cover
Contact Name
Raden Gamal Tamrin Kusumah, M.Pd
Contact Email
raden@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
attalim@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam
ISSN : 16932161     EISSN : 26211955     DOI : -
Core Subject : Education,
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam memuat artikel tentang Pendidikan Islam hasil penelitian dan kajian di bidang Pendidikan Islam. Jurnal ini diterbitkan oleh Institut Agama Islam Negeri Bengkulu dua kali dalam setahun yaitu setiap bulan JUNI dan DESEMBER.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 1 (2019): JUNI" : 13 Documents clear
USAHA KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN KERJA GURU (Studi Deskriptif Kualitatif di SMP N 1 Argamakmur Kabupaten Bengkulu utara) Tiswarni Tiswarni
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 18, No 1 (2019): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.627 KB) | DOI: 10.29300/attalim.v18i1.1650

Abstract

Abstract: School Principals' Efforts to Improve Teacher Discipline (Qualitative Descriptive Study in Argamakmur 1st State Junior High School in North Bengkulu Regency). The purpose of this study was to describe the principal's efforts to improve teacher work discipline in Argamakmur 1st State Junior High School, especially concerning: the presence of teachers in the classroom, making learning tools, implementing the teaching and learning process, preparing and using instructional media, carrying out assessments, and following up on assessment results . The research method used in this study is qualitative descriptive. The subjects are principals, teachers, and administrative staff. Data collection techniques used are interviews and observations. Data analysis techniques using inductive techniques Miles and Haberman models include data collection, data reduction, data display and conclusion drawing/verification. The results of this study indicate that the principal's efforts to improve teacher work discipline in Argamakmur 1st State Junior High School have gone well.Abstrak: Usaha Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Guru (Studi Deskriptif Kualitatif Di SMP Negeri 1 Argamakmur Kabupaten Bengkulu Utara). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan usaha kepala sekolah dalam meningkatkan disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Argamakmur, terutama menyangkut: kehadiran guru di kelas, pembuatan perangkat pembelajaran, pelaksanaan proses belajar mengajar, menyiapkan dan menggunakan media pembelajaran, melaksanakan penilaian, serta menindaklanjuti hasil penilaian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjeknya adalah kepala sekolah, guru-guru dan staf administrasi. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Tekhnik analisis data menggunakan teknik induktif model Miles dan Haberman yang meliputi: pengumpulan data, data reduction, data display dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa usaha kepala sekolah dalam meningkatkan disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Argamakmur sudah berjalan dengan baik.
Pesantren Dalam Perubahan Sosial di Indonesia Siti Mas'ulah
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 18, No 1 (2019): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.851 KB) | DOI: 10.29300/attalim.v18i1.1613

Abstract

Abstract: Pesantren in Social Changing in Indonesia. At this time, Islamic boarding school (pesantren) have become part of the national education system which has its own peculiarities which have a major role in education and teaching since before the Independence of the Republic of Indonesia until now. Based on the social theory of social change by Peter L. Berger and Thomas Luckmann, Islamic boarding school (pesantren) experienced dynamics typology as follows, namely salafiyah Islamic boarding school (pesantren) teaches pure Islamic knowledge without the addition of general sciences, its management system is centered on kiai (Grand-Teacher) figures. Second, the Khalaf Islamic boarding school (pesantren) tries to combine the system of classical and modern teaching, so that the management developed is modern management and does not rely solely on kiai (Grand-Teacher) figures. Third, the comprehensive kiai (Grand-Teacher) figures combine modern and classical teaching systems with a faster and more dynamic power of change than the khalaf Islamic boarding school.Abstrak: Pesantren Dalam Perubahan Sosial Di Indonesia. Pada saat ini, pesantren telah menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional yang memiliki kekhasan tersendiri yang memiliki peran besar dalam pendidikan dan pengajaran sejak sebelum Kemerdekaan Republik Indonesia hingga kini.   Berdasarkan teori sosial perubahan sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, pesantren mengalami dinamika tipologi sebagaimana berikut, yakni pesantren salafiyah mengajarkan ilmu-ilmu Islam murni tanpa ada penambahan ilmu-ilmu umum, sistem manajemennya berpusat pada figur kiai. Kedua, pesantren khalaf berusaha mengabungkan sistem pengajaran klasikal dan modern, sehingga manajemen yang dikembangkan adalah manajemen modern dan tidak bertumpu semata-mata pada figur kiai. Ketiga, pesantren konprehensif menggabungkan sistem pengajaran modern dan klasikal dengan daya perubahan yang lebih cepat dan lebih dinamis daripada pesantren khalaf.
Edutaiment Dalam Perkembangan Nilai Nilai Moral Dan Agama Anak Husnul Bahri; Fitriani Fitriani
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 18, No 1 (2019): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v18i1.1951

