cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23014493     EISSN : 25024493     DOI : -
Core Subject : Education,
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia publishes articles of original researchs and conceptual studies about Indonesian language, literature, learning and teaching. This journal is published by Study Program Pendidikan Bahasa Indonesia, Postgraduate Universitas Negeri Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 576 Documents
Paradoks dan Hiperbola dalam Kumpulan Cerita Koala Kumal Karya Raditya Dika Hidayat, Ariyo Dwi; Supriyanto, Teguh
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.881 KB)

Abstract

Kumpulan cerita Koala Kumal merupakan sebuah karya sastra yang bernuansa humor, dalam penciptaan suasana tersebut penulis menggunakan pemilihan gaya bahasa paradoks dan hiperbola yang jarang digunakan atau bahkan belum digunakan sebelumnya oleh penulis lain. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan wujud paradoks, mendeskripsikan wujud hiperbola, mendeskripsikan fungsi paradoks, dan mendeskripsikan fungsi hiperbola pada kumpulan cerita Koala Kumal karya Raditya Dika. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik heuristik atau membaca teks dengan seksama dan berulang-ulang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode hermeunitik. Dalam kumpulan cerita Koala Kumal karya Raditya Dika terdapat wujud paradoks berupa kata dengan kata, kata dengan reduplikasi, kata dengan frasa, kata dengan kalimat, frasa dengan kalimat. Wujud hiperbola dalam kumpulan cerita Koala Kumal berupa frasa dan kalimat. Fungsi paradoks dan hiperbola dalam Koala Kumal adalah 1) membangkitkan kesan dan suasana tertentu; 2) mempersingkat penuturan dan penulisan; 3) melukiskan perasaan tokoh; dan 4) kongkritasi/penkonkretan gambaran yang dilukiskan pengarang. Penggunaan paradoks dan hiperbola menjadikan unsur instrinsik berupa 1) tema; 2) plot; 3) penokohan; 4) latar, 5) sudut pandang; dan 6) gaya bahasa menjadi hidup dan menarik. Pemakaian paradoks dan hiperbola dapat menghidupkan cerita dan menciptakan suasana humor dalam cerita.The stories of Koala Kumal were literary masterpiece of humor nuanced, in the creation of an atmosphere, the author used paradox and hyperbole. Many selecting a style is rarely used or not previously by other authors. The purpose of this study was describing a form of paradox, form of hyperbole, and the function of paradox and hyperbole to describe the function on the Koala Kumal story by Raditya Dika. The data collection was found by heuristics or read the text carefully and repeatedly. Data analysis was performed by using the hermeunitik method. Forms of paradox which were found in the Koala Kumal by Raditya Dika was a word-word, word-reduplication, word-phrase, word-sentence, and phrase-sentence. In the other hand, hyperbole forms which were found in the Koala Kumal by Raditya Dika was a phrase and sentence.  Furthermore, the function of paradox and hyperbole in Koala Kumal was 1) evoking the certain impressions and atmosphere; 2) shorting the narrative and writing; 3) describing the feeling figure; and 4) concreting  a picture painted an author. The use of paradox and hyperbole was turning the intrinsic elements. The intrinsic element i.e. 1) theme; 2) plot; 3) characterization; 4) background, 5) point of view; and 6) the language style. The use of paradox and hyperbole can create an atmosphere in the story.
Kesantunan Berbahasa Mahasiswa dalam Berinteraksi di Lingkungan Universitas Tidar: Kajian Sosiopragmatik Cahyani, Desy Nur; Rokhman, Fathur
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.911 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur berbahasa mahasiswa, pematuhan kesantunan berbahasa, pelanggaran kesantunan berbahasa dan faktor yang memempengaruhi terjadinya kesantunan berbahasa mahasiswa dalam berinteraksi di lingkungan Universitas Tidar. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak. Hasil penelitian pertama bahwa jenis tindak tutur yang dilakukan oleh mahasiswa berupa jenis tindak tutur representatif, direktif, ekspresif, komisif, isbati. Kedua pengukuran tingkat kesantunan berbahasa mahasiswa di lingkungan Universitas Tidar didasarkan pada pematuhan prinsip kesantunan berupa bidal ketimbangrasaan, kemurahatian, keperkenaan, kerendahhatian, kesetujuan dan kesimpatian. Ketiga, pelanggaran prinsip kesantunan digunakan untuk mengukur tingkat kekurang santunan pada tindak tutur mahasiswa dalam berinteraksi berupa prinsip kesantunan. Keempat  faktor penyebab kesantunan berbahasa terdapat lima faktor diantaranya tempat dan suasana tutur, peserta tutur, tujuan tutur, pokok tuturan, dan sarana tutur.This study aimed to describe the type of speech act-speaking students, observance of politeness, violations of politeness and the factors that influence the occurrence of politeness student interaction at the Tidar University. Methods of data collection methods refer to. Results of the first study that kind of speech acts performed by students in the form of speech acts representative, directive, expressive, commissive, isbati. Both measurements politeness level of students at the University of Tidar is based on adherence to the principle of modesty in the form of a thimble tact maxim, generosity maxim, approbation maxim, modesty maxim,agreement maxim and sympathy maxim. Thirdly, breach of politeness principle is used to measure the level of compensation for the lack of student speech acts in the form of  a politeness principle. These four factors cause politeness there are five factors, including the place and the atmosphere is said, the participants said, the purpose of speech, the principal speech, and means of speech.
