cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL NERS LENTERA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 151 Documents
Literature Review: Stres Perawat Di Ruang Instalasi Gawat Darurat Prasetyo, Wijar
JURNAL NERS LENTERA Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : JURNAL NERS LENTERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.136 KB)

Abstract

Pendahuluan: Ruang Gawat Darurat merupakan tempat pelayanan kepada pasien yang mengalami masalah kegawatan jiwa yang memerlukan bantuan maupun pertolongan yang cepat, tepat dan bermutu sehingga kualitas hidup pasien tetap terjaga. Hal tersebut membuat perawat dihadapkan pada masalah ancaman kematian pasien disamping masalah administrasi, komplain pasien, jumlah pasien yang banyak, kurangnya jumlah SDM yang ada. Hal tersebut membuat perawat mengalami stres yang dikarenakan beban kerja yang tinggi dan belum lagi jika mendapatkan masalah kurangnya dukungan dari manajemen yang ada. Tujuan dari literature review adalah untuk mereview faktor apasajakah yang menyebabkan stres perawat di ruang gawat darurat. Metode: Literatur review dilakukan berdasarkan issue, metodologi, persamaan dan proposal penelitian lanjutan. Dari 8 penelitian yang digunakan 3 diantaranya menggunakan metode penelitian qualitative dan 5 yang lain menggunakan metode deskriptif. Populasinya adalah seluruh perawat yang bekerja di ruang Gawat Darurat dan sampel yang digunakan adalah sebagian maupun semua perawat yang bekerja di ruang gawat darurat. Hasil: Berdasarkan 8 penelitian didapatkan bahwa sumber stres yang dialami oleh perawat di ruang Gawat Darurat dapat berasal dari faktor individu, faktor administrasi, faktor sarana dan prasana, faktor Sumber Daya Manusia, dan faktor Manajemen. Diskusi: Stres perawat di ruang gawat darurat merupakan masalah yang harus dikaji dan dicarikan jalan keluar sehingga kinerja perawat tetap baik dan bermutu.
PENGARUH BAMBOO EXERCISE TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI PUSKESMAS CUKIR, INDONESIA The Influence of Bamboo Exercise to Reducing High Blood Pressure Among Elder People in Primary Health Care (PHC) of Cukir, Jombang Urifah, Siti; Ninuk, Devin Prihar
JURNAL NERS LENTERA Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL NERS LENTERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.915 KB)

Abstract

Introduction: Hypertension is one of non-communicable disease and this disease also one of leading killer if they did not get early treatment and early prevention. Mostly Hypertension was among elder people, many factors which influence this disease, such as heredity, eating behavior with high salt, obesity and lowest physical activities. Because of that physical activity like regular exercise can prevent of hypertension complication. The aim of this study was to assess the influence of Bamboo Exercise to reducing high blood pressure among elderly in PHC of Cukir, Jombang. Methodology: the methodology of this reseach used pra experimet with pre-post test desain, the population of this reseach was elderly who had hypertention. 124 respondents was selected by using inclusion criteria. The inclusion criteria are elder people who have hypertension at least six months ago, elderly aged 55 years old or more and elderly who did not consume hypertension medition when attanding this reseach. The data analyzed by t-test with α = 0,05. Results and dscussion: the results of this study found that the ages of elederly ranged from 55-75 years old with the mean of 60.3 years and standard deviation of 6.6 years. The majority of elderly were female (74.1%), and almost half of those had elementary school as their highest education (48,4%) and more than half of the participants were not work as their employment (54,1%). Based on t-test found that there is influence of Bamboo Exercise to Reducing High Blood Pressure Among Elder People in Primary Health Care (PHC) of Cukir, Jombang (p-value 0.001 and t=30.0 ; p-value 0.001 and t=3.7). The quality of life and life expectacy of elderly people was special attantion in goverment, because life expectacy is one of indicator for successful national development. Because of that the prevention of degeneratif disease like hypertention is very importance issues among elder people.
Diabetes Mellitus: Hubungan antara Pengetahuan Sensoris, Kesadaran Diri, Tindakan Perawatan Diri dan Kualitas Hidup (Diabetes Mellitus: Correlation between Sensory Knowledge, Self-awareness, Self-care Practice and Quality of Life) Sari, Ni Putu Wulan Purnama
JURNAL NERS LENTERA Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : JURNAL NERS LENTERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.007 KB)

