cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jabfebuns@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. Sutami No 36A, Kentingan Surakarta 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Akuntansi dan Bisnis
ISSN : 14120852     EISSN : 25805444     DOI : 10.20961
Core Subject : Economy,
Jurnal Akuntansi dan Bisnis (JAB)is published by Accounting Study Program, Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret, Indonesia. Published two times a year, February and August, JAB is a media of communication and reply forum for scientific works especially concerning the field of the business and accounting. Papers presented in JAB are solely that of author. Editorial staff may edit the papers, as long as not change its meaning. JAB has obtained an accreditation from Directorate General of Research and Development Strengthening, Ministry of Research, Technology, and Higher Education of the Republic of Indonesia by SK No. 21/E/KPT/2018.
Arjuna Subject : -
Articles 346 Documents
The Role Of Critical Information On Self-Induced Competitiveness Dini Rosdini; Hamzah Ritchi
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.848 KB) | DOI: 10.20961/jab.v19i1.266

Abstract

Competence and expertise improvement of accounting students in the global era are inevitable. Competition, particularly among accountants accross countries has now become a phenomenon to face from domestic professionals’ view point. Yet, this recent regional dynamic appears to bring little awareness on accounting students. The current research aims to test the influence of vital Asean Economy Community competition information on the motivation of accounting students in the learning process through experiments oriented toward internal validity reinforcement. The sample obtained were 85 participants accounting students on their second year who had passed the course on Introduction to Accounting.The research aimed to find out how critical information, through motivation, was capable of providing resources and momentum to students as a control perception of their behavior to improve accounting or non-accounting competence. It was expected that the research could provide empirical evidence on accouting students’ motivation related to competition information in the framework of TPB. The results indicate that critical competition information could increase motivation and skills of accounting students. Specifically, the research is expected to contribute in competence-based curriculum development through motivational aspect of competition information and can give suggestions to lecturers of accounting study program on factors affecting the motivation of accounting students in preparing for challenging working world. Peningkatan kompetensi dan keahlian mahasiswa akuntansi di era globalisasi saat ini merupakan suatu keniscayaan yang tidak dapat dielakkan dan harus dilakukan. Saat ini kompetisi khususnya dengan para akuntan dari negara lain sudah menjadi fenomena yang dihadapi. Namun, fakta mengenai kompetisi ini bisa saja belum disadari sepenuhnya oleh para mahasiswa akuntansi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh informasi kompetisi vital Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) terhadap motivasi mahasiswa akuntansi dalam proses belajar melalui metode eksperimen yang berorientasi pada penguatan validitas internal. Sampel dalam penelitian ini adalah 85 partisipan mahasiswa akuntansi tahun kedua dan telah lulus mata kuliah Pengantar Akuntansi. Penelitian ini juga mencoba melihat bagaimana informasi kritikal, melalui motivasi, mampu menyediakan sumberdaya dan daya gerak bagi mahasiswa sebagai wujud persepsi kendali keperilakuan mereka, untuk meningkatkan kompetensi akuntansi dan non akuntansi mereka. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan bukti empiris mengenai motivasi mahasiswa akuntansi dikaitkan dengan informasi kompetisi yang mereka terima dalam kerangka Theory of Planned Behavior (TPB). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa informasi kompetisi kritikal dapat meningkatkan motivasi dan keahlian akuntansi para mahasiswa. Penelitian ini secara khusus diharapkan memberikan kontribusi dalam penyusunan kurikulum berbasis kompetensi dengan mempertimbangkan aspek motivasi terkait informasi kompetisi ini dan memberikan masukan kepada seluruh pendidik di perguruan tinggi khususnya program studi akuntansi mengenai faktor yang dapat memengaruhi motivasi mahasiswa akuntansi dalam proses belajar dan mempersiapkan diri di dunia kerja yang penuh tantangan.
Deteksi Fraud Melalui Audit Pemerintahan yang Efektif: Analisis Multigrup Gender dan Pengalaman Briyan Efflin Syahputra; Dekar Urumsah
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.182 KB) | DOI: 10.20961/jab.v19i1.319

