cover
Contact Name
Abu Muslim
Contact Email
abumuslim@kemenag.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Qalam
ISSN : 08541221     EISSN : 2540895X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Arjuna Subject : -
Articles 662 Documents
PEMETAAN LEKTUR KLASIK KRISTEN DI TANA TORAJA La Sakka La Sakka
Al-Qalam Vol 18, No 2 (2012)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.851 KB) | DOI: 10.31969/alq.v18i2.75

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas mengenaipemetaan lektur klasik Kristen di Tana Toraja. Masalah utamayangdikaji adalah lektur klasik Kristen apakah yang masih dapat ditemukan di masyarakat Tana Torajadan apa isi kandungan lektur klasik Kristen tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatifyakni prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif. Hasil penelitian ini mengemukakansecara umum bahwa kondisi lektur di kabupaten Tana Toraja masih baik karena tersimpan diperpustakaan, adapun klasifikasi lektur yang ditemukan di kabupaten Tana Toraja yaitu naskah ataumanuskrip tulisan tangan 11 buah dan lektur 29 buah dengan rincian: tafsir 6 buah, majalah 2 buah,buku ajar 7 buah, kebaktian 2 buah, surat Rasul 2 buah, puji-puijian (kidung) 1 buah dan lekturkeagamaan lainnya 9 buah.
ANTISIPASI UMAT BERAGAMA TERHADAP TREND GOLOBALISASI DAN PEMBANGUNAN DI PROPINSI MALUKU (Studi Kasus di Kec. Teluk Ambon Baqula Kodya Ambon) pat badrun
Al-Qalam Vol 6, No 1 (1994)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.918 KB) | DOI: 10.31969/alq.v6i1.628

Abstract

Studi ini beranjak pada masalah yangmengacu kepada tig pertany aan pokok y akni(1) Bagaimana respon masyarakat danagama terhadap tantangan dan pengaruhtrend globalisasi dewasa ini, (2) Bagaimanake-ragaman latar belakang regional danlokal berupa perbedaan geografis dan sosialbudaya masyarakat Indonesia melahirkanperbedaan respon ; dan (3) Bagaimanaberbagai kecenderungan respon tersebutmempunyai dampak terhadap proses pembangunan.Sebagai studi kasus yang lebih bersifateksploratif, maka tujuan penelitian ini ialahmenemukan jawaban terhadap pertanyaanyang diajukan dalam/sebagai masalah tersebutdi atas. Konkritnya, penelitian bertujuanuntuk menemukan informasi yang menyangkut: (1) respon masyarakat danagama terhadap trend globalisasi yangmelanda masyarakat dewasa ini; (2) perbedaan-perbedaan respon sebagai akibat dariperbedaan latar belakang lokasi penelitian;dan (3) dampak dari respon tersebut terhadapproses pembangunan lokal.
PETUAH BIJAK RELIGI SEBAGAI EKSPRESI LITERASI SISWA DI MAN MODEL MANADO Amir, Syarifuddin
Al-Qalam Vol 24, No 1 (2018)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.332 KB) | DOI: 10.31969/alq.v24i1.459

Abstract

Ekspresi bijak siswa merupakan media komunikasi siswa dalam mengungkapkan daya positif mereka agar bisa diaplikasikan oleh dirinya sendiri maupun orang lain. Ekpresi ini tidak muncul sendirinya. Tetapi ia merupakan bentuk pengalaman literasi yang diperoleh dari berbagai sumber. Oleh karena itulah, penelitian ini ditujukan untuk mengkaji varian dan sumber petuah bijak siswa di MAN Model Manado Sulawesi Utara serta ekspresi ungkapan bijak siswa dengan menggunakan metode kualitatif serta pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan diskusi grup, wawancara, dokumentasi dan observasi. Varian petuah bijak di MAN Model Manado menunjukkan nuansa variatif yang beragam berupa kearifan lokal seperti motto atau pamali serta ungkapan bijak yang bersumber dari pesan-pesan agama dengan media bahasa yang cukup beragam pula seperti Bahasa Daerah, Bahasa Indonesia maupun Bahasa Asing. Keterkaitan antara literasi bijak dengan penguasaan bahasa sangatlah erat, artinya kemampuan bahasa siswa sangat dipengaruhi terhadap penguasaan bahasa. Dalam hal ini, literasi bijak dalam bahasa daerah sangat minim karena banyak siswa yang tidak menguasai bahasa daerah. Kreatifitas siswa dalam ekpresi ungkapan bijak pun sangat terbatas pada ungkapan bijak di majalah dinding, latihan pidato maupun lewat media sosial.
PUANG KALI TAHERONG: BIOGRAFI DAN KARAMAHNYA Abu Muslim
Al-Qalam Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.421 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i2.417

