Articles
170 Documents
ESTIMASI NILAI DAN DAMPAK EKONOMI DESA WISATA SRIMULYO BANTUL D.I. YOGYAKARTA
1;
1;
1
Develop Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (998.349 KB)
|
DOI: 10.25139/dev.v5i2.3344
Desa wisata Srimulyo merupakan kawasan wisata yang terbentuk pada tahun 2017. Secara geografis, desa ini berada di wilayah dataran dan perbukitan, sehingga memiliki beragam potensi alam yang dapat dimanfaatkan menjadi kawasan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai dan mengetahui dampak ekonomi yang dihasilkan dari kegiatan wisata. Metode penelitian yang digunakan adalah Individual Travel Cost Method (ITCM) untuk estimasi nilai ekonomi dan Keynesian Multiplier Effect untuk dampak ekonomi dari kegiatan wisata. Faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi fungsi permintaan wisata dengan metode ITCM adalah pendapatan wisatawan, biaya perjalanan, tingkat pendidikan dan jumlah anggota keluarga sedangkan faktor jarak tempat tinggal tidak berpengaruh signifikan. Untuk nilai Keynesian Multiplier Effect adalah dampak ekonomi secara langsung (direct effect) dari unit usaha dan pengelola yang terdapat di kawasan desa wisata Srimulyo sebesar Rp. 11.500.000 per bulan. Sedangkan, dampak tidak langsung (indirect effect) diperoleh dari hasil pendapatan tenaga kerja dan selurih unit usaha di kawasan desa wisata Srimulyo sebesar Rp. 5.700.000 per bulan. Hasil dampak ekonomi lanjutan (induces effect) sebesar Rp. 2.200.000 per bulan
PENGARUH INVENTARISASI DAN REVALUASI TERHADAP OPTIMALISASI PEMANFAATAN ASET (STUDI KASUS PADA SATUAN KERJA PERGURUAN TINGGI NEGERI WILAYAH YOGYAKARTA)
1
Develop Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1250.144 KB)
|
DOI: 10.25139/dev.v5i2.4166
Pengaruh Inventarisasi dan Revaluasi Terhadap Optimalisasi Pemanfaatan Barang Milik Negara. Salah satu masalah utama dalam pengelolaan aset adalah ketidakteraturan dalam penggunaan dan pemanfaatannya. Hal ini menyulitkan satuan kerja pemerintah untuk menentukan kepastian kekayaan harta kekayaan yang dikuasai atau dikelola, sehingga kekayaan cenderung tidak optimal dalam penggunaan atau pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Inventarisasi dan Revaluasi Terhadap Optimalisasi Pemanfaatan Aset di Satker Kemendikbudristek Daerah DIY. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Inventory, Legal Audit, dan Revaluasi. Dengan menggunakan purposive sampling, jumlah sampel penelitian yang diambil sebanyak 80 kuesioner dari pegawai yang menangani aset sebagai data pendukung informasi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Inventarisasi, Revaluasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Optimalisasi Pemanfaatan Aset, sedangkan Legal Audit tidak berpengaruh terhadap Optimalisasi Pemanfaatan Aset. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa inventarisasi, legal audit, dan revaluasi secara bersama-sama memberikan kontribusi terhadap optimalisasi pemanfaatan aset, yaitu sebesar 53,19%, dan sisanya sebesar 46,81% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian
PENGARUH SPIRITUAL QUOTIENT DAN WORKPLACE SPIRITUALITY TERHADAP DEVIANT WORKPLACE BEHAVIOR DENGAN JOB SATISFACTION SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA TENAGA KEPENDIDIKAN SEKOLAH DASAR ISLAM DI KOTA SURABAYA
1
Develop Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1061.315 KB)
|
DOI: 10.25139/dev.v5i2.4168
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Spiritual Quotient dan Workplace Sprituality terhadap Deviant Workplace Behavior dengan Job Satisfacation sebagai Variabel Intervening pada pegawai SDI AL Mufidah Surabaya. Populasi dalam penelitian ini adalah 30 orang dan sampel size sejumlah 30 responden dengan menggunakan sampel jenuh / sensus yang termasuk dalam non probability sampling. Alat analisis menggunakan data kuesioner yang diolah menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Sedangkan untuk menguji hipotesis menggunakan alat analisis Partial Least Square. Hasil pengujian menunjukkan variabel Spiritual Quotient berpengaruh signifikan terhadap variabel Deviant Workplace Behavior dengan nilai T-Statistik (3,697) > nilai T-Tabel (2,04), variabel Workplace Spirituality berpengaruh terhadap variabel Job Satisfaction dengan nilai T-Statistik (5,010) > nilai T-Tabel (2,04) dan Workplace Spirituality berpengaruh terhadap variabel Deviant Workplace Behavior dengan nilai T-Statistik (2,418) > nilai T-Tabel (2,04), sedangkan untuk pengaruh Spiritual Quotient dan Workplace Spirituality melalui Job Satisfaction sebagai variabel intervening tidak terbukti berpengaruh.
