cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23014493     EISSN : 25024493     DOI : -
Core Subject : Education,
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia publishes articles of original researchs and conceptual studies about Indonesian language, literature, learning and teaching. This journal is published by Study Program Pendidikan Bahasa Indonesia, Postgraduate Universitas Negeri Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 3 (2017): Desember 2017" : 24 Documents clear
Pengembangan Model Pembelajaran Kuantum Simulatif untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Peserta Didik SMP Hadi, Sholihul; Rustono, Rustono
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.143 KB)

Abstract

Kemampuan berbicara peserta didik SMP masih rendah meskipun beberapa model pembelajaran telah diterapkan dalam pembelajaran keterampilan berbicara. Hal itu diharapkan dapat diatasi dengan penggunaan model pembelajaran yang lebih efektif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsi kebutuhan model pembelajaran keterampilan berbicara menurut peserta didik dan guru, menyusun model pembelajaran, dan menguji keefektifan model pembelajaran tersebut dalam skala terbatas. Model pembelajaran yang diteliti adalah model pembelajaran kuantum simulatif yang berbantuan permainan monopoli. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Pengembangan model dilakukan melalui tahap pendahuluan, pengembangan, uji coba, dan sosialisasi produk. Hasil  uji  keefektifan  yang  dilakukan  di  kelas  VIII SMP Kesatrian 2 Semarang menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara  nilai rata-rata kelompok kontrol dan eksperimen pada pembelajaran keterampilan berbicara. Uji t hitung = 15,6710, sedangkan t tabel = 1,991. Artinya t hitung > t tabel. Oleh karena itu, dapat dikatakan produk tersebut efektif. The speaking ability of learners in SMP remains low despite some learning model has been applied in learning of  speaking. It is expected to be overcome by the use of more effective learning model. This research aims to describe the needs of model development needs,   to create a model of learning, and and test the effectiveness of the learning model on a limited scale. The learning model researched is simulative quantum learning model which aided monopoly game. The type of research is research and development (R & D). Development of the model is done through the preliminary stage, development, testing, and socializing product. Effectiveness test results done in class VIII SMP Kesatrian 2 Semarang showed that there was significant difference between the average value of the control group and experimental. Test t = 15.6710, while t table = 1.991. This means that t > t table. Therefore, it can be said that product effectively.
Pandangan Harian Suara Merdeka dalam Konflik KPK vs Polri Jilid II: Analisis Wacana Kritis pada Tajuk Rencana Wasono Aji, Endro Nugroho; Rokhman, Fathur
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.098 KB)

Abstract

KPK dan Polri merupakan lembaga penegak hukum di Indonesia, tetapi beberapa kali keduanya justru mengalami konflik. Konflik dua lembaga penegak hukum ini tidak lepas dari sorot pemberitaan, baik koran lokal maupun nasional. Suara Merdeka sebagai korannya Jawa Tengah juga ikut memberitakan konflik tersebut. Tujuan penelitian adalah mengungkap pandangan harian Suara Merdeka dalam konflik KPK vs Polri jilid II dengan menggunakan analisis wacana kritis model Norman Fairclough yang secara simultan mengkaji: teks-teks bahasa baik lisan maupun tulisan; praktik kewacanaan; dan praktik sosiokultural. Data penelitian ini berupa penggalan wacana yang diambil dari teks tajuk rencana yang dimuat di dalam harian Suara Merdeka. Pandangan harian Suara Merdeka yang tercermin dari penggunaan kosakata dalam tajuk rencana cenderung berpihak pada institusi KPK. Hal itu tampak pada penggunaan pola klasifikasi, kosakata yang diperjuangkan secara ideologis, metafora, dan relasi makna. Dengan demikian, pandangan harian Suara Merdeka dalam hal pemberitaan konflik KPK vs Polri jilid II cenderung tidak objektif.KPK and Polri are law enforcement institutions, but both several times just had conflict. Conflict between the two law enforcement agencies could not be ignored by local and national higlight newspapers. A newspaper in central Java, Suara Merdeka, also highlighted the conflict. This article studied how Suara Merdeka view in conflict between KPK and Polri volume II used critical discourse analysis model of Fairclough. Based on text description, vocabulary used in editorial tend on KPK side. Therefor, Suara Merdeka view in the conflict between KPK and Polri volume II was not objektive.
Konstruksi Realitas Seratus Hari Pertama Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla di Media Online: Analisis Wacana Kritis Model Norman Fairclough Hasanah, Alif; Mardikantoro, Hari Bakti
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.263 KB)

