cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jabfebuns@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. Sutami No 36A, Kentingan Surakarta 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Akuntansi dan Bisnis
ISSN : 14120852     EISSN : 25805444     DOI : 10.20961
Core Subject : Economy,
Jurnal Akuntansi dan Bisnis (JAB)is published by Accounting Study Program, Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret, Indonesia. Published two times a year, February and August, JAB is a media of communication and reply forum for scientific works especially concerning the field of the business and accounting. Papers presented in JAB are solely that of author. Editorial staff may edit the papers, as long as not change its meaning. JAB has obtained an accreditation from Directorate General of Research and Development Strengthening, Ministry of Research, Technology, and Higher Education of the Republic of Indonesia by SK No. 21/E/KPT/2018.
Arjuna Subject : -
Articles 346 Documents
Kualitas Audit dan Manajemen Laba Berbasis Operasional Muhammad Agung Prabowo; Santoso Tri Hananto; Christiyaningsih Budiwati; Hanung Triatmoko; Anis Widjajanto
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.051 KB) | DOI: 10.20961/jab.v20i2.570

Abstract

This paper investigates the effect of audit quality on real earnings management. Audit quality refers to the size of the audit office. Conceptual framework borrows from agency theory positing that earnings management reflects managerial opportunistic behavior to influence the contractual outcome imposed by stakeholders. The size of the auditors’ office represents available resources within the firm that eventually enables the auditor to maintain independence and to invests in auditing techno logy that results in higher technical competence. The hypothesis predicts that auditor size negatively affects real earnings management. The sample consists of firms engaging in manufacturing operations listed in Bursa Efek Indonesia, which meetspecific requirements. In contrast with a hypothesis, the analysis reveals that auditor size is positively related to real earnings management. the results hold after controlling for self-selection bias. The paper conjectures that deep-pocket insurance might dominate audit quality in that relationship. Several caveats are in place that require due care in interpreting the results. Penelitian ini menguji pengaruh kualitas audit, dengan menggunakan ukuran auditor sebagai surogasi, terhadap manajemen laba berbasis operasi riil. Rerangka konseptual mengacu pada teori keagenan yang mengklaim bahwa manajemen laba merupakan tindakan opportunistik manajemen untuk mempengaruhi keputusan pemangku kepentingan. Ukuran auditor berasosiasi dengan ketersediaan sumber daya yang memungkinkan auditor mempertahankan independensi dan meningkatkan kompetensi teknis pengauditan. Hipotesa memprediksi bahwa ukuran kantor auditor berpengaruh secara negatif terhadap manajemen laba. Sampel terdiri dari perusahaan manufaktur di Indonesia yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia dengan kriteria tertentu. Sumber data adalah laporan tahunan perusahaan. berlawanan dengan prediksi awal, hasil pengujian menunjukkan bahwa ukuran auditor berpengaruh secara postif terhadap manajemen laba. Hasil tersebut robust terhadap isu self-selection bias. Penjelasan yang mungkin dari hasil tersebut adalah deep-pocket insurance lebih mendominasi daripada isu kualitas audit. Penelitian ini mengandung beberapa kelemahan dan oleh karean tiu diperlukan kecermatan dalam mengintepretasikan hasil penelitian
Pelapor Kecurangan: Persepsi Kerugian Personal, Status Pelanggar, Dukungan dan Perlindungan Organisasi Erna Setiany; Annisa Hakim Zamzami; Sri Wahyu Agustiningsih
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.194 KB) | DOI: 10.20961/jab.v20i2.556

