cover
Contact Name
Andi Ruhban, S.ST.,M.Kes
Contact Email
ruhbansaja@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ruhbansaja@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
ISSN : 0854624X     EISSN : 26226960     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Tulisan yang diterima melingkupi rumpun Ilmu Kesehatan Lingkungan dengan diberi kode 359 oleh Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi, yang dapat berupa Artikel Hasil Riset, Book Review, Literatur Review, Komentari/Opini, Berita Ilmiah (Scientific News), dan Letter to Editor. Tulisan tersebut menyangkut Sanitasi Dasar (penyehatan air, pengelolaan limbah cair, pembuangan tinja, penanganan sampah, penyehatan makanan minuman, pengendalian vektor), penyehatan udara, pengamanan pestisida, rumah sehat dan tata graha, perilaku hidup bersih dan sehat, higiene perorangan, sanitasi tempat umum-wisata-matra, sanitasi transportasi, sanitasi industri dan keselamatan kerja, sanitasi rumah sakit, sanitasi kawasan pesisir pantai dan laut, penyakit berbasis lingkungan, analisis mengenai dampak lingkungan, manajemen risiko lingkungan, epidemiologi kesehatan lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 257 Documents
GAMBARAN PENANGANAN SAMPAH DENGAN TINGKAT KEPADATAN LALAT DI PASAR TRADISIONAL DI KOTA MAKASSAR Husni Yunus; Juherah juherah
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 20, No 1 (2020): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v20i1.1478

Abstract

Sampah yang  tidak di kelola sebagaimana mestinya terbukti sering menyebabkan masalah lingkungan dan kesehatan pada manusia. Antara lain dari masalah estetika, terjadinya pencemaran lingkungan, hingga meningkatnya penyakit-penyakit yang di tularkan melalui vektor.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penanganan sampah dengan tingkat kepadatan lalat di Pasar Tradisional kota Makassar, yakni Pasar Pabaeng-baeng, pasar Parang Tambung, Pasar Maricaya, Pasar Terong, dan Pasar Panampu. Jenis penelitian  observasional dan wawancara mengenai penanganan sampah. Titik pengukuran  kepadatan lalat dilakukan secara diagonal,dengan 5 titik/pasar, selama 3 hari pengukuran. Jumlah total titik kelima pasar yaitu 25 dengan 225 kali pengukuran selama 3 hari. Metode penelitian bersifat deskriptif, kemudian dibahas secara narasi. Hasil penelitian menunjukkan penanganan sampah dengan tingkat kepadatan lalat kelima Pasar Tradisional tidak memenuhi syarat, penanganan sampah masih kurang efektif, dan fasilitas sarana tempat sampah dan TPS (Tempat Pembuangan Sampah Sementara) yang tidak memenuhi syarat. Adapun hasil rata-rata tingkat kepadatan lalat tertinggi di pasar Pabaeng-baeng pada sore hari dengan rata-rata 14 ekor/blokgrill dengan suhu 31,98°C kelembaban 70,6%, hasil terendah di Pasar Maricaya pada hari kedua sore hari dengan hasil 2 ekor/blokgrill dengan suhu 29,76°C kelembaban 74,6%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penanganan sampah kelima Pasar Tradisional di Kota Makassar belum efektif sepenuhnya, dan tingkat kepadatan lalat yang melebihi batas baku mutu vektor. Kata kunci       : Pasar Tradisional, Penanganan Sampah, Kepadatan Lalat.
KANDUNGAN ZAT PEWARNA METANIL YELLOW PADA TEPUNG PANIR YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL KOTA MAKASSAR wahyuni sahani; Yuni Juliani
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 17, No 1 (2017): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v17i1.684