Abstract

Tugas utama media massa adalah mengonstruksi realitas. Konstruksi realitas di media massa direpresentasikan melalui penggunaan kosakata dan gramatikal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis wujud konstruksi realitas seratus hari pertama pemerintahan Jokowi-JK yang tercermin secara terkstual di media online Detik.com, Kompas.com, dan Republika Online. Metode pengumpulan data dalam penelitian yaitu metode simak dan metode pustaka. Adapun metode analisis data yang digunakan mengacu pada kerangka analisis wacana kritis Norman Fairclough yang mencakup deskriptif, interpretatif, dan eksplanatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks-teks berita seratus hari pertama pemerintahan Jokowi-JK menampilkan Jokowi sebagai presiden yang ingkar janji, presiden yang dikendalikan oleh partai politik pendukung, dan presiden yang berani dan tegas. Secara tekstual ketiga media online tersebut merepresentasikan kepemimpinan Jokowi dengan menggunakan kosakata dan gramatikal yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Perbedaaan penggunaan kosakata dan gramatikal berimpilikasi pada pada perbedaan orientasi penggunaan bahasa oleh media online Detik.com, Kompas.com, dan Republika Online. Wujud konstruski realitas seratus hari pertama pemerintahan Jokowi-JK dapat diamati melalui teks-teks berita yang dimuat oleh media online Detik.com, Kompas.com, dan Republika Online. Melalui teks-teks berita tersebut, Jokowi ditampilkan sebagai presiden yang ingkar janji, presiden yang dikendalikan oleh partai politik, dan presiden yang berani dan tegas. Namun, Peran bahasa di media online Detik.com cenderung mengubur dan mengaburkan realitas. Berbeda dengan Kompas.com yang menggunakan bahasa untuk mengkritisi tetapi sekaligus juga membela Presiden Jokowi. Peran bahasa di Republika Online juga berbeda dengan kedua media online sebelumnya. Republika Online menggunakan bahasa untuk mengkritisi dan memperjelas realitas, sekaligus juga untuk menunjukkan sikap oposisionalnya terhadap pemerintahan Jokowi-JK.The main task of mass media is to construct reality. Reality construction in mass media is presented through the use of vocabularies and grammar. The aim of this study is to analyze the pattern of reality construction of the first 100 days of Jokowi-JK administration textually reported in some online media (Detik.com, Kompas.com, and Republika.com). The method of data collection is observation and literature review whereas the data method analysis used refers to Norman Fairclough critical discourse analysis covering description, interpretation, and explanation. The study found that textual news of the first 100 days of Jokowi-JK government shows that Jokowi is a liar president and is fully controlled by his supporting political party, but he is strict and a risk taker.
Pola Komunikasi Politik Ganjar Pranowo dalam Perspektif Sosiolinguistik di Media Sosial Instagram Eliya, Ixsir; Zulaeha, Ida
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.461 KB)