Abstract

Penelitian ini merupakan sebuah penulisan Biografi Ulama yang memilih secara purposive seorang ulama lokal yang memiliki kharisma, kemampuan membaca dan mentramisi kitab kuning, serta mempunyai lembaga pendidikan yang menjadi pusat pengajaran Islam di daerahnya. Penelusurannya kemudian dilakukan melalui pendekatan kualitatif, dengan observasi dan wawancara sebagai alat pencarian datanya. Penelitian yang dilakukan di Kabupaten Sinjai ini selanjutnya memilih sosok KH. Muhammad Tahir atau yang lebih dikenal dengan sebutan Puang Kali Taherong. Pemaknaan hidup keberagamaan yang dipunyai oleh Puang Kali membuat masyarakat sinjai sangat menghormati dan memposisikannya sebagai pelopor Panrita Kittak yang belakangan menjadi slogan penyebutan Sinjai, sebagai patron pengajaran kitab-kitab kuning dan pencetak ulama pada zamannya. Puang Kali Taherong, oleh kerabat dikenal juga sebagai tokoh yang sangat MANINI (wara) dalam kehidupan kesehariannya. Puang Kali Taherong juga dikisahkan banyak memiliki Qaramah dalam perjalanan hidupnya, sehingga oleh masyarakat Sinjai ada yang mengasosiasikannya sebagai seorang wali Allah. Kontribusinya dalam pengajaran Kitab Kuning juga telah melahirkan banyak murid yang kemudian dikenal sebagai panrita baik di Kabupaten Sinjai, maupun di luar kabupaten Sinjai. Beliau sangat memerhatikan arti penting pengajaran dan pengamalan keislaman dalam kehidupannya. Sehingga dalam keteguhannya itulah, kemudian mempelopori berdirinya lembaga pendidikan agama Islam yang dikenal dengan Madrasah Islamiyah Al Watoniyah
PRAKTIK LITERASI BERBASIS ‘MADRASAH RISET’: PELAKSANAAN GERAKAN LITERASI DI MANSA YOGYAKARTA Agus Iswanto
Al-Qalam Vol 24, No 2 (2018)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.808 KB) | DOI: 10.31969/alq.v24i2.468

Abstract

Literasi menjadi istilah yang diperbincangkan seiring dengan beberapa hasil riset yang menunjukkan bahwa tingkat literasi Indonesia rendah. Hal ini mendorong Pemerintah, melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, meluncurkan Gerakan Literasi Sekolah. Namun, penelitian tentang praktik literasi yang dilakukan di sekolah atau madrasah belum banyak dilakukan. Penelitian ini menggali praktik literasi di Madrasah Aliyah Negeri 1 (Mansa) Yogyakarta sebagai sebuah upaya untuk melihat bagaimana gerakan literasi dilaksanakan di lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama. Penelitian ini menggunakan konsep praktik literasi dan tahapan gerakan literasi sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan studi dokumen. Penelitian ini menunjukkan bahwa praktik literasi di madrasah tidak sepenuhnya mengikuti tahapan atau pandauan yang dibuat oleh Gerakan Literasi Sekolah. Ada kekhasan dan kreatifitas, seperti literasi keagamaan yang menonjol, yakni melalui literasi kitab suci. Praktik literasi di Mansa Yogyakarta berbasis pada visi madrasah sebagai madrasah riset, sehingga peristiwa literasi yang dilakukan adalah yang terkait dengan riset. Praktik literasi di madrasah ini sangat didukung oleh sarana perpustakaan, karena itu perpustakaan menjadi faktor yang mendukung praktik literasi yang berbasiskan aktivitas riset. Namun, tidak semua mata pelajaran menerapkan konsep literasi berbasiskan riset ini, karena alasan keterbatasan waktu belajar dan beban kurikulum yang banyak. 
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM Abdul Kadir Ahmad
Al-Qalam Vol 9, No 2 (1997)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.584 KB) | DOI: 10.31969/alq.v9i2.596

