cover
Contact Name
Andi Ruhban, S.ST.,M.Kes
Contact Email
ruhbansaja@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ruhbansaja@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
ISSN : 0854624X     EISSN : 26226960     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Tulisan yang diterima melingkupi rumpun Ilmu Kesehatan Lingkungan dengan diberi kode 359 oleh Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi, yang dapat berupa Artikel Hasil Riset, Book Review, Literatur Review, Komentari/Opini, Berita Ilmiah (Scientific News), dan Letter to Editor. Tulisan tersebut menyangkut Sanitasi Dasar (penyehatan air, pengelolaan limbah cair, pembuangan tinja, penanganan sampah, penyehatan makanan minuman, pengendalian vektor), penyehatan udara, pengamanan pestisida, rumah sehat dan tata graha, perilaku hidup bersih dan sehat, higiene perorangan, sanitasi tempat umum-wisata-matra, sanitasi transportasi, sanitasi industri dan keselamatan kerja, sanitasi rumah sakit, sanitasi kawasan pesisir pantai dan laut, penyakit berbasis lingkungan, analisis mengenai dampak lingkungan, manajemen risiko lingkungan, epidemiologi kesehatan lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 257 Documents
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI LABORATORIUM KIMIA TERPADU POLITEKNIK KESEHATAN PADANG TAHUN 2019 Awaluddin Awaluddin; Miladil Fitra; Asep Irfan; Evino Sugriarta
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 20, No 2 (2020): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v2i20.1668

Abstract

ABSTRAKLaboratorium di Poltekkes Padang sebagai sarana penunjang dalam belajar dan penelitian, juga memiliki bahaya dan risiko yang dapat menyebabkan timbulnya risiko kesehatan dan keselamatan. Sumber bahaya terbesar berasal dari bahan- bahan kimia yang digunakan selama praktikum, maka diperlukan pemahaman mengenai jenis bahan kimia agar yang bekerja dengan bahan-bahan tersebut dapat lebih berhati-hati dan tahu bagaimana cara menanggulanginya jika terjadi kecelakaan. Laboratorium di Politeknik Kesehatan Padang merupakan salah satu laboratorium yang digunakan sebagai penunjang dalam pembelajaran dan penelitian, yang juga memiliki bahaya dan risiko yang dapat menyebabkan timbulnya risiko kesehatan dan keselamatan. Pada laboratorium tersebut belum ada kegiatan penilaian risiko dan telah terjadinya kebakaran di Kampus Jurusan Keperawatan gigi pada tanggal 18 Oktober 2018 di ruang klinik dan hasil survey awal di labor padang masih ada/terlihat satu colokan listrik dipakai beberapa cabang kabel untuk pemakaian arus listrik hal ini nantinya bisa mengakibatkan kebakaran karena arus pendek. Berdasarkan uraian di atas maka dapat dirumuskan masalah–masalah yang akan diteliti yaitu: Bagaimana risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada laboratorium di Politeknik Kesehatan Padang Kampus Siteba Padan. Tujuan penelitian melakukan analisis risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada laboratoriumKimia Terpadu di Politeknik Kesehatan Padang Kampus Siteba Padang tahun 2019. Penelitian ini akan dilakukan identifikasi bahaya dan analisis risiko, metode identifikasi bahaya menggunakan Task Risk Analysis. Untuk analisis risiko dilakukan dengan menggunakan metode analisis risiko semikuantitatif yang meliputi identifikasi risiko, penentuan nilai konsekuensi, kemungkinan (likelihood), dan pajanan (exposure) dari setiap risiko keselamatan dan kesehatan yang kemudian digunakan untuk mengetahui tingkat risiko di laboratorium.adapun  Hasil penelitian ini didapat 35(Very high=1, Priority 1=3, Substansial=18, Priority3=9 dan acceptable=4) risiko dari  labor Kimia Terpadu Poltekkes padang oleh sebab itu diperlukan SOP setiap ruangan dan pada saat praktek serta alat pelindung diri yang sesuai dengan kegiatan yang akan dilakukan.Kata Kunci: Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Laboratorium, Task Risk Analisis
KEMAMPUAN ZEOLIT ALAM DAN BATU APUNG DALAM MENURUNKAN KADAR KLORIDA PADA AIR PAYAU syamsuddin syam; Yerlisa Beso
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 17, No 2 (2017): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v17i2.864

