Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PEMANFAATAN NILAI RAPORT UNTUK MENYUSUN PROFIL PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI KELAS VIII SMP NEGERI 2 LAIS MUSI BANYUASIN Purnama, Purnama; Darmawani, Evia; Noverina, Romadona
KOPASTA : Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling Vol 7, No 1 (2020): JURNAL KOPASTA (JUNI 2020)
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/kop.v7i1.2118

Abstract

Nilai raport adalah buku yang berisi hasil belajar siswa mengenai prestasi atau kepandai murid disekolah dan rapotr ini biasanya dibagikan di akhir semester kepada orang tua siswa. Masalah dalam penelitian ini adalah nilai raport yang belum dimanfaatkan untuk menyusun profil pelayanan bimbingan dan konseling di SMP Negeri 2 Lais Musi Banyuasin. Tujuan penelitian untuk mengetahui cara pemanfaatan nilai raport untuk menyusun profil pelayanan bimbingan dan konseling.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 90 siswa yang terdiri dari kelas VIII.1, VIII.2, VIII.3. Sampel penelitian sebanyak 90 siswa. Variabel dalam penelitian ini adalah pemanfaatan nilai raport dan profil pelayanan bimbingan dan konseling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi, hasil belajar siswa yaitu nilai raport, teknik kuesioner atau angket kepada guru BK.Analisis data dokumen yang dipakai berupa analisis statistik sederhana dengan menggunakan rumus persentase, dan hasil angket di deskripsikan. Dari hasil penelitian, diketahui jumlah rata-rata mata pelajaran kelompok Umum, Kelompok mata pelajaran IPA, dan kelompok mata pelajaran IPS, dengan persentase: kelompok mata pelajaran Umum 1,32%, Kelompok IPA1,31%, kelompok IPS 1,29%. Kelompok mata pelajaran IPA terlihat 7 orang siswa yang kategori interval “kurang” 7 orang siswa ini bermasalah dalam mata pelajaran Matematika dan IPA. Begitu juga kelompok mata pelajaran IPS, terlihat 7 orang siswa yang bermasalah dalam dalam mata pelajaran IPS, seni budaya dan prakarya yang artrinya perlu kerja sama dengan guru mata pelajaran masing-masing lalu diberikan bantuan berupa layanan bimbingan yang cocok. Artinya hasil belajar siswa atau nilai raport berguna untuk memberikan rekomendasi pelayanan bimbingan dan konseling bagi siswa.  Kata kunci: Pemanfaatan Nilai Raport, Profil Pelayanan Bimbingan dan Konseling.
Contribution of religious moderation among multicultural counseling competence Evia Darmawani; Ahmad Rofi Suryahadikusumah; Nurlela Nurlela; Endang Surtiyoni
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 9, No 4 (2021): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/167100

