cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pangkajene kepulauan,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa
ISSN : 25491857     EISSN : 25494279     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa is published 2 (two) times a year in February and August with peer-reviewed and open access process. Has p-ISSN: 2549-1857 and e-ISSN: 2549-4279, , published by Study Program Guidance and Counseling STKIP Andi Mattappa Pangkep. JURKAM publishes writings / articles of thought and research results written by experts, educators, scientists, practitioners and reviewers in the disciplines of counseling and counseling, counseling techniques, and educational psychology
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Volume 4 Nomor 2 Agustus 2020" : 16 Documents clear
Penerapan Teknik Self Management Untuk Mereduksi Kecanduan Gadget Dalam Jejaring Sosial Pada Siswa Nurul Maulida Alwi; Abdullah Pandang; Muhammad Fiqri Syahril
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 4 Nomor 2 Agustus 2020
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v4i2.725

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Gambaran pelaksanaan teknik self management untuk mereduksi perilaku kecanduan gadget dalam jejaring sosial pada siswa SMA Nasional Makassar (2) Gambaran perilaku kecanduan gadget dalam jejaring sosial siswa SMA Nasional Makassar sebelum dan setelah diberi teknik self management dan (3) Hasil penerapan teknik self management dapat mereduksi perilaku kecanduan gadget dalam jejaring sosial pada siswa SMA Nasional Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Nasional Makassar sebanyak 39 siswa pada Tahun Ajaran 2015/2016. Sampel penelitian sebanyak 10 siswa. Pengumpulan data dengan menggunakan instrumen angket dan observasi. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan teknik self management terdiri atas 4 tahap yaitu tahap monitor diri, pengaturan lingkungan, evaluasi diri, dan pemberian penguatan, pengukuhan, penghapusan, atau hukuman (2) Tingkat kecanduan gadget dalam jejaring sosial pada siswa sebelum diberikan teknik self management berada pada kategori sangat tinggi dan setelah diberikan teknik self management berada pada kategori rendah (3) Penerapan teknik self management dapat mereduksi kecanduan gadget dalam jejaring sosial pada siswa di SMA Nasional Makassar.
Implementasi Layanan Mediasi Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Saiful Akhyar Lubis; Abdurrahman Abdurrahman; Zulfahmi Hasibuan; Rahmadi Ali
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 4 Nomor 2 Agustus 2020
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v4i2.702

Abstract

Layanan mediasi menjadi hal yang sangat penting disuatu lembaga pendidikan, hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan madrasah menjadi lebih tertib aman dan damai. Dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana implementasi layanan mediasi dalam meningkatkan disiplin siswa Madrasah Aliyah Negeri 3 Medan, dengan cakupan rumusan masalah yaitu 1) Bagaimana guru bimbingan dan konseling menangani masalah siswa melalui layanan mediasi di MAN 3 Medan?, 2) Bagaimana layanan mediasi dapat mendukung peningkatan disiplin siswa di MAN 3 Medan?, 3) Bagaimana gambaran keberhasilan layanan mediasi dalam meningkatkan disiplin siswa di MAN 3 Medan?Hasil penelitian mendiksripkan bahwa layanan mediasi merupakan layanan konseling yang dilaksanakan konselor terhadap dua pihak atau lebih yang sedang dalam keadaan saling tidak menemukan kecocokan, dengan layanan mediasi juga secara tidak langsung sangat mendukung peningkatan disiplin siswa di MAN 3 Medan. Adapun rincian dari hasil penelitian tersebut 1) Pelaksanaan layanan mediasi melalui proses atau tahapan-tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, analisis hasil evaluasi, tindak lanjut dan laporan. 2)  Layanan mediasi di MAN 3 Medan sangat mendukung peningkatan disiplin peserta didik, adapun peningkatan disiplin tersebut diantaranya: a) Layanan mediasi mendukung peningkatan displin dalam kehadiran, b) Layanan mediasi mendukung peningkatan displin dalam tata tertib dan misi sekolah dan c) Layanan mediasi mendukung peningkatan displin dalam proses belajar. 3) Terdapat gambaran keberhasilan  layanan mediasi dalam peningkatan disiplin siswa MAN 3 Medan diantaranya, gambaran keberhasilan dalam proses belajar yang kondusif, gambaran keberhasilan dalam menjalankan misi Madrasah Aliyah Negeri 3 Medan, gambaran keberhasilan di lingkungan MAN 3 Medan menjadi aman dan tertib dan gambaran keberhasilan dalam menjalankan tata tertib di MAN 3 Medan.
Analysis Of Communication Process In Counseling Through Whatsapp Evia Darmawani; Ahmad Rofi Suryahadikusumah
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 4 Nomor 2 Agustus 2020
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v4i1.510

