cover
Contact Name
Yanyan Bahtiar
Contact Email
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
MEDIA INFORMASI
ISSN : 20863292     EISSN : 26559900     DOI : -
Core Subject : Health,
Buletin Media Informasi dengan nomor ISSN : 2086-3292 dan ISSN online : 2655-9900 merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Unit penelitian Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Buletin Media Informasi diterbitkan 6 bulan sekali berisikan berisikan Artikel kesehatan dari Bidang: Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi,Gizi, Farmasi, Rekam Medik dan Informasi Kesehatan (RMIK).
Arjuna Subject : -
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2016):" : 35 Documents clear
PENGARUH THERAPI PSIKOEDUKASI KELUARGA TERHADAP KEMAMPUAN KELUARGA DALAM MERAWAT LANSIA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KOTA TASIKMALAYA Ridwan Kustiawan; Peni Cahyati; Siti Badriah
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016):
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.937 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v12i1.4

Abstract

Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS, 2007) menunjukkan penderita Diabetes Militus di Indonesia usia 65 sampai usia 74 tahun berjumlah 2,4 % dan  usia 75 tahun keatas berjumlah 2,2%. Sementara itu di Kota Tasikmalaya dalam satu tahun terakhir ini terdapat 547 orang lansia usia 60 tahun keatas yang teridentifikasi mempunyai penyakit  DM atau sekitar 0,7%. Tujuan penelitin ini untuk membuat penilaian terhadap gambaran kemampuan keluarga dalam merawat lansia diabetes mellitus tipe 2 sebelum dan sesudah therapi psikoedukasi keluargaJenis penelitian yang  dilakukan adalah penelitian analitik dengan pendekatan quasi eksperiman,. Teknik Sampling yang digunakan adalah konsekutif sampling, yang terdiri dari 20 kelompok intervensi dan 20 kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan kemampuan kognitif dan psikomotor pada kelompok intervensi yang mendapatkan terapi Psikoedukasi keluargayaitu kemampuan kognitif sebelum perlakukan 7,90 setelah perlakukan menjadi 10,70 sedangkan kemampuan psikomotor sebelum perlakuan 11,20 menjadi 15,75. Sementara kelompok yang tidak dilakukan terapi psikoedukasi keluarga tidak terdapat peningkatan kemampuan dalam merawat lansia dengan DM tipe 2. Berdasarkan hasil tersebutmaka terapi psikoedukasi keluarga dapat meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat klien lansia dengan Diabetes militus tipe 2.
PENGETAHUAN, PENGELUARAN DAN KONSUMSI SAYUR-BUAH PADA MAHASISWA GIZI DAN NON GIZI POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA Agus Bachtiar; Sumarto Sumarto; Ima Karimah; Irma Nuraeni
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016):
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.934 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v12i1.16

Abstract

Indonesia negara dengan keanekaragaman jenis buah dan sayuran tropis, namun jumlah yang dikonsumsi per kapita lebih sedikit dibandingkan dengan di wilayah iklim sedang (Williams et al., 1993). Laporan Riskesdas 2007 dan 2013 menunjukkan masih tingginya proporsi rerata nasional perilaku konsumsi kurang sayur dan atau buah pada penduduk umur 10 tahun, yaitu sebesar 93,5% dan 93,6% (Depkes, 2008: Kemenkes, 2013). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan, pengeluaran dan konsumsi sayur-buah pada mahasiswaGizi dan non-Gizi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Metode penelitian  adalah deskriptif–analitik. Subjek penelitian sebanyak 41 orang mahasiswa Gizi dan 35 orang mahasiswa non-Gizi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya pada bulan Desember 2015. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan pengisian kuesioner. Kemudian data diolah dan dianalisis menggunakan program komputer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengetahuan sayur buah mahasiswa Gizi dan non-Gizi tergolong kategori sedang. Pengetahuan sayur dan buah mahasiswa Gizi lebih baik daripada non-Gizi. Rerata pengeluaran untuk konsumsi sayurdanbuahpada mahasiswa Gizi lebih rendah daripada non-Gizi. Rerata jumlah total konsumsi sayur dan buah lebih tinggi pada mahasiswa Gizi daripada non-Gizi, namun beberapa masih belum sesuai anjuran dari segi jumlah maupun frekuensinya. 
PENGARUH SENAM NIFAS TERHADAP INVOLUSI UTERUS DAN PENGELUARAN LOKIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CILEMBANG KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2015 Etin Rohmatin
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016):
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v12i1.9

