cover
Contact Name
Agus Mailana
Contact Email
agus.mailana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agus.mailana@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : 24069582     EISSN : 25812564     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir: is a peer review of a national journal published by the Tarbiyah Department of Al Hidayah Islamic High School in Bogor in an Islamic Education study program. This journal focuses on issues of Qur'anic science and interpretation.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 02 (2018)" : 5 Documents clear
KONSEP AL-ṢIRᾹṬ AL-MUSTAQĪM DALAM AL-QUR`AN (Studi Tafsir Tematik Ayat-ayat yang Menjelaskan Term Al-Ṣirāṭ Al-Mustaqīm) Rahman, Arief; Maya, Rahendra; Sholahudin, Sholahudin
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 3, No 02 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.599 KB) | DOI: 10.30868/at.v3i02.317

Abstract

Tulisan ini mendiskusikan tentang salah satu term dalam al-Qur’an yaitu kata  Al-Ṣirāṭ Al-Mustaqīm yang diungkapan Allah dalam banyak surat.  Untuk menggali makna tersebut penulis menelusuri dan mengkajinya berdasarkan pandangan mufassir dan sarjana muslim terhadapnya. Secara ringkas penulis simpulakan bahwa Al-Ṣirāṭ Al-Mustaqīm adalah satu-satunya jalan kebenaran yang dapat menghantarkan seseorang menuju Allah dan surga-Nya. Jika ditelusuri melalui lembaran sejarah, akan didapati bahwa penyimpangan dari  Al-Ṣirāṭ Al-Mustaqīm disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya syubhat/kebodohan, shahwat/hawa nafsu, dan juga dikarenakan peranan setan dalam menjerumuskan manusia sangat dominan. Adapun pendekatan dalam penulisan artikel ini adalah melalui pendekatan kepustakaan dengan mengkaji  dan menelaah sumber data yang berkaitan dengan kata Al-Ṣirāṭ Al-Mustaqīm dalam al-Qur’an. Dalam artikel ini penulis mendapatkan adanya perbedaan pemaknaan antar mufassir terhadap kata al-Ṣirāṭ al-Mustaqīm yang terdapat dalam al-Qur’an. Sebagian mereka ada yang menyatakan bahwa Al-Ṣirāt al-Mustaqīm adalah Islam, ada yang menyatakan Al-Ṣirāt al-Mustaqīm adalah al-ḥaqq (kebenaran), lainnya lagi berkata bahwa al-Ṣirāṭ al-Mustaqīm, adalah Nabi Muhammad  dan kedua sahabatnya, Abu Bakar dan Umar rodhiallahu an’hu.
MANHAJ TAFSIR AL-MIZAN FI TAFSIR AL-QUR’AN Karya Muhammad Husain Tabataba’i Fauzan, Ahmad
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 3, No 02 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.677 KB) | DOI: 10.30868/at.v3i02.262

Abstract

Secara teologis-normatif, kebenaran al-Qur’an adalah mutlak, sebab ia berasal dari Dzat Yang Maha Benar dan Mutlak. Namun demikian, setelah yang mutlak itu dipahami, dan dimasukkan dalam disket pemikiran manusia (mufassir), ia berubah menjadi relatif kebenarannya, karena tidak mungkin yang relatif itu (yaitu pemikiran manusia) akan mampu menangkap seratus persen dari yang Maha Mutlak tersebut. Oleh sebab itu, meskipun teks al-Qur’an itu tunggal, namun pada kenyataannya hasil dari pemahaman dan penafsiran terhadap teks itu akan mengalami keragaman, bahkan kadang tampak ada kontradiksi antara satu dengan lainnya. Seperti dalam kitab tafsir al-Mi>za>n karya T{aba>t}a>ba’i yang penafsirannya dengan cara menjelaskan ayat dengan ayat, riwayat. Kemudian beliau juga menjelaskan ayat dengan berbagai pendekatan, seperti filsafat (falsafy), sosiologis (ijtima’i), historis (ta>rikhy), ilmiah (‘ilmy), ilmiah dan etika (‘ilmy wa akhlaqy), ilmiah dan filosofis (‘ilmy wa falsafy), dan rassional dan qur’ani (‘aqly wa qur’any).
ANAK SEBAGAI QURRATU A’YUN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Hatipah, Ipah; Triana, Rumba; Rokim, Syaeful
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 3, No 02 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.949 KB) | DOI: 10.30868/at.v3i02.314

Abstract

Keluarga merupakan pilar dalam bermasyarakat. Kebaikan bangsa terukur dari keluarga yang ada pada negara tersebut, keluarga kuat maka sebuah negara akan kuat, sebaliknya jika dalam sebuah negara keluarga-keluarga di dalamnya lemah maka akan lemah pula negara tersebut. Penguatan unsur keluarga harus dilakukan seluruh anggota keluar, baik bapak, ibu dan anak. Dalam tema tulisan ini penguatan keluar yang akan ditekankan adalah anak. Anak merupakan salah satu sumber kebahagian dalam keluarga, sehingga sekuat tenaga setiap keluarga mengharapakan anaknya dapat menjadi Qurratu ‘Ayun bagi mereka. Maka dalam penelitian ini akan dibahas tentang hakikat dari Qurratu ‘Ayun berdasarkan ayat-ayat Al-Quran, serta penjelasan para ulama mengenai hakikat dari Qurratu ‘Ayun.
ATENSI AL-QUR’AN TERHADAP ANAK YATIM: Studi Al-Tafsir Al-Wasith Karya Wahbah Al-Zuhailî Maya, Rahendra; Sarbini, Muhammad
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 3, No 02 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.715 KB) | DOI: 10.30868/at.v3i02.315

Abstract

Artikel ini ditujukan untuk mengetahui interpretasi dan penafsiran Wahbah Al-Zuhailî sebagai salah seorang mufassir kontemporer terhadap atensi perhatian yang sangat mendalam dan komprehensif dari ayat-ayat Al-Qur’an kepada anak yatim dengan berbagai bentuk perbuatan baik (ihsân) kepadanya. Yaitu perbuatan baik yang bersifat umum-general dan perbuatan baik dalam wujud khusus lagi terdefinisikan bentuknya; berupa perintah dan larangan terhadap suatu perbuatan baik tertentu kepada yatim tersebut. Penafsiran dan paradigma pemikiran Wahbah Al-Zuhailî sebagai mufassir otoritatif secara spesifik antara lain terdeskripsikan dalam tiga karya tafsir ilmiah populernya, antara lain adalah kitab Al-Tafsîr Al-Wasîth sebagai objek utama studi dalam artikel ini.
DIALEKTIKA RASULULLAH TERHADAP AL-QUR`AN Wahidin, Ade
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 3, No 02 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.076 KB) | DOI: 10.30868/at.v3i02.316

Abstract

Al-Qur’an yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad untuk seluruh manusia merupakan anugerah terindah dan salah satu manifestasi kasih sayang Allah kepada para hamba-Nya. Manusia bukan hanya diperintahkan untuk membacanya, tetapi juga diperintahkan untuk memahaminya. Seseorang dapat memahami Al-Qur’an dengan baik dan benar, salah satunya dengan merujuk kepada sumber tafsir yang otoritatif. Sumber tafsir terbaik yang paling otoritattif setelah Al-Qur’an adalah al-Sunnah. Yaitu menafsirkan ayat Al-Qur’an dengan hadits-hadits Nabi Muhammad. Hal ini disebabkan Nabi memiliki kedudukan paling tinggi sebagai penyampai risalah Allah dan penafsir ayat-ayat- Nya

Page 1 of 1 | Total Record : 5