Abstract

Employee participation as a whistleblower is still low. This is due to various factors that make employees reluctant to report the fraud they have encountered, such as perceptions of personal loss and the status of offenders. On the other hand, there are factors that allow employees to blow the whistle, such as organizational support and protection. Thus, this study examines personal cost factors, offender status, organizational support and protection against internal whistleblowing intentions. Respondents of this study were 112 accounting students who have worked in both the private and government sectors in DKI Jakarta. The results showed that only organizational protection had a significant effect on internal whistleblowing intentions. Meanwhile, personal costs, violator status, and organizational support have no significant effect on internal whistleblowing intentions.Partisipasi karyawan menjadi whistleblower masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor yang membuat karyawan enggan untuk melaporkan kecurangan mereka temui, seperti persepsi kerugian pribadi dan status pelanggar. Dilain sisi terdapat factor yang memungkinkan karyawan untuk melaporkan kecurangan, seperti dukungan dan proteksi organisasi. Dengan demikian penelitian ini menguji faktor persepsi kerugian pribadi, status pelanggar, dukungan dan proteksi organisasi terhadap niat pelaporan kecurangan internal. Responden penelitian ini adalah 112 mahasiswa akuntansi yang sudah bekerja baik sektor swasta maupun pemerintahan di DKI Jakarta menggunakan kuisioner dan dianalisis menggunakan SEM berbasis kovarian dengan Smart PLS 2.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya perlindungan organisasi yang signifikan berpengaruh terhadap niat pelaporan kecurangan internal. Sedangkan spersepsi kerugian pribadi, status pelanggar, dan dukungan organisasi tidak signifikan berpengaruh terhadap niat pelaporan kecurangan internal.
Should Companies Engage In CSR? Evidence From CSR Impact On Cost Of Capital In Top Asean Companies Diah Agustina Prihastiwi; Ari Nurul Fatimah
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.584 KB) | DOI: 10.20961/jab.v20i2.567

Abstract

The growing concern of business’s effect on social and environment has been unprecedented. Companies must do their parts as corporate citizens. Despite the rising public demand, many companies still hesitate in doing so. The purpose of this study is to give evidence that engaging in CSR activities can have impact on cost of capital, represented by cost of equity (COE) dan cost of debt (COD). Using 200 companies in ASEAN during the period 2017-2019 as samples, we estimate the relationship between a company’s sustainability reporting and its COE and COD. The findings showed that disclosure of CSR activities can help reduce COE. However, analysis result provides no evidence regarding relationship between sustainability reporting and COD. This study provides evidence that engaging in CSR can give benefit to companies through the reduction of COE.Perhatian masyarakat terhadap dampak dari operasi bisnis terhadap sosial dan lingkungan belum pernah terjadi sebelumnya. Perusahaan harus melakukan perannya sebagai bagian dari masyarakat corporate citizens. Meski permintaan masyarakat meningkat, banyak perusahaan masih ragu untuk melakukannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan bukti bahwa melakukan kegiatan CSR dapat berdampak pada biaya modal (cost of capital), yang diwakili oleh biaya ekuitas (cost of equity /COE) dan biaya utang (cost of debt/COD). Dengan menggunakan 200 perusahaan di ASEAN selama periode 2017-2019 sebagai sampel, kami meneliti hubungan antara pelaporan berkelanjutan (sustainability reporting) perusahaan dengan COE dan COD. COE diukur berdasarkan kelebihan return dan COD diukur menggunakan suku bunga. Dengan menggunakan analisis regresi berganda, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan kegiatan CSR dapat membantu menurunkan COE. Akan tetapi, hasil analisis tidak memberikan dukungan hubungan yang signifikan antara sustainability reporting dan COD. Studi ini memberikan bukti bahwa melakukan CSR dapat memberikan manfaat bagi perusahaan melalui pengurangan COE.
Liquidity Management, Corporate Investment, and Presidential Election Taufiq Arifin; Payamta Payamta; Normaziah Mohd Nor
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.354 KB) | DOI: 10.20961/jab.v20i2.609

