cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
rindo.herdianto@pu.go.id
Editorial Address
Jalan Panyaungan, Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung 40393
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Permukiman
ISSN : 19074352     EISSN : 23392975     DOI : http://dx.doi.org/10.31815/jp
Core Subject : Engineering,
Karya tulis ilmiah dibidang permukiman yang meliputi kawasan perkotaan/perdesaan, bangunan dan gedung yang ada didalamnya serta sarana dan prasarana pendukungnya.
Arjuna Subject : -
Articles 275 Documents
Revisi Model Penilaian Eco-Degree di Kawasan Permukiman Perdesaan Hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Fani Deviana; Arip P Rachman
Jurnal Permukiman Vol 10 No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2015.10.78-91

Abstract

Eco-degree (E) adalah satu model penilaian yang dapat digunakan untuk menilai keberlanjutan permukiman perdesaan di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS). Hasil penilaian model ini dapat dijadikan masukan dalam penyusunan program penanganan kawasan yang dinilai. Walaupun demikian, terdapat dua catatan untuk model ini : indikasi bahwa model penilaian ini tidak cocok untuk diterapkan pada permukiman hulu DAS di luar Pulau Jawa, dan belum dieksplorasinya posisi model ini terhadap model-model penilaian keberlanjutan kawasan lain yang dikembangkan dalam literatur. Tujuan tulisan ini adalah melakukan verifikasi dan penyempurnaan terhadap keabsahan model sebagai alat untuk menilai keberlanjutan kawasan permukiman perdesaan di hulu DAS yang ada di Pulau Jawa, dan menjelaskan bagaimana posisi model penilaian ini dalam literatur. Pendekatan penelitian explanatory digunakan dalam rangka memenuhi kedua tujuan penelitian ini. Data diperoleh melalui survei terhadap tiga belas responden, yang juga merupakan responden dalam menyusun kerangka penilaian E. Jawaban responden tersebut akan dianalisis melalui metode boxplot dan selanjutnya diverifikasi melalui forum focused group discussion (FGD). Model yang telah disempurnakan tersebut selanjutnya dikonfrontasikan dengan literatur. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa model penilaian E bisa dijadikan alat untuk mengukur keberlanjutan suatu kawasan permukiman perdesaan di hulu DAS yang terdapat di Pulau Jawa. Model penilaian E ini pun relatif konsisten dengan model-model penilaian keberlanjutan kawasan yang didokumentasikan di literatur.
Penyediaan Infrastruktur Pengelolaan Persampahan di Lingkungan Permukiman Kumuh Kota Bandung Veronica Kusumawardhani; Surjono Hadi Sutjahjo; Indarti Komala Dewi; Naomi Fransiska Panjaitan
Jurnal Permukiman Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2016.11.100-109

Abstract

Pertumbuhan permukiman kumuh merupakan tantangan urbanisasi dewasa ini. Permukiman kumuh ditandai dengan keterbatasan infrastruktur dasar permukiman, salah satunya adalah tidak tersedianya infrastruktur pengelolaan persampahan yang memadai. Kota Bandung sebagai bagian dari kota metropolitan tidak luput dari tantangan ini, sehingga dipilih tiga daerah sebagai perwakilan kawasan kumuh sebagai objek penelitian. Ketiga daerah tersebut adalah Kelurahan Tamansari (kumuh berat), Kelurahan Babakan Ciamis (kumuh sedang), dan Kelurahan Cihargeulis (kumuh ringan).  Analisis kondisi pengelolaan persampahan eksisting dilakukan dengan perhitungan Indeks Kualitas Tanah (IKT) permukiman. Penelusuran kemungkinan perbaikan kondisi infrastruktur pengelolaan persampahan dilakukan dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) yang membantu pengambilan keputusan dengan perbandingan prioritas dari para pakar di bidang pengelolaan lingkungan hidup. Hasil perhitungan IKT menunjukkan bahwa kualitas tanah Kelurahan Tamansari adalah yang terburuk dengan nilai IKT 18.5, Kelurahan Babakan Ciamis bernilai IKT 47.5, dan Kelurahan Cihargeulis yang terbaik dengan nilai IKT 73.5. Analisis AHP menghasilkan alternatif solusi infrastruktur pengelolaan persampahan terbaik untuk ketiga Kelurahan adalah dengan Komposting untuk mengelola sampah organik dan Bank Sampah untuk mengelola sampah anorganik. Masing-masing jumlah unit yang dibutuhkan adalah 20 unit untuk Kelurahan Tamansari, 8 unit untuk Kelurahan Babakan Ciamis, dan 11 unit untuk Kelurahan Cihargeulis.
Akurasi Perhitungan Faktor Langit dalam SNI 03-2396-2001 tentang Pencahayaan Alami pada Bangunan Gedung Rizki Armanto Mangkuto
Jurnal Permukiman Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2016.11.110-115

