cover
Contact Name
Arif Murtaqi Akhmad MS
Contact Email
arifakhmad@ung.ac.id
Phone
+6285345477070
Journal Mail Official
jjfoodtech@ung.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Gorontalo
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal of Food Technology
ISSN : 26549034     EISSN : 27746054     DOI : https://doi.org/10.37905/jjft
Core Subject : Agriculture,
postharvest process and technology food commodities, food processing food process engineering interaction of machinery and food materials chemical and functional food biochemistry and food microbiology nutrition and health local and industrial food management industrial of food processing food safety food security
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2022)" : 10 Documents clear
Pengaruh Penambahan Pektin Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca l.) Terhadap Karakteristik Fisiko-Kimia Sari Buah Naga Merah (hylocereus polyrhizus.) Sulastri R Mustapa; Suryani Une; Siti Aisa Liputo
Jambura Journal of Food Technology Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.492 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v4i2.14908

Abstract

The research aims to determine the effect of pectin from kepok banana peel as a stabilizer in red dragon fruit juice. The research applies Completely Randomized Design (CRD) with one factor, namely concentration of addition of pectin from kepok banana peel. The research factor comprises 4 levels, namely the concentration of addition of pectin from kepok banana peel (S0-banana peel pectin for 0 g. S1-banana peel pectin for 0.5 g. S2-banana peel pectin for 1 g, and S3-banana peel pectin for 1.5 g) and each treatment is repeated three times. Observation parameters consist of total dissolved solid, viscosity, pH, stability, and organoleptic. As a result, a significant effect is observable in the parameters of total dissolved solid, viscosity. and pH. On average, the panelists prefer the color of fruit juice with the addition of 1.5 g of banana peel pectin, which is 5,77 (like). In the meantime, an increase in the concentration of the addition of kepok banana peel pectin also increases the parameter values for total soluble solid ranging from 21.40 Brix, viscosity for 3550cp, and pH for 7.27%. 
Prediksi Umur Simpan Dan Pengaruh Metode Pengemasan Terhadap Aktifitas Mikrobiologi Bubur Jagung Instan Terfortifikasi Ekstrak Daun Kersen (Muntingia Calabura L.) Mohamad Ikbal Panigoro; Suryani Une; Lisna Ahmad
Jambura Journal of Food Technology Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.597 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v4i2.14723

Abstract

Bubur jagung instan adalah produk pangan kering yang perlu di prediksi umur simpan serta potensi kerusakan akibat mikroorganisme, pengemasan  memiliki pengaruh yang sangat besar dalam upaya melindungi hasil pengolahan atau produk industri  dari bahaya pencemaran, gangguan fisik serta untuk mendapatkan bentuk yang memudahkan dalam penyimpanan, pengangkutan dan distribusi,serta sebagai  promosi dan media informasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis kemasan dan mikrobiologi terhadap umur simpan bubur jagung instan terfortifikasi ekstrak daun kersen. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu, jenis kemasan, Dengan 4 perlakuan dan di ulang sebanyak 3 kali. Parameter yang di uji yaitu Total Plate Count (TPC) dan prediksi umur simpan. Hasil penelitian umur simpan dengan kemasan pada kondisi RH 80% adalah 28, 60, 160, 329 hari. Hasil jumlah bakteri pada minggu ke 4 kemasan polipropilene mengalami peningkatan  yaitu sebesar 201 x 106 pada kondisi non vakum dan 188,5 x 106 pada kondisi vakum dan jumlah mikroba kemasan laminatin aluminium foil pada minggu ke 4 dengan 282 x 106 pada kondisi non vakum serta 160,9 x 106 pada kondisi vakum. jumlah jamur dengan kemasan polipropilene pada minggu ke 4 mengalami peningkatan dengan 43,3 x 106  kondisi non vakum 37,9 x 106 pada kondisi vakum dan jumlah jamur  dengan penggunaaan kemasan laminatin aluminium foil mengalami peningkatan pada minggu ke 4 dengan 47,5 x 106 kondisi non vakum dan 38,7 x 106 pada kondisi vakum.
Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor Terhadap Kualitas Roti Dengan Berbahan Dasar Tepung Sukun Zuldin Helingo; Siti Aisa Liputo; Marleni Limonu
Jambura Journal of Food Technology Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.731 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v4i2.7513

