Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

MECHANOSYNTHESIS OF MMC Cu-C DOPED WITH Ti FOR APPLICATION OF PANTOGRAPH CONTACT STRIP (PCS) Rahmanullah, Andhika Abdan; Pawawoi, Pawawoi; Prajitno, Djoko Hadi
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 3 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : Deputi TIRBR-BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v14i3.4168

Abstract

This research was conducted to determine the effect of the addition of Titanium (Ti) and the sintering temperature variation on MMC CuC alloys as reinforcing elements. The process of this research uses powder metallurgical method with an alloying technique in Mechanical Alloying using a Planetary Ball Mill (PBM) machine with a speed of 600 rpm for 2 hours, the ratio of powder to the ball mill is 10:1. The compacting process is carried out using dies 11 mm in diameter and compacting pressure of 90 Kg/cm2. The sintering process is carried out three times, with variations in sintering of 800oC, 900oC, and 1000oC with sintering time for 1 hour in the tube furnace in the argon gas vacuum environment. The number of samples used in this study amounted to 9 samples with variations in alloy and temperature sintering, consist of MMC CuC alloy with addition of Ti 0%, 0.5%, 1.5% (T=800 oC), MMC CuC with  addition of Ti 0%, 0.5%, 1.5% (T=900 oC), and MMC CuC with addition of Ti 0%, 0.5%, 1.5% (T=1000 oC). The tests included Vickers hardness testing, metallography testing, XRD testing, and SEM-EDS testing. The addition of Ti elements and varying sintering temperature had an effect on the hardness value of MMC CuC material with the highest hardness value in samples with 1.5% Ti alloy (800oC) which is 87.25 HV, and the lowest porosity value is 2.491% in the sample of 1.5% Ti (1000oC). Keywords : MMC CuC; Mechanical Alloying; Titanium; Pantograph Contact Strip
Analisa Kegagalan Bantalan Luncur (Bush) pada Poros Sepatu Rem Kereta Api Putra, Adi Ganda; Pawawoi, Pawawoi
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 10 No 2 (2011): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol10no2.182

Abstract

Bantalan Luncur (Bush) pada poros sepatu rem kereta api berfungsi membantu proses pengereman yang terjadi pada kereta api yang akan berhenti. Kegagalan bantalan luncur dalam membantu proses pengereman yang terjadi pada kereta api akan mengakibatkan kereta bisa tergelincir atau yang lebih fatal akan mengakibatkan terjadinya kecelakaan. Kerusakan pada bantalan luncur ini terjadi karena adanya konsentrasi tegangan sehingga tegangan yang diterima melebihi kekuatan dari bantalan luncur. Akibatnya bantalan luncur mengalami patah. Tegangan yang terjadi akibat adanya konsentrasi tegangan sebesar 21,32 kgf/mm2 sedangkan tegangan yang diijinkan adalah 16,4 kgf/mm2 . Perbedaan yang besar ini menyebabkan terjadinya deformasi dan patah pada bantalan luncur. bentuk patahan yang terjadi berupa patah transgranular. Sehingga pada material bush yaitu patah transgranular .
Penggunaan Natrium Cloride (NaCl) sebagai Alternatif Bahan Pengganti Nikel Cloride (NiCl2) pada Proses Pelapisanan Nikel Putra, Adi Ganda; Pawawoi, Pawawoi
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 1 No 1 (2002): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol1no1.198

Abstract

Pelapisan nikel mengkilap (Bright Nikel Electroplating) merupakan salah satu pelapisan yang banyak dipakai di Industri-industri kecil baik berupa sebagai lapisan dasar maupun untuk lapisan akhir. Kendala utama yang dihadapi adalah bahan-bahan larutan yang relatif mahal dan keberadaannya di pasar yang terbatas. Salah satu bahan yang mahal adalah NiCl2 dengan penggunaanya yang relatif lebih besaar dibanding bahan yang lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dapat atau tidaknya digunakan NaCl sebagai bahan pengganti dari NiCI2 dengan menggunakan kondisi pelapsisan yang konstan (temperatur, rapat arus, dan pH semua konstan). Dari hasil penelitian didapatkan bahan NaCI dapat menggantikan NiCI, dengan melihat tampak rupa, ketebalan, kekerasan dan daya lekat dari lapisan. Dari tampak rupa lapisan kedua-duanya menghasilkan lapisan mengkilap dengan ketebalan yang hampir sama (±56,3 : 50,1 µm), kekerasan yang tidak jauh berbeda (534,3 : 518,8 HK) serta daya lekaat lapisan yang masksimal (tidak mengelupas).
Pengaruh Perlakuan Panas Terhadap Sifat Mekanik dan Struktur Mikro Panduan Zirkonium-Alumunium (Al-Zr) Achmad Gunawan; Pawawoi; Eli Y; Iman; Fera; Dini
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 3 No 1 (2004): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol3no1.236