Abstract

Standar nasional Indonesia tentang pencahayaan alami pada bangunan gedung yang berlaku pada saat ini, SNI 03-2396-2001, merekomendasikan penggunaan faktor langit dari langit berawan seragam sebagai indikator ketersediaan pencahayaan alami dalam ruangan. Untuk menghitung faktor langit sebagai fungsi dari posisi relatif (L/D and H/D) dari suatu lubang cahaya vertikal tanpa kaca, disediakan tabel referensi yang dapat digunakan. Meskipun demikian, akurasi dari nilai-nilai yang terdapat dalam tabel tersebut tidak diketahui. Artikel ini melaporkan akurasi dari nilai-nilai tersebut dibandingkan terhadap nilai analitisnya. Dari perhitungan, ditemukan bahwa dari 11 dari 361 nilai yang ada dalam tabel memiliki galat relatif sebesar 10% atau lebih besar. Beberapa contoh hasil yang didapat menggunakan interpolasi nilai-nilai pada tabel dibandingkan dengan hasil yang didapat menggunakan persamaan analitik. Berdasarkan analisis, disarankan untuk menggunakan tabel referensi hanya untuk nilai L/D dan H/D yang berada di dalam rentang 0,1 ~ 6,0. Untuk nilai-nilai di luar rentang tersebut, disarankan untuk menggunakan persamaan analitik untuk menentukan faktor langit.
Transformasi Rumah Adat Balai Padang Sebagai Hunian Tradisional Suku Dayak Bukit Di Kalimantan Selatan Desak Putu Damayanti; Ni Made Dwi Sulistia Budhiari; Kuswara Kuswara
Jurnal Permukiman Vol 12 No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2017.12.33-44

Abstract

Rumah adat Balai Padang merupakan hunian tradisional Suku  Dayak Bukit, yang masih dapat ditemui di Pegunungan Meratus, Provinsi Kalimantan Selatan. Namun kini, keberadaan rumah adat Balai makin sulit ditemui, karena masyarakat lebih memilih untuk membangun rumah kayu dibandingkan rumah adat Balai. Fungsi hunian komunal pada rumah adat Balai telah berubah menjadi fungsi hunian pribadi pada rumah kayu. Hal ini menjadi penyebab rumah kayu sering diasumsikan sebagai rumah tradisional suku Dayak Bukit. Fokus pada tulisan ini untuk menganalis proses dan penyebab terjadinya transformasi dari rumah adat Balai Padang yang merupakan fungsi hunian komunal menjadi rumah kayu yang merupakan fungsi hunian pribadi. Aspek yang dianalisis meliputi transformasi fisik yang terjadi dari rumah adat Balai Padang menjadi rumah kayu, dan faktor-faktor penyebabnya. Transformasi fisik yang terjadi diperoleh melalui metode observasi lapangan, sedangkan faktor-faktor penyebab transformasi diperoleh dari hasil wawancara mendalam. Dari observasi lapangan ditemukan bahwa terdapat perubahan mendasar pada konsep ruang dan fungsi bangunan antara rumah Adat Balai Padang dengan rumah kayu. Faktor penyebab transformasi tersebut adalah keinginan penghuni sendiri. Keleluasaan gerak yang terbatas menjadi faktor dominan pemicu masyarakat memilih untuk membangun hunian pribadi, hal ini dapat dilihat dari sempitnya ruangan menjadi alasan terbesar yang dipilih responden untuk pindah ke rumah kayu. Pada proses membangun,  ditemukan bahwa 80% rumah kayu yang ada dibangun oleh tukang yang hanya menguasai metode membangun rumah konvensional, sehingga menghasilkan desain rumah kayu yang berbeda dengan rumah adat Balai Padang. 
Penerapan Standar Keselamatan Evakuasi Kebakaran Pada Bangunan Gedung Di Indonesia Wahyu Sujatmiko
Jurnal Permukiman Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2016.11.116-127

