cover
Contact Name
• Ishak Ryan, SP. M.Si
Contact Email
iryan75papua@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalfapertanak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. nabire,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal FAPERTANAK : Jurnal Pertanian dan Peternakan
ISSN : 25408887     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2017): Jurnal FAPERTANAK" : 9 Documents clear
STRATEGI PETANI SWAKARSA MELAUI MODAL SOSIAL UNTUK MENDAPATKAN SUMBER NAFKAH DI KAMPUNG BUMI RAYA DISTRIK NABIRE BARAT KABUPATEN NABIRE Hans F Liborang
Jurnal FAPERTANAK : Jurnal Pertanian dan Peternakan Vol 2 No 2 (2017): Jurnal FAPERTANAK
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.786 KB)

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui strategi petani swakarsa melalui modal sosial untuk mendapatkan sumber pendapatan di desa Bumi Raya, Kabupaten Nabire barat, wilayah Nabire. Penelitian ini dilaksanakan di desa Bumi Raya. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, dengan objek penelitian adalah petani swakarsa, yaitu petani yang melakukan migrasi ke desa Bumi Raya atas kemauan dan biaya pribadi dan tidak didanai oleh pemerintah. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode triangulasi, yaitu observasi, wawancara dan dokumen, dilakukan bersamaan, yaitu pengumpulan data, representasi data dan penarikan kesimpulan melalui verifikasi dataHasil penelitian ini menunjukkan bahwa petani swakarsa melakukan 2 jenis strategi, yaitu strategi migrasi melalui modal sosial dan strategi intensifikasi pertanian melalui modal alami. Petani Swakarsa memanfaatkan masyarakat di wilayah Banyuwangi untuk mendapatkan informasi di daerah tujuan. Sementara intensifikasi dilakukan melalui tanaman hortikultura.
LAJU PERKEMBANGAN BUSUK BUAH KAKAO OLEH CENDAWAN Phythoptora palmivora Butt. PADA PERKEBUNAN RAKYAT KABUPATEN NABIRE Ishak Ryan
Jurnal FAPERTANAK : Jurnal Pertanian dan Peternakan Vol 2 No 2 (2017): Jurnal FAPERTANAK
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.037 KB)

Abstract

Kerusakan tanaman kakao akibat serangan suatu patoggen penyebab penyakit perlu mendapat perhatian terutama laju perkembangannya agar menjadi dasar pertimbangan dalam pengambilan keputussan dalam tindakan pengendalian. Gejala serangan pertama pada buah dapat dilihat dua hari sesudah terjadinya infeksi, yang ditandai dengan munculnya bintik bening pada pemukaan buah, bintik tersebut berubah menjadi coklat kehitaman dan berkembang dengan pesat keseluruh permukaan buah dan menghitam. Penelitian laju perkembangan penyakit busuk buah kakao dolakukan dengan teknik observasi dilakukan dengan pengambilan sampling pada sebagian tanaman yang dianggap mampu mewakili suatu areal. Areal tanaman kakao merupakan lahan perkebunan rakyat pada kampung Kimi (mewaliki Nabire timur) dan Gerbang Sadu (mewakili Nabire barat). Intensitas penyakit terendah 12 % (kimi), 11,73 % (Gerbang Sadu) dan tertinggi 47 % (kimi) dan 39,5 % (gerbang sadu) dengan laju perkembangan penyakit berfluktuasi pada masing-masing kebun contoh, berkisar antara 0,007 – 0,085 (Kimi) dan 0,010 -0,064 (Gerbang Sadu) bahkan cenderung menurun. Factor yang mendukung kecenderungan menurunnya laju perkembangan antara lain suhu, kelembaban dengan kondisi kebun yang kering dan curah hujan yang rendah.
STRUKTUR DAN KOMPOSISI HUTAN SAGU (Metroxylon, sp) DI DISTRIK TELUK KIMI KABUPATEN NABIRE Johanis Manuel Ramandey
Jurnal FAPERTANAK : Jurnal Pertanian dan Peternakan Vol 2 No 2 (2017): Jurnal FAPERTANAK
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.907 KB)

