cover
Contact Name
Marselius Sampe Tondok
Contact Email
marcelius@staff.ubaya.ac.id
Phone
+622178881112
Journal Mail Official
psikologi@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jl. Margonda Raya, No.100, Depok, Jawa Barat. 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Psikologi
Published by Universitas Gunadarma
Jurnal Psikologi (JPUG) accepts manuscripts based on empirical research, both quantitative and qualitative. Priority is given to quantitative research of the multivariate type. Meanwhile, the Jurnal Psikologi also accepts meta-analysis or systematic review manuscripts that have advantages in terms of novelty or unique variables.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2021)" : 16 Documents clear
EFIKASI DIRI AKADEMIK, DUKUNGAN SOSIAL, DAN RESILIENSI AKADEMIK MAHASISWA PERANTAU PADA PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI COVID-19 Gabriela Gasing Allo Linggi; Ferdinand Hindiarto; Maria Yang Roswita
Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2021.v14i2.5049

Abstract

Perkembangan pendidikan di masa pandemi COVID-19 menyebabkan peralihan pembelajaran tatap muka menjadi daring dalam waktu singkat tanpa persiapan yang matang. Keadaan ini menuntut mahasiswa agar tetap resilien demi mewujudkan pembelajaran daring yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resiliensi akademik mahasiswa perantau dengan efikasi diri akademik dan dukungan sosial pada pembelajaran daring di masa pandemi COVID-19. Partisipan yang dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak 151 mahasiswa perantau di Salatiga, dengan menggunakan teknik snowball sampling. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri akademik dan dukungan sosial secara signifikan berpengaruh terhadap resiliensi akademik mahasiswa perantau sebesar 52%. Temuan riset ini juga memperlihatkan variabel efikasi diri akademik memiliki pengaruh yang lebih kuat (40,2%) dibandingkan dengan dukungan sosial (11.8%).
PENINGKATAN SUBJECTIVE WELL-BEING MELALUI PENGUATAN KEBERSYUKURAN SISWA DALAM INTERAKSI SOSIAL Nureyzwan Sabani; Daliman Daliman
Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2021.v14i2.3948

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penguatan kebersyukuran melalui intervensi menulis surat syukur terhadap peningkatan subjective well being siswa dalam interaksi sosial. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan desain penelitian eksperimen. Subjek penelitian ini adalah 20 siswa SD, masing-masing adalah 10 siswa untuk kelompok eksperimen dan 10 siswa untuk kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan menulis surat syukur. Pengumpulan data menggunakan skala Satisfaction with Life Scale (SWLS) dan Positive Affect and Negative Affect Scale (PANAS) untuk mengukur subjective well-being, sementara Gratitude, Resentment Appréciation Test-Short Form (GRAT-Short Form) digunakan untuk mengukur kebersyukuran siswa. Teknik analisis data menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan penguatan kebersyukuran melalui intervensi menulis surat syukur memberikan bukti dapat meningkatkan subjective well-being siswa khususnya dalam dua komponen utama subjective well-being (kepuasan hidup dan afek positif). Siswa yang mendapatkan intervensi menulis surat syukur menunjukkan perbedaan yang signifikan pada tingkat subjective well-being daripada siswa yang tidak menulis surat syukur.
HUBUNGAN QUARTER-LIFE CRISIS DAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA INDIVIDU DEWASA MUDA Tsana Afrani Suyono; Asteria Devy Kumalasari; Efi Fitriana
Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2021.v14i2.4646

Abstract

Masa dewasa muda ditandai dengan adanya tugas perkembangan untuk mulai mengambil peran dan tanggung jawab sebagai individu yang produktif dalam bidang pekerjaan dan karir, relasi, dan finansial. Pada masa ini, individu dewasa muda mengalami berbagai tantangan dan kesulitan yang dapat memunculkan emosi negatif yang nyata dan sering disebut sebagai quarter-life crisis. Di sisi lain, produktivitas individu juga dipengaruhi oleh tingkat well-being individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara quarter-life crisis dan subjective well-being pada individu dewasa muda. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasi yang melibatkan 126 responden mahasiswa dalam rentang usia 20-23 tahun yang terpilih menggunakan teknik sampel acak klaster. Pengambilan data dilakukan secara daring menggunakan Google form. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat ukur Quarter-Life Crisis, Satisfaction with Life Scale (SWLS), dan Scale of Positive and Negative Experience (SPANE). Analisis statistik yang digunakan adalah uji korelasi Pearson. Hasil analisa data menunjukkan bahwa quarter-life crisis berkorelasi negatif dengan kepuasan hidup dan afek positif, namun berkorelasi positif terhadap afek negatif. Dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara quarter-life crisis dan subjective well-being.
PENGARUH ASPEK SOSIAL BUDAYA TERHADAP SIKAP PELECEHAN SEKSUAL Dian Jayantari Putri K Hedo; Santy Irene Putri; Philipus Prihantiko Kurniagung
Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2021.v14i2.4331