Abstract

Saat ini di Indonesia ketentuan laik fungsi harus dipenuhi bangunan hunian. Perlu dilakukan kajian standar dan peraturan keselamatan kebakaran pada bangunan tinggi dan kemungkinan penerapannya. Pada makalah ini dilakukan kajian terhadap kedua aspek tersebut. Untuk aspek pertama metoda yang dipergunakan adalah dengan kajian terhadap standar dan peraturan keselamatan evakuasi di Indonesia dan membandingkan dengan NFPA 101 selaku standar rujukan. Untuk aspek kedua dilakukan pemeriksaan terhadap bangunan kajian terkait pemenuhan standar dan peraturan keselamatan evakuasi. Objek studi adalah 9 buah bangunan residensial bertingkat tinggi yang terdiri atas 3 hotel dan 6 rusunami. Hasil kajian memperlihatkan bahwa peraturan keselamatan evakuasi pada Permen PU 26/2008 perlu direvisi terkait istilah dan definisi teknis untuk lebih disesuaikan dengan SNI Sarana Jalan Keluar dan standar rujukannya NFPA 101. Hasil kajian lapangan menunjukkan sejumlah bangunan tidak memenuhi ketentuan keselamatan evakuasi. Permen 26/2008 dan SNI Sarana jalan Keluar perlu dilengkapi dengan butir-butir peraturan berbasis preskriptif untuk masing-masing kelas bangunan dan konsep basis kinerja sesuai standar NFPA agar lebih mudah dan fleksibel dalam pemenuhan persyaratan sesuai kelas bangunan. Pemenuhan keselamatan evakuasi perlu dukungan riset berbasis kinerja.
Prediksi Temperatur Kebakaran Ruangan Bangunan Menggunakan Model Babrauskas Wahyu Sujatmiko
Jurnal Permukiman Vol 12 No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2017.12.8-19

Abstract

Simulasi diperlukan untuk mengetahui pengaruh beban api terhadap susunan proteksi sistem pasif dan aktif bangunan. Masukan dari simulasi adalah beban api. Permasalahannya adalah data beban api yang umumnya berupa data dalam bentuk kg-kayu tidak dapat dipergunakan untuk masukan simulasi. Pada makalah ini coba disampaikan upaya konversi beban api ke dalam kurva api menggunakan model api Babrauskas untuk melihat prospek penerapan di lapangan. Selanjutnya untuk validasi dilakukan komparasi hasil simulasi dengan data sekunder hasil eksperimen. Simulasi menggunakan perangkat lunak Fire Dynamic Simulator. Hasil komparasi memperlihatkan bahwa pada titik-titik interior bangunan (atau pada ruangan yang terbakar) dekat sumber api terjadi prediksi simulasi lebih tinggi sekitar 149 oC sedangkan pada titik yang jauh dari pusat api prediksi simulasi lebih rendah 170 oC. Adapun pada titik eksterior bangunan (atau pada fasada dinding luar di atas jendela ruangan yang terbakar) terjadi hasil prediksi simulasi lebih tinggi atau lebih rendah sampai maksimal 56 oC. Dengan demikian konversi kg-kayu ke dalam kurva Babrauskas dapat dipergunakan dengan prediksi tingkat keparahan kebakaran secara umum mengingat keterbatasan alat ukur laju pelepasan panas ruangan di Indonesia, tetapi kurang tepat untuk prediksi yang membutuhkan perhitungan pendetilan.
Pemanfaatan Adsorben Nata De Coco untuk Pengolahan Air Tercemar Logam Berat Cu, Cd, dan Cr Skala Laboratorium Rydha Riyana Agustien,; Siti Dahniar Indrayanti; Elis Hastuti
Jurnal Permukiman Vol 9 No 3 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2014.9.129-135

