cover
Contact Name
Amin Fatoni
Contact Email
aminfatoni@unsoed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.molekul@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dr. Soeparno No.61 Karangwangkal, Purwokerto, Jawa Tengah 53
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Molekul: Jurnal Ilmiah Kimia
ISSN : 19079761     EISSN : 25030310     DOI : -
MOLEKUL is a peer-reviewed journal of chemistry published by the Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Jenderal Soedirman University, Indonesia. Publishing frequency 2 issues per year, on May and November. This Journal encompasses all branches of chemistry and its sub-disciplines including Pharmaceutical, Biological activities of Synthetic Drugs, Environmental Chemistry, Biochemistry, Polymer Chemistry, Petroleum Chemistry, and Agricultural Chemistry.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2013)" : 10 Documents clear
PROSES PRODUKSI BIOETANOL DARI LIMBAH CAIR GULA DALAM KAITANNYA DENGAN POTENSI SEBAGAI BAHAN BAKAR DALAM PERSPEKTIF LIFE CYCLE INVENTORY ASSESSMENT Agusta Samodra Putra; Hari Rom Hariyadi; Herlian Eriska Putra; Djaenudin Djaenudin; Dani Permana; Kancitra Pharmawati
Molekul Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.43 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2013.8.2.134

Abstract

Life cycle inventory assessment merupakan salah satu tahapan di dalam Life Cycle Assessment (LCA) yang bisa digunakan untuk menggambarkan interaksi materi dan energi di dalam suatu proses produksi bioetanol. Studi kasus dilakukan di pabrik gula kawasan Subang dan pabrik bioetanol di kawasan Palimanan yang merupakan pabrik gula dan bioetanol terbesar di Jawa Barat. Inventory yang dilakukan adalah pada bagian perkebunan tebu, pabrikasi tebu menjadi gula, transportasi dari pabrik gula menuju ke pabrik bioetanol, dan pabrikasi etanol. Luas lahan kebun tebu yang dimiliki oleh pabrik gula di Subang adalah seluas 5000 hektar. Dari bahan baku tebu 3000 ton/hari dihasilkan molase sebanyak 60 ton/hari, sisanya menjadi gula dan ampas tebu. Pada inventory kali ini selain dari sisi proses juga dilakukan inventory pada sisi transportasi.
KAJIAN ADSORPSI LINEAR ALKYL BENZENE SULPHONATE (LAS) DENGAN BENTONIT-KITOSAN Miftah Rifai; Irwan Nugraha
Molekul Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.468 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2013.8.2.141

Abstract

Deterjen pada umumnya tersusun atas surfaktan anionik seperti LAS (Linear alkyl Benzene sulphonate). pada percobaan ini LAS dapat menyerap sinar pada daerahuv dengan panjang gelombang maksimumnya adalah 223,5 nm. LAS dalam perairan dapat menimbulkan potensi masalah pencemaran.Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai salah satu alternatif penanganan masalah pencemaran limbah domestik dengan cara menguji kinerja bentonit alam dan bentonit termodifikasi kitosan dalam mengadsorpsi LAS. Untuk mengetahui bahwa kitosan telah bereaksi dengan bentonit maka diuji dengan FTIR dan XRD pada bentonit alam dan bentonit-kitosan. Kemudian  ditentukan waktu kontak optimum antara LAS dengan bentonit alam dan bentonit-kitosan. Serta penentuan isoterm adsorpsi LAS dengan bentonit alam dan bentonit-kitosan dengan cara membuat variasi konsentrasi larutan LAS. Uji kinerja bentonit alam dan bentonit-kitosan dalam mengadsorpsi LAS dilakukan dengan menggunakan sistem batch. Didapat waktu kontak optimum antara LAS berinteraksi dengan bentonit alam adalah 15 menit dengan kapasitas adsorpsi sebesar 3,265 mg/g. Sedangkan Waktu kontak optimum interaksi LAS dengan bentonit-kitosan terjadi pada waktu 15 menit dengan kapasitas adsorpsi sebesar 1,7mg/g. Dari hasil yang didapat maka dapat terlihat bahwa bentonit alam memiliki kapasitas adsorpsi yang lebih besar dibandingkan bentonit hasil modifikasi dengan  kitosan. Interaksi antara bentonit alam dan bentonit–kitosan dengan LAS terjadi secara fisik dengan energi adsorpsi bentonit alam dengan LAS adalah 19,31 KJ/mol dan energi adsorpsi bentonit-kitosan dengan LAS adalah 19,60 KJ/mol.
OPTIMASI PENURUNAN COD, BOD, DAN TSS LIMBAH CAIR INDUSTRI ETANOL(vinasse) PSA PALIMANAN DENGAN METODE MULTI SOIL LAYERING (MSL) Irmanto Irmanto; Suyata Suyata; Zusfahair Zusfahair
Molekul Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.972 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2013.8.2.135