Abstract

Penelitian ini dilakukan di KotamadyaMataram Nusa Tenggara Barat. Sasaranpenelitian adalah suatu masyarakat lokal yangmenamakan dirinya orang Sekarbela, berdiamdi Kelurahan Karang Pule KecamatanAmpenan Kotamadya Mataram. Merekamenarik untuk dijadikan fokus penelitian,karena dengan nama khas Sekarbela, merekamenampilkan prilaku keagamaan yang dalambanyak hal berbeda dengan komunitas Islamsekitarnya, terutama dalam tradisi haul dandalam memperingati Maulid Nabi Muhammadsaw.Sebagai bagian dari budaya daerahyang secara operasional dijadikan sebagai alatuntuk menangkal dampak budaya asing yangtidak sesuai dengan nilai-nilai luhur dankepribadian bangsa, identifikasi terhadapbudaya lokal semacam itu menjadi amatpenting atas dasar berbagai pertimbangan.Pertama, pesatnya kemajuan ilmu pengetahuandan teknologi telah mendorong interaksiantar bangsa, terutama teknologi komunikasidan transportasi, mengakibatkanderasnya arus informasi dan masuknya nilainilaiajaran agama dan nilai-nilai budayaluhur budaya bangsa. Kedua, masuknya nilainilaiyang bertentangan tersebut mengakibatkanterjadinya pendangkalan nilai-nilai moraldan nilai-nilai luhur budaya bangsa, yangpada akhirnya dikhawatirkan akan mengakibatkanterjadinyqa krisis jati diri kepribadianbangsa. Ketiga, masyarakat Indonesia belumsepenuhnya mempunyai daya tangkal yanghandal dan kemampuan untuk memilih danmemilah berbagai pengaruh dari luar, sehinggadampak negatif globalisasi dapatdihindari. Keempat, perlunya memperkuatjati diri dan kepribadian bangsa Indonesiasehingga mempunyai ketahanan sosial budayayang tangguh dan handal.Fokus penelitian adalah perwujudanagama dalam upacara haul dan maulid, duajenis upacara keagamaan yang secara tradisionalhidup dan berlaku dalam sistembudaya masyarakat Sekarbela. Upacaratradisional tersebut dilaksanakan setiap tahundan dianggap sebagai upacara suci dengancorak spesifik yang amat mencerminkannuansa lokal. Dengan demikian penelitianbertujuan untuk memperoleh pengetahuanmengenai corak kehidupan keagamaan dalamkonteks lokal, yang memperlihatkan ekspresikeagamaan yang khas.Yang dimaksud dengan upacara keagamaandalam penelitian ini adalah upacarayang bersifat keramat/suci yang berhubungandengan peristiwa dalam rangka suatu sistemkeyakinan yang bersumber pada ajaran-ajarandalam sistem itu telah terwujud sebagai tradisidalam masyarakat. Dalam pengertiantradisi tersebut, tercakup pengertian kuatdalam sistem budaya dari suatu kebudayaanyang menata tindakan manusia dalam kehidupansosial kebudayaan itu (Koentjaraningratdkk. 1984 : 2).Sehubungan dengan pengertian tersebut,konsep-konsep dasar yang perlu dijelaskandalam penelitian ini adalah berkaitandengan agama dan upacara atau upacara danagama serta kaitan hubungan antara keduanya.Ajaran dalam pengertian ini dipahamisebagai suatu sistem keyakinan yang dianutdan tindakan-tindakan yang diwujudkan olehNo. 