Abstract

Increasingly widespread fraud cases that occur recently have demanded many parties to find the most effective method to detect fraud. This is intended to minimize the number of frauds in the future. In fact, forensic audit and investigative audit can be a solution to detect fraud. This research investigates the factors that influence fraud detection. The factors tested are forensic audit and investigative audit along with gender and experience as the moderating factors. This research used a quantitative approach using survey as the method. The questionnaires were distributed to 92 auditors working in Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) and Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) of Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) The statistical test in this research was the simultaneous equation model (SEM) of SmartPLS. Result show forensic audit and investigative audit significantly and positive influence fraud detection. In addition, gender and experience moderate the effect of forensic audit and investigative audit on fraud detection. Semakin maraknya kasus fraud yang terjadi saat ini telah menuntut banyak pihak untuk menemukan suatu metode yang paling efektif untuk mendeteksi fraud. Hal ini ditujukan agar kedepannya fraud dapat diminimalisir. Audit forensik dan audit investigasi dapat menjadi solusi yang efektif sebagai metode untuk mendeteksi fraud. Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang dapat memengaruhi pendeteksian fraud. Faktor yang akan diuji tersebut yaitu audit forensik dan audit investigasi serta gender dan pengalaman yang akan diuji sebagai faktor moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 92 auditor yang bekerja di Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangungan (BPKP) Kantor Perwakilan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengujian statistik dalam penelitian ini berupa simultaneous equation model (SEM) yang dibantu menggunakan SmartPLS. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa audit forensik dan audit investigasi berpengaruh positif terhadap pendeteksian fraud. Selain itu, gender dan pengalaman terbukti sebagai variabel moderasi yang berpengaruh positif terhadap pendeteksian fraud.
Peran Komisaris Independen dan Komite Audit dalam Meningkatkan Kinerja Keuangan Perusahaan Wholesale dan Retail Trade di Indonesia Metha Wahyu Rahmatika; Wahyu Widarjo; Payamta Payamta
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.587 KB) | DOI: 10.20961/jab.v19i1.384

Abstract

This study aims to analyze the characteristics of the independent commissioners and the effectiveness of the audit committee in improving the financial performance of wholesale and retail trade companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2014-2017 period. The research sample consisted of 116 wholesale and retail trade companies selected using the purposive sampling method. The company's financial performance variable is measured using Piotroski Fscore, the independent commissioner variable is measured by the proportion of independent commissioners in a company, and the effectiveness of audit committees is measured using an performance index. The results showed that the proportion of independent commissioners and the effectiveness of audit committees had a positive effect on the company's financial performance. The results of this study indicate that the independent commissioners and the audit committees have an important role in corporate governance. The more effective the role of independent commissioners and audit committees, the higher the performance of the company. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik komisaris independen dan efektifitas komite audit dalam meningkatkan kinerja keuangan perusahaan wholesale dan retail trade yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2017. Sampel penelitian terdiri dari 116 perusahaan wholesale dan retail trade yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Variabel kinerja keuangan perusahaan diukur menggunakan Piotroski F-score, variabel komisaris independen diukur dengan proporsi komisaris independen dalam suatu perusahaan, dan efektifitas komite audit diukur menggunakan indeks kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi komisaris independen dan efektifitas komite audit berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa komisaris independen dan komite audit memiliki peran penting dalam tata kelola perusahaan. Semakin efektif peran komisaris independen dan komite audit maka akan meingkatkan kinerja perusahaan.
Efektivitas Integrated Financial Management and Information System (IFMIS) Pada Proses Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat Lutfi Hakim; Teguh Iman Maulana
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.247 KB) | DOI: 10.20961/jab.v19i1.328

Abstract

The government’s accounting information system (AIS) has evolved from a stand-alone system to an AIS by the launch of Sistem Perbendarahaan dan Anggaran Negara (SPAN) in 2014. The new AIS is believed to give a contribution in assisting the government to prepare Central Government Financial Report with an accrual basis. Unfortunately, study on the use of AIS in public sector is still limited. This study aims to explore the effectiveness of Integrated Financial Management and Information System (IFMIS) in supporting the government financial reporting in Indonesia. This research uses questionnaire distributed to 230 users of government’s IFMIS owned by the Ministry of Finance, Republic of Indonesia. This study found that the use of IFMIS in Indonesia is effective in supporting government financial reporting as indicated by user satisfactions. The most influential factor on the user satisfaction and system benefit as a measure of the effectiveness of IFMIS is the quality of information.Sistem informasi akuntansi pemerintahan mengalami evolusi dari sistem yang berdiri sendiri menjadi sistem yang terpadu melalui peluncuran Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) tahun 2014. Pemanfaatan sistem informasi pengelolaan keuangan yang baru ini memiliki peran penting dalam membantu pemerintah dalam menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat berbasis akrual. Namun, sayangnya penelitian terkait sistem informasi pada sektor publik masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas pemanfaatan sistem informasi dan pengelolaan keuangan terpadu dalam mendukung proses pelaporan keuangan pemerintah pusat di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan instrumen kuesioner kepada 230 pengguna sistem informasi terpadu yakni SPAN milik Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Penelitian ini menemukan bahwa sistem informasi terpadu pada pemerintahan di Indonesia telah efektif dalam mendukung pelaporan keuangan pemerintah yang ditunjukkan dengan kepuasan pengguna. Selain itu, faktor yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pengguna dan manfaat sistem sebagai ukuran efektivitas sistem informasi adalah kualitas informasi.
Intellectual Capital Disclosure and The Underpricing Of Indonesian Initial Public Offerings Elok Sri Utami; Nurul Illiyyin; Tatang Ary Gumanti
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.653 KB) | DOI: 10.20961/jab.v19i1.427

