cover
Contact Name
Noni Antika Khairunnisah, S.Pd
Contact Email
lpp.mandala@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lpp.mandala@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala
ISSN : 25485555     EISSN : 26566745     DOI : -
Core Subject : Education,
The Mandala Education Journal is an educational scientific research article and the results of Social research, Science, Politics, and the results of literature studies.
Arjuna Subject : -
Articles 64 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 5 (2019)" : 64 Documents clear
IMPLEMENTASI PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN BERMAIN PERAN (BP) TERHADAP KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH Asrorul Azizi
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 4, No 5 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.741 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v4i5.855

Abstract

Pembelajaran perlu memperhatikan faktor internal siswa, misalnya kemampuanmemecahkan masalah yang sangat penting artinya bagi siswa dan masa depannya. Hasil tes siswa kelas X MIA MA Darul Aminin NW Aikmual pada mata pelajaran Biologi materi pencemaran lingkungan, kemampuan memecahkan masalah tergolong rendah. Hal ini terbatas pada hasil belajar masih berorientasi pada produk, yang terbatas pada penerapan pembelajaran konsep dengan hafalan. Model pembelajaran yang digunakan dalam mengatasi masalah tersebut adalah model Problem Based Learning disertai dengan Bermain Peran (PBL BP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan interaksi PBL BP ditinjau dari kemampuan memecahkan masalah terhadap hasil belajar afektif, kognitif dan psikomotor. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA MA Darul Aminin NW Aikmual. Penelitian ini termasuk kedalam percobaan kuasi dengan menggunakan kelas eksperimen. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis menggunakan uji anava. Instrumen penelitian yang digunakan lembar observasi dan tes pilihan ganda. Model PBL BP dan PBL memberikan perbedaan pengaruh terhadap hasil belajar yang baik dengan rata-rata nilai 3 aspek sebesar 86,46;. Kemampuan memecahkan masalah tinggi dan kemampuan memecahkan masalah rendah tidak memberikan hasil berarti terhadap hasil belajar dengan angka signifikansi ≤0,05; 3) Interaksi model (PBL BP dan PBL) dan kemampuan memecahkan masalah meningkatkan hasil belajar dengan rata-rata ketiga aspek 0.436≥0,05.
STRATEGI PENINGKATAN MUTU DI ERA OTONOMI PENDIDIKAN Mukhsin Mukhsin
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 4, No 5 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.784 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v4i5.845

Abstract

Strartegi merupakan hal yang sangat penting dalam meneyelesaikan berbagai masalah. Tidak terkecuali mengenai pendidikan. Dalam hal ini penulis ingin memberikan wawasan atau pandangan kepada pembaca, pengamat, akademisi, dan praktisi pendidikan untuk memahami bagaimana menemukan solusi terbaik dalam mengembangkan kualitas pendidikan di era otonomi daerah dan otonomi pendidikan melalui penerapan prinsip -prinsip manajemen, yaitu: tata pemerintahan yang baik,  internal dan efisiensi eksternal  pendidikan. Melalui  penerapan tiga pendekatan diharapkan dapat: (1)  pengembangan kapasitas lembaga dan semua program di  bidang pendidikan dapat dilaksanakan, (2) pengembangan kualitas pendidikan melalui input, proses, dan output mendasarkan pada otonomi daerah, (3)manfaat dan  dampak hasil pengembangan pendidikan  dasar terhadap otonomi daerah.  
EFL CRITICAL READING SYLLABUS AND MATERIALS FOR STUDENTS OF THE ENGLISH DEPARTMENT Fathurrahman Imran; Heri Hidayatullah
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 4, No 5 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.12 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v4i5.899