Abstract

Komunikasi politik merupakan proses penyampaian pesan dari kepala daerah kepada masyarakat. Komunikasi politik dapat dilakukan dengan menggunakan pilihan kode tutur sesuai dengan tujuan dan fungsinya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pola pilihan kode tutur Ganjar Pranowo dalam komunikasi politik di media sosial instagram. Data dikumpulkan dengan metode simak. Dalam melakukan metode simak, diterapkan teknik sadap sebagai teknik dasarnya. Kemudian diteruskan dengan teknik lanjutan berupa teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode padan, metode kontekstual, serta dilakukan dengan teknik baca markah. Berdasarkan hasil analisis data, Ganjar Pranowo menggunakan pilihan kode tutur sebagai kebutuhan komunikasi sesuai dengan fungsi tuturannya. Wujud pilihan kode tutur yang digunakan bervariasi. Pola pilihan kode tutur Ganjar Pranowo sebagai kepala daerah dalam komunikasi politik di media sosial instagram diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu berdasarkan hubungan antar partisipan dan situasi yang melingkupi. Ganjar Pranowo dalam melakukan pilihan kode tutur memiliki berbagai macam pola dengan pola yang dominan muncul berdasarkan hubungan partisipan adalah pola vertikal dan pola informal.Political communication is the process of delivering a message from regional head to the society. Political communications can be done by using of speech code choice in accordance with the purpose and function. The objectives of this study were to analyze the the pattern of speech code choice in political communication in social media instagram. The data obtained by using observation method in the term of free observation, recording, and writing technique. The data was analyzed by using coherent method, and contextual method. Based on the results of data analysis, Ganjar Pranowo head used speech code choice as the needs of communication that is suitable with its functions. The application of speech code usage is so various. The patterns of speech code selection of Ganjar Pranowo in political communication is classified into two parts, there are participants and the situation. In having speech code choice, the regional head had some pattern with dominant one based on the participant’s relationship are vertical patterns and informal patterns.
Pengembangan Multimedia Permainan Edukatif Tingkatkan Minat dan Kesiapan Membaca pada Anak-Anak Usia Dini Akhadiyah, Maulina; Mulyani, Mimi
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.753 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan kebutuhan  pengembangan multimedia  permainan edukatif untuk pembelajaran kesiapan  membaca bagi anak-anak  usia dini; merumuskan prinsip-prinsip pengembangan; mengembangkan desain;  membuktikan keefektifan multimedia permainan edukatif tersebut dalam meningkatkan minat dan kesiapan membaca pada anak-anak usia dini; dan membuat model multimedia permainan edukatif  dalam pembelajaran kesiapan membaca untuk anak-anak usia dini. Pendekatan yang digunakan adalah Research & Development, yaitu untuk mengembangkan suatu produk melalui proses pengembangan. Data penelitian bersumber dari guru PAUD/TK, anak-kanak usia dini, dan tiga pakar dalam uji ahli. Hasil yang diperoleh adalah pemanfaatan permainan edukatif yang telah dikembangkan dalam penelitian ini sangat efektif untuk meningkatkan  kesiapan membaca pada anak-anak usia dini. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan kemampuan yang sangat signifikan sebesar 48%. Pemanfaatan model ini mampu meningkatkan minat belajar anak didik yang terbukti dengan peningkatan sebesar 41%. Model ini layak digunakan di lapangan karena dapat menjembatani permasalahan pembelajaran kesiapan membaca pada anak-anak usia dini yang selama ini menjadi perdebatan.The objectives of this study are to (1) determine the needs,(2) formulate the principles, (3) develop the design, (4) determine the effectiveness of multimedia development in educative games to improve the interest and  reading readiness to young learners, and (5) create the model. This study used Research and Development approach. The result of the study are (1) multimedia development can improve their learning interest about 41%, (2) this multimedia development is effective to improve reading readiness of young learners. It can be seen from the increase of their abilities about 48%, and (3) this model is acceptable to be used in the classrooms since it can be an alternative solution of debatable reading problems.
Potret Kehidupan Sosial Orang Flores dalam Novel “Ata Mai” (Sang Pendatang) Orong, Yohanes
