cover
Contact Name
Reiza Miftah Wirakusuma
Contact Email
jithor@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
jithor@upi.edu
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation
ISSN : 26543893     EISSN : 26544687     DOI : -
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality, and Recreation (Jurnal Pariwisata, Perhotelan dan Rekreasi Indonesia) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan dua keluaran (issues) dalam setahun pada bulan April dan Oktober. Redaksi juga turut mengundang para peneliti dan praktisi untuk dapat mengirimkan artikel berupa laporan hasil penelitian, pemikiran-pemikiran, maupun tulisan akademik, khususnya yang berkaitan dengan kepariwisataan, perhotelan dan rekreasi luar ruang. Perlu dipahami sebelumnya, artikel yang hendak dikirimkan merupakan artikel yang belum pernah dimuat atau dipublikasikan di jurnal berkala ilmiah lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1" : 9 Documents clear
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA WISATA CIBUNTU KABUPATEN KUNINGAN PROVINSI JAWA BARAT Kartika, Titing; Afriza, Lia; Fajri, Khoirul
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 2, No 1
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v2i1.16427

Abstract

ABSTRAKDesa Cibuntu merupakan salah satu Desa Wisata yang ada di Kabupaten Kuningan dan menjadi prioritas jangka panjang pembangun Provinsi Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali potensi wisata di Desa Wisata Cibuntu serta membantu dalam upaya peningkatan pemberdayaan masyarakat sehingga masyarakat akan merasakan dampak positif dengan adanya pengembangan Desa Wisata tersebut. Dampak yang diharapkan dari pemberdayaan tersebut tidak hanya berdampak secara ekonomi namum juga secara sosial dan budaya. Dengan demikian pembangunan bariwisata yang berorientasi pada masyarakat tersebut akan menjadikan pariwisata yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi kegiatan wawancara, observasi dan kajian literatur yang kemudian dapat ditindaklanjuti dengan kegiatan Fokus Grup Diskusi. Kegiatan penelitian akan melibatkan pemerintah, swasta (industri), asosiasi, masyarakat (petani, seniman/budayawan, pengelola desa, pemilik homestay serta kelompok penggerak pariwisata) serta pihak-pihak lain yang memiliki keterkaitan erat dalam pengembangan Desa Wisata Tersebut. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan desa wisata di Cibuntu belum dapat dikatakan optimal dengan belum terbangunnya sinergitas antara masyarakat dan pemerintah. Dengan demikian pola pemberdayaan berkelanjutan di Desa Cibuntu masih memerlukan dorongan yang kuat. Kata Kunci: Desa Wisata Cibuntu, Pariwisata Berkelanjutan,  Pemberdayaan Masyarakat  COMMUNITY EMPOWERMENT IN CIBUNTU TOURISM VILLAGE KUNINGAN DISTRICT WEST JAVA PROVINCE  ABSTRACTCibuntu Village is one of the Tourism Villages in Kuningan Regency and is a priority for long term goals of West Java province.The purpose of this research is to explore tourism potential in Cibuntu Tourism Village and help in efforts to increase community empowerment so that the community will feel a positive impact with the development of the Tourism Village. The expected impact of empowerment does not only affect economically but also socially and culturally. Thus the development of community-oriented tourism will make sustainable tourism.The research method used is qualitative descriptive with data collection techniques including interviews, observation and literature review which can then be followed up with the Focus Group Discussion activity. Research activities will involve the government, private (industry), associations, communities (farmers, artists/ cultural observers, village managers, homestay owners and tourism activists) as well as other parties that have close links in the development of the Tourism Village. Based on the results of the study it can be concluded that the development of tourist villages in Cibuntu cannot be said to be optimal with the lack of synergy between the community and the government. Thus the pattern of sustainable empowerment in Cibuntu Village still requires strong encouragement. Keywords: Cibuntu Tourism Village, Sustainable Torusim, Community Empowerment.
VALUE TARI SIGALE-GALE DALAM MENINGKATKAN WISATA BUDAYA DI DESA TOMOK KABUPATEN SAMOSIR Andriani, Rian; Brahmanto, Erlangga; Purba, Beatrix C.C Simamora
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 2, No 1
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v2i1.16429

