cover
Contact Name
Jafar La Kilo
Contact Email
jafar.chem@ung.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jjchem@ung.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal of Chemistry
ISSN : 26563665     EISSN : 26566834     DOI : 10.34312/jambchem
Core Subject : Science,
Jambura Journal of Chemistry is peer-reviewed and open access journal published by Chemistry Depertment, Faculty Mathematic and Natural Science. Jam.J.Chem that publishes original research articles, review articles, as well as short communication in all areas of chemistry including applied chemistry. Jambura Journal of Chemistry publish two issues (numbers) annually (February and August).
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2022): February" : 8 Documents clear
Mengungkap Aktivitas Antikanker Senyawa Dihidrokaempferida secara In Silico Arif Fadlan; Tri Warsito; Sarmoko Sarmoko
Jambura Journal of Chemistry Vol 4, No 1 (2022): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v4i1.11512

Abstract

This study aims to perform molecular docking of dihydrokaempferide and to predict the ADMET profiles of dihydrokaempferide. The molecular docking was conducted on DAPK1 macromolecules (5AUX and 5AV3) by preparation of dihydrokaempferide, preparation of DAPK1, docking simulation of dihydrokaempferide, visualization of docking results, and ADMET analysis. The molecular docking of dihydrokaempferide produced a binding affinity value of -6.9 kcal/mol for 5AUX and of -5.7 kcal/mol for 5AV3. The ADMET prediction indicated dihydrokaempferide had good physicochemical properties according to the criteria of absorption, distribution, metabolism, excretion, and toxicity.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BUNGA ROSELLA UNGU (Hibiscus sabdariffa L.) Gusti Ayu Dewi Lestari
Jambura Journal of Chemistry Vol 4, No 1 (2022): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v4i1.11157

Abstract

Ekstrak etanol bunga rosella ungu (Hibiscus sabdariffa L.) mengandung senyawa fitokimia potensial sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa pada bunga rosella ungu (Hibiscus sabdariffa L.) serta potensinya sebagai antioksidan. Bunga rosella ungu (Hibiscus sabdariffa L.) diekstraksi menggunakan metode maserasi dan diperoleh persentase rendemen hasil sebesar 35,25%. Skrining fitokimia dilakukan dengan metode KLT dimana ekstrak etanol bunga rosella ungu (Hibiscus sabdariffa L.) positif mengandung alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Hasil uji aktivitas antioksidan dengan menggunakan DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) diperoleh nilai IC50 sebesar 38,2939 ppm dimana ekstrak etanol bunga rosella ungu (Hibiscus sabdariffa L.) memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat. Nilai AAI (antioxidant activity index) diperoleh 1,04. Nilai presisi dan linearitas pada metode ini adalah 7,67% dan r2 = 0,9929 sehingga metode ini dapat dikatakan memiliki presisi dan linearitas yang baik. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa bunga rosella ungu (Hibiscus sabdariffa L.) memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat karena mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin yang dapat menangkal radikal bebas.
Aktivitas Antidiabetes dari fraksi Sauauria bracteosa pada Tikus dengan Metode Induksi Aloksan Murtihapsari Murtihapsari; Boima Situmeang; Achmad Rante Suparman; Apriani Sulu Parubak; Radite Yogaswara; Yasmiwar Susilawati; Tati Herlina
Jambura Journal of Chemistry Vol 4, No 1 (2022): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v4i1.11659