Jenis dan Fungsi Pragmatis Tindak Tutur Masyarakat Melayu Dialek Sambas di Kota Singkawang Safrihady, Safrihady; Mardikantoro, Hari Bakti
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.226 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis jenis dan fungsi tindak tutur masyarakat dialek Sambas pada ranah lingkungan sosial pergaulan antartetangga di Kota Singkawang. Data dikumpulkan melalui metode simak terdiri atas teknik dasar dan teknik lanjutan, teknik dasar yaitu teknik sadap, dan teknik lanjutan, yaitu teknik lanjutan I: teknik simak bebas libat cakap, teknik II: teknik rekam, teknik III: teknik catat. Teknik padan pragmatis digunakan untuk menganalisis data. Jenis dan fungsi pragmatis tindak tutur pada ranah lingkungan sosial pergaulan antartetangga meliputi (1) tindak tutur representatif dengan fungsi pragmatis menyatakan, menyakinkan, menceriterakan, mengakui, menunjukkan, memberikan informasi, dan berspekulasi; (2) tindak tutur direktif dengan fungsi pragmatis memohon, memaksa, mengajak, meminta, menanyakan, menyuruh,  dan menyarankan; (3) tindak tutur ekspresif dengan fungsi pragmatis memuji, mengucapkan terima kasih, mengeluh, menyalahkan, dan mengucapkan selamat; (4) tindak tutur komisif dengan fungsi pragmatis berjanji dan menyatakan kesanggupan; dan (5) tindak tutur isbati dengan fungsi pragmatis memutuskan.The purposes of this study are to identify and analyze the types and functions of speech acts in the Malay society with Sambas dialect for the social interaction between neighbours in Singkawang city. The data were collected through listening methods consisting of basic and advanced techniques. The basic technique include tapping, and the advanced ones were divided into three: free conversation listening, recording, and making notes. The pragmatic comparison techniques were used to analyze the data. The types and functions of pragmatic speech acts for the social interaction between neighbours include  (1) representative speech acts with pragmatic functions of stating, convincing, telling, recognizing, demonstrating, informing, and speculating; (2) directive speech acts with pragmatic functions of begging, forcing, persuading, asking, questioning, inviting, and suggesting; (3) expressive speech acts with pragmatic functions of praising, thanking, complaining, blaming, and congratulating; (4) commissive speech acts with pragmatic functions of promising and expressing readiness; and (5) confirmative speech acts with pragmatic functions of deciding.
Keefektifan Penggunaan Metode Parafrase dan Metode Inkuiri dalam Pembelajaran Apresiasi Puisi Berdasarkan Minat Baca pada Peserta Didik SMKN 1 Manonjaya dan SMK Nurul Wafa Tasikmalaya Rosiana, Shinta; Mulyani, Mimi
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.715 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menguji keefektifan penggunaan metode parafrase dan metode inkuiri dalam pembelajaran apresiasi puisi berdasarkan minat baca peserta didik SMK. Mengapresiasi puisi membutuhkan proses pemahaman terhadap teks puisi yang dibacanya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuasi eksperimen. sampel penelitian ini yaitu kemampuan mengapresiasi puisi peserta didik kelas XII SMK Negeri 1 Manonjaya dan SMK Nurul Wafa tahun ajaran 2016/2017. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai rata-rata postes dengan menggunakan metode parafrase lebih besar daripada hasil postes dengan menggunakan metode inkuiri yaitu 81,81>79,81. Pada peserta didik yang memiliki minat baca tinggi metode parafrase lebih efektif digunakan daripada metode inkuiri, yaitu 82,4>78,64. Pada peserta didik yang memiliki minat baca rendah, metode inkuiri lebih efektif daripada metode parafrase yaitu 81,17>80,8. Hal ini membuktikan bahwa ada persinggungan antara metode  parafrase, metode inkuiri dan minat baca peserta didikThe Purpose of this research is to test for effectiveness using paraphrase method and inkuiri method within learning poetry appreciation base on reading proclivity the members of vocational high school. This research used kind of quasi experiment. The sample of this research was an ability to appreciate the poetry of the twelve grades students of SMKN 1 Manonjaya and SMK NurulWafa in the  academic year of 2016/2017 the posttest average score used paraphrase method is bigger than the result of the posttest average score used inquiry method was 81,81>79,81. The students who have high reading interest in, the paraphrase method was more effective than inquiry method, that is 82,4< 78,64. The students who have low reading interest in, the inquiry method was more effective than paraphrase method, that is 81,17>80,8. It proved that there are relationship among paraphrase method, inquiry method, and the students’ reading interest in.
Representasi Sistem Pernikahan Budaya Yogya dalam Novel Perempuan Jogja Karya Achmad Munif Annisa, Apik Ilma; Indiatmoko, Bambang
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.386 KB)

