cover
Contact Name
Abu Muslim
Contact Email
abumuslim@kemenag.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Qalam
ISSN : 08541221     EISSN : 2540895X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 1 (2014)" : 16 Documents clear
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN ALQURAN HADIS MADRASAH ALIYAH (MA) DI SAMARINDA Muhammad Nasir
Al-Qalam Vol 20, No 1 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.384 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i1.178

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan sebuah model pembelajaran yang dapat meningkatkanpemahaman siswa kelas sebelas Madrasah Aliyah MA di Kota Samarinda. Masalah utama penelitian iniadalah bagaimana efektifitas model pembelajaran yang dikembangkan dalam meningkatkan pemahamansiswa kelas Teori yang terkait adalah konsep model pembelajaran kooperatif, pendekatan grup investigasisecara teoritis, hakekat pengajaran Alquran dan hadis serta karakteristik siswa Madrasah Aliyah. Jenispenelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan teknik pengumpulan dataobservasi, dokumentasi, wawancara, angket dan tes. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa; a)hasil uji coba terbatas dan uji coba luas dengan tiga kategori Madrasah Eksperimen (ME) menunjukkanadanya peningkatan signifikan pemahaman siswa kelas XI dalam mata pelajaran Alquran hadis setelahperlakuan model hasil pengembangan (μ ≤ 0,05); b) hasil uji validasi menunjukkan adanya perbedaanpemahaman signifikan antara skor rata-rata posttest kelompok Madrasah Eksperimen dengan skor ratarataposttest kelompok Madrasah Kontrol (μ ≤ 0,05). Dengan demikian, model pembelajaran kooperatiftipe grup investigasi hasil pengembangan, efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas sebelaspada mata pelajaran Alquran Hadis.
PEMETAAN KUALITAS MADRASAH ALIYAH DI KABUPATEN BONE BOLANGO PROVINSI GORONTALO Baso Marannu
Al-Qalam Vol 20, No 1 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.839 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i1.172

Abstract

Penelitian kualitas Madrasah Aliyah ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis tentang pelaksanaandelapan komponen Standar Nasional Pendidikan di Madrasah Aliyah sebagaimana yang tertuang dalamPeraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 yang diperbaharui dengan PP nomor 23 tahun 2013,kemudian mempetakannya dalam matrik yang sederhana. Studi ini dilakukan pada Madrasah AliyahNegeri dan swasta di Kabupaten Bone Bolango provinsi Gorontalo menggunakan pendekatan kualitatifdan pengamatan secara langsung implementasi kedelapan komponen Standar Nasional Pendidikan.Hasil dari studi ini menyimpulkan madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam, terutama manajemenpengelolaan standar nasional pendidikan menuju madrasah yang memiliki integritas, akuntabilitas,dan kredibilitas, Ada delapan hal yang menjadi pemikiran kritis menuju madrasah berkualitas secaraumum yang kemudian diistilahkan dengan delapan Strategi Nilai Pilihan, yakni (1) membuat kurikuluminovatif (2) penambahan jam pelajaran; (3) lulus di atas 95% di perguruan tinggi pavorit (4) terjagannyaprofesional pendidik; (5) sarana dan prasarana memadai; (6) pembiayaan di atas rata-rata; (7) pengelolaanmanajemen pendidikan berjalan baik (8) sistem penilaian di atas SNP, dimana kedelapan hal tersebutmenjadi tantangan bagi madrasah yang ingin dikatakan berkualitas.
UMAT MINORITAS DALAM PELAYANAN KEMENTERIAN AGAMA: Menyasar Penganut Agama Budha di Kota Jayapura Provinsi Papua Abd. Kadir Rahman
Al-Qalam Vol 20, No 1 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.748 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i1.215

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana peran Kementerian Agama Kota Jayapuradalam melakukan pelayanan terhadap penganut agama minoritas, salah satu diantaranya adalahpenganut agama Buddha. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Tehnik Penjaringandata menggunakan wawancara mendalam dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwaKementerian Agama Kota Jayapura melakukan pelayanan terhadap penganut agama Buddha dalambentuk bantuan pembangunan dan renovasi rumah ibadah; pelaksanaan pendidikan; dan penyiaranagama.
PENDIDIKAN AGAMA PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SMPLB SENTRA PENDIDIKAN KHUSUS DAN PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS Abd. Rahman Arsyad
Al-Qalam Vol 20, No 1 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.204 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i1.168