Abstract

Tepung sukun diketahui manfaatnya karena secara keseluruhan memiliki kandungan gizi yang baik, upaya diversifikasi tepung sukun salah satunya dengan pembuatan roti. Penambahan tepung daun kelor dalam pembuatan roti ini bertujuan untuk memperkaya gizi roti terutama pada kandungan protein, karena tepung daun kelor diketahui mengandung 23,37% kadar protein. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun kelor terhadap kualitas roti dengan berbahan dasar tepung sukun. Rancangan penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 kali ulangan dengan konsentrasi penambahan tepung daun kelor (Kontrol, 3%, 5%, 7%). Hasil penelitian menunjukan bahwa roti manis yang terbaik adalah pada konsentrasi perlakuan tepung daun kelor 7% kadar air (25,84%), kadar protein (29,42%), nilai tekstur (381,6 gf), perlakuan 3% pada daya kembang (4,5%), warna disukai panelis (5,33), aroma disukai panelis (4,73), rasa disukai panelis (4,93), dan tekstur disukai panelis (5,1).
Studi Pembuatan Meat Analog Rizkika Simi; Purnama Ningsih Maspeke; Musrowati Lasindrang
Jambura Journal of Food Technology Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.947 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v4i2.10549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan kimia yang terkandung pada meat analog dari tepung ampas tahu. Penelitian ini di lakukan dalam 2 tahap yaitu tahapan pertama adalah pembuatan tepung ampas tahu, kemudian di lanjutkan ke tahap yang kedua yaitu pembuatan meat analog  atau daging tiruan dengan 5 perlakuan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) factor tunggal dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Penelitian ini dilakukan dari bulan November 2018 sampai Januari 2019 di Laboratorium Fakultas Pertanian dan Laboratorium LPPMHP. Hasil yang di peroleh dari penelitian ini adalah perlakuan bahan baku meat analog tepung ampas tahu memberikan pengaruh nyata terhadap karakteristik kimia dan organoleptic meat analog tepung ampas tahu dengan kadar protein tertinggi 19.73, kadar lemak 1.7, kadar air terendah 42.9, kadar abu 1.31, kadar karbohidrat 33.14, serta tingkat penerimaan panelis terhadap aroma, warna, dan tekstur yang di sukai.Kata Kunci : Meat Analog, Tepung Ampas Tahu
Analisis Kimia Minuman Fungsional Daun Kersen Dan Biji Buah Pepaya Dengan Penambahan Gula Aren Aldita Idrak; Muh Tahir; Siti Aisa Liputo
Jambura Journal of Food Technology Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.404 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v4i2.15249

Abstract

Functional drinks are drinks that contain elements of nutrients and can provide good benefits for the health of the body. This functional drink is made from cherry leaves, papaya seeds and palm sugar. Some of the components that play a role in all ingredients are the content of flavonoids, triterpene tannins, alkaloids, saponins, and phenols which function as pharmacolyses for the body. The purpose of this research is to produce functional drinks that are innovative and suitable for consumption as well as to maximize the benefits of cherry leaves, papaya fruit seeds and palm sugar in beverage processing, especially papaya fruit seeds which are often wasted. The data obtained from each test were collected and analyzed using the 1-factor Completely Randomized Design (CRD) method which was arranged with four treatments and three replications. The treatments used consisted of three formulations (palm sugar, papaya fruit seeds, cherry leaves) namely B0(0:50:200), B1(50:50:150), B2 (100:50:100) B3 (150:150). 50:50). Each treatment was repeated three times. Observation parameters consist of antioxidant activity, total dissolved solids, sweetness and organoleptic levels with the highest antioxidant yield of 51.220 ppm, total dissolved solids 10.330Brix, and sweetness level of 11,000Brix.
Pengaruh Penggunaan Edible Coating Berbahan Dasar Pati Pisang Goroho (Musaacuminafe, Sp) Terhadap Kualitas Buah Jambu Kristal (Psidium Guajava L) Selama Penyimpanan Sahrul Husain Husain; Siti Aisa Liputo; Purnama Ningsih Maspeke
Jambura Journal of Food Technology Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.639 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v4i2.10655

