cover
Contact Name
L.M. Zainul
Contact Email
zainul@uniba-bpn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
identifikasi@uniba-bpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
IDENTIFIKASI: Jurnal Ilmiah Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : 2460187X     EISSN : 26561891     DOI : -
Jurnal Identifikasi adalah Jurnal Karya Ilmiah terbuka untuk umum dan dapat diakses secara terbuka. Jurnal yang diterbitkan telah melalui proses editing. Penggunan informasi dalam tulisan ini bebas dengan menyertakan link sumbernya. Jurnal Identifikasi memiliki bidang kajian keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai bidang pekerjaan melipuri industri perminyakan dan gas bumi, tambang, transportasi,rumah sakit, dan bidang pekerjaan lainnya serta kajian di bidang lingkungan
Arjuna Subject : -
Articles 60 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026" : 60 Documents clear
PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PROYEK KONSTRUKSI PADA PT. PESONA MUTIARA BORNEO
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.594

Abstract

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) berfungsi sebagai bentuk perlindungan bagi tenaga kerja sekaligus menjaga aset perusahaan, dengan tujuan memberikan jaminan kondisi yang aman dan sehat bagi seluruh karyawan serta melindungi sumber daya manusia perusahaan. Dengan adanya program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) diharapkan akan meningkatkan kinerja karyawan. Kinerja dapat diartikan sebagai suatu hasil dan usaha seseorang yang dicapai dengan adanya kemampuan dan perbuatan dalam situasi tertentu. PT. Pesona Mutiara Borneo merupakan perusahaan lokal yang bergerak pada bidang kontruksi, Baching plant, Manpower, penyedia jasa, Perdagangan material bangunan, Jasa angkutan, Jasa bongkar muat pelabuhan dan penyedia jasa tenaga kerja yang yang didukung oleh tim manejemen yang mempunyai pengalaman, kompetensi dan dedikasi dibidang tersebut. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor K3 dan mengetahui variabel mana yang paling dominan. hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil output t hitung diperoleh sebesar 3, 248 dan hasil output f hitung sebesar 7,185. dengan variabel X yaitu keselamatan dan kesehatan kerja serta variabel Y sebagai kinerja karyawan.
HUBUNGAN RISIKO POSTUR KERJA DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA PENGGUNA KOMPUTER DI PT. PLN (PERSERO) UP2D KALTIMRA
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.774

Abstract

Lingkungan kerja perkantoran ditandai dengan dominasi pekerjaan berbasis komputer dan durasi duduk yang panjang, berpotensi menimbulkan keluhan muskuloskeletal akibat postur kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross sectional dengan teknik total sampling, melibatkan 39 karyawan pengguna komputer. Pengukuran risiko postur kerja dilakukan menggunakan metode Rapid Office Strain Assessment (ROSA), sementara keluhan muskuloskeletal diukur dengan kuesioner Nordic Body Map (NBM). Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (54%) memiliki risiko postur kerja tinggi dan 46% risiko sedang, dengan tidak ada responden yang berada pada kategori tidak berisiko. Seluruh responden (100%) mengalami keluhan muskuloskeletal, dengan 77% kategori ringan dan 23% kategori sedang. Nilai p-value sebesar 0,019. Karena nilai p value ini kurang dari 0,05, maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima, yang berarti ada hubungan yang signifikan antara risiko postur kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja pengguna komputer di PT. PLN (Persero) UP2D KALTIMRA. Semakin tinggi risiko postur kerja, semakin besar kemungkinan pekerja mengalami keluhan muskuloskeletal pada tingkat yang lebih parah. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara risiko postur kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja pengguna komputer di PT. PLN (Persero) UP2D KALTIMRA. Disarankan bagi perusahaan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan ergonomi stasiun kerja, serta mengadakan pelatihan dan kebijakan istirahat aktif untuk mengurangi risiko dan keluhan.
PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN DI PUSKESMAS SUNGAI MERDEKA KABUPATEN KUTAI KERTANEGARA
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.805