Abstract

The issue of religious moderation in Islamic counseling is part of the ethical and moral values of the counselor. Religious moderation education should be able to improve multicultural competence, especially in prospective Islamic counselors. This study aims to analyze whether religious moderation contributes to the development of multicultural counseling competence. The study used ex-post facto to examine the relationship between religious moderation and the multicultural counseling competence. The research was conducted through a survey using a google form to 30 students of Islamic Guidance and Counseling at UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten and 30 students of guidance and counseling at the University of PGRI Palembang. The results showed that religious moderation contributes to the development of multicultural counseling competencies. Religious moderation supports the development of multicultural insight regarding differences in values and a person's perspective in religion.
Keterampilan Berbicara Anak dengan Gangguan Bahasa Ekspresif Amalia Rizkiani; Evia Darmawani; Padilah
PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 02 (2022): PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/paud-lectura.v5i02.9149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gangguan bahasa (bicara) ekspresif yang dialami anak dalam berkomunikasi dengan lingkungannya dan untuk mengetahui apakah ada faktor penyebab gangguan bahasa ekspresif yang dialami oleh anak. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan Studi Kasus. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan di TK Awallia Palembang dengan menggunakan data primer dan sekunder. Sumber primer diperoleh peneliti dari hasil wawancara derngan guru kelas, orang tua AB, dan informan lainnya. Sumber data sekunder dari teman satu kelas dan keluarga terdekat serta diperoleh dari dokumentasi atau laporan yang tersimpan di TK Awallia Palembang, berupa data-data anak yang peneliti lakukan. Metode yang digunakan pengumpulan data penelitian melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun metode dalam menganalisis data penelitian yaitu reduksi data, data display (penyajian data), conclusion drawing/ verification. Hasil penelitian didapat hasil penyebab yang dialami oleh anak dengan gangguan bahasa ekspresif yaitu: (1) Faktor kesehatan anak. (2) Kurangnya perhatian orang tua pada perkembangan berbicara anak (3) Pengaruh gadget yang membuat anak malas untuk belajar berberbicara dan lainnya. (4) Keterlambatan dalam perkembangan bahasa Abstract This study aims to determine the characteristics of expressive language (speech) disorders experienced by children in communicating with their environment and to find out whether there are factors that cause expressive language disorders experienced by children. This type of research uses a qualitative descriptive approach with a "Case Study" because it describes, describes, describes the state and behavior of the case (object or subject) that will be studied according to what it is. This research uses field research in Awallia Kindergarten Palembang. Primary sources were obtained by researchers from interviews with class teachers, AB's parents, and other informants. Secondary data sources from classmates and closest family and obtained from documentation or reports stored at Awallia Kindergarten Palembang, in the form of children's data that will be researched. The method used to collect research data is through interviews, observation, and documentation. The methods for analyzing research data are data reduction, data display, conclusion drawing/verification. The results showed that the causes experienced by children with expressive language disorders are 1) childre’s helath factors 2) lack of parental attention to children’s speech development 3) the influence of gadgets that make children lazy to learn to speak and others 4) delays in language development.
Analysis Of Communication Process In Counseling Through Whatsapp Evia Darmawani; Ahmad Rofi Suryahadikusumah
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 4 Nomor 2 Agustus 2020
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v4i1.510

Abstract

Konseling melalui  WhatsApp menjadi trend dalam praktik konseling di sekolah. Banyak  penelitian mengenai pengembangan model konseling melalui  WhatsApp dan  menguji efektifitasnya, sementara kajian terhadap proses konselingnya belum tersentuh oleh sebuah riset. Di lain pihak, banyak yang  masih meragukan kebenaran proses komunikasi yang terjadi dalam WhatsApp merupakan proses komunikasi konseling. Penelitian bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi konseling  yang  merujuk kepada dimensi komunikasi efektif dalam konseling.  pendekatan mix method digunakan dengan one phase design. Penelitian dilakukan kepada 25 responden yang merupakan siswa SMK PGRI 2 Palembang yang memanfaatkan konseling melalui  WhatsApp di sekolah tersebut.  Metode kuantitatif digunaka untuk mensurvey ketercapaian aspek komunikasi dalam konseling melalui  WhatsApp, sedangkan metode kualitatif digunakan untuk mendalami pola komunikasi yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek rasa nyaman dan keterbukaan merupakan pengalaman yang paling dirasakan responden, sedangkan 50 % responden mengakui kurang merasakan dimensi empati. Penelitian merekomendasikan untuk1) tetap menggunakan prinsip dalam konseling dalam konseling melalui  WhatsApp, terutama dalam pembentukan rapport,2) memahami penggunaan kata – kata , emoticon, dan gaya bahasa dalam komunikasi digital, 3) mengggunakan pendekatan naratif dan solution focused ketika melakukan konseling melalui  WhatsApp. Kata kunci: komunikasi konseling,  WhatsAppAbstract:  Counseling through  WhatsApp has become a trend in counseling practices in schools. Much research on the development of counseling models through  WhatsApp and its effectiveness is discussed, while the study of the counseling process has not been touched by a study. On the other hand, many still doubt the communication process that occurs in  WhatsApp is a counseling communication process. Research aim to analyze counseling communication processes that discuss the dimensions of effective communication in counseling. The mixed method is used with a one-phase design. The study was conducted on 25 respondents who were students of SMK PGRI 2 Palembang who use counseling through  WhatsApp at their school. Quantitative methods used for surveying aspects of communication in counseling through  WhatsApp, while qualitative methods are used to explore patterns of communication that occur. The results showed that the aspects of comfort and openness were the most considered experiences of respondents, while 50% of respondents considered lacking the empathy dimension. Research recomendating to 1) use principles in counseling in  WhatsApp counseling, especially in rapport relations, 2)  mastering  the use of words, emoticons, and language styles in digital communication, 3) use narrative approaches and solutions focused on compiling counseling through  WhatsApp.
Penyesuaian Diri Siswa “AR” dalam Belajar di Jurusan Perhotelan Terkait Kompetensi Soft Skills (Studi Kasus pada Siswa SMK Pembina 1 Palembang) Venty Anastasya; Evia Darmawani; Syska Purnama Sari
Jurnal Wahana Konseling Vol 4, No 1 (2021): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/juang.v4i1.5148

