cover
Contact Name
Abu Muslim
Contact Email
abumuslim@kemenag.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Qalam
ISSN : 08541221     EISSN : 2540895X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Arjuna Subject : -
Articles 662 Documents
SPIRITUALITAS BERJUANG MENJADI MISKIN DAN BERJUANG BAGI KAUM MISKIN Salmon Pamantung
Al-Qalam Vol 18, No 1 (2012)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.796 KB) | DOI: 10.31969/alq.v18i1.243

Abstract

Poverty and injustice are the face of Mammon that church has to against for. Both are shown in economicsstructure, social matter and religios legitimation that tear and scattering the humanity: Jesus ministrywas against to mammon, include to the poverty and injustiice. By struggling to become impecunious andstruggle for pauper, Jesus unload the poverty and injustice, pass the crucify event in Kalvari. Church asbelievers community and followers of Jesus have to inspire the spirituality of Jesus in theology andpraxis through advocating and stand up for the oppressed and impecunious people. The " struggling tobecome impecunious and struggle for pauper Sprituality, Jesus unload the poverty and the injustice,pass the event crucify in Calvari. Church as community believe and follower of Jesus have tomenginiernalisasi spirituality of Jesus in theology and praxis advocating to feel and stand up for theoppressed and impecunious people.
KUALITAS MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH DALAM PERSPEKTIF STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN sumarsih anwar
Al-Qalam Vol 23, No 1 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8210.405 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i1.356

Abstract

Madrasah Diniyah sebagai bagian dari pendidikan (Islam) di Indonesia keberadaannya sudah diakui dalam peraturan perundang-undangan. Konskuensinya adalah harus menyesuaikan dengan berbagai regulsi yang mengaturnya, salah satunya adalah Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 3201 tahun 2013, tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal Madrasah Diniyah TakmiliyahKesimpulan hasil penelitian tentang kualitas Madrasah Diniyah dalam perspektif standar pelayanan minimal pendidikan, adalah:  1) Para pengelola madrasah pemangku kebijakan dan berbagai pihak yang terlibat pada umumnya belum memahami tentang adanya Standar Pelayanan Minimal Madrasah Diniyah Takmiliyah (SPM MDT), baik itu yang berupa pedoman maupun substansinya; 2) Penyelenggaraan madrasah sebagian sudah sesuai dengan SPM MDT dalam aspek-aspek tertentu, dan sebagian belum sesuai dengan SPM MDT dalam aspek-aspek tertentu juga; 3) Ketiga; pihak yang berperan terhadap penyelenggaraan MDT adalah: Pemerintah Daerah,  Kementerian Agama Kota dan Pengawas, serta FKDT Kota Bogor.4) Faktor pendukung diantaranya adalah semangat dan motivasi para pengelola madrasah dan pemerintah daerah,  masyarakat sekitar dan ketercukupan jam mengajar 18 jam pelajaran. Sedangkan factor penghambatnya adalah kurangnya perhatian dari pemerintah (terutama Pemda/Walikota), keterbatasan buku pelajaran, kesejahteraan guru belum memadai, guru tidak sempat membuat RPP, kondisi orang tua yang lebih mementingkan pentingnya pendidikan formal, dan keterbatasan sarana prasarana dan biaya.
NILAI-NILAI KERUKUNAN DALAM KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT BAWEAN GRESIK Rosidin Rosidin
Al-Qalam Vol 21, No 1 (2015)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.149 KB) | DOI: 10.31969/alq.v21i1.211

Abstract

Setiap suku bangsa di Indonesia hampir memiliki acuan norma-norma yang bersumber dari kebudayaanmasing-masing, yang dikenal dengan kebijakan budaya lokal (local genius) atau kearifan lokal (localwisdom), termasuk masyarakat Bawean Gresik. Penelitian ini untuk mengetahui kearifan lokalsekaligus bagaimana nilai-nilai kerukunan umat pada kearifan lokal masyarakat Bawean. Pendekatanpenelitian kualitatif-deskriptif, artinya peneliti mencari deskripsi yang menyeluruh, mendalam, dancermat tentang kearifan lokal di masyarakat Bawean. Selanjutnya, digambarkan bagaimana kearifanlokal berperan dalam memelihara kerukunan umat secara terbuka alamiah. Adapun hasil penelitian ini(1) masyarakat Bawean mempunyai banyak kearifan lokal hampir di setiap desa. Beberapa diantaranya:Pengantin amaen, pencak Bawean, perayaan maulud nabi, budaya merantau, dan berbagai jenis kesenianIslam; dan (2) kearifan lokal dalam berbagai bentuk tersebut mempunyai nilai kerukunan dalam halsikap toleransi dan saling menghormati, bernilai kerja sama, dan solidaritas.
MODEL PENGAJARAN AGAMA ISLAM DI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA (USU) MEDAN Imran Siregar
Al-Qalam Vol 20, No 1 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.968 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i1.173

