cover
Contact Name
Noni Antika Khairunnisah, S.Pd
Contact Email
lpp.mandala@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lpp.mandala@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala
ISSN : 25485555     EISSN : 26566745     DOI : -
Core Subject : Education,
The Mandala Education Journal is an educational scientific research article and the results of Social research, Science, Politics, and the results of literature studies.
Arjuna Subject : -
Articles 1,117 Documents
HUBUNGAN KEKUATAN OTOT LENGAN DAN KESEIMBANGANSTATISDENGAN JAUHNYA LEMPARAN TURBO Adi Suriatno; Rusdiana Yusuf
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 4, No 4 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.914 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v4i4.916

Abstract

This study aims to determine whether there is a Relationship of Muscle Arm Strength And Stainless Equilibrium With Turbo Shot Deep In "The population of this study using all with the number of research samples as many as 25 people so this research uses population study techniques. The data collection technique is using the test method of deed and documentation. Arm muscle strength instruments are Push Up, static balance using a stork stand, and turbo throw using 2 turbo. Technique of data analysis using double correlation method, from result of research at 5% significant level stated that there is relation of arm muscle strength with throw away turbo where the value of r value count bigger than r table (0,617> 0,396), So the final result of this research is no relationship Arm Muscle Strength and Static Balance with Remote Turbo Shot on Lesson Year 2019.
IMPLEMENTASI PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN BERMAIN PERAN (BP) TERHADAP KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH Asrorul Azizi
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 4, No 5 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.741 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v4i5.855

Abstract

Pembelajaran perlu memperhatikan faktor internal siswa, misalnya kemampuanmemecahkan masalah yang sangat penting artinya bagi siswa dan masa depannya. Hasil tes siswa kelas X MIA MA Darul Aminin NW Aikmual pada mata pelajaran Biologi materi pencemaran lingkungan, kemampuan memecahkan masalah tergolong rendah. Hal ini terbatas pada hasil belajar masih berorientasi pada produk, yang terbatas pada penerapan pembelajaran konsep dengan hafalan. Model pembelajaran yang digunakan dalam mengatasi masalah tersebut adalah model Problem Based Learning disertai dengan Bermain Peran (PBL BP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan interaksi PBL BP ditinjau dari kemampuan memecahkan masalah terhadap hasil belajar afektif, kognitif dan psikomotor. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA MA Darul Aminin NW Aikmual. Penelitian ini termasuk kedalam percobaan kuasi dengan menggunakan kelas eksperimen. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis menggunakan uji anava. Instrumen penelitian yang digunakan lembar observasi dan tes pilihan ganda. Model PBL BP dan PBL memberikan perbedaan pengaruh terhadap hasil belajar yang baik dengan rata-rata nilai 3 aspek sebesar 86,46;. Kemampuan memecahkan masalah tinggi dan kemampuan memecahkan masalah rendah tidak memberikan hasil berarti terhadap hasil belajar dengan angka signifikansi ≤0,05; 3) Interaksi model (PBL BP dan PBL) dan kemampuan memecahkan masalah meningkatkan hasil belajar dengan rata-rata ketiga aspek 0.436≥0,05.
STRATEGI PENINGKATAN MUTU DI ERA OTONOMI PENDIDIKAN Mukhsin Mukhsin
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 4, No 5 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.784 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v4i5.845

Abstract

Strartegi merupakan hal yang sangat penting dalam meneyelesaikan berbagai masalah. Tidak terkecuali mengenai pendidikan. Dalam hal ini penulis ingin memberikan wawasan atau pandangan kepada pembaca, pengamat, akademisi, dan praktisi pendidikan untuk memahami bagaimana menemukan solusi terbaik dalam mengembangkan kualitas pendidikan di era otonomi daerah dan otonomi pendidikan melalui penerapan prinsip -prinsip manajemen, yaitu: tata pemerintahan yang baik,  internal dan efisiensi eksternal  pendidikan. Melalui  penerapan tiga pendekatan diharapkan dapat: (1)  pengembangan kapasitas lembaga dan semua program di  bidang pendidikan dapat dilaksanakan, (2) pengembangan kualitas pendidikan melalui input, proses, dan output mendasarkan pada otonomi daerah, (3)manfaat dan  dampak hasil pengembangan pendidikan  dasar terhadap otonomi daerah.  
Pengaruh Penggunaan Miniatur Pada Materi Gaya Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMPN 15 Mataram Intan Kusuma Wardani
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 4, No 4 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.988 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v4i4.924