Abstract

Pelecehan seksual semakin marak terjadi baik di ruang tertutup ataupun terbuka. Pelecehan tersebut dapat dialami baik oleh perempuan ataupun laki-laki. Pelecehan seksual menimbulkan konsekuensi negatif salah satunya masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan, serta post traumatic syndrome disorder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aspek sosial budaya terhadap sikap pelecehan seksual. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 300 responden yang dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2021. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah probability sampling dengan menggunakan metode simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan secara online menggunakan google form. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, pendidikan, dan budaya berpengaruh signifikan terhadap sikap pelecehan seksual, sedangkan pekerjaan tidak berpengaruh terhadap sikap pelecehan seksual.
SELF-COMPASSION PADA PSIKOLOG YANG MEMBERIKAN LAYANAN PSIKOLOGI KEPADA PASIEN COVID-19: STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT DARURAT COVID-19 WISMA ATLET JAKARTA Purnomo Sigit Sudaliyo; Zainal Abidin
Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2021.v14i2.4336

Abstract

Pada penanganan terpadu pasien positif COVID-19 khususnya di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, pemerintah mengerahkan tenaga kesehatan meliputi dokter dan perawat kesehatan baik sipil maupun militer serta psikolog dari TNI dan Ikatan Psikolog Klinis (IPK). Selain menghadapi kondisi yang dapat mengancam kesehatan pribadi, para tenaga kesehatan juga dapat mengalami kecemasan, stres, depresi dan compassion fatigue. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang pentingnya self-compassion pada para psikolog sebagai tenaga kesehatan mental yang menjadi relawan dalam satuan tugas penanganan COVID-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran Jakarta. Partisipan dalam penelitian ini adalah empat orang perwira psikolog dari Dinas Psikologi TNI Angkatan Darat. Wawancara semi terstruktur digunakan pada teknik pengambilan data serta metode yang digunakan dalam analisis data adalah menggunakan analisis tematik, dari tiga tema berdasarkan teori self-compassion yaitu self-kindness vs self- judgment and self-critism, common humanity vs isolation common humanity dan mindfulness vs Overidentification mindfulness. Hasil penelitian menunjukan partisipan memiliki self-compassion yang baik sehingga dapat mudah beradaptasi dengan keadaan, menerima keberadaan dirinya dalam tugas dan memberikan kasih sayang terhadap para pasien sebagai klien. Melalui self-compassion para relawan dapat memberikan pelayanan psikologis bagi pasien dengan lebih efektif. Memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien atau klien merupakan tugas sebagai seorang profesional kesehatan metal dalam mendukung kesejahteraan mereka.
CARA MENGATASI INFERIORITAS PADA ATLIT BERPRESTASI PEREMPUAN PENDERITA SKELIOSIS Hendro Prabowo; Alia Rizki Fauziah; Nabiel Y. Mahendra
Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2021.v14i2.5140

Abstract

Skoliosis menurut National Institute of Arthitis and Musculoskeletal and Skin Disease (NIAMS) USA merupakan kelainan muskuloskeletal yang digambarkan dengan bengkoknya tulang belakang ke arah samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bagaimana gambaran mengenai inferioritas pada perempuan penderita skoliosis, (2) faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab inferioritas pada perempuan penderita skoliosis, serta (3) bagaimana gambaran striving for superiority pada perempuan penderita skoliosis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbentuk studi kasus pada seorang atlit berprestasi perempuan penderita skoliosis dengan jenis “S” dengan derajat kemiringan 19 derajat. Hasil dalam penelitian ini  pada gambaran inferioritas meliputi (1) penyakit masa kecil, (2) merasa dibedakan dan kesal, (3) ketakutan terhadap ayahnya, (4) suka menyendiri, (5) merasa psikologisnya tidak sehat dan didiagnosis PTSD, (6) menyerah akan kondisi keluarga, (7) skoliosis, (8) merasa sedih, serta (9) khawatir dengan postur tubuh dan ragu akan kondisinya. Kemudian pada faktor penyebab inferioritas meliputi (1) kekerasan dari ayah, (2) dihukum, dan (3) dibedakan. Selanjutnya, gambaran striving for superiority meliputi (1) les dan bimbel, (2) mengikuti lomba, (3) mendapatkan penghargaan, (4) beladiri, dan (5) termotivasi dari Usain Bolt.

Page 2 of 2 | Total Record : 16