Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter
Focus and Scope WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter is published by the Center of Character Building Subject, Brawijaya University. WASKITA has been published offline since July 2017 and online since April 2019. In the next publication, this journal will be published twice a year on April and on October. WASKITA accepts research and conceptual papers related to values education and character building. Those values are mores, philosophical, religious, social, linguistic and literature, civil and nationalistic values. This journal also accepts literature review, book review, in depth interview of influential figure or seminar note related to values education and character building.
Articles
7 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 1 (2020)"
:
7 Documents
clear
REFLEKSI KONDISI EKO-SOSIO-KULTURA KOTA MALANG MELALUI KITAB PARARATON
Ardi Wina Saputra
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (205.172 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.waskita.2020.004.01.2
Kondisi ekologis kota Malang pada akhir tahun 2019 hingga awal tahun 2020 sangat mengkhawatirkan. Pemberitaan di media massa baik secara luring maupun daring adalah buktinya. Penelitian ini bertujuan untuk merefleksikan kondisi eko sosio kultura kota Malang melalui Kitab Pararton. Metode yang digunakan untuk merefleksikan adalah metode site of memory. Hasil penelitian ini menunjukkan kondisi ekologis masyarakat Malang pada era Pra Kerajaan Singhasari. Semoga penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan refleksi sekaligus literatur dalam pembelajaran di sekolahan guna mewujudkan kesadaran ekologis masyarakat Malang sejak menempuh pendidikan.
KONSEP KEBERSIHAN MASYARAKAT KAMPUNG NAGA DALAM PERSPEKTIF ECO-PHILOSOPHY
Rufus Goang Swaradesy
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (182.191 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.waskita.2020.004.01.3
Masyarakat Kampung Naga merupakan contoh masyarakat adat yang senantiasa menjalin hubungan harmonis antar manusia, alam, dan leluhur. Keharmonisan akan trilogi kehidupan (manusia, alam, dan leluhur) tercermin dalam konsep pembagian kawasan Kampung Naga menjadi tiga kawasan yakni kawasan suci, kawasan bersih, dan kawasan kotor. Tulisan ini merupakan tulisan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah anggota masyarakat Kampung Naga yang masih memegang teguh adat istiadat. Penentuan informan dilakukan dengan menggunakan teknik sampling purposeful. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui Eco-philosophy terlihat ada hubungan yang mendasar pada manusia berkaitan dengan alam di Kampung Naga. Manusia merupakan pusat dari ketiga kawasan ini karena manusia sebagai penggerak sekaligus penjaga keharmonisan. Kebersihan dijadikan sarana relasi antar ketiga kawasan dan lebih dari itu, kebersihan menjadi pusat relasi manusia bahkan sebagai amanah yang senantiasa diturunkan ke generasi selanjutnya.
SISTEM KEKERABATAN DALAM MEMBANGUN INFRASTRUKTUR DI NAGARI NAN TUJUAH
Andi Setiawan;
Rafiqa Saputri
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.waskita.2020.004.01.1
Pemerintahan nagari merupakan pemerintahan paling rendah dalam struktur pemerintahan di Provinsi Sumatera Barat. Dalam pemerintahan nagari terdapat tiga lembaga yaitu lembaga eksekutif yang terdiri dari Wali Nagari, Perangkat Nagari dan Wali Jorong, sedangkan lembaga yudikatif terdiri dari lembaga kemasyarakatan Kerapatan Adat Nagari (KAN), dan lembaga legislative terdiri dari BAMUS Nagari. Suku yang mendiami hampir seluruh daerah di Provinsi Sumatera Barat adalah suku Minangkabau yang menggunakan sistem matrilineal. Selain itu tanah yang ada di Sumatera Barat kebanyakan adalah tanah ulayat yang dimiliki suku/kaum yang tersebar didaerah-daerah. Oleh karena itu penelitian ini berfokus pada proses pembangunan infrastruktur di Nagari Nan Tujuah, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. Tujuan penelitian ini melihat bagaimana tanah ulayat suku/kaum di Nagari Nan Tujuah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Antropologi Politik oleh Georges Balandier. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Sedangkan untuk teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa dalam proses penyusunan pembangunan infrastruktur di Nagari Nan Tujuah masih dipengaruhi oleh adat yang berlaku. Peran dari niniak mamak suku/kaum sangat berpengaruh dalam keputusan hibah tanah yang akan digunakan dalam pembangunan infrastruktur baik jalan maupun irigasi dan bangunan.
