cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jabfebuns@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. Sutami No 36A, Kentingan Surakarta 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Akuntansi dan Bisnis
ISSN : 14120852     EISSN : 25805444     DOI : 10.20961
Core Subject : Economy,
Jurnal Akuntansi dan Bisnis (JAB)is published by Accounting Study Program, Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret, Indonesia. Published two times a year, February and August, JAB is a media of communication and reply forum for scientific works especially concerning the field of the business and accounting. Papers presented in JAB are solely that of author. Editorial staff may edit the papers, as long as not change its meaning. JAB has obtained an accreditation from Directorate General of Research and Development Strengthening, Ministry of Research, Technology, and Higher Education of the Republic of Indonesia by SK No. 21/E/KPT/2018.
Arjuna Subject : -
Articles 346 Documents
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penilaian Auditor Eksternal atas Risiko Kecurangan Rizki Endraningtyas; Herlina Rahmawati Dewi
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1739.488 KB) | DOI: 10.20961/jab.v17i2.248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh skeptisme profesional terhadap penilaian auditor eksternal atas risiko kecurangan (2) Pengaruh independensi terhadap penilaian auditor eksternal atas risiko kecurangan (3) Pengaruh narsisme klien terhadap penilaian auditor eksternal atas risiko kecurangan (4) Pengaruh tekanan waktu terhadap penilaian auditor eksternal atas risiko kecurangan. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey dengan kuesioner kepada auditor yang bekerja di certified public accountant (CPA) di Semarang dan Yogyakarta. Total responden penelitian ini sebanyak 48 auditor. Alat statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah regresi berganda dengan bantuan software smartPLS 3.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel skeptisme profesional dan tekanan waktu memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penilaian auditor eksternal atas risiko kecurangan, sedangkan variabel narsisme klien dan independensi tidak berpengaruh signifikan terhadap penialaian auditor eksternal atas risiko kecuranganThis study aims to determine: (1) Effect of skepticism professional on the external auditor's assessment of the risk of fraud (2) The effect of the independence on the external auditor's assessment of the risk of fraud (3) Effect of narcissism client on the external auditor's assessment of the risk of fraud (4) The effect of time pressure on the external auditor's assessment of the risk of fraud This research was conducted by survey method with questionnaires to auditors who work in Certified Public Accountant (CPA) contained in Semarang and Yogyakarta. Total respondents of this study amounted to 48 auditors. The statistical tool used to test the hypothesis is to use multiple regression with the help of software SmartPLS 3.0. Results from this study showed that professional skepticism variables and the time pressure has a significant influence on the external auditor's assessment of the risk of fraud, while variable narcissism client and independence did not significantly affect the external auditors on the assessment of risk of fraud.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Audit Intern Raja Yulianita Sarazwati; Dewi Amalia
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1147.1 KB) | DOI: 10.20961/jab.v17i2.217

Abstract

Berdasar Standar Audit Intern Pemerintah Indonesia yang mulai ditetapkan sejak tahun 2013 terdapat beberapa poin dalam standar yang wajib dipedomani oleh auditor dan pimpinan APIP untuk menjamin kualitas. Beberapa poin tersebut adalah independensi, objektivitas, kompetensi, dan kecermatan profesional. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh independensi, objektivitas, kompetensi, dan kecermatan profesional terhadap kualitas audit intern Inspektorat DIY. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner kepada auditor yang bekerja di Inspektorat DIY sejumlah 40 auditor sebagai responden. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel objektivitas dan kecermatan profesional berpengaruh terhadap kualitas audit, sedangkan untuk variabel independensi dan kompetensi didapati tidak berpengaruh teradap kualitas audit intern Inspektorat DIY. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi sebagai literatur yang digunakan oleh akademisi maupun auditor intern pemerintah dalam mengidentifikasi faktor-faktor potensial yang mempengaruhi kualitas audit, khususnya dalam upaya mewujudkan good governance and clean government melalui hasil audit yang berkualitas.According to the audit standard for government’s internal auditors in Indonesia which has been set since 2013, there are some points that have to be obeyed by auditors to obtain the quality of audit. The points are independency, objectivity, competency, and due professional care. This research aims to determine the influence of independency, objectivity, competency, and due professional care on audit quality in the Inspectorat of DIY. The data are collected by distributing questionnaires to 40 auditors working on the Inspectorat of DIY. The analitycal method used is multiple linear regression analysis. The result of this research shows that objectivity and due professional care have significant influence on intern’s audit quality, while the independency and competency do not have significant influence on intern’s audit quality in Inspectorat of DIY. This research is expected to contribute as the literature used by academics and government’s intern auditors in identifying the potential factors which influence the audit quality, especially in order to realize the good and clean government through the quality of audit results.
Pengaruh Tuntutan Bersikap Etis dan Faktor-Faktor Personal terhadap Perilaku Auditor Pemerintah Daerah dalam Menghadapi Tekanan Kerja Yohansah Handoyo Setyawan; Y Anni Aryani
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1869.924 KB) | DOI: 10.20961/jab.v17i2.241