Abstract

ABSTRAKTari Sigale-gale merupakan tarian sebuah patung kayu yang digerakkan oleh manusia dengan diiringi alunan musik khas Batak. Tari Sigale-gale sempat menjadi icon pada acara Festival Danau Toba tahun 2013. Adanya pergeseran nilai tari Sigale-gale dikarenakan perubahan cara penyuguhan tari Sigale-gale tersebut dengan memutar kaset yang sebelumnya selalu diiringi alunan alat-alat musik khas Batak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui esensi dan nilai yang terkandung dari tari Sigale-gale dalam meningkatkan wisata budaya di Desa Tomok Kabupaten Samosir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Tari Sigale-gale merupakan suatu pertunjukan yang menceritakan tradisi suku Batak Toba pada zaman dahulu. Prosesinya sejak dahulu hingga kini tidak mengalami perubahan namun cara menampilkannya yang berubah. Kesimpulan dari  penelitian ini adalah bahwa nilai tari Sigale-gale perlu dipertahankan dengan mengembalikan cara menampilkan pertunjukannya seperti sedia kala dan menghadirkan penari yang handal dalam menarik wisatawan untuk manortor (menari). Kata Kunci: Value, Tari Sigale-gale, Wisata Budaya  VALUE OF SIGALE-GALE DANCE TO INCREASE CULTURE TOURISM IN TOMOK VILLAGE, SAMOSIR DISTRICT ABSTRACTTari Sigale-gale is a dance of a wooden statue that is driven by humans accompanied by typical Batak music. Sigale-gale dance had become an icon in the 2013 Lake Toba Festival. The shift in the value of Sigale-gale dance was due to changes in the way the Sigale-gale dance was presented by playing tapes which were always accompanied by strains of Batak musical instruments. The purpose of this study was to determine the essence and value contained in Sigale-gale dance in enhancing cultural tourism in Tomok Village, Samosir Regency. This study uses descriptive qualitative methods. The results of this study state that Sigale-gale Dance is a performance that tells the traditions of the Batak Toba tribe in ancient times. The procession has not changed until now but the way it is displayed changes. The conclusion of this study is that the value of Sigale-gale dance needs to be maintained by returning the way to show the show as usual and presenting dancers who are reliable in attracting tourists to dance. Keywords: Value, Sigale-Gale Dance, Culture Tourism
PENGEMBANGAN WISATA SEBAGAI DAYA TARIK SITUS RUMAH SANDI DI PERBUKITAN MENOREH KULON PROGO Atmoko, Temoteus Prasetyo Hadi
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 2, No 1
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v2i1.16434

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan wisata sebagai daya tarik situs Rumah Sandi di Perbukitan Menoreh Kulon Progo. Penelitan ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini didapat strategi yang dapat disusun dalam pengembanagn situs Rumah Sandi yaitu penambahan jumlah sumberdaya manusia, pengidentifikasian para stakeholder sebagai mitra dalam pengembangan situs Rumah Sandi agar mampu beradaptasi dan dapat memenuhi kebutuhan pendidikan secara optimal, peningkatan kesadaran masyarakat terkait situs Rumah Sandi dan pelestariannya serta peningkatan kualitas pelayanan dengan merencanakan dan merumuskan sesuai kebutuhan pendidikan. Kata kunci: Daya Tarik, Pariwisata, Pengembangan  DEVELOPMENT OF TOURISM AS ATTRACTION OF SITUS RUMAH SANDI IN MENOREH HILL  KULON PROGO ABSTRACTThis study aims to find out how tourism is developed as an attraction for Situs Rumah Sandi in Menoreh Hills Kulon Progo. This research uses descriptive qualitative research methods. The results of this study obtained a strategy that can be developed in developing the Situs Rumah Sandi, namely increasing the number of human resources, identifying stakeholders as partners in developing Situs Rumah Sandi to be able to adapt and be able to meet education needs optimally, increase public awareness about Situs Rumah Sandi and their preservation and improving service quality by planning and formulating according to educational needs. Keywords: Attraction, Development, Tourism
REVIVING THE ROYAL KINGDOM THROUGH TOURISM (Case Study Of The Puri Anyar Kerambitan, Bali, Indonesia) Cahyadi, Hery Sigit
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 2, No 1
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v2i1.16430