Abstract

 Clorida merupakan anion berbentuk Natrium Korida yang menyebabkan rasa asin dalam air bersih (air sumur). Ion clorida adalah salah satu anion anorganik utama yang ditemukan pada perairan alami dalam jumlah yang lebih banyak daripada anion halogen lainnya. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu  bertujuan untuk mengetahui kemampuan media saring zeolite dan batu apung dengan variasi dosis yang berbeda yaitu 180 gr,190 gr,200 gr,dalam menurunkan kadar clorida pada air payau dan untuk mengetahui seberapa besar penurunan kadar klorida pada air payau. Hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan media zeolite dan batu apung adalah dengan dosis 180 gr presentase penurunan kadar clorida 42,98 % dan pada dosis 190 gr rata-rata presentase penurunan kadar clorida 49,12 %,serta pada dosis 200 gr rata-rata presentase penurunan kadar clorida54,16%. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian di simpulkan bahwa air yang telah diberi perlakuan saringan zeolite dan batu apung dengan dosis 180 gr,190 gr,dan 200 gr dapat menurunkan kadar clorida pada air payau akan tetapi belum memenuhi syarat berdasarkan Permenkes 416 Tahun 1990.Oleh karena itu kami sebagai penulis menyarankan agar penggunaan media zeolite dan batu apung sebaiknya digunakan sebagai alternative untuk menurunkan kadar clorida pada air payau.Kata Kunci : Zeolit, Batu Apung, Kadar Klorida
KEMAMPUAN ELEKTROKOAGULASI DALAM MENURUNKAN KADAR BESI (Fe) PADA AIR SUMUR BOR Rasman rasman; Muh. Firdaus
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 18, No 2 (2018): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v18i2.1154

Abstract

Air tanah yang mengandung kadar besi (Fe) yang tinggi memerlukan sebuah pengolahan, elektrokoagulasi dengan menggunakan elektroda aluminium adalah salah satu pengolahan yang paling bagus digunakan untuk menangani air yang mengandung kadar besi (Fe) yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan elektrokoagulasi dalam menurunkan kadar besi (Fe) pada air sumur bor dengan variasi tegangan 12 volt, 15 volt dan 20 volt. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain Pre-Pos test, yaitu pengujian terhadap sampel sebelum dan sesudah pengolahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar besi (Fe) sebelum perlakuan sebesar 1,29 mg/l dimana rata-rata hasil penurunan kadar besi (Fe) dengan tegangan 12 volt sebesar 1,27 mg/l (98,71%), pada tegangan 15 volt sebesar 1,26 mg/l (97,93%) dan rata-rata hasil penurunan kadar besi (Fe) untuk tegangan 20 volt sebesar 1,29 mg/l (99,74%). Pada penelitian ini persentase penurunan kadar besi (Fe) yang paling bagus sebesar 99,74% yakni pada tegangan 20 volt. Disimpulkan bahwa hasil penurunan kadar besi (Fe) air sumur bor dengan metode elektrokoagulasi mampu menurunkan kadar besi (Fe). Disarankan agar masyarakat menggunakan metode elektrokoagulasi untuk mengatasi permasalahan air yang mengandung kadar besi (Fe) diatas baku mutu.Kata Kunci   : Elektrokoagulasi, Aluminium, Kadar Besi (Fe), Air Sumur Bor
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PETANI PADI DENGAN PENGGUNAAN APD DI DESA PAKKA’BA KECAMATAN GALESONG UTARA KABUPATEN TAKALAR Abdur Rivai
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 20, No 1 (2020): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v20i1.1442

Abstract

Pertanian  merupakan salah satu bidang terpenting dalam pemenuhan kebutuhan untuk masyarakat. Hasil dari pertanian tersebut sebagian besar digunakan sebagai bahan pangan pokok masyarakat di indonesia, sehingga penggunaan pestisida secara besar-besaran dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Untuk meminimalisir gangguan kesehatan tersebut dengan satu upaya yaitu penggunaan APD yang lengkap.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan pengetahuan dan sikap petani dengan penggunaan APD di Desa Pakka’ba Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional, yaitu variabel dependen dan variabel independen diukur secara bersamaan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani padi yang ada Di Desa Pakka’ba Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar yaitu 300 petani, dengan sampel 171 petani. Penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan rumus Slovin dan pengambilan data dilakukan menggunakan metode simple random sampling.Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji Chi Square dengan SPSS, Microsoft excel,Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan uji Chi Square dari analisis Continuity Corection yang diperoleh adalah p value 0,00 ( p value >0,05 ) pada pengetahuan dan p value 0,00 ( p value >0,05 ) pada sikap, dan dikatakan ada pengaruh terhadap petani di Desa Pakka’ba Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap penggunaan alat pelindung diri pada petani padi di Desa Pakka’ba Kecamatan Galesong Utara Kabupaen Takalar. Pemahaman dan kesadaran petani tentang APD perlu ditingkatkan melalui peyuluhan,simulasi, dan pelatihan. Kata kunci : Petani Padi, Alat Pelindung Diri, Pengetahuan dan Sikap
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Di PT Semen Bosowa Maros Haderiah Haderiah; Bella Safira
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 20, No 2 (2020): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v2i20.1744