Abstract

Abstract: Edutainment in Development Moral Value and Religious Value. Moral and religious values education is a conscious effort that is carried out by humans (adults) planned to provide opportunities for students (children, future generations) to instill values into the Godhead, aesthetic and ethical values, good and bad values, right and wrong, regarding actions, attitudes and obligations, noble character, noble mind and character to achieve maturity and responsibility, or the rules and religious values held by the local community. The strategy for developing religious values is through routine activity programs, integrated programs, and special activity programs. While the strategies and techniques of moral development in early childhood are: through training strategies and habituation, play activity strategies. Learning strategies. Edutainment as a fun learning approach in developing moral and religious values in Kindergarten can be done in several ways, namely: singing, playing, creating a pleasant, conducive and comfortable learning atmosphere, conditioning the child's psychological readiness to start learning, readiness conditioning physically students for learning, conditioning student learning interests, enthusiastic conditioning of students in the middle of class, final conditioning of learning hours.Abstrak: Edutaiment Dalam Perkembangan Nilai Nilai Moral Dan Agama Anak. Pendidikan nilai moral dan agama adalah suatu usaha sadar yang dilakukan manusia (orang dewasa) yang terencana untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik (anak, generasi penerus) menanamkan nilai-nilai ke Tuhanan, nilai-nilai estetik dan etik, nilai baik dan buruk, benar dan salah, mengenai perbuatan, sikap dan kewajiban, akhlak mulia, budi pekerti luhur agar mencapai kedewasaannnya dan bertanggung jawab, atau aturan dan nilai-nilai agama yang dipegang masyarakat setempat. Strategi pengembangan nilai-nilai keagamaan yaitu melalui program kegiatan rutinitas, program terintegrasi, dan program kegiatan khusus. Sedangkan strategi dan tehnik pengembangan moral pada anak usia dini yaitu : melalui strategi latihan dan pembiasaan, strategi aktivitas bermain. Strategi pembelajaran. Edutainment sebagai suatu pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dalam pengembangan nilai-nilai moral dan agama dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : bernyanyi, bermain, menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, kondusif dan nyaman, mengkondisikan kesiapan psikis anak memulai pembelajaran, pengkondisian kesiapan pisik siswa untuk belajar, pengkondisian minat belajar siswa, pengkondisian antusias siswa ditengah jam pelajaran, pengkondisian akhir jam pembelajaran. 
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PAI BERWAWASAN ISLAM WASATIYAH : UPAYA MEMBANGUN SIKAP MODERASI BERAGAMA PESERTA DIDIK Kasinyo Harto; Tastin Tastin
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 18, No 1 (2019): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v18i1.1280