Abstract

ABSTRAKIndonesia adalah Negara yang dibentuk oleh banyak kerajaan lokal yang kemudian bergabung menjadi sebuah republik yang sekarang dikenal sebagai Republik Indonesia. Setelah bergabung dengan republik, kerajaan-kerajaan ini kehilangan kekuasaan dan legitimasi mereka terhadap masyarakat dan tanah diberikan kepada pemerintah. Kondisi ini menyebabkan kerajaan tidak lagi memiliki pendapatan untuk mendukung warisan budaya mereka. Beberapa dari kerajaan diambil alih oleh pemerintah untuk dijadikan museum. Meskipun banyak memiliki warisan budaya tetapi kerajaan tidak menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan karena banyak warisan budaya yang tidak dipelihara dengan baik dan dilindungi sehingga membuat warisan budaya yang ada mulai dilupakan. Puri Anyar Kerambitan, Bali adalah salah satu dari beberapa kerajaan yang dapat bertahan hidup dengan mengembangkan wisata budaya dan menjual kebiasaan dan warisan keluarga kerajaan seperti makan malam kerajaan, tarian kerajaan dan pernikahan kerajaan. Aktivitas pariwisata tidak hanya menghidupkan kembali kerajaan tetapi juga masyarakat sekitar dan kekaisaran sebagai pusat budaya yang kembali muncul. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode deskriptif dan wawancara dilakukan kepada pemangku kepentingan pariwisata untuk mengetahui persepsi mereka terhadap pengembangan wisata kerajaan di Puri Anyar Kerambitan. Hasil dari penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa kegiatan pariwisata yang dikembangkan oleh keluarga kerajaan memiliki dampak positif pada kesejahteraan masyarakat dan mendirikan tempat wisata baru yang belum dikenal oleh masyarakat luas, terutama wisatawan karena mereka dapat lebih mengetahui bagaimana kehidupan keluarga kerajaan di zaman kuno. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana suatu kerajaan dapat menghidupkan kembali kekayaan budayanya setelah adanya kegiatan pariwisata sehingga dapat menjadi contoh bagi kerajaan lain yang memiliki masalah yang sama. Kata Kunci: Kerajaan, Pariwisata, Bali  REVIVING THE ROYAL KINGDOM THROUGH TOURISM(Case Study Of The Puri Anyar Kerambitan, Bali, Indonesia) ABSTRACTIndonesia is a State that is  formed by many local kingdoms which later merged into a republic now known as the Republic of Indonesia. After joining the republic these kingdoms lost their power and legitimacy to society and the land as it should be given to the government. These conditions led to the kingdoms no longer have the income to support their cultural heritage. Some of them was taken over by the government to be a museum. Although many have cultural heritage but the kingdoms are not attractive to be visited by tourists because many of the cultural heritage are not well maintained and protected tha make existing cultural heritage began to be forgotten. Puri Anyar Kerambitan, Bali is one of the few kingdoms that can survive by developing cultural tourism and selling the royal family habits and heritage such as royal dinner, royal dance and royal wedding. The tourism activity not only revives the kingdom but also the surrounding community and the empire as a cultural center re-emerges. This study uses descriptive methods approach and interview was conducted to stakeholder tourism to know their perceptions of the development of royal tourism in Puri Anyar Kerambitan. From the results of studies conducted found that the tourism activities developed by the royal family have a positive impact on the welfare of the community and established new tourist attractions that has not been known by the wider community, especially tourists because they can know more how the life of the royal family in the ancient times. The purpose of this study is to find out how a kingdom can revive its cultural treasures after experience through tourism so that it can be an example for other kingdoms that has the same problem. Keyword: Royal Kingdom, Tourism, Bali
KAJIAN PENGEMBANGAN AGRIBISNIS SINGKONG (Manihot esculenta) BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELALUI PENERAPAN AGROWISATA DI KAMPUNG CIREUNDEU Dasipah, Euis; Iskandar, I.
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 2, No 1
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v2i1.16435