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh interaksi tuntutan etis dan berbagai faktor personal terhadap perilaku auditor pemerintah daerah dalam menghadapi tekanan kerja. Faktor personal yang diteliti meliputi pendidikan, pengalaman kerja, locus of control dan self-efficacy. Penelitian ini menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Menggunakan 147 sampel, kami menemukan bahwa hanya interaksi pendidikan dan tuntutan bersikap etis serta interaksi pengalaman kerja dan tuntutan bersikap etis yang berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku auditor pemerintah daerah dalam menghadapi tekanan kerja. Hasil ini mengindikasikan bahwa penguatan pendidikan dan pengalaman kerja dengan didorong dengan implementasi standar etika profesi yang konsisten oleh instansi akan dapat meningkatkan kualitas audit yang sangat diharapkan menjadi produk dari Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP). This study examines the effect of the interaction of personal factors and the demands being ethical on the behavior of Local Government Auditors when faced with working pressures. Personal factors in this study include: education, work experience, locus of control, and self-efficacy. This study employs Moderated Regression Analisys (MRA). Using 147 samples, we found that only the interaction of education and the demands of being ethical and interaction of work experience and the demands of being ethical that have significantly influence the behavior of the local government auditor when faced with working pressures. These results indicate that the strengthening of education and work experience which supported by consistent implementation of the standards of professional ethics by the agency may encourage the improvement of audit quality that is expected to be a product of Government Internal Supervisory Apparatus (APIP).
Dampak Perilaku Manajemen Laba terhadap Penilaian Reputasi Manajer: Studi Eksperimental Perspektif Internal Labor Market Ida Nur Aeni; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.532 KB) | DOI: 10.20961/jab.v18i1.246

Abstract

This study is designed to invest about consequences of a target manager who decide whether to engage in earnings management. An laboratory experimental with 3x1 between subject is used to examine the potential negative reputation effect in the internal labor market’s setting that occur as a consequences of earnings management. Data in this study were collected for two months at the beginning of 2017. Participants consisted of 109 master of accounting and master of management students of UGM who assigned to the role as manager. Participants were asked to respond to a scenario about another manager (the target manager) who has the opportunity to engage earnings management. Participant assessed the ethical of the target manager and reputation judgment. The results of this study indicated that a target manager engaging in earnings management is assessed less ethical than a target manager not engaging in earnings management. Meanwhile, the results indicated that no difference in ethical judgments of a target manager engaging in accounting method manipulation and operating decision manipulation. In addition, ethical judgment was significantly and positive affected with reputation judgment. Further analysis indicates that ethical judgment mediate the effect between earnings management and reputation judgment. This study discuss implication of these results for management control systems design and for future research. Penelitian ini didesain untuk melakukan investigasi mengenai konsekuensi manajer target yang memutuskan terlibat dalam manajemen laba. Metode eksperimen laboratorium dengan desain 3x1 between-subject digunakan dalam penelitian ini untuk menguji adanya potensi dampak reputasi negatif dalam setting internal labor market yang terjadi sebagai konsekuensi dari manajemen laba. Partisipan penelitian ini terdiri atas 109 mahasiswa MAKSI dan MM UGM yang berperan sebagai manajer. Partisipan diminta untuk merespon skenario mengenai manajer lain (manajer target) yang memiliki peluang terlibat dalam manajemen laba. Partisipan memberikan penilaian etis dan penilaian reputasi manajer target. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajer target yang terlibat dalam manajemen laba dinilai lebih tidak etis daripada manajer target yang tidak terlibat dalam manajemen laba. Sementara itu, hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan penilaian etis manajer target yang terlibat dalam manipulasi metode akuntansi dan manipulasi keputusan operasi. Sebagai tambahan, penilaian etis berpengaruh positif dan signifikan dengan penilaian reputasi. Analisis berikutnya menunjukkan bahwa penilaian etis memediasi pengaruh perilaku manajemen laba terhadap penilaian reputasi manajer target. Penelitian ini mendiskusikan mengenai implikasi hasil penelitian untuk perancangan sistem pengendalian manajemen dan untuk penelitian selanjutnya.
Analisis Skeptisisme Auditor di Padang, Sumatera Barat Charoline Cheisviyanny; Sany Dwita; Herlina Helmy
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.7 KB) | DOI: 10.20961/jab.v18i1.252