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan miniatur pada materi gaya terhadap hasil belajar siswa kelas VIII semester 2 SMPN 15 Mataram. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan model desain Randomized Posttest-Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 15 Mataram. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas VIIIK yang berjumlah 39 orang sebagai kelas kontrol dan siswa kelas VIIIA yang berjumlah 42 orang sebagai kelas eksperimen yang diambil dengan teknik random sampling. Data dalam penelitian ini diambil dengan memberikan tes akhir kepada siswa kelas sampel. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes objektif yang telah diuji validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan taraf kesukarannya. Berdasarkan data hasil tes akhir menunjukkan rata-rata kelas eksperimen sebesar 73,45 dan kelas kontrol sebesar 53,65 tes akhir siswa kelas sampel dianalisis menggunakan uji-t. Hasil analisis data menggunakan uji-t diperoleh thitung sebesar 4,107 dan ttabel 1,99. Didapatkan thitung lebih besar dari ttabel pada taraf kesalahan 5% dan dk sebesar 77 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan miniatur pada materi gaya terhadap hasil belajar siswa kelas VIII semester 2 SMPN 15 Mataram tahun pelajaran 2011/2012
EFL CRITICAL READING SYLLABUS AND MATERIALS FOR STUDENTS OF THE ENGLISH DEPARTMENT Fathurrahman Imran; Heri Hidayatullah
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 4, No 5 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.12 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v4i5.899

Abstract

The demand of a new model of syllabus and materials were implicitly required through the launching of KKNI-based Curriculum in Indonesia. Due to, finding the students’ needs and learning characteristic as the main consideration in developing them became the purpose of this current research. A qualitative research had been conducted to get the data needed by which two kinds of questionnaires were administered then analyzed qualitatively (Likert scale). the respondents involved were 132 students and the results dealt with the learning characteristics showed that the audio was 19.69%, the visual was 50.75%, and khinesthetics was 29.54%. In relation to the students’ needs (four aspects), 1) necessities on topic interest like education (72%), culture (63%), and social life (45%); 2) background knowledge was categorized into good (57.25%), very good (28%),  and not good (14.75%); 3) critical reading goals for both core and sub-skills very agree (42.71%), agree (30.14%), and not agree (27.14%); and 4) learning model tended the cooperative (27.25 very agree), (35.5 agree), (37.25 not agree). Thus, it could be concluded that the students’ learning style dominantly in visual way with cooperative learning model. In addition, the students were eager to have critical reading skills with sufficient prior knowledge but the topic is mostly in the area of education. It is recommended that in developing the syllabus and materials, the lecturers should consider both students’ characteristics and needs.
SISTEM PEMBELAJARAN DI PONDOK PESANTREN AL-AZIZIYAH ANALISIS TERAPAN METODE DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN FORMAL DAN NON FORMAL Mahmud Mahmud
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 4, No 5 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.318 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v4i5.832