Abstract

The demand of a new model of syllabus and materials were implicitly required through the launching of KKNI-based Curriculum in Indonesia. Due to, finding the students’ needs and learning characteristic as the main consideration in developing them became the purpose of this current research. A qualitative research had been conducted to get the data needed by which two kinds of questionnaires were administered then analyzed qualitatively (Likert scale). the respondents involved were 132 students and the results dealt with the learning characteristics showed that the audio was 19.69%, the visual was 50.75%, and khinesthetics was 29.54%. In relation to the students’ needs (four aspects), 1) necessities on topic interest like education (72%), culture (63%), and social life (45%); 2) background knowledge was categorized into good (57.25%), very good (28%),  and not good (14.75%); 3) critical reading goals for both core and sub-skills very agree (42.71%), agree (30.14%), and not agree (27.14%); and 4) learning model tended the cooperative (27.25 very agree), (35.5 agree), (37.25 not agree). Thus, it could be concluded that the students’ learning style dominantly in visual way with cooperative learning model. In addition, the students were eager to have critical reading skills with sufficient prior knowledge but the topic is mostly in the area of education. It is recommended that in developing the syllabus and materials, the lecturers should consider both students’ characteristics and needs.
SISTEM PEMBELAJARAN DI PONDOK PESANTREN AL-AZIZIYAH ANALISIS TERAPAN METODE DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN FORMAL DAN NON FORMAL Mahmud Mahmud
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 4, No 5 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.318 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v4i5.832

Abstract

Diakui bersama pada awal berdirinya pondok pesantren yang diakui bahwa dalam pembelajaran menggunakan pendekatan holistik dimana para pengasuh pesantren memandang bahwa kegiatan pembelajaran merupakan kesatupaduan dalam totalitas kegiatan hidup sehari-hari, sehingga bagi warga komunitas pondok pesantren belajar tidak mengenal perhitungan waktu, kapan harus dimulai dan harus selesai, dan target apa yang harus dicapai. Dalam kegiatan pembelajaran mereka sama mengaku bahwa ilmu agma fardu ain dipandang sakral sedangkan ilmu umum fardu kifayah tidak sakral. Dalam perkembangannya sejumlah sejumlah metode dapat diterapkan oleh guru atau ustadz/ustadzah dalam kegiatan pembelajaran antaranya (1) metode ceramah, (2) metode tanya jawab, (3) metode demonstrasi, (4) metode eksprimen, (5) metode diskusi, (6) metode sosiodrama dan bermain peran, (7) metode drill (latihan), (8) metode tim teaching (mengajar beregu), (9) metode problem solving (pemecahan masalah), (10) metode resitasi (pemberian tugas), (11) metode kerja kelompok, dan (12) metode simulasi. Demikian juga ketika pembelajaran Bahasa Arab yaitu (1) metode muhadasah (bercakap-cakap), (2) metode muthala’ah (membaca), (3) metode imla’ (dekte), (4) metode insya’ (mengarang), (5) metode mahfudzat (menghafal), dan (6) metode qawaid (nahu saref). Juga dalam kajian kitab kuning pada pembelajaran nonformal adalah (1) metode sorogan, (2) metode bandongan, dan (3) metode wetonan, dalam upaya pemahaman keilmuan baik ilmu umum terlebih ilmu agama (Ilmu Fikih, Qur’an-Hadis, Aqidah-Akhlak, SKI, dan kitab-kitab klasik/kitab kuning) kepada para santri. Tuntutan kemampuan dan keterampilan guru dalam menerapkan metode yang relevan dengan tujuan menjadi suatu keharusan baik di kelas non formal terebih di kelas formal. Adanya perbedaan penerapan jenis metode pembelajaran disebabkan karena tujuan pembelajaran yang berbeda, sehingga ketika guru memberikan pemahaman/kognitif tentunya jenis metodenyapun sesuai dengan tujuan tersebut, demikian juga ketika tujuan mengarah pada ranah afektif dan psikomotorik demikian juga adanya. Ini berarti tuntutan untuk mengetahui jenis-jenis metode dan keterampilan dalam terpannya secara terpadu menjadi suatu keharusan, yang keberhasilannya diperoleh melalui penerapan jenis alat evaluasi yang juga searah dengan tujuan pembelajaran yang dicapai. Dalam kenyataannya tuntutan tersebut dikalangan guru di Pondok Pesantren Al-Aziziyah belum terpenuhi meskipun secara akademis tingkat pendidikan mereka sebagaianbesar S.1 dan bahkan ada yang S.2. Guru yang memiliki jenjang pendidikan S.2 adalah 15 orang dari 213 guru atau 7,04 %, jenjang pendidikan S.1 160 orang atau 75,12 %, jenjang Diploma 2 orang atau 0,94 %, dan jenjang pendidikan SMA/MA 36 orang atau 16,9%.
MENGOPTIMALKAN PENGGUNAAN MODEL INQUIRI LEARNING UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU PESERTA DIDIK KELAS IV SEMESTER SATU TAHUN PELAJARAN 2019/2020 DI SD NEGERI 34 CAKRANEGARA Desak Ketut Warnita
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 4, No 5 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.145 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v4i5.864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan pendekatan Saintifik model Pembelajaran Inquiri dalam upaya meningkatkan Aktivitas dan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu Peserta didik Kelas IV SD Negeri 34 Cakranegara. Manfaat penelitian ini adalah mendorong peserta didik untuk mengembangkan ketrampilan belajar dalam kelompok (kognitif) dan bersosiolisasi dengan teman dalam proses pembelajaran di kelas senyatanya. Dan bagi guru meningkatkan pengembangan pendekatan dan model pembelajaran dengan penerapan saintifik Model Pembelajaran Inquiri dalam pembelajaran kerja kelompok (kooperatif). Penelitian ini dilaksanakan dua siklus, masing-masing siklus kegiatannya adalah; perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil akhir tindakan pada siklus II menunjukkan bahwa hasil observasi guru pada pertemuan kedua memperoleh skor rata-rata (4,43) dan hasil observasi Peserta didik pertemuan kedua mencapai skor rata-rata (4,63). Sedangkan hasil belajar Peserta didik mencapai nilai rata-rata (80,89), artinya indikator keberhasilan (> 4,0) dan hasil belajar (> 75,00) telah terlampaui. Karena indikator keberhasilan telah terbukti penelitian dinyatakan berhasil dan dihentikan pada siklus II.
PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KECAKAPAN SOSIAL SISWA KELAS V SDN AIK AMPAT TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Baiq Nursini
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 4, No 5 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.79 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v4i5.856