Abstract

Studies examining the relationship between the level of intellectual capital and firm values of public companies have been mounting. Yet, very view is devoted on those that are making initial public offering (IPO). For already publicly companies, intellectual capital disclosure can be seen in the annual report. For IPO, the information is embedded in the prospectuses. This study is aimed to analyze the influence of intellectual capital disclosure index (ICDI) and other variables including the prestige of underwriter, financial leverage, return on assets (ROA), and firm size on the extent of underpricing of companies making IPO from 2013 to 2017. The population consist of 125 companies. A total of 79 IPOs satisfied the sample selection criteria. Results using multiple linear regression analysis show ICDI, the prestige of underwriter, and company size have negative and significant effect on the level of underpricing. Whilst, financial leverage and profitability (ROA) are not the explanatory variables for the variation of underpricing. Penelitian yang menguji hubungan antara tingkat modal intelektual dan nilai-nilai perusahaan-perusahaan publik telah meningkat. Namun demikian, jumlah penelitian yang ada masih sangat dikhususkan untuk menguji perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana (initial public offerings = IPO). Untuk perusahaan yang sudah terbuka, pengungkapan modal intelektual dapat dilihat dalam laporan tahunan. Untuk IPO, informasi tersebut tersedia di dalam prospektus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh indeks pengungkapan modal intelektual (ICDI) dan variabel-variabel lain termasuk underwriter prestige, financial leverage, return on assets, dan ukuran perusahaan terhadap tingkat underpricing perusahaan yang melakukan IPO dari 2013 hingga 2017. Populasi penelitian terdiri atas 125 perusahaan. Sebanyak 79 IPO memenuhi kriteria pemilihan sampel. Hasil analisis menggunakan regresi linier berganda menunjukkan ICDI, underwriter prestige, dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat underpricing. Sementara, financial leverage, dan profitabilitas (ROA) bukan variabel penjelas untuk variasi underpricing.
Makro Ekonomi dan Return Saham: Suatu Telaah Pustaka di Indonesia Nurul Herawati; Bandi Bandi
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.408 KB) | DOI: 10.20961/jab.v19i1.288

Abstract

This article aims to examine research related to macroeconomic variables that affect stock returns in Indonesia. The study was mapped from 25 research articles published in 20 nationally accredited scientific journals over a 18-year period. The research method used "charting the field" and "analyzing the community-citation." The field mapping results showed 4 classifications of macroeconomic variables: A. general economic conditions (economic growth, industrial production index, output, gross domestic product, and foreign exchange reserves); B. interest rates and monetary policy (interest rate, amount of money supply, government bond yield, and SBI discount rate); C. price level (inflation, world oil prices, changes in gold and silver prices); and D. international activities (exchange rate, global financial crisis, and federal fund rate). The dominating macroeconomic variables are exchange rate (76%), inflation (72%), interest rate (64%), world oil prices (20%), and money supply (16%). The results of the community mapping showed that 55% of the journals have received citations and there are 52% of the writing teams who have received citations. Artikel ini bertujuan menelaah penelitian variabel makroekonomi yang memengaruhi return saham di Indonesia. Metode penelitian menggunakan “charting the field” dan “analyzing the community—citation.” Telaah didasarkan pada 25 artikel yang terpublikasi di 20 jurnal ilmiah terakreditasi nasional selama 18 tahun. Hasil pemetaan area menunjukkan empat klasifikasi variabel makroekonomi: A. kondisi ekonomi umum (pertumbuhan ekonomi, indeks produksi industri, output, produk domestik bruto, dan cadangan devisa); B. tingkat bunga dan kebijakan moneter (suku bunga, jumlah uang beredar, yield obligasi pemerintah, dan tingkat diskonto SBI); C. tingkat harga (inflasi, harga minyak dunia, perubahan harga emas, dan perak); dan D. aktivitas internasional (nilai tukar, krisis finansial global, dan federal fund rate). Variabel makroekonomi yang mendominasi adalah exchange rate (76%), inflasi (72%), interest rate (64%), harga minyak dunia (20%), dan jumlah uang beredar (16%). Hasil pemetaan komunitas menunjukkan 55% jurnal dan 52% tim penulis artikel telah mendapatkan sitasi.
Taxpayer Compliance Model Based On Transparency, Ethics and Trust Yenni Mangoting; Henri Tangkelobo; Wihelmina Lely Sina
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.998 KB) | DOI: 10.20961/jab.v19i1.399

