cover
Contact Name
Imron Amrullah
Contact Email
imron.amrullah@unitomo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fonema@unitomo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 26213257     EISSN : 26212900     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Dr. Soetomo dengan frekuensi terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ilmiah fonema berisi tulisan yang berasal dari hasil penelitian, kajian atau karya ilmiah di bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra.
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
Pola Bermain Anak Usia Dini di Era Gadget Siswa Paud Mutiara Bunda Sukodono Sidoarjo Sucipto, Sucipto; Huda, Nuril; Huda, Nuril
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 6 (2016)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1208.468 KB) | DOI: 10.25139/fonema.v3i6.257

Abstract

Ativities Children’s playground has develop over time, which is reflected in the pattern of paly and type of play equipment used. One form of technology that is very popular these days is the gadget. The use of these can be found everywhere, both in adults to children in early age including children in Mutiara Bunda Palgroup, SUkodono Sidoarjo. It raises question to do research including: (1) How do the patterns of early chilboad play in the era of Gadged? (2) how far early chilboad have been using gadgeds? (3) what positive and negative impact of the use of gadgets? While empirical studies done by canducting research on 36 children in in Mutiara Bunda Palgroup, SUkodono Sidoarjo. Data obtained from the parents by using questionaires and the data has been analysed. The finding of the studi states that 50% of the 36 children chose to play a pssive form and 44% of active and passive play. The use of gadgets have positive and negative effect for children ins early chilbood
LEGENDA PETILASAN SUNAN KALIJAGA DI DESA SUROWITI KECAMATAN PANCENG KABUPATEN GRESIK DENGAN TEORI NILAI BUDAYA saleh, haerus; faizin, afan
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.847 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i1.1024

Abstract

Legenda merupakan salah satu tugas bagi generasi muda untuk tanggap dalam melestarikan warisan nenek moyang kita. Warisan yang sangat berharga dan berguna tersebut jangan sampai dilalaikan dan punah begitu saja. Berkaitan dengan ini peneliti tertarik dan berkeinginan untuk meneliti Legenda Petilasan Sunan Kalijaga di Desa Surowiti Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik dengan Teori Nilai Budaya. Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana nilai budaya yang ada dalam legend petilasan sunan kalijaga di desa Surowiti kecamatan Panceng kabupaten Gresik. Manfaat penelitian ini ada dua yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis. Objek penelitian legenda petilasan sunan kalijaga di desa Surowiti kecamatan Panceng kabupaten Gresik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan (1) teknik pengamatan, (2) teknik wawancara, (3) teknik perekaman, (4) teknik simak, (5) teknik pencatatan, (6) teknik transkripsi, dan (7) teknik terjemahan. Teknik analisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Teknik pengolahan data dilakukan dengan (1) pengumpulan data, (2) klasifikasi data, (3) transkripsi data, (4) analisis data, dan (5) membuat kesimpulan dari hasil analisis. Simpulan dari penelitian ini adalah ditemukan nilai budaya dalam legenda petilasan sunan kalijaga sebagai berikut (1) Nilai budaya hubungan manusia dengan masyarakat; a) Tolong menolong. b) Tidak mendendam. c) Percaya terhadap sesama. d) Saling menghargai. e) Bekerja sama. f) Saling melindungi. g) Hidup rukun. h) Saling mengenal. (2) Nilai budaya hubungan manusia dengan tuhan; a) Bertaqwa yang meliputi: memeluk ajaran islam, Puasa sunnah, dan Berziarah kubur. (3) Nilai budaya hubungan manusia dengan alam lingkungan yaitu : a) Melestarikan lingkungan. (4) Nilai budaya hubungan manusia dengan diri sendiri yaitu : a) mempertahankan diri. Kata Kunci : Nilai Budaya dan Legenda
Kajian Dialektologi Bahasa Madura Dialek Bangkalan Dewi, Fitria; Widayati, Wahyu; Sucipto, Sucipto
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.381 KB) | DOI: 10.25139/fonema.v4i2.759