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Mellitus (DM) memiliki banyak manifestasi klinis dan komplikasi yang dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Penelitian ini bertujuan mengiden-tifikasi dan menganalisis hubungan antara pengetahuan sensoris dan kesadaran diri dengan tindakan perawatan diri dan kualitas hidup pada penderita DM. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang menggabungkan model perawatan diri dan Precede Proceed Model sebagai kerangka teoritis. Populasi adalah semua penderita DM di wilayah Kelurahan Keputran, besar sampel 32 yang diambil dengan teknik convenient sampling. Variabel independen: pengetahuan sensoris dan kesadaran diri; variable dependen: tindakan perawatan diri dan kualitas hidup. Instrumen: kuesioner pengetahuan sensoris dan kesadaran diri, Self-Care Inventory-Revised Version dan WHOQOL-BREF. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson; α ≤ 0.05; CI 95%. Hasil: 32 responden berpartisipasi dalam penelitian ini, proporsi yang sama untuk pria dan wanita (50%); usia rata-rata 54,4 tahun. Mayoritas lulusan SMA, sudah menikah dan masih aktif bekerja. Lama sakit DM rentangnya 1-26 tahun. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan sensoris dan kesadaran diri yang cukup, hanya saja tindakan perawatan diri dan kualitas hidupnya belum optimal. Analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan sensoris dan tindakan perawatan diri (p=0,165); antara pengetahuan sensoris dan kualitas hidup (p=0.097); juga antara kesadaran diri dan tindakan perawatan diri (p=0,714). Ada hubungan yang lemah dan signifikan teridentifikasi antara kesadaran diri dan kualitas hidup (r=0.354; p=0.047). Pembahasan: Keberhasilan pengelolaan DM yang menentukan kualitas hidup penderita tergantung pada motivasi dan kesadaran diri penderita untuk melakukan manajemen perawatan diri yang dirancang untuk mengontrol gejala dan menghindari komplikasi. Tindakan perawatan diri tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan sensoris dan kesadaran diri saja, namun ada banyak faktor lain yang tidak diteliti juga mempengaruhi. Kesimpulan: Kesadaran diri terbukti berhubungan dengan kualitas hidup pada penderita DM. Pada variabel yang tidak berhubungan, potensial ada faktor lain yang pengaruhnya lebih kuat.
PENGARUH PEMBERIAN JUS MENGKUDU TERHADAP PENURUNAN HIPERTENSI DI POSYANDU LANSIA KRESNA MUKTI BARATA JAYA SURABAYA Yobel, Sosilo; C., Donatus Antonius
JURNAL NERS LENTERA Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : JURNAL NERS LENTERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.994 KB)

Abstract

Introduction: Hypertension is an increase in systolic blood pressure of more than 140 mmHg and diastolic blood pressure more than 90 mmHg. Abnormalities in the arteries lead to increased risk of stroke, aneurysm, heart failure, heart attack and kidney damage. Noni is a fruit that many benefits, containing scopoletin, ascorbct acid, xeronin proxeroninase which can lower blood pressure. The purpose of this study was to analyze the influence of mengkudu on the decrease in blood pressure in hypertensive patients at village Krishna Mukti Barata Jaya Surabaya. Methods: This study was pre-experiment designs with one-goup pre-post test design. Independent variable wasnoni and the dependent variable was blood pressure reduction. The sample in this study there were 30 peoples in the Elderly health service posts RW 07 village Krishna Mukti Barata Jaya Surabaya. Sample collection was done by using purposive sampling. The instrument used in data collection is an observation sheet for blood pressure and then analyzed using T-Paired test. Results: Results of T-test result p = 0.000 then α
Perilaku Menyikat Gigi Dan Insiden Karies Gigi Juwita, Linda
JURNAL NERS LENTERA Vol 1 (2013)
Publisher : JURNAL NERS LENTERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.428 KB)

Abstract

Karies gigi adalah penyakit infeksi. Permulaan terjadinya karies diawali larutnya permukaan email, karena asam hasil metabolisme karbohidrat terolah oleh kuman. Meningkatnya derajat keasaman menyebabkan redeposisi ion-ion mineral dari cairan di sekitar email dan dapat terjadi presipitasi pada daerah yang semula mengalami dekalsifikasi. Selanjutnya bila gula masuk lagi, hal yang sama terjadi lagi dan demikian seterusnya sehingga proses karies terjadi. Karies tidak dirawat menyebabkan sakit serta sepsis, bila tidak terawat baik dapat menyebabkan lebih beratnya penyakit sistemik. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan perilaku menyikat gigi dengan terjadinya karies gigi. Penelitian menggunakan cross sectional design. Populasi adalah siswa kelas 5 dan 6 SDN 2 Lelateng, dengan 70 diantaranya dipilih sebagai responden berdasarkan purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel independen adalah perilaku menyikat gigi, dan variabel dependen adalah terjadinya karies gigi. Alat ukur berupa kuesioner (skala Likert) dan lembar observasi karies gigi. Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang tidak bermakna antara perilaku menyikat gigi dengan terjadinya karies gigi (p=0,759). Hasil penelitian ini tidak mendukung teori dalam kajian pustaka, yang diduga disebabkan oleh keterbatasan penelitian dan perlu dikaji lebuh lanjut
Perbedaan Tingkat Depresi Pada Lansia Yang Tinggal Di Panti Werdha Dan Yang Tinggal Di Rumah Bersama Keluarga Pae, Kristina
JURNAL NERS LENTERA Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : JURNAL NERS LENTERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.55 KB)