Abstract

ABSTRAK Makanan merupakan sumber energi yang dibutuhkan oleh manusia dan hewan untuk melangsungkan hidupnya. Namun, makanan dapat menjadi sumber penyakit jika tidak memenuhi kriteria sebagai makanan yang sehat.Dalam pengolahan makanan dan minuman, banyak cara yang dilakukan produsen untuk mendapatkan produk akhir yang menarik misalnya penggunaan zat pewarna yang tidak diperbolehkan pada pangan. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui  jenis zat pewarna yang digunakan pada tepung panir yang dijual di pasar tradisional kota Makassar.Jenis penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif yang akan memberikan gambaran mengenai keberadaan Metanil yellow pada tepung panir yang ada di lokasi penelitian. Untuk mengetahui apakah tepung panir yang diteliti mengandung Metanil yellow maka dilakukan uji laboratorium. Sampel untuk pemeriksaan zat pewarna Metanil yellow pada tepung panir  yaitu sebanyak 14 sampel, dari 14 sampel tersebut ada 5 yang positif mengandung zat pewarna Metanil yellow. 5 Sampel yang positif dinyatakan tidak memenuhi syarat menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 033 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka penulis dapat menarik kesimpulan yaitu terdapat 5 sampel tepung panir yang mengandung Metanil yellow, sehingga dapat disarankan kepada instansi terkait khususnya BPOM untuk tetap melakukan pembinaan dan pengawasan secara berkala kepada produsen tepung panir mengenai penggunaan zat pewarna yang digunakan. Kata Kunci                   : Metanil Yellow  dan Tepung Panir
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, PERSONAL HYGIENE TERHADAP PENYAKIT HEPATITIS-A DI KABUPATEN PACITAN 2019 Mufiadzatul Ardiyah; Nurhaidah Nurhaidah; Ferry Kriswandana
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 20, No 2 (2020): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v2i20.1860

Abstract

Hepatitis A adalah penyakit radang hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Penyakit ini umumnya dapat menyebabkan wabah. Pada tahun 2019 Bulan Juni pemerintah menetapkan status KLB hepatitis A di Kabupaten Pacitan yang tersebar di beberapa kecamatan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, penderita hepatitis A per Bulan Oktober 2019 sebanyak 1.310 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan personal hygiene terhadap kejadian hepatitis A di Wilayah Kerja Puskesmas Ngadirojo Kabupaten Pacitan.Jenis penelitian yang digunakan untuk melakukan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode analitik observasional danmenggunakan desain penelitian case control. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 280 orang dan jumlah total sampel sebanyak 60 orang dengan rincian case sebanyak 30 orang dan controlsebanyak 30 orang. Pengambilan sampel case dan controldilakukan dengan cara simple random sampling.Pengumpulan data dengan cara wawancara, kemudian data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara analitik menggunakan uji Chi Square dan Contingency Coefficient.Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian Hepatitis A (pvalue= 0,002; C= 0,374; OR= 5,675, 95% CI:1,841 –17,494), sikap dengan dengan Hepatitis A (pvalue= 0,004; C= 0,346; OR= 4,75, 95% CI: 1,584 –14,245), dan personal hygiene dengan kejadian Hepatitis A (pvalue= 0,001; C= 0,407 ; OR= 7,5, 95% CI: 2,244 –25,062).Peneliti menyarankan peran aktif tenaga kesehatan dan masyarakat dalam upaya penanggulangan dan pencegahan KLB Hepatitis A, melakukantindakan primery protection berupa imunisasi Hepatitis A sebagai upaya preventif, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, dan kegiatan monitoring evaluasi pasca KLB sehingga diharapkan tidak terjadi kembaliKLB Hepatitis A di Kabupaten PacitanKata kunci : Hepatitis A, Personal Hygiene, Kejadian Luar Biasa
EFEKTIVITAS LENGKUAS (LENGUAS GALANGA) DALAM MENGAWETKAN IKAN BANDENG Khiki Purnawaty Kasim; Alifia Citra Bestari
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 17, No 2 (2017): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v17i2.871