ANALISIS DAMPAK COVID-19 TERHADAP TINGKAT INFLASI SEPULUH BAHAN POKOK PANGAN STRATEGIS DI PASAR TRADISIONAL JAWA TIMUR
1;
1
Develop Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1418.529 KB)
|
DOI: 10.25139/dev.v5i2.4169
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pandemi Covid-19 terhadap Tingkat Inflasi Harga Sepuluh Komoditas Pangan Strategis dalam Perspektif Manajemen Ketahanan Harga Bahan Pokok Pangan di Jawa Timur yang terdampak akibat Covid-19 yang berdasarkan data dan literatur dari sudut pandang ilmu ekonomi dan manajemen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berbentuk studi, untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam sesuai fenomena. Data yang terkumpul dipelajari sebagai satu kesatuan yang tujuannya adalah untuk mengembangkan pengetahuan yang mendalam mengenai objek yang diteliti. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah: (1). Pengumpulan data melalui dokumen dan Studi Pustaka; (2). Melakukan display data dengan tujuan untuk menyusun dan menampilkan data sesuai sumber aslinya; (3). Melakukan reduksi data dengan tujuan proses melakukan pemilihan, penyederhanaan sesuai kebutuhan data (4). Menyajikan data dengan bentuk tabel dan gambar serta grafik; (5). Kemudian melakukan analisis dan pembahasan dengan tujuan untuk mengintepretasikan data dengan teori yang ada ; (6). Kemudian dilakukan Verifikasi data tujuan untuk merumuskan kesimpulan. Koefisien variasi (CV) harga komoditi di pasar tradisional dihitung berdasarkan data harga komoditi bulanan dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional mulai Maret 2020 sampai dengan Juni 2021. Koefisien variasi harga tertinggi terdapat pada komoditi Cabai Rawit sebesar 7.10%, disusul oleh bawang putih 3.51%, bawang merah 1.65%, Minyak goreng 0.87%, telur ayam 0.43%, gula pasir 0.24%, daging sapi 0.04%, dan terjadi deflasi untuk komoditas cabe merah 0.52% kemudian disusul harga Daging ayam 0.3%, Beras 0.27% (gambar 4). Koefisien keragaman harga komoditi masih berkisar 1.27% yang menunjukkan bahwa fluktuasi harga komoditi tersebut relatif stabil kecuali untuk Cabai Rawit, Bawang Putih dan cabai Merah. Waktu yang digunakan dalam menentukan data adalah adalah periode awal terjadinya kasus pandemi yaitu Maret 2020 sampai Juni 2021. Dasar menentukan waktu tersebut, karena pemerintah Jawa Timur memperlakukan beberapa kebijakan terkait dengan langkah penanggulangan penyebaran virus covid 19, mulai Pembatasan Sosial Berskala Besar; Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis mikro. Periode tersebut kemungkinan akan terjadi kepanikan masyarakat dan pembatasan-pembatasan sosial masyarakat akan menyebabkan kontraksi ekonomi yang tinggi. Penelitian kualitatif dianggap tepat dengan permasalahan yang akan diteliti yaitu untuk mendeskripsikan tentang dampak Covid-19 terhadap Inflsasi atau perubahan Harga Bahan Pokok Pangan strategis yang terdampak Pandemi covids-19.
ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, KETIMPANGAN PENDAPATAN, DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP INDEKS KEBAHAGIAAN DI INDONESIA TAHUN 2014 DAN 2017
1;
1
Develop Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (865.632 KB)
|
DOI: 10.25139/dev.v5i2.4171
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap indeks kebahagiaan, (2) menganalisis pengaruh kesenjangan pendapatan terhadap indeks kebahagiaan, (3) menganalisis pengaruh indeks pembangunan manusia (IPM) terhadap kebahagiaan. indeks di 33 provinsi tahun 2014 dan 34 provinsi pada tahun 2017 kemudian membandingkan hasil analisis pada kedua tahun tersebut. Penelitian ini menggunakan data sekunder; indeks kebahagiaan, pertumbuhan ekonomi, kesenjangan pendapatan, dan IPM yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Alat analisis yang digunakan adalah Ordinary Least Squares (OLS). Berdasarkan hasil analisis, pertumbuhan ekonomi tahun 2017, kesenjangan pendapatan tahun 2014 dan 2017 tidak berpengaruh signifikan terhadap indeks kebahagiaan. Sedangkan pertumbuhan ekonomi tahun 2014 dan IPM tahun 2014 dan 2017 berpengaruh positif dan signifikan terhadap indeks kebahagiaan.
