Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Dr. Soetomo dengan frekuensi terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ilmiah fonema berisi tulisan yang berasal dari hasil penelitian, kajian atau karya ilmiah di bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4 No 2 (2021)"
:
12 Documents
clear
Aspek Semiotik dan Nilai Pendidikan Karakter pada Lirik Tembang Dolanan Karya Sunan Giri
Zini Rodatul Ashab;
Hannan Nawawi;
Supriyah
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25139/fn.v4i2.3585
Dalam Penelitian ini, Peneliti memilih meneleliti tembang dolanan karya Sunan Giri terdapat banyak nila-nilai pendidikan yang diajarkannya, Namun untuk saat ini tembang dolanan karya wali songo dan juga Karya Sunan Giri kurang dikenal dikalangan remaja, remaja saat ini malah lebih mengenal lagu-lagu pop, dangdut dan rege yang diciptakan dan dinyanyian oleh para penyanyi lirik-liriknya yang membuat mereka tertarik untuk mempelajarinya dan menghafalkanya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aspek semiotik dalam teks lirik tembang dolanan karya Sunan Giri dan Nilai pendidikan karakter karya Sunan Giri dengan Oleh sebab itu, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, sehingga dalam hasil penelitian ini dipaparkan teks tembang dolanan karya Sunan Giri dengan mengunakn teori aspek semiotik dan Nilai pendidikan karakter. Hasil penelitian ini diharapkan memberi manfaat pemahaman dan menjadi bahan pengembangan yang lebih baik tentang aspek semiotik dan nilai pendidikan karakter yang ada di masyarakat melalui artefak dan legenda dari sunan Ampel dengan sunan Bungkul.Bermanfaat untuk memberikan pengajaran di Sekolah mengenai kesastraan. Bermanfaat bagi masyarakat untuk memahami dan mewariskan artefak dan legenda kepada anak cucunya.
Diksi, Pengimajian, dan Tipografi pada Puisi “Terengah-Engah dalam Tabung dan Selang†Oleh Peri Sandi Huizache
Nofansyah;
Redyanto Noor
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25139/fn.v4i2.4181
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dari diksi, pengimajian, dan tipografi pada puisi yang berjudul Terengah-Engah dalam Tabung dan Selang karya Peri Sandi Huizache. Peneliti menggunakan satu judul puisi dari dua puluh dua judul puisi pada kumpulan puisi esai Mata Luka Sengkon Karta karena bertemakan kemanusiaan dan keadilan yang menjadi fenomena dan realita di negara saat ini. Data dalam pada penelitian kali ini didapatkan dari Kumpulan Puisi Esai Mata Luka Sengkon Karta Karya Peri Sandi Huizache, sedangkan sumber data berupa salah satu puisi dari kumpulan puisi esai tersebut. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif yang berarti fakta dan data yang telah dikumpulkan oleh peneliti berbentuk kata atau gambar. Data berupa kata, frasa, dan kalimat yang berkaitan dengan pembahasan pada penelitian dikumpulkan dengan teknik simak catat setelah melalui pembacaan tertutup terhadap objek penelitian. Teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan cara teknik pustaka dan juga mencari, mengumpulkan, membaca, dan mempelajari bagian-bagian teks yang berhubungan dengan permasalahan yang dibahas, yaitu mengenai kemanusiaan dan keadilan.Hasil penelitian ini menunjukkan diksi, imaji, dan tipografi dari pada puisi tersebut. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa pada puisi yang berjudul Terengah-Engah dalam Tabung dan Selang karya Peri Sandi Huizache memiliki diksi yang beragam dan pengimajian yang kuat.
Gaya Penulisan Teras Berita pada Berita Utama Surat Kabar Surya
Rustiati;
Ardi Wina Saputra
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25139/fn.v4i2.4186
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya penulisan teras berita pada berita utama surat kabar Surya berdasarkan rumus 5W + 1H dan rumus di luar 5W + 1H.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa teks teras berita. Sumber data penelitian ini berupa berita utama surat kabar Surya.. Temuan penelitian (1) Gaya penulisan teras berita berdasarkan rumus 5W + 1H berupa kalimat dan paragraf . (a) Kalimat terbanyak diawali unsur siapa, gaya penulisan berbentuk ringkas. (b) Paragraf dua kalimat terbanyak diawali unsur siapa. Gaya penulisan teras berita berbentuk ringkas dan panjang. ( c) Paragraf tiga kalimat semuanya diawali unsur siapa dan gaya penulisan tergolong panjang. (2) Gaya penulisan teras berita di luar rumus 5W + 1H pada umumnya berbentuk pernyataan. (3) Keenam unsur siapa, apa, mengapa, kapan, dan bagaimana dari rumus 5 W +1 H tidak terdapat secara lengkap dalam gaya penulisan teras berita.