Abstract

This research aims to examine the influence of gender, experience, independence, and competence on auditors’ scepticism. The data for this research was collected using a survey questionnaire to 38 auditors in Padang. The total sampling technique was used due to the limited numbers of auditors in Padang. This research also used 140 accounting students as the proxy of incompetent auditors using a purposive sampling technique. The results of the study show that: (1) male auditors are more sceptical than female auditors; (2) there is no difference between experienced and inexperienced auditors on scepticism; (3) independence has a positive influence on auditor’s skepticism; and (4) there is a significant difference between competent and incompetent auditors on scepticism. The findings implied that auditors have to maintain their independencies and competencies to ensure their professional scepticism during the audit. It is suggested for further studies to extend this research by exploring other variables and respondents.Riset ini bertujuan untuk menguji pengaruh gender, pengalaman, independensi, dan kompetensi terhadap skeptisisme auditor. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner ke 38 auditor di Kota Padang. Kami menggunakan total sampling technique karena terbatasnya jumlah auditor yang ada. Untuk menguji perbedaan skeptisisme antara auditor berkompeten dan belum berkompeten, kami menggunakan mahasiswa akuntansi sebagai representasi dari auditor yang belum berkompeten. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) auditor laki-laki lebih skeptis daripada auditor perempuan, (2) tidak ada perbedaan skeptisisme antara auditor yang berpengalaman dan tidak berpengalaman, (3) independensi berpengaruh positif terhadap skeptisisme auditor, dan (4) tidak ada perbedaan skeptisisme antara auditor yang berkompeten dan belum berkompeten. Hasil ini memberikan dampak terhadap kantor akuntan publik, organisasi akuntan publik, dan perguruan tinggi. Hasil ini juga mengimplikasikan bahwa auditor harus menjaga independensi dan kompetensi untuk menjaga skeptisisme profesional mereka selama proses audit berlangsung. Kami menyarankan untuk memperluas riset dengan menambah variabel dan responden yang lain.
Kecakapan Manajerial dan Kualitas Laba dengan Kepemilikan Manajerial dan Komisaris Independen sebagai Variabel Pemoderasi Naila Rizki Salisa; Indra Wijaya Kusuma
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.105 KB) | DOI: 10.20961/jab.v18i1.247

Abstract

Higher managerial ability of managers leads to better earnings quality. It is expected that firms with higher managerial ownership and more independent commissioner will show stronger relationship between managerial ability and earnings quality. This study examines the effect of managerial ownership and independent commissioner towards the relationship between managerial ability and earnings quality. This study uses 180 observations generated from 45 manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) during 2010-2015. Empirical result suggests that managerial ability has positive significant effect on earnings quality. This result confirms that firms with higher managerial ability manager shows higher earnings quality. This study also provide evidence that the presence of managerial ownership and independent commissioner strengthen the relationship between managerial ability and earnings quality. This study suggests that firms should strenghten corporate governance mechanism to discliplining manager’s actions in order to act efficiently in managing firms.Tingginya kecakapan manajerial mengarah pada kualitas laba yang lebih baik. Perusahaan yang memiliki kepemilikan manajerial dan komisaris independen yang tinggi menunjukkan hubungan yang kuat antara kecakapan manajerial dan kualitas laba. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepemilikan manajerial dan komisaris independen melalui hubungan antara kecakapan manajerial dan kualitas laba. Penelitian ini dilakukan terhadap 180 observasi dari 45 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2010-2015. Hasil penelitian empiris menunjukkan bahwa kecakapan manajerial memiliki pengaruh positif terhadap kualitas laba. Artinya, semakin tinggi kecakapan seorang manajer, maka semakin tinggi kualitas laba perusahan. Penelitian ini juga memberikan bukti bahwa dengan adanya kepemilikan manajerial dan komisaris independen dapat memperkuat hubungan positif antara kecakapan manajerial dan kualitas laba. Penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan diharapkan memperkuat mekanisme tata kelola untuk mendisiplinkan manajer agar manajer bertindak secara efisien dalam mengelola perusahaan.
Analisis Profitabilitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah di Indonesia: Apakah Kepemilikan Manajemen Berpengaruh? Annisa Fithria
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.086 KB) | DOI: 10.20961/jab.v18i1.232