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengungkap bagaimanaproses pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama di Sekolah Luar Biasa (SLB) serta mengungkapfaktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama di Sentra PendidikanKhusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK/PLK) Kab. Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkanbahwa meskipun dengan fasilitas pembelajaran yang sangat terbatas, proses pelaksanaan pembelajaranpendidikan agama tetap berpedoman pada kurikulum Diknas, dengan menggunakan metode ceramah,demonstrasi, dan tanya jawab berdasarkan silabus yang diaplikasikan melalui RPP. Tenaga pendidik(guru agama) menggunakan metode pembelajaran pendidikan agama berdasarkan disabilitas denganmengintegrasikan proses pembiasaan dan kreatifitas guru sebagai pelaksanaan pola pendidikan yangsesuai dengan karakter anak berkebutuhan khusus. Pola ini melahirkan output yang mengantarkan anakberkebutuhan khusus dalam memahami dan meyakini adanya Tuhan, mengenal kitab-kitab Allah,melaksanakan ibadah (shalat dan puasa), serta berperilaku yang terpuji. Pemahaman pendidikan agamadiperkuat lewat bimbingan rohani, sedangkan proses pembentukan perubahan perilaku peserta didikdominan tercipta lewat pembelajaran/pembinaan yang dilaksanakan di luar kelas.
POLA INTERAKSI SOSIAL ETNIS BUGIS MAKASSAR: Dinamika Kerukunan Hidup Umat Beragama di Kota Sorong Muhammad Rusdi Rasyid
Al-Qalam Vol 20, No 1 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.532 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i1.179

Abstract

Tulisan ini merupakan penelitian tentang dinamika kerukunan hidup umat beragama di Kota Sorong,dengan obyek penelitian yaitu pola interaksi sosial etnis Bugis Makassar. Pengumpulan data dilakukandengan wawancara kepada pejabat pemerintah, tokoh masyarakat atau tokoh adat, pemimpin keagamaandan sejumlah umat beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola interaksi sosial etnis Bugisdengan the others yang seagama dapat dilihat; Pertama pada aktivitas ritual keagamaan, interaksi sosialterjadi pada kegiatan buka puasa bersama, shalat tarwih, pemberian zakat fitrah, hari lebaran, danpelaksanaan ibadah qurban. Kedua, pada dimensi sosial, adanya ikatan pernikahan antar etnis yangseagama. Ketiga, pada aktor personal yang dapat dilihat pada hubungan kekeluargaan, keramahan,saling membantu dan saling menghormati. Pola interaksi sosial etnis Bugis dengan the others yang tidakseagama dapat dilihat; Pertama, pada jalinan kerja sama lintas umat melalui aktivitas keagamaan padahari raya, dalam bentuk silaturrahim dengan melakukan kunjungan. Kedua, mengonstruksi kohesisosial. Etnis Bugis dapat membangun sebuah hubungan dalam kehidupan masyarakat pada aspeksosial, ekonomi dan budaya. Dan Ketiga, menciptakan lingkungn kondusif dengan menguatkan ikatanemosional kekeluargaan, mengedepankan sikap moralitas dan berinteraksi dengan pola keterbukaan.
MODEL PENGAJARAN AGAMA ISLAM DI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA (USU) MEDAN Imran Siregar
Al-Qalam Vol 20, No 1 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.968 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i1.173

Abstract

Praktik pengajaran PAI di USU memunculkan keanekaragaman komentar baik dari pimpinanPerguruan Tinggi Umum (PTU) maupun mahasiswa. Model konvensional pengajaran agama, yaitumodel ceramah dan tanya jawab, dimana peran dosen lebih dominan dibandingkan dengan peranmahasiswa membuat mahasiswa mencari alternatif pendidikan agama di luar kegiatan intra kampus.Model pengajaran dan materi kajian agama kompetitor di luar intra kampus tersebut lebih “seksi” danmengundang perhatian mahasiswa dibandingkan dengan materi yang disampaikan dosen PAI di ruangkuliah. Memperkokoh penyelenggaraan MPK sebagai pengembangan dari mata kuliah agama di PTUdan penguatan kompetensi akademik serta kedudukan dosen PAI yang simpatik dan kompetitif adalahsebuah keniscayaan.
HISTORIOGRAFI ISLAM DI KERAJAAN BANTAENG La Sakka
Al-Qalam Vol 20, No 1 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.086 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i1.175