Abstract

              Kegiatan operasi yang dilakukan didalam industri semen sangat rawan terhadap kecelakaan kerja, kecelakaan yang terjadi disuatu perusahaan adalah kejadian yang tidak diinginkan. Oleh karena itu kecelakaan kerja semaksimal mungkin harus dihindari atau dicegah karena dapat mengakibatkan kematian, cacat tubuh serta kerugian material.              Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja di PT.Semen Bosowa Maros, jenis peneltian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling atau yang digunakan adalah cluster random sampling. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah pekerja yang bekerja pada bagian produksi yang berjumlah 109 orang dengan menggunakan rumus slovin.              Hasil penelitian didapatkan hasil pernah mengalami kecelakaan kerja sebanyak 52,30% dan tidak mengalami kecelakaan kerja sebanyak 47,70%. Hasil uji Chi-Square diperoleh data penyuluhan p = 0,001 < α = 0,05, ada hubungan antara penyuluhan dengan kejadian kecelakaan kerja, data pemeriksaan kesehatan p = 0,004 < α = 0,05, ada hubungan pemeriksaan kesehatan dengan kejadian kecelakaan kerja, dan data penggunaan APD p = 0,000 < α = 0,05, ada hubungan antara penggunaan APD dengan kejadian kecelakaan kerja.              Kurangnya perhatian dan antusias pekerja dalam mengikuti penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan dan kurangnya pemahaman pekerja terkait penggunaan APD yang baik dan benar sesuai risiko kerja. Sehingga disarankan agar melakukan pemantauan penyuluhan dan melakukan pemantauan pemeriksaan kesehatan pada pekerja PT Semen Bosowa Maros serta memberikan pemahaman kepada pekerja terkait penggunaan APD yang baik dan benar sesuai risiko kerja.              
KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DALAM RESIDU PESTISIDA PADA TANAH, AIR DAN BAWANG MERAH DI DESA SALU DEWATA KECAMATAN ANGGERAJA KABUPATEN ENREKANG Andi Ruhban; Kurniati Kurniati
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 17, No 2 (2017): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v17i2.796

Abstract

Timbal adalah logam lunak kebiruan atau kelabu keperakan yang lazim terdapat dalam kandungan endapan sulfit yang tercampur mineral-mineral lain terutama seng dan tembaga. Perpindahan Timbal Pb dari tanah ke tanaman tergantung komposisi dan pH tanah . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang kandungan Timbal (Pb) sebagai residu Pestisida pada tanah, air serta bawang merah  di lokasi penelitian yang berada di Desa Salu Dewata Kecematan Anggeraja Kabupaten Enrekang.Penelitian ini menggunakan survai pendekatan Deskriptif. Jumlah sampel yang digunakan adalah 7 sampel yakni sampel tanah dan sampel bawang merah yang diambil  pada tiga lokasi dan satu sampel air. Data yang diperoleh dari hasil observasi dilapangan dan hasil pemeriksaan laboratorium dalam penelitian ini akan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata kandungan timbal (Pb) pada tanah pertanian dengan usia garapan 10 Tahun sebesar 15.413 ppm, usia garapan 20 Tahun sebesar 15.224 mg/kg dan usia garapan 25 Tahun sebesar 17.523 ppm. Selain itu kandungan timbal (Pb) pada air bersih yaitu sebesar ≤ 0.01 ppm. Sedangkan kandungan timbal (Pb) pada bawang merah pada usia tanah garapan 10,20, dan 25 tahun yaitu ≤ 0.01 ppmKesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu kandungan timbal (Pb) pada tanah petanian dengan usia garapan 10 tahun, 20 tahun dan 25 tahun sudah tidak memenuhi syarat. Kandungan timbal  (Pb) pada air masih memenuhi syarat sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan  Nomor: 416/Menkes/Per/IX/1990 untuk persyaratan Timbal pada air yaitu 0,05 mg/l. Sedangkan pada pemeriksaan kandungan timbal (Pb) pada bawang merah juga masih memenuhi syarat sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor:27/permetan/pp:340/2009 dikatakan memenuhi syarat jika hasil pemeriksaan menunjukan jumlah maksimum 0,1 ppm.Keyword : Timbal (Pb), Tanah, Air, Bawang Merah
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DENGAN ELEKTROKOAGULASI DALAM MENURUNKAN KADAR FOSFAT(PO4) PADA LIMBAH LAUNDRY juherah juherah; MUHAMMAD ANSAR
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 18, No 2 (2018): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v18i2.1142