Abstract

Penderita diabetes mellitus disebabkan oleh kurangnya sekresi insulin yang diperkirakan mengalami peningkatan dari 8,4 menjadi 21,3 juta jiwa pada 2000 hingga 2030 mendatang. Seiring dengan semakin meningkatnya penderita penyakit diabetes mellitus, maka perlu dilakukan pencarian berbagai alternatif obat herbal dari tumbuhan. Salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai pengobatan diabetes mellitus seperti Sauauria bracteosa yang banyak tumbuh liar di daerah tropis. Tujuan dari penelitian ini menguji aktivitas antidiabetes dari fraksi S. bracteosa diujikan lebih lanjut ke hewan percobaan (tikus). Metode pengujian aktivitas antidiabetes dilakukan dengan metode induksi aloksan terhadap fraksi tumbuhan S. bracteosa dengan dosis 250 mg/kg BB tikus. Induksi aloksan dosis 175 mg/kg BB tikus pada hari ke 0-6. Hasil pengujian aktivitas antidiabetes fraksi n-heksana memiliki aktivitas antidiabetes yang lebih tinggi 43,05% dibandingkan dengan fraksi etil asetat sebesar 33,22% dan fraksi air sebesar 8,88%. Persentase penurunan kadar glukosa kelompok fraksi n-heksana dan fraksi etil asetat pada dosis 100 mg/kgBB menunjukkan penurunan yang lebih tinggi daripada kelompok kontrol positif sebesar 20,93% yang diberikan glibenklamid dosis 0,5 mg/kg BB. Hal ini menunjukkan bahwa tumbuhan S. bracteosa berpotensi kuat sebagai penurun gula darah terutama fraksi n-heksana dan fraksi etil asetat.
ANALISIS KANDUNGAN MINYAK ATSIRI PADA KULIT BUAH LANGSAT DENGAN METODE KROMATOGRAFI GAS-SPEKTROMETER MASSA Hendri Iyabu
Jambura Journal of Chemistry Vol 4, No 1 (2022): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v4i1.10817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan minyak atsiri yang terdapat pada kulit buah langsat. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi minyak atsiri dengan metode destilasi uap dan kromatografi gas-spektrometer massa (KG-SM). Minyak atsiri yang diperoleh memiliki bentuk cair, berwarna kuning kecokelatan. Rendemen yang diperoleh sebesar 0,18%. Analisis komponen kimia minyak atsiri kulit buah langsat dilakukan dengan menggunakan Kromatografi Gas-Spektrometer Massa (GC-MS). Komponen terbesar minyak atsiri kulit buah langsat adalah senyawa diperoleh minyak atsiri yang termasuk dalam golongan senyawa Monoterpenoid dan sesquiterpenoid yaitu Bicyclo [2.2.1] Heptane,-5-Ethyl-1-Amine dan Bicyclo[4.1.0]Hept-3-En, 2-Isopropenyl-5-Isopropyl-7,7-Dimethyl
Isolasi Dan Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Etil Asetat Daun Sambiloto Nurhayati Bialangi; Reski Rahmatia Idris; Akram La Kilo; Ahmad Kadir Kilo
Jambura Journal of Chemistry Vol 4, No 1 (2022): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v4i1.11957

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder ekstrak etil asetat dari daun sambiloto. Isolasi tersebut dilakukan melalui tahap maserasi, fraksinasi, dan kromatografi. Identifikasi ekstrak tersebut dan isolatnya dilakukan dengan cara uji fitokimia, spektrofotometer-UV Vis, dan IR. Daun sambiloto kering sebanyak 633 gram dimaserasi dengan metanol selama 3×24 jam, dan diperoleh ekstrak kental metanol setelah melalui proses evaporasi. Ekstrak tersebut difraksinasi berturut-turut dengan n-heksana dan etil asetat untuk menghasilkan ekstrak kental etil asetat sebanyak 21,99 gram. Kemudian, ekstrak kental etil asetat dipisahkan dengan kromatografi kolom dan diuji kemurniannya dengan KLT dan diperoleh isolat murni yang berupa kristal putih dengan berat 126,3 mg. Hasil uji fitokimia ekstrak etil asetat menunjukkan bahwa daun sambiloto mengandung flavanoid dan triterpenoid. Sementara, isolat murni yang dihasilkan adalah senyawa triterpenoid. Hasil pengukuran spektrofotometer UV-Vis menunjukkan adanya 2 pita serapan pada panjang gelombang 278 dan 202, dan hasil pengukuran spektrofotometer IR adanya gugus fungsi O-H alkohol pada bilangan gelombang 3426.5 cm-1, C-H alifatik pada bilangan gelombang 2918.1 cm-1 dan 1463.3 cm-1, C=O pada bilangan gelombang 1640.6 cm-1, C=C alkena pada bilangan gelombang 1559.2 cm-1, C-H pada bilangan gelombang 802.5 cm-1 dan 886.4 cm-1, dan C-O alkohol pada bilangan gelombang 1099.6 cm-1 yang menandakan bahwa isolat merupakan suatu senyawa golongan triterpenoid
Analisis Kadar Bahan Kimia Obat Dexametason Pada Jamu Reumatik Menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis Muhammad Taupik; A. Mu’thi Andy Suryadi; Endah Nurrohwinta Djuwarno; Faramita Hiola
Jambura Journal of Chemistry Vol 4, No 1 (2022): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v4i1.11233