Abstract

Representasi dari novel Perempuan Jogja akan menujukkan seberapa jauh novel ini dapat menggambarkan kehidupan masyarakat Yogyakarta. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Struktur teks novel Perempuan Jogja meliputi a) tema yaitu kehidupan pernikahan sepasang suami istri dengan latar belakang budaya Jawa, b) Rumanti memiliki sifat rajin, cekatan, setia, patuh, keibuan, dan bijaksana; RM Danudirjo memiliki sifat egois, dan tidak setia; RA  Indri memiliki sifat berani melawan, peduli sesama, tidak suka mencampuri urusan orang lain, pemarah, dan kurang bijaksana; Ramadan memiliki sifat tahu diri, humoris dan pekerja keras; RM Sudarsana memiliki sifat tenang, berjiwa sosial dan rendah diri; RA Niken memilliki sifat sabar; c) Alur dalam novel Perempuan Jogja yaitu alur maju atau progresif, d) Latar tempat novel berada di Bantaran kali Code, Sanggar RM Sudarsono,  Rumah RM Sudarsono, Pendopo pantai Paragkusumo, Pendopo ndalem Sudarsanan, Rumah RM Sudarsono, Badara Adisucipto, dan restoran. Latar waktu dalam novel yaitu pagi, sore, dan juga malam hari. Latar suasana dalam novel yang muncul yaitu sedih, marah, tegang, dan emosi. Latar sosial dalam novel yang ada yaitu latar budaya masyarakat miskin dan kehidupan sosial masyarakat kaya. e) sudut pandang novel yaitu orang ketiga serbatahu. Representasi sistem pernikahan budaya Jawa yang terdapat dalam novel Perempuan Jogja yaitu (1) representasi masyarakat Jawa yang masih mengenal perjodohan, (2) representasi pernikahan antarkelas sosial, (3) representasi kehidupan pernikahan budaya Jawa, (4) representasi pernikahan dalam ritualisme adat Jawa.Some parts related to Javanese marriage system were elaborated. The result of this study show that: The text structure of the novel Perempuan Jogja are a) the theme, merried life of couple with Javanese cultural background,  b) characters of Rumanti is a diligent, skillful, devoted, obedient, motherly and wise woman; RM Danudirjo, an egoistic and unfaithful man; RA Indri, a strong willed, caring, unobtrusive,  petulant, and unwise women; Ramadan, a humble, humorous and hard working man; RM Sudarsana, a calm, sociable, and humble men; RA Niken who is patient; Popi, an impolite but kind girl; Norma, a typical antagonist, an egoistic and wicked women,  c) the plot of the novel is progressive plot, d) some settings found are, place Code River Bank, RM Sudarsono’s studio, Parangkusumo’s beach Pendopo, Sudarsanan’s Pendopo ndalem,   RM Sudarsono’s house, Adisucipto International Airport, restaurant, the time settings are morning evening and night. The atmosphere is sad, indignant, tense and emotional. Social setting presented is the life of poor and rich, e) point of view of the novel is third person omniscient. The representation of Japanese marriage system that are found in the novel Perempuan Jogja are (1) related to the fact that Javanese community are familiar with match-making, (2) representation of interclass marriages, (3) life marriage Java cultural representation, (4) representation of Japanese wedding custom.
Aktualisasi Diri Tokoh Utama Pria dalam Novel Trilogi Makrifat Cinta Karya Taufiqurrahman Al-Azizy Juminartanti, Dwi; Mulyani, Mimi