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah Perilaku belajar siswa “AR” terhadap Soft Skills terkait karakteristik jurusan perhotelan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa “AR” terhadap Soft Skills terkait dengan karakteristik jurusan, mengetahui apa alasan siswa “AR” tetap belajar di jurusan perhotelan, dan faktor apa saja yang menjadi  penyebab “AR” kesulitan memperoleh kesempatan magang diluar sekolah. Jenis penelitian yaitu penelitian pendekatan kualitatif dengan teknik studi kasus. Teknik pengumpulan data melakukan observasi dan wawancara. Untuk dapat menjamin keabsahan data, menggunakan teknik Triangulasi. Data dianalisis mengacu pada konsep model Miles dan Hubarman dengan tiga langkah (1) Reduksi Data, (2) Penyajian Data, (3) Penarikan Kesimpulan. Hasil temuan penelitian ini menunjukan bahwa soft skills siswa “AR” dalam belajar di jurusan perhotelan terkait kompetensi soft skills yaitu subyek belum memahami karakteristik jurusan perhotelan, interaksi sosial (pendiam, sering terlihat gugup dan tidak percaya diri dalam mengungkapkan pendapat ataupun menyampaikan informasi didepan teman-temannya), dikarenakan kurangnya keterampilan dalam berkomunikasi). Siswa harus memahami secara tepat tentang karakteristik pemilihan jurusan, kerja sama Guru BK dalam peminatan menjadi lebih penting. Skills dapat membantu dan mempermudah siswa perhotelan dalam bekerja sama dengan orang lain, misalnya Comunication Skills atau keterampilan dalam berkomunikasi.
Meningkatkan Self Efficacy Melalui Konseling Kelompok di Kelas VIII SMP Negeri 47 Palembang Sri Yuli Astantri; Arizona Arizona; Evia Darmawani
Jurnal Wahana Konseling Vol 4, No 1 (2021): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/juang.v4i1.4952

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya suatu permasalahan yang dialami oleh sekelompok siswa yang memiliki keyakinan diri (self efficacy) rendah. Adapun tujuan pada penelitian ini untuk meningkatkan self efficacy siswa melalui konseling kelompok. Peneliti menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian Pre Eksperimental Design. Pola eksperimen yang digunakan peneliti ialah menggunakan one group pretest dan posstest design. Populasi penelitian ini adalah kelas VIII 2 SMP Negeri 47 Palembang dengan metode pengambilan sampel Non Probability Sampling dengan jenis Purposive Sampling sebanyak 9 siswa. Hasil pengelolahan data pretest yang didapatkan menghasilkan nilai 52% dan setelah perlakuan konseling kelompok nilai pada posttest mencapai 74% sehingga dapat dilihat bahwa peningkatan mencapai 23%. Hasil analisis data pada penelitian ini menggunakan uji wilcoxon dengan hasil sig.0,008 berarti Ha diterima dan Ho ditolak jika nilai sig < 0,05. Jadi kesimpulan akhir, karena 0,008 < 0,05 maka Ho ditolak, berarti ada perbedaan dan peningkatan self efficacy siswa sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan konseling kelompok.   
Faktor Penyebab Siswa yang Terisolir (Studi Kasus di SMK PGRI 1 Palembang) Febri Ika Putra; Evia Darmawani; Ramtia Darma Putri
Jurnal Wahana Konseling Vol 3, No 1 (2020): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/juang.v3i1.4945