Abstract

Traditional medicines are ingredients in the form of plant ingredients, animal ingredients, mineral substances, galenic, or mixtures of these ingredients that have been used for treatment from generation to generation and can be applied in accordance with the prevailing norms in society. One type of traditional medicine that is currently consumed by many people is herbal medicine. Jamu (empirical based herbal medicine) is a traditional medicine that is provided traditionally which contains all the plant ingredients that make up the herbal medicine which is hygienic (free of contamination) and is used traditionally. The research objective was to determine the presence of the chemical ingredient of dexamethasone drug in jamu for rheumatic and also to quantitatively determine the dexamethasone level in jamu for rheumatic by using uv-vis spectrophotometry. The results showed that all five jamu for rheumatic samples contained the chemical ingredient of dexamethasone drug with levels of each sample, namely jamu A 99,83 mg, jamu B 34,71 mg, jamu C 363,13 mg, jamu D 9,979 mg, and jamu E 778,97 mg
Characteristics of Organic and Inorganic Substances in Leachate Wastewater Talumelito Regional Waste Final Disposal Site Zikran Abdullah; Sahrial Lakasim; Siti Hairunisa Kandusu; Mahdi Kilo; Wiwin Rewini Kunusa
Jambura Journal of Chemistry Vol 4, No 1 (2022): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v4i1.17513

Abstract

Leachate or leachate is a solution that occurs as a result of mixing rain runoff with decomposed trash and containing very fine suspended substances and pathogenic microbes that can cause potential contamination of surface water and groundwater. This study aims to analyze organic and inorganic substances (Pb, Cd, Mn, Fe and Cu metals) in leachate waste. Leachate water sampling was carried out at the Talumelito Waste Disposal Site, Gorontalo District by composite sampling at 5 location points, namely A1, A2, A3, A4, A5. The research procedure was divided into 4 stages, namely the preparation phase, the sampling stage, the sample analysis stage and the data analysis stage. Metal analysis using the AAS method. The results of the analysis at 5 location points showed the highest Lead (Pb) metal reached 0.0248 ppm, Cadmium (Cd) ˂ 0.0009 ppm and Copper (Cu) ± 0.02 ppm. For iron (Fe) the highest reaches 3.1029. For Manganese metal (Mn), they are 1.2779 ppm, 1.1441 ppm and 1.2779 ppm. Heavy metal parameter, the value is still far below the quality standard for leachate in samples A1, A2, A3, A4, and A5. As for the analysis of organic substances, nitrates and nitrites using the Uv-Vis spectrophotometry method showed the highest levels of organic matter were 40.97, nitrates 5.77 and nitrites 0.0065. However, the pH value is above the leachate quality standard of 6.9 at 3 location points, 7.8 - 8.2. And turbidity level of leachate for sample A1 reaches 135.5. From these results it can be seen that the function of the leachate control pool in the Talumelito landfill is still ineffective.
STUDI HKSA SENYAWA ANALOG QUINOLON-4(1H)-IMINE SEBAGAI ANTIMALARIA MENGGUNAKAN PERHITUNGAN HARTHREE-FOCK Jafar La Kilo; Akram La Kilo
Jambura Journal of Chemistry Vol 4, No 1 (2022): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v4i1.20008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi hubungan kuantitatif struktur-aktivitas (HKSA) terhadap senyawa analog Quinolon-4(1H)-imine sebagai agen antimalaria. Pendekatan HKSA digunakan untuk menghubungkan aktivitas biologi molekul dengan deskriptor yang dihasilkan dari perhitungan menggunakan metode kimia kuantum Harthree-Fock Sebanyak 22 senyawa turunan Quinolon-4(1H)-imine digunakan sebagai bahan kajian, dengan perhitungan deskriptor elektronik dan molekul yang berpengaruh terhadap aktivitas antimalaria. Model HKSA dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda (MLR) dan delapan model persamaan HKSA terbaik dihasilkan. Model-model tersebut kemudian divalidasi dan model terbaik dipilih berdasarkan parameter statistik yang signifikan. Rancangan senyawa usulan juga dilakukan berdasarkan model terbaik, dengan mengganti substituen pada senyawa turunan Quinolon-4(1H)-imine. Hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan obat antimalaria baru dengan pendekatan teoritik dan pemodelan, sehingga dapat mengurangi biaya dan waktu yang diperlukan dalam penemuan dan pengembangan obat antibiotik baru.

Page 1 of 1 | Total Record : 8