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.586 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan potret kehidupan sosial orang Flores dalam novel Ata Mai (Sang Pendatang). Pendekatan yang dipakai dalam rangka mencapai tujuan tersebut ialah sosiologi sastra. Sosiologi sastra yang dimaksudkan di sini identik dengan sosiokritik. Artinya, karya sastra memiliki pretensi melakukan kritik sosial atas peristiwa dan kenyataan sosial kemasyarakatan. Menurut pendekatan ini karya sastra terlahir atas latar belakang sosial budaya, pengetahuan, dan pengalaman langsung pengarang dengan kehidupan sosial masyarakat pada sebuah tempat tertentu. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini ialah metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis. Dari hasil analisis diketahui bahwa melalui novel “Ata Mai” (Sang Pendatang) pengarang mengobservasi, mendokumentasikan, dan mendeskripsikan kenyataan faktual masyarakat Ende-Lio, Flores, Nusa Tenggara Timur sebagai ekspresi ungkapan jiwa kepengarangannya. Intensitas pengetahuan dan pengalaman pengarang tentang masyarakat suku Ende-Lio Flores tampak dalam temuannya mengenai persoalan-persoalan sosial seperti dkemiskinan, penindasan atas perempuan, belis, pendidikan dan kesehatan yang tidak memadai, dan aktualisasi diri masyarakat yang dibangun atas tingginya harga diri.This study presents a portrait of the social life of a Florinese person in the novel “Ata Mai” (“The One Who Comes”). The approach used to achieve this is the sociology of literature. What is meant by the sociology of literature is identical with socio-criticism. This means that a literary work possesses the pretension to make a social criticism of an event and a happening in society. According to this approach, a literary work is born out of a cultural social background, which includes an understanding, and a direct experience of the writer in the social life of the community in a particular place. The method used in this study is qualitative, which produces descriptive data in written form. Analysis reveals that the author of “Ata Mai” has observed, documented and described a portrait of the life of a person from the Ende-Lio, Flores, community, in Nusa Tenggara Timur. This work reveals the author’s own soul, and the intensity of the knowledge and experience of the author, of the people of Ende-Lio, Flores. This is evidenced in the findings regarding person problems such as poverty, the harassment of women, dowry, education and health which are not evenly enjoyed, and the actualization of a society which is built upon a high regard for one’s dignity.
Ajaran dan Pemikiran Sunan Kalijaga pada Legenda Penamaan Desa di Masyarakat Demak Rustanti, Liliyek Puji; Indiatmoko, Bambang
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.927 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis bentuk dan isi legenda penamaan desa yang mengandung ajaran Sunan Kalijaga, menganalisis ajaran moral Sunan Kalijaga dalam legenda penamaan desa, dan menganalisis relevansi pemikiran Sunan Kalijaga pada legenda penamaan desa dengan kondisi masyarakat desa di masyarakat Demak pada saat ini. Penelitian  dilakukan dengan menggunakan  pendekatan antropologi sastra dengan pendekatan epik dan emik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, simak dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan dua tingkatan yaitu teknik dialektik pada pembacaan heuristik dan teknik struktural Levi Strauss pembacaan hermeneutik. Bentuk legenda penamaan desa di masyarakat Demak adalah prosa yang secara nature dan culture mengandung ajaran ketaukhidan Islam. Ajaran Sunan Kalijaga berupa konsep 5 P merupakan ajaran dasar yang terdapat dalam legenda penamaan desa berupa sikap prasaja, prasetya, pranata, prayoga, dan prayitna dalam konsep kebuadayaan yang dilihat dari mata pencaharian masyarakat desa yaitu petani dan pedagang, kekerabatan berupa hubungan santri dengan guru dan pembeli dan pedagang. Kelima konsep tersebut memiliki implikasi pada tatanan dasar budaya desa meliputi bentuk rumah, pola hidup dan tanggung jawab pada keluarga. Pemikiran Sunan Kalijaga berupa kali ilang kedunge, pasar ilang kumandange, dan wong wadon ilang wirange tampak dalam kehidupan masyarakat dalam legenda penamaan desa.Issues examined in this study were (1) how to know and shape the legend of the village name containing the teachings of Sunan Kalijaga, (2) How is the Doctrine of Sunan Kalijaga in the legend of the name of the village, (3) How relevant is the idea of ​​Sunan Kalijaga on the legend of the name of the village with the conditions of rural communities in Demak at this time. Method of Reaserch is qualitative with approach used in this study is the approach antropologisastra. Data collected by interview, see and documentation. Mechanical analysis was done by two levels of dialectic on readings heuristik and structural engineering hermeneutic reading Levi Strauss. It’s means research results that form the legend of names of villages in Demak regency is prose that is nature and culture abaout trust in the God containing the teachings of Islam. Doctrine Sunan Kalijaga a concept 5P is the basic teachings contained in the legend of the name of the village in the form of attitude simple, vows, institutions, decent and submisive in the concept cultural seen on the livelihoods of rural communities as farmers and traders, kinship be a relationship of students with teachers and buyers and merchants. The fifth concept has implications for the basic order of village culture includes the shape of the house, lifestyle and family responsibility. Thought Sunan Kalijaga in the form of (1) lost river source, 2) place workship are expsensive,3) Women lost to shame, appear in people's lives in a village legend. Conclusions from this research is that the teachings and ideas contained in the Sunan Kalijaga Legend Village Nam.
Deiksis pada Wacana Sarasehan Habib dengan Masyarakat Riza, Luqman Nur; Santoso, B.Wahyudi Joko
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.307 KB)