Abstract

Abstract: Development of PAI Learning with Islamic Wasatiyah Insight: Efforts to Build Moderation Attitude Religious Learners. The human dignity of the Indonesian people has fallen to the deepest abyss, the violence and crime that occurred is an indication that our society has shifted into a society that has lost national identity. The motive for terror is carried out over and over again about jihad fisabilillah in order to achieve a degree of martyrdom, which is a noble degree in upholding the religion of Allah. The meaning of jihad is understood literally-textualist, that is only limited to war (qital) in the physical sense by taking up arms aimed at people both individually and institutionally. Such a textual-literary understanding implies rigid, exclusive and intolerant social-religious attitudes and behaviors to people who are different from them so that there is some kind of belief that people who are outside their group are not right (kafir) and are required fought. Our religious education seems to still be trapped in the teaching of the cognitive dogmatic realm which is teaching the knowledge of rules and religious law with fiqh oriented (fiqh oriented), so the fiqh is considered as religion itself. Departing from these problems, it is necessary to reconstruct a scientific-doctrinaire-based modern learning approach. The students are allowed to inner and intellectual encroachment, so they will find maturity in religion, both in terms of their religious affections and intellectual dimensions. This research includes library research, therefore the steps to be taken are the exploration of a number of data from various literature, both primary data, and secondary data. The method of data collection is done by collecting books, articles, journals, scientific opinions in which it reveals and examines the wasatiyah. The data analysis techniques using descriptive-analytic methods. The data that has been analyzed presented with the deductive method which departs from general theory to lead to conclusions to answers to the research problem. The results of the study show that applying a contextual scientific approach is a must because the approach touches three domains: attitudes, knowledge, and skills. The result is an increase and balance between the ability to be a good human being and have the skills and knowledge to live properly. Learning about Islamic wasatiyah insight is expected to be: first, students become more aware of their own religious teachings and aware of the reality of the teachings of other religions. Second, students are able to develop an understanding and presentation of other people's religions. Third, encourage students to participate in social activities which involve various adherents of different religions. Fourth, students can develop all of their own potential including their diversity potential, so they can control their own lives and more empowered.Abstrak: Pengembangan Pembelajaran PAI Berwawasan Islam Wasatiyah : Upaya Membangun Sikap Moderasi Beragama Peserta Didik. Martabat kemanusiaan bangsa Indonesia sudah terpuruk ke jurang paling dalam, kekerasan-kekerasan dan tindak kriminal yang terjadi merupakan sebuah indikasi bahwa masyarakat kita telah bergeser normanya menjadi masyarakat yang kehilangan jatidiri kebangsaan yang ramah. Motif teror yang dilakukan lagi-lagi soal jihad fisabilillah dalam rangka mencapai derajat syahid, yang dalam agama merupakan derajat yang mulia dalam menegakkan agama Allah. Makna jihad dipahami secara literalis-tekstualis, yakni hanya sebatas perang (qital) dalam arti fisik dengan mengangkat senjata yang ditujukan kepada orang baik secara perorangan maupun kelembagaan. Pemahaman yang tekstual-literal semacam itu, berimplikasi kepada sikap dan perilaku sosial keagamaan yang rigid, eksklusif dan intoleran  kepada orang yang berbeda paham dengan mereka, sehingga ada semacam keyakinan, bahwa orang yang diluar dari kelompok mereka  adalah tidak benar (kafir) dan wajib untuk diperangi. Pendidikan agama kita nampaknya masih terjebak dalam pengajaran ranah kognitif dogmatis yang sibuk mengajarkan pengetahuan peraturan dan hukum agama dengan disiplin ilmu fiqh yang menjadi orientasinya (fiqh orientid) sehingga fiqh dianggap sebagai agama itu sendiri. Berangkat dari problematika tersebut, Maka perlu melakukan rekonstruksi pendekatan pembelajaran modern berbasis scientific-doktriner dengan demikian, peserta didik dibiarkan melakukan perambahan batin dan intelektual, sehingga kelak menemukan dalam dirinya kedewasaan dalam beragama, baik dalam hal afeksi religiusnya maupun dimensi intelektualnya. Penelitian ini termasuk library research, karena itu langkah-langkah yang akan dilakukan adalah eksplorasi terhadap sejumlah data dari berbagai literatur, baik data primer, maupun data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan buku-buku, artikel, jurnal, opini ilmiah yang didalamnya mengungkap dan mengkaji wasatiyah. Adapun teknik analisa data dengan menggunakan metode deskriptif-analytic. Data yang telah dianalisis kemudian dipaparkan dengan metode deduktif yang berangkat dari teori umum untuk menuju pada kesimpulan yang merupakan jawaban dari rumusan masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menerapkan pendekatan saintifik kontekstual merupakan suatu keharusan, karena dengan pendekatan tersebut menyentuh tiga ranah, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Hasilnya adalah peningkatan dan keseimbangan anatara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik dan memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak. Pembelajaran PAI berwawasan Islam wasatiyah diharapkan dapat: pertama, peserta didik menjadi lebih sadar terhadap ajaran agama mereka sendiri dan sadar terhadap adanya realitas ajaran agama lain. Kedua, peserta didik mampu mengembangkan pemahaman dan paresiasi terhadap agama orang lain. Ketiga, mendorong peserta didik untuk berpartipasi dalam kegiatan sosaial yang di dalamnya terlibat berbagai penganut agama yang berbeda. Keempat, peserta didik dapat mengembang seluruh potensi mereka sendiri termasuk potensi keberagaman mereka sehingga mereka dapat mengontrol kehidupan mereka sendiri, dan dengan cara demikian mereka lebih berdaya. 
Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di Pondok Pesantren Ar-Rahmah Curup, Kab. Rejang Lebong Bengkulu Muhammad Taufiqurrahman
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 18, No 1 (2019): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v18i1.1950