Abstract

Pemerintah saat ini membutuhkan kesadaran tentang pengelolaan limbah di lingkungan masyarakat. Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi di pulau Kalimantan, dan dari sekian banyak daerah dalam penelitian ini digunakan data Kecamatan Samboja Barat Kabupaten Kutai Kartanegara. Menurut Data Target Sasaran Tahun 2024, Berdasarkan Data Kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Penduduk Kecamatan Samboja Barat berjumlah 41.513 jiwa yang tersebar di 9 Kelurahan dan 1 Desa, hanya terdapat satu Puskesmas yang berada di kecamatan Samboja Barat. Limbah rumah sakit, puskesmas, dan klinik merupakan salah satu mata rantai dari penyebaran penyakit menular apabila tidak dikelola dengan benar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Puskesmas Sungai Merdeka terutama pada proses bagian Penyimpanan Limbah B3. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode wawancara dan penilaian checklist untuk mengetahui kesesuaian dari proses Penyimpanan Limbah B3 berdasarkan PERMENLHK Nomor 56 Tahun 2015 mendapat hasil penilaian kategori cukup dengan hasil 18 poin sesuai dari 27 poin yang dinilai dengan persentase 66,67%.
ANALISIS RISIKO PERBAIKAN PIPA DENGAN COMPOSITE MENGGUNAKAN METODE JOB SAFETY ANALISIS DI PT. INDO RIAU PERKASA
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Job Safety Analysis (JSA) dalam mengurangi risiko kerja pada proses perbaikan pipa di PT. Indo Riau Perkasa. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi langsung, wawancara, serta analisis risiko sistematis terhadap kegiatan pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan JSA secara konsisten efektif dalam mengidentifikasi bahaya, menentukan tindakan pencegahan, dan meningkatkan kesadaran keselamatan di tempat kerja. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala seperti kurangnya disiplin pekerja dan kurang optimalnya pelatihan. Oleh karena itu, disarankan agar perusahaan terus mengembangkan prosedur JSA, meningkatkan pelatihan keselamatan, dan melakukan evaluasi berkala untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman.
ANALISIS PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN MEDIS PADA RUMAH SAKIT Dr. R. HARDJANTO DI BALIKPAPAN
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.820

Abstract

Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menghasilkan limbah medis, sebagian di antaranya termasuk dalam kategori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Apabila tidak dikelola dengan baik, limbah ini dapat menimbulkan risiko serius terhadap kesehatan manusia dan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, pengelolaan limbah B3 di rumah sakit harus mengikuti ketentuan teknis yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan limbah medis padat di Rumah Sakit Dr. R. Hardjanto Balikpapan, khususnya pada tahap penyimpanan dan pengangkutan, dengan mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 56 Tahun 2015 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan petugas terkait, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan metode reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan membandingkan kondisi eksisting dengan peraturan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar aspek penyimpanan dan pengangkutan limbah medis padat di RS Dr. R. Hardjanto sudah sesuai dengan ketentuan. Namun, masih terdapat beberapa ketidaksesuaian, seperti pencampuran limbah benda tajam dengan limbah infeksius, kerusakan mesin pendingin pada Tempat Penyimpanan Sementara (TPS), ketiadaan sistem drainase, serta belum tersedianya APAR dan spillkit di area penyimpanan. Sementara itu, pengangkutan limbah medis oleh pihak ketiga (PT. BES) telah memenuhi persyaratan teknis dan legal sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 Tahun 2021. Secara umum, pengelolaan limbah medis padat di RS Dr. R. Hardjanto Balikpapan telah berjalan cukup baik, tetapi belum sepenuhnya sesuai dengan regulasi. Kekurangan terutama ada pada aspek pemisahan limbah, kelengkapan fasilitas pendukung, dan perawatan sarana penyimpanan. Rumah sakit perlu memperbaiki mesin pendingin TPS, menyediakan sistem drainase, menempatkan APAR dan spillkit di area strategis, serta meningkatkan pengawasan praktik pemisahan limbah sesuai kategori agar pengelolaan limbah B3 lebih aman dan sesuai regulasi.
ANALISIS PENERAPAN HIGIENE SANITASI PANGAN DI CAFÉ PUAN KOPI CABANG GUNUNG MALANG BALIKPAPAN
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.823