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan Metode Pembelajaran Investigasi Kelompok yang dapat meningkatkan kecakapan sosial siswa SD. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif jenis eksperimen kuasi. Prosedur penelitian yang digunakan yaitu studi pendahuluan, mengembangkan rancangan hipotetik metode, validasi metode, dan evaluasi metode. Populasi penelitian ini merupakan semua siswa kelas V SDN Aik Ampat yang berjumlah 27 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengukur efektivitas Metode Pembelajaran Investigasi Kelompok yaitu instrumen kecakapan sosial. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan SPSS 16.0 for Windows. Berdasarkan hasil studi pendahuluan profil kecakapan sosial pada siswa kelas V SDN Aik Ampat secara umum masih banyak siswa yang termasuk kriteria kurang cakap. Upaya meningkatkan kecakapan sosial dengan menerapkan rancangan hipotetik Metode Pembelajaran Investigasi Kelompok sebanyak 10 pertemuan, setiap pertemuannya selama tiga jam pelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Metode Pembelajaran Investigasi Kelompok terbukti efektif meningkatkan kecakapan sosial siswa kelas V SDN Aik Ampat. Implikasinya bagi pengembangan teori dan praktik psikologi pendidikan di Sekolah Dasar. Rekomendasi penelitian ini ditujukan pada sekolah, guru, dan penelitian berikutnya yaitu tentang Metode Pembelajaran Investigasi Kelompok untuk meningkatkan kecakapan sosial siswa Sekolah Dasar.
TERADISI MEMPOLONG MERENTEN SEBGAI MODAL SOSIAL KERUKUNAN UMAT BERGAMA DI KABUPATEN LOMBOK UTARA Iwan Suyadi
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 4, No 5 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.101 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v4i5.840