Abstract

Sagu merupakan tanaman yang memiliki peluang sebagai bahan makanan pokok ke dua setelah beras karena tanaman sagu mengandung karbohidrat tertinggi dibandingkan dengan tanaman pangan lainnya. Papua memiliki hutan sagu seluas 980.000 Ha (Flach, 1983), menjadikan daerah ini sebagai kawasan hutan sagu terluas dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Salah satu daerah yang menjadi tempat penyebaran sagu di Papua adalah di Distrik Teluk Kimi Kabupaten Nabire. Bagi masyarakat Distrik Teluk Kimi memiliki peran yang penting dalam memenuhi kebutuhan hidup yaitu sebagai bahan makan pokok yang di komsumsi sendiri dan sebagian dijual untuk menambah pendapatan keluarga. Hasil penelitian menunjukan bahwa Indeks Nilai Penting tertinggi pada tingkat semai adalah jenis Metroxylon longisphinum Mart (35,52%), dan terendah Metroxylon sylvester Mart (3,02%). Tingkat pancang adalah jenis Metroxylon rumphii Mart (36,68%), dan terendah Metroxylon longisphinum Mart (5,72%). Tingkat tiang indeks nilai penting tertinggi Metroxylon sylvester Mart (44,05%), dan terendah Metroxylon microcanthum Mart (29,62%).Tingkat pohon Metroxylon sylvester Mart (51,15%), dan terendah Metroxylon rumphii Mart (29,29%).
EVALUASI EFISIENSI REPRODUKSI TERNAK SAPI BALI BETINA DI DISTRIK MAKIMI KOSTAFINA SAWO
Jurnal FAPERTANAK : Jurnal Pertanian dan Peternakan Vol 2 No 2 (2017): Jurnal FAPERTANAK
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.771 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengevaluasi efisiensi reproduksi ternak sapi Bali betina, dan (2) mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh pada proses efisiensi reproduksi ternak sapi Bali betina serta upaya peningkatan efisiensi reproduksi yang dapat dilakukan. Metode yang digunakan adalah teknik survei dengan mewawancarai 50 peternak sapi Bali dan teknik radio-immunoassay (RIA) untuk analisis progesteron dalam sampel serum darah dari 30 ternak induk sapi Bali. Penentuan sampel dilakukan secara purposive dan data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan tabulasi. Conseption Rate yang diperoleh 70% dan 13,13% ternak induk sapi Bali masih memiliki ovarium yang belum bersiklus. Manajemen breeding 118 ekor tenak betina diperoleh 66,95% pubertas pada umur 18-24 bulan, 66,95% kawin pertama pada umur 18-24 bulan dan 32,20% beranak pertama pada umur 36-48 bulan. Faktor yang menyebabkan efisiensi reproduksi belum optimal adalah masalah ketersediaan ternak jantan di tingkat rumah tangga peternak, penundaan aktivitas fisiologis reproduksi ternak betina,
AGRIBISNIS KOMODITI JERUK MANIS (Citrus Sinensis L) DI KAMPUNG WADIO DISTRIK NABIRE BARAT KABUPATEN NABIRE SIMON MATAKENA
Jurnal FAPERTANAK : Jurnal Pertanian dan Peternakan Vol 2 No 2 (2017): Jurnal FAPERTANAK
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.656 KB)

