cover
Contact Name
Yanyan Bahtiar
Contact Email
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
MEDIA INFORMASI
ISSN : 20863292     EISSN : 26559900     DOI : -
Core Subject : Health,
Buletin Media Informasi dengan nomor ISSN : 2086-3292 dan ISSN online : 2655-9900 merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Unit penelitian Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Buletin Media Informasi diterbitkan 6 bulan sekali berisikan berisikan Artikel kesehatan dari Bidang: Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi,Gizi, Farmasi, Rekam Medik dan Informasi Kesehatan (RMIK).
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue " Vol 13, No 1 (2017)" : 15 Documents clear
PENGARUH INFUSA DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL MENCIT JANTAN (Mus musculus) GALUR SWISS WEBSTER Iskandar, Rheima Indriani; Handayani, Nuri; Sri, Tovani
Media Informasi Vol 13, No 1 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.257 KB)

Abstract

Kolesterol bemanfaat bagi tubuh pada kadar normal tetapi jika berlebihan dapat mengancam kesehatan. Sirsak merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh infusa daun sirsak untuk menurunkan kadar kolesterol mencit putih jantan galur swiss webster dan dosis infusa daun sirsak yang paling efektif dalam menurunkan kadar kolesterol.Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan menggunakan 15 ekor mencit jantan galur swiss webster yang dibagi tiga kelompok secara acak, dosis I 520 mg/kg BB, dosis II 910 mg/kg BB, dan dosis III 1.690 mg/kg BB. Kadar kolesterol mencit diukur setelah perlakuan selama 7 hari.Hasil dari penelitian menunjukkan infusa daun sirsak dosis 520 mg/kg BB , 910 mg/kg BB , 1.690 mg/kgBB menurunkan kolesterol sebesar 125 mg/dL , 93 mg/dL dan 92,33 mg/dL . berdasarkan uji T didapatkan adanya perbedaan signifikan penurunan kolesterol pada dosis 910 mg/kg BB dan 1.690 mg/kgBB. Sedangkan pada dosis 520 mg/kgBB tidak ada perbedaan signifikan. Namun, jika dilihat dari penurunan rata-rata dosis 520 mg/kgBB menunjukan penurunan terbaik. Perlu penelitian lanjut mengenai kolesterol mana (HDL,LDL,atau VLDL) yang paling berpengaruh terhadap pemberian infusa daun sirsak dengan dosis yang lebih bervariasi.
PERBEDAAN POLA KONSUMSI DAN ASUPAN ZAT GIZI ANAK STUNTING DAN TIDAK STUNTING USIA 12 – 23 BULAN Samuel, Samuel; Subagio, Hertanto W.; Suhartono, Suhartono
Media Informasi Vol 13, No 1 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.154 KB)