Abstract

Higiene dan sanitasi makanan merupakan bagian dari pemyelenggaraan keamanan pangan guna mengupayakan pengendalian terhadap faktor risiko terjadinya kontaminasi makanan, baik yang berasal dari bahan makanan, orang, tempat dan peralatan agar aman di konsumsi. Praktik hygiene sanitasi makanan mencakup lokasi dan bangunan, fasilitas sanitasi, dapur, ruang makan, dan gudang bahan makanan, bahan makanan dan makanan jadi, pengolahan makanan, tempat peyimpanan bahan makanan dan makanan jadi, penyajian makanan, peralatan makanan, dan tenaga kerja. Pengelolaan hygiene sanitasi makanan yang sehat menjadi prinsip dasar penyelenggaraan institusi. Makanan yang belum diolah dengan baik oleh penjamah makanan akan menimbulkan dampak buruk seperti penyakit dan keracunan oleh bahan kimia, mikroba tumbuhan atau hewan serta dapat menyebabkan alergi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pada saat menghandling bahan baku terdapat risiko terkontaminasinya sebuah bahan baku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis kondisi higiene sanitasi dalam meningkatkan kualitas kebersihan dan penyajian produk.
ANALISIS KEGIATAN OPERASIONAL OVERHEAD CRANE DENGAN MENGGUNAKAN ALAT BANTU ANGKAT DI WORKSHOP PT CEP KOTA BALIKPAPAN
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.825

Abstract

Kegiatan pengangkatan beban menggunakan overhead crane di workshop memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja apabila tidak didukung dengan prosedur yang benar, kondisi peralatan yang layak, serta kepatuhan tenaga kerja terhadap standar keselamatan. PT Catur Elang Perkasa  sebagai perusahaan konstruksi yang mengandalkan aktivitas fabrikasi dan lifting, perlu melakukan evaluasi terhadap penggunaan alat bantu angkat (lifting gear) untuk mendukung penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta memberikan rekomendasi pengendalian pada kegiatan operasional overhead crane dengan bantuan lifting gear di workshop PT CEP Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan observasi langsung, wawancara mendalam terhadap tiga informan, serta dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan metode 4M1E untuk identifikasi bahaya, dan HIRARC untuk penilaian risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat berbagai potensi bahaya signifikan, antara lain operator tidak selalu menggunakan APD lengkap dan tidak melakukan inspeksi sebelum penggunaan, kondisi hook crane berkarat dengan latch tidak sempurna, webbing sling aus dan label kapasitas tidak terbaca, serta shackle dan master link yang belum dilumasi rutin. Dari sisi metode kerja, belum tersedia SOP tertulis dan pengawasan langsung di lapangan masih terbatas.Kesimpulan dari penelitian ini adalah kegiatan operasional overhead crane di workshop PT CEP masih memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi akibat keterbatasan dalam peralatan, metode, dan perilaku pekerja. Oleh karena itu, perusahaan perlu segera mengganti alat bantu angkat yang tidak layak, menyusun dan mensosialisasikan SOP lifting, meningkatkan pelatihan serta kesadaran pekerja, memperkuat pengawasan, serta menyediakan sarana pendukung keselamatan.
ANALISIS PENERAPAN INSPEKSI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI WAREHOUSE PT ORICA SITE SANGATTA
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan inspeksi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di warehouse PT ORICA site Sangatta. Latar belakang penelitian didasarkan pada tingginya potensi bahaya dalam aktivitas pengangkutan dan penyimpanan bahan kimia menggunakan forklift yang berisiko menimbulkan kecelakaan kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara dengan informan (supervisor maintenance, petugas SHE, dan operator forklift), serta studi dokumentasi yang dibandingkan dengan regulasi dan standar operasional perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan program inspeksi K3 di warehouse PT ORICA dilakukan melalui dua program utama, yaitu inspeksi P2H (Pemeriksaan Harian) dan inspeksi commissioning (tahunan). Inspeksi P2H dilaksanakan setiap hari sebelum forklift dioperasikan dengan menggunakan form checklist untuk memastikan kondisi unit layak dan aman digunakan. Sementara itu, inspeksi commissioning dilakukan setahun sekali oleh inspektor berkompeten dari PT Kaltim Prima Coal (KPC) untuk menilai kelayakan operasional unit forklift secara menyeluruh. Proporsi implementasi program inspeksi menunjukkan bahwa P2H lebih dominan (70%) dibandingkan commissioning (30%) karena frekuensinya yang lebih rutin. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan inspeksi K3 di warehouse PT ORICA site Sangatta telah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen K3 dan standar operasional prosedur perusahaan. Penerapan inspeksi terbukti efektif dalam meminimalisir potensi bahaya dan mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman.
ANALISIS POTENSI BAHAYA DAN RISIKO PADA BIDANG PEMELIHARAAN JARINGAN DI PT. PLN (PERSERO) UP3 BALIKPAPAN
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.828