Abstract

Dalam wacana sarasehan habib dengan masyarakat terdapat bentuk-bentuk deiksis yang digunakan oleh penutur ataupun mitra tutur. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bentuk-bentuk deiksis, fungsi deiksis, dan deiksis paling dominan digunakan pada wacana sarasehan habib dengan masyarakat. Dalam penelitian ini digunakan desain penelitian kualitatif dan beberapa teknik pengumpulan data, seperti teknik sadap, teknik simak libat cakap, simak bebas libat cakap, rekam, dan catat. Sementara itu, teknik analisis data yang digunakan adalah teknik hubung banding menyamakan, memperbedakan, baca markah dan statistik deskriptif. Pada wacana sarasehan habib dengan masyarakat ditemukan bentuk-bentuk deiksis persona, spasial, temporal, wacana, sosial, dan numeral. Wacana sarasehan habib terdapat ciri yang khas yakni kaya dengan bentuk deiksis yang jumlahnya ribuan. Fungsi deiksis ada lima, yaitu fungsi emotif, konatif, referensial, puitik, dan fatik. Bentuk deiksis yang paling dominan adalah bentuk deiksis kita. Alasan penggunaan deiksis kita adalah menghilangkan jarak sosial antara habib dengan jamaahnya, sehingga tercipta adanya rasa kesatuan diantara mereka dan pembicaraan menjadi lebih luas, santai, dan lancar.In the habib informal discussion with his communities are forms of deixis used by the speaker or hearer. This study aims to identify forms of deixis, to describe the function of deixis, and to find of deixis dominantly used in this discourse. The data were collected via a qualitative research design and the use of multiple data collection techniques, such as involved conversation observation technique, uninvolved conversation observation technique, recording, and to note. Furthermore, the data were analyzed using an equal comparative relation technique, distinguish comparative relation technique, read many and descriptive statistics. At the habib’s informal discussion with his communities were found forms of personal, spatial, temporal, discourse, social, and numeral deixis. Discourse of habib’s informal discussion had a special characteristic that could be found many forms of deixis. The deixis function has five, whitin emotive, conative, referential, poetic, and fatic function. The most dominantly use of deixis were a deixis kita. Meanwhile, deixis ‘kita’ was often used because the speaker had a purpose to fade a distance between the speaker (habib) and listener (communities), so that the conversation could be more comprehensive, relaxed, and fluent.
Kesantunan Tuturan Penyiar Televisi pada Wacana Siaran Program Hiburan Televisi Swasta Indonesia Sarno, Sarno; Rustono, Rustono
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.057 KB)

Abstract

Kesantunan berbahasa pada wacana siaran program hiburan televisi swasta di Indonesia merupakan fenomena yang menarik untuk dikaji dari perspektif pragmatik karena interaksi sosial dan verbal penyiar televisi swasta menciptakan wacana yang mencerminkan kultur yang tipikal. Sementara itu, bahasa yang mereka tuturkan berpotensi untuk diserap masyarakat dan direalisasi dalam interaksi komunikasi.Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsi dan menemukan wujud tuturan  santun oleh penyiar pada wacana  siaran program hiburan televisi swasta Indonesia dan ciri-ciri tuturan santun yang digunakan tersebut, (2) mengidentifikasi skala kesantunan oleh penyiar televisi pada wacana siaran program hiburan televisi swasta Indonesia, (3) memaparkan bidal-bidal yang dilanggar oleh penyiar televisi dan implikasi pragmatis yang ada pada wacana siaran program hiburan televisi swasta Indonesia. Pendekatan penelitian yang digunakan ada dua, yakni pendekatan metodologis dan teoretis. Pendekatan metodologis tersebut adalah deskriptif kualitatif. Adapun pendekatan secara teoretis penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik.Speech politeness on broadcast program of entertainment in Indonesia private television broadcast is an interesting phenomenon to be studied from a pragmatic perspective cause social interaction and typical verbal broadcaster create typical culture. Meanwhile, their speech which is spoken is received by society and realized in interaction communication.Therefore, this research aims (1) to describe and find a form of speech mannered broadcaster on the broadcast discourse used in an entertainment program of an Indonesian private television, (2) to identify the politenessscale encountered by the television broadcaster in the broadcast discourse used in an entertainment program of an Indonesian private relevision (3) to present the thimbles infringed by the television broadcaster with its pragmatic implications that found in their broadcast discourse in the entertainment program of an Indonesian private television. There are two approaches that are particularly used in the research, those are methodological and theoretical approaches. The methodological approach refers to a qualitative descriptive. While, this research dealt with the use of a theoretical approach in the form of a pragmatic approach.
Penyimpangan Sosial dalam Novel Neraka Dunia Karya Nur Sutan Iskandar Setyatmoko, Prarika Fitria; Supriyanto, Teguh
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.932 KB)