Abstract

ABSTRAKKampung Adat Cireundeu merupakan salah satu wilayah industri Kota Cimahi yang masih mempertahankan kegiatan pertanian. Keunggulan daerah (comparative advantage) yang dimiliki meningkatkan potensi Kampung Adat Cireundeu mengembangkan agribisnis singkong melalui penerapan agroindustri dan agrowisata berbasis kearifan lokal. Jumlah pengunjung yang masih sedikit dan fluktuatif akan menentukan jumlah permintaan produk agroindustri singkong karena sebagian besar konsumen merupakan pengunjung Kampung Adat Cireundeu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya keterkaitan antara agroindustri singkong dan agrowisata di Kampung Adat Cireundeu, dan mengetahui strategi yang tepat untuk pengembangan agribisnis di Kampung Adat Cireundeu berbasis kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan melakukan analisis deskriptif kualitatif pada 37 responden dengan alat analisis yang terdiri dari persepsi pengunjung, WTP, IFE, EFE, dan SWOT. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya keterkaitan antara agroindustri singkong dan agrowisata di Kampung Adat Cireundeu dengan posisi strategi pada kuadran 3 sehingga Kampung Adat Cireundeu perlu melakukan diversifikasi strategi. Strategi yang tepat untuk pengembangan agribisnis singkong di Kampung Adat Cireundeu berbasis kearifan lokal, yaitu 1) Memperkenalkan produk melalui media berupa brosur yang diberikan kepada konsumen yang pernah datang, 2) Mendirikan restoran yang bernuansa Kampung Adat Cireundeu, dan 3) Memperbanyak saluran pemasaran agar jaringan hubungan konsumen semakin luas. Kata kunci: Agroindustri, Agrowisata, Analisis Persepsi Pengunjung, WTP, dan SWOT.  STUDY OF LOCAL WISDOM-BASED CASSAVA  (Manihot esculenta) AGRIBUSINESS DEVELOPMENT THROUGH THE APLLICATION OF AGRO-TOURISM IN THE CIREUNDEU VILLAGE ABSTRACTKampung Adat Cireundeu is one of areas an industrial Cimahi City who maintain the agricultural sector. Primary area (comparative advantage) owned increase potential Kampung Adat Cireundeu agribusiness develop of cassava with the application of agroindustry and agrotourism based on local cultural. The number of visitors still a little and fluctuates will determine the number of requests products agroindustry because most consumers is visitors of Kampung Adat Cireundeu. The purpose of research is to know the linkages between agroindustry and agrowisata in Kampung Adat Cireundeu and know strategy proper to the development of agribusiness in Kampung Adat Cireundeu based on local cultural. Methods used is the case study by doing descriptive qualitative analysis in 37 respondents with a analysis of perception visitors, WTP, IFE, EFE, and SWOT. The result of the research indicated that the existence of the links between agroindustry and agrotourism in Kampung Adat Cireundeu with the position of strategy at the quadrant 3 that Kampung Adat Cireundeu need diversified strategy. The right strategy to the development agribusiness of cassava in Kampung Adat Cireundeu based on local wisdom, such as 1 ) Introducing products through the medium of in the form of a leaflet given to consumers that never came , 2 ) Created a restaurant Kampung Adat Cireundeu’s nuance, and 3 ) Make many marketing line so the consumer relations the larger. Keywords: Agroindustry, Agrotourism, Analysis Of Percepstion Visitors, WTP, and SWOT.
COMMUNITY INVOLVEMENT IN ECOTOURISM DEVELOPMENT AT AKETAJAWE LOLOBATA NASIONAL PARK Cahyadi, Hery Sigit; Budisetyorini, Beta; Permana, Odang
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 2, No 1
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v2i1.16431