Abstract

Kontak dengan listrik merupakan salah satu penyebab utama kecelakaan kerja yang berakibat fatal, khususnya pada sektor ketenagalistrikan. Aktivitas pemeliharaan jaringan memiliki tingkat risiko tinggi karena melibatkan pekerjaan di ketinggian serta berhubungan langsung dengan aliran listrik bertegangan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bahaya dan risiko pada pekerjaan pemeliharaan jaringan di PT PLN (Persero) UP3 Balikpapan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) untuk mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko, serta menentukan langkah pengendalian yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan dari 16 risiko yang dianalisis, terdapat 6,3% kategori low risk, 37,5% moderate risk, 25% high risk, dan 31,3% extreme risk. Potensi bahaya yang ditemukan meliputi bahaya fisik, biologi, dan ergonomi. Meskipun dokumen HIRARC tersedia, implementasinya belum optimal karena adanya ketidaksesuaian prosedur kerja, penggunaan APD yang tidak konsisten, serta kurangnya pengawasan lapangan. Penelitian ini menghasilkan dokumen HIRARC yang diperbarui dan rekomendasi monitoring serta evaluasi untuk meningkatkan efektivitas pengendalian risiko. Hasil penelitian diharapkan dapat memperkuat sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang lebih berkelanjutan di lingkungan kerja PT PLN (Persero) UP3 Balikpapan.
PENCEGAHAN KECELAKAAN PADA PEKERJAAN REPARASI BODY MOBIL DI BENGKEL SUTOMO MANDIRI KOTA SAMARINDA
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.829

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencegah kecelakaan pada pekerjaan reparasi body mobil di Bengkel Sutomo Mandiri Kota Samarinda dengan menggunakan metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap para pekerja bengkel. Hasil penelitian mengidentifikasi berbagai potensi bahaya dan risiko di setiap tahapan pekerjaan pengecatan body mobil, seperti paparan bahan kimia berbahaya, risiko cedera fisik akibat pengamplasan, serta gangguan kesehatan dari kebisingan dan asap kompresor. Penilaian risiko menunjukkan adanya risiko sedang hingga tinggi pada sebagian besar aktivitas kerja. Pengendalian risiko yang diusulkan meliputi penggunaan alat pelindung diri (APD), pelatihan keselamatan kerja, pengelolaan bahan kimia, serta penerapan prosedur kerja yang aman. Dengan penerapan langkah-langkah pencegahan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kesehatan pekerja serta menurunkan angka kecelakaan di bengkel. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi perusahaan dan pekerja untuk memperkuat budaya keselamatan kerja guna menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif.