cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurkep.anak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak
ISSN : 23382074     EISSN : 2621296X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak (JIKA) was published by Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah. Jurnal Keperawatan Ilmu Keperawatan Anak (JIKA)is published twice in a year. JIKA publishes research results, research-based community service results, literature reviews, and case studies in the field of child nursing written by lecturers, nursing students, and clinic nurses in hospitals or health centers. JIKA is a continuation of Jurnal Keperawatan Anak with ISSN 2338-2074 published by the PPNI Jawa Tengah journal development team. JIKA is an online version of the journal with e-ISSN 2621-296X with the latest edition, the Jurnal Keperawatan Anak is no longer published.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2019): Mei 2019" : 5 Documents clear
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Lembar Balik Terhadap Tingkat Pengetahuan Orangtua Tentang Perkembangan Anak Kejang Demam Fitriana Noor Khayati; Nana Nabilla; Sri Suparti
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 2 No. 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.857 KB) | DOI: 10.32584/jika.v2i1.221

Abstract

Kejang demam adalah kejang yang terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun yang mengalami peningkatan suhu tubuh yang tidak disebabkan oleh proses tersebut. Kejang demam dapat dikendalikan dengan meningkatkan pengetahuan orang tua. Penting untuk melakukan pendidikan kesehatan bagi orangtua dengan metode dan media yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh pendidikan kesehatan dengan media flip pada tingkat pengetahuan orangtua tentang perkembangan anak-anak dengan kejang demam. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental semu dengan desain one pretest posttest group dan menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian adalah 16 orang tua dari anak-anak yang mengalami kejang demam. Instrumen menggunakan kuesioner dan intervensinya adalah pendidikan kesehatan menggunakan media lembar balik. Hasil Uji Homogenitas Marginal menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media lembar balik terhadap peningkatan pengetahuan orangtua dengan nilai p=0,005 (α = 0,05). Dianjurkan untuk menggunakan media lembar balik untuk pendidikan kesehatan bagi orangtua dengan kejang demam.Kata kunci: perkembangan anak, kejang demam, lembar balik, pendidikan kesehatan, pengetahuan orang tuaThe Effect of Health Education with Flip Sheet Media on Parent’s Knowledge Level abaout Development of Children with Febrile SeizuresAbstractFebrile seizures are seizures that occur in children aged 6 months to 5 years who experience an increase in body temperature that are not caused by the process. Febrile seizures can be controlled by increasing parental knowledge. It is important to do health education for parents with the right methods and media. This study aimed to measure the effect of health education with flip media on parent’s knowledge level about development of children with febrile seizures. This study was a quasi-experimental study with the one group pretest posttest design and using purposive sampling technique. The subjects of the study were 16 parents of children who had experienced febrile seizures. The instrument used a questionnaire and the interventions was health education using flip sheet media. The Marginal Homogeneity Test results showed that there was an effect of health education with flip sheet media on increasing parental knowledge with a p value = 0.005 (α = 0.05). It is recommended to use flip sheet media for health education for parents with febrile seizures.Key words: child development, febrile seizure, flip sheet, healt education, parent’s knowledge
Gambaran Perkembangan Komunikasi Anak Cornelia de Lange Syndrome (CdLS) Tri Retno Indah Susanti; Meira Erawati; Dwi Retno Nurniningsih
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 2 No. 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.357 KB) | DOI: 10.32584/jika.v2i1.179