Abstract

Paduan zirkonium banyak digunakan pada reaktor nuklir karena keunggulan dan sifat mekaniknya serta tahan korosi dalam air pada temperatur tinggi. Salah satu usaha untuk lebih meningkatkan sifat mekanik paduan zirkonium adalah dengan melakukan proses perlakuan panas β-quenching. Dalam penelitian ini telah dilakukan proses perlakuan panas pada logam paduan zirkonium hasil peleburan dengan menggunakan tungku pelelehan busur tunggal (Single Arc Melting Furnace). Proses perlakuan panas dilakukan dengan cara memanaskan paduan zirkonium (Zr-AI) sampai temperatur pemanasan 900oC dengan waktu penahanan 60 menit, kemudian di celup cepat (quenching) dengan menggunakan media air. Hasil analisis dengan menggunakan mikroskop optik menunjukkan bahwa ingot hasil peleburan mempunyai struktur dendrit dan parallel plate dengan Struktur mikro hasil perlakuan panas adalah dendrit. Untuk mengetahui nilai kekerasan paduan Zr-Al dilakukan uji kekerasan mikro vickers. Harga kekerasan hasil perlakuan panas untuk semua paduan berkisar antara 799.33 Hv sampai 890 Hv.
Penelitian Pengaruh Arus Listrik pada Penyambungan AISI 1010 dan 304 dengan Teknik Spot Welding Adi Ganda Putra; Pawawoi; Muh. Lutfhi
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 3 No 1 (2004): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol3no1.237

Abstract

Proses Ias titik (Spot Welding) merupakan salah satu jenis proses pengelasan tahanan listrik (Elektrik Resistance Welding), dimana pelat yang akan dilas dijepit pada tempat sambungan dengan menggunakan sepasang elektroda dan kemudian dialiri arus listrik yang besar dalam waktu yang singkat, proses pengelasan titik ini hanya dapat dilakukan untuk penyambungan pelat-pelat tipis. Baja karbon dan baja tahan karat (Stainless steel) sangat umum digunakan dalam, industri logam dan industri berat maupun ringan. Baja tahan karat sendiri memiliki sifat yang berbeda dengan baja karbon, sehingga apabila kedua material tersebut disambung dengan mengunakan las titik (spot welding) akan mengalami perubahan-perubahan metalurgi yang rumit, deformasi dan tegangan-tegangan termal. Karena perubahan tersebut maka dengan sendirinya sifat-sifat mekanik yang dimilikinya juga akan berubah. Perubahan yang terjadi dikarenakan adanya panas dari proses pengelasan tersebut, sehingga logam disekitar pengelasan mengalami siklus termal yang cepat. Salah satunya arus, arus las yang berlebihan akan menyebabkan pemanasan logam yang berlebihan dan menghasilkan dalamnya identasi, arus yang terlalu kecil dapat mengakibatkan benda kerja tidak mencair sebagian terutama pada daerah permukaan kontak antara benda kerja. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka kondisi pengelasan yang dianggap optimal adalah kondisi pengelasan pada kelompok A dengan arus pengelasan 3800 amper pada spesimen A1
Pengaruh Variasi Waktu Proses Manganisasi Terhadap Kekerasan dan Ketebalan Lapisan pada Baja Perkakas AISI D2 Adi Ganda Putra; Pawawoi; Royen B S
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 4 No 1 (2005): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol4no1.247

Abstract

Pengerasan permukaan telah digunakan secara luas pada berbagai macam baja, karena dapat memberikan kombinasi sifat keras pada bagian permukaan. Pengerasan permukaan yang dilakukan adalah dengan cara mengubah struktur mikro dan komposisi kimia secara difusi mangan pada baja perkakas AISI D2. Adanya difusi mangan ke dalam permukaan baja perkakas AISI D2 akan mempengaruhi struktur mikro dan komposisi kimia sehingga sangat berpengaruh terhadap sifat-sifat mekariiknya. Dalam penelitian tentang proses manganisasi aktivator yang akan digunakan adalah NHICI dan filler SiC. Proses manganisasi dilakukan pada temperatur 900oC dengan variasi waktu 4, 8, 12 jam. Adapun tujuan dari proses manganisasi ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi waktu terhadap sifat mekanik dan ketebalan lapisan terhadap baja AISI D2. Berdasarkan pengamatan terhadap pelapisan manganisasi yang terbentuk disimpulkan bahwa fasa yang terbentuk adalah FeMn. Hasil proses manganisasi pada temperatur 900"C pada variasi waktu 4, 8, 12 jam menunjukan bahwa ketebalan lapisan dan kekerasan sangat berpengaruh terhadap lama waktu penahanan saat proses manganisasi berlangsung. Ini terbukti pada hasil manganisasi pada waktu penahanan 12 jam dimana ketebalan lapisan maupun kekerasan yang didapat lebih baik dari pada waktu penahanan yang lebih kecil.
Pengaruh Proses Perlakuan Panas (Heat Treatment) terhadap Perubahan Struktur Mikro dan Sifat Mekanik pada Crank Shaft Toyota Avansa Adi Ganda Putra; Pawawoi; Anugrah B S
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 5 No 1 (2006): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol5no1.250