Abstract

Pendahuluan: Depresi adalah masalah medis yang serius dengan melibatkan gejala-gejala yang berkaitan dengan mood, kognitif dan gejala fisik. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya depresi meliputi faktor biologik, faktor fisik, faktor psikologik, dan juga faktor sosial. Faktor luar Kurangnya social support, dukungan keluarga, lingkungan, dan tersedianya komunitas untuk lansia juga menyebabkan depresi. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat depresi lansia yang tinggal di Panti Werdha dengan lansia yang tinggal di rumah bersama keluarga. Metode: Penelitian ini adalah penelitian comparative study. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling.Sampel dalam penelitian adalah lansia yang tinggal di Panti Werdha sebanyak 16 orang dan lansia yang tinggal bersama keluarga di rumah sebanyak 27 orang. Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner The Geriatric Depression Scale (GDS) yang terdiri dari 30 item pertanyaan.Hasil:Uji statistik Mann Whitney didapatkan hasil pvalue = 0,00 dengan taraf signifikansi 0,05.Pembahasan:Depresi pada lansiadapat terjadi karena kurangnya support system, faktor usia, faktor tingkat pendidikan, status kesehatan dan kurangnya aktivitas dari lansia. Kesimpulan:Ada perbedaan tingkat depresi pada lansia yang tinggal di panti werdha dengan lansia yang tinggal bersama keluarga di rumah.
MENELUSURI ARUS PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN PENGOBATAN KE LUAR NEGERI Wattimena, Inge
JURNAL NERS LENTERA Vol 2 (2014)
Publisher : JURNAL NERS LENTERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.476 KB)

Abstract

Pada tahun-tahun terakhir terjadi arus pemeriksaan kesehatan dan pengobatan ke luar negeri, meskipun ilmu dan teknologi dalam bidang kesehatan di Indonesia tidaklah jauh berbeda dibandingkan dengan keadaan di luar negeri. Keadaan ini kurang mendukung kepercayaan pada pelayanan dan ilmu kesehatan, serta pertumbuhan perekonomian di dalam negeri. Untuk menelusuri fenomena ini dilakukan suatu survei kualitatif pada sepuluh orang yang bersedia memberi masukan tentang apa dan mengapa masalah ini terjadi. Hasilnya menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan dalam kualitas, kerjasama tim, etika, dan sarana, dinilai kurang memuaskan dan kurang dapat dipercaya. Keadaan yang kurang kondusif ini berimbas pada kesehatan dan kesejahteraan pasien maupun keluarganya. Profesionalisme, modernisasi yang multidimensi, dan penanganan kesehatan secara holistik yang dilakukan negara tetangga, menjadi daya tarik yang bernilai tinggi. Keseluruhan hasil survei ini merupakan masukan berharga untuk menumbuh kembangkan pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi di Indonesia.
Efektifitas Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Perawatan Pasien Tuberkulosis (TB) Sukmawati, Ermalynda
JURNAL NERS LENTERA Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : JURNAL NERS LENTERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.646 KB)