Abstract

Peningkataan kesejahtraan keluarga petani didukung oleh peningkatan produksi usahataninya sehingga diharapkan penghasilan atau pendapatan usahatani petani juga dapat meningkat, sejalan dengan hal tersebut maka faktor-faktor produksi sebagai penentu besar kecilnya usahatani petani juga harus ditingkatkan. Petani jeruk manis di Kampung Wadio Distrik Nabire Barat Kabupaten Nabire merupakan petani dengan penghasilan dapat dikatakan cukup tinggi apabila pemanfaatan faktor-faktor produksi dengan baik, disamping itu juga penerapan agribisnis yang merupakan keterkaitan dari beberapa subsistem yang terkait berjalan dengan baik sehingga melalui keterkaitan subsistem agribisnis tersebut pendapat atau penghasilan petani jeruk juga meningkat yang mana berujung pada peningkatan kesejahteraan keluarga petani itu sendiri. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan kelayakan usahatani jeruk manis di Kampung Wadio Distrik Nabire Barat Kabupaten Nabire serta melihat sampai sejauh mana keterkaitan sub sistem agribisnis yang ada dan dimanfaatkan oleh petani jeruk dilokasi penelitian Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata pendapatan yang diperoleh petani responden sebesar Rp 18.926.113,2,- sedangkan hasil perhitungan R/C Ratio yaitu 3.78 > 1 berarti usahatani komoditi jeruk manis di kampung Wadio Distrik Nabire Barat Kabupaten Nabire layak untuk diusahakan. Penerapan subsistem Agribisnis dalam usahatani pada umumnya masih terkendala dengan berbagai banyak faktor diantaranya sumber daya manusia (SDM) sehingga sulit untuk melakukan transfer teknologi, Sumber daya lahan, ketersediaan faktor-faktor input, Iklim, dan masih banyak faktor lain yang dapat mengagalkan usahatani. Untuk mendukung usahatani komoditi jeruk manis di Kampung Wadio diharapkan tersedianya fasilitas-fasilitas pendukung bagi penyuluh pertanian untuk melakukan penyuluhan, Adanya pihak investor untuk mendirikan pabrik pengolah hasil pertanian dan peningkatan koordinasi antara dinas terkait dalam kegiatan penyuluh pertanian sebagai lembaga penunjang keberhasilan usahatani.
Analisis Margin Pemasaran Komoditi Kacang Tanah (Arachis hypogaea l.) Di Kampung Karadiri 1 Distrik Wanggar Kabupaten Nabire, SYUSANTIE SYLFIA SAIRDAMA
Jurnal FAPERTANAK : Jurnal Pertanian dan Peternakan Vol 2 No 2 (2017): Jurnal FAPERTANAK
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.407 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran dan margin pemasaran kacang tanah di Kampung Karadiri 1 Distrik Wanggar Kabupaten Nabire. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang saluran pemasaran dan margin pemasaran kacang tanah, sebagai bahan masukan untuk pengambilan kebijakan oleh pemerintah dalam menyusun dan merumuskan kebijaksanaan dalam program peningkatan usahatani serta sebagai bahan informasi bagi peneliti lanjutan dan peneliti lain yang topiknya relevan dengan penulisan ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pengambilan sampel secara sengaja (purposive) untuk petani kacang sebanyak 20 petani responden dan secara Snowball sampling untuk pedagang yaitu sebanyak 4 orang pedagang pengumpul dan 6 orang pedagang pengecer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran kacang tanah di lokasi penelitian yaitu saluran pertama dimana petani langsung menjual ke konsumen,pada saluran ini tidak ada margin pemasaran karena tidak melibatkan lembaga pemasaran. Saluran pemasaran ke dua dari petani kacang tanah dijual ke pedagang pengumpul dan pedagang pengumpul menjual ke konsumen akhir. Pada saluran kedua melibatkan lembaga pemasaran yaitu; pada pedagang pengumpul besar margin pemasaran Rp 1.666,67/kg, dan pada pedagang pengecer besar margin pemasaran yaitu Rp 5.000, sehingga total margin pemasaran pada saluran kedua sebesar Rp 6.666,67/kg.
PERFORMANS AYAM PEDAGING SETELAH PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS MINYAK BUAH MERAH (Pandanus conodeus Lam) MELALUI TETES MULUT Untung .
Jurnal FAPERTANAK : Jurnal Pertanian dan Peternakan Vol 2 No 2 (2017): Jurnal FAPERTANAK
