cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum
ISSN : 2085384X     EISSN : 25793578     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum adalah jurnal ilmiah tentang inovasi kebijakan dan penerapan teknologi dalam perencanaan infrastruktur, pengembangan, dan manajemen. Ruang lingkup terbatas pada ruang, sosial, ekonomi, dan perspektif lingkungan transportasi jalan, sektor air, limbah, dan perumahan. Jurnal ini dikelola oleh Pusat Litbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Jurnal ini diterbitkan pada tahun 2009, dengan nama "Komunitas”. Dengan adanya perubahan organisasi, nama jurnal berubah menjadi Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum dan diterbitkan secara berkala 2 (dua kali) edisi di setiap volume yaitu bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 7, No 2 (2015)" : 6 Documents clear
TINGKAT KERAMAHAN DALAM KEMUNGKINAN PENERAPAN TRANSPORTATION DEMAND OMOTENASHI (TDO) DI KAWASAN PUSAT KOTA MALANG Agustin, Imma Widyawati
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8441.462 KB)

Abstract

Kawasan Malang Olimpic Garden (MOG) adalah salah satu bagian dari pusat kota di Kota Malang yang mempunyaikarakteristik unik karena merupakan kawasan cagar budaya berdasarkan Rencana Detail Tata Ruang Kota Malang pasal37 ayat 1 tahun 2011 dan mempunyai fungsi sebagai pusat perdagangan dan jasa sehingga memiliki pergerakan yangbesar dan kepadatan lalu lintas yang tinggi terutama pada peak hour. Selain itu, kawasan ini dijadikan sebagai tempatkegiatan Car Free Day dan Pasar Minggu setiap hari Minggu. Lokasi penelitian meliputi 5 koridor jalan (Jalan Semeru,Jalan Kawi, Jalan Tenes, Jalan Tangkuban Perahu, dan Jalan Bromo). Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengujikemungkinan penerapan Transportation Demand Omotenashi (TDO) di kawasan MOG. TDO merupakan salah satu konsepTransportation Demand Management (TDM) yang menonjolkan keunikan kawasan berdasarkan konsep hospitalityyang meliputi aspek keramahan, kehangatan, dan kekeluargaan. Penelitian ini menggunakan aspek keramahan karenaparameternya yang mudah diukur yaitu jalan dan jalur pejalan kaki, serta kepuasan penumpang terhadap pelayananangkutan umum. Analisis yang digunakan meliputi : 1)analisis kinerja jalan dan jalur pejalan kaki, 2) analisis CustomerSatisfaction Index untuk menganalisis kepuasan penumpang terhadap angkutan umum serta 3) Analytic HierarchyProcess (AHP) untuk pembobotan parameter dan mengukur tingkat keramahan masing-masing variabel. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa aspek keramahan kawasan MOG bernilai 1,92 berdasarkan interval 0 sampai 3 (termasuk kategoricukup ramah). Strategi pengembangan untuk meningkatkan keramahan kawasan yaitu perbaikan manajemen lalu lintasdan parkir (penerapan jalan satu arah, pembatasan kendaraan, serta pengurangan kecepatan, perbaikan pelayananangkutan umum, peningkatan kualitas jalur pejalan kaki, penyediaan fasilitas-fasilitas pendukung, serta monitoring danevaluasi).
PENGARUH PERSEPSI PETANI TERHADAP MOTIVASI MENGEMBANGKAN PERTANIAN DI IRIGASI PASANG SURUT Panggabean, Elias Wijaya
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1949.899 KB)

