cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
rindo.herdianto@pu.go.id
Editorial Address
Jalan Panyaungan, Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung 40393
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Permukiman
ISSN : 19074352     EISSN : 23392975     DOI : http://dx.doi.org/10.31815/jp
Core Subject : Engineering,
Karya tulis ilmiah dibidang permukiman yang meliputi kawasan perkotaan/perdesaan, bangunan dan gedung yang ada didalamnya serta sarana dan prasarana pendukungnya.
Arjuna Subject : -
Articles 275 Documents
Pengukuran Resistansi Termal Bahan Bangunan dengan Metode Aliran Kalor dalam Lingkungan Terkondisi Fefen Suhedi
Jurnal Permukiman Vol 9 No 3 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2014.9.169-180

Abstract

Data sifat termal bahan bangunan diperlukan dalam perancangan maupun evaluasi kondisi eksisting bangunan gedung yang terkait dengan kenyamanan termal dan energi bangunan. Resistansi termal, konduktansi  termal,  dan konduktivitas termal adalah  diantara parameter-parameter untuk menyatakan sifat termal bahan. Salah satu metode untuk menentukan nilai resistansi termal bahan bangunan adalah ASTM C1155 yang menggunakan metode aliran kalor (heat flux) dengan pengambilan data secara in situ untuk   mengevaluasi resistansi   termal   bahan.   Kajian   ini   merupakan   studi   awal   untuk   menjajaki kemungkinan penggunaan instrumen pengukuran insitu dalam skala laboratorium. Pengukuran dilakukan dengan prinsip aliran kalor tetapi dilakukan di lingkungan yang terkontrol. Sebuah ruang pengukuran yang terkondisi telah dibuat yang terdiri dari kotak panas, kotak sampel, dan kotak dingin. Dua buah pemanas elektrik 500W digunakan untuk memanaskan udara di kotak panas, sedangkan udara di kotak dingin didinginkan menggunakan mesin pengondisi udara berkapasitas 5000 kBtu/jam. Sampel yang akan diukur diletakkan  pada kotak  sampel yang memisahkan  kotak  panas  dan  kotak dingin. Laju  aliran kalor dan perbedaan temperatur permukaan sampel diukur menggunakan sistem instrumen TRSYS01 pada dua lokasi ukur.  Eksperimen  pengukuran  resistansi termal  dilakukan  terhadap  sampel  fiber  semen  6 mm,  papan gypsum tipe standar tebal 9 mm, dinding bata merah tebal 100 mm, dan dinding bata ringan tebal 100 mm . Perhitungan resistansi termal dilakukan dengan metode penjumlahan sesuai ASTM C1155. Hasil pengukuran selama 24 jam diperoleh nilai perkiraan resistansi termal fiber semen adalah 0,029 m2.K/W, papan gypsum 0,068  m2.K/W,  bata  merah  0,246  m2.K/W,   dan  bata  ringan 0,583  m2.K/W  memenuhi  persyaratan convergence ratio (CR) < 0,10 dan koefisien variansi V(Re) <10%.  
Penerapan Teknologi Pengolahan Air Secara Terpadu di Permukiman Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Studi Kasus : Kawasan DAS Citarik, Sub DAS Hulu Citarum Elis Hastuti; Ida Medawaty; Lia Yulia Iriani; Reni Nuraeni
Jurnal Permukiman Vol 9 No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2014.9.67-77

Abstract

Permukiman di kawasan daerah aliran sungai (DAS) terutama sungai-sungai yang melintasi kota-kota besar pada umumnya merupakan kawasan padat yang minim pelayanan air minum dan sanitasi. Adanya peningkatan dalam pencapaian akses air minum dan sanitasi dibeberapa kawasan belum dapat meningkatkan kualitas lingkungan, diantaranya karena teknologi belum sesuai persyaratan dan ekosistem DAS. Tujuan penelitian adalah mengkaji kinerja, keandalan serta pengelolaan teknologi pengolahan air dan sanitasi secara terpadudi kawasan yang memiliki ketergantungan air tanah dan tingginya pencemaran air limbah ke sungai. Pada penelitian ini digunakan metoda eksperimen skala lapangan, dan metoda deskriptif kualitatif dan kuantitatif untuk analisis kinerja teknologi serta pengelolaannya. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan terintegrasi potensi air permukaan dan penerapan sanitasi yang berorientasi daur ulang dapat meningkatkan upaya minimasi pencemaran dan peningkatan kualitas air sungai serta ekonomi masyarakat.Kinerja unit proses pengolahan air sungai pada kondisi stabil, dapat menghasilkan air olahan di kran umum sesuai bakumutu Permenkes 492/IV/2010. Sementara itu pada unit usaha air, menghasilkan airkemasan, diantaranya kualitas rata rata TDS 24 mg/L, kekeruhan 0,32 mg/L. Sedangkan kinerja unit proses pada Instalasi Pengolahan Air Limbah Komunal yang terdiri dari biofilter dan pengolahan lanjutan sistem lahan basah buatan, hibrid dan filtrasi pasir, menunjukkan kualitas air olahan yang dapat digunakan untuk kebutuhan kolam ikan, irigasi pertanian atau operasional bank sampah.
Faktor Penentu Emisi Gas Rumah Kaca dalam Pengelolaan Sampah Perkotaan Tuti Kustiasih; Lya Meilany Setyawati; Fitrijani Anggraeni; Sri Darwati; Aryenti Aryenti
Jurnal Permukiman Vol 9 No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2014.9.78-90