Abstract

Adanya variasi bahasa yang terdapat di Kecamatan Arosbaya dan Geger serta daerah tersebut memungkinkan untuk pengambilan data dikarenakan daerah tersebut termasuk daerah pesisir dan pegunungan menjadikan faktor adanya suatu dialek. Rumusan masalah yang muncul ialah bagaimana pemakaian Bahasa Madura dialek Bangkalan di Kecamatan Arosbaya dan Kecamatan Geger Kabupaten Bangkalan? Dengan tujuan menganalisis pemakaian Bahasa Madura dialek Bangkalan di Kecamatan Arosbaya dan Kecamatan Geger Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif dengan data mentah berupa ujaran percakapan yang kemudian di transkripsikan ke bentuk tulisan yang berupa kalimat dan kata. Data tersebut diperoleh dari sumber penduduk asli daerah penelitian sesuai dengan criteria sumber data. informan dari penelitian ini peneliti itu sendiri yang di bantu oleh alat perekam suara berupa recorder/handphone. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu metode simak dengan teknik dasarnya teknik sadap dan teknik lanjutannya menggunakan teknik simak bebas libat cakap, teknik catat, teknik rekam, teknik transkripsi data, dan teknik translate data. Selanjutnya, peneliti menganalisis data yang telah dikumpulkan dengan metode analisis data yakni metode padan. Metode ini memiliki teknik dasar sebagai teknik pilah unsur penentu (PUP), sedangkan teknik lanjutannya berupa teknik hubung banding membedakan (HBB). Peneliti juga menggunakan teknik keabsahan data berupa teknik pemeriksaan keabsahan data, yaitu 1) perpanjangan keikutsertaan, ketekunan, pengamatan; 2) triangulasi; 3) pengecekan sejawat, 4) kecukupan referensial; 5) kajian khusus negative; dan 6) pengecekan anggota.Kata kunci: Dialek Bangkalan, Dialektologi, dan Bahasa Madura
REALISASI PRINSIP KERJA SAMA (MAKSIM) DALAM PERCAKAPAN ANAK USIA PRASEKOLAH widayati, wahyu
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.973 KB) | DOI: 10.25139/fonema.v4i1.410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan prinsip kerja sama  (maksim)) dan mendeskripsikan pelanggaran prinsip  kerja sama (maksim) dalam percakapan anak usia prasekolah. Data penelitian ini dipoeroleh dari  metode rekam, sedangkan metode yang digunakan untuk analisi data adalah deskriptif kualitatif. Hasil dan temuan penelitian menunjukkan bahwa realisasi prinsip kerja sama dalam percakapan anak usia prasekolah untuk prinsip  kerja sama (maksim) kuantitas dari 50 percakapan sejumlah 30 percakapan (60%) sudah sesuai, sedangkan 20 percakapan (40%) belum sesauai. Untuk prinsip  kerja sama (maksim) kualitas dari 50 percakapan sejumlah 32 percakapan (64%) sudah sesuai, sedangkan 18 percakapan (36%) belumsesuai. Untuk Prinsip  kerja sama (maksim) relevansi dari 50 percakapan sejumlah 13 percakapan (26%) sesuai sedangkan 37 percakapan (74%) tidak sesuai. Adapun untuk maksim cara dari 50 percajapan sejumlah 15 percakapan (30%) sesuai sedangakan 35 percakapan (70%) tidak sesuai. Temuan penelitian prinsip kerja sama (maksim) dalam percakapan anak usia prasekolah adalah anak menunjukkan bahwa dalam berkomunikasi kurang mematuhi aturan kerja sama sehingga memberikan jawaban yag berlebih-lebihan, anak memberikan jawaban yang berbelit-belit, anak memberikan jawaban yang tidak relevan dengan masalah.
Mantra Bandung Bondowoso Sebagai Tindak Tutur Nugraha, Frenky Icksan
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.999 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i2.1177