Abstract

Abstract: Human Resource Management in Improving Education Quality in Ar-Rahmah Curup Islamic Boarding School, District of Rejang Lebong, Bengkulu Province. Islamic boarding schools are one of the Islamic educational institutions that apply general subjects and religious subjects. This requires that the teacher or cleric must have the qualifications and competencies that are in accordance with predetermined standards. The quality of education personnel is an important concern in improving the quality of Islamic boarding school education. Human resource management is one step that can be done to select educators who have the competence and qualifications to be able to maximize performance effectively and efficiently. This research is field research carried out to look deeper into how human resource management in Ar-Rahmah boarding schools. The results of the study show that the management of human resources in improving the quality of education in the Ar-Rahmah boarding school, in general, has been carried out even though in a simple form. Human resource management in question is First, Planning, Second, Organizing, has been carried out such as HR recruitment based on several stages, the simple orientation of personnel and placement of HR. Third, Directing has been carried out such as training and development, work assessment, HR career planning. Fourth, Control, such as compensation, integration, maintenance, discipline, and termination of HR. The inhibiting factor in human resource management is a lack of understanding of the HRM theory comprehensively by the pesantren so that the results obtained are not maximal and the lack of funding and infrastructure available to support HRM is more effective and efficient.Abstrak: Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di Pondok Pesantren Ar-Rahmah Curup, Kab. Rejang Lebong Bengkulu. Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang menerapkan mata pelajaran umum dan mata pelajaran agama. Hal tersebut menuntut guru atau ustad harus memiliki kualifikasi dan kompetensi yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Kualitas personel pendidikan tersebut menjadi perhatian penting dalam peningkatan mutu pendidikan pesantren. Manajemen sumber daya manusia merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menyeleksi tenaga pendidik yang memiliki kompetensi dan kualifikasi agar mampu memaksimalkan kinerja secara efektif dan efisien. Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang dilakukan untuk melihat lebih dalam bagaimana manajemen sumber daya manusia di pesantren Ar-Rahmah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sumber daya manusia dalam meningkatkan mutu pendidikan di pesantren Ar-Rahmah secara umum telah dilaksanakan meskipun dalam bentuk yang masih sederhana. Manajemen sumber daya manusia yang dimaksud adalah Pertama, Perencanaan (Planning), Kedua, Pengorganisasian (Organizing), telah dilakukan seperti rekrutmen SDM berdasarkan beberapa tahapan-tahapan, orientasi personel secara sederhana dan penempatan SDM. Ketiga,Pengarahan (Directing) sudah dilaksanakan seperti pelatihan dan pengembangan, penilaian kerja, perencanaan karier SDM. Keempat, Pengendalian (Controling), seperti kompensasi, integrasi, pemeliharaan, kedisiplinan dan pemberhentian SDM. Faktor penghambat dalam manajemen sumber daya manusia adalah kurang dipahaminya teori MSDM secara komprehensif oleh pihak pesantren sehingga hasil yang didapatkan kurang maksimal serta kurangnya pendanaan dan sarana prasarana yang tersedia untuk menunjang MSDM lebih efektif dan efisien.
Development of Religion Materials Based on Synectic Approach to Junior High School Students Alfauzan Amin; Alimni Alimni
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 18, No 1 (2019): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v18i1.1916