Abstract

Penelusuran data informasi dalam penelitian ini dimulai dari proses pencarian arsip, buku-buku,naskah/lontara dokumen-dokumen lainnya maupun informasi lisan. Penelitian ini menunjukkanbahwa di Kerajaan Bantaeng adalah kerajaan besar yang memiliki 7 kampung atau disktrik yakni: Onto,Bissampole (Karatuang), Sinewa (Kambittana), Gantarang Keke, Mamampang (Bungaya), Lawi-lawi(Mangngepong), Katapang (Ulu Galung). Proses islamisasi di Kerajaan Bantaeng dimulai Pada akhirtahun 1607 sewaktu kerajaan Bantaeng di perintah oleh seorang karaeng yang bernama Penelitian inidilakukan untuk mengetahui eksistensi kerajaan di kabupaten Bantaeng melalui Sombaya KaraengMa’jombea (raja ke XIV), Dengan penjelasan di atas maka dapat dipastikan bahwa islamisasi diBantaeng berada dalam kaisaran priode awal abad XVII M. Meskipun agak terlambat dibandingkanpusat-pusat perkembangan agama Islam di Kerajaan lainnya. Proses islamisasi yang terjadi di Bantaengkemungkinan besar dibawa oleh muballigh atau misionaris Kerajaan Gowa, jadi bukan dilakukan olehDatuk ri Tiro (Khatib Bungsu) yang mengislamkan Karaeng Tiro (Bulukumba), sebagaimana pendapatbeberapa pihak. Besar kemungkinan adalah syech Nurun Baharuddin Nasabadiyah sebagai muballighyang sengaja dikirim oleh Raja Gowa Sultan Alauddin.
PERSEPSI DAN TINGKAT PARTISIPASI SUKU BAJO TERHADAP PEDIDIKAN ISLAM Abdullah Katutu
Al-Qalam Vol 20, No 1 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.861 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i1.169

Abstract

Tujuan penelitian: 1) mendapatkan gambaran yang tepat mengenai pola dan orientasi hidup Suku Bajo;2) mengungkapkan persepsi Suku Bajo tentang pendidikan Islam. 3) memahami tingkat partisipasi SukuBajo terhadap pendidikan Islam. Dari penelitian ditemukan bahwa: 1) Pola hidup berorientasi laut padaSuku Bajo, karena laut dijadikan sebagai lumbung makanan, obat, lalu lintas, tempat menguatkan badan,tempat tinggal, sahabat dan tempat bersemayam roh nenek moyangnya. 2) Kemudian persepsi orangtua Bajo tentang pendidikan Islam masih sangat negatif, lemah, belum diminati dan belum dibutuhkan,karena ilmu yang dibutuhkan adalah ilmu mencari ikan, ilmu itu telah diwarisi dari leluhurnya dantidak mempunyai waktu untuk bersekolah di darat. 3)Tingkat partisipasi Suku Bajo terhadap pendidikanmasih sangat rendah karena sepanjang waktu beraktivitas di laut.
MENGUNGKAP KEHADIRAN WANITA DAN PRIA DI GEREJA TORAJA JEMAAT BARRU Joni Tapingku
Al-Qalam Vol 20, No 1 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.114 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i1.174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan faktor-faktor penyebab tingkat kehadiran wanitalebih tinggi daripada pria dalam ibadah hari Minggu di Gereja Toraja Jemaat Barru, Sulawesi Selatan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan adalah wawancara, observasi danstudi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab tingkat kehadiran wanitadalam ibadah hari Minggu lebih tinggi daripada pria di Gereja Toraja Jemaat Barru, Sulawesi Selatankarena intensitas pembinaan Persekutuan Wanita Gereja Toraja Jemaat Barru yang lebih besar daripadapria, wanita memiliki sifat-sifat yang selaras dengan dengan sifat-sifat ibadah yang dilaksanakan, danwanita meyakini ibadah sebagai tempat untuk mendapatkan jawaban dari Tuhan, kekuatan iman danpengharapan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
POTRET KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI KABUPATEN MAMASA Muhammad Sadli Mustafa
Al-Qalam Vol 20, No 1 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.434 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i1.180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mendeskripsikan kerukunan antar umat beragama yangdalam konteks riset ini meng-cover umat Islam, Kristen, Katolik, dan Hindu di Kabupaten Mamasa,Sulawesi Barat. Metode penelitian kuantitatif diterapkan dalam mengukur respon masyarakat terkaitkerukunan antar umat beragama. Hasil penelitian menunjukkan respon masyarakat yang cenderungsangat positif dengan indeks yang berada pada kategori sangat tinggi yakni 3,27. Namun, ditemukan faktalain yang terungkap melalui instrumen wawancara dan kuosioner bahwa sebagian di antara masyarakatmemiliki pandangan cenderung negatif terkait dengan penyebaran agama terhadap penganut agamaberbeda sehingga perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak utamanya tokoh agama agar tidakmenimbulkan riak-riak yang berpotensi memicu konflik identitas antar penganut agama di masa yangakan datang.

Page 1 of 2 | Total Record : 16