Abstract

Prevalensi stunting pada anak cenderung meningkat, baik tingkat nasional dan beberapa kabupaten/kota. Stunting yang terjadi pada usia di bawah dua tahun (baduta) akan berdampak pada gangguan pertumbuhan dan perkembangan sel otak. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan pola konsumsi dan asupan zat gizi energi, protein, vitamin C, kalsium dan phosphor. Desain penelitian cross sectional, subjek penelitian anak usia 12-23 bulan, yang lahir dengan berat badan normal, berjumlah 90 orang. Status stunting diperoleh dari data, panjang badan menurut umur, rerata asupan dari data recall 1x24 jam selama 2 hari berselang. Analisis data menggunakan uji independent t-test dan mann-whitney test dengan signifikansi p<0,05. Hasil penelitian; menunjukkan pola konsumsi anak tidak stunting lebih lengkap daripada anak stunting. Ada perbedaan asupan energi (p=0,015) rerata asupan energi anak  stunting lebih rendah 313,6 kilo. Asupan protein (p=0,001) anak stunting lebih rendah 10,8g dari tidak stunting. Vitamin C (p=0,047), kalsium (p=0,001) dan fosfor (p=0,002), menunjukan adanya perbedaan. Anak tidak stunting susunan menunya lebih lengkap dari anak stunting. Ada perbedaan asupan energi, protein, vitamin C, kalsium dan fosfor antara anak stunting dan tidak stunting.
PENGARUH PEMBERIAN JUS CAMPURAN BUAH LABU KUNING DAN TOMAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH LANSIA HIPERTENSI Dali, Dali; Nurjannah, Nurjannah; Taamu, Taamu
Media Informasi Vol 13, No 1 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.75 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian jus campuran buah labu kuning (cucurbita maxima) dan tomat (lyopercisum esculentum) terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi. Metode penelitian ini adalah quasi experiment dengan pre test and post test design with control group. Populasi dalam penelitian adalah semua lansia hipertensi yang berada dan terdaftar di Posyandu Lansia Mata Bubu Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari Tahun 2016 sebanyak 33 orang. Jumlah sampel adalah 30 lansia yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu 15 orang kelompok intervensi dan 15 orang kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian jus campuran buah labu kuning (Cucurbita maxima) dan tomat (Lyopercisum esculentum)  efektif menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi masing-masing untuk tekanan darah sistole  (p=0,022; α=0,05), dan tekanan darah diastole (p=0,046; α=0,05).
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIKAP SUAMI DALAM PENANGANAN KEGAWATDARURATAN OBSTETRI Rohmatin, Etin; Rismawati, Sariestya
Media Informasi Vol 13, No 1 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.399 KB)