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.868 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan novel trilogi Makrifat Cinta yang memfokuskan pada aktualisasi diri tokoh utama pria dengan menampilkan kesusksesan tokoh Iqbal mewujudkan impiannya dengan seluruh kemampuannya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menjelaskan profil tokoh utama pria, sifat-sifat tokoh utama pria dalam mengaktualisasi diri, cara mengatasi masalah sosial yang dilakukan tokoh utama pria dan konteks sosial yang melatarbelakangi pengarang terhadap aktualisasi diri tokoh utama pria. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan teoretis dan metodologis. Pendekatan teoretis menggunakan teori psikologi humanistik serta pendekatan metodologis menggunakan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca hermeneutik. Teknik analisis data menggunakan content analysis (analisis isi). Hasil penelitian ditemukan bahwa Iqbal adalah sosok yang cerdas, tampan, rajin beribadah, penghafal al-Qur’an, hidup di pesantren, dan berjiwa pejuang yang tangguh. Selanjutnya, pada penelitian ini dapat diketahui bahwa terdapat lima belas sifat pengaktualisasi diri yang dimiliki tokoh utama pria. Serta cara tokoh utama pria mengatasi masalah sosial yaitu tahap identifikasi, diagnosis, dan treatment. Hasil penelitian yang terakhir, konteks sosial yang melatarbelakangi pengarang yaitu muslim yang beriman, tinggal di pesantren, amar ma’ruf nahi munkar, penghafal al-Qur’an, dan menuntut ilmu agama. Berdasarkan penelitian ini dapat diketahui bahwa aktualisasi diri tokoh utama pria dapat menjadi motivasi terhadap pertumbuhan kepribadian pemuda zaman sekarang.This research use novel of Makrifat Cinta trilogy which focusing at self actualization of the main male character with showing up Iqbal’s successfulness in achieving his dream through all of his capability. Purpose of this research are to describe the main male character’s profile in Makrifat Cinta trilogy, to describe the main character’s characteristics in self-actualizing in Makrifat Cinta trilogy, to describe the main character solve the social problems in Makrifat Cinta trilogy, and to describe the social context that motivates the author through self actualization of the main male character. The used approach in this research is theoretical approach and methodological approach. Theoretical approach uses literary psychology approach that is humanistic psychology and methodological approach this research uses descriptive qualitative. The data collecting technique of this research uses hermeneutic reading technique. The data analysis technique used in this research is content analysis. The results of this research show that Iqbal is an individu that is smart, good-looking, faithful, committing to memorize the holy Qur’an, living in Islamic school, struggling, and persistent. The next, there are fifteen characteristics of self-actualization owned by the main male character. And the way how the main character solves the social problems consists of three stages which are, identification, diagnosis, and treatment. Finally, the backgrounds of the author’s social life through the main male character’s self-actualization are a faithful moslem, amar ma’ruf nahi munkar, committing to memorize the holy Qur’an, and learning religious studies.
Pilihan Kode pada Wacana Konsultasi Siswa kepada Guru di SMK Ma’arif 4 Kebumen Darwati, Darwati; Santoso, B. Wahyudi Joko
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.395 KB)