Abstract

ABSTRAKKeterlibatan masyarakat merupakan elemen penting dalam pengembangan pariwisata, terutama di kawasan lindung. Konflik sering terjadi di dalam taman nasional karena perbedaan kepentingan. Masyarakat lokal berasumsi bahwa mereka telah hidup di taman nasional selama beberapa generasi, sementara pihak taman nasional beerasumsi bahwa mereka memiliki kewajiban untuk memiliki sumber daya di dalam taman nasional. Keberadaan taman nasional sebagai objek wisata memungkinkan mereka untuk saling bekerja sama dengan cara yang saling menguntungkan. Jadi sangat penting untuk mengetahui bagaimana keterlibatan masyarakat yang terkandung di dalam taman nasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan wawancara dilakukan untuk manajemen taman nasional dan masyarakat lokal di dalam taman nasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana taman nasional yang melibatkan masyarakat asli di dalamnya dan bagaimana mereka berpartisipasi dalam pengembangan pariwisata di dalam taman nasional. Kata kunci: Taman Nasional Aketajawe, Keterlibatan Masyarakat  COMMUNITY INVOLVEMENT IN ECOTOURISM DEVELOPMENT AT AKETAJAWE LOLOBATA NASIONAL PARK ABSTRACTCommunity involvemet is an important element in tourism development, especially in protected area. Conflicts often occur within national parks because of differences in interests. Local communities assume that they have lived in national parks for generations while national parks assume that they have the duty to have resources within the national park. The existence of a national park as a tourist attraction makes it possible for them to cooperate with each other in a mutually beneficial manner. So it is very important to know how the involvement of the community contained within the national park. This research used a qualitative research method and interview was conducted to both national park management and local community inside the park. The aim of this research are to find out how national park involving the indigenous community inside the national park and how they participated in tourism development inside the park. Keywords: Aketajawe Lolobata National Parks, Community Involvement
IDENTIFYING CUSTOMER’S EMOTIONAL RESPONSES TOWARDS GUEST-ROOM DESIGN BY USING FACIAL EXPRESSION RECOGNITION, IN HOTEL’S VIRTUAL AND REAL ENVIRONMENTS Alvarez León, Iván; Juliá-Nehme, Begoña; Yoon, So Yeon
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 2, No 1
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v2i1.16681

Abstract

MENGIDENTIFIKASI RESPON EMOSIONAL PELANGGAN TERHADAP DESAIN KAMAR DENGAN MENGGUNAKAN PENGENALAN EKSPRESI WAJAH, DI LINGKUNGAN VIRTUAL DAN AKTUAL SEBUAH HOTELABSTRAKSangat umum diketahui bahwa emosi memainkan peran penting dalam pengalaman pelanggan dalam pariwisata. Mengukur emosi dapat memberikan informasi berharga tentang persepsi pelanggan tentang ruang hotel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis lingkungan hotel mana, Virtual atau Asli, yang lebih efektif dalam memunculkan respon emosional dari responden yang ditunjukkan untuk pertama kalinya. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap komponen kamar tamu mana, contohnya pemandangan alam ke luar atau interior yang mampu memicu respon emosional yang lebih tinggi. Dua percobaan dilakukan untuk memberikan bukti, yang pertama disajikan Lingkungan Virtual kepada responden melalui video, dan yang kedua dilakukan di lingkungan nyata pada jenis kamar presidential suite. Respon emosional dianalisis menggunakan perangkat lunak FaceReader, sistem pengenalan ekspresi wajah yang mengidentifikasi tujuh emosi, gairah fisiologis, dan kesenangan. Hasil menunjukkan nilai intensitas rata-rata keseluruhan yang rendah dari setiap emosi di lingkungan virtual dan nyata. Namun demikian, perbedaan signifikan dalam nilai intensitas puncak maksimum ditemukan antara lingkungan virtual dan nyata dengan nilai intensitas lebih tinggi di ruang tamu nyata. Tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan dalam tanggapan emosional terhadap pemandangan ke luar atau pandangan dari interior kamar. Kata kunci: Desain Emosional, Desain Hotel, Pengalaman Pelanggan, Pengenalan Ekspresi Wajah Otomatis  IDENTIFYING CUSTOMER’S EMOTIONAL RESPONSES TOWARDS GUEST-ROOM DESIGN BY USING FACIAL EXPRESSION RECOGNITION, IN HOTEL’S VIRTUAL AND REAL ENVIRONMENTS ABSTRACTIt is well known that emotions play a key role in the customer experience in tourism. Measuring emotions can provide valuable information about customer’s perceptions regarding hotel spaces. The purpose of this study is to identify which type of hotel environment, Virtual or Real, is more effective in eliciting emotional responses from participants who are shown a scenario for the first time. Furthermore, this study aims to uncover which of the components of guestrooms, e.g., natural views to the outside or interiors are capable of triggering higher emotional responses. Two experiments were conducted to provide evidence, the first presented a Virtual Environment to participants via video, and while the second one was conducted in Real Environments of presidential suites. Emotional responses were analyzed using FaceReader software, a facial expression recognition system that identifies seven emotions, physiological arousal and pleasure. Results showed low overall mean intensity values of each emotion in both virtual and real environments. Nevertheless, significant differences in the maximum peak intensity values were found between virtual and real environments with intensity values being higher in the real guestroom. No significant differences were found in emotional responses to the views to the outside or views of the guestroom interiors. Keywords: City Image, Cognitive Image, Unique Image, Affective Image, Repeat Visit.
ANALISIS SEKTOR POTENSIAL, DAPATKAH PARIWISATA MENJADI LOKOMOTIF BARU EKONOMI NUSA TENGGARA BARAT? Islamy, Nurul
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 2, No 1
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v2i1.16426