Abstract

Usaha laundry pada umumnya belum memiliki sarana pengolahan air limbah sehingga limbah hasil pencucian langsung dibuang ke lingkungan, hal ini dapat menyebabkan kadar Fosfat (PO4) tinggi dan akan terakumulasi sehingga dapat menyebabkan eutrofikasi yang mengganggu ekosistem perairan dan menyebabkan pendangkalan sungai.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan elektrokoagulasi dalam menurunkan kadar Fosfat (PO4) pada limbah laundry dengan variasi tegangan 12 volt, 18 volt, dan 24 volt selama 45 menit dengan tiga kali replikasi dan menggunakan elektroda aluminium. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain pre-pos test yaitu pengujian terhadap sampel sebelum dan sesudah proses elektrokoagulasi guna mengetahui penurunan kadar Fosfat (PO4) pada ketiga perlakuan yang digunakan.Hasil yang diperoleh bahwa proses pengolahan limbah laundry dengan elektrokoagulasi dapat menurunkan kadar Fosfat (PO4). Pada tegangan 12 volt persentase penurunannya sebesar 92,73%. Pada tegangan 18 volt sebesar 95,14%, dan pada tegangan 24 volt sebesar 96,78%. Selain itu berdasarkan uji statistic dengan one way anova dimana nilai p < a (0,05) maka dapat dinyatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan dari ketiga perlakuan yang digunakan.Kesimpulan yang dapat ditarik yaitu proses elektrokoagulasi dapat menurunkan kadar Fosfat (PO4) pada limbah laundry.Kata kunci : Limbah Laundry, Fosfat (PO4), Elektrokoagulasi.
GAMBARAN SARANA SANITASI DASAR DI DUSUN LEMBANG DESA BONTO BIRAENG KECAMATAN KAJANG KABUPATEN BULUKUMBA Misrah Misrah; Mulyadi Mulyadi
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 19, No 2 (2019): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v19i2.1353

Abstract

lingkungan rumah, seperti air bersih, jamban keluarga, pembuangan air limbah, dan pembuangan sampah. Sarana sanitasi tersebut harus diperhatikan untuk mencegah timbulnya kontaminasi dan untuk mencegah terjadinya perkembangbiakan vektor penyakit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran sarana sanitasi dasar di Dusun Lembang Desa Bonto Biraeng Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba. Jenis penelitian ini adalah observasi dengan pendekatan deskriptif atau survai ke lapangan dengan menggunakan kuesioner. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 132 KK di ambil secara random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan kondisi sarana air bersih yang ada 132 rumah (100%) yang memenuhi syarat 97 rumah (73,5%) dan yang tidak memenuhi syarat 35 rumah (26,5%), sarana jamban keluarga yang ada 132 rumah (100%) yang memenuhi syarat 110 rumah (83,3%) dan yang tidak memenuhi syarat 22 rumah (16,7%), sarana pembuangan air limbah yang ada 0 rumah (100%) dan tidak memiliki 132 rumah (100%), yang memenuhi syarat 0 rumah (0%), dan tidak memenuhi syarat 132 rumah (100%) dan sarana pembuangan sampah yang ada 132 rumah (100%) yang memenuhi syarat 0 rumah (100%) dan yang tidak memenuhi syarat 132 rumah (100). Sebagai kesimpulan dari penelitian bahwa faktor sanitasi lingkungan sangat berpengaruh pada kondisi permukiman karena kondisi sanitasi lingkungan yang kurang sehat dapat menimbulkan penyakit dan apabila kondisi sarana sanitasi lingkungan yang memenuhi syarat maka dapat mempertinggi derajat kesehatan masyarakat.Kata kunci : Sarana Sanitasi Dasar, Lingkungan, Rumah
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN KESEHATAN PADA PETANI BAWANG MERAH (AlliumCepa) DI DESA SARURAN KECAMATAN ANGGERAJA KABUPATEN ENREKANG Sabaria Sabaria; Hidayat Hidayat
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 20, No 1 (2020): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v20i1.1481