Abstract

Islamic banking industry in Indonesia is experiencing the rapid growth, but research related to Islamic financial institutions in Indonesia is still limited. In analyzing profitability, management ownership has an important role because it can overcome the problem of agency conflict and reduce agency costs. Therefore, this study aims to examine the effect of management ownership on profitability of Islamic rural banks (BPRS) in Indonesia. To achieve this objective, this study analyzed quarterly panel data of financial report from BPRS in Indonesia during 2011-2016. Profitability, as dependent variable in this study, is measured by return on assets (ROA) and return on equity (ROE). Management ownership, as independent variable in this study, consists of board of director ownership and board of commissioner ownership. In addition, this study also uses bank size, deposit ratio, capital ratio, GDP growth rate, and inflation rate as control variables. The result shows that the present of board of director ownership has negative and significant effect on ROA and ROE. However, board of commissioner ownership has no significant effect on all profitability variables. By examining the effect of management ownership on BPRS profitability, it is expected to fill the gap in literature of Islamic financial institutions in Indonesia, especially BPRS.Industri perbankan syariah di Indonesia mengalami perkembangan yang pesat, tetapi penelitian yang berkaitan dengan lembaga keuangan syariah di Indonesia masih terbatas. Dalam menganalisis profitabilitas, kepemilikan manajemen memiliki peran penting karena dapat mengatasi masalah konflik keagenan dan mengurangi biaya agensi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepemilikan manajemen terhadap profitablitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menganalisis data panel triwulan dari laporan keuangan BPRS di Indonesia selama tahun 2011-2016. Profitabilitas, sebagai variabel dependen dalam penelitian ini, diukur dengan return on assets (ROA) dan return on equity (ROE). Kepemilikan manajemen, sebagai variabel independen dalam penelitian ini, terdiri atas kepemilikan saham oleh dewan direksi dan kepemilikan saham oleh dewan komisaris. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan ukuran bank, rasio deposit, rasio modal, tingkat pertumbuhan PDB, dan tingkat inflasi sebagai variabel kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan kepemilikan saham oleh dewan direksi memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA dan ROE. Namun, kepemilikan saham oleh dewan komisaris tidak memiliki pengaruh terhadap seluruh variabel profitabilitas. Dengan menguji pengaruh kepemilikan manajemen terhadap profitabilitas BPRS, penelitian ini diharapkan dapat mengisi kesenjangan dalam literatur lembaga keuangan syariah di Indonesia, terutama BPRS.
Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap Perencanaan Agresivitas Pajak Faridatul Makhfudloh; Nurul Herawati; Anis Wulandari
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2079.897 KB) | DOI: 10.20961/jab.v18i1.235

Abstract

This study examine the empirical association between corporate social responsibility (CSR) and aggressive tax planning. The dependent variable is used in this study is aggressive tax planning that measured using ETR (effective tax rates). The independent variable in this study is corporate social responsibility. While control variable in this study is leverage, liquidity, profitability, company size, capital intensity, and inventory intensity. This study use 55 sample (firm-years) that listed on the Jakarta Islamic Index that listed on the Indonesia Stock Exchange in the period 2010-2014. Data were analyzed using multiple linier regression analysis model. The result show that did not effect that significant between CSR to aggressive tax planning.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap perencanaan agresivitas pajak. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perencanaan agresivitas pajak yang diukur dengan menggunakan ETR (Effective Tax Rates). Variabel independen dalam penelitian ini adalah CSR (Corporate Social Responsibility). Sedangkan variabel kontrol dalam penelitian ini adalah leverage, likuiditas, profitabilitas, ukuran perusahaan, intensitas modal, dan intensitas persediaan. Penelitian ini menggunakan 55 sampel perusahaan yang terdaftar dalam JII (Jakarta Islamic Index) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2010-2014. Data analisis menggunakan model analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara CSR terhadap perencanaan agresivitas pajak.
Karakteristik Perusahaan, ISO 14001, dan Pengungkapan Lingkungan: Studi Komparatif di Indonesia dan Thailand Septalia Rahmawati; Christiyaningsih Budiwati
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.312 KB) | DOI: 10.20961/jab.v18i1.268