Abstract

Wacana konsultasi merupakan bentuk tukar pikiran untuk menyelesaikan masalah. Permasalahan yang dialami siswa biasanya dikonsultasikan kepada guru, seperti halnya di SMK Ma’arif 4 Kebumen. Konsultasi dilakukan dengan tujuan untuk mencari solusi  permasalahan yang dihadapi oleh siswa. Pokok bahasan yang dikaji dalam penelitian ini diarahkan pada pilihan kode tutur yang digunakan oleh siswa dan guru di SMK Ma’arif 4 Kebumen. Tujuan penelitian ini adalah menemukan wujud pilihan kode (1), dan mengidentifikasi faktor yang melatarbelakangi pilihan kode (2) pada wacana konsultasi siswa kepada guru di SMK Ma’arif 4 Kebumen. Data dalam penelitian ini adalah penggalan tuturan pada wacana konsultasi siswa kepada guru di SMK Ma’arif 4 Kebumen. Sumber data penelitian ini adalah tuturan pada wacana konsultasi siswa kepada guru di SMK Ma’arif 4 Kebumen. Data dikumpulkan dengan teknik simak dan wawancara. Dalam melakukan teknik wawancara diterapkan teknik sadap sebagai teknik dasarnya. Wujud pilihan kode dianalisis menggunakan teknik baca markah, sedangkan faktor yang melatarbelakangi pilihan kode menggunakan teknik kontekstual.    Berdasarkan hasil analisis data, wujud pilihan kode pada wacana konsultasi siswa kepada guru di SMK Ma’arif 4 Kebumen berupa tunggal kode dan multi kode, alih kode, dan campur kode. Faktor yang melatarbelakangi pilihan kode pada wacana konsultasi siswa kepada guru di SMK Ma’arif 4 Kebumen adalah tempat dan suasana tutur, peserta tutur, tujuan tutur, pokok tuturan, dan sarana tutur.Consultation discourse is a form of discussion to finish a problem. A problem that is experienced by the students consulted to the teacher, as well as at SMK Ma’arif 4 Kebumen. The consultation is committed in order to look for the solution toward the problem faced by students. Subjects were studied in this research is directed at said selected codes that are used by students and teacher at SMK Ma’arif 4 Kebumen. The purpose of this research is to find a form of selection code (1), and identify the factors that backgroundlanguage choiceon consultation discourse of student to teacher at SMK Ma’arif 4 Kebumen (2). The research data is part of information on consultation discourse of student to teacher at SMK Ma’arif 4 Kebumen. The source of research data is information on consultation discourse of student to teacher at SMK Ma’arif 4 Kebumen.The data is collected by observing and interviewing techniques. In committing interview technique, applying record technique as the basic technique. There is analyzing code by using reading mark and the other factor which choosing code use context teks. Based on the result of data analysis, the shape of language choice on consultation discourse of student to teacher at SMK Ma’arif 4 Kebumen are single code, code switching, and code mixing. The factors that background language choice on consultation discourse of student to teacher at SMK Ma’arif 4 Kebumen are information of place and situation, participant, purpose, principal, and feature.
Religiusitas dalam Syair-Syair Tegalan Karya Imam Chumedi Faizin, Faizin; Nuryatin, Agus
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.327 KB)