Abstract

Tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi sikap suami dalam penanganan kegawatdaruratan obstetri di Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya tahun 2016. Jenis Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan rancangan crossectional. Analisis yang digunakan pada penelitian ini dengan menggunkan analisis univariat dan bivariat. Teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis tersebut adalah Uji Chi-square. Diperoleh jumlah responden sebanyak 26 suami, hasil univariat responden paling banyak terdapat pada kelompok umur  36-40 tahun (27%), pekerjaan buruh/tani 50%, pendidikan SMP yaitu sebanyak 11 orang (42%), tingkat pengetahuan baik (65%). Hasil uji statistik chi-square tidak ada hubungan signifikan antara tingkat pendidikan, umur, pekerjaan, penghasilan dan pengetahuan dengan pengambilan sikap suami dalam menghadapi kegawatdaruratan obstertri.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN KEHILANGAN GIGI TETAP DENGAN MINAT PEMAKAIAN GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN Kristiani, Anie
Media Informasi Vol 13, No 1 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.04 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien kehilangan gigi tetap dengan minat pemakaian gigi tiruan sebagian lepasan di Poliklinik Gigi RSUD Kota Tasikmalaya tahun 2013. Metode penelitian yang digunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang melakukan pencabutan gigi di RSUD Kota Tasikmalaya periode Pebruari 2013 sebanyak 112 orang dengan teknik pengambilan sampel accidental dengan jumlah 34 orang. Hasil penelitian menunjukkan umur pasien kehilangan gigi tetap di Poliklinik Gigi RSUD Kota Tasikmalaya sebagian besar pada kategori umur 36-45 sebanyak 22 orang (55,9%), jenis kelamin terbanyak pada jenis kelamin perempuan sebanyak 21 orang (61,8%), pendidikan tinggi sebanyak 17 orang (50%), jenis pekerjaan terbanyak pada kategori pekerjaan memerlukan penampilan sebanyak 26 orang (76,5%), sosial ekonomi pasien terbanyak pada kategori pendapatan tinggi sebanyak 20 orang (58,8%), ada hubungan umur dengan minat pemakaian gigi tiruan sebagian lepasan nilai signifikan p value sebesar 0,007 < 0,05, ada hubungan jenis kelamin minat pemakaian gigi tiruan sebagian lepasan dengan nilai signifikan p value sebesar 0,012 < 0,05, ada hubungan pendidikan dengan minat pemakaian gigi tiruan sebagian lepasan di dengan nilai  signifikan p value sebesar 0,0001 < 0,05 dan ada hubungan jenis pekerjaan dengan minat pemakaian gigi tiruan sebagian lepasan dengan nilai  signifikan p value sebesar 0,0001 < 0,05 dan ada hubungan sosial ekonomi dengan minat pemakaian gigi tiruan sebagian lepasan dengan nilai signifikan p value sebesar 0,004 < 0,05. Kesimpulan terdapat hubungan karakeristik pasien (umur, jenis kelamin, pendidikan, jenis pekerjaan, sosial ekonomi) yang kehilangan gigi tetap dengan minat pemakaian gigi tiruan sebagian lepasan di Poliklinik Gigi RSUD Kota Tasikmalaya tahun 2013.
PENGARUH AUDIT INTERNAL TERHADAP GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA RUMAH SAKIT Wulan, Wanalia; Ikhsan, Komara Nur; Rosdiana, Nina
Media Informasi Vol 13, No 1 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.353 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui audit internal pada rumah sakit, goodcorporate governance pada rumah sakit, pengaruh audit internal terhadap good corporate governance pada rumah sakit. Objek penelitian meliputi audit internal dan good corporate governance pada RSUD Kelas C Kabupaten Ciamis. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan survey. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana dengan skala pengukuran interval. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh audit internal terhadap good corporate governance sebesar 0,913 atau sebesar 91,3%, dengan nilai t sebesar 6,447 dengan signifikansi 0,003.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN MASYARAKAT MENGIKUTI PROGRAM POMP FILARIASIS Rohmana, Omay; Badriah, Badriah; Komarudin, Komarudin
Media Informasi Vol 13, No 1 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.952 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah melakukan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan masyarakat mengikuti program pemberian obat masal pencegahan (pomp) filariasis di Wilayah Puskesmas Maleber Kabupaten Kuningan. Desain penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi sebanyak 42.167 orang dengan ukuran sampel sebanyak 240 orang. Teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara. Analisa data Analisa bivariate menggunakan chi square dan analisa multivariate dengan regresi logistik. Variable motivasi (p 0.006), derajat perubahan gaya hidup (p 0.049), nilai/keyakinan mengurangi ancaman sakit (0.000), pemahaman terhadap tingkah laku specific yang harus dilakukan (0.000), derajat kesukaran menerima dan melaksanakan instruksi (0.000), keyakinan terhadap terapi / instruksi (0.000), kekhawatiran terhadap efek samping obat (0.020), dan derajat kepuasan terhadap pelayanan kesehatan (0.022), memiliki nilai p < dari 0.05, sehingga dapat disimpulkan, bahwa variabel tersebut memiliki pengaruh terhadap kepatuhan masyarakat mengikuti program POMP filariasis. Factor dominan yang mempengaruhi kepatuhan masyarakat mengikuti program POMP filariasis adalah nilai/keyakinan mengurangi ancaman sakit dengan nilai Exp (B) paling tinggi, yaitu 4.251. Perencanaan dan alokasi anggaran, dan pelaksanaan kegiatan promosi / pendidikan kesehatan khususnya program POMP filariasis perlu dtingkatkan. Perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mencari metoda/pendekatan maupun media yang lebih efektif dalam pelaksanaan promosi dan pendidikan kesehatan kepada masyarakat