Abstract

Abstract: Development of Religion Materials Based on Synectic Approach to Junior High School Students. Problems faced by teachers and students is the lack of teaching materials that can enhance students' understanding of competence. The understanding ability not only from low ability but also come to advance level. Especially the aspects of understanding the abstract of religious material at the first school level. Objectives: The aim of the study was to produce religious teaching materials based on a synectic approach that was valid, practical and effective. Method: The research methodology is research and development. This type of research produces products such as teaching materials. Teaching materials are expected to help students carry out learning activities easier. Finding: Based on the results of the study, religious teaching materials in the understanding of abstract concepts, for junior high school students, have been tested and declared valid, practical and effective to use.Conclusion: The Religion Material has been tested and valid for use in studentAbstrak: Pengembangan Materi Agama Berdasarkan Pendekatan Synectic pada Siswa SMP. Masalah yang dihadapi oleh guru dan siswa adalah kurangnya bahan ajar yang dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang kompetensi. Kemampuan pemahaman tidak hanya dari kemampuan rendah tetapi juga datang ke tingkat lanjutan. Terutama aspek-aspek memahami abstrak materi agama di tingkat sekolah pertama. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan bahan pengajaran agama berdasarkan pendekatan synectic yang valid, praktis dan efektif. Metode: Metodologi penelitian adalah penelitian dan pengembangan. Jenis penelitian ini menghasilkan produk seperti bahan ajar. Bahan ajar diharapkan dapat membantu siswa melakukan kegiatan belajar dengan lebih mudah. Temuan: Berdasarkan hasil penelitian, bahan ajar agama dalam pemahaman konsep abstrak, untuk siswa SMP, telah diuji dan dinyatakan valid, praktis dan efektif untuk digunakan. Kesimpulan: Bahan Agama telah diuji dan valid untuk gunakan pada siswa
Masalah Sosial Anak Usia Dasar Nidhia Firdha Kurniasih; Fathurrahman Kurniawan Ikhsan
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 18, No 1 (2019): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v18i1.1616

Abstract

Abstract: Social Problems Of Basic Age Children. Social problems are a discrepancy between elements of culture or society, which endanger the lives of social groups. Or, inhibiting the fulfillment of the basic desires of the citizens of the social group so as to cause a breakdown of social ties. Under normal circumstances there is integration and appropriate conditions in the relations between elements of culture or society. If there are clashes between these elements, social relations will be disrupted so that there may be unrest in the life of the group. In interacting in community life, each individual is required to have an awareness of his obligations as a member of a community group. If there is no awareness of each person, then the social process itself cannot go as expected. Social development is a link between children and others, starting from parents, siblings, playmates, to the wider community. Social development is the process of learning to recognize normal and rules in a community. Social, emotional disorders, can be conceptualized as a focus within the child. A hope and aspirations from parents, teachers, and society in general to have children who are physically and mentally healthy. How calm and serene when you see children playing happily, smart, diligent in learning and working, free and agile in expressing their thoughts and creativity.Abstract: Masalah Sosial Anak Usia Dasar. Masalah sosial merupakan suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Atau, menghambat terpenuhinya keinginan-keinginan pokok warga kelompok sosial tersebut sehingga menyebabkan kepincangan ikatan sosial. Dalam keadaan normal terdapat integrasi serta keadaan yang sesuai pada hubungan-hubungan antar unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat. Apabila antar unsur-unsur tersebut terjadi bentrokan, maka hubungan-hubungan sosial akan terganggu sehingga mungkin terjadi kegoyahan dalam kehidupan kelompok. Dalam berinteraksi di kehidupan bermasyarakat, setiap individu diwajibkan untuk memiliki kesadaran akan kewajibannya sebagai anggota kelompok masyarakat. Jika tidak adanya kesadaran atas pribadi masing-masing, maka proses sosial itu sendiri tidak dapat berjalan sesuai dengan yang di harapkan. Perkembangan sosial merupakan jalinan interaksi anak dengan orang lain, mulai dari orang tua, saudara, teman bermain, hingga masyarakat secara luas. Perkembangan sosial adalah proses belajar mengenal normal dan peraturan dalam sebuah komunitas. Gangguan sosial, emosional, dapat dikonseptualisasikan sebagai suatu yang fokus di dalam diri anak. Suatu harapan dan cita-cita dari para orang tua, guru, maupun masyarakat pada umumnya untuk memiliki anak-anak yang sehat jasmani dan rohani. Betapa tenang dan tentramnya hati bila melihat anak-anak bermain dengan riang gembira, pandai,tekun dalam belajar dan bekerja, bebas dan lincah dalam mengutarakan buah pikiran dan kreativitasnya.
Pengembangan Teori Pendidikan Islam Perspektif Muhammad Jawwad Ridla (Religius Konservatif, Religius Rasional, Pragmatis Instrumental) Fajar Kurniawan
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 18, No 1 (2019): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.176 KB) | DOI: 10.29300/attalim.v18i1.1823