Abstract

Petani menggunakan pestisida untuk membasmi hama dan gulma dengan harapan hasil produk pertanian semakin meningkat. Pestisida organofosfat dapat mempengaruhi fungsi syaraf dengan jalan menghambat kerja enzim kholinestrase, suatu bahan kimia esensial dalam menghantarkan impuls sepanjang serabut syaraf.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan gangguan kesehatan pada petani bawang merah (Allium Cepa) di Desa Saruran Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan metode cross secstional study, dimana variable bebas dan terikat diteliti secara bersamaan dengan sampel sebanyak 87 responden.Hasil penelitian dari kelompok umur ada hubungan dengan gangguan kesehatan dimana p=0,000 ≥ a=0,05, lama penggunaan ada hubungan dimana p=0,000 ≤ a=0,05, penggunaan APD ada hubungan dengan gangguan kesehatan dimana p=0,000 ≤ a=0,05 cara peracikan ada hubungan dengan gangguan kesehatan dimana p=0,000 ≤ a=0,05, cara penyemprotan ada hubungan dengan gangguan kesehatan dimana p=0,000 ≤ a=0,05.Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan antara umur, lama penggunaan, APD (alat pelingdung diri), cara peracikan, dan cara penyemprotan terhadap gangguan kesehatan pada petani bawang merah (Allium Cepa). Kata Kunci : Petani Bawang (Allium Cepa) , Pestisida, Gangguan   Kesehatan
PENGARUH DEBIT DALAM PROSES AERASI DENGAN METODE KOMBINASI LAHAN BASAH DALAM MENURUNKAN KADAR BOD DAN TSS PADA AIR LIMBAH RSUD DAYA KOTA MAKASSAR syamsuddin syam
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 18, No 1 (2018): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v18i1.733

Abstract

Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan dengan inti kegiatan pelayanan preventif, kuratif, rehabilitatif dan promotif. Kegiatan tersebut akan menimbulkan dampak positif dan negatif. Dampak positif adalah meningkatnya derajat kesehatan masyarakat, sedangkan dampak negatifnya antara lain adalah sampah dan limbah medis maupun non medis yang dapat menimbulkan penyakit dan pencemaran yang perlu per-hatian khusus.Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui untuk mengetahui pengaruh debit dalam proses aerasi  dan Untuk mengetahui proses aerasi dengan metode kombinasi Lahan basah dalam menurunkan kadar BOD dan TSS, pada air limbah di RSUD Daya Kota Makassar.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen pendekatan Pre post test dengan menggunakan metode memanfaatkan tanaman kangkung (ipomoea aquatic), denganjudulpenelitianyaitupengaruh proses aerasi dengan lahanbasah dalam menurunkan kadar BOD pada air limbah domestik di RSUD Daya kota Makassar.Hasil penurunan kadar BOD pada waktu kontak  1 jam menunjukan hasil penurunan 70,83% pada perlakuan pertama sedangkan pada perlakuan kedua 42,48%, dan pada perlakuan ketiga 14,16% hal ini menunjukan  bahwa pada pengolahan limbah kadar BOD dengan penurunan yang baik berbeda dengan perlakuan kedua dengan waktu kontak 1,5 jam dan perlakuan pertama dengan waktu kontak 1 jam. penurunan kadar TSS pada waktu kontak  1 jam menunjukan hasil penurunan 40,66% pada perlakuan pertama sedangkan pada perlakuan kedua 7,66%, dan pada perlakuan ketiga 1,66%. Dari hasil penelitian ini, maka disarankan Bagi masyarakat agar kiranya dapat menggunakan tanaman kangkung dalam aktivitas sehari-hari untuk mengolah limbah domestik sebelum dibuang kebadan lingkungan agar lingkungan sekitar tidak tercemar. Bagi RSUD Daya Kota Makassar agar lebih memperhatikan IPAL sebelum limbah dibuang ke badan lingkungan dan metode outlet wetland di sarankan diruangan terbuka serta mendapat cahaya matahari yang cukup untuk proses fotosintetis pada tanaman kangkung. Keyword : Limbah cair dan aerasi

Page 2 of 26 | Total Record : 257