Abstract

Pendahuluan : Tuberkulosis (TB) merupakan suatu penyakit infeksi menular disebabkan Mycobacterium Tuberkulosis yang umumnya menyerang paru-paru. Pengobatan yang lama menyebabkan beberapa pasien menghentikan pengobatan karena kurangnya pemahaman tentang pengetahuan perawatan pasien TB. Media yang digunakan dalam penyuluhan kesehatan dapat berupa media booklet. Desain yang menarik di dalam booklet tersebut akan mempengaruhi motivasi pasien untuk membaca, sehingga akan meningkatkan pengetahuan pasien Tuberkulosis (TB). Dengan meningkatnya pengetahuan pasien diharapkan dapat terjadi perubahan sikap dalam memelihara kesehatan, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Apakah penyuluhan kesehatan media booklet merupakan salah satu bentuk informasi yang efektif untuk pengetahuan perawata pasien Tuberkulosis (TB).Tujuan penelitian untuk menganalisa efektifitas penyuluhan kesehatan media booklet terhadap pengetahuan perawatan pasien TB. Metode : penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan pre dan post test, pemilihan sampel secara random sampling sebanyak 80 responden (40 responden kelompok intervensi dan 40 responden kelompok kontrol) di Rumah Sakit Paru Surabaya selama Mei– Juli 2016. Hasil penelitian mayoritas responden laki – laki 51,3%; usia dewasa 21 – 39 tahun 52,5%; pendidikan dasar 55%, pengetahuan sebelum intervensi sedang 48,8%, pengetahuan setelah intervensi baik 51,3%. Hasil : Uji Wilcoxon didapatkan perbedaan pengetahuan pre dan post test pada kelompok intervensi (p-value:0,006 < 0,05), tidak ada perbedaan pengetahuan pre dan post test pada kelompok kontrol (p-value:0,98 >0,05). Hasil regresi logistik ordinal menunjukkan hanya intervensi penyuluhan kesehatan yang berpengaruh terhadap pengetahuan perawatan TB dengan p:0.002, sedangkan variabel umur, jenis kelamin, pendidikan tidak berpengaruh terhadap pengetahuan (p>0.05). Kesimpulan : diambil kesimpulan dalam penelitian ini bahwa karakteristik responden yang menderita tuberculosis (TB) terbanyak pada usia 20 -39 tahun sebanyak 42 orang, dengan jenis kelamin laki – laki, pendidikan dasar sebanyak 44 orang. Usia produktif dan laki – laki memiliki lebih banyak aktifitas yang mengharuskan bertemu dengan banyak orang, sehingga kemungkinan tertular dari penderita lain juga lebih besar. Disarankan Rumah Sakit Paru memberikan penyuluhan kesehatan media booklet sebagai sarana informasi untuk meningkatkan pengetahuan tentang TB pada pasien maupun keluarga. Meningkatnya pengetahuan dapat menimbulkan perubahan persepsi dan perilaku penderita TB paru untuk taat dalam melaksanakan perawatannya.
Hubungan Pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan Stigma terhadap ODHA pada Siswa Kelas XI SMK VI Surabaya Parut, Ansemus Aristo
JURNAL NERS LENTERA Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : JURNAL NERS LENTERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.112 KB)

Abstract

Pendahuluan: Infeksi HIV pada anak muda bertambah dengan cepat sama halnya pada orang dewasa. Beberapa perilaku beresiko, terutama penggunaan narkoba suntik dimulai pada usia yang sangat muda. Pusat penelitian kesehatan Universitas Indonesia menemukan bahwa perilaku seksual beresiko dimulai pada usia 13-14 tahun (Kemenkes RI & WHO, 2003). Sebuah penelitian yang dilakukan FHI dan Pusat Penelitian HIV/AIDS Universitas Katolik Atmajaya (2010) menemukan bahwa penggunaan obat terlarang termasuk Heroin dimulai pada usia 13-16 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan mengenai HIV/AIDS dan stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) pada siswa SMK VI Surabaya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analisis dengan design cross-sectional. Sampel yang digunakan adalah 74 orang siswa SMKN VI Surabaya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner mengenai pengetahuan HIV/AIDS dan kuisioner mengenai Stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan mengenai HIV/AIDS dan stigma terhadap ODHA , dengan koefisien korelasi -0,890, dengsn nilai p 0,00 (
STUDI FENOMENOLOGI:PENGALAMAN PRIMIPARA POST SECTIO CAESARIA (SC) YANG MENYUSUI DENGAN BANTUAN BANTAL ABIMANYU (AGAR BUNDA BISA MUDAH MENYUSUI ) (Phenomenology Study: Experience Of Primiparaous Post Sectio Caesaria (SC) Who Breastfeeds With Abimanyu Pillo Wahyuni, Sylvia Dwi; Muhtadi, Fatichul; Pradanie, Retnayu
JURNAL NERS LENTERA Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL NERS LENTERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.33 KB)

Abstract

Introduction. Mother with primiparaous experience got problems while breastfeeding between the lack of mother's knowledge of proper breastfeeding. There are some obstacles mother didn’t give breast milk to the baby of which was mother of birth with method of Sectio Caesaria. Conditions of pain relieved pain relative inhibit breastfeeding process. One way to improve comfort and reduce pain was used of aids in the form of abimanyu pillows. This studied aims to understand more deeply about the experience of primipara post SC who suckle with the help of abimanyu pillow. Method. This research was qualitative research with descriptive phenomenology design, data obtained through indepth interview. Participants amounted to eight people including primipara post Sectio Caesaria who breastfeeded used abimanyu pillow. Sampling technique used in this research was purposive. Data analysis in this research using Colaizzi method. Result. This research identifies nine themes: 1) Primipara constraint post-feed breastfeeding;2) Primipara support during breastfeeding; 3) Perception of breastfeeding; 4) Myths during breastfeeding; 5) Hope; 6) Positive perception; 7) Negative perceptions; and 9) edesign.Conclusion:The advantages of abimanyu pillows, namely: comfort, suitability of shape and design and ease of attachment of the baby.

Page 5 of 16 | Total Record : 151