Abstract

Syair bukan hanya dilihat dari strukturnya saja. Lebih dari itu, syair menjadi salah satu media dakwah untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur, fungsi, dan makna religiusitas syair Tegalan karya Imam Chumedi. Data dikumpulkan dengan metode rekam, catat, dan ditranskripsi. Analisis data dilakukan dengan metode content analysis. Dalam syair Tegalan karya Imam Chumedi terdapat dua struktur syair: 1) struktur fisik, meliputi: diksi; imaji; kata konkret; dan rima, 2) struktur batin, meliputi; tema; perasaan penyair; nada; dan amanat. Selain itu, terdapat dua fungsi syair: sosial dan dakwah. Fungsi dakwah digunakan secara dominan yang berorientasi pada dakwah untuk menyerukan ajaran agama islam. Adapun makna religiusitas yang terdapat dalam syair Tegalan karya Imam Chumedi ada empat: 1) hubungan manusia dengan Tuhan; 2) hubungan manusia, lingkungan, dan masyarakat; 3) hubungan sesama manusia; dan 4) hubungan manusia dengan dirinya. Makna religiusitas yang paling dominan digunakan adalah makna hubungan manusia dengan Tuhan.Poetry is not only seen from the structure. Moreover, the poem became one of the media propaganda to convey the message to the public. The purpose of this study is to describe structure, function and meaning of religiosity Tegalan poem by Imam Chumedi. Data collected by the method of recording, recorded, and transcribed. Data were analyzed by content analysis method. In Tegalan poem by Imam Chumedi there are two structures of poetry: 1) physical structure, include: diction; images; concrete word; and rhyme, 2) inner structures, include; theme; feelings of the poet; tone; and mandate. In addition, there are two functions of poetry: social and propaganda. The function of propaganda is used dominantly which oriented propaganda calling for the teaching of Islamic religion. As for the meaning of religiosity contained in Tegalan poem by Imam Chumedi there are four: 1) the relationship with God; 2) human relationship with environment and society; 3) human relations; and 4) the relationship of man with himself. The most dominant religiosity meaning which used is human relations with God.
Keefektifan Pembelajaran Menulis Cerpen dengan Model Sinektik dan Model Kreatif-Produktif pada Peserta Didik SMA Berdasarkan Tipe Pemerolehan Informasi Mubaroq, Akhmad Khusni; Subyantoro, Subyantoro
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.729 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsi keefektifan pembelajaran menulis cerpen dengan model sinektik pada peserta didik kelas XI SMA berdasarkan tipe pemerolehan informasi, (2) mendeskripsi keefektifan pembelajaran menulis cerpen dengan model kreatif-produktif pada peserta didik kelas XI SMA berdasarkan tipe pemerolehan informasi, (3) menguji perbedaan keefektifan pembelajaran menulis cerpen dengan model sinektik dan model kreatif-produktif pada peserta didik kelas XI SMA dalam interaksinya dengan tipe pemerolehan informasi. Desain penelitian ini adalah quasi experiment dengan dua kelompok eksperimen. Sampel penelitian ini adalah pembelajaran keterampilan menulis cerpen peserta didik kelas XI SMA N 6 Semarang dan SMA XI SMA N 11 Semarang. Hasil penelitian ini adalah (1) pembelajaran menulis cerpen dengan model sinektik lebih efektif pada peserta didik bertipe intuisi, (2) pembelajaran menulis cerpen dengan model kreatif-produktif lebih efektif pada peserta didik bertipe penginderaan, (3) pembelajaran menulis cerpen dengan model sinektik lebih efektif daripada model kreatif-produktif berdasarkan tipe pemerolehan informasi.The purpose of this study is to (1) describe the effectiveness of the teaching of writing short stories with synectics model of Senior High School grade XI based on the information acquisition type (2) describe the effectiveness of the teaching of writing short stories with creative-productive model of Senior High School grade XI based on the information acquisition type (3) examine the differences of the effectiveness of learning to write short stories with sinektik models and creative-productive models of Senior High School grade XI classes in its interaction with the type of information acquisition. The research design used was quasi experiment with the two experimental group. The samples were learning skills of students to write short stories in grade XI SMAN 6 Semarang and grade XI SMA N 11 Semarang. The results of this study are (1) writing short stories learning with synectics model is more effective for visual learner intuitive type, (2) writing short stories learning with creative-productive model is more effective for sensing type learner than for intuitive type, (3) writing short stories learning with synectics model is more effective than the creative-productive model based on the information acquisition type.
Khazanah Lingua The Personality of Manggarai Speech Society: Ecolinguistic Studies Iku, Priska Filomena; Zulaeha, Ida
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.811 KB)

Abstract

This study aims to describe and explain the functions and meanings of lingua unit forms of characters characterized by ideo-socio-biological. Data in this qualitative research is collected by ethnography method, refer to, and capability while to analyze data using an interactive model of Mills and Huberman assisted by distribution method. The results of this study show: the lingual form of kepus found in the stage of pre-planting, planting, and post-planting, namely ekoleksikon and ekowacana; function and meaning implied in the form of lingual rice field environment, ideological meaning: the hope of rice grows well, the hope of rice plants free from pests and disasters, the hope of abundant crops, the hope of surviving while working the fields, and the hope of welfare; sociological functions and meanings: relationships with gods, relationships with ancestors, relationships with the carers of the land, relationships with others, and relations to ulayat lands; and biological functions and meanings.

Page 10 of 58 | Total Record : 576


Filter by Year

2012 2023