Abstract

The effort to develop the taxpayer compliance model is an effective way to understand taxpayers’ motivation in paying tax, which affects tax-compliant behavior. This study uses transparency, ethics, and trust, as factors to predict taxpayers’ compliance. Based on this background, the study aims to test the role of trust and ethics in mediating the factors of transparency and tax compliance. The respondent of this research is Individual Taxpayers running a business in the sector of trade, services, and others. Structural Equation Modelling-Partial Least Square (SEM-PLS) is used to analyze data. Based on empirical data collected from a survey of 113 individual taxpayers in Surabaya, the result shows that transparency and ethics are factors that partially affect tax compliance. The result of the mediating effect also demonstrates that ethics and trust are capable of affecting the role of transparency to increase tax compliance. Taxpayers’ trust and ethical behavior will increase along with the government’s ability to create transparency while governing the tax system and government’s finance, which in return will influence taxpayer’s compliance.Upaya untuk mengembangkan model kepatuhan pajak menjadi cara efektif dalam memahami motivasi wajib pajak dalam membayar pajak yang berdampak pada perilaku kepatuhan pajak. Penelitian ini menggunakan faktor transparansi, etika, dan kepercayaan untuk memprediksi perilaku kepatuhan wajib pajak. Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian ini bertujuan untuk menguji peran kepercayaan dan etika dalam memediasi faktor transparansi terhadap kepatuhan pajak. Responden penelitian ini adalah Wajib Pajak Orang Pribadi yang menjalankan usaha pada sektor perdagangan, jasa, dan lainnya. Structural Equation Modelling-Partial Least Square (SEM-PLS) adalah alat yang digunakan untuk menganalisis data. Berdasarakan data empiris yang di kumpulkan melalui survei terhadap 113 wajib pajak orang pribadi di Surabaya, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa transparansi dan etika secara parsial merupakan faktor yang mempengaruhi kepatuhan pajak. Hasil uji mediasi penelitian ini menemukan bahwa etika dan kepercayaan mampu mempengaruhi peran transparasi untuk meningkatkan kepatuhan pajak. Kepercayaan dan perilaku etis wajib pajak akan meningkat seiring dengan kemampuan pemerintah menciptakan transparansi dalam tata kelola sistem perpajakan dan keuangan pemerintah yang kemudian berdampak pada kepatuhan wajib pajak.
Kinerja Rugi dan Manajemen Laba di Indonesia: Perspektif Governance Muhammad Agung Prabowo
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.793 KB) | DOI: 10.20961/jab.v19i2.425