Abstract

Konseling melalui  WhatsApp menjadi trend dalam praktik konseling di sekolah. Banyak  penelitian mengenai pengembangan model konseling melalui  WhatsApp dan  menguji efektifitasnya, sementara kajian terhadap proses konselingnya belum tersentuh oleh sebuah riset. Di lain pihak, banyak yang  masih meragukan kebenaran proses komunikasi yang terjadi dalam WhatsApp merupakan proses komunikasi konseling. Penelitian bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi konseling  yang  merujuk kepada dimensi komunikasi efektif dalam konseling.  pendekatan mix method digunakan dengan one phase design. Penelitian dilakukan kepada 25 responden yang merupakan siswa SMK PGRI 2 Palembang yang memanfaatkan konseling melalui  WhatsApp di sekolah tersebut.  Metode kuantitatif digunaka untuk mensurvey ketercapaian aspek komunikasi dalam konseling melalui  WhatsApp, sedangkan metode kualitatif digunakan untuk mendalami pola komunikasi yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek rasa nyaman dan keterbukaan merupakan pengalaman yang paling dirasakan responden, sedangkan 50 % responden mengakui kurang merasakan dimensi empati. Penelitian merekomendasikan untuk1) tetap menggunakan prinsip dalam konseling dalam konseling melalui  WhatsApp, terutama dalam pembentukan rapport,2) memahami penggunaan kata – kata , emoticon, dan gaya bahasa dalam komunikasi digital, 3) mengggunakan pendekatan naratif dan solution focused ketika melakukan konseling melalui  WhatsApp. Kata kunci: komunikasi konseling,  WhatsAppAbstract:  Counseling through  WhatsApp has become a trend in counseling practices in schools. Much research on the development of counseling models through  WhatsApp and its effectiveness is discussed, while the study of the counseling process has not been touched by a study. On the other hand, many still doubt the communication process that occurs in  WhatsApp is a counseling communication process. Research aim to analyze counseling communication processes that discuss the dimensions of effective communication in counseling. The mixed method is used with a one-phase design. The study was conducted on 25 respondents who were students of SMK PGRI 2 Palembang who use counseling through  WhatsApp at their school. Quantitative methods used for surveying aspects of communication in counseling through  WhatsApp, while qualitative methods are used to explore patterns of communication that occur. The results showed that the aspects of comfort and openness were the most considered experiences of respondents, while 50% of respondents considered lacking the empathy dimension. Research recomendating to 1) use principles in counseling in  WhatsApp counseling, especially in rapport relations, 2)  mastering  the use of words, emoticons, and language styles in digital communication, 3) use narrative approaches and solutions focused on compiling counseling through  WhatsApp.
Penggunaan Program Bimbingan Dan Konseling Berbasis Kearifan Lokal Di Sekolah Taufik Agung Pranowo; Eko Perianto
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 4 Nomor 2 Agustus 2020
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v4i2.570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan program bimbingan dan konseling berbasis kearifan lokal di SMP Negeri 15 Yogyakarta pada tahun ajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan trianggulasi data. Sasaran dari penelitian ini yaitu guru BK di SMP 15 Yogyakarta. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa di dalam program bimbingan dan konseling yang dibuat oleh guru BK, sudah memasukkan kearifan lokal SMP Negeri 15. Hal ini terlihat dengan beberapa layanan dalam program yang memasukkan keagiatan yang berhubungan dengan kearifan lokal di SMP Negeri 15 Yogyakarta. Semua layanan bimbingan dan konseling yang dimasukkan di dalam program bimbingan dan konseling tidak terlepas dari kegiatan yang mendukung terhadap kearifan lokal SMP Negeri 15 Yogyakarta. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa program bimbingan dan konseling di SMP Negeri 15 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 sudah memasukkan nilai nilai kearifan lokal.  
Penerapan Bimbingan dan Konseling Dalam Pembinaan Akhlak Di Era Digital Pada Siswa Hasan Asari; Saiful Akhyar Lubis; Neng Nurcahyati Sinulingga; Rahmadi Ali
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 4 Nomor 2 Agustus 2020
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v4i2.703

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif  untuk menyelidiki hal-hal yang terdapat lingkungan alami (natural) dan mencoba untuk menginterpretasi fenomena yang sedang terjadi. Penelitian kualitatif  dapat diartikan  sebagai kegiatan yang terencana, mencakup segala aspek penafsiran yang yang memudahkan partisipan  dan informan dapat terlihat. Pendekatan Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi yang mengkaji penerapan bimbingan dan konseling dalam pembinaan akhlak di era digital. Adapun Subjek dan objek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling, guru akidah akhlak dan siswa kelas X, sedangkan Arsip BK, buku catatan kasus dan dokumen profil MAS Aisyiyah Kota Binjai merupakan data sekunder. Dalam pengumpulan data, metode yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam menganalisis data peneliti menggunakan analisis kualitatif dengan langkah- langkah pemaparan data, reduksi data dan penarikan kesimpulan  Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Kondisi akhlak siswa kelas X terhadap perkembangan di era digital sudah cukup baik (2) Pelaksanaan bimbingan dan konseling  yang dilakukan guru BK berjalan dengan efektif dengan melaksanakan berbagai program BK (3) Hambatan dalam pembinaan akhlak siswa kelas X tentunya sebagian besar dipengaruhi oleh arus digitalisasi sehingga membuat perilaku mereka berubah (4) Solusi untuk mengatasi berbagai hambatan yang terjadi dalam membina akhlak di era digital yakni dengan adanya saling kerjasama antar pihak madrasah, orangtua serta para siswa  untuk selalu memajukan kegiatan layanan BK.
Aktualisasi Diri Untuk Mengembangkan Kompetensi Profesional Calon Konselor David Ari Setyawan
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 4 Nomor 2 Agustus 2020
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v4i2.546

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of self-actualization of group guidance services to the professional competencies of student counselors majoring in Islamic Counseling Guidance at the Tulungagung State Islamic Institute. The research method uses quasi-experimental or pre-experimental research in the design and uses quantitative research in processing the data After being given group guidance services with self-actualization material for 7 times, it is necessary to increase professional mastery and professional counselors. 88-108 interval, the number of scores that can be agreed to mastering high professional counselor competence with 9 respondents' frequency answers with a percentage reaching 55.55% and the corresponding number of answer scores at 88-108 intervals reaching 41.67%. Group guidance service with self-actualization material turned out to be effective to improve professional competence with a calculated coefficient t = 11.25.

Page 2 of 2 | Total Record : 16