Abstract

Abstract: Development of Islamic Education Theory Perspective of Muhammad Jawwad Ridla (Conservative Religious, Rational Religious, Pragmatic Instrumental) This article discusses the study of the theory of Islamic education in the perspective of Muhammad Jawwad Ridla with six theories of Islamic Education built by Jawwad Ridla and Analysis of Jawwad Ridla concerning the three schools of Islamic education philosophy with the main characters who tend to these schools. The method of writing scientific papers uses library research. Namely, the author looks for data sources by prioritizing concepts and theories that refer to writing literature related to the specific research theme. The approach to writing scientific papers uses a philosophical approach. The results of this study are 1) The theory of Islamic education built by Muhammad Jawwad Ridla has several aspects, among them are the Concept of Teaching / Learning, Psychological Basics of the learning process, Understanding of student subjects, teaching methods, Teaching (teachers) and preparing individuals to participate active in the economic life of the community. 2) Muhammad Jawwad Ridla classifies the three main schools of Islamic education philosophy: 1) Conservative Religious Flow which is only covered by religious teachings. The main figures in this school are al-Ghazali, 2) Religious-rational, Ikhwan al-Shafa considers all disciplines as important with the flow they adhere to, 3) Pragmatic instrumentalism, adherents of this sect, Ibn Khaldun. He revealed that education is to gain worldly expertise and ukhrowi, both of which must provide benefits.Abstrak: Pengembangan Teori Pendidikan Islam Perspektif Muhammad Jawwad Ridla (Religius Konservatif, Religius Rasional, Pragmatis Instrumental). Artikel ini membahas tentang kajian teori pendidikan Islam dalam perspektif Muhammad Jawwad Ridla dengan enam teori Pendidikan Islam yang dibangun oleh Jawwad Ridla dan Analisis Jawwad Ridla mengenai tiga aliran filsafat pendidikan Islam dengan  tokoh utama yang berkecenderungan ke aliran-aliran tersebut. Metode penelitian karya ilmiah ini menggunakan kajian pustaka (library research). Yaitu penulis mencari sumber data dengan mengedepankan konsep dan teori yang mengacu pada literatur-literatur kepenulisan terkait dengan tema penelitian secara spesifik. Adapun pendekatan penulisan karya ilmiah ini menggunakan pendekatan filosofis. Hasil penelitian ini yaitu 1) Teori pendidikan Islam yang dibangun oleh Muhammad Jawwad Ridla terdapat beberapa aspek yaitu diantaranya adalah Konsep Pengajaran/Pembelajaran, Dasar-dasar psikologis proses pembelajaran, Pemahaman tentang subjek didik, metode pengajaran, Ppengajaran (guru) dan penyiapan individu untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan ekonomi masyarakat. 2) Muhammad Jawwad Ridla mengklasifikasikan tiga aliran utama filsafat pendidikan Islam : 1) Aliran Religius Konservatif yang hanya dilingkupkan pada ajaran keagamaan saja. Tokoh utama pada aliran ini yakni al-Ghazali, 2) Religius-rasional, Ikhwan al-Shafa menganggap semua disiplin ilmu adalah penting dengan aliran yang dianutnya, 3) Aliran pragmatis instrumental, penganut aliran ini yakni Ibnu Khaldun. Beliau mengungkapkan pendidikan adalah untuk mendapatkan keahlian duniawi dan ukhrowi, keduanya harus memberikan keuntungan. 
The Use of Picture Media to Enhance Students’ Writing Ability of Recount Text at MTs N 1 of Bengkulu City, Bengkulu Dedi Efrizal
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 18, No 1 (2019): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.985 KB) | DOI: 10.29300/attalim.v18i1.1685