Abstract

Pendidikan merupakan suatu proses dalam rangka membentuk siswa agar dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungannya sehingga akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkannya untuk berfungsi secara memadai dalam kehidupan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab siswa “R” yang terisolir di SMK PGRI 1 Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan teknik pengumpulan data. Objek penelitian ini adalah siswa “R” kelas XII Akuntansi 2 SMK PGRI 1 Palembang. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa siswa yang terisolir cenderung akan menarik diri dari lingkungan pergaulan teman sebayanya disebabkan oleh kemampuan bersosialisasi yang rendah. Siswa yang terisolir lebih sering menghabiskan waktu menyendiri, kurang aktif dan pendiam di kelas serta tidak bisa berpartisipasi dalam kegiatan kelompok, ini akan menyebabkan siswa tersebut merasa mider dan tidak percaya diri akibatnya siswa menjadi terisolir dan menarik diri dari lingkungan pergaulan teman sebayanya. Adapun faktor penyebab siswa “R” terisolir yaitu memiliki hambatan dalam berkomunikasi serta tidak terbiasa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, akibatnya siswa “R” menarik diri dari lingkungan pergaulan teman sebayanya serta tidak mempunyai minat untuk mengikuti kegitan-kegiatan kelompok sebagai proses sosial.
Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Beretika Melalui Pembuatan Film Pendek (Studi Eksperimen Semu di SMAN 1 Tungkal Ilir) Zuli Febriyati; Evia Darmawani; Ahmad Rofi Suryahadikusumah
Jurnal Wahana Konseling Vol 2, No 1 (2019): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.129 KB) | DOI: 10.31851/juang.v2i1.2699

Abstract

Kemampuan berperilaku etis siswa saat ini mengalami penurunan yang ditandai dengan  seringnya membuat gaduh di kelas sehingga mengganggu kelas yang lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah pembuatan film pendek dapat mempengaruhi perilaku siswa dalam beretika di Sekolah Mengah Atas Negeri 1 Tungkal Ilir.Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode pre-experimental design one-group pre-test-post-test design. Sampel penelitian siswa kelas XI IPS 1 yang berjumlah 25 siswa. Hasil penelitian menunjukkan pembuatan film pendek efektif untuk meningkatkan perilaku etis siswa, dilihat dari analisis data statistik didapat bahwa berdasarkan hasil perhitungan uji-t dengan taraf signifikan (α) 0,05 dan dk = 25 − 1 = 24 didapatkan nilai thitung = 8,3172. Penelitian membuktikan dengan membuat film pendek siswa menyadari dan memahami baik buruknya perilaku. Pembuatan film pendek ini dapat dijadikan media bagi pelayanan bimbingan klasikal di kelas lain
Metode Ekspositori dalam Pelaksanan Bimbingan dan Konseling Klasikal Evia Darmawani
Jurnal Wahana Konseling Vol 1, No 2 (2018): JUANG
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.735 KB) | DOI: 10.31851/juang.v1i2.2098