14 Th. IX Juli/Desember 1997 1DMENSIBUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAULDAN MAULIDAN BAGIKOMUNITAS SEKARBELA MATARAMsuatu kelompok atau masyarakat dalammenginterpretasikan dan memberi responsterhadap apa yang dirasakan dan diyakinisebagai suci (Suparlan, 1988 : v-vi). Sedangkanupacara dapat dilihat sebagai sistemaktivitas atau rangkaian tindakan yang ditataoleh adat atau hukum yang berlaku yangberhubungan dengan berbagai macam peristiwatetap yang biasanya terjadi dalammasyarakat yang bersangkutan (Koenjtaraningratdkk.,1984 : 1989).Dengan pengertian seperti itu, pertalianagama dan upacara secara jelas dapat diidentifikasi.Upacara dapat dilihat sebagai salahsatu corak perwujudan agama dalam kehidupansehari-hari bagi penganut agama yangbersangkutan. Tindakan yang bertujuanmencari hubungan dengan dunia gaib yangdilaksanakan menurut tata kelakuan yangbaku pada dasarnya merupakan upacarakeagamaan yang menurut Koentjaraningrat(1985 : 243), terdiri dari empat komponenyaitu : (1) tempat upacara, (2) saat upacara,(3) benda-benda dan alat-alat upacara, dan(4) orang yang melakukan dan memimpin.Semua komponen upacara tersebut bersifatsakral. Dalam kenyataannya, upacarakeagamaan itu dapat terwujud dalam bentuk(1) bersanji, (2) berkurban, (3) berdoa, (4)makan bersama, (5) menari dan menyanyi,(6) berprosesi, (7) memainkan seni drama,(8) berpuasa, (9) intoksikasi, (10) bertapa,dan (11) bersamadi (Koentjaraningrat, 1985 :235).Pendekatan yang digunakan dalam penelitianini adalah holistik atau sistematik,yaitu memperlakukan sebuah masyarakatsebagai bagian unsur-unsur sosial budayadalam hubungan struktural fungsional yangsaling berkaitan antara satu dengan lainnyadan secara keseluruhan merupakan sebuahsatuan utuh dan menyeluruh. Dalam pendekatanseperti ini, haul dan maulid sebagaisasaran kajian diperlakukan sebagai sebuahkasus.Sesuai dengan pendekatan yang digunakandalam penelitian ini, maka pengumpulandata dilakukan melalui metode-metode(1) Studi kepustakaan, yaitu mempelajaridokumen-dokumen atau tulisan-tulisan yangberkaitan dengan masyarakat atau kebudayaansetempat, (2) wawancara mendalamdengan informan kunci yang terdiri atas TuanGuru, penghulu, dan pemuka agama lainya;pemuka adat/masyarakat, pejabat pemerintahdan pendukung upacara tersebut serta wargamasyarakat lainnya; (3) Pengamatan terlibatstruktur kegiatan masyarakat sehari-hari, danketika upacara maulid berlangsung. Sayangsekali metode ini tidak dapat dilakukan untukupacara haul karena kebetulan waktu penelitiansulit dikompromikan dengan waktupelaksanaan haul.Dari penelitian ini ditemukan bahwaternyata kedua upacara tersebut (haul danmaulid) tetap mampu mempertahankan eksistensinyadan kelestariannya; dan dalam kelestarianitu nuansa lokal mewujudkan diridalam bentuk mengkota dan modern. Dalampenampilan upacara yang dipentingkan bukanmakna material dari upacara haul dan maulidakan tetapi lebih pada makna simbolis,berupa kecintaan kepada tokoh yang diperingatidalam hal ini Tuan Guru MuhammadRais untuk upacara haul, dan NabiMuhammad untuk upacara maulid. Resistensihaul dan maulid dalam aroma lokal dantradisional mengalami penguatan dari adanyatantangan dari luar (modernintas di satu sisidan tarikan sejarah kepahlawanan orangorangSekarbela dalam mempertahankanbendera Islam di tengah pergulatan Islam-Hindu di zaman Penjajahan Anak Agung dariBali
PENGUKURAN JARAK SOSIAL ANTARA KELOMPOK AGAMA ISLAM DAN KRISTEN DI KOTA AMBON Abdul Kadir R
Al-Qalam Vol 15, No 2 (2009)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.27 KB) | DOI: 10.31969/alq.v15i2.501