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.064 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis penambahan minyak buah merah dengan aplikasi tetes mulut yang paling berpengaruh terhadap pertambahan bobot badan ayam pedaging. Penelitian ini di desain menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 ( lima ) kali sehingga diperoleh 20 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri atas 5 ( lima ) ekor ayam. Perlakuan yang diuji yaitu pemberian berbagai dosis minyak buah merah dengan aplikasi tetes mulut. Dosis yang diberikan adalah 0 cc /ekor ( 0 tetes ), 0,05 cc/ekor ( 1 tetes), 0,1 cc /ekor ( 2 tetes), dan 0,15 cc/ekor ( 3 tetes).Pemberian minyak buah merah (Pandanus Conodeus Lam) dosis 0,15 cc (3 tetes) meningkatkan pertambahan bobot badan paling baik pada minggu ke II dan IV dan berbeda nyata dengan perlakuan 0,05 cc dan 0,1 cc.Pemberian minyak buah merah dosis 0,15 cc (3 tetes) dapat meningkatkan komsumsi pakan paling baik selama IV minggu dan berbeda nyata dengan perlakuan 0 cc, 0,05 cc dan 0,1 cc.Pemberian minyak buah merah dosis 0,15 cc (3 tetes) meningkatkan FCR paling baik dan berbeda nyata dengan perlakuan 0,05 cc dan 0,1 cc
KUALITAS BIBIT KAMBING PADA KELOMPOK TANI ‘DADI AKEH’ DI KAMPUNG WADIO DISTRIK NABIRE BARAT KABUPATEN NABIRE Untung .
Jurnal FAPERTANAK : Jurnal Pertanian dan Peternakan Vol 2 No 2 (2017): Jurnal FAPERTANAK
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.528 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui gambaran kualitas bibit ternak kambing khususnya yang dipelihara kelompok tani ‘Dadi Akeh” di Kampung Wadio Distrik Nabire Barat .Membantu dalam proses seleksi untuk memperoleh bibit unggul berdasarkan pedoman standar mutu bibit kambing yang berlaku. Penelitian ini berlangsung selama 20 hari yaitu dari tanggal 10 – 30 Juli 2016 bertempat kelompok I Akeh” di Kampung Wadio Distrik Nabire Barat Kabupaten Nabire, Penelitian ini menggunakan metode deskritif dengan teknik pengamatan langsung terhadap kondisi umum secara eksterior dan pengukuran tinggi pundak dan berat badan terhadap seluruh kambing sampel dimana kambing jantan sebanyak 24 ekor sedang kambing betina sebanyak 26 ekor. hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas bibit kambing (Kacang) yang dimiliki kelompok tani ‘Dadi Akeh’ sebagai berikut : Bibit kambing jantan (umur 12 -18 bulan) yang memenuhi standar atau yang memenuhi syarat sebagai bibit adalah sebanyak 15 ekor (62,5 %). Dan Bibit kambing betina (umur 8 – 12 bulan) yang memenuhi standar atau yang memenuhi syarat sebagai bibit adalah sebanyak 18 ekor (69,2 %).
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN PEPAYA (Carica papaya Linn) DALAM PAKAN TERHADAP BOBOT BADAN AKHIR, BOBOT KARKAS DAN PERSENTASE KARKAS AYAM BROILER Trijaya Gane Putra
Jurnal FAPERTANAK : Jurnal Pertanian dan Peternakan Vol 2 No 2 (2017): Jurnal FAPERTANAK
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.728 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun pepaya (Carica papaya Linn) dalam pakan terhadap bobot badan akhir, bobot karkas dan persentase karkas ayam broiler. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 10 Juli sampai dengan tanggal 15 Agustus 2016. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah DOC ayam broiler sebanyak 36 ekor, ransum dan tepung daun pepaya. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dimana setiap perlakuan di ulang 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 3 ekor. Perlakuan yang diterapkan adalah penambahan tepung daun papaya dalam pakan dengan level yang berbeda, yaitu P0 (tanpa penambahan tepung daun pepaya, sebagai kontrol), P1 (dengan penambahan tepung daun pepaya 1 %), P2 (dengan penambahan tepung daun pepaya 2 %) dan P3 (dengan penambahan tepung daun pepaya 3 %). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan tepung daun pepaya secara statistik tidak dapat memberikan pengaruh nyata (P>0,05) meningkatkan bobot badan akhir, bobot karkas dan persentase karkas ayam broiler, namun justru sebaliknya secara numerik semakin tinggi level penambahan tepung daun papaya justru menurunkan bobot badan akhir, bobot karkas, dan persentase karkas.

Page 1 of 1 | Total Record : 9