Abstract

Konversi lahan irigasi pasang surut menjadi perkebunan atau peruntukan lain merupakan keputusan yang diambil petaniakibat banyaknya hambatan dalam pemanfaatan irigasi pasang surut dan faktor ekonomi yang lebih menguntungkan disektor non pertanian. Namun petani di Desa Sumber Mulyo, Kabupaten Banyuasin relatif masih memiliki motivasi yangtinggi dalam mempertahankan pertanian irigasi pasang surut. Penelitian ini mengkaji beberapa faktor persepsi petaniyang signifikan mempengaruhi motivasi mereka pada pertanian irigasi pasang surut. Hal ini penting diketahui untukmenentukan prioritas program pengembangan irigasi pasang surut yang lebih tepat sasaran. Pengumpulan data dilakukandengan teknik survei kepada tiga puluh enam orang responden petani, wawancara mandalam kepada tokoh-tokoh kuncidan observasi lapangan. Data dianalisis menggunakan analisis statistik meliputi uji validitas dan reliabilitas serta ujiregresi berjenjang. Hasil penelitian menunjukkan variabel ketersediaan infrastruktur paska panen, kondisi jaringan irigasirawa pasang surut, dan kendala hama, merupakan variabel yang paling signifikan mempengaruhi motivasi petani untukmempertahankan pertanian irigasi pasang surut. Sementara variabel yang paling tidak signifikan adalah terkait dengankapasitas petani dalam budidaya maupun variabel kemampuan modal usaha tani.
FORMULASI INDEKS KERENTANAN UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BERSIH PULAU-PULAU KECIL (Studi Kasus : Provinsi Nusa Tenggara Timur) Hermawan, FX; Sapei, Asep; Dharmawan, Arya Hadi; Anna, Zuzy
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1533.017 KB)

Abstract

Krisis sumber daya air terjadi di pulau-pulau kecil. Kondisi ini merupakan refleksi dari kerentanan, yang sangat dipengaruhioleh berbagai dimensi baik sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Penyusunan indeks kerentanan dengan parameter yangkomprehensif sangat diperlukan untuk keberlanjutan pengembangan pulau-pulau kecil krisis air. Dalam menentukanapakah suatu daerah mempunyai potensi kerentanan terhadap krisis air di pulau kecil, diperlukan suatu acuan berupaindeks sebagai kumpulan parameter yang menjadi alat ukur potensi kerentanan tersebut.Pengukuran kerentanan denganmembuat formulasi indeks kerentanan pulau kecil krisis air menjadi penting untuk dilakukan agar mengetahui sejauhmana kondisi krisis air suatu daerah sehingga dapat dipilih tindakan yang paling sesuai untuk pemenuhan kebutuhan airpada masyarakat di pulau-pulau kecil yang mengalami krisis air. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatifyang bersifat positivistik-deduktif. Berangkat dari konsep dimensi kerentanan, yaitu : ketersingkapan, kapasitas adaptifdan sensitivitas yang kemudian dioperasionalkan menjadi indikator/parameter dalam kemasan indeks untuk mengukursebuah kondisi kerentanan. Metode penelitian yang digunakan juga berupa metode kuantitatif untuk menemukenalivariabel–variabel yang berpengaruh dalam menentukan indeks kerentanan.Dalam ragam penelitian kuantitatif, penelitianini tergolong penelitian penjelasan (explanatory confirmatory research). Temuan lapangan menunjukkan bahwa dariketiga pulau yang diteliti masuk dalam kategori rentan.Pulau Solor merupakan pulau yang paling rentan terhadap krisisair, kemudian Pulau Ende, dan yang terakhir Pulau Semau.
MODEL KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KOTA TANGERANG SELATAN MENUJU KOTA BERKELANJUTAN Aprianto, Heri; Eriyatno, Eriyatno; Rustiadi, Ernan; Mawardi, Ikhwanuddin
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1431.819 KB)

Abstract

Peningkatan pertumbuhan penduduk dan ekonomi di kota-kota besar tentunya diiringi dengan peningkatan kegiatannya.Pada titik tertentu akhirnya akan menimbulkan berbagai masalah perkotaan, seperti ketidakseimbangan suplai dankebutuhan lahan, pencemaran, banjir, kemacetan, dan konflik masyarakat. Upaya mengatasi timbulnya permasalahan,salah satunya dengan pembangunan kota baru. Pembangunan kota baru di Indonesia telah menjadi isu utama dan sudahditerapkan. Namun yang terjadi perkembangan kota baru belum sepenuhnya menunjukkan hasil yang menggembirakan,karena yang terjadi adalah sebagian besar hanya memindahkan permasalahan yang ada dari kota-kota besar ke kota-kotabaru, baik masalah fisik maupun sosial ekonomi. Sebagai salah satu contoh adalah Kota Tangerang Selatan, dimana kotaini masih berorientasi pada pengembangan aspek ekonomi saja. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun arahan kebijakanpengembangan kota berkelanjutan, suatu model kebijakan yang mengharmonisasikan tatanan ekonomi, tatanan ekologis,dan tatanan sosial untuk mewujudkan pengembangan kota yang berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan adalah sistemdinamis. Sistem dinamis adalah suatu metodologi untuk mengelola sistem-sistem umpan balik yang kompleks denganmempertimbangkan faktor waktu. Hasil simulasi dari beberapa skenario, maka terpilih skenario yang mengimbangkanantar aspek pembangunan berkelanjutan dan mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan sebagai skenario prioritas.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN UNTUK PEMBANGUNAN JEMBATAN SELAT SUNDA Hartati, Dwi Rini; Widiyanto, Wirawan
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2004.888 KB)