Abstract

ABSTRAK Metode Ekspositori salah satu metode pembelajaran yang diadopsi dan  dikembangkan dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling secara kalsikal untuk komponen pelayanan dasar serta peminatan dan perencanaan individu, yang tercantum secara jelas dalam POP BK 2016. Namun kenyataan di lapangan masih banyak kalangan profesional (guru atau keonselor di sekolah maupu luar sekolah, akademik maupun mahasiswa) yang belum familiar atau mengenal dengan metode ekspositori. Isu ini dapat menjadi ancaman bagi harmonisasi dan keefektifan pelayanan bimbingan dan konseling terutama di lingkungan pendidikan, apabila  tidak dijadikan bahan rujukan untuk  diskusi ataupun mencari  alternatif  pemecahannya dari semua pihak  dari kalangan praktisi, pendidik maupun birokrasi ataupun ahli lainnya. Metode ekspositori dianalogikan dengan  metode ceramah dan  konvensional, metode  pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seseorang guru kepada sekelompok siswa atau peserta didik dengan maksud agar siswa dapat  menguasai materi pembelajaran secara optimal. Guru cenderung menjadi  lebih berperan sebagai fokus  pembelajaran yang memberikan informasi sedangkan peserta didik  tidak terlalu banyak aktivitas untuk menemukan materi. Dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling guru BK atau konselor berdampingan menggunakan metode ekspositori dalam bentuk ceramah, demonstrasi, tanya jawab dan penugasan. Konselor atau guru BK menyiapkan materi layanan, dengan menggunakan berbagai media baik langsung maupun elektronik (film, tulisan, gambar dan simulasi) dengan  memberikan kesempatan kepada peserta didik sehingga dapat mencapai kemandirian yang utuh dan optimal dalam kehidupan pribadi, sosial dan karir serta mencapai keselarasan antara pikiran, perasaaan dan perilaku.  Kata Kunci: Metode Ekspositori, bimbingan dan konseling, layanan klasikal, peminatan, perencanaan, metode pembelajaran, konselor.        EKSPOSITORI METHODES IN GUIDANCE AND COUNSELING KALSIKAL ABSTRACT Ekspositori methods is one of the learning methods that was adopted an develop in the implementation of guidance and counseling program in kalsikal, to based service component so prefering and individual planning which be listed clearly in POP BK 2016. But in the reality many professionals (a teacher or counselor at school or out school, academic and students) who have not yet familiar or knowing ekspositori methods. This issue can be a threat to harmonisation and effectiveness of assistance would not only provide services and counseling said especially in educational environment, if this issue is not used as the used as a reference for discussion on the great commission nor a search for an alternative disgrace or bury it alive from all parties from among official would receive any commission, educator as well as government to process their claims on the great commission nor the people of the other. Ekspositori methods like as learning method and conventionally, the learning methods emphasized to attention was given the process of to deliver the material was verbally of a teacher told a group of students or school tuition in order that student could be control of learning optimally. Teachers tend to be more of a role as focus learning that gives the information while participants students not too much activity to find matter. In the implementation of the programs of guidance and counseling,  counseling teacher or counselor side by side uses the method ekspositori in the form of lectures, a demonstration, a question and answer session and the commissioning of.  A counselor or teacher counseling deliver the material was the local authority by preparing services, by the use of various media including directly and electronic media (film, of a piece of writing, the fact that figure and a simulation) with could provide the opportunity to kids so that it can be independency together and the optimal in our personal lives, as well as social and a career as well as achieve harmony between the mind, distress and behavior. Keywords: Ekspositori method, guidance and counseling, kalsikal service, prefering, planning, learning methods, counselor.
Copying Burn Out Siswa di SMK Negeri 1 Tanjung Agung Syska Purnama Sari; Erfan Ramadhani; Ramtia Darma Putri; Nurlela Nurlela; Evia Darmawani; Endang Surtiyoni
Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol 5, No 2 (2022): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/dedikasi.v5i2.8357

Abstract

Burnout merupakan perilaku kejenuhan yang negatif yang terjadi pada diri seseorang yang diakibatkan sindrom kelelahan emosional, depersonalisasi dan berkurangnya pencapaian pribadi yang terjadi pada individu dimana diri merasa lelah dan jenuh secara mental maupun fisik yang terjadi pada siswa sebagai akibat tuntutan melakukan pekerjaan yang meningkat sehingga menimbulnya rasa malas dan mudah  jenuh dalam melakukan sesuatu pekerjaan. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk memberikan pemahaman kepada peserta yaitu siswa dan Guru di SMK N 1 Tanjung Agung mengenai burn out dan cara mengatasi burn out tersebut. Metode pelaksanaannya adalah ceramah atau seminar berupa sosialisasi, diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan pengabdian didapatkan bahwa secara keseluruhan kegiatan yang telah dilaksana berjalan dengan lancar, dan kegiatan ini juga memberikan pemahaman kepada siswa mengenai burn out dan cara penangannya sehingga diharapkan siswa dan Guru mampu mencegah dan mereduksi burn out.