Abstract

Sampah merupakan salah satu sumber penyebab terjadinya emisi gas rumah kaca (GRK), diantaranya gas metan (CH4) dan karbondioksida (CO2). Pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dapat mengurangi jumlah emisi gas rumah kaca melalui kegiatan 3R (reduce, reuse, recycle), perbaikan proses pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah dan pemanfaatan sampah menjadi produksi energi. Perhitungan emisi gas rumah kaca di Indonesia masih mengacu pada “Default Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) Tahun 2006”, karena belum tersedianya data country specific parameter. Dalam memperkirakan emisi gas rumah kaca diperlukan komposisi dan karakteristik sampah. Medote penelitian secara kuantitatif dan kualitatif dalam menganalisis hasil pengumpulan data penelitian dengan uji komposisi sampah sesuai dengan SNI 19-3964-1994dan uji karakteristik dengan ultimate dan proximate analysis untuk menjelaskan struktur kimia sampah, dengan perhitungan berdasarkan reaksi stokiometri.Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor emisi gas rumah kaca dari data spesifik di Indonesia dengan mengidentifikasi parameter komposisi dan karakteristik sampah serta meningkatkan aktifitas pengelolaan sampah untuk mendukung mitigasi dan adaptasi bidang persampahan. Hasil perhitungan degradable organic carbon (DOC)sampah di TPA 0,15 kg CH4/kg berat kering dan faktor emisi CH4 sampah organik adalah (0,07 - 0,11) kg CH4 per berat kering sampah organik atau (0,42 – 0,47) kg CH4 per berat basah sampah organik dari data spesifik sampah di Indonesia.
Peta Kondisi Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Fitrijani Aggraini; Rudy R Effendi; Tibin Ruby Prayudi; Yulinda Rosa; Sugeng Paryanto
Jurnal Permukiman Vol 9 No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2014.9.91-101

Abstract

Abstrak Untuk mencapai tujuan pembangunan millenium development goals, pemerintah harus berusaha untuk memberikan cakupan layanan sanitasi dasar nasional sebesar setengah dari seluruh penduduk Indonesia sebesar 62,41% pada tahun 2015. Hal ini memerlukan usaha dan upaya memenuhi kebutuhan akan sarana dan prasarana sanitasi seperti halnya Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja. Tingkat kesadaran pemerintah daerah dalam mengelola lumpur tinja pada umumnya masih rendah. Di antara 507 daerah kabupaten dan kota se Indonesia, baru 134 yang sudah memiliki Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), sedang sisanya masih membuang lumpur tinja ke sungai atau kebun.Penelitian ini bertujuan melakukan pemetaan kondisi teknis IPLT eksisting dengan melakukan audit, telaah, verifikasi, kajian, dan evaluasi terhadap kinerja IPLT berdasarkan standar, pedoman teknis, dan tata cara yang berlaku sehingga fungsionalisasi dan optimalisasi IPLT terbangun dapat tercapai dan terpelihara kesinambungan operasi dan pemeliharaannya.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif komparatifyaitu mendeskripsikan hasil penelitian secara sistematis, faktual, dan akurat dari data kualitatif dan kuantitatif yang didapat dari data sekunder dan data di lapangan. Data dikaji dengan membandingkan kondisi eksisting dengan standar, pedoman, petunjuk teknis, dan teori bidang ilmu pengolahan lumpur tinja.Hasil penilaian terhadap kesesuaian pengelolaan sistem IPLT di wilayah studi menyimpulkan bahwa sebagian besar termasuk kategori cukup baik. Hanya satu kota saja dari 11 kota yang termasuk kategori baik dan dua kota termasuk kategori tidak baik sehingga sisanya sebanyak 8 kota atau setara dengan 73% wilayah studi termasuk kategori cukup baik. 
Kinerja Sistem Struktur Rumah Tradisional Ammu Hawu dalam Merespon Beban Seismik I Ketut Suwantara; Putu Ratna Suryantini
Jurnal Permukiman Vol 9 No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2014.9.102-114