Abstract

This study analyzes whether election as a political event affect the liquidity management and investment decisions of Indonesian listed firms. Using presidential election as an uncertainty shock over 2010-2016 time period, we find that firms are more likely to increase their liquid assets and delay investment one year prior the election year. The precautional measure of holding more cash is that firms allocate more cash prior the election year to maintain financial flexibility because rising funds rendered transaction costs. However, we further find that firms reduce their liquidity and increase their investment during the election year. These results suggest that elections create political uncertainty and induce higher risk of extraction. Since cash, as well as other liquid assets, are the easiest resource to be grabbed by the politicians, firms have more incentives to hold less cash and therefore structure their liquid assets into hard assets to prevent such a risk.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemilihan presiden sebagai salah satu event politik yang akan mempengaruhi manajemen likuiditas dan keputusan investasi perusahaan publik di Indonesia. Dengan menggunakan event pemilihan presiden sebagai uncertainty shock dengan periode sampel 2010-2016, kita menemukan bahwa perusahaan akan cenderung meningkatkan likuiditasnya dan menunda keputusan investasi setahun sebelum pemilihan presiden. Keputusan meningkatkan kas ini adalah bentuk strategi perusahaan untuk menjaga likuiditasnya dikarenakan adanya ketidakpastian di masa yang akan datang terkait dengan hasil dari pemilihan presiden. External financing di masa ketidakpastian akan menimbulkan kos transaksi yang lebih tinggi. Tetapi, bukti selanjutnya menunjukkan bahwa perusahaan akan mengurangi likuiditasnya dan meningkatkan investasi di tahun pemilihan presiden. Bukti empiris ini menunjukkan bahwa pemilihan presiden akan meningkatkan risiko political extraction. Dikarenakan kas, dan juga aset likuid lainnya, adalah bentuk sumberdaya yang mudah untuk dimanfaatkan oleh politisi, perusahaan akan memiliki motif yang lebih kuat untuk mengurangi aset likuidnya dan menggunakannya untuk investasi di aset fisik untuk menghindari risiko political extraction.    
The Impact of Ownership Structure on the Indicator of Financial Distress In Indonesian Companies Annither Annither; Michael Kester Johann; Athalia Ariati Hidayat; Siti Farhana
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.162 KB) | DOI: 10.20961/jab.v20i2.546

Abstract

The increase in bankruptcy cases and delaying debt repayment by 16.43 percent during the year of 2015 to 2017 reinforced the importance of having good corporate governance to avoid this issue. This study aims to delve into the effect of ownership structures on the risk of financial distress in 421 companies (except financial institu-tions) in the period from 2012 to 2017. The types of ownership that are being exam-ined are Institutional Ownership, Insider Ownership, Government Ownership, and Foreign Ownership. This study uses OLS Driscoll-Kraay standard error panel data regression. The results of this study shows that Institutional Ownership has a positive relationship to financial distress which is caused by the tendency of Institutional in-vestors to conduct passive monitoring. Inversely, foreign ownership and government ownership have been proven to have a negative relationship with the risk of financial distress. This was caused by the capability of the foreign investors to do better- moni-toring activities and maintain the ultimate shareholder’s company in their home country. Furthermore, the presence of merah putih shares allows the government to have absolute voting power. This research intends to provide new business perspec-tives to companies, investors, regulators, creditors, and other stakeholders for eco-nomic decision- making purposes. Peningkatan perkara kepailitan dan penundaan kewajiban pembayaran utang sebe-sar 16.43 persen sepanjang tahun 2015-2017 menyadarkan kembali pentingnya tata kelola yang baik untuk menghindari hal tersebut. Penelitian ini mempelajari pengaruh struktur kepemilikan terhadap risiko kesulitan keuangan di perusahaan terhadap 421 perusahaan (kecuali lembaga keuangan) pada tahun 2012-2017. Jenis-jenis kepemilikan yang diteliti adalah kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, kepemilikan pemerintah, dan kepemilikan asing. Hal yang ditemui dari hasil penelitian ini yaitu dapat dibuktikan bahwa kepemilikan institusional memiliki hubungan positif terhadap risiko kesulitan keuangan yang disebabkan oleh kecender-ungan investor institusional untuk melakukan passive monitoring. Sebaliknya kepemilikan asing dan kepemilikan pemerintah terbukti memiliki hubungan negatif terhadap risiko kesulitan keuangan, dengan alasan kemampuan investor asing dalam melakukan kontrol dan menjaga reputasi perusahaan di negara asalnya. Sedangkan, pemerintah memiliki voting power yang bersifat mutlak dengan adanya saham merah putih. Penelitian ini bermaksud untuk memberikan perspektif baru kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk pengambilan keputusan ekonomi.
Nilai Perusahaan: Kebijakan Utang, Good Corporate Governance, Cash Holding Amrie Firmansyah; Tommy Aviv Setiawan; Fajar Fathurahman
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.964 KB) | DOI: 10.20961/jab.v20i2.568