Abstract

Banyak sumber air yang sudah tercemar logam berat menjadikan masyarakat tidak dapat memanfaatkan air sesuai peruntukannya. Kajian ini adalah mengenai pengolahan air tercemar logam berat tembaga (Cu), kadmium (Cd), dan kromium (Cr) skala laboratorium dengan menggunakan adsorben nata de coco. Metode analisis dengan menggunakan spektroskopi serapan atom (SSA), fourier transform infra red (FTIR), dan scanning electron microscopy (SEM). Hasil analisis FTIR gugus yang berpengaruh terhadap proses penyerapan logam adalah gugus fungsi C-O dan C-N amina. Hasil analisis SEM menunjukkan visualisasi nyata penyerapan logam berat oleh adsorben nata de coco. Analisis data efisiensi penyerapan dilakukan dengan membandingkan kadar logam pada influen dan efluen. Efisiensi penyerapan berupa penurunan konsentrasi. Logam berat tembaga (Cu), kromium (Cr) dan kadmium (Cd) dapat diikat oleh adsorben Ata de coco. Penurunan untuk logam tembaga, kadmium dan kromium oleh nata de coco berturut-turut mencapai 56,48%, 88,82%, dan 86,58%.   
Perilaku Statik Dan Dinamik Dinding Geser Rangka Laminated Veneer Lumber dengan Panel Fiber Cement Board Maryoko Hadi
Jurnal Permukiman Vol 9 No 3 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2014.9.136-147

Abstract

Dinding geser dengan dan tanpa bukaan telah lazim digunakan sebagai elemen struktural, baik sebagai dinding maupun partisi antar ruang pada rumah tinggal di Indonesia. Rumah harus tetap berdiri ketika gempa bumi datang dan menimbulkan gaya inersia yang mendorong rumah pada arah horisontal. Tipe alternatif struktur komposit yang terbuat dari kayu dan bahan berbasis semen diharapkan dapat memenuhi kebutuhan rumah tahan gempa di Indonesia. Untuk dapat memahami mekanisme ketahanan dinding geser terhadap gaya gempa, diperlukan kajian perilaku terhadap beban siklik statik, dan beban dinamik. Kajian ekperimental statik dan dinamik dengan spesimen skala-penuh dilakukan pada dinding geser yang terbuat dari rangka kayu rekayasa Laminated Veneer Lumber (LVL) berbahan dasar kayu Sengon (Paraserianthes Falcataria) dan kayu Karet (Hevea Brasiliensis), dengan panel penutup rangka Fiber Cement Board (FCB). Analisis hasil uji dengan pendekatan teoritis, dilakukan untuk dapat memprediksi kekakuan awal statis dan kuat leleh serta sifat dinamik dasar dinding geser LVL & FCB. Untuk perilaku statik, hasil yang baik diperoleh dari perbandingan antara hasil pengujian dan prediksi teoritis berdasarkan model mekanika yang diusulkan. Sedangkan, untuk perilaku dinamik, hasil tidak cukup baik karena ada efek lentur dan guling pada spesimen. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini akan berguna untuk praktisi dan perancang struktur dalam merancang struktur rumah kayu tahan gempa dengan kinerja tinggi namun dengan biaya konstruksi rendah.
Zonasi Wilayah Pesisir Akibat Kenaikan Muka Air Laut Andik Isdianto; Wahyudi Citrosiswoyo; Kriyo Sambodho
Jurnal Permukiman Vol 9 No 3 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2014.9.148-157