Abstract

Kehidupan masyarakat Kabupaten Lombok Utara sangat majemuk, hal ini dikarenakan masyarakat yang ada di Kabupaten Lombok Utara terdiri dari berbagai suku, dan agama. Meskipun masyarakatnya terdiri dari berbagai pemeluk agama, namun dalam kehidupan sosial kemasyarakatan nampak rukun, serta tidak pernah terjadi pertikaian maupun konflik antar umat beragama. Polong renten sebagai tali pengikat hubungan kekeluargaan antar umat beragama. Berdasarkan hal tersebut tentunya perlu dilakukan sebuah penelitian untuk mengetahui 1) “Mempolong Merenten" Mampu Memberikan Sugesti Positif, 2).Fungsi kekerabatan polong renten dalam membina kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Lombok Utara. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi diperoleh hasil bahwa dengan adanya Polong renten warga masyarakat Kecamatan Pemenang dapat disatukan, dansegala macam bentuk perselisihan, pertikaian yang dapat memicu konflik diselesaikan dengan cara kekeluargaan, dengan melibatkan seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan FKUB.
Identifikasi Jenis Mangrove Di Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Gili Sulat – Gili Lawang Kabupaten Lombok Timur Lalu Samsul Rizal
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 4, No 5 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.625 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v4i5.1093

Abstract

Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Gili Sulat–Gili Lawang sudah berjalan 17 (tujuh belas) tahun, namun pengelolaannya masih belum maksimal terutama pada perlindungan ekosistem mangrove yang ada di dalam kawasan konservasi dan kepedulian masyarakat dalam rangka pengelolaan dan pelestarian fungsi sumberdaya ikan dan biota lainnya. Berdasarkan pertimbangan potensi yang ada di Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Gili Sulat – Gili Lawang dan sekitarnya dengan beberapa ekosistem pesisir laut yang ada, kawasan ini memerlukan sebuah strategi pengelolaan secara optimal dengan memperhatikan kaidah-kaidah berkelanjutan dan perlindungan kelestariannya, khususnya terhadap pengelolaan mangrove. Tujuan penelitian (1) Untuk mengetahui jenis mangrove yang ada di sekitar Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Gili Sulat – Gili Lawang. (2) mengetahui persepsi masyrakat terhadap lahan mangrove (3) mengetahui dampak kerusakan lahan mangrove terhadap biota ikan dan non ikan. Disimpulkan persepsi masyarakat  terhadap pelestarian dan pemanfaatan lahan mangrove menunjukkan sangat setuju, namun belum sampai ke tahap aplikasi mengingat tingkat kesadaran dan pendidikan masyarakat tentang pemanfaatan dan pelestarian lahan mangrove sangat rendah. Pemerintah (Dinas Kelautan Perikanan dan Dinas Kehutanan), menunjukkan sikap terhadap pelestarian dan pemanfaatan lahan  mangrove  sangat setuju namun ditingkat aplikasi peran pemerintah  belum terlaksana yang disebabkan karena kepentingan ekonomi dan penegakan hukum yang masih begitu lemah. Struktur vegetasi mangrove didominasi oleh jenis Rizhophora mucronata dan Bruguera sexangula dari famili Rhizoporaceae. Stasiun 1 untuk tingkat pohon, pancang dan anakan didominasi oleh Rhizopora mucronata. Stasiun II untuk tingkat pohon, pancang dan anakan didominasi oleh Rhizophora mucronata dan Bruguera gymnoriza.  Stasiun III untuk tingkat pohon, pancang dan semai  didominasi oleh jenis Rhizophora mucronata dan Avecinea officinalis. Pada stasiun IV untuk tingkat pohon, pancang dan semai didominasi oleh Rhizopora mucronata dan Bruguera stylosa. Untuk keragaman fauna air yang berasosiasi dengan lahan mangrove jenis ikan dan non ikan yang dominan di tangkap adalah famili siganidae dengan sepesies beronang (siganus sp).
A COMPARATIVE STUDY BETWEEN ‘’BUZZ GROUP’’ AND ‘’CRITICAL DEBATE’’ TOWARD STUDENTS’ SPEAKING ACHIEVEMENT K. Dedy Sandiarsa S; Muhamad Suhaili
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 4, No 5 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.459 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v4i5.874