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam nifas terhadap involusi uterus dan pengeluaran lokia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analitik dengan pendekatan atau rancangan pra eksperimen Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas di Puskesmas Cilembang yang melahirkan bulan September-November Tahun 2015 yaitu 32 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 32 ibu nifas yang diintervensi senam nifas yang mengalami involusi uterus normal yaitu 24 orang (75%), pengeluaran lokia normal yaitu 23 orang (71,9%). Hasil uji statistik dengan menngunakan  chi-square senam nifas terhadap involusi uterus r = 0,005 lebih kecil dari 0,05 dan terhadap pengeluaran lokia r = 0,013 lebih kecil dari 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh senam nifas terhadap involusi uterus dan pengeluaran lokia.
HUBUNGAN PH SALIVA DENGAN DMF-T PADA MAHASISWA TINGKAT I PROGRAM DIII KEPERAWATAN GIGI POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA Tita Kartika Dewi; Emma Kamelia
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016):
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v12i1.21

Abstract

Proses terjadinya karies gigi dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya adalah adanya saliva. Saliva mempunyai derajat keasaman atau Power of Hydrogen (pH). pH saliva terbagi menjadi 2 kategori yaitu saliva asam dan saliva basa.  Saliva yang berperan dalam proses karies gigi adalah saliva yang termasuk kategori asam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif cross sectional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pH saliva dengan DMF-T pada mahasiswa tingkat I Program DIII Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Tahun 2014. Sampel penelitian berjumlah 36 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pH saliva tidak berhubungan dengan DMF-T pada mahasiswa tingkat I Program D III Keperawatan Gigi Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. 
PENGARUH THERAPI PSIKOEDUKASI KELUARGA TERHADAP KEMAMPUAN KELUARGA DALAM MERAWAT LANSIA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KOTA TASIKMALAYA Ridwan Kustiawan
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016):
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v12i1.1

Abstract

Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS, 2007) menunjukkan penderita Diabetes Militus di Indonesia usia 65 sampai usia 74 tahun berjumlah 2,4 % dan  usia 75 tahun keatas berjumlah 2,2%. Sementara itu di Kota Tasikmalaya dalam satu tahun terakhir ini terdapat 547 orang lansia usia 60 tahun keatas yang teridentifikasi mempunyai penyakit  DM atau sekitar 0,7%. Tujuan penelitin ini untuk membuat penilaian terhadap gambaran kemampuan keluarga dalam merawat lansia diabetes mellitus tipe 2 sebelum dan sesudah therapi psikoedukasi keluargaJenis penelitian yang  dilakukan adalah penelitian analitik dengan pendekatan quasi eksperiman,. Teknik Sampling yang digunakan adalah konsekutif sampling, yang terdiri dari 20 kelompok intervensi dan 20 kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan kemampuan kognitif dan psikomotor pada kelompok intervensi yang mendapatkan terapi Psikoedukasi keluargayaitu kemampuan kognitif sebelum perlakukan 7,90 setelah perlakukan menjadi 10,70 sedangkan kemampuan psikomotor sebelum perlakuan 11,20 menjadi 15,75. Sementara kelompok yang tidak dilakukan terapi psikoedukasi keluarga tidak terdapat peningkatan kemampuan dalam merawat lansia dengan DM tipe 2. Berdasarkan hasil tersebutmaka terapi psikoedukasi keluarga dapat meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat klien lansia dengan Diabetes militus tipe 2.

Page 4 of 4 | Total Record : 35