Abstract

Isu pemanasan global membawa dampak pada terjadinya kenaikan muka air laut. Kenaikan muka air laut akan menjadi masalah apabila air laut tersebut telah mencapai daratan dan menimbulkan kerusakan di wilayah pesisir. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dampak kenaikan muka air laut terhadap penggunaan lahan dan tingkat kerentanan bencana kenaikan muka air laut di wilayah pesisir. Studi kasus dilakukan di wilayah Tuban, Jawa Timur. Berdasarkan hasil analisis, penggunaan lahan di wilayah penelitian pada tahun 2001 hingga 2010, sebagian besar berupa lahan pertanian dan perkebunan, dan sebagian besar dari wilayah permukiman dan perkotaan berada di wilayah pesisir. Kenaikan muka air laut di wilayah penelitian, menyebabkan wilayah dengan potensi tergenang pada tahun 2100 (1.021 mm) seluas 566 ha, sehingga wilayah yang memiliki kerentanan sangat tinggi terhadap bencana kenaikan muka air laut terdapat di wilayah pesisir yang berbatasan langsung dengan pantai. Arahan zonasi penggunaan lahan pada wilayah pesisir terkait dampak kenaikan muka air laut di wilayah pesisir Pantai Utara Kabupaten Tuban terbagi menjadi 3 zonasi umum wilayah pesisir, yaitu : zona pemanfaatan umum, konservasi dan alur pelayaran, dengan penetapan strategi akomodatif dan proteksi yang sistematis.
Housing Careers di Indonesia, Studi Kasus Kota Bandung Yulinda Rosa
Jurnal Permukiman Vol 9 No 3 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2014.9.158-168

Abstract

Penelitian faktor-faktor yang berpengaruh terhadap permintaan perumahan (housing demand) perlu dilakukan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi jumlah rumah terbangun yang tidak dihuni dimana dalam kondisi saat ini backlog rumah terus meningkat dari tahun ke tahun. Salah satu faktor tersebut adalah housing careers. Housing careers adalah pergerakan seseorang untuk mendapatkan rumah, menggambarkan seseorang atau pasangan muda mulai meninggalkan rumah orang tua dan pindah menyewa rumah di tempat lain. Melalui informasi housing careers, kebutuhan rumah dapat diprediksi dari data demografi yang mudah didapat karena dikumpulkan secara rutin. Metode penelitian survei dengan teknik multy stage sampling, data yang dikumpulkan merupakan data primer, dengan menggunakan instrumen kuesioner serta diskusi atau tanya jawab langsung dengan responden. Metode analisis deskriptif dan analisis faktor digunakan dalam penelitian ini. Housing careers di Kota Bandung terdiri dari dua tahap. Tahap pertama, tahap sebelum menikah ditempuh rata-rata umur 20 sampai 23 tahun, tahapan ini menggambarkan pergerakan waktu ketika seorang memutuskan untuk bekerja, kemudian meninggalkan rumah orang tua untuk hidup mandiri, tempat tinggal yang dimiliki pada tahap ini masih dibantu orang lain belum mempunyai tempat tinggal yang mandiri. Tahap kedua, adalah tahap ketika memutuskan menikah dan mempunyai anak ditempuh pada rata-rata umur 25 tahun, dapat tinggal bersama dengan keluarga inti rata-rata umur 27 tahun dan rata-rata umur anak pertama 6 tahun, pertama kali mempunyai rumah sendiri. Kebutuhan tempat tinggal pada tahap setelah menikah adalah tempat tinggal yang lebih stabil untuk menunjang kehidupan rumah tangga. 

Page 2 of 28 | Total Record : 275