Analisis Kontrastif Pemerlengkap (Complementizer) dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia
Karimah, Izzati
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25139/fn.v4i2.4232
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengontraskan pemerelngkap dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode deskriptif-kualitatif. Ada beberapa teori yang digunakan dalam penelitian yakni teori klausa pemerlengkapan oleh Dixon (2010) dan teori analisis kontrastif oleh Krzeszowski (1990). Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan tiga tahapan: mendeskripsikan, menyatarakan, dan membandingkan. Dari analisis dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa persamaan dan perbedaan pemerlengkap dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Persamaan yang ditemukan yakni secara umum bahasa Inggris menggunakan pemerlengkap that, to, dan for sedangkan bahasa Indonesia menggunakan pemerlengkap bahwa, untuk, serta supaya dan agar. Di samping itu terdapat beberapa perbedaan yakni bahasa Inggris memiliki pemerlengkap –ing, dalam bahasa Indonesia terdapat beberapa pemerlengap berupa kata tanya, dan ada relasi penggunaan kala, aspek, dan modal dalam bahasa Inggris dengan penggunaan pemerlengkap.
KAJIAN MISTIS, ONTOLOGIS, DAN FUNGSIONAL LEGENDA MAKAM KERAMAT DI SURABAYA SEBAGAI BENTUK PERKEMBANGAN BUDAYA
Sudarwati;
Novi Andari
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25139/fn.v4i2.4233
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perubahan perkembangan budaya masyarakat Surabaya terhadap makam-makam keramat dari segi mistis, ontologis dan fungsional.Teori yang digunakan adalah teori yang dibuat oleh C.A.van Peursen. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Pencarian data primernya dengan wawancara dengan juru kunci, masyarakat sekitar, dan pengunjung makam. Sampel makam yang diteliti yaitu makam Eyang Kudo Kardono, Eyang Windu, makam Sawunggaling, makam Joko Jumput, makam Eyang Gusti Wongso Negoro. Data sekunder mengunakan buku Folklore Surabaya dan buku-buku yang terkait. Hasilnya dimensi mistis, ontologis, dan fungsional terealisasi di lima makam keramat. Pada aspek mistis, banyak pengunjung makam yang percaya atas kesaktian tokoh yang ada di makam tsb bisa mengabulkan semua permintaan, asalkan pengunjung memenuhi syarat. Saat itu pengunjung melakukan ritual-ritual mistis. Pada aspek ontologis, pemikiran masyarakat tidak bergantunglagi pada hal-hal gaib , mereka tidak menaruh sesajen di makam. Namun mereka hanya melakukan ziarah makam, slametan. Masyarakat sudah bisa berpikir logis dan hidup berdampingan dengan kehidupan nyata. Aspek fungsional terlihat dari masyarakat yang memfungsikan makam-makam tsb. sebagai objek ilmu pengetahuan, objek wisata religi, objek wisata budaya.
Estetika Bahasa Indramayu pada Novel Aib dan Nasib Karya Minanto (Kajian Sosiolinguistik)
Latifah, Suci Ayu;
Sri Utami;
Wahyu Widayati
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25139/fn.v4i2.4251
Penelitian bertujuan untuk mendedah estetika bahasa Indramayu fokus pada variasi bahasa dari segi penutur dalam novel Aib dan Nasib karya Minanto. Hal ini dilakukan karena teks novel banyak menyisipkan warna bahasa dalam stilistika penceritaan. Aib dan Nasib menceritakan kehidupan masyarakat Indramayu dari keseluruhan aktivitasnya. Mulai dari interaksi sosial, sistem kekerabatan, hingga kultur masyarakat. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif, dengan objek penelitian Aib dan Nasib karya Minanto. Adapun teknik menggunakan studi pustaka dengan teknik deskriptif analitis sebagai teknik analisis data. Hasil temuan menunjukkan variasi bahasa seperti dialek, ideolek, kronolek, dan sosiolek. Pengemasan estetika bahasa tampak dari kreativitas pengarang melalui dialog, narasi, dan deskripsi. Estetika bahasa dalam novel menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan bahasa dengan sekelompok masyarakat.
Aspek Semiotik dan Nilai Pendidikan Karakter pada Lirik Tembang Dolanan Karya Sunan Giri
Zini Rodatul Ashab;
Hannan Nawawi;
Supriyah
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Dr. Soetomo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1057.915 KB)
|
DOI: 10.25139/fn.v4i2.4487
Dalam Penelitian ini, Peneliti memilih meneleliti tembang dolanan karya Sunan Giri terdapat banyak nila-nilai pendidikan yang diajarkannya, Namun untuk saat ini tembang dolanan karya wali songo dan juga Karya Sunan Giri kurang dikenal dikalangan remaja, remaja saat ini malah lebih mengenal lagu-lagu pop, dangdut dan rege yang diciptakan dan dinyanyian oleh para penyanyi lirik-liriknya yang membuat mereka tertarik untuk mempelajarinya dan menghafalkanya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aspek semiotik dalam teks lirik tembang dolanan karya Sunan Giri dan Nilai pendidikan karakter karya Sunan Giri dengan Oleh sebab itu, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, sehingga dalam hasil penelitian ini dipaparkan teks tembang dolanan karya Sunan Giri dengan mengunakn teori aspek semiotik dan Nilai pendidikan karakter. Hasil penelitian ini diharapkan memberi manfaat pemahaman dan menjadi bahan pengembangan yang lebih baik tentang aspek semiotik dan nilai pendidikan karakter yang ada di masyarakat melalui artefak dan legenda dari sunan Ampel dengan sunan Bungkul.Bermanfaat untuk memberikan pengajaran di Sekolah mengenai kesastraan.Bermanfaat bagi masyarakat untuk memahami dan mewariskan artefak dan legenda kepada anak cucunya.