Abstract

Jambu biji (Psidium guajava L) merupakan buah yang tergolong dalam buah klimaterik, dengan demikian termasuk buah yang cepat mengalami kerusakan karena daya simpannya setelah panen pada suhu ruang yang tidak lama. Oleh karena itu untuk memperpanjang umur simpan adalah dengan penyimpanan dengan metode penggunaan edible coating berbahan dasar pati pisang goroho. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan edible edible coating terhadap kualitas jambu kristal selama penyimpanan. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian dilaksanakan dalam 3 kali ulangan dan pengamatan dilakukan selama 12 hari setiap 6 hari sekali. Parameter yang diamati adalah vitamin C, susut bobot, laju respirasi, kadar air, dan organoleptik. Hasil analisis sidik ragam (0,05) menunjukkan bahwa  pada perlakuan 3 % dan 5 % pati pada pelapisan edible coating memberikan perlakuan terbaik karena dapat menekan vitamin C, susut bobot, kadar air, laju respirasi dan organoleptik pada warna dan tekstur.Kata Kunci : Edible Coating, Pati Pisang Goroho, Jambu Kristal. 
Pengaruh Penambahan Tepung Kacang Hijau Termodifikasi Annealling Terhadap Karakteristik Fisik, Kimia Dan Organoleptik Roti French Baquette fitri ponelo; Yoyanda Bait; Lisna Ahmad
Jambura Journal of Food Technology Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.485 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v4i2.15663

Abstract

Green beans are one of the foodstuffs that have good nutritional value because they have the third highest vegetable protein content and can be used as semi-finished products such as flour. The purpose of the study was to determine the effect of the addition of annealing modified mung bean flour on the physical, chemical and organoleptic characteristics of French baquette bread . This study used a single factor Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments (P0 = without the addition of modified mung bean flour, P1 = 10%, P2 = 20% , P3 = 30%). In this study, the sample was repeated 3 times as a validation of the research results. The data was processed using analysis of variance (ANOVA) and the results showed a significant effect on the level so that the test was continued using Duncan Multiple Range Test (DMRT). The results showed that the addition of modified mung bean flour had a significant effect on chemical characteristics of bread and for organoleptic it had no significant effect on (taste and aroma).The value of water content ranges from 26-87% - 33.82%, protein content 9.59% - 14.39%, crude fiber 2.27% - 5.67%, fat content 4.48% - 5.55% , the value of antioxidant activity is 155 – 203 ppm and porosity is 13.99 – 24.75 mm. on organoleptic testing consisting of color with a score of 3.87 – 5.77 (neutral – very like), taste 4.10 – 4.53 (neutral – like), aroma 4.8 – 5.1 (like), texture 3.93 – 5.30 (neutral-like).
Pelapisan Edible Coating Dengan Penambahan Ekstrak Bawang Putih Sebagai Anti Bakteri Terhadap Dendeng Ikan Gabus Selama Penyimpanan Hendra Mohi; Suryani Une; Zainudin Antuli
Jambura Journal of Food Technology Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.246 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v4i2.14864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang putih terhadap pertumbuhan bakteri dan sifat fisik dendeng ikan gabus dan mengetahui sifat organoleptik dari dendeng ikan gabus setelah di lapisi edible coating yang ditambahkan ekstrak bawang putih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal dan 4 perlakuan masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 (Dua) bulan di Laboratorium Teknologi Pangan Universitas Negeri Gorontalo, dimana tahapan pertama adalah persiapan bahan baku yang meliputi pembuatan pati jagung, setelah itu pembuatan ekstrak bawang putih, setelah itu pembuatan dendeng ikan gabus, setelah bahan tersedia dilakukan pelapisan edible coating pada dendeng ikan gabus dengan penambahan ekstrak dari bawang putih. Data analisis dengan uji statistic Anaisis of Variance (ANOVA) menggunakan program Microsoft Excel (2007), dan data anlisis yang berbeda nyata diuji dengan menggunakan metode Duncan Multiple Range Test (DMRT) dan aplikasi SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edible coating memberikan pengaruh nyata terhadap tingkat kesukaan panelis terhadap hasil organoleptik (aroma, rasa, warna, tekstur), nilai TPC, nilai TVBN, dan nilai Staphylococcus. Dendeng ikan gabus dengan pelapisan edible coating dengan penambahan ekstrak bawang putih sebagai anti bakteri mengasilkan kadar air berkisar dari 36,27-40,52%, nilai TPC berkisar dari 1,03-7,73 cfu/ml, nilai TVBN berkisar dari 7,93-56,93 mgN/100g, nilai Staphylococcus berkisar dari 1,20-9,50 mm, dan nilai organoleptik meliputi warna berkisar dari 5,0-6,63, aroma berkisar dari 4,73-5,73, rasa berkisar dari 5,00-6,10, tekstur berkisar dari 4,77-5,67.
Formulasi Biskuit Bayi Dengan Penambahan Tepung Ubi Jalar Kuning (Ipomoea Batatas) Termodifikasi Yang Di Fortifikasi Dengan Tepung Ikan Gabus (Ophiocephalus Striatus) SRI MILANTI KAHAR; Musrowati Lasindrang; Yoyanda Bait
Jambura Journal of Food Technology Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.951 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v4i2.15880