Abstract

Ammu Hawu merupakan salah satu rumah tradisional dengan struktur kayu Lontar (Borassus flabelifer), memiliki kestabilan secara struktural terhadap beban lateral gempa. Hal ini dibuktikan dengan kondisi struktur yang tetap utuh ketika terjadi gempa Flores (2012). Penelitian ini mengkaji kinerja sistem struktur keseluruhan (3 dimensi) secara numerik dengan input data berupa hasil uji sifat mekanis elemen struktur, friksi pada pondasi, sambungan terkritis pada struktur, dan rekam data gempa riwayat waktu Flores. Hasil analisis menunjukkan deformasi yang terjadi melebihi kinerja batas layan, namun belum melebihi kinerja batas ultimit yang disyaratkan pada peraturan gempa Indonesia, kinerja struktur dinilai baik karena gaya-gaya dalam yang terjadi pada elemen struktur lebih kecil daripada kekuatan tekan kayu Lontar. Hal ini mengindikasikan bahwa secara umum tidak terjadi kegagalan pada elemen struktur balok maupun kolom, melainkan perilaku kegagalan terjadi pada sistem sambungannya. Hal ini menunjukkan struktur masih kuat untuk menahan beban sendiri, hidup, dan gempa. Tingkat kestabilan yang sangat baik pada struktur karena tidak mengalami kegagalan struktur (collapse) setelah dilakukan analisis numerik dengan gempa riwayat waktu. Sistem pondasi umpak memberikan dampak positif terhadap sistem struktur karena gaya lateral akibat gempa tidak seluruhnya diterima dan ditahan oleh struktur bangunan. 
Sistem Rating Bangunan Hijau Indonesia Ade Erma Setyowati; Muhammad Nurfajri Alfata; Andreas Wibowo
Jurnal Permukiman Vol 9 No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2014.9.115-121

Abstract

Sektor bangunan gedung memberikan kontribusi signifikan terhadap kerusakan lingkungan. Penerapan konsep bangunan hijau merupakan salah satu cara meminimalkan dampak kerusakan lingkungan yang disebabkan sektor ini. Penelitian ini bertujuan untuk memeroleh sistem Rating bangunan hijau, berdasarkan metode Delphi. Survei dilakukan dalam 3 (tiga) tahap untuk mendefinisikan : (a) kriteria dan subkriteria bangunan hijau, (b) subkriteria yang urgen untuk saat ini hingga lima tahun ke depan, dan (c) pembobotan masing-masing subkriteria serta sistem penilaiannya. Metode Delphi hanya dilakukan pada tahap I. Sementara tahap II dan III menggunakan kuesioner 1 putaran. Pada survei tahap I diperoleh hasil perhitungan yang memperlihatkan perbaikan konsensus, yaitu : nilai IQR (interquartile range) turun; dan Nilai IRR (interater reliability) naik. Tingkat konsensus dalam survei tersebut berada dalam rentang poor agreement (0-0,3), lack agreement (0,3-0,5) dan moderate agreement (0,51-0,7). Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan penyusunan pedoman penilaian bangunan hijau Indonesia. Bila akan digunakan sebagai acuan penyusunan peraturan daerah, penerapan pedoman perlu dilakukan bertahap dan didukung edukasi yang memadai. Penelitian ini juga merekomendasikan beberapa ranah yang perlu dikaji lebih lanjut tentang pemetaan yang lebih detil sesuai kondisi Indonesia saat ini dan prediksi lima tahun ke depan, konsensus yang lebih baik, dan tata cara penilaian untuk perbaikan sistem Rating bangunan hijau ke depannya.
Analisa Kebutuhan Luas Minimal Pola Rumah Sederhana Tapak Di Indonesia Mahatma Sindu Suryo
Jurnal Permukiman Vol 12 No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2017.12.116-123

Abstract

The minimum space standard for low cost landed house is 36 m² (SNI 03-1733-2004). The standard refered to the human need for fresh air used for indoor activities. The previous research based on antropometric and human activities in 2011 result in the basic room configuration and minimum space dimension for lowcost landed house. The minimum space dimension based on this previous research is 47.56 m² (11.89m² /person). Compared to the previous study, this research emphasized on space configuration to analysis the minimum space dimension. This paper investigated the minimum space dimension for low cost landed house in Indonesia. This paper simulated the space configuration based on basic room found in previous research to elaborate the most efficient design. The simulation found that the space dimension for low cost landed house is 32,01m²  – 36 m² .   
Analisis Respons Tanah Di Permukaan Pada Beberapa Lokasi Pemboran Dangkal Stasion Gempa Bmkg Mohamad Ridwan; Fahmi Aldiamar
Jurnal Permukiman Vol 12 No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2017.12.45-57

