cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jabfebuns@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. Sutami No 36A, Kentingan Surakarta 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Akuntansi dan Bisnis
ISSN : 14120852     EISSN : 25805444     DOI : 10.20961
Core Subject : Economy,
Jurnal Akuntansi dan Bisnis (JAB)is published by Accounting Study Program, Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret, Indonesia. Published two times a year, February and August, JAB is a media of communication and reply forum for scientific works especially concerning the field of the business and accounting. Papers presented in JAB are solely that of author. Editorial staff may edit the papers, as long as not change its meaning. JAB has obtained an accreditation from Directorate General of Research and Development Strengthening, Ministry of Research, Technology, and Higher Education of the Republic of Indonesia by SK No. 21/E/KPT/2018.
Arjuna Subject : -
Articles 346 Documents
Factors Influencing Accounting Students’ Perception of Accounting Ethics; An Empirical Study in Indonesia Marko S Hermawan; Kokthunarina Kokthunarina
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.505 KB) | DOI: 10.20961/jab.v18i2.225

Abstract

This paper proposes a perception of accounting students to overview ethical behaviour during their study in accounting school. The perception is measured by factors pertaining influence to accounting ethics. The variables including perception to cheating misconduct, earning management, environment and culture consideration. A controlling variable of gender and course took are also included in the model. A model of ethical perception is proposed to answer four hypotheses. The sample is accounting students in Bina Nusantara International University. A 5-point Likert Scale is primarily employed in the questionnaire and a multiple Linear Regressions Analysis and Multicollinearity Analysis are used in the model. The research conveys not all variables can influence the accounting ethics. The results are discovered that amongst four variables, there are two variables significantly influence the perception of accounting ethics, which is cheating and environment. The other variables are proven insignificant to student’s ethical perception. On the other hand, gender has also no significant to the perception, while course taken variable has strong influence on ethical concern.Penelitian ini menggambarkan persepsi siswa akuntansi dalam berperilaku etis selama belajar di jurusan akuntansi. Persepsi diukur oleh faktor-faktor yang berhubungan dengan etika akuntansi. Beberapa variabel persepsi adalah tingkat kecurangan, manajemen laba, pertimbangan lingkungan dan budaya. Variabel kontrol adalah jenis kelamin dan mata kuliah juga dimasukkan ke dalam model. Model persepsi etis ini dikonstruksikan untuk menjawab empat hipotesis. Sampel yang diambil adalah mahasiswa akuntansi di Universitas Bina Nusantara. Likert scale dengan skala 5 poin digunakan dalam kuesioner ini dan Analisis Regresi Linier berganda dan Analisis Multikolinieritas dipergunakan dalam model tersebut. Hasil penelitian menyebutkan tidak semua variabel dapat mempengaruhi etika mahasiswa akuntansi. Di antara keempat variabel, ada dua variabel yang secara signifikan mempengaruhi persepsi etika akuntansi, yaitu kecurangan dan lingkungan. Variabel lain terbukti tidak signifikan terhadap persepsi etis siswa. Di sisi lain, jenis kelamin juga tidak signifikan terhadap persepsi tersebut, sementara variabel mata kuliah memiliki pengaruh kuat pada masalah etika.
Do Slack Resources Affect Sustainability Performance? Utpala Rani
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.181 KB) | DOI: 10.20961/jab.v18i2.234

Abstract

This study reveals the role of slack resources in forming one element of company’s competitive advantage, named sustainability performance. Adapting the resource-based perspective, this study documents that company’s ability to achieve sustainability performance is affected by its free resource, or this study called slack resources. Sample selection is based on the criteria of SRI KEHATI Index and LQ 45, results in 107 firms. It is also found that state-owned enterprises (BUMN) pay more attention to the achievement of sustainability performance. This is enable by the multiple duties carry out by SOE to enhance community’s wealth while gaining profits. Though it’s questionable whether company’s willingness truly rises from its concern to the environment, sustainability performance has been adopted to win the heart of the market. Penelitian ini mengungkap peran sumberdaya slack untuk membentuk salah satu elemen keunggulan kompetitif perusahaan, yakni kinerja keberlanjutan. Dengan mengadaptasi perspektif resource-based, penelitian ini mendokumentasikan bahwa kemampuan perusahaan untuk mencapai kinerja keberlanjutan dipengaruhi oleh sumberdaya bebasnya, yang dalam studi ini disebut sumberdaya slack. Pemilihan sampel didasarkan pada kriteria Indeks SRI KEHATI dan LQ 45 sehingga menghasilkan107 perusahaan sebagai sampel. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lebih peduli terhadap pencapaian kinerja keberlanjutan. Hal ini bisa jadi berkaitan dengan tugas ganda yang dijalankan oleh BUMN, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menghasilkan keuntungan. Meskipun dipertanyakan apakah kesediaan perusahaan benar-benar muncul dari kepedulian perusahaan terhadap lingkungan, kinerja keberlanjutan tampaknya diadopsi menarik perhatian investor.
Relevansi Nilai Informasi Akuntansi: Studi Perbandingan Antara Perusahaan BUMN dan Perusahaan Non-BUMN yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Lina Nur Ardila; Doddy Setiawan
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1183.393 KB) | DOI: 10.20961/jab.v18i2.313