Abstract

Praktik pengajaran PAI di USU memunculkan keanekaragaman komentar baik dari pimpinanPerguruan Tinggi Umum (PTU) maupun mahasiswa. Model konvensional pengajaran agama, yaitumodel ceramah dan tanya jawab, dimana peran dosen lebih dominan dibandingkan dengan peranmahasiswa membuat mahasiswa mencari alternatif pendidikan agama di luar kegiatan intra kampus.Model pengajaran dan materi kajian agama kompetitor di luar intra kampus tersebut lebih “seksi” danmengundang perhatian mahasiswa dibandingkan dengan materi yang disampaikan dosen PAI di ruangkuliah. Memperkokoh penyelenggaraan MPK sebagai pengembangan dari mata kuliah agama di PTUdan penguatan kompetensi akademik serta kedudukan dosen PAI yang simpatik dan kompetitif adalahsebuah keniscayaan.
UPACARA KEAGAMAAN - MASYARAKAT TANI DI DESA GANRA Muhammad As'ad
Al-Qalam Vol 3, No 2 (1991)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.695 KB) | DOI: 10.31969/alq.v3i2.659

Abstract

Sebelum diterimanya agama Islam oleh kerajaan-kerajaan Bugis di Sulawesi Selatan, masyarakattelah mempercayai adanya kekuatan gaib(super natural) yang mempengaruhi kehidupanmanusia. Mereka percaya adanya Tuhan yangmenciptakan manusia beserta alam lainnya(Palanroe), Tuhan yang mengatur kehidupanmanusia (Patotoe) yang mereka namai DewataSeuwae (Tuhan Yang Esa). Selain kepercayaantersebut, mereka juga percaya terhadap kekuatan-kekuatan gaib lainnya yang merupakan dewadewayang menempati tempat-tempal tertentu,seperti sungai, pohon besar, batubesar dan persawahan.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KADER ULAMA DI BERBAGAI PESANTREN Ismail Arifuddin
Al-Qalam Vol 12, No 1 (2006)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.253 KB) | DOI: 10.31969/alq.v12i1.577

Abstract

Penelitian ini penelitian kualitatif. Data diperoleh dengan menggunakan metodewawancara dan observasi. Penelitian dilakukan di empat pondokpesantren yangbertujuan menemukan dan menggambarkan fenomena program pendidikan kaderulama di pesantren tersebut sesuai apa nyatanya. Pendekatan yang digunakanadalah historis, kasus, normatif dan relativisme.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pendidikan pesantren masih signifikanmenjalankanfungsinya dalam proses reproduksi Kader Ulama, selama diberikantempat dan keleluasaan mengatur dan menata program pendidikannya sendiri.Selain itu, dari empat pondok pesantren yang diteliti menunjukkan bahwa pesantrendalam membina para santri untuk menjadi insan kamil sudah berlangsung lamayang dilakukan oleh para ulama atau kiai. Bagipara ulama /kiaipengasuh pondokpesantren yang sudah menggeluti pekerjaan tersebut tampak ikhlas, serius, tenang,dan asyik menikmatinya.Akan tetapi program kepesantrenan tampak sedikit terganggu, ketika terintervensidengan program pembelajaran madrasah tsanawiyah dan aliyah versi pemerintah(Depag dan Diknas). Demikian juga dengan tuntutan kebutuhan sosial yangsebagian masyarakat menginginkan "ijazah " sebagai pengakuan legal yang bisadipakai untuk suatu urusan pekerjaan. Kenyataan ini dialami oleh pesantren luarjawa, seperti Sulawesi, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan.
KONSEP TAUHID DALAM NASKAH BAHAN AJAR MADRASAH DINIYAH CAMPALAGIAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN AKIDAH Syarifuddin Syarifuddin
Al-Qalam Vol 18, No 2 (2012)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.376 KB) | DOI: 10.31969/alq.v18i2.74