Abstract

Diakui bersama pada awal berdirinya pondok pesantren yang diakui bahwa dalam pembelajaran menggunakan pendekatan holistik dimana para pengasuh pesantren memandang bahwa kegiatan pembelajaran merupakan kesatupaduan dalam totalitas kegiatan hidup sehari-hari, sehingga bagi warga komunitas pondok pesantren belajar tidak mengenal perhitungan waktu, kapan harus dimulai dan harus selesai, dan target apa yang harus dicapai. Dalam kegiatan pembelajaran mereka sama mengaku bahwa ilmu agma fardu ain dipandang sakral sedangkan ilmu umum fardu kifayah tidak sakral. Dalam perkembangannya sejumlah sejumlah metode dapat diterapkan oleh guru atau ustadz/ustadzah dalam kegiatan pembelajaran antaranya (1) metode ceramah, (2) metode tanya jawab, (3) metode demonstrasi, (4) metode eksprimen, (5) metode diskusi, (6) metode sosiodrama dan bermain peran, (7) metode drill (latihan), (8) metode tim teaching (mengajar beregu), (9) metode problem solving (pemecahan masalah), (10) metode resitasi (pemberian tugas), (11) metode kerja kelompok, dan (12) metode simulasi. Demikian juga ketika pembelajaran Bahasa Arab yaitu (1) metode muhadasah (bercakap-cakap), (2) metode muthala’ah (membaca), (3) metode imla’ (dekte), (4) metode insya’ (mengarang), (5) metode mahfudzat (menghafal), dan (6) metode qawaid (nahu saref). Juga dalam kajian kitab kuning pada pembelajaran nonformal adalah (1) metode sorogan, (2) metode bandongan, dan (3) metode wetonan, dalam upaya pemahaman keilmuan baik ilmu umum terlebih ilmu agama (Ilmu Fikih, Qur’an-Hadis, Aqidah-Akhlak, SKI, dan kitab-kitab klasik/kitab kuning) kepada para santri. Tuntutan kemampuan dan keterampilan guru dalam menerapkan metode yang relevan dengan tujuan menjadi suatu keharusan baik di kelas non formal terebih di kelas formal. Adanya perbedaan penerapan jenis metode pembelajaran disebabkan karena tujuan pembelajaran yang berbeda, sehingga ketika guru memberikan pemahaman/kognitif tentunya jenis metodenyapun sesuai dengan tujuan tersebut, demikian juga ketika tujuan mengarah pada ranah afektif dan psikomotorik demikian juga adanya. Ini berarti tuntutan untuk mengetahui jenis-jenis metode dan keterampilan dalam terpannya secara terpadu menjadi suatu keharusan, yang keberhasilannya diperoleh melalui penerapan jenis alat evaluasi yang juga searah dengan tujuan pembelajaran yang dicapai. Dalam kenyataannya tuntutan tersebut dikalangan guru di Pondok Pesantren Al-Aziziyah belum terpenuhi meskipun secara akademis tingkat pendidikan mereka sebagaianbesar S.1 dan bahkan ada yang S.2. Guru yang memiliki jenjang pendidikan S.2 adalah 15 orang dari 213 guru atau 7,04 %, jenjang pendidikan S.1 160 orang atau 75,12 %, jenjang Diploma 2 orang atau 0,94 %, dan jenjang pendidikan SMA/MA 36 orang atau 16,9%.
Peningkatan Ketrampilan Passing Bawah Bolavoli Dengan Mengunakan Metode Bermain Bola Pantul Peserta Ekstrakurikuler Bolavoli Di SMA Negeri 1 Praya Barat Daya Ali Imran
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 4, No 4 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.262 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v4i4.997