Abstract

ABSTRAKBiskuit bayi adalah salah satu makanan pertama yang diberikan pada bayi setelah Asi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi yang meningkat, Penambahan tepung ubi jalar kuning termodifikasi dan tepung ikan gabus agar dapat meningkatkan nilai gizi pada bayi dan tektur yang diinginkan menjadi lebih baik.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik kimia dan karakteristik organoleptik biskuit bayi dengan penambahan tepung ubi jalar kuning termodifikasi dan tepung ikan gabus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, perlakuan P0 (tepung ubi jalar kuning termodifikasi 0 gr, tepung ikan gabus 0 gr), P1 (tepung ubi jalar kuning termodifikasi 25 gr, tepung ikan gabus 15 gr), P2 (tepung ubi jalar kuning termodifikasi 20 gr, tepung ikan gabus 20 gr), P3 (tepung ubi jalar kuning termodifikasi 15 gr, tepung ikan gabus 25 gr). Hasil penelitian diperoleh berdasarkan karakteristik kimia dan direkomendasi yaitu perlakuan P3 dengan formulasi P3 (tepung ubi jalar kuning termodifikasi 15 gr, tepung ikan gabus 25 gr) hasilnya Kadar air (7,011 %), Kadar abu (1,2767 %), Kadar protein (11,880 %), Kadar lemak (14,632 %), Karbohidrat (81,165%), Energi/kkal (435,983%/kkal) vitamin A (67,567 RE) dan berdasarkan karakteristik Organoleptik yang direkomendasikan yaitu perlakuan P2 dengan Formulasi P2 (tepung ubi jalar kuning termodifikasi 20 gr, tepung ikan gabus 20 gr) yang disukai responden dengan skala suka. 
Karakteristik Fisikokimia Kerupuk Tepung Jagung Dengan Penambahan Daging Ikan Betok (Anabas Testudineus) Moh Fhathur Husain; Marleni Limonu; Zainudin Antuli
Jambura Journal of Food Technology Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.491 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v4i2.13899

Abstract

Kerupuk merupakan makanan khas Indonesia yang sangat diminati oleh banyak orang baik dari golongan menengah ke bawah hingga menengah ke atas, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. Kerupuk dibuat dari bahan-bahan sederhana tetapi membuat setiap makanan terasa lengkap. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh penambahan daging ikan betok terhadap sifat kimia kerupuk tepung jagung. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan perlakuan, dan apabila terdapat perbedaan antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan’s dengan tingkat signifikasi. Data diolah menggunakan Microsoft Office Excel 2013 dan apliikasi SPSS 16. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kerupuk tepung jagung dengan tambahan ikan betok yaitu hasil analisis sifat fisik menunjukkan bahwa kerupuk memiliki kemekaran dengan nilai sebesar 28.6 – 58.72%. Analisis kimia pada kerupuk ikan betok yaitu, kadar air sebesar 6.68-9.50%, Kadar protein sebesar 12.36 - 19.93%, Kadar lemak sebesar 2.41  - 3.70%; Kadar abu sebesar 1.95 - 3.69%. Hasil Organoleptik menunjukkan nilai skala warna 3.53 - 5.93, skala aroma 3.97 - 4.33., skala rasa 4.40 - 6.33 dan skala kerenyahan 4,73 - 6.17.

Page 1 of 1 | Total Record : 10