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas tentang Konsep Tauhid dalam Naskah Bahan Ajar Madrasah Diniyah Campalagian(BAMDC). Naskah BAMDC berisi dasar-dasar ajaran Islammeliputi kumpulan-kumpulan hadis, ajaranakidah (tauhid) dan fikih (hukum).Fokus kajian ini yaitu teks tauhid dalam naskah BAMDC denganmendeskripsikan konsep tauhid dan fungsinya sebagai media pembelajaran akidah. Teks tauhid dalamnaskah BAMDC terlebih dahulu diterjemahkan, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teori fungsiteks. Kecamatan Campalagian sebagaipusatpendidikan agama Islam di Polewali Mandar lebih menekankanpada pembelajaran materi tauhid dan fikih yang menjadi ciri khas tersendiri. Tujuannya supaya pesertadidik memiliki akidah yang kuat sejak dini. Realitas ini berbeda dengan yang terjadi di daerah lain. DiPambusuangmisalnya, disampingmateri akidah danfikih,diterapkanpulapembelajaran tarikat dan tasawuf.
ANTISIPASI AGAMA TERHADAP TREND GLOBALISASI PEMBANGUNAN DI KECAMATAN BETO AMBARI, KABUPATEN BUTON, SULAWESI TENGGARA Abdul aziz albone
Al-Qalam Vol 6, No 1 (1994)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v6i1.627

Abstract

Berdasarkan acuan umum, penelitianini didasari oleh latar belakang pemikiranbahwa pembangunan di Indonesia yangdewasa ini telah memasuki tahap tinggallandas Pelita VI, telah menghasilkan perubahandalam masyarakat. Prioritas pembangunanekonomi yang menganut azasketerbukaan dan diarahkan pada industrialisasi,telah membuka peluang interaksiyang makin meluas dengan dunia luar. Halini ditopang oleh perkembangan ilmu pengetahuandan teknologi, terutama dibidangtelekomunikasi dan informasi, sehinggainteraksi antarbangsa meningkat dengansegala pengaruh yang ditimbulkannya
Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren Darul Ulum Nahdhatul Wathan, Bima Maroa, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara Muhammad Sadli Mustafa
Al-Qalam Vol 24, No 1 (2018)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.417 KB) | DOI: 10.31969/alq.v24i1.458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap seputar pembelajaran kitab kuning di pondok pesantren dengan melakukan penelusuran terkait jenis kitab kuning yang diajarkan, mekanisme pembelajarankitab kuning,dan problematika yang dihadapi dalam pembelajarankitab kuning. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 92 pondok pesantren di Sulawesi Tenggara, hanya sebagian kecil yang masih menyelenggarakan pembelajaran kitab kuning. Salah satu di antaranya adalah Pondok PesantrenDarul Ulum Nahdhatul Wathan di Konawe Selatan yang menjadi sasaran penelitian ini.Kitab kuning yang diajarkan di pondok pesantren ini terdiri dari beberapa jenis kitab yakni kitab-kitab ilmu nahwu dan ilmu Sharaf, fikih dan usul fikih, hadis, tafsir, tauhid, sejarah,  akhlak, dan tajwid. Pembelajaran kitab kuning dilaksanakan dengan sistem bandongan dan dibagi perkelas sesuai tingkat kemampuan dan pemahaman santri terhadap kitab yang dipelajari. Kendala utama yang dirasakan dalam pembelajaran kitab adalah kelangkaan kitab, kekurangan jumlah pembina yang bisa mengajarkan kitab, ketiadaan ruang yang berskala besar sebagai pusat kegiatan ibadah dan pengajian kitab, dan kapasitas asrama yang belum mampu menampung seluruh peserta yang belajar di satuan-satuan pendidikan dalam binaan pondok pesantren ini. 
KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MANUSKRIP KEAGAMAAN (Analisis Heremeunetik Subyektif Terhadap Serat Panitiboyo ) AM Wibowo
Al-Qalam Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.331 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i2.414

Abstract

This research tries to analyze the Serat Panitiboyo in compiling the Islamic education curriculum in school. The Serat Panitiboyo is one of thousands of manuscripts in Indonesia that still exists in an effort to build the character and personality of society in order to have a strong and wise character. The focus of this research is (1) to know the values of religious education that exist in the script of Serat Panitiboyo, (2) to see whether the value of religious education available in Serat Panitiboyo is appropriate in preparing the curiculum of Islamic religious education especially in preparation of Islamic religious studies with the curriculum 2013. Using the subjective Hermineutic analysis, this study had founds two findings; (1) Manuscript of Serat Panitiboyo contains religious education guidance in marriage, ethics, cultivating an honest, simple life, modeling, building relationships with gods and people, building relationships with the natural environment, laws, immoral life restrictions, dependencies etc. (2) the value of religious education in the script of Serat Panitiboyo can be added in the preparation of Islamic Religious Education materials and the curriculum of 2013 Key words: Serat Panitiboyo, Islamic education curriculum, heremeunetic subjective analysis.