Abstract

Ikan bandeng merupakan suatu komoditas perikanan yang populer di Indonesia timur karena rasa yang enak dan gurih serta mempunyai harga yang terjangkau. Kandungan pada ikan bandeng selain dibutuhkan oleh tubuh juga merupakan media pertumbuhan bakteri pembusuk sehingga perlu dilakukan pengawetan pada ikan bandeng. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas lengkuas (lenguas galanga) dalam mengawetkan ikan bandeng. Jenis penelitian adalah bersifat eksperimen yaitu perlakuan pengujian penggunaan larutan dan parutan lengkuas (lenguas galanga) sebagai bahan pengawet pada ikan bandeng. Ikan bandeng yang diawetkan menggunakan larutan lengkuas dapat bertahan hingga 42 jam ditinjau dari kondisi fisik yang telah mengalami perubahan nilai organoleptik dibawah nilai 7 sedangkan ikan bandeng yang diawetkan menggunakan parutan lengkuas dapat bertahan hingga 47 jam. Dari hasil penelitian ini maka disarankan untuk menggunakan parutan lengkuas karena daya awet lebih lama dibandingkan menggunakan larutan lengkuas. Kata Kunci : Ikan Bandeng, Lengkuas, Daya Awet
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA MEBEL DI KECAMATAN MANGGALA KOTA MAKASSAR Mulyadi Mulyadi; Nurhajja Arminah
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 18, No 2 (2018): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v18i2.1155

Abstract

Industri mebel merupakan industri yang banyak menyerap tenaga kerja baik wanita maupun pria dan merupakan salah satu usaha yang memiliki risiko kesehatan yang sangat tinggi terutama dalam hal kelelahan kerja.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kelelahan kerja pada pekerja mebel di Kecamatan Manggala Kota Makassar. Adapun jenis penelitian ini yaitu penelitian survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional dengan menggunakan uji statistik berupa Chi Square dengan sampel sebanyak 30 pekerja dari 15 industri mebel. Data didapatkan melalui pengisian kuesioner, serta pengukuran terhadap kelelahan kerja pada pekerja mebel dengan menggunakan alat Reaction Timer.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh masa kerja dengan kelelahan kerja (p=0,030). Ada pengaruh lama kerja dengan kelelahan kerja (p=0,002). Ada pengaruh beban kerja dengan kelelahan kerja (p=0,008) dan tidak ada pengaruh penggunaan alat pelindung diri dengan kelelahan kerja (p=0,103).Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh antara masa kerja dengan kelelahan kerja. Ada pengaruh lama kerja dan beban kerja dengan kelelahan kerja, dan tidak ada pengaruh antara penggunaan alat pelindung diri dengan kelelahan kerja. Saran bagi pengelola dan pekerja industri mebel yaitu harus mengatur dan menerapkan waktu jam kerja selama 8 jam perhari agar pekerja mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Kata Kunci : Pekerja Mebel, Kelelahan Kerja.
STUDI SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEPADATAN LALAT PADA PELELANGAN IKAN BEBA DI DESA TAMASAJU KECAMATAN GALESONG UTARA KABUPATEN TAKALAR Syahrul Rahmadana; lataha lataha
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 20, No 1 (2020): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v20i1.1458

Abstract

Tempat Pelelangan Ikan (TPI) merupakan pasar yang biasanya terletak di dalam pelabuhan/pangkalan pendaratan ikan, dan di tempat tersebut Terjadi transaksi penjualan ikan/hasil laut baik secara lelang maupun tidak.Jenis penelitian ini yaitu menggunakan observasional dengan pendekatakatan deskriptif yaitu melakukan pengukuran kepadatan lalat pada kawasan pelelangan ikan beba di desa tamasaju kecamatan galesong utara kabupaten takalar.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui studi sanitasi lingkungan dengan kepadatan lalat pada pelelangan ikan beba di desa tamasaju kecamatan galesong utara kabupaten takalar.Hasil penelitian yang telah dilakukan dengan pengukuran  kepadatan lalat pada saluran air limbah (SPAL) yaitu 17 ekor/Flykgrill sedangkan pada tempat pembuang sampah (TPS) yaitu 10 ekor/Flygrill dan pada sarana air bersih pada pelelangan ikan yaitu 8 ekor/FlygrillBerdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa tingkat kepadatan lalat pada pelelangan ikan termasuk dalam kategori padat.oleh karna itu para penjual di pelelangan ikan di Sarankan  harus lebih memperhatikan kebersihan dan lingkungan disekitar pelelangan ikan dengan tidak membuang sampah ampas ikan disembarang tempat sehingga tidak menjadi tempat perkembangbiakan oleh lalat. Kata Kunci : Tingkat Kepadatan Lalat, Pelelangan Ikan Beba, SPAL, TPS, Air Bersih.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Pekerja Pengangkut Sampah Dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Di Kota Makassar DEWI PALETEAN; Hamsir Hamsir; ROSTINA ROSTINA
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 20, No 2 (2020): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v2i20.1851