Abstract

Perlakuan panas pada logam pada umumnya akan mempengaruhi sifat mekanik dan struktur mikronya, sehingga mempunyai kekerasan dan keuletan yang tinggi. Adapun metoda perlakuan panas yang dilakukan untuk Crank Shaf yaitu metoda normalizing. Dari data yang didapat, harga kekerasan meningkat dari 195,18 Hv menjadi 256,2 Hv. Selain harga kekerasan, Crank Shafi yang tidak mengalami proses perlakuan panas mempunyai fasa É‘ (Ferit) yang mengelilingi grafit nodul lebih besar dibandingkan Crank Shafi yang mengalami proses perlakuan panas. Ini yang mengakibatkan Crank Shaft tersebut mempunyai sifat keras yang lebih baik. Dari hasil pengujian, mengindikasikan bahwa akibat proses perlakuan panas yang dilakukan, terjadi perubahan pada Struktur mikro dan harga kekerasan. Oleh karena itu besi cor Nodular mempunyai kemampuan untuk diproses perlakuan panas seperti baja.
Analisa Umur Pakai Baja Perkakas ASSAB DF3/AISI O1 Proses Perlakuan Panas Adi Ganda Putra; Pawawoi
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 6 No 2 (2007): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol6no2.272

Abstract

Pada proses pembentukan logam, kondisi gesekan akan terjadi antara benda kerja yang relatif lunak dan perkakas/cetakan (dies) yang keras sehingga akan mengakibatkan keausan. Kualitas produk dan ketelitian dimensi berkaitan langsung dengan keausan perkakas. ASSAB DF 3 LAISI O1 adalah baja perkakas pembentuk (dies) yang dapat dikeraskan dengan proses perlakuan panas. Baja ini memiliki sifat mampu mesin dan ketangguhan yang baik serta laju keausan yang rendah umumnya digunakan untuk proses Press Working. Proses perlakuan panas pada material perkakas ASSAB DF 3 adalah Ouenching dan variasi Double Tempering mengakibatkan terjadinya perubahan Jasa sehingga dapat meningkatkan kekerasan dan ketahanan terhadap keausan. Analisa teoritis umur pakai material perkakas ASSAB DF 3 hasil proses perlakuan panas pada proses Blanking diperoleh hasil optimum yaitu hasil proses Auenching media oli dan Double Tempering pada temperatur 2 X 100C. Nilai kekerasan sebesar 56,78 HRc (628,60 HVN) dapat diperoleh sebanyak 19148 buah keping hasil proses Blanking.
Pengaruh Perbedaan Arus Pengelasan pada Sambungan Pipa Baja API SL Gr B Adi Ganda Putra; Pawawoi
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 7 No 1 (2008): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol7no1.281

Abstract

Baja karbon merupakan salah satu jenis bahan yang berasal dari jenis logam ferro dimana memiliki pembagian yang salah satunya adalah baja karbon rendah. Baja AP! 5 L grade B salah satu contoh dari sekian banyak jenis baja karbon rendah. Baja ini biasa digunakan sebagai pipa penyalur (pipe line) maupun proses pemipaan (piping process). Dan pengelasan merupakan proses penyambungan yang dilakukan pada konstruksi pipa tersebut, dimana banyak proses pengelasan yang dapat dipilih guna mendapatkan hasil yang terbaik. Akan tetapi, pada kenyataannya sebaik apapun desain yang dirancang, cacat selalu mengikuti setiap prosesnya. Untuk itu kesalahan jangan sampai terulang kedua kali dimana cacat yang terjadi tidak dapat terdeteksi oleh sebab pengujian yang dilakukan harus sesuai dengan standar yang ada, pada pengujian kali ini standar yang digunakan adalah API 1104 yang sesuai dengan proses pemipaan untuk migas. Perbedaan arus pengelasan yang digunakan pada sambungan pipa baja dapat mengurangi cacat pada sambungan pipa baja sehingga kegagalan pada sambungan tersebut dapat dihilangkan.
Analisis Kegagalan Mur Heavy Hexagonal pada Valve Flange dalam Sistem Jalur Pipa di Industri Minyak dan Gas Ahmad Gunawan; Pawawoi
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 7 No 2 (2008): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol7no2.286

Abstract

Pada proses penyambungan sistem jalur pipa di industri minyak dan gas, mur heavy hexagonal banyak digunakan. Namun pada penggunaan mur di bagian valve flange beberapa mur mengalami patah. Dari hasil penelitian, patah yang terjadi disebabkan adanya retak pada ujung sisi bagian luar dari mur dan bagian dalam permukaan ulir. Pada bagian dalam ini ditemukan cacat yang merupakan awal terjadinya korosi sumur yang kemudian meningkat menjadi korosi retak tegang. Kekerasan pada bagian patah mengalami penurunan dibanding bagian tidak mengalami patah. Sedangkan pada pemeriksaan struktur mikro, awal retakan terjadi pada bagian akar ulir berupa retak intergranular yang selanjutnya merambat pada batas butir. Dari hasil analisa tegangan, terjadi momen lentur sebesar 1943,76 Nmm akibat adanya tegangan sebesar 876, 48 Mpa. Gaya lentur yang terjadi disertai adanya lingkungan klor yang korosif merupakan dua komponen utama penyebab terjadinya korosi retak tegang atau stress corrosion cracking.