Abstract

The paper investigates the effect of accounting loss on earnings management in Indonesia. Research gap hinges upon the differences in institutional setting between Indonesia and developed markets, of which has been previously studied extensively. Earnings management refers to discretionary accruals. Theoretical background follows corporate governance framework originated from agency theory. Governance framework claims that loss might provide manager with incentive to commit either positive accruals or negative accruals. Under manager-owner conflict, insider might prefer to choose positive accruals while, under manager-creditor conflict, it is negative accruals that might be selected. Analysis is based on firms engaging in manufacturing operation that listed in Indonesian Stock Exchange during 2009 to 2014. The results reveal that loss triggers manager to commit negative accruals and that results are robust to the definition and the endogeneity of loss. The shortcomings include the issues of discontinuity and trade of between real and accrual earnings management that, accordingly, require a due care in interpreting the results.Penelitian ini menginvestigasi pengaruh kinerja rugi perusahaan terhadap manajemen laba di Indonesia. Celah penelitian merujuk pada perbedaan setting kelembagaan antara Indonesia dengan negara maju yang menjadi basis penelitian sebelumnya. Manajemen laba merujuk pada akrual diskresioner. Latar belakang teoritis mengikuti rerangka konseptual corporate governance yang bersumber dari teori keagenan. Dari perspektif konflik keagenan antara manajer-pemilik maka diprediksi bahwa kinerja rugi dapat menyebakan perusahaan melakukan akrual positif. Pada konflik keagenan manajer-kreditur maka diprediksi perusahaan yang mengalami kinerja rugi akan melakukan akrual negatif untuk mendapatkan termin renogosiasi yang lebih baik. Analisa dilakukan dengan menggunakan data perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2009 sampai dengan 2014. Hasil analisa menunjukkan bahwa kinerja rugi mendorong perusahaan memilih akrual negatif. Hasil tersebut robust terhadap isu definisi kinerja rugi dan isu endogeneitas kinerja rugi. Kelemahan penelitian mengacu pada isu discontinuity kinerja rugi dan isu trade-off antara manajemen laba berbasis akrual dengan berbasis aktivitas rill yang mengharuskan kecermatan dalam mengintepretasikan hasil analisa.
Kepentingan Asing, Aktivitas Internasional, dan Thin Capitalization: Pengaruh Terhadap Agresivitas Pajak di Indonesia Christina Nainggolan; Dahlia Sari
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.364 KB) | DOI: 10.20961/jab.v19i2.421

Abstract

This research investigates the impact of multinational company characteristics on tax aggressive in Indonesia. Those characteristics are identified by the existence of foreign interests, represented by significant foreign ownership and foreign director; international activities, represented by international related party transaction and multinational operation; and thin capitalization. This quantitative research uses sample of 150 IDX listed companies starting from 2011-2015. This research uses panel data for data regression. This study finds that the existence of foreign director and international related party transactions increase tax aggressiveness, while the significant foreign ownership decrease the tax aggressiveness.Penelitian ini meneliti pengaruh karakteristik perusahaan multinasional terhadap agresivitas pajak di Indonesia. Karakteristik perusahaan multinasional terdiri dari kepentingan asing yang diwakili oleh adanya kepemilikan asing yang signifikan dan direksi asing; aktivitas internasional diwakili oleh transaksi ke pihak berelasi di luar negeri dan operasi di luar negeri (multinationality); serta thin capitalization. Penelitian ini mengambil sampel 150 perusahaan yang terdaftar di BEI selama tahun 2011-2015. Penelitian ini menggunakan data panel dalam pengolahan data. Hasil regresi data panel membuktikan bahwa keberadaan direksi asing dan transaksi ke pihak berelasi di luar negeri meningkatkan agresivitas pajak, sedangkan kepemilikan asing menurunkan agresivitas pajak.
The Influence of Financial Inclusion on Credit Risks in Commercial Banks in Indonesia Reza Ghasarma; Fida Muthia; M.A. Rasyid Umrie; Sulastri Sulastri; Bobby Arianto
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.76 KB) | DOI: 10.20961/jab.v19i2.433

Abstract

This study aims to analyze the effect of financial inclusion on credit risk in commercial banks in Indonesia. The data used are secondary data obtained from the Financial Access Survey (FAS) of the IMF and Bank Focus from 2011-2016. A total of 34 banks were sampled in this study. From the results of panel data processing, it was found that financial inclusion has a positive effect on bank credit risk, where an increase in the financial inclusion index annually causes an increase in bank credit risk. The results of this study provide insights to the government and banks to anticipate credit risk which can affect banking stability due to financial inclusion. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inklusi keuangan terhadap credit risks (risiko kredit) pada bank komersil di Indonesia. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang didapatkan dari Financial Access Survey (FAS) IMF dan Bank Focus dari tahun 2011-2016. Sejumlah 34 bank menjadi sampel pada penelitian ini. Dari hasil pengolahan data panel, ditemukan bahwa inklusi keuangan memiliki pengaruh yang positif terhadap risiko kredit bank, dimana kenaikan indeks inklusi keuangan tiap tahunnya menyebabkan kenaikan pada risiko kredit bank. Hasil dari penelitian ini memberikan wawasan kepada pemerintah dan perbankan untuk melakukan antisipasi terhadap risiko kredit yang dapat berpengaruh kepada stabilitas perbankan akibat adanya inklusi keuangan.