Abstract

Analisis hazard gempa untuk wilayah Indonesia sudah disusun dalam peraturan gempa Indonesia (SNI-1726-2012) untuk Peak Ground Acceleration (PGA) dan spektrum respons dibatuan dasar, sedangkan aplikasi untuk disain struktur harus dihitung dipermukaan dengan mempertimbangkanefek tanah lokal. Analisis respon spesifik site dapat dilakukan dengan menggunakan analisis perambatan gelombang dari batuan dasar ke permukaan berdasarkan input parameter tanah dan goyangan di batuan dasar. Pada penelitian ini dilakukan analisis respon spesifik situs pada empat lokasi yang telah diketahui kondisi tanahnya berdasarkan hasil uji pengeboran dan Standard Penetration Test (SPT) yaitu di Serang, Sukabumi, Cilacap, dan Wonogiri yaitu lokasi stasion seismograf milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Hasil analisis pada seluruh lokasi tersebut diperolehspektrum respons dipermukaan pada perioda 1,0 detik terjadi amplifikasi, sedangkan pada PGA dan spektrum respons 0,2 detik terjadi deamplifikasi. Bila dibandingkan dengan ASCE-07-10 untuk jenis tanah sedang (SD) memperlihatkan nilai amplifikasi hasil penelitian yang lebih rendah. Hal ini tentunya akan menjadi bahan kajian dan evaluasi lebih lanjut untuk kebutuhan praktis. 
Penurunan Kadar Total Suspended Solid (TSS) Air Limbah Pabrik Tahu dengan Metode Fitoremediasi Tati Ruhmawati; Denny Sukandar; Mimin Karmini; Tatang Roni S.
Jurnal Permukiman Vol 12 No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2017.12.25-32

Abstract

Salah satu karakteristik air limbah industri tahu adalah kandungan bahan organik yang ditandai dengan tingginya kadar TSS. Tanaman air mempunyai kemampuan menyaring bahan-bahan yang larut dalam air limbah sehingga potensial untuk pengolahan air limbah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi waktu kontak proses fitoremediasi menggunakan tanaman hydrilla terhadap penurunan kadar TSS air limbah pabrik tahu. Hipotesis penelitian yaitu semakin lama waktu kontak antara air limbah dengan tanaman air semakin besar penurunan kadar TSS. Populasi seluruh air limbah diambil dari pabrik tahu Cibuntu Kota Bandung, sedangkan sampel air limbah pabrik tahu diambil dari populasi, dengan teknik pengambilan sampel sesaat. Jenis penelitian eksperimen adalah rancangan Pretest-Postest dengan kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pemeriksaan laboratorium. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji anova. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan kadar TSS, rata-rata persentase penurunan kadar TSSuntuk waktu kontak 2 hari 47,43 %, untuk waktu kontak 4 hari sebesar 74,85 %, dan untuk waktu kontak 6 hari sebesar 80,63 %. Dari hasil uji anova diperoleh nilai p sebesar 0,002, lebih kecil dari 0,05 (α 5%). Terdapat pengaruh yang bermakna antara variasi waktu kontak tanaman air hydrilla terhadap penurunan kadar TSS air limbah pabrik tahu. 
Kriteria Desain Drainase Kawasan Permukiman Kota Berwawasan Lingkungan Sarbidi Sarbidi
Jurnal Permukiman Vol 9 No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2014.9.1-16

Abstract

Sistem drainase konvensional kawasan atau kota sudah tidak kondusif untuk menangani genangan air atau banjir saat ini. Konsep drainase berwawasan lingkungan harus segera diterapkan di lingkungan permukiman. Untuk itu harus didukung dengan kriteria desain yang cukup lengkap. Sasaran penelitian antara lain untuk mendapatkan kriteria umum dan teknis desain drainase kawasan atau drainase kota berwawasan lingkungan. Kegiatan dilaksanakan dengan metode deskriptif dan hasil deskripsi data sekunder dan data primer hasil survei disusun dalam tabel dan matrik data, yang sudah diisi dengan rumusan konsep kriteria, kemudian dibandingkan dengan standar terkait. Hasil kajian : (1) kriteria umum terdiri atas 2 (dua) parameter penentu, sebagai landasan kebijakan dan pembuatan master plan drainase berwawasan lingkungan, 10 (sepuluh) elemen penentu dan 29 (dua puluh sembilan) kriteria penentu, (2) kriteria teknis terdiri atas sekitar 3 (tiga) parameter penentu, 20 (dua puluh) elemen penentu dan 56 (lima puluh enam) kriteria penentu, (3) penerapan drainase kawasan atau kota berwawasan lingkungan perlu didukung dengan subsistem tampungan, resapan, manfaat dan alirkan (TRMA) sisa limpasan keluar. 

Page 3 of 28 | Total Record : 275