Abstract

Infrastruktur merupakan salah satu motor pendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan daya saingdi dunia internasional. Pembangunan infrastruktur selain memberikan dampak positif yang signifikan, juga berpotensimenimbulkan dampak negatif, salah satunya adalah perubahan tata guna lahan. Penelitian ini bertujuan untuk melihatpersepsi masyarakat sekitar tentang perubahan tata guna lahan di kawasan kaki-kaki Jembatan Selat Sunda (JSS).Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif. Masyarakat melihat bahwa akan terjadiperubahan tata guna lahan yang signifikan dari lahan pertanian menuju non pertanian dan penurunan luas perkebunanyang dapat mengancam mata pencaharian masyarakat sehingga masyarakat perlu menyesuaikan diri dengan kondisiperubahan yang akan terjadi.
PENGOPERASIAN INSTALASI PENGOLAHAN LUMPUR TINJA (IPLT): MANFAAT EKONOMI ATAU DAMPAK LINGKUNGAN? Anggraini, Fitrijani; Nuraeni, Reni
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2113.49 KB)

Abstract

Pencemaran air sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan isu dampak perubahan iklim global. Triple too(too little, too dirty, too much) adalah ungkapan untuk menggambarkan betapa pentingnya isu tersebut untuk ditangani,yang berdampak pada lingkungan fisik, kimia, biologi, sosial ekonomi. Penyediaan infrastruktur sanitasi ditujukan untukmengurangi dampak pembuangan limbah rumah tangga yang menjadi sumber terbesar penyebab pencemaran air sungai.Upaya tersebut sekaligus menjadi upaya pencegahan terhadap timbulnya penyakit yang ditularkan melalui media air.Namun, investasi infrastruktur sanitasi masih menghadapi kendala biaya. Karena minimnya biaya operasional danperawatan serta kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya IPLT, sebagian besar IPLT yang telah dibangun,pengoperasiannya belum sesuai kapasitas yang tersedia. Kajian ini ditujukan untuk mengetahui gambaran manfaatekonomi dan dampak lingkungan pengoperasian IPLT di 8 (delapan) kota studi. Data primer hasil penelitian tahun 2013digunakan acuan untuk melakukan analisis manfaat ekonomi dan dampak lingkungan pengoperasian IPLT. Data tersebutadalah kapasitas IPLT terbangun dan IPLT terpakai, beban pencemaran inlet dan beban pencemaran outlet. Jumlah kepalakeluarga dan penduduk yang dilayani sistem setempat (onsite) dan efisiensi pengolahan IPLT aktual juga dikumpulkanuntuk acuan analisis dan perhitungan. Kajian ini menyimpulkan bahwa kapasitas IPLT kota studi yang menganggur(idle) mencapai 75%. Pengoperasian IPLT memberikan manfaat ekonomi sebesar Rp. 112.000,-/m3/bulan atau 7,2 kalidari kebutuhan biaya operasi dan pemeliharaan rata rata Rp. 17.000,-/m3/bulan. Peningkatan manfaat pengoperasianIPLT berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang besarnya setara dengan Rp. 43.800,-/m3/bulan. Apabila kualitasolahan IPLT ditingkatkan sehingga lebih kecil dari standar kualitas efluen yang ditetapkan, maka dampak lingkunganberubah menjadi manfaat lingkungan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6