Abstract

Industri etanol merupakan salah satu industri yang menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan khususnya sistem perairan. Banyaknya limbah cair etanol yang dibuang serta senyawa-senyawa organik dapat menyebabkan rusaknya ekosistem di perairan. Untuk mengatasi pencemaran limbah cair etanol, digunakan metode Multi Soil Layering (MSL) sebagai salah satu metode alternatif.  MSL adalah suatu metode pengolahan limbah cair yang meningkatkan fungsi tanah untuk pemurnian limbah cair.  Penelitian ini menggunakan metode MSL untuk mengolah limbah cair industri etanol sebelum dibuang ke perairan. Metode MSL merupakan suatu sistem pengolahan limbah yang menggunakan beberapa material seperti tanah, zeolit, dan arang tempurung kelapa yang dibentuk dalam suatu susunan pola bata bertingkat. Faktor yang diteliti adalah kecepatan pengisian yang terdiri dari 5 tahap yaitu: 160, 320, 480, 640, dan 800L.m-2hari-1, kemudian ditentukan efesiensi sistem MSL dalam menurunkan kadar COD, BOD, dan TSS limbah cair industri etanol (vinasse) PSA Palimanan menggunakan kecepatan pengisian optimum. Penentuan kadar COD ditentukan dengan metode refluks, penentuan kadar BOD menggunakan metode Winkler dan penentuan kadar TSS ditentukan dengan menggunakan gravimetri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan limbah cair industri etanol (vinasse) PSA Palimanan dengan metode MSL dapat menurunkan kadar COD, BOD, dan TSS pada kecepatan pengisian optimum 320 L.m-2hari-1. Efisiensi sistem MSL dalam menurunkan kadar COD, BOD, dan TSS masing-masing sebesar 80,85%; 94,68%; dan 83,99%. 
AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI DAUN PALA DARI BANYUMAS TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli SERTA IDENTIFIKASI SENYAWA PENYUSUNNYA Undri Rastuti; Senny Widyaningsih; Dwi Kartika; Dian Riana Ningsih
Molekul Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.384 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2013.8.2.142

Abstract

Staphylococcus aureus dan Escherichia coli adalah bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. Umumnya masyarakat dalam mengobati penyakit infeksi terhadap bakteri sering menggunakan antibiotik, namun apabila digunakan secara berlebihan dan kurang terarah dapat mengakibatkan terjadinya resistensi. Untuk mengatasinya diperlukan pencarian bahan alami sebagai alternatif pengobatan, salah satunya yaitu minyak atsiri daun pala. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri minyak atsiri daun pala dari Banyumas terhadap S. aereus dan E. coli serta mengidentifikasi senyawa penyusunnya. Minyak atsiri dari serbuk daun pala kering diisolasi menggunakan metode destilasi air. Minyak atsiri yang diperoleh diuji sifat fisik dan dilakukan identifikasi senyawa penyusunnya menggunakan GC-MS. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi untuk mengetahui Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) terhadap S. aereus  dan E. coli. Rendemen minyak atsiri daun pala yang diperoleh sebesar 1,34%. Minyak atsiri ini berwarna kuning pucat, berbau khas minyak pala dengan indeks bias sebesar 1,4779 dan bobot jenis sebesar 0,8862 g/cm3. Minyak atsiri daun pala diketahui memiliki 33 komponen kimia dan 5 komponen kimia terbesarnya adalah sabinene, terpinene-4-ol, α-pinene, β-pinene, and β-phellandrene. Minyak atsiri daun pala terbukti memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dengan KHTM pada konsentrasi minyak atsiri 3,125%  menghasilkan zona hambat sebesar 16,81 mm dan terhadap E. coli dengan KHTM pada konsentrasi minyak atsiri 1% menghasilkan zona hambat sebesar 0,54 mm.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI SENYAWA OKSOTRINUKLIR [Cr3O(OOCC6H5)6(H2O)3](NO3)×nH2O Aldes Lesbani; Risfidian Mohadi
Molekul Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.739 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2013.8.2.136