SIFAT ORGANOLEPTIK, KADAR KALSIUM, KADAR PROTEIN,DAN SIFAT FISIK MP-ASI BUBUR INSTAN BAYI SUBSTITUSI TEPUNG IKAN PEPETEK Tresna Dewi, Ayu Amalia; Sumarto, Sumarto; Kunaepah, Uun
Media Informasi Vol 13, No 1 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.377 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan produk bubur instan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi usia 6-24 bulan dan secara organoleptik dapat disukai, serta dapat dijadikan alternatif pilihan MP-ASI. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan desain penelitian rancangan acak kelompok (RAK). Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis agak terlatih berjumlah 30 orang. Data dikumpulkan menggunakan formulir uji hedonik yang kemudian diolah menggunakan uji Anova, dan dilakukan uji lanjut dengan Duncan. Kadar protein dan kalsium produk bubur instan terbaik diperoleh melalui uji laboratorium dan diolah menggunakan metode deskriptif. Hasil uji statistik Anova menunjukkan produk bubur instan bayi dengan substitusi tepung ikan pepetek 50% merupakan produk terbaik terhadap parameter warna, aroma, tekstur, dan rasa dengan masing-masing nilai p = 0,000 (p<0,05). Kadar protein pada produk bubur instan bayi dengan substitusi tepung ikan pepetek terbaik adalah 21,89% dan kadar kalsium 185,19 mg/100g.
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIS MELALUI TEHNIK KONSERVASI ENERGI Ratianingsih, Nieniek; Nurhayati, Farial
Media Informasi Vol 13, No 1 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.405 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tehnik konservasi energi terhadap kualitas hidup pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK). Teknik konservasi energi dapat diberikan pada pasien PPOK dengan tujuan dapat meningkatkan kualitas pernafasan, mengurangi kecemasan dan stress dan kualitas hidup dapat meningkat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metoda kuasi eksperimental dengan pendekatan pre test – post test control group design. Responden penelitian ini berjumlah 60 orang, untuk kelompok intervensi 30 orang untuk kelompok kontrol 30 orang responden. Hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0,014 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara  kualitas hidup kelompok intervensi dengan kualitas hidup kelompok kontrol setelah dilakukan penerapan teknik konservasi energy. Dengan melaksanakan 6 prinsip dalam tehnik konservasi energi maka pasien dapat melaksanakan aktifitas dengan lebih terencana dan usaha minimal sehingga energi yang digunakan lebih efisien. Perawat agar menerapkan tehnik konservasi energi sebagai suatu program terstruktur dari intervensi keperawatan bagi pasien PPOK.
PENGEMBANGAN SOSIS NABATI BERBAHAN DASAR AMPAS TAHU DAN JANTUNG PISANG SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER PROTEIN DAN SERAT Sulistiyono, Priyo; Hendarman, Hendi
Media Informasi Vol 13, No 1 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.452 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui sifat organoleptik, kandungan protein dan serat serta daya terima sosis nabatipadaanak balita. Jenis penelitian adalah eksperimen, desain  uji organoleptik menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan jumlah panelis sebanyak 25 orang. Analisis proksimat dan kadar serat. Uji daya terima pada anak balita sebanyak 42 balita yang terdiri dari 21 balita perlakuan dan 21 balita kontrol, diambil dengan sistematik random sampling setelah dilakukan penapisan sampel. Sosis nabati 0 dan 15% memiliki rerata nilai organoleptik tertinggi. Kandungan protein sosis nabati tertinggi ada pada sosis nabati 0% mencapai 4,4%, sedikit lebih rendah dari protein sosis ayam komersial (so-nice) yang mencapai 6,6%. Kandungan serat kasar sosis nabati-15% mencapai 7,7% lebih tinggi 2,1% dibandingkan sosis komersial. Sosis nabati memiliki keunggulan lain yaitu harga yang lebih murah. Daya terima anak pada sosis nabati sedikit lebih baik (85,7%) dibandingan sosis komersial. Hasil uji Mann Whitney menunjukan tidak terdapat perbedaan daya terima yang signifikan antara kedua jenis sosis (p=0,95). Penerimaan sosis nabati-15% memiliki penerimaan yang melebihi tingkat penerimaan minimal 75%. Sosis nabati adalah  produk makanan yang dapat diterima oleh anak balita.

Page 1 of 2 | Total Record : 15