Strategi Pengembangan Desa Inovasi Pariwisata Kota Batu Dengan Local Economic Resources Development (LERD)
Rahmasari, Anggraeni;
Pudjowati, Juliani
Develop Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (84.175 KB)
|
DOI: 10.25139/dev.v1i1.68
Pembangunan ekonomi lokal tidak dapat dilepaskan dari upaya mendorong pengembangan tingkat desa yang berbasis pada kearifan lokal, potensi sumber daya dan keunikannya atau Local Economic Resources Development (LERD). Istilah Desa Inovasi adalah desa yang mampu memanfaatkan sumber daya desanya dengan cara baru, mengacu pada gagasan bahwa desa dalam kehidupannya untuk melakukan kegiatan-kegiatannya bukan hanya sekedar rutinitas hidup saja, tetapi kehidupan yang selalu bergerak penuh dengan inovasi-inovasi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakatnya. Pengembangan desa inovasi dapat mejadi salah satu solusi percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan desa inovasi pada dasarnya dapat diterapkan pada beberapa sektor diantaranya adalah pengembangan desa inovasi sektor pariwisata yang merupakan salah satu strategi yang perlu dikembangkan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang timbul di desa terutama dalam rangka meningkatkan daya saing desa yang kemudian berujung pada peningkatan daya saing daerah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu suatu penelitian kontekstual yang menjadikan manusia sebagai instrumen dan disesuaikan dengan situasi yang wajar dalam kaitannya dengan pengumpulan data yang pada umumnya bersifat kualitatif. Tujuan yang hendak didapat dari penelitian ini, adalah mengetahui potensi desa, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dan mendapatkan solusi strategi pengembangan desa inovasi sektor pariwisata di Kota Batu. Kata kunci: strategi pengembangan, desa inovasi, pariwisata, Kota Batu
Pengaruh Exchange Rate dan GDP Terhadap Ekspor dan Impor Indonesia
Adi, Lumadya
Develop Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (138.73 KB)
|
DOI: 10.25139/dev.v1i1.69
The purpose this research is to examine the impact of Exchange Rate and GDP on Indonesia’s Export and Import. Tools analysis is Dynamics Ordinary Least Square (DOLS): Error Correction Model (ECM). The result are: 1. GDP influence positif and significant in short-term and longterm relationship on Indonesia’s impor; 2. Exchange Rate influence positif and significant in short-term and longterm relationship on Indonesia’s impor; 3. GDP influence positif and significant in short-term but negatif and significant in longterm relationship on Indonesia’s export; 4. Exchange rate influence positif and significant in short-term but negatif and significant in longterm relationship on Indonesia’s export.Keywords: error correction model, gdp, exchange rate, impor, ekspor
KAJIAN KETIMPANGAN FISKAL (FISCAL IMBALANCE) DAN KEBIJAKAN DESENTRALISASI FISKAL PADA DAERAH OTONOM
Suyanto, Suyanto
Develop Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (136.398 KB)
|
DOI: 10.25139/dev.v1i1.70
Tulisan ini mengkaji secara deskriptif ketimpangan fiskal (fiscal imbalance), baik sebelum maupun setelah otonomi daerah diterapkan. Ketimpangan fiskal (fiscal imbalance) pada tulisan ini, meliputi ketimpangan fiskal vertikal (vertical fiscal imbalance), maupun ketimpangan fiscal horisontal (horizontal fiscal imbalance) yang dikaji berdasarkan tingkatan pemerintahan, baik pada  kabupaten / kota mapun provinsi.Konsep perhitungan besarnya koefisien ketimpangan fiskal dilakukan menggunakan berbagai formula dari para ahli, dimana koefisien ketimpangan fiskal vertikal (vertical fiscal imbalance) nilainya antara 0 sampai dengan 1.  Semakin kecil nilai koefisien berarti daerah semakin tergantung pada pemerintah pusat. Sebaliknya semakin besar koefisien ketimpangan fiskal menunjukkan semakin mandiri daerah-daerah tersebut dalam membiayai pengeluarannya.Kata Kunci : Ketimpangan fiskal, Desentralisasi fiskal, daerah otonom.