Abstract

Senyawa oksotrinuklir telah disintesis menggunakan kromium nitrat dan asam benzoat dalam etanol pada temperatur 80 oC selama 1 jam.Kristal senyawa oksotrinuklir hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer FTIR, 1H NMR padat, X-Ray Difraktometer, TGA, dan MS dengan teknik ionisasi dingin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa oksotrinuklir mempunyai vibrasi yang khas pada bilangan gelombang 671 cm-1(ν Cr3-O). Identifikasi dengan spektrometer massa dalam asetonitril sebagai pelarut menunjukkan fragmentasi pada m/z: 1021.83 [Cr3O(OOCC6H5)6(MeCN)3]+, 998,80 [Cr3O(OOCC6H5)6(MeCN)2(H2O)]+, 980,79 [Cr3O(OOCC6H5)6(MeCN)2]+, 939,73 [Cr3O(OOCC6H5)6(MeCN)]+. Puncak yang lebar dan besar pada spektrum 1H NMR menunjukkan bahwa kromium yang bersifat paramagnetic di dalam senyawa. Pola XRD menunjukkan bahwa senyawa oksotrinuklir adalah kristalin dan hasil termogravimetri menunjukkan senyawa oksotrinuklir stabil sampai suhu 174 oC dan mempunyai 5 mol air kristal. Dari hasil karakterisasi FTIR,1H NMR, XRD, TGA, dan MS dapat disimpulkan bahwa senyawa yang terbentuk adalah  [Cr3O(OOCC6H5)6(H2O)3](NO3)×5H2O.
DEODORISASI LIMBAH CAIR BATIK MENGGUNAKAN LIMBAH BAGLOG Pleurotus ostreatus DENGAN KOMBINASI VOLUME DAN WAKTU INKUBASI BERBEDA Heru Teguh Sumarko; Sri Lestari; Ratna Stia Dewi
Molekul Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.857 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2013.8.2.137

Abstract

Limbah cair batik yang dibuang ke lingkungan tanpa diolah terlebih dahulu bersifat toksik, mengakibatkan penurunan kualitas air disekitar lingkungan dan kesehatan dengan munculnya masalah utama seperti bau tidak sedap. Kondisi tersebut diperlukan penanganan agar efek pencemaran rendah atau menjadikan limbah cair batik tidak toksik. Penelitian tentang pengelolaan limbah cair batik berupa deodorisasi menggunakan limbah baglog Pleurotus ostreatus dengan kombinasi volume dan waktu inkubasi berbeda telah diujikan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kemampuan limbah baglog P. ostreatusdengan kombinasi volume dan waktu inkubasi berbeda dalam mendeodorisasi limbah cair batik, dan untuk mengetahui perlakuan yang terbaik dalam mendeodorisasi limbah cair batik menggunakan limbah baglog P. ostreatus dengan kombinasi volume dan waktu inkubasi berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah baglog P. ostreatus dengan kombinasi volume dan waktu inkubasi berbeda mampu mendeodorisasi limbah cair batik. Hasil terbaik berupa penurunan skala bau 3 (tidak bau) yang diikuti persentase penurunan nilai BOD sebesar 93,95% (3301 mg/l menjadi 200 mg/l) dan COD 79,66% (15200 mg/l menjadi 3120 mg/l) pada perlakuan 100 ml volume limbah cair batik dan 96 jam waktu inkubasi. 
SESKUITERPEN FURANODIENON DARI RIMPANG Curcuma xanthorrhiza DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERINYA Hartiwi Diastuti; Yana Maolana Syah; Lia Dewi Juliawaty; Marlia Singgih
Molekul Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.283 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2013.8.2.131

Abstract

ABSTRAK [Full Text]Curcuma xanthorrhiza dikenal sebagai tanaman obat Indonesia, rimpangnya sering digunakan dalam pengobatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa seskuiterpen dari rimpang Curcuma xanthorrhizadan menguji aktivitas antibakterinya. Isolasi senyawa dilakukan dengan kromatografi kolom vakum cair dan kromatografi radial. Identifikasi struktur dilakukan secara spektroskopi (FTIR (Fourier Transfrom Infra Red), NMR (Nuclear Magnetic Resonance) 1D dan 2D, serta MS (Mass Spectroscopy)). Uji antibakteri dilakukan dengan metode mikrodilusi, terhadap beberapa bakteri uji yaitu Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis  dan Staphylococcus aureus,. Isolat yang diperoleh berupa minyak tak berwarna yang teridentifikasi sebagai senyawa seskuiterpen furanodienon. Furanodienon menunjukkan aktivitas antibakteri dengan  nilai  MIC dan MBC 125,0 dan 250,0 µg/mL . 
POTENSI EKSTRAK DAN FRAKSI BUAH KEMLOKO (Phyllanthus emblica L.) SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN Meiny Suzery; Citra Agustina Isnaning; Bambang Cahyono
Molekul Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.504 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2013.8.2.138