PROSPEK TANAH ADAT DALAM MENGHADAPI PEMBANGUNAN NASIONAL
Muhammad Irfan Hilmy
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (197.648 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.waskita.2020.004.01.4
Menurut penelitian yang dilakukan oleh World Resources Institute bahwa terjadi kesenjangan antara perusahaan dan masyarakat adat dalam memperoleh kesempatan untuk mendapatkan hak dalam penguasaan lahan. Dengan luas lahan sekitar 24.000 hektar milik masyarakat adat dan berbanding terbalik dengan 37 juta hektar lahan konsesi mengancam kedudukan tanah adat yang belum diakui lainnya. Tujuannya penulisan artikel ini adalah mengetahui eksistensi tanah adat dalam bertahan di era pembangunan ekonomi saat ini. Tulisan ini membahas Citra Lingkungan Masyarakat Nusantara, Pengakuan Terhadap Masyarakat Adat Atas Tanah Adat, dan Prospek Tanah Adat Dalam Pembangunan Ekonomi Nasional. Oleh karenanya, analisa diperlukan untuk mengetahui bagaimana prospek tanah adat dalam pembangunan nasional. Dalam hasil analisa ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi turut berperan besar dalam menggeser eksistensi tanah adat.
PERAN NEGARA MENGHADAPI PROBLEMATIKA HAK ASASI MANUSIA (HAM) DALAM LINGKUNGAN HAYATI
Franciscus Xaverius Wartoyo
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (169.183 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.waskita.2020.004.01.5
Tujuan penulisan artikel ini untuk menjelaskan secara kontekstual antara pelanggaran HAM dan terjadinya bencana lingkungan yang disebabkan oleh pelanggaran tersebut. Pelanggaran dilakukan oleh sebagian orang maupun kelompok. Pelanggaran tersebut memberikan dampak negative bagi kepentingan banyak orang, seperti pencemaran udara ataupun air yang disebut pelanggaran lingkungan hayati. Pelanggaran HAM berupa pencemaran lingkungan hayati menimbulkan dampak fisik maupun psikis pada masyarakat di sekitar lingkungan tersebut, merupakan tindakan melanggar hukum. Tidak ada yang salah dalam kebijakan yang telah dilakukan oleh pemerintah maupun penegakkan Undang-Undang PPLH oleh KLHK. Problematika tersebut timbul karena sebagian individu atau kelompok dalam sebuah organisasi, lembaga, maupun instansi yang hanya mementingkan kepentingannya sendiri-sendiri. Usaha meminimalisir problematika hak asasi manusia dan supaya tidak tumpang tindih dalam undang-undang lingkungan hidup dan pertambangan maka negara menyusun UU PPLH. Undang-Undang tersebut membuka ruang dan instrumen hukum seluas-luasnya bagi pihak yang ingin menegakkan hukum lingkungan. Sesuai dengan UU PPLH, penegakkan hukum lingkungan dapat diselesaikan dengan beberapa alternatif hukum sehingga hak asasi manusia bisa terpenuhi.
MEREFLEKSI DEMOKRASI PASCA PILPRES 2019 DALAM MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN UMUM
Wibowo Wibowo
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (195.443 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.waskita.2020.004.01.6
Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kondisi demokrasi di Indonesia setelah pemilihan presiden (pilpres) 2019 dalam mewujudkan tujuan negara, yakni kesejahteraan umum. Landasan implementasi demokrasi Indonesia atau yang disebut dengan Demokrasi Pancasila telah diatur dalam sila ke 4 dan ke 5 Pancasila kemudian dijabarkan dalam UUD NRI 1945. Sejauh ini, bangsa Indonesia telah berdemokrasi sebanyak dua kali pasca Indonesia merdeka, sejak era Presiden Soekarno dan berakhir pasca Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dan kembali terulang sejak era Presiden B.J. Habibie hingga era Presiden Jokowi. Artikel ini menggunakan metode literature review dan menyajikan data secara deskritif. Berdasarkan telaah review literature yang mendalam penulis menyimpulkan beberapa hal penting proses dan refleksi demokrasi Indonesia saat ini antara lain: (1) Proses demokrasi di era reformasi telah memberikan kesempatan kepada rakyat untuk belajar demokrasi yang sebenarnya. Masyarakat mulai mengenal demokrasi dengan ikut berpartisipasi dalam pengambilan keputusan publik, seperti memanfaatkan media sosial sebagai media beraspirasi; (2) Untuk menerapkan demokrasi yang substansial perlu peran pendidikan politik bagi sumber daya manusia (SDM) Indonesia; (3) Kepemimpinan dalam demokrasi Pancasila memerlukan komitmen dan karakter dari pemimpin di tingkat lokal hingga nasional supaya mampu mewujudkan kesejahteraan umum.