Abstract

AbstrakPenelitian ini dimotivasi oleh fakta bahwa mantra Bondowoso masih digunakan dalam seni bela diri. Mantra sebenarnya menjadi "Yang Lain" bagi pembaca. Ketika seseorang menghadapi kesulitan, dia segera membaca mantra, dan di luar rasio, kulit dan tulang dari orang yang berlatih mantra sangat keras seperti baja. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah "Bagaimana analisis mantra Bondowoso terhadap tindak tutur?". Tujuannya adalah untuk menganalisis mantra Bondowoso dalam tindak tutur. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang sesuai dengan tujuan yang dinyatakan dan berusaha untuk mencapai dalam penelitian ini, penelitian kualitatif selalu bersifat deskriptif, artinya data dianalisis dan hasilnya berbentuk deskripsi numerik suatu fenomena atau koefisien hubungan antar variabel, pengumpulan data dalam bentuk kata-kata dan bukan angka. Aminuddin, 1990: 23) Komunikasi tidak hanya simbol, kata atau kalimat, tetapi akan lebih tepat jika disebut produk atau hasil lambang, kata atau frasa dalam bentuk perilaku tindak tutur. pembaca mantra Bondowoso .Tindak-tafsirkan tindakan ilokusi pendokusi pembaca mantra perlokusi dan rasa percaya diri.Kata kunci: mantra, tindak tutur mantra, pengaruh mantra. 
Hipersemiotika Bahaasa Operasional Matematika dalam Meme di Media Sosial Mardiana, Ninik; Hatip, Ahmad
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 6 (2016)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1480.967 KB) | DOI: 10.25139/fonema.v3i6.258

Abstract

Cyberspace or intenet meme overflowing with a diverse redership. The meme of the many very interesting to study memes containing operational language of mathematics. This is because the field of mathematics has a stereotype “hard and scary” for the learners. Therefore, the formulation of the problem in this research that is how forms, meaning, and function of mathematics meme that spread on the internet. With qualitative method, data sourcer ant with the use of 18 meme hipersemiotika approach, wil be divulged forms, meaning, and function of mathematics meme that exist in cyberspace. The result were obtained: (1) forms meme that imply about mathematics can be shaped mathematical facts, conceps of mathematics; (2) the meaning caontainde in memes are very waited and inculed content, images, and mathematical symbols and interconnected into a single entity that is mually in addition to helping student to bel able to recall math facts with ease as well as to insinuate, joke, and entertainment to is readers
KARAKTER TOKOH UTAMA PADA NOVEL ENTROK KARYA OKKY MADASARI (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA) Prawira, Sophian Djaka
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.048 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i1.1092

Abstract

ABSTRAK. Karya sastra berasal dari masyarakat dan memang selayaknya dikembalikan kepada masyarakat, khususnya masyarakat sastra. Novel merupakan bentuk karya sastra. Entrok adalah novel pertama Okky Madasari yang berkisah tentang perempuan Jawa yang berjuang di rezim Suharto. Tujuan penelitian ini adalah untuk; (1) Mendeskripsikan karakter tokoh utama pada novel Entrok karya Okky Madasari. (2) Menemukan latar belakang perubahan karakter pada tokoh utama novel “Entrok” karya Okky Madasari. Sedangkan metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Temuan dari penelitian ini sebagai berikut: Tipe Karakter Marni adalah karakter Sanguine yang memiliki ciri-ciri sifat dan perilaku sebagai berikut; Perasaannya penuh harapan; Suka Menolong; Ramah dan Periang; Banyak Berbicara; Memiliki Rasa Optimis; Berkemauan Keras; Ego; Religius; Berkemauan Keras; Baik Hati; Dermawan. Sedangkan latar belakang faktor yang mempengaruhi berubahnya Marni adalah sebagai berikut; pertama, faktor diri sendiri yang meliputi; a) Stress; b) Naluri; c) Simpati; dan kedua faktor lingkungan meliputi; a) Politik; b) Ekonomi; c) Keamanan.Kata Kunci : Karakter, Novel, Entrok, dan Psikologi
Kajian Interaksionisme Simbolik Kidung Jula Juli pada Pementasan Ludruk Irama Budaya Surabaya Rismahareni, Ayu; Sucipto, Sucipto; Haerussaleh, Haerussaleh
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.428 KB) | DOI: 10.25139/fonema.v4i2.760