Abstract

ABSTRAKEkonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tercermin dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masih tergantung pada tambang bijih logam dan ekspor. Padahal, NTB dengan berbagai keindahan alam maupun budaya lokalnya merupakan salah satu provinsi yang dalam perkembangannya ditargetkan menjadi gerbang pariwisata nasional. Dengan semakin mantapnya posisi NTB sebagai destinasi wisata nasional, sekaligus tujuan investasi di bidang kepariwisataan di Indonesia, maka perlu dilakukan studi untuk dapat diketahui sejauh mana lapangan usaha yang berafiliasi dengan dunia pariwisata memberikan kontribusi sebagai lokomotif baru perekonomian NTB di luar sektor pertambangan. Untuk mendapatkan sektor/kategori unggulan di suatu wilayah, beberapa metode pengukuran yang umum digunakan antara lain Location Quotient (LQ), Analisis Shift–Share, dan Tipologi Klassen. Berdasarkan tiga metode tersebut diperoleh hasil bahwa dari delapan kategori unggulan, tiga diantaranya merupakan kategori yang menyokong pariwisata di NTB yakni lapangan usaha Transportasi dan Pergudangan, Real Estate dan Jasa–jasa. Kategori penting lainnya yaitu Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum; Konstruksi; dan Perdagangan berpotensi lebih digenjot untuk semakin meningkatkan perekonomian NTB. Bagi pengusaha, kategori unggulan yang menyokong pariwisata tersebut dapat “dilirik” untuk investasi di masa mendatang. Tanpa menutup kemungkinan untuk membuka usaha baru di lapangan usaha yang potensial. Ada satu kekuatan ekonomi baru yang menyeruak dari hasil analisis yaitu ekonomi kreatif. Ternyata lapangan usaha yang berkaitan dengan Ekonomi Kreatif telah terdeteksi sebagai kategori potensial yang patut dikembangan di NTB. Diperlukan kajian lebih lanjut terkait topik ini dengan menggunakan Tabel Input–Output agar didapatkan gambaran hubungan timbal balik dan keterkaitan antarsektor dalam perekonomian di NTB secara menyeluruh utamanya terkait pariwisata. Kata Kunci : Analisis Shift–Share, Ekonomi Kreatif, Location Quotient (LQ), Sektor Unggulan, Sektor Pariwisata, PDRB,  Tipologi Klassen  POTENTIAL SECTOR ANALYSIS, CAN THE TOURISM BE A NEW LOCOMOTIVE ECONOMY OF WEST NUSA TENGGARA? ABSTRACTThe economy of Nusa Tenggara Barat (NTB) reflected in the Gross Regional Domestic Product (GRDP) still depends on metal ore mining and exports. In fact, NTB with a variety of natural beauty and local culture is one of the provinces which in its development is targeted to become the gate of national tourism. With the increasing position of NTB as a national tourist destination, as well as an investment destination in the field of tourism in Indonesia, it is necessary to study to find out the extent to which industry affiliated with the tourism contribute as a new locomotive for the NTB economy outside the mining sector. To obtain leading sectors /categories in a region, several commonly used measurement methods include Location Quotient (LQ), Shift–Share Analysis, and Klassen Typology. Based on the three methods, the results show that of the eight leading categories, three of them are categories that support tourism in NTB, namely the Transportation and Storage, Real Estate and Services. Other important categories are Accomodation & food Service Activities; Construction; and Trade has the potential to be further boosted to further improve the NTB economy. For entrepreneurs, the leading categories that support tourism can be "glimpsed" for investment in the future. Without closing the possibility to open a new business in a potential industry. There is one new economic power that has emerged from the results of analysis, namely the creative economy. It turns out that the industry related to the Creative Economy have been detected as potential categories that deserve to be developed in NTB. Further studies are needed regarding this topic using the Input–Output Table in order to obtain an overview of the interrelationships and inter–sectoral linkages in the economy in NTB as a whole, especially related to tourism. Keywords: Creative Economy , GRDP , Klassen Typology, Leading Sector, Location Quotient (LQ), Shift – Share Analysis, Tourism Sector.
PERILAKU KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DI SALES AND MARKETING DEPARTMENT (STUDI KASUS DI HOTEL Y JAKARTA) Subakti, Agung Gita
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 2, No 1
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v2i1.16432