Abstract

Alat Pelindung Diri (APD) merupakan seperangkat alat yang digunakan oleh tenaga kerja untuk melindungi seluruh atau sebagian tubuhnya terhadap kemungkinan adanya potensi bahaya kecelakaan kerja pada tempat kerja, penggunaan alat pelindung diri sering dianggap tidak penting ataupun diremehkan oleh para pekerja, terutama pada pekerja pengangkut sampah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap pekerja pengangkut sampah dengan penggunaan alat pelindung diri (APD) di TPA Antang Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan deskriftif melalui pengumpulan data berupa observasi, survei dan wawancara pada pekerja pengangkut sampah, dengan total sampel 36 orang. Penggolahan data dilakukan dengan menggunakan SPSS, Microsoft excel, dan kalkulator. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji chi square dan dilengkapi dengan tabel beserta pembahasan dan disimpulkan.Berdasarkan hasil uji chi square yang menunjukan p value = 0,908 (p value > 0,05) bahwa tidak ada hubungan pengetahuan dengan penggunaan alat pelindung diri. Sikap yang didapatkan p value = 0,166 (p value > 0,05) ini menunjukan bahwa tidak ada hubungan sikap dengan penggunaan alat pelindung diri.Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja pengangkut sampah, oleh karena itu disarankan untuk memberikan penyuluhan secara berkala kepada pekerja pengangkut sampah Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Pekerja pengangkut sampah, APD,
KEMAMPUAN ATRAKTAN (AIR RENDAMAN UDANG DAN FERMENTASI GULA PASIR PUTIH 35%) PADA PERANGKAP NYAMUK (MOSQUITO TRAP) DALAM PENGENDALIAN NYAMUK Baharuddin Sunu
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 17, No 2 (2017): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v17i2.824

Abstract

Nyamuk merupakan salah satu vektor penular penyakit, diantaranya Demam Berdarah Dengue (DBD), Filariasis (kaki gajah), Malaria, Chikungunya dan Encephalitis. Dari tahun ke tahun  kasus penyakit yang ditularkan oleh nyamuk selalu meningkat dan banyak menyebabkan kematian. Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui kemampuan jenis atraktan (air rendaman udang laut dan fermentasi gula putih 35%) pada perangkap nyamuk (mosquito trap) dalam pengendalian nyamuk.Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah  semua nyamuk yang berada di sekitar Jl. Tupai Kelurahan Bonto Biraeng Kecamatan Mamajang Kota Makassar.Tehnik pengambilan sampel adalah eksperimen semu (Quasy Experiment). Penelitian ini juga disebut preventive (community) trial karena dilaksanakan pada komunitas atau bertujuan untuk menghasilkan tindakan pencegahan dengan desain post test only control group yakni untukmengetahui kemampuan atraktan (air rendaman udang laut dan fermentasi gula pasir putih 35%) pada perangkap nyamuk (mosquito trap) dengan menggunakan air sumur sebagai kontrol yang dilakukan pada 10 rumah penduduk di Jl. Tupai. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa :dengan penambahan atraktan memiliki pengaruh sebagai umpan untuk menarik nyamuk agar hinggap pada perangkap dan penambahan atraktan fermentasi gula pasir putih 35% memiliki potensi atau kemampuan lebih besar dibandingkan air rendaman udang. Jumlah nyamuk yang terperangkap pada atraktan fermentasi gula pasir putih sebanyak 44 ekor sedangkan atraktan air rendaman udang sebanyak 2 ekor. Hal ini menunjukkan bahwa nyamuk menyukai cairan yang manis.  Bagi peneliti selanjutnya hendaknya membuat desain perangkap atau wadah nyamuk yang besar sehingga memudahkan nyamuk lebih banyak terperangkap serta mengindentifikasi dan menentukan tempat strategis untuk memasang perangkap sehingga dapat menjebak nyamuk sebanyak-banyaknya.Kata Kunci : Mosquito Trap, Air Rendaman Udang , Fermentasi Gula Pasir Putih 35%, Atraktan dan Nyamuk
EFEKTIFTAS BUBUK DAUN JERUK PURUT (CITRUS HYSTRIX) DAN DAUN SALAM (SYZYGIUM POLYANTHUM) SEBAGAI ZAT PENOLAK ALAMI KECOA AMERIKA (PERIPLANETA AMERICANA) Hamsir Hamsir; EKA ULFIANI
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 18, No 2 (2018): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v18i2.1143