Abstract

Cornelia de Lange Syndrome (CdLS) adalah gangguan perkembangan multisistem yang dikaitkan dengan gangguan kognitif, malformasi dan gangguan wajah internal yang khas. Gangguan perkembangan yang terjadi pada Cornelia de Lange Syndrome (CdLS) adalah keterampilan berbahasa dan berbicara. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat peningkatan perkembangan komunikasi anak Sindrom Cornelia de Lange (CdLS) setelah diberi intervensi  play therapy dan terapi wicaradengan menggunakan media gambar dan warna. Metodologi penelitian ini menggunakan desain studi kasus. Alat yang digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa menggunakan DENVER II. Berdasarkan hasil penelitian pada 9 November 2018, anak berusia 3 tahun, 9 bulan, 3 hari dengan diagnosis medis Sindrom Cornelia de Lange (CdLS) dengan keluhan anak belum bisa bicara. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan terdapat bentuk khas yaitu alis mata menyatu ditengah, bulu mata panjang, terdapat juga kriteria minor. Hasil pemeriksaan DENVER II dari bahasa, anak masih seperti anak usia 18 bulan.  Berdasarkan hasil evaluasi setelah 1 bulan tindakan keperawatan dan kolaborasi dengan terapis, telah terjadi peningkatan komunikasi anak.Kata kunci: Cornelia de Lang Syndrome, Peningkatan perkembangan, terapi wicara.Description of Communication Development in Children with Cornelia De Lange Syndrome (Cdls)AbstractCornelia de Lange Syndrome (CdLS) is a multisystem developmental disorder that is associated with cognitive impairments, malformations and internal and typical facial disorders. Developmental disorders that occur in Cornelia de Lange Syndrome (CdLS) are language skills and speech. The purpose of this study was to see the speed of communication development of children of Cornelia de Lange Syndrome (CdLS), after being given an intervention. Improve conversation by using play therapy using image and color media. The methodology of this research uses case study design. The tool used to measure the ability language use the DENVER II. Based on the results of the study on November 9, 2018, children aged 3 years, 9 months, 3 days with a medical diagnosis of Cornelia de Lange Syndrome (CdLS) were obtained with a comparison of children unable to speak. From the results of physical examination, there are typical forms, namely spies in the middle, long eyelashes, also there are minor criteria. The results of DENVER II examination of various children's languages are still like 18 months old children. Based on the evaluation results after 1 month of nursing actions and collaboration with the therapist, there has been an increase in communication of children with Cornelia de Lange Syndrome (CdLS).Key words: Cornelia de Lang Syndrome, Increased development, Speech therapy
Status Ekonomi dan Tingkat Pendidikan Orangtua dengan Kejadian Verbal Abuse pada Anak Usia Pra Sekolah Muhammad Khabib Burhanuddin Iqomh; Yulia Susanti; Eka Nurul Pratiwi
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 2 No. 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.176 KB) | DOI: 10.32584/jika.v2i1.127

Abstract

Verbal abuse merupakah hambatan untuk mencapai perkembangan anak. Pengalaman mendapatkan Verbal abuse akan memengaruhi kualitas hidup anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status ekonomi dan pekerjaan dengan verbal abuse  pada anak usia prasekolah. Desain penelitian menggunakan korelasi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 200 orang tua dengan anak-anak usia pra-sekolah terdiri dari 100 ibu dan 100 ayah menggunakan teknik pengambilan sampel acak. Mengumpulkan data penelitian menggunakan kuesioner pengembangan teori verbal abuse. Lokasi penelitian di Kecamatan Bandengan, Kabupaten Kendal, Kota Kendal. Usia responden berkisar antara 21-39 tahun, mayoritas berpenghasilan tinggi (67%), tingkat pendidikan sebagian besar lulusan sekolah menengah (54%). Tidak ada hubungan antara status ekonomi dan peristiwa verbal abuse dengan nilai p 0,366 (p> 0,05), ada hubungan antara pendidikan dan verbal abuse yang dilakukan oleh ibu dengan nilai p 0,035 (p <0,05), tidak ada hubungan antara pendidikan dilakukan oleh ayah dengan kejadian verbal abuse dengan nilai p 0,438 (p> 0,05). Kata Kunci: Status ekonomi, Pendidikan, verbal abuseRelationship of Economic and Educational Status with Verbal Abuse in Preschool Age ChildrenAbstractVerbal abuse is a barrier to achieving development in children. The experience of getting Verbal abuse will affect the quality of life of children. The study design used descriptive correlation with a cross sectional approach. The number of samples of 200 parents with pre-school age children consisted of 100 mothers and 100 fathers using random sampling techniques. Collecting research data using a verbal abuse theory development questionnaire. Research location in Bandengan Sub-District, Kendal District, Kendal City. Age of respondents ranged from 21-39 years, the majority were high income (67%), the education level was mostly high school graduates (54%). There is no relationship between economic status and verbal abuse events with p value 0.366 (p> 0.05), There is a relationship between education and verbal abuse occurrences carried out by mothers with p value 0.035 (p <0.05), There is no relationship between education conducted by the father with verbal abuse events with p value 0.438 (p> 0.05). The recommendation for further research is to see the effects of verbal abuse with children's development.Key Words: Economic Status, Education, Verbal Abuse
Gambaran Kecerdasan Emosional Orang Tua yang mempunyai Anak Autis Dody Setyawan; Dinna Puri Larasati
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 2 No. 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.397 KB) | DOI: 10.32584/jika.v2i1.197