Abstract

Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis interaksionisme simbolik pada kidung Jula Juli. Adapun yang termasuk dalam interaksionisme simbolik adalah (1) konsep pikiran, (2) konsep diri, (3) hubungan antara individu dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan interaksionisme simbolik yang terdapat pada kidung Jula Juli yang dibawakan saat pementasan Ludruk. Oleh sebab itu, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, sehingga dalam hasil penelitian dipaparkan konsep pikiran, konsep diri, dan hubungan antara individu dengan masyarakat berdasarkan teori George Herbert Mead. Hasil penelitian ini diharapkan memberi manfaat pemahaman dan menjadi bahan pengembangan yang lebih baik terhadap kajian interaksionisme simbolik yang ada di masyarakat melalui kesenian. Bermanfaat di bidang kesenian yaitu membantu dalam pengenalan kesenian khususnya Ludruk sebagai budaya daerah yang harus dilestarikan. Hasil penelitian ini adalah konsep pikiran yang terdiri atas indikator aksi meliputi pengabdian, sikap, dan tuntutan. Indikator reaksi meliputi penolakan dan peneriman. Konsep diri yang dipengaruhi oleh faktor peran orang tua, faktor sosial, dan faktor belajar. Serta hubungan individu dengan masyarakat yang terdiri dari indikator kerukunan dan taat norma. Kata Kunci : kesenian, kidung, interaksionisme simbolik
SAPE SONOK DI KABUPATEN SUMENEP: NILAI TRADISI DAN TRANSENDEN (PENDEKATAN SOSIOLOGI SASTRA) Haerussaleh, Haerussaleh
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.418 KB) | DOI: 10.25139/fonema.v4i1.411

Abstract

                Penelitian terhadap Tradisi sape sonok di Sumenep  bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam struktur nilai tradisi dan nilai Transendenitasnya. Dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra  untuk menganalis hubungan karya sastra dengan masyarakat, nilai budaya, dan fungsi tradisi pada masyarakat.            Data dalam penelitian ini adalah Unsur tradisi dan transenden  dalam tradisi sape sonok . Dengan teknik pengumpulan data berupa perekaman,pengamatan terlibat,pencatatan, dan wawancara . Teknik analisis data  menggunakan analisis isi dan analisis deskriptif.            Hasil analisis nilai tradisi  berdasarkan nilai tradisi Roger Tol dan Pudentia (1995:2), meliputi : 1) nilai yang berkaitan dengan mitos dan legenda yang berkembang dalam masyarakat; 2) nilai tradisi yang berkaitan dengan kebiasaan turun - temurun; 3) praktik hukum dalam masyarakat; 4) nilai yang berkaitan dengan praktik kesehatan dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan hasil analisis nilai Transendenitas berdasarkan teori Koentjaraningrat (1974:80) meliputi  : 1) penyerahan diri, tunduk dan taat kepada Tuhan Yang Maha Esa; 2) kehidupan yang penuh kemulyaan; 3)  perasaan batin yang ada hubungannya dengan Tuhan; 4) perasaan yang ada hubungannya dengan berdoa.  
Jargon dalam Jual Beli Di Pasar Sapi (Studi Komunikasi Transaksi) Subhan, Roni
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.436 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i2.1176

Abstract

Transaksi jual-beli di pasar sapi merupakan suatu kegiatan yang menentukan harga jual sapi. Penggunaan bahasa transaksi jual-beli dilakukan dengan menggunakan jargon yang bersifat rahasia. Jargon tersebut hanya diketahui oleh sesama pedagang sapi dan hanya digunakan di pasar sapi saat melakukan transaksi. Makalah ini menyajikan bentuk dan penggunaan jargon dalam transaksijual beli. Tujuannya untuk mengetahui bentuk dan penggunaan jargon yang digunakan dalam transaksi jual-beli. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar jargon yang digunakan merupakan kata dari bahasa daerah setempat dan sebagian lagi dipengaruhi oleh bahasa asing. Kata Kunci: Pasar sapi, transaksi jual-beli, jargon. 

Page 2 of 21 | Total Record : 207