Abstract

This study compares value relevance of accounting information of state-owned companies (BUMN Persero Terbuka) and that of non-state-owned companies, especially state-owned companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The accounting information examined in this study includes earnings per share (EPS) and book equity value per share (BVPS). This study uses an unbalanced panel data sample that includes 97 state-owned companies and 97 non- state-owned companies. By using multiple regression analysis, the results of this study indicate that the value relevance of EPS (or the effect of EPS on stock prices) and the value relevance of the book equity value per share (BVPS) of state-owned companies is not different from the value relevance EPS and BVPS of non-state-owned companies, after controlling for sustainability reporting award (SRA), debt financing (DAR), company size. The implication of the findings of this research is that state-owned companies (BUMN Persero Terbuka) need to improve the quality of accounting information especially EPS and BVPS in order to compete with non-non-state-owned companies. Penelitian ini membandingkan antara relevansi nilai informasi akuntansi perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khususnya BUMN Persero Terbuka dan perusahaan non-BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Informasi akuntansi yang diuji dalam penelitian ini mencakup laba per saham (earnings per share, EPS) dan nilai buku ekuitas per saham (book-value per share, BVPS). Penelitian ini menggunakan menggunakan sampel data panel (unbalanced) yang meliputi 97 perusahaan BUMN dan 97 perusahaan NON-BUMN dalam periode 2014-2016. Dengan menggunakan analisis regresi berganda, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa relevansi nilai EPS (atau pengaruh EPS terhadap harga saham) dan relevansi nilai dari nilai buku ekuitas per saham (BVPS) perusahaan-perusahaan BUMN adalah tidak berbeda dibandingkan dengan relevansi nilai EPS perusahaan non-BUMN. Hasil-hasil tersebut sudah mempertimbangkan penggunaan variabel kontrol sustainability reporting award (SRA), penggunaan utang (DER), dan ukuran perusahan (SIZE). Implikasi temuan penelitian ini adalah bahwa perusahan-perusahaan BUMN perlu meningkatkan kualitas informasi dalam laporan keuangan khususnya EPS, dan BVPS agar mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan non-BUMN.
Pengaruh Kualitas Audit dan Auditor Switching terhadap Kecurangan Pelaporan Keuangan: Kepemilikan Institusional sebagai Variabel Moderating Tarmizi Achmad
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.62 KB) | DOI: 10.20961/jab.v18i2.380

Abstract

This study aims to examine the effect of audit quality and auditor switching on fraudulent financial reporting. This study also examined the effect of institutional ownership as a moderating variable in the relationship of audit quality and auditor switching to fraudulent financial reporting. The population of this research is all companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2010-2017. Based on purposive sampling produced a sample of 40 companies with a total of 320 observations. The results of hypothesis testing with the software program Eviews 10.0 indicate that there is a positive significant influence between auditors switching to fraudulent financial reporting. Furthermore, the results of this study prove that institutional ownership is able to weaken the relationship auditor switching to fraudulent financial reporting. The results of the subsequent research show that there is no negative significant influence between audit quality on fraudulent financial reporting and institutional ownership that is not able to strengthen the relationship of the audit quality to fraudulent financial reporting.Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kualitas audit dan auditor switching terhadap kecurangan pelaporan keuangan. Penelitian ini juga menguji pengaruh kepemilikan institusional sebagai variabel pemoderasi pada hubungan kualitas audit dan auditor switching terhadap kecurangan pelaporan keuangan. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010-2017. Berdasarkan purposive sampling menghasilkan sampel sebanyak 40 perusahaan dengan total 320 observasi. Hasil uji hipotesis dengan program software Eviews 10.0 menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan positif antara auditor switching terhadap kecurangan pelaporan keuangan. Selanjutnya, hasil penelitian ini membuktikan bahwa kepemilikan institusional mampu memperlemah pada hubungan auditor switching terhadap kecurangan pelaporan keuangan. Hasil penelitian selanjutnya menunjukkan tidak terdapat pengaruh signifikan negatif antara kualitas audit terhadap kecurangan pelaporan keuangan dan kepemilikan institusional juga tidak mampu memperkuat pada hubungan kualitas audit terhadap kecurangan pelaporan keuangan.
Why Does the Recently Adopted Performance Measurement System in Indonesian Local Government Not Work? Heru Fahlevi; Dharni Nuzulla; Hasan Basri
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.851 KB) | DOI: 10.20961/jab.v18i2.330