Abstract

Tanaman KemLoko (Phyllanthus emblica L.) merupakan tanaman yang sering digunakan oleh masyarakat sebagai bahan obat tradisional. Aktivitas biologis tanaman tersebut diduga disebabkan oleh keberadaan senyawa-senyawa kelompok fenolat, terutama golongan flavonoid. Riset mengenai analisis kandungan senyawa fenolat, flavonoid dan aktivitas antioksidan dari ekstrak beserta fraksi-fraksi dari buah kemLoko dari Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Indonesia, untuk pertama kalinya dilaporkan pada publikasi ini. Buah kemLoko kering dimaserasi dalam  metanol, diikuti partisi dengan gradien pelarut sehingga diperoleh fraksi n-heksana, fraksi diklorometana, fraksi etil asetat dan fraksi air. Analisis fenolat total, flavonoid total dan aktivitas peredaman radikal DPPH dilakukan terhadap ekstrak atau fraksi yang menunjukan test positif fenolat dan flavonoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksin-heksana dan fraksi diklorometana negatif pada uji fenolat dan flavonoid. Kandungan fenolat total ekstrak metanol, fraksi etil asetat dan  fraksi air berturut turut adalah 351, 436 dan 111 mg ekuaivalen asam galat/g ekstrak atau fraksi, sedangkan flavonoid total berturut-turut 200, 216  dan 70 mg ekuivalen quercetin/g ekstrak atau fraksi. Aktivitas antioksidan ketiga sampel uji tersebut memiliki IC50 berkisar 58,4 sampai 120,9. Fraksi etil asetat merupakan sampel uji yang paling aktif sebagai antioksidan, selain memiliki kadar  fenolat total dan flavonoid total tertinggi.
APLIKASI REGRESI KOMPONEN UTAMA UNTUK ANALISIS HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR-AKTIVITAS ANTIKANKER SENYAWA TURUNAN NAFTOQUINON Andrian Saputra; Ricky Andi Syahputra; Iqmal Tahir
Molekul Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.004 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2013.8.2.133

Abstract

KajianHubungan Kuantitatif Struktur-Aktivitas (HKSA) senyawa antikanker turunan naftoquinon telah dilakukan dengan menggunakan analisis regresi komponen utama.Sebagai deskriptor digunakan muatan atom bersih dan beberapa deskriptor teoritik sebagai hasil perhitungan mekanika kuantum semiempirik PM3. Semua proses pemodelan molekul meliputi pembentukan struktur molekul, optimasi geometri dan perhitungan deskriptor molekul dilakukan menggunakan paket perangkat lunak Hyperchem 7.5. Data aktivitas biologis yang digunakan adalah data aktivitas antikanker senyawa melawan human cervical carcinoma dalam bentuk log IC50.Setiap deskriptor molekul ditransformasi menjadi beberapa komponen utama sebagai variabel bebas pada analisis regresi terhadap log IC50guna mendapatkan model persamaan HKSA. Dengan pendekatan regresi komponen utama diperoleh model persamaan HKSA sebagai berikut :log IC50 = 0.719 + 0.324 x1 + 0.018 x2 – 0.183 x3dengan n = 13, r = 0,893, r2 = 0,797, adjusted r2 = 0,757, SE = 0,228, Fhitung/Ftabel = 3,482, dan PRESS = 0,455 
IDENTIFIKASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI TERAKTIF DAUN PACAR KUKU (Lawsonia inermis Linn.) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherischia coli Nestri Handayani; Aprilia Fitriana; Desi Suci Handayani
Molekul Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.542 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2013.8.2.139

Abstract

Telah dilakukan uji aktivitas antibakteri fraksi teraktif daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) terhadap bakteriStaphylococcus aureusdan  Escherichia coli. Fraksi teraktif diperoleh dari hasil pemisahan kromatografi vacum cair (KVC) ekstrak etanol daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) yang telah melalui tahap maserasi dengan pelarut etanol 70%. Proses KVC dilakukan dengan  menggunakan tiga eluen yaitu n-heksan, etil asetat, dan etanol. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar. Komponen kimia dalam fraksi teraktif diidentifikasi melalui skrining fitokimia dengan metode kromatografi lapis tipis (KLT) dan kromatografi gas-spektrometer massa (GC-MS).Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan fraksi-fraksi daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus danEscherichia coli. Fraksi etil asetat adalah fraksi teraktif anti bakteri.Identifikasi senyawa dalam fraksi teraktif melalui kromatografi lapis tipis (KLT) menunjukkan adanya golongan senyawa flavonoid, terpenoid, antrakuinon, saponin, dan asam lemak. Analisis GC-MS menunjukkan adanya senyawa dominan 2-pentanone,4-hydroxy-4 methy, coumarin, hexadecanoic acid, methyl ester, dan 10-octadecanoic acid.

Page 1 of 1 | Total Record : 10