Abstract

Abstract: The Use of Picture Media to Enhance Students’ Writing Ability of Recount Text at MTs N 1 of Bengkulu City, Bengkulu. This study was carried out to improve the students’ writing ability through Pictures media in Second Year Students at Mts N 01 of Bengkulu in the academic year 2018-2019. The subjects of this study have consisted of 42 students. The method used in this study was Classroom Action Research (CAR). The Classroom Action Research design applied in this study was a collaborative classroom action research. It means that the researcher collaborated with the English teacher of Mts N 01 of Bengkulu as an observer and collaborator. The study was carried out in three cycles. Each cycle consisted of three meetings. The data were gathered in this study through field notes, and test. The result of the study showed that there was an improvement in students’ writing ability. Most of the students gradually gained good scores at the end of each cycle. The score of Minimum Mastery Criterion- Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) of English subject was 70 (seventy). In the cycle, the result of the students' score was poor. In cycle 2 the result of the students' score has some signs of progress, and in the cycle 3, the result of the students' score has improved effectively than action in the cycle before where the mean score of students was in 75 (Good). In addition, there was a positive response from the English Teacher about implementing the action. In conclusion Pictures, media could solve the students’ problems and improve their writing ability.Abstrak: Penggunaan Media Gambar untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Recount Siswa di MTs N 1 Kota Bengkulu, Bengkulu. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa melalui media Pictures pada Siswa Kelas Dua di Mts N 01 Bengkulu pada tahun akademik 2018-2019. Subjek penelitian ini terdiri dari 42 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Desain Penelitian Tindakan Kelas yang diterapkan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif. Ini berarti bahwa peneliti berkolaborasi dengan guru bahasa Inggris Mts N 01 dari Bengkulu sebagai pengamat dan kolaborator. Penelitian dilakukan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Data dikumpulkan dalam penelitian ini melalui catatan lapangan, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan menulis siswa. Sebagian besar siswa secara bertahap memperoleh skor bagus di akhir setiap siklus. Skor Kriteria Penguasaan Minimum- Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran bahasa Inggris adalah 70 (tujuh puluh). Pada siklusnya, hasil nilai siswa buruk. Pada siklus 2 hasil skor siswa memiliki beberapa tanda kemajuan, dan pada siklus 3, hasil skor siswa telah meningkat secara efektif daripada tindakan dalam siklus sebelum di mana skor rata-rata siswa berada di 75 (Baik) . Selain itu, ada tanggapan positif dari Guru Bahasa Inggris tentang penerapan tindakan. Kesimpulannya Pictures, media dapat memecahkan masalah siswa dan meningkatkan kemampuan menulis mereka.
Pengaruh Model Pembelajaran ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction.) dan Motivasi Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SD Negeri 75 Kota Bengkulu Sukarno Sukarno; Salamah Salamah
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 18, No 1 (2019): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v18i1.1867