ANALISIS SEKTOR BASIS DI KABUPATEN LAMONGAN ( ANALISIS LOCATION QUOTIENT)
zamida, zamida
Develop Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (140.002 KB)
|
DOI: 10.25139/dev.v1i1.72
Pembangunan daerah agar dapat tercapai tujuan yang efektif dan efisien maka Pemerintah Daerah dituntut untuk lebih berfungsi sesuai tugas, pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Oleh karena itu pembangunan daerah merupakan usaha mengembangkan dan memperkuat Pemerintah Daerah dalam rangka semakin mantapnya otonomi daerah yang nyata serta bertanggung jawab. Mengembangkan metode untuk menganalisa perekonomian suatu daerah sangatlah penting artinya dalam usaha mengumpulkan lebih banyak mengenai potensi suatu daerah, pertumbuhan ekonomi daerah serta struktur ekonomi suatu daerah. Atas dasar pemikiran tersebut penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sektor sektor ekonomi potensial yang menjadi Sektor Basis di Kabupaten Lamongan. Selain itu juga bertujuan agar dapat mengetahui struktur ekonomi yang ada di Kabupaten Lamongan Propinsi Jawa Timur.Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari berbagai lembaga terkait seperti halnya Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan. dalam menganalisis sektor-sektor yang menjadi sektor basis digunakan analisis Location Quotient (LQ) dan anlisis tabel dengan definisi operasional meliputi Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Lamongan dan Produk Domestik Regional Bruto Propinsi Jawa Timur.Hasil analisis LQ menunjukkan bahwa Sektor Pertanian dan Sektor Jasa menjadi Sektor Basis di Kabupaten Lamongan sedangkan sektor lainnya termasuk ke dalam Sektor non Basis. Dengan analisis tabel menunjukkan bahwa di Kabupaten Lamongan masih mengandalkan Sektor Pertanian sebagai penyokong utama perekonomian di Kabupaten Lamongan. Artinya bahwa Kabupaten Lamongan masih tergolong ke dalam struktur ekonomi Sektor Pertanian yang hanya mengandalkan alam untuk matapencaharian sehari-hari di Kabupaten Lamongan. Kata kunci : PDRB, LQ dan Struktur Ekonomi
PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN BANGKALAN SETELAH ADANYA PEMBANGUNAN JEMBATAN SURAMADU (ANALISIS TEORI HARROD-DOMAR)
Suprijati, Jajuk;
Yakin, Ainul
Develop Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (135.068 KB)
|
DOI: 10.25139/dev.v1i1.294
Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu proses menuju perubahan yang diupayakan secara terus menerus untuk meningatkan kesejahteraan masyarakat.Pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah dilihat dari besarnya sumbangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas harga yang berlaku ataupun atas harga konstan. Sedangkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah seluruh total output dan ukuran prestasi dari seluruh sektor ekonomi serta indikator pertumbuhan suatu wilayah. Pembangunan Jembatan Suramadu sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bangkalan diharapkan dapat mendongkrak atau menunjang pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bangkalan.Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari instansi-instansi seperti: Badan Pusat Statisti dan berbagai literature yang menunjang dan tehnik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa kualitatif dengan pendekatan teori harrod – domar.Dari hasil analisis dapat diketahui sektor-sektor yang pertumbuhannya relatif cepat setelah adanya pembangunan jembatan Suramadu menurut harga konstan pada Tahun 2013. Yang pertama adalah sektor pertanian sebesar Rp.1,310,393.89 Milyar, yang kedua yaitu perdagangan hotel dan restoran sebesar Rp. 1,104,510.11 Milyar dan yang terakhir sektor jasa jasa yaitu sebesar Rp. 545,609.00 Milyar. Selain itu juga dapat diketahui pertumbuhan rata-rata dalam persen selama 5 tahun sebelum dan sesudah adanya Jembatan Suramadu. Sebelumadanya Jembatan Suramadu pertumbuhan aktual (Gn) sebesar 15,7% dan pertumbuhan terjamin (Gw) sebesar 4,9%. Selanjutnya sesudah adanya pembangunan jembatan Suramadu, pertumbuhan aktual (Gn) sebesar 12,02% dan pertumbuhan terjamin (Gw) yaitu sebesar 5,9%.Sebelum adanya Jembatan Suramadu Gn > Gw, Namun sesudah adanya Jembatan Suramadu Gn masi tetap lebih besar dari pada Gw (Gn > Gw) atau pertumbuhan aktual lebih besar dari pada pertumbuhan terjamin. Maka pembangunan JembatanSuramadu belum berdampak pada pertumbuhnan ekonomi di Kabupaten Bangkalan.Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bahkaan dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintahKata kunci: Pertumbuhan Ekonomi, Pembangunan Ekonomi, Harga Berlaku(Gn), Harga Konstan (Gw)