Abstract

This study aims to examine the difference of environmental disclosures between the Indonesian and Thailand mining companies, also to examine the effects of the characteristics of the companies and ISO 14001 towards environmental disclosures. This study uses firm size, firm age and profitability for the companies’ characteristics. The companies’ environmental disclosures were measured with the newest GRI G4 index. This study also uses the mining companies’ annual reports in 2014-2016 that are listed in the Indonesia Stock Exchange (IDX) and the Stock Exchange of Thailand (SET) as the secondary data population. Furthermore, the number of samples in this research are 117 samples from 22 mining companies in Indonesia and 17 mining companies in Thailand that were generated by using purposive sampling method. The first objective has been examined by using Independent Samples T Test and it obtained a result that there are differences of environmental disclosure between Indonesia and Thailand mining companies. Meanwhile, the second and third objectives of this research were examined by using multiple regression analysis. The result shows that there are significant positive effects given by the firm size, the firm age and ISO 14001. Moreover, the profitability gives no significant positive effect towards environmental disclosures.Studi ini bertujuan untuk meneliti perbedaan pengungkapan lingkungan perusahaan pertambangan di negara Indonesia dan Thailand, serta meneliti karakteristik perusahaan dan ISO 14001 pengaruhnya terhadap pengungkapan lingkungan. Studi ini menggunakan ukuran perusahaan, umur perusahaan, dan profitabilitas untuk karakteristik perusahaan. Pengungkapan lingkungan perusahaan diukur dengan indeks GRI G4 terbaru. Studi ini menggunakan populasi data sekunder dari laporan keuangan perusahaan-perusahaan pertambangan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bursa Efek Thailand (SET) tahun 2014-2016. Studi ini menggunakan sampel penelitian purposive sampling yaitu sebanyak 117 sampel dari 22 perusahaan pertambangan di Indonesia dan 17 perusahaan pertambangan di Thailand. Uji beda digunakan untuk tujuan penelitian pertama dan hasilnya terdapat perbedaan pengungkapan lingkungan di Indonesia dan Thailand. Uji regresi linier berganda digunakan untuk tujuan penelitian kedua dan ketiga. Hasil menunjukkan adanya pengaruh positif signifikan yaitu ukuran perusahaan, umur perusahaan, dan ISO 14001 terhadap pengungkapan lingkungan serta tidak adanya pengaruh antara profitabilitas terhadap pengungkapan lingkungan perusahaan.
Direksi dan Dewan Komisaris: Pengaruh Dewan Wanita terhadap Kebijakan Dividen di Indonesia Eldinar Isty Fauziah; Agung Nur Probohudono
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.498 KB) | DOI: 10.20961/jab.v18i1.267

Abstract

Some of institutional specificities of emerging economies is market uncertainty may increase agency problems that raise doubts about future cash flows such as dividend payments. This research aim to analyze the impact of board gender diversity on dividend payments in Indonesia. This research using the dataset of listed firms from Indonesia Stock Exchange over the period 2013-2016. This research is a quantitative research with purposive sampling method. The dividend payment was measured with Dividend Payout Ratio (DIVPR). The evidence indicating that women directors is negatively related to dividend payment, while women commissioners has positive impact. Moreover, we find that women independent directors and women independent commissioners does not have an effect on dividend payments. The sample in this study is limited because the payment of dividends is not an obligation and women are still a minority on board.Beberapa kekhususan institusi negara berkembang adalah ketidakpastian pasar yang dapat meningkatkan masalah keagenan sehingga timbul keraguan tentang arus kas masa depan seperti pembayaran dividen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keragaman gender terhadap pembayaran dividen di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data perusahaan yang terdaftar dari Bursa Efek Indonesia selama periode 2013-2016. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode purposive sampling. Pembayaran dividen diukur dengan Dividend Payout Ratio (DIVPR). Bukti menunjukkan bahwa direktur wanita berpengaruh negatif terhadap pembayaran dividen, sementara komisaris wanita memiliki pengaruh positif. Selain itu, direktur independen wanita dan komisaris independen wanita tidak berpengaruh pada pembayaran dividen. Sampel dalam penelitian ini terbatas karena pembayaran dividen bukanlah suatu keharusan dan wanita masih merupakan minoritas di jajaran dewan.