Abstract

Orang tua dari anak autis memiliki stres yang lebih tinggi daripada mereka yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus lainnya. Tingkat stres yang tinggi pada orang tua dapat mengganggu emosi mereka pada anak. Emosi yang tidak terkendali dapat menyebabkan anak memiliki harga diri yang rendah dan menarik diri dari lingkungan. Dampak negatif ini dapat diminimalisir ketika orang tua memiliki kecerdasan emosi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecerdasan emosional orang tua anak autis di Semarang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif survei menggunakan kuesioner kecerdasan emosional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, yang melibatkan 91 orang tua sebagai responden. Data dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang tua dari anak-anak dengan autisme memiliki tingkat kecerdasan emosi yang sedang (72,5%). Temuan dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan oleh para pemangku kepentingan untuk memberikan dukungan program kepada orang tua untuk berbagi pengalaman dan memberikan dukungan di antara orang tua anak-anak dengan autisme.Kata Kunci: Autis, kecerdasan intelektual, orang tuaDescribe the Emotional Intelligence of the Parents of Children with AutismAbstractParents of children with autism have higher stress than those who have children with other special needs. High levels of stress in these parents can disturb their emotion towards the children. An uncontrolled emotion can caused the children to have a low self-esteem and withdraw themselves from their environment. These negative impacts can be minimized when the parents have good emotional intelligence. This study aimed to describe the emotional intelligence of the parents of children with autism in Semarang. This study used descriptive design of the survey using a questionnaire of emotional intelligence. The sampling technique used was total sampling, which involved 91 parents as the respondents. The data were analyzed using univariate analysis. The results showed that the majority of the parents of children with autism had a moderate level of emotional intelligence (72.5%). The findings in this study are expected to be a consideration by the stakeholders to provide program support to parents to share experiences and provide support among those parents of children with autism.Key Words: Autism, Emotional intelligence, parent
Gambaran Verbal Abuse Orangtua pada Anak Usia Sekolah Novi Indrayati; Livana PH
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 2 No. 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.505 KB) | DOI: 10.32584/jika.v2i1.220

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh lingkungan dan keluarga. Peran orang tua dalam merawat anak dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Kekerasan yang dilakukan oleh orang tua baik secara fisik maupun verbal akan berdampak negatif pada anak-anak. Kekerasan pada anak memiliki karakteristik yang berbeda, yaitu tindakan fisik, psikologis, kekerasan seksual dan penelantaran. Kekerasan fisik termasuk pemukulan, pelecehan, menampar, dan menendang, sedangkan kekerasan psikologis, misalnya, pelecehan / kekerasan verbal dengan kata-kata. Pelecehan verbal adalah semua bentuk ucapan yang memiliki sifat menghina, mematahkan, mengutuk, dan menakutkan dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi verbal abuse orang tua pada anak usia sekolah di SD Negeri 1 Ngilir, Kabupaten Kendal. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini adalah 61 anak usia sekolah yang menduduki kelas 4, 5, dan 6 di SD Negeri 1 Ngilir di Kota Kendal yang dipilih secara purposive sampling. Uji statistik dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami pelecehan verbal sebanyak 53 anak (86,9%). Peneliti lebih lanjut diharapkan untuk menambahkan variabel atau intervensi keperawatan yang mempengaruhi pemahaman orang tua tentang pengetahuan, dampak, dan pencegahan pelecehan verbal, sehingga orang tua dapat menjalin komunikasi yang lebih baik dengan anak-anak dan jumlah peristiwa pelecehan verbal dapat diminimalkan.Kata Kunci: kekerasan anak, usia sekolah, verbal abuseDescription of Verbal Abuse of Parents in School-Age ChildrenAbstractChild growth and development is influenced by the environment and family. The role of parents in caring for children can affect the growth and development of children. Violence committed by parents both physically and verbally will have a negative impact on children. Violence in children has different characteristics, namely acts of physical, psychological, sexual violence and neglect. Physical violence includes beatings, abuse, slapping, and kicking, while psychological violence, for example, verbal abuse/violence with words. Verbal abuse is all forms of speech that have insulting, snapping, cursing, and frightening qualities by issuing inappropriate words. This study aims to determine the verbal description of the abuse of parents in school-age children in SD Negeri 1 Ngilir, Kendal Regency. This study uses design descriptive research. The sample of this study was 61 school-age children who occupied grades 4, 5, and 6 in SD Negeri 1 Ngilir in Kendal City who were selected by purposive sampling. The statistical test in this study used univariate analysis with a frequency distribution. The results showed that the majority of respondents experienced verbal abuse as many as 53 children (86.9%). Further researchers are expected to add variables or nursing interventions that affect parents' understanding of knowledge, impact, and prevention of verbal abuse, so that parents can establish better communication with children and the number of verbal abuse events can be minimized.Keyword: child abuse, school age, children, verbal abuse

Page 1 of 1 | Total Record : 5