Abstract

Penelitian ini melakukan telaah Novel Neraka Dunia yang memuat beragam ruang hidup yang tumbuh dan berkembang dalam sebuah lingkungan yang beradab. Dalam novel tersebut, disuguhkan beragam permasalahan sosial sebagai sarana yang dipandang memenuhi untuk dilakukan penelitian penyimpangan sosial. Permasalahan sosial yang dimaksud adalah penyimpangan atas berbagai hal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya atau perlakuan kebiasaan sebagai cerminan tingkah laku manusia pada umumnya. Masalah yang diteliti adalah (1) bagaimana wujud penyimpangan sosial yang terdapat dalam novel neraka dunia karya Nur Sutan Iskandar. (2) faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya penyimpangan sosial yang terdapat novel neraka dunia karya Nur Sutan Iskandar?. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologis dengan menggunakan kajian sastra dengan tujuan untuk menggambarkan (1) wujud penyimpangan sosial terhadap norma-norma yang berlaku dalam masyarakat yang terdapat dalam novel Neraka Dunia oleh Nur Sutan Iskandar, (2) Penyebab penyimpangan sosial dalam novel Neraka Dunia oleh Nur Sutan Iskandar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif, untuk melihat bagaimana permasalahan sosial dalam Novel Neraka Dunia oleh Nur Sutan Iskandar dengan menganalisis novel lalu mengklasifikasikan penyimpangan oleh masing-masing karakter dan akhirnya membuat simpulan. Bentuk-bentuk perilaku menyimpang dalam novel ini adalah: 1) penyalahgunaan narkoba dan 2) penyimpangan seksual yang terdiri atas , perzinahan, kumpul kebo, madat dan kenakalan. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penyimpangan sosial yang terdapat novel neraka dunia karya Nur Sutan Iskandar terdiri atas  4 (empat) hal yakni (1) longgarnya nilai atau norma yang berlaku, (2) sosialisasi yang tidak sempurna, (3) sosialisasi sub kebudayaan yang menyimpang dan (4) proses belajar yang menyimpang.This research study Novel World of Hell contains diverse living space that grows and develops in a civilized environment. This novel presented a variety of social issues as a means/ deemed meet to research social deviation. Social problems in question are irregularities on things that do not fit with cultural values ​​or customs treatment as a reflection of general human behavior. The issues examined are: (1) How does the form of social deviation contained in hell on earth by Nur Sutan Iskandar. (2) What factors are causing social aberrations in novel hell on earth by Nur Sutan Iskandar?  The approach used in this study is the sociological approach using literary studies with the aim to illustrate (1) the form of social deviation to the norms prevailing in a society that is contained in novel hell on earth by Nur Sutan Iskandar,                (2) Causes of social deviation in novel hell on earth by Nur Sutan Iskandar.  This research is qualitative descriptive method, to see how the social problems in Novel World of Hell by Nur Sutan Iskandar by analyzing and classifying novel aberration by each character and ultimately make conclusions. Based on the level of irregularities, consisting of primary and secondary deviation. Based on the perpetrators of irregularities consisted of irregularities and deviations groups based on the nature of irregularities while the mixture is composed of a positive deviation and negative deviation. The forms of deviant behavior in this novel are: 1) drug abuse and 2) sexual perversion consisting of, free sex, cohabiting, opium usage and delinquency. The factors that cause social distortion in hell on earth novel by Nur Sutan Iskandar consists of 4 (four) things: (1) the looseness of values or norms applicable, (2) imperfect dissemination, (3) sub cultures socialization Chatter and (4) the deviations of learning process.

Page 1 of 3 | Total Record : 24


Filter by Year

2017 2017