Abstract

This study examines the effect of debt policy, good corporate governance, and cash holding on firm value. This study employs secondary data in financial information on companies in the consumer goods sub-sector listed on the Indonesia Stock Exchange from 2015 to 2018. Data were obtained from www.idx.co.id, www.finance.yahoo.com, and its official website. Based on purposive sampling, the total sample used in this study amounted to 128 observations. Data testing was performed by multiple linear analysis with panel data. This study concludes that debt policy and good corporate governance do not affect firm value, while cash holding has a negative effect on firm value. This study indicates that the financial services authorities, as capital market supervisors, need to monitor the implementation of good corporate governance as a form of investor protection in Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kebijakan utang, good corporate governance, dan cash holding terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang berupa informasi keuangan perusahaan sektor consumer goods yang listed di Bursa Efek Indonesia tahun 2015 sampai dengan tahun 2018. Data diperoleh dari www.idx.co.id, www.finance.yahoo.com, dan website resmi perusahaan. Berdasarkan purposive sampling yang telah dilakukan, total sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 128 observasi. Pengujian data dilakukan dengan analisis linier berganda dengan data panel. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan utang dan good corporate governance tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, sedangkan cash holding berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa otoritas jasa keuangan selaku pengawas pasar modal perlu untuk melakukan monitoring implementasi good corporate governance sebagai salah satu bentuk perlindungan investor di Indonesia.
Efektivitas Integrasi Sistem Informasi Perencanaan, Penatausahaan, dan Akuntansi: Studi pada Universitas Sebelas Maret Muhtar Muhtar; Sutaryo Sutaryo; Prihatnolo Gandhi Amidjaya
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.734 KB) | DOI: 10.20961/jab.v20i2.608

Abstract

The existence of an empirical study on the effectiveness of information systems is necessary for university that implements an integrated information system in planning, administration and finance. This study comprehensively evaluates the effectiveness of integrated information system in Universitas Sebelas Maretand explores its determinants. The analysis results show that the implementationof integrated information system in Univerasitas Sebelas maret is considered to be effective, both in terms of informationquality, informationusefulness, user satisfaction, impact on individuals, and impact on entities. Furthermore, we find that system quality and management support had positive effect on information systemseffectiveness. This research contributes to the practice and development of integrated information systems at Universitas Sebelas Maret through relevant policies and contributes to enriching the literature on information systems studies in higher education institutions.Keberadaan studi empiris mengenai efektivitas sistem informasi sangat diperlukan bagi Universitas Sebelas Maret (UNS) sebagai salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia yang menerapkan sistem informasi terintegrasi perencanaan, penatausahaan, dan keuangan. Penelitian ini secara komprehensif mengevaluasi efektivitas sistem informasi terintegrasi UNS serta mengeksplorasi lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem informasi yang diterapkan di UNS dinilai telah efektif, baik dari segi kualitas informasi, kegunaan informasi, kepuasan pengguna, dampak bagi individu, dan dampak bagi entitas. Selanjutnya, ditemukan bahwa kualitas sistem dan dukungan manajemen berpengaruh positif pada efektivitas sistem informasi. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi praktik dan pengembangan sistem informasi terintegrasi di UNS melalui kebijakan-kebijakan yang relevan serta berkontribusi memperkaya literatur studi sistem informasi di institusi perguruan tinggi.
Factors Influencing Earnings Management in Railway Companies in Asia Pacific Region Meina Romadani; Y Anni Aryani
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.525 KB) | DOI: 10.20961/jab.v21i1.632

Abstract

This study focuses on the factors that affect Earning Management in railway companies throughout the Asia Pacific, especially bonus plans, leverage, and government subsidies. These three factors are closely related to the characteristics possessed by the railway company. This research is quantitative using secondary data from the annual financial reports of railway companies in the Asia Pacific region from 2010 - 2019 with a sample size of 171 financial reports. The sampling technique was carried out using purposive sampling method. Modified Jones Model is used to measure earnings management. To test the hypothesis in this study using panel data regression analysis using the E-views 9 program. The results showed that the bonus plan has no effect on earning management. Leverage and government subsidies have a negative effect on earning management. Government subsidies have a positive effect on earnings management
Accounting for Startup: As scary as Freddy Yudha Aryo Sudibyo; Novita Puspasari
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.907 KB) | DOI: 10.20961/jab.v21i1.606