Abstract

Kecoa merupakan serangga yang banyak menimbulkan kerugian bagi manusia.  Selain menimbulkan bau tidak sedap, kecoa juga merupakan vektor beberapa penyakit.  Kecoa amerika adalah kecoa yang paling sering ditemukan di pemukiman penduduk. Usaha pengendalian kecoa dengan insektisida sintetik kurang aman untuk digunakan karena zat kimia yang digunakan untuk mengusir kecoa juga dapat  meracuni manusia.   Solusi yang dapat dilakukan yaitu menggunakan zat penolak berbahan baku alami dari tumbuh-tumbuhan, seperti daun salam dan daun jeruk purut.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas daun jeruk dan daun salam sebagai zat penolak alami bagi kecoa amerika dewasa.  Masing-masing perlakuan dilakukan dengan 3 kali pengulangan. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen murni (true eksperiment). Popuplasi dalam penelitian ini Kecoak Amerika (Periplaneta americana) sebanyak 260 ekor. Hasil penelitian menunnjukkan bahwa bubuk daun jeruk purut lebih efektif jika dibandingkan dengan bubuk daun salam karna mampu mengusir dengan efektif  pada menit ke 60 dengan dosis 20  gr rata-rata mencapai 10 dari jumlah sampel seluruhnya yaitu 10 ekor, sedangkan bubuk daun salam mampu mengusir dengan efektif pada menit ke 60  dengan dosis 20 gr rata-rata jumlah kecoak yang  terusir hingga 9 ekor. Kesimpulan yang didapatkan dengan dosis yang sama dan waktu yang sama bubuk daun jeruk purut lebih efektif jika dibandingkan dengan bubuk daun salam. Disarankan agar pemerintah mempertimbangkan untuk menggunakan insektisida alami dalam pengendalian vektor.Kata Kunci : Kecoak Amerika, Daun Jeruk Purut, Daun Salam.
ANALISA KANDUNGAN KADMIUM (CD) PADA BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA) DI KELURAHAN MATARAN KECAMATAN ANGGERAJA KABUPATEN ENREKANG Rosnani Rosnani; Rasman rasman
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 19, No 2 (2019): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v19i2.1354

Abstract

Pemakaian bahan agrokimia dalam budidaya pertanian tidak dapat dihindarkan, selain keberhasilan yang dicapai, dapat juga menyebabkan akumulasi dan pencemaran pada tanah, tanaman/bawang merah (Allium Cepa) dan berpengaruh buruk terhadap kesehatan para petani, karena pupuk mengandung logam berat, salah satunya adalah Cadmium (Cd). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang kandungan logam berat Kadmium (Cd) pada bawang merah di Kelurahan mataran kecamatan anggeraja kabupaten enrekang. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional dan didukung oleh hasil pemeriksaan Laboratorium. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata kandungan kadmium (Cd) pada bawang merah titik kontur atas sebesar 0,1667 mg/kg, titik kontur tengah sebesar 0,1740 mg/kg, titik kontur bawah sebesar 0,2386 mg/kg dan sampel kering sebagai kontrol sebesar 0,2220 mg/kg. sampel titik kontur atas dan titik kontur tengah diperoleh hasil lebih rendah dibandingkan dengan sampel titik kontur bawah dikarenakan terjadinya limpasan unsur hara pada saat penyiraman dan mengalir kebagian bawah sehingga sampel pada bagian bawah mengalami akumulasi logam kadmium lebih banyak. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu kandungan logam berat kadmium Pada pemeriksaan sampel bawang merah (Allium Cepa). Dari ke empat sampel tersebut tidak memenuhi syarat hasil pemeriksan menunjukkan > 0,05 sesuai Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 04 / Permentan / PP.340 / 2 / 2015. Kata Kunci         :  Bahan Agrokimia,  Bawang merah (Allium Cepa), Kadmium (Cd).

Page 5 of 26 | Total Record : 257