Abstract

Abstract: Effect of ARCS Learning Model (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction) and Motivation on Social Studies Learning Outcomes of 5th Grade Students 75th State Elementary in Bengkulu City. This study aimed to determine the differences in student learning outcomes using the ARCS learning model with conventional learning models in class V of SD Negeri 75 Kota Bengkulu, differences in learning outcomes from groups of students with high learning motivation levels using the ARCS learning model with conventional learning models in class V SD Negeri 75 Kota Bengkulu, differences in learning outcomes from groups of students with low learning motivation levels using the ARCS learning model with conventional learning models in class V of SD Negeri 75 Kota Bengkulu, and interaction of learning models with motivation towards learning outcomes of fifth grade students at SD Negeri Kota Bengkulu. This study uses a quantitative approach with a type of quasi-experimental research. The subjects of this study were 75 elementary school students in the city of Bengkulu, totaling 62 students. Data collection is done by using tests and questionnaires with a research design using factorial 2X2. Data analysis techniques, using the "t" test and "F" test The results showed 1) Overall there are differences between student learning outcomes taught by using the ARCS learning model with conventional learning models IPS subjects class V SD Negeri Bengkulu city. By showing the test results "t" Sig. 0,000 (2-tailed) <0.050. 2) there are differences in learning outcomes of students with high learning motivation between those taught by using the ARCS learning model with conventional learning models on social studies subjects in class V of SD Negeri 75 Kota Bengkulu. By showing the results of the "t" test sig value of 0.010 <alpha 5% (0.050). 3) there is no difference in learning outcomes of students with low learning motivation between those taught by using the ARCS learning model with conventional learning models on social studies subjects in class V 75 SD Negeri Bengkulu city. With the results of the "t" test, the sig value is 0.235> alpha 5% (0.050). 4) There is no interaction between the learning model and learning motivation towards student learning outcomes in social studies subjects in grade V in SD Negeri 75 Kota Bengkulu. By showing the results of the "F" test sig. 0.490> 0.050 .Abstrak: Pengaruh Model Pembelajaran ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction) dan Motivasi Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V  SD Negeri 75 Kota Bengkulu. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran ARCS dengan model pembelajaran konvensional pada kelas V SD Negeri 75   Kota Bengkulu, perbedaan hasil belajar dari kelompok siswa yang tingkat motivasi belajar tinggi dengan menggunakan model pembelajaran ARCS dengan model pembelajaran konvensional pada kelas V SD Negeri 75  Kota Bengkulu, perbedaan hasil belajar dari kelompok siswa yang tingkat motivasi belajar rendah dengan menggunakan model pembelajaran ARCS dengan model pembelajaran konvensional pada kelas V SD Negeri 75  Kota Bengkulu, dan interaksi model pembelajaran dengan motivasi terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen . Subjek penelitian ini adalah siswa SD Negeri 75 kota Bengkulu  yang berjumlah 62 orang siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan angket dengan desain penelitian menggunakan factorial 2X2.  Teknik analisis data, menggunakan uji “t” dan uji “F” Hasil penelitian menunjukkan 1) Secara keseluruhan terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran ARCS dengan model pembelajaran konvensional mata pelajaran IPS kelas V SD Negeri kota Bengkulu. Dengan ditunjukkan hasil uji “t” Nilai Sig.  0,000 (2-tailed) < 0.050. 2) terdapat perbedaan hasil belajar siswa dengan motivasi belajar tinggi antara yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran ARCS dengan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPS kelas V SD Negeri 75 kota Bengkulu. Dengan ditunjukkan hasil uji “t” Nilai sig sebesar 0.010 <  alpha  5%  (0,050). 3) tidak terdapat perbedaan hasil belajar siswa dengan motivasi belajar rendah antara yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran ARCS dengan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPS kelas V SD Negeri 75 kota Bengkulu. Dengan ditunjukkan hasil uji “t” Nilai sig sebesar 0.235 > alpha  5%  (0,050). 4) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas V  SD Negeri 75 kota Bengkulu.  Dengan ditunjukkan hasil uji “F” sig. 0.490 > 0.050.

Page 1 of 2 | Total Record : 13