Abstract

Indonesia has enormous numbers of startup companies which grow rapidly in the past four years. However, many startups fail in the first year due to their lack of business sustainability. The problem for most startups is measurement. In order to measure its growth and efficiency, startup companies need accounting. This study aims to explore and gain an in-depth understanding from the view of startup companies on accounting. With a qualitative approach, this study used the ZMET (Zaltman Metaphor Elicitation Technique) method to dig information from seven startup companies as research participants. Using ZMET’s projective techniques through image metaphors, the study has identified thirteen important constructs which describe a mental model of startup companies toward accounting. Connections among constructs are described in the consensus map, which explains three main themes of this study’s findings: mental block of accounting, accounting as a tool, and ultimate startup goal. This study has theoretical contributions, practical contributions, and methodological contributions.Indonesia memiliki sejumlah besar perusahaan startup yang tumbuh pesat dalam empat tahun terakhir. Namun, banyak startup gagal pada tahun pertama karena kurangnya keberlanjutan bisnis. Masalah yang banyak dihadapi oleh startup adalah pengukuran. Akuntansi diperlukan oleh startup untuk mengukur pertumbuhan dan efisiensinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memperoleh pemahaman mendalam dari perusahaan startup mengenai akuntansi. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode ZMET (Zaltman Metaphor Elicitation Technique) digunakan untuk menggali informasi dari tujuh perusahaan startup yang dijadikan partisipan. Proyeksi ZMET mengidentifikasi tiga belas konstruk penting yang menggambarkan model mental perusahaan startup terhadap akuntansi. Hubungan antar konstruk digambarkan melalui consensus map yang menjelaskan tiga temuan penting yaitu mental block akuntansi, akuntansi sebagai alat dan tujuan akhir startup. Penelitian ini mempunyai kontribusi terhadap teori, praktik dan metodologi.
Kepemilikan Saham Asing, Dewan Komisaris Asing dan Direksi Asing Terhadap Penghindaran Pajak di Indonesia Siti Maisaroh; Doddy Setiawan
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.641 KB) | DOI: 10.20961/jab.v21i1.636

Abstract

This study aims at examining the effect of foreign interest on tax avoidance in Indonesia. Sample of the study consists of non-financial listed firm in Indonesia Stock Exchange during 2017-2019. There are 911 firm-year observation for the study. Independent variable of the study is foreign interest that consists of foreign ownership, foreign board of commissioner and foreign board of directors towards tax avoidance in Indonesia. Dependent variable is tax avoidance conducted by non-financial firms. The result of the study shows that that foreign ownership and foreign commissioners have a negative effect on tax avoidance. Therefore, the higher foreign ownership in the ownership structure provides negative impact on the tax avoidance. Foreign ownership push management to minimize tax avoidance. Further, foreign commissioner also negatively affects tax avoidance. Meanwhile, foreign directors have no effect on tax avoidance in Indonesia. It can be concluded that the foreign parties have significant effect on the tax avoidance, specifically foreign ownership and foreign commissioners. The higher the foreign share ownership and the number of foreign commissioners on the board of commissioners, the lower the tax avoidance practice in Indonesia. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan bukti empiris tentang dampak keberadaan pihak asing terhadap penghindaran pajak di Indonesia. Sampel penelitian ini adalah perusahaan non-keuangan di Bursa Efek Indonesia periode 2017 hingga 2019. Jumlah sampel penelitian sebanyak 911 perusahaan-tahun. Variabel independen penelitian ini adalah keberadaan asing yang diwakili dengan kepemilikan saham asing, komisaris asing dan direktur asing di perusahaan tersebut, sedangkan variabel dependen adalah penghindaran pajak. Hasil penelitian menunjukkan kepemilikan saham asing dan komisaris asing berpengaruh negatif terhadap penghindaran pajak. Hal ini menunjukkan keberadaan pihak asing di jajaran pemegang saham memberikan tekanan kepada manajemen untuk mengurangi penghindaran pajak. Selanjutnya, komisaris yang merupakan warga negara asing juga memberikan dampak negatif terhadap penghindaran pajak. Direksi asing tidak memberikan dampak signifikan terhadap penghindaran pajak. Hasil penelitian ini menunjukkan keberadaan pihak asing, terutama kepemilikan saham dan proporsi di dewan komisaris, memberikan dampak negatif terhadap praktik penghindaran pajak.