kesulitan memantau pesanan, memerlukan waktu yang lama untuk menentukan suatu keputusan jika konsumen ingin melakukan pemesanan produk kepada IKM. Penelitian ini berusaha merancang suatu website bagi IKM, sehingga diharapkan akan memudahkan konsumen untuk memesan produk dengan cepat, memudahkan dalam memantau pesanannya serta memudahkan perusahaan untuk mengenalkan produk- produk yang diproduksinya.
Ekstraksi Virgin Coconut Oil Menggunakan Mikroba Rhizopus Oligosporuz
Febrianto Adi Nugroho
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 8 No 2 (2009): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jt.vol8no2.315
Proses ekstraksi minyak kelapa dapat dilakukan dengan cara menambahkan Suatu inokulum (mikroba) ke dalam larutan santan dan diinkubasi pada suhu kamar. Minyak yang dihasilkan berupa minyak kelapa murni (virgin coconut oil) atau disebut juga minyak kelapa ekstrak dingin (cold expelled coconut oil). Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan virgin coconut oil dengan bantuan Rhizopus oligosporus. Percobaan dilakukan dengan variasi jumlah ragi Rhizopus oligosporus dari ragi tempe sebesar 0,5 gram: 1 gram : 1,5 gram, dan 2 gram. Hasil percobaan terbaik yang memenuhi SNI diperoleh pada percobaan (batch) III menghasilkan produk minyak 81,80 gram : turbiditas 3.4 NTU dan indeks bias 1,450. Hasil analisis kimia produk tersebut memiliki kadar air 0,2% ; kadar kotoran 0,046 % ; kadar asam lemak bebas 0,52 % ; kadar minyak pelican 1,56 % dan bilangan penyabunan 262,968 mg KOH / gr lemak .
Analisis Variasi Arus pada Pengelasan GMAW terhadap Sifat Mekanik Material SS-50
Wiwin Widaningrum
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 8 No 2 (2009): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jt.vol8no2.316
Pengaruh variasi arus terhadap material SS-50 dengan menggunakan teknik pengelasan GMAW (Gas Metal Arc Welding) dilakukan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap sifat mekanik material tersebut. Variasi arus yang digunakan pada proses pengelasan GMAW ini adalah 140 A, 150 A, dan 165 A. Sedangkan parameter yang lainnya konstan (tegangan sebesar 20 V, elektroda yang digunakan jenis ER 70 S-6 dengan diameter 1,2 mm, kecepatan las 0,85 mm/s, dan mempergunakan Ar+CO2 dengan presentase 82% + 18% sebagai gas pelindungnya). Adapun pengujian yang dilakukan meliputi pengujian komposisi kimia, pengujian tarik, dan pengujian kekerasan. Dari serangkaian pengujian ini diperoleh hasil bahwa semakin besar arus yang digunakan akan semakin besar Heat Input, Kekerasan, dan gaya tarik yang dimiliki material sehingga kekuatan tariknyapun akan semakin besar pula.
The Effect of Chrom Element on Oxidation Behaviour of TiAl-based Alloy
Pawawoi
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 8 No 2 (2009): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jt.vol8no2.317
Tial-based alloy have long been considered to be suitable candidates for high temperature structural application expecially at below 700oC. Unfortunately, in higher temperature (between 700oC and 900oC), TiAl-based alloy have a poor oxidation resistance. The reason for this is that the alloys generally form rapidly growing titania based surface oxide scales rather than protective alumina layers.Various efforts have been and are being made to overcome these problems. One of alloying elements have been developed is chrom element which hoped could decreased the form of titania and lead to form alumina layers.
Henry's Constants Prediction Study of VOC in Several Types Solvents by UNIFAC-FV
Hendriyana
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 9 No 2 (2010): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jt.vol9no2.318
Absorption of hydrophobic volatile organic compounds (VOC) such as toluene, was studied. In order to characterise the absorption capacity of toluene/oil solvent systems, the Henry's constant (H) was determined. Prediction of Henry's constants are also carried out using UNIFAC-FV model which is known to be suitable for hydrocarbon gases and high-boiling point hydrocarbon solvent.kg/cm2, 220 kg/cm2 dan 260 kg/cm2.
Pengaruh Proses Temper terhadap Sifat Mekanik dan Struktur Mikro pada Baja Perkakas Eskylos 2344
Pawawoi
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 9 No 2 (2010): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jt.vol9no2.319
Baja perkakas pengerjaan panas (Hot Work Tool Steel) Eskylos 2344 merupakan baja perkakas yang dihasilkan dari proses ESR (Electro Slag Remelting). Baja ini memiliki sifat tahan gesekan, tahan tekanan tinggi, mampu keras (good hardenability) dan memiliki ketahanan panas (hot resistant) yang baik. Dengan adanya sifat mampu keras yang baik ini, maka sifat baja perkakas Eskylos dapat diubah dengan proses perlakuan panas (heat treatment). Salah satu proses perlakuan panas yang dapat dilakukan untuk memperbaiki sifat mekaniknya adalah pemanasan pada temperatur Austenisasi yang diikuti dengan pendinginan cepat kemudian dilanjutkan proses temper. Hasil optimun perlakuan panas baja perkakas pengerjaan panas Eskylos 2344 dicapai pada temperatur Austenisasi 1050oC dan proses temper pada temperatur 400oC dengan kekerasan rata-rata 55,6 Hrc dan ketahanan aus 5,24%. Sedangkan struktur mikro baja perkakas pengerjaan panas Eskylos 2344 menunjukkan sebaran partikel-partikel karbida spheroidal halus dalam matrik martensit temper.