Abstract

ABSTRAKMeningkatnya jumlah wisatawan di Indonesia membuat investasi di bidang pariwisata dan perhotelan semakin menjanjikan, sehingga peluang ini tentunya sangat diperhatikan oleh para investor untuk berbisnis dengan membangun hotel-hotel baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian di Hotel Y Jakarta. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa linear regresi sederhana dimana dapat digunakan untuk memprediksikan seberapa jauh perubahan nilai variabel independen terhadap variabel dependen serta juga dapat menunjukan arah hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara perilaku konsumen dan keputusan pembelian di Hotel Y Jakarta, yaitu sebesar 51% dan 49% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Diantara kedua variabel ini juga terdapat sebuah hubungan yang kuat dan positif (0,714) yang berarti terjadi hubungan searah antara perilaku konsumen dengan keputusan pembelian. Dimana jika perusahaan dapat lebih memahami perilaku konsumen, maka diharapkan keputusan pembelian juga meningkat. Kata Kunci: Keputusan Pembelian, Perilaku Konsumen  CONSUMER BEHAVIOR TOWARDS PURCHASING DECISIONS IN SALES AND MARKETING DEPARTMENT(CASE STUDY AT Y JAKARTA HOTEL) ABSTRACTThe increasing number of tourists in Indonesia has made investments in tourism and hospitality sectors became more promising, this opportunity has been seen by the investors to build new hotels and another establishment. The purpose of this study was to determine the influence of consumer behavior towards purchase decision at Hotel Y Jakarta. The analysis used in this study is the analysis of simple linear regression which can be used to predict the extent to which changes in the value of independent variable on the dependent variable and can also indicate the direction of the relationship between the independent variable and the dependent variable. The results of this study showed a significant influence between consumer behavior and purchase decision at Hotel Y Jakarta, the result is 51% and it means the 49% are influenced by other factors that not examined in this study. Among these two variables there is also a strong and positive correlation (0.714) which means there is a directional correlation between consumer behavior and purchase decisions. Wherein if the company are more concern about their consumer behavior, so it is expected that the purchase decision will also increase. Keywords: Consumer Behavior, Purchase Decision

Page 1 of 1 | Total Record : 9