Abstract

Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperiment One group pretest-postest design dimana dalam penelitian ini tidak ada kelompok pembanding. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta putra yang mengikuti ekstrakurikuler bolavoli yang berjumlah 22 anak, tanpa kelompok pembanding. Maka seluruh peserta putra yang mengikuti ekstrakurikuler digunakan sebagai subjek dalam penelitian. Instrumen yang digunakan adalah tes dan pengukuran menggunakan tes brumbach. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji t untuk pengujian hipotesis. Sampel berkorelasi pada taraf signifikasi 5 % atau 0,05. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ada pengaruh bermain bola pantul terhadap kemampuan dasar passing bawah. Uji hipotesis menunjukkan nilai t hitung sebesar 7,080 > 2,076 (t tabel) dan nilai Sign sebesar (0,000) < 0,05, sehingga hal tersebut menunjukan Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan dasar passing bawah setelah diberi perlakuan dengan bermain bola pantul. Berdasarkan rata-rata (mean) menunjukkan rerata posttest > pretest. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh bermain bola pantul yang signifikan terhadap kemampuan dasar passing bawah peserta ekstrakurikuler bolavoli putra SMA Negeri 1 Praya Barat Daya Peningkatan presentase kemampuan passing bawah sebesar 9,88% dari selisih rerata dibagi rerata pretest dikalikan 100%.
MENGOPTIMALKAN PENGGUNAAN MODEL INQUIRI LEARNING UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU PESERTA DIDIK KELAS IV SEMESTER SATU TAHUN PELAJARAN 2019/2020 DI SD NEGERI 34 CAKRANEGARA Desak Ketut Warnita
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 4, No 5 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.145 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v4i5.864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan pendekatan Saintifik model Pembelajaran Inquiri dalam upaya meningkatkan Aktivitas dan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu Peserta didik Kelas IV SD Negeri 34 Cakranegara. Manfaat penelitian ini adalah mendorong peserta didik untuk mengembangkan ketrampilan belajar dalam kelompok (kognitif) dan bersosiolisasi dengan teman dalam proses pembelajaran di kelas senyatanya. Dan bagi guru meningkatkan pengembangan pendekatan dan model pembelajaran dengan penerapan saintifik Model Pembelajaran Inquiri dalam pembelajaran kerja kelompok (kooperatif). Penelitian ini dilaksanakan dua siklus, masing-masing siklus kegiatannya adalah; perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil akhir tindakan pada siklus II menunjukkan bahwa hasil observasi guru pada pertemuan kedua memperoleh skor rata-rata (4,43) dan hasil observasi Peserta didik pertemuan kedua mencapai skor rata-rata (4,63). Sedangkan hasil belajar Peserta didik mencapai nilai rata-rata (80,89), artinya indikator keberhasilan (> 4,0) dan hasil belajar (> 75,00) telah terlampaui. Karena indikator keberhasilan telah terbukti penelitian dinyatakan berhasil dan dihentikan pada siklus II.
Implementasi Bimbingan Kelompok Sebagai Usaha Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Ipa Materi Pernapasan Pada Siswa Kelas VIII B SMP Negeri 1 Sawit Kabupaten Boyolali Semester Genap Tahun Pelajaran 2017/2018 Widhiani Purwaningsih
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 4, No 4 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.362 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v4i4.994

Abstract

The purpose of this study was to determine the implementation of group guidance as an effort to improve the science learning achievement of respiratory material in the class VIII B of Junior High School 1 Sawit, Boyolali at the second semester of 2017/2018 academic year. The research method used is Classroom Action Research. The independent variable is the implementation of group guidance. Science learning achievement is the dependent variable. The population is class VIII B of Junior High School 1 Sawit, Boyolali at the second semester 2017/2018 academic year. How to take samples with the value of student test and direct supervision of the learning process, from counseling guidance teachers and homeroom teachers. Research result. Based on the results of learning research after application with the group guidance method can improve from the initial conditions to the second cycle. There was an increase in the average value of 71.09 to 79.38, increasing by 8.29. The number of students completed from 11 to 28, from the value of 60 to 70, increasing by 10 points. The highest score of 90 to 95, increased by 5 points.
PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KECAKAPAN SOSIAL SISWA KELAS V SDN AIK AMPAT TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Baiq Nursini
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 4, No 5 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.79 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v4i5.856

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan Metode Pembelajaran Investigasi Kelompok yang dapat meningkatkan kecakapan sosial siswa SD. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif jenis eksperimen kuasi. Prosedur penelitian yang digunakan yaitu studi pendahuluan, mengembangkan rancangan hipotetik metode, validasi metode, dan evaluasi metode. Populasi penelitian ini merupakan semua siswa kelas V SDN Aik Ampat yang berjumlah 27 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengukur efektivitas Metode Pembelajaran Investigasi Kelompok yaitu instrumen kecakapan sosial. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan SPSS 16.0 for Windows. Berdasarkan hasil studi pendahuluan profil kecakapan sosial pada siswa kelas V SDN Aik Ampat secara umum masih banyak siswa yang termasuk kriteria kurang cakap. Upaya meningkatkan kecakapan sosial dengan menerapkan rancangan hipotetik Metode Pembelajaran Investigasi Kelompok sebanyak 10 pertemuan, setiap pertemuannya selama tiga jam pelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Metode Pembelajaran Investigasi Kelompok terbukti efektif meningkatkan kecakapan sosial siswa kelas V SDN Aik Ampat. Implikasinya bagi pengembangan teori dan praktik psikologi pendidikan di Sekolah Dasar. Rekomendasi penelitian ini ditujukan pada sekolah, guru, dan penelitian berikutnya yaitu tentang Metode Pembelajaran Investigasi Kelompok untuk meningkatkan kecakapan sosial siswa Sekolah Dasar.

Page 12 of 112 | Total Record : 1117