Diksi, Pengimajian, dan Tipografi pada Puisi “Terengah-Engah dalam Tabung dan Selang” Oleh Peri Sandi Huizache
Nofansyah syah;
Redyanto Noor
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Dr. Soetomo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (987.446 KB)
|
DOI: 10.25139/fn.v4i2.4488
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dari diksi, pengimajian, dan tipografi pada puisi yang berjudul Terengah-Engah dalam Tabung dan Selang karya Peri Sandi Huizache. Peneliti menggunakan satu judul puisi dari dua puluh dua judul puisi pada kumpulan puisi esai Mata Luka Sengkon Karta karena bertemakan kemanusiaan dan keadilan yang menjadi fenomena dan realita di negara saat ini. Data dalam pada penelitian kali ini didapatkan dari Kumpulan Puisi Esai Mata Luka Sengkon Karta Karya Peri Sandi Huizache, sedangkan sumber data berupa salah satu puisi dari kumpulan puisi esai tersebut. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif yang berarti fakta dan data yang telah dikumpulkan oleh peneliti berbentuk kata atau gambar. Data berupa kata, frasa, dan kalimat yang berkaitan dengan pembahasan pada penelitian dikumpulkan dengan teknik simak catat setelah melalui pembacaan tertutup terhadap objek penelitian. Teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan cara teknik pustaka dan juga mencari, mengumpulkan, membaca, dan mempelajari bagian-bagian teks yang berhubungan dengan permasalahan yang dibahas, yaitu mengenai kemanusiaan dan keadilan.Hasil penelitian ini menunjukkan diksi, imaji, dan tipografi dari pada puisi tersebut. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa pada puisi yang berjudul Terengah-Engah dalam Tabung dan Selang karya Peri Sandi Huizache memiliki diksi yang beragam dan pengimajian yang kuat.
Gaya Penulisan Teras Berita pada Berita Utama Surat Kabar Surya
Rustiati;
Ardi Wina Saputra
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Dr. Soetomo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1039.662 KB)
|
DOI: 10.25139/fn.v4i2.4489
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya penulisan teras berita pada berita utama surat kabar Surya berdasarkan rumus 5W + 1H dan rumus di luar 5W + 1H.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa teks teras berita. Sumber data penelitian ini berupa berita utama surat kabar Surya.. Temuan penelitian (1) Gaya penulisan teras berita berdasarkan rumus 5W + 1H berupa kalimat dan paragraf . (a) Kalimat terbanyak diawali unsur siapa, gaya penulisan berbentuk ringkas. (b) Paragraf dua kalimat terbanyak diawali unsur siapa. Gaya penulisan teras berita berbentuk ringkas dan panjang. ( c) Paragraf tiga kalimat semuanya diawali unsur siapa dan gaya penulisan tergolong panjang. (2) Gaya penulisan teras berita di luar rumus 5W + 1H pada umumnya berbentuk pernyataan. (3) Keenam unsur siapa, apa, mengapa, kapan, dan bagaimana dari rumus 5 W +1 H tidak terdapat secara lengkap dalam gaya penulisan teras berita.
Analisis Kontrastif Pemerlengkap (Complementizer) dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia
Izzati Karimah
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Dr. Soetomo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1009.037 KB)
|
DOI: 10.25139/fn.v4i2.4490
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengontraskan pemerelngkap dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode deskriptif-kualitatif. Ada beberapa teori yang digunakan dalam penelitian yakni teori klausa pemerlengkapan oleh Dixon (2010) dan teori analisis kontrastif oleh Krzeszowski (1990). Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan tiga tahapan: mendeskripsikan, menyatarakan, dan membandingkan. Dari analisis dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa persamaan dan perbedaan pemerlengkap dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Persamaan yang ditemukan yakni secara umum bahasa Inggris menggunakan pemerlengkap that, to, dan for sedangkan bahasa Indonesia menggunakan pemerlengkap bahwa, untuk, serta supaya dan agar. Di samping itu terdapat beberapa perbedaan yakni bahasa Inggris memiliki pemerlengkap –ing, dalam bahasa Indonesia terdapat beberapa pemerlengap berupa kata tanya, dan ada relasi penggunaan kala, aspek, dan modal dalam bahasa Inggris dengan penggunaan pemerlengkap.