Abstract

The purpose of this study is to gain insight on the implementation of a newly adopted Performance Measurement System (PMS) in Sabang local government – Indonesia. It is a case study based qualitative research which was carried out at the local government of Sabang. Data were collected through document analysis, questionnaires, and followed by semi-structure interviews. The questionnaires were distributed to key officers of 7 working unit/departments (or Satuan Kerja Perangkat Daerah) out of 31 departments in total within the city of Sabang. The interviewees are head of the departments, the secretary, head of program and reporting division of each working unit. The data were analyzed by using qualitative data analysis technique. The institutional theory was used as a basis for analyzing and discussing the results obtained. This study uncovers that the PMS concept and functions have not fully understood by most of the key officers. Consequently, the recently developed PMS is not utilized optimally and thus it does not contribute to a better performance management system of the local government. The reasons why it is now work well are incapacity of the human resource, unclear job description, lack of organizational commitment and the absence of the performance evaluation. Thus, it can be concluded that pre-requirements and pre-condition need to be fulfilled before adopting a new PMS, especially where the PMS is not initiated by the organization itself, rather imposed by the central government or other organization.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai implementasi Sistem Pengukuran Kinerja (SPK) yang baru diadopsi di pemerintah daerah Kota Sabang - Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan desain studi kasus padai pemerintah daerah Kota Sabang. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen, kuesioner, dan diikuti oleh wawancara semi-struktur. Kuesioner dibagikan kepada staf senior dari 7 unit / departemen kerja (Organisasi Perangkat Daerah/OPD) dari total 31 OPD di kota Sabang. Narasumber yang diwawancarai adalah kepala OPD, sekretaris, kepala program dan divisi pelaporan dari masing-masing unit kerja. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif. Teori institusional digunakan sebagai dasar untuk menganalisis dan mendiskusikan hasil yang diperoleh. Studi ini menemukan bahwa konsep dan fungsi SPK belum sepenuhnya dipahami oleh sebagian besar narasumber. Akibatnya, SPK yang baru dikembangkan tidak dimanfaatkan secara optimal dan sehingga tidak berkontribusi pada sistem manajemen kinerja yang lebih baik di pemerintah daerah yang diteliti. Sejumlah penyebab yang ditemukan adalah kurangnya kapasitas sumber daya manusia, deskripsi pekerjaan yang tidak jelas, kurangnya komitmen organisasi dan kurang optimalnya sistem evaluasi kinerja. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sejumlah prasyarat dan kondisi harus dipenuhi sebelum mengadopsi sebuah SPK baru, terutama di mana SPK tidak dikembangkan sendiri, melainkan diperintahkan oleh pemerintah pusat atau organisasi lainnya
Fenomena Flypaper Effect atas Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten/Kota di Pulau Bali dan Nusra Wakhid Ansori; Muthmainah Muthmainah
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.272 KB) | DOI: 10.20961/jab.v18i2.389

Abstract

The purpose of this research is to provide empirical evidence of the phenomenon of Flypaper Effect in Regency/Municipality that have the prime characteristics in tourism sector of Bali and Nusra during 2012-2016. Purposive sampling method was conducted for taking sampling and the samples that admission criteria were 187 samples. Testing data and hypotheses in this research with multiple regression analysis using IBM program Statistics Version 23. The results of this research indicate that the phenomenon of Flypaper Fffect occure in Regency/Municipality in Bali, and Nusra during 2012-2016. This is evident from the influence of Balancing Fund to the Local Government Expenditure is greater than the influence of the Local Own Revenue to the Local Government Expenditure. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti secara empiris ada tidaknya fenomena Flypaper Effect di Kabupaten/Kota yang memiliki karakteristik unggulan pada sektor pariwisata di Pulau Bali dan Nusra tahun 2012-2016. Metode purposive sampling dilakukan untuk pengambilan sampel dan jumlah sampel yang memenuhi kriteria sebanyak 187 sampel. Pengujian data dan hipotesis yang digunakan berupa analisis regresi berganda dengan menggunakan program IBM Statistics Version 23. Hasil pengujian dari penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena Flypaper Effect terjadi pada Kabupaten/Kota di Pulau Bali dan Nusra tahun 2012-2016. Hal ini terlihat dari pengaruh Dana Perimbangan terhadap Belanja Daerah lebih besar daripada pengaruh PAD terhadap Belanja Daerah.
Role of Board Capital on Cambodia Bank Efficiency Maria Kontesa; Seah Bee Kyee
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.985 KB) | DOI: 10.20961/jab.v18i2.388