Abstract

The article is a summary of the research on "Christian and Muslimsocial distance measurement in Ambon". The research was quantitative.Data accumulated from 100 questionnaires disseminated equallyto both Muslim and Christian.Research used five relation point measurements: a) friendship relation;b) economic and job relation; c) social politic relation; d) social religiousrelation and, e) kinship relation. From five researched points,first of two points was tended to be good, while three last mentionedpoints were tended to be low.
PERKEMBANGAN PENDIDIKAN MADRASAH DI TANAH PAPUA Muhammad Murtadlo
Al-Qalam Vol 21, No 2 (2015)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.497 KB) | DOI: 10.31969/alq.v21i2.235

Abstract

Kehadiran madrasah di Papua sering dituduh sebagai bagian dari Islamisasi. Padahal kehadiranmadrasah di daerah itu lebih banyak diperuntukkan untuk menyediakan pendidikan bagi anak-anakpara pendatang yang kebanyakan muslim. Penelitian ini ingin mencoba melacak sejarah perkembangandan dinamika madrasah di tanah papua. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif denganobyek sasaran seluruh daerah di Papua. Penelitian ini menemukan data bahwa madrasah di Papuasudah ada sejak awal abad 19. Namun perkembangan madrasah sering terputus karena terbatasnyaSumber Daya manusia yang mengembangkannya. Madrasah berkembang secara masif sejak hadirorganisasi yayasan pendidikan islam (YAPIS) yang berdiri tahun 1968, sebuah yayasan yang menaungisemua yayasan/organisasi penyelenggara madrasah termasuk NU dan Muhammadiyah. Penelitianini merekomendasikan perlunya madrasah membuka diri untuk melayani siswa non muslim dengankewajiban menyediakan guru agama sesuai dengan agama murid dan perlunya kementerian agamamengirim guru-guru berkualitas di papua.
KH. ABD. RAHMAN PAKKANNA: Ulama Pemikir Praktis dan Pekerja Profesional Muhammad Asad
Al-Qalam Vol 22, No 2 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.46 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i2.331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap berbagai hal berkaitan dengan kehidupan KH. Abd. Rahman Pakkanna, seorang ulama yang besar jasanya dalam pembinaan masyarakat di Kabupaten Soppeng, terutama masyarakat Ganra. Penelitian ini merupakan penelitian deskreptif kualitatif degan pendekatan sejarah. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan adalah wawancara, studi dokumen dan pustaka serta observasi. Hasil penelitian ini mengungkap kehidupan dan aktivitas KH. Abd. Rahman Pakkanna sebagai sorang ulama pemikir praktis dan pekerja profesional. Ia seorang anak petani desa dari Soppeng yang berhasil membina pendidikan anak-anaknya sehingga menjadi sarjana, bahkan dua orang S3. Jenjang pendidikan yang diikutinya ialah pesatren dan madrasah pada berbagai tempat yang mengantarnya menjadi ulama. Kegiatannya sebagai guru agama dimulainya sejak menjadi santri pada MAI Sengkang dan berlangsung sampai tua. Statusnya sebagai PNS hanya sebagai penunjang aktivitasnya di bidang pendidikan. Selain sebagai guru ia juga sebagai tukang jahit yang terampil dan sebagai petani profesional. Jasanya sangat besar dalam pembinaan dan pendidikan masyarakat Ganra melalui Perguruan Islam Ganra dan masjid Ganra, sebagai tulang punggung pembangunan pisiknya dan sebagai pengajar pada keduanya. Berbagai sifat terpuji menjadi bahagian hidupnya, antara lain: sangat hormat kepada gurunya, toleran dalam masalah khilafiyah, pekerja keras dan profesional, percaya diri dan berusaha tidak bergantung pada orang lain. Ia termasuk ulama Fiqhi yang dalam pengetahuan agamanya, menjadi rujukan masyarakatnya, bukan hanya dalam masalah keagamaan, sebagai tempat bertanya dan panutan, tetapi juga dalam masalah sosial dan ekonomi masyarakat. Keikhlasannya diakui oleh masyarakat sehingga sangat percaya padanya. Modal sosial berupa keikhlasan, amanah, dan keterampilan yang dimilikinya sangat membantu pembangunan pisik, baik pada Perguruan Islam Ganra maupun pada Masjid Taqwa Ganra yang dipercayakan padanya dalam waktu yang lama. 
MANAJEMEN KONFLIK KEAGAMAAN MELALUI JARINGAN KERJA ANTAR UMAT BERAGAMA DI BANDUNG JAWA BARAT Anik Farida
Al-Qalam Vol 21, No 1 (2015)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.219 KB) | DOI: 10.31969/alq.v21i1.203

Abstract

Konflik sosial keagamaan di Indonesia tidak seluruhnya berakhir dengan kekerasan. Kenyataan inihendaknya dibaca dari sudut pandang bahwa masyarakat, atau kelompok masyarakat Indonesiasesungguhnya memiliki kapasitas untuk merespons berbagai isu konflik keagamaan melalui cara-caradamai. Penelitian ini memperlihatkan salah satu kelompok masyarakat yang memiliki kapasitas untukmelakukan upaya pencegahan dengan cara merevitalisasi pranata sosial budaya yang merupakanunsur kultural yang hidup dan tumbuh di masyarakat, seperti dicontohkan oleh komunitas Jakatarub.Penelitian dilakukan dengan metode wawancara, observasi, telaah dokumen dan diskusi kelompokterfokus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa, Jakatarub menjadi simpul bagi bertemunya berbagaikelompok agama, tradisi, dan kelompok sosial yang berbeda untuk melakukan dialog, merayakanperbedaan dan mengkampanyekan pentingnya sikap toleransi di Bandung secara khusus dan umumnyadi wilayah Jawa Barat. Dalam kiprahnya jaringan ini sudah menyelenggarakan berbagai acara dalamrangka mewujudkan masyarakat yang menghargai perbedaan. Dengan cara inilah Jakatarub telahmengelola potensi konflik di masyarakat agar tidak berkembang menjadi kekerasan keagamaan.