Abstract

This research is aimed at finding the comparative study between Buzz Group and Critical Debate toward students’ speaking achievement. This research was experimental research. Statistic formula was used as the technique of data analysis. The subject of this research consisted of 44 students at the second grade students of MA Darul Qur’an Bengkel. The technique of collecting data used pre-test and post-test. The mean score of experimental group was 48.72 for pre-test, 66.18 for post-test and control group was 46.18 for pre-test, 63.27 for post-test. Variance of experimental group was 68.21, 62.91 for variance of control group and ttest score was 0.13 and t-table in significance level of 0.05 was 1.682 with degree of freedom was 42. It showed that t-test was higher than t-table, so that way, alternative hypothesis accepted and null hypothesis rejected. Therefore, the writer concluded there was significant compare of Buzz Group and Critical Debate towards students’ speaking achievement at the second grade students of MA Darul Qur’an Bengkel in academic year 2017/2018.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF MELALUI PENERAPAN KEGIATAN MENULIS JURNAL DAN PEMANFAATANYA UNTUK PENILAIAN AUTENTIK PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 BATUKLIANG KABUPATEN LOMBOK TENGAH Iri Murti
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 4, No 5 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.233 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v4i5.827

Abstract

Salah satu persoalan yang ditemukan di sekolah adalah rendahnya keterampilan menulis siswa, khususnya keterampilan menulis paragraf. Hal tersebut terjadi karena strategi pembelajaran menulis yang digunakan belum memberi kesempatan lebih banyak pada siswa untuk mengemukakan gagasan secara tertulis dengan lebih bebas, ekspresif, dan spontan. Pembelajaran menulis yang dilakukan belum mendorong terbentuknya kebiasaan menulis pada siswa. Di sisi lain, penilaian pembelajaran menulis yang diterapkan juga belum dapat memberi informasi yang sebenarnya tentang perkembangan keterampilan menulis siswa. Untuk mengatasi hal tersebut, diterapkan kegiatan menulis jurnal pada siswa dan memanfaatkan tulisan dalam jurnal itu untuk bahan penilaian autentik. Dalam penerapannya kegiatan menulis jurnal tersebut dilakukan dalam tiga tahapan. Kegiatan tahapan itu adalah (1) pemahaman konsep dan pemodelan kegiatan menulis jurnal, (2) pelaksanaan dan pembiasaan menulis jurnal, dan (3) penilaian autentik dengan memanfaatkan tulisan dalam jurnal siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, sedangkan rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian tindakan kelas tersebut dilakukan dalam tiga siklus penelitian. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas VIII A SMPN 2 Batukliang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan tersebut dapat meningkatkan keterampilan menulis paragraf siswa, baik dari segi kuantitas maupun kualitas paragraf yang dihasilkan. Kegiatan menulis jurnal juga membuat kegiaan menulis menjadi lebih menarik dan bermakna bagi siswa. Peningkatan tersebut tidak terlepas dari upaya guru memberi respon, mengembangkan dialog, memodelkan cara menulis paragraf yang benar, mencermati kesalahan yang kerap dilakukan siswa, membiasakan secara tetap, serta memberikan berbagai arahan untuk membangkitan kreativitas siswa dalam menulis paragraf. Bimbingan dan arahan guru itu tetap diberikan, meskipun menulis jurnal adalah kegiatan menulis yang bersifat informal. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian disarankan kepada guru bahasa Indonesia sebaiknya kegiatan pembiasaan menulis jurnal terus diterapkan dan dilakukan dengan disertai bimbingan yang intensif dan terarah. Dengan mencermati isi tulisan siswa, disarankan pula kepada guru mata pelajaran lain sebaiknya kegiatan menulis jurnal ini dapat diterapkan karena selain melatih keterampilan menulis paragraf, jurnal juga dapat mengkomunikasikan serta merefleksikan hasil belajar dan perkembangan pribadi siswa