Abstract

This research investigates the relationship between board capital and bank efficiency within Cambodian banking industry over 2011-2015. The bank efficiency is measured using Data Envelopment Analysis, meanwhile, the board capital is measured through content analysis of annual report and internet reporting. Using robust panel regression, we find that there is positive effect of board capital on bank efficiency supporting the knowledge transfer theory and human capital theory. Our results also indicate the importance of board capital for banking industry in achieving better efficiency.Penelitian ini menguji hubungan antara board capital dan efisiensi bank dengan menggunakan sampel yang berasal dari industry bank di negara Kamboja pada kurun waktu 2011 - 2015. Efisiensi bank diukur dengan menggunakan Data Envelope Analysis, sedangkan board capital diukur dengan menggunakan content analysis pada laporan tahunan perbankan. Dengan menggunakan regresi panel, kami menemukan dampak positif board capital terhadap tingkat efisiensi bank di Kamboja. Hasil penelitian ini mendukung knowledge transfer theory and human capital theory. Hasil penelitian kami menunjukkan pentingnyan board capital di industry perbankan untuk mencapai tingkat efisiensi yang lebih baik. Dengan menggunakan knowledge transfer theory and human capital theory, kami berargumen pengetahuan dan pengalaman mempunyai peran penting dalam hal mengelola operasi bank. Tingkat kompetitif perbankan sangat tergantung pada kemampuan tim manajemen dalam mengelola pengalaman dan pengetahuan dewan direksi.
Determinan Pengungkapan Corporate Social Responsibility Pada Industri Perbankan Aprilia Rindiyawati; Johan Arifin
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.039 KB) | DOI: 10.20961/jab.v19i1.244

Abstract

Corporate social responsibility (CSR) disclosure is important for survival of the company. It is because we are faced with the climate change conditions, erratic weather, the issues of global warning, and the sustainable development agenda is being intensively conducted in the community to evaluate the companies are able to provide a long-term program which will encourage self-reliance in terms of economic and social. The purpose of this research is to determine the impact of the board commissioners, profitability, public ownership structure, and size of firm have the influence of CSR disclosure from the annual report of companies listed in the Indonesia Stock Exchange (BEI). The samples of this research are many Bank companies which listed in the BEI since at 2013-2015 by fulfilling the specified criteria. The amount of samples for 3 years observations are 99 samples, which are use purposive sampling method. The analytical technique is using multiple regression method. The results showed that the board commissioners, public ownership structure, and the size of firm have significant influence to CSR disclosure. At the same time, the profitability has insignificant influence to CSR disclosure in Indonesia. Therefore, the company are expected to consider adding the numbers of commissioners to control the performance of manager as well as the creation of effectiveness in the company from CSR disclosure, increase public shares, and increase the number of employees. These will encourage a better CSR disclosure. Pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sangat diperlukan bagi kelangsungan perusahaan. Hal ini dikarenakan kita dihadapkan pada kondisi perubahan iklim, cuaca yang tidak menentu, isu–isu tentang pemanasan global, serta agenda pembangunan berkelanjutan sedang gencar dilakukan masyarakat untuk menilai perusahaan yang mampu memberikan program jangka panjang yang akan mendorong kemandirian masyarakat dari segi ekonomi maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ukuran dewan komisaris, profitabiitas, struktur kepemilikan saham publik, dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) pada laporan tahunan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013, 2014 dan 2015 dengan memenuhi kriteria yang ditetapkan. Total keseluruhan sampel penelitian untuk tiga tahun pengamatan adalah 99 sampel, dengan menggunakan metode pengamatan data jenis purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran dewan komisaris, struktur kepemilikan saham publik, dan ukuran perusahaan berpengaruh secara signifikan terhadap pengungkapan CSR. Sedangkan profitabilitas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengungkapan CSR di Indonesia. Sehubungan dengan hasil tersebut, perusahaan diharapkan mempertimbangkan untuk menambah dewan komisaris agar semakin mudah dalam pengontrolan kinerja manajer serta terciptanya efektivitas di perusahaan dalam pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan, meningkatkan saham publik, serta menambah jumlah tenaga kerja, karena dengan begitu akan mendorong terjadinya pengungkapan tanggung jawab sosial yang semakin baik.
Evaluasi Peran Pemberian Konsultansi Inspektorat Daerah: Studi Kasus Pada Kabupaten Padang Lawas Utara Dio Agung Herubawa; Syaiful Ali
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.04 KB) | DOI: 10.20961/jab.v19i1.293

Abstract

Government Regulation Number 60 of 2008 concerning the Government's Internal Control System has implications for the implementation of the role of the regional inspectorate as the Government Internal Supervisory Apparatus (APIP). The role of the APIP, which previously was only a giver of assurance, then increased its role in terms of providing consultancy. This study aims to evaluate the new role and identify the factors that become obstacles in its implementation. The study was conducted from March to April 2018 and involved nine participants from six agencies in North Padang Lawas District, North Sumatera. Evaluation of the role of providing optimal consultancy must be able to fulfill four assessment criteria following the Internal Audit Capability Model (IACM) method. Of the four assessment criteria, the North Padang Lawas Inspectorate District only meets one of the criteria so that the role of the consultancy provider is not optimal. The results of the study also revealed factors that were an obstacle for the North Padang Lawas Inspectorate in implementing the role of consultants. These factors are the lack of the number of auditor personnel, limited HR competence, communication between the inspectorate and the object of examination that is less effective, inadequate facilities and infrastructure, and customs that are still strong.  Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Internal Pemerintah berimplikasi terhadap pelaksanaan peran inspektorat daerah sebagai Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP). Peran APIP yang sebelumnya hanya pemberi keyakinan saja, kemudian bertambah peran dalam hal pemberian konsultansi. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi peran baru tersebut dan mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi kendala dalam pelaksanaanya. Studi ini dilakukan pada bulan Maret hingga April tahun 2018 dan melibatkan sembilan partisipan dari enam instansi di Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara. Evaluasi terhadap peran pemberian konsultansi yang optimal harus dapat memenuhi empat kriteria penilaian sesuai dengan metode Internal Audit Capability Model (IACM). Dari empat kriteria penilaian tersebut, Inspektorat Kabupaten Padang Lawas Utara hanya memenuhi satu kriteria yang ada sehingga peran pemberi konsultansi yang dilakukan belum optimal. Hasil penelitian juga mengungkapkan faktor-faktor yang menjadi kendala bagi Inspektorat Padang Lawas Utara dalam pelaksanaan peran pemberi konsultansi. Faktor-faktor tersebut adalah kurangnya jumlah personel auditor, kompetensi SDM yang terbatas, komunikasi antara inspektorat dengan objek pemeriksaan yang kurang efektif, sarana dan prasarana yang belum memadai, dan adat istiadat yang masih kuat.
Corporate Governance and Firm-Specific Crash Risk: Evidence from Indonesian Firms in 2016 Yosua Sihombing; Vera Diyanty
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.833 KB) | DOI: 10.20961/jab.v19i1.301

Abstract

This research is aimed at investigating whether several dimensions of corporate governance mechanism, namely family ownership, accounting opacity, and Board of Commissioners effectiveness, have effect on one-year-ahead stock price crash risk. Hypothesis test is conducted in 2017 using cross section regression analysis with 277 samples of non-financial firms listed on Indonesia Stock Exchange in 2016. The result of this research does not show that family ownership and accounting opacity have any effect on firm-specific crash risk. Moreover, the result of this research finds that Board of Commissioners effectiveness has negative effect on firm-specific crash risk. This finding supports the notion that sound corporate governance system increases monitoring activities. This, in turn, decreases the tendency of managers to hide and accumulate bad news from outsiders. Hence, reducing firm-specific crash risk. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi apakah tiga dimensi mekanisme tata kelola perusahaan, kepemilikan keluarga, accounting opacity dan efektivitas Dewan Komisaris, berdampak terhadap 1-year-ahed stock price crash risk. Penelitian ini menemukan bahwa efektivitas Dewan Komisaris berpengaruh negatif terhadap firmspecific crash risk. Temuan ini mendukung suatu pernyataan bahwa sistem tata kelola perusahaan yang baik dapat meningkatkan kegiatan pemantauan. Hal ini pada akhirnya akan mengurangi kecenderungan manajer untuk menyembunyikan berita buruk dari outsiders. Namun Demikian, penelitian belum ditemukan bukti yang mendukung hubungan